Artikelilmiahs
Menampilkan 30.901-30.920 dari 50.060 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 30901 | 34237 | B1A017014 | Pertumbuhan Rhizophora mucronata Lam. Pada Media Tanam yang Berbeda | Hutan mangrove adalah ekosistem di wilayah intertidal yang mendapat pengaruh interaksi yang kuat antara perairan laut dan terestrial. Indonesia memiliki hutan mangrove terluas yaitu sekitar 3.3 juta ha. Kondisi hutan mangrove saat ini terus mengalami penurunan karena konversi dan eksploitasi yang berlebihan sehingga menyebabkan turunnya kualitas ekosistem hutan mangrove. Rehabilitasi merupakan salah satu upaya yang dapat mengembalikan fungsi hutan mangrove yaitu dengan dilakukan menanam bibit mangrove. Rhizophora mucronata Lam. merupakan salah satu spesies mangrove yang banyak ditemukan dan memiliki tingkat reproduksi yang tinggi. Pertumbuhan R. mucronata dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu media tanam seperti lumpur. Lumpur merupakan media tanam mangrove, yang memiliki partikel padat yang dapat mengurangi aerasi yang perlu dimodifikasi. Modifikasi lumpur sebagai media tanam mangrove dilakukan dengan penambahan arang sekam dan sekam yang diharapkan dapat memperbaiki aerasi dan menambahkan nutrien bagi pertumbuhan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit mangrove R. mucronata yang ditanam dibeberapa media berbeda dan menentukan media yang paling baik bagi pertumbuhan R. mucronata. Penelitian ini dilakukan di kawasan Hutan Mangrove Pantai Logending, Kebumen. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 level taraf perbandingan jenis media yaitu media 1 berisi lumpur murni, media 2 berisi lumpur + sekam (1:1), media 3 berisi lumpur + sekam (2:1), media 4 berisi lumpur + arang sekam (1:1), media 5 berisi lumpur + arang sekam (2:1), dan media 6 berisi lumpur + arang sekam + sekam (1:1:1) dengan masing-masing level diulang sebanyak 10 kali. Variabel yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah variabel bebas yaitu jenis media dengan 6 level perbandingan dan variabel terikat yaitu pertumbuhan tanaman. Parameter yang diamati berupa parameter utama yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat kering bebas abu serta parameter pendukung meliputi faktor lingkungan seperti pH media, kadar air, kandungan karbon, serta kadar Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) dalam media. Analisis data menggunakan ANOVA dengan taraf uji 5% dan 1%, dan hasil yang didapat yaitu tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan untuk parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat kering bebas abu sehingga hasil tidak dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan modifikasi berbagai media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan R. mucronata. | Mangrove forest is an ecosystem located in an intertidal area influenced by strong marine and terrestrial water interactions. Indonesia has the largest mangrove forest, which is about 3.3 million hectares. Mangrove forest continues to decline due to overexploitation which causes a decline in the quality of the mangrove forest ecosystem. Rehabilitation is one of many efforts that can restore the function of mangrove forests by planting mangrove seedlings. Rhizophora mucronata Lam. is one of the most widely found mangrove species which has a high reproductive rate. The growth of R. mucronata can be influenced by environmental factors, such as planting medium. The growth of R. mucronata can be affected by environmental factors like growing medium, one of the planting mediums used is mud. Mud is a mangrove planting medium that has solid particles that can reduce aeration and needs to be modified. Modification of mud as a planting medium for mangroves is carried out by adding husk charcoal and husks, which are expected to improve aeration and add nutrients for mangrove growth. This study aims to determine the growth of R. mucronata mangrove seedlings planted in different planting mediums and determine the best planting medium for the growth of R. mucronata. This research was conducted at Logending Beach Mangrove Forest, Kebumen. This research used an experimental method with a completely randomized design (CRD). 6 levels of media named media 1 containing pure mud, media 2 containing mud + husks in a ratio of 1:1, media 3 containing mud + husks in a ratio of 2:1. , media 4 contains mud + husk charcoal in a ratio of 1:1, media 5 contains mud + husk charcoal in a ratio of 2:1, and media 6 contains mud + husk charcoal + husks in a ratio of 1:1:1 was used with ten times repetition on each level. The variable used in this research was the planting medium as the independent variable and the plant growth as the dependent variable. The parameters observed were plant height, number of leaves, and ash-free dry weight as the main parameters and environmental factors such as pH of the media, water content, carbon content, and levels of Nitrogen (N), Phosphorus (P), and Cation Exchange Capacity (CEC) in the media. Data were analyzed using ANOVA with the test levels of 5% and 1%. The results indicate no significant differences between the various growing media with plant growth, so the results were not continued with the LSD test. The results showed that the modification of various growing media did not significantly affect R. mucronata. | |
| 30902 | 34240 | H1A014049 | SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK DENGAN BIOREDUKTOR ESTRAK RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana) SEBAGAI ANTIBAKTERI | Ekstrak rimpang temu giring mengandung senyawa flavonoid, kurkumin dan tanin yang berfungsi sebagai bioreduktor untuk mereduksi Ag+ menjadi Ag0 dan penstabil nanopartikel perak. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel Ag dengan menggunakan bioreduktor ekstrak rimpang temu giring. Nanopartikel perak disintesis dengan metode green synthesis dengan pemanasan sinar matahari. Sintesis diawali dengan mereduksi AgNO3 dengan bioreduktor ekstrak rimpang temu giring dengan perbandingan volume ekstrak temu giring dengan volume larutan AgNO3 1 mM divariasikan dalam mL sebesar 30:10, 20:10, 10:10, 10:20 dan 10:30 dengan waktu penyimpanan 0 hari hingga 7 hari. Koloid nanopartikel perak yang disintesis selanjutnya dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil analisis UV-Vis menunjukkan adanya serapan panjang gelombang maksimum yang merupakan karakteristik pembentukan nanopartikel perak pada panjang gelombang 403.5 nm dengan rasio volume 10:20 dan absorbansi yang dihasilkan sebesar 3.847. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri yang dilakukan, rasio volume 10:20 memiliki aktivitas antibakteri pada E.coli paling tinggi dengan diameter zona hambat sebesar 10,57. | The extract of temu giring rhizome contains flavonoid compounds, curcumin and tannins which function as bioreductors to reduce Ag+ to Ag0 and stabilize silver nanoparticles. The purpose of this study was to synthesize Ag nanoparticles using bioreductant extract of temugiring rhizome. Silver nanoparticles were synthesized by the green synthesis method by heating the sun. The synthesis was initiated by reducing AgNO3 with a bioreductant extract of temu giring rhizome with the ratio of the volume of temu giring extract with the volume of 1 mM AgNO3 solution varied in mL by 30:10, 20:10, 10:10, 10:20 and 10:30 with a storage time of 0 days to 7 days. The synthesized colloidal silver nanoparticles were further characterized using UV-Vis spectrophotometer. Based on the results of UV-Vis analysis, it shows that there is a maximum wavelength absorption which is a characteristic formation of silver nanoparticles at wavelength of 403.5 nm with a volume ratio of 10:20 and the resulting absorbance is 3.847. Based on the antibacterial activity test, the volume ratio of 10:20 had the highest antibacterial activity on E.coli with an inhibition zone diameter of 10.57 mm. | |
| 30903 | 34241 | A1D017051 | Kajian Penguapan Gas Ammoniak, Kehilangan N dan Hasil Padi Sawah pada Penggunaan Pupuk NPK-SR dan Kompos | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguapan gas NH3, persentase kehilangan N serta hasil padi sawah pada penggunaan NPK-SR dan kompos serta mampu menentukan takaran pupuk NPK-SR dan kompos yang tepat pada tanaman padi di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan di Laboratorium Tanah dan Sumber Daya Lahan dan Screen House A5 Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari faktor pertama adalah perlakuan pupuk NPK-SR berbagai diameter zeolit yang terdiri atas 6 macam taraf dan faktor kedua adalah perlakuan takaran kompos yang terdiri atas 3 macam taraf sehingga didapatkan 18 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK-SR berpengaruh terhadap penguapan gas (NH3) sebesar 162,78 μg N/sungkup pada kumulatif 24 HST dan 29,36 μg N/sungkup pada kumulatif 61 HST, persentase kehilangan N sebesar 8,96% serta C Organik tanah sebesar 0,128%, namun tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel hasil tanaman padi. Takaran kompos berpengaruh terhadap penguapan gas (NH3) sebesar 153,71 μg N/sungkup pada kumulatif 24 HST dan dan 27,95 μg N/sungkup pada kumulatif 61 HST, persentase kehilangan N sebesar 6,69% serta C Organik tanah sebesar 0,204% dan hasil tanaman padi pada bobot segar akar; bobot segar tajuk; bobot segar tanaman; bobot kering akar; bobot kering tajuk; bobot kering tanaman masing-masing sebesar 4,68; 8,31; 12,99; 2,38; 3,20; 5,62 g/tanaman. Interaksi pupuk NPK-SR dan kompos terdapat pada variabel C Organik tanah. Takaran pupuk NPK-SR dan kompos yang direkomendasikan untuk tanaman padi yaitu perlakuan P4 (pupuk NPK-SR dengan diameter zeolit 100 mesh) dan K2 (Kompos setara 40 ton/ha). | This study aims to examine the evaporation of NH3 gas, the percentage of N loss and rice paddy yields in the use of NPK-SR and compost and be able to determine the right amount of NPK-SR fertilizer and compost on rice plants in ultisol soil.The research was conducted 6 months at the Soil and Land Resources Laboratory and Screen House A5 of the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.The design used in this study is a Complete Group Random Design (RAKL) consisting of the first factor is the treatment of NPK-SR fertilizer of various zeolite diameters consisting of 6 types of levels and the second factor is the treatment of compost dose consisting of 3 types of levels so that 18 combinations of treatments are obtained. The results showed that NPKSR fertilizer had an effect on gas evaporation (NH3) of 162.78 μg N/skup at cumulative 24 HST and 29.36 μg N/licus at cumulative 61 HST, the percentage of N loss by 8,96% and soil organic C by 0.128%, respectively, but had no effect on all variable rice crop yields. Compost dose affects gas evaporation (NH3) of 153.71 μg N/cpaum at cumulative 24 HST and 27.95 μg N/cech at cumulative 61 HST, percentage loss N by 6,69% and C Organic soil by 0.204% and rice crop yields at fresh root weight; fresh weight of header; fresh weight of the plant; dry weight of roots; dry weight of header; dry weight of each plant by 4.68; 8,31; 12,99; 2,38; 3,20; 5.62 g/plant.The interaction of NPK-SR fertilizer and compost is found in variable C Organic soil.The recommended dose of NPK-SR fertilizer and compost for rice plants is P4 treatment (NPK-SR fertilizer with a zeolite diameter of 100 mesh) and K2 (Compost equivalent to 40 tons / ha). | |
| 30904 | 34242 | A1H014017 | PENILAIAN KINERJA DAN KESIAPAN MODERNISASI IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI KEWENANGAN KABUPATEN: Studi Kasus DI Kediri, Kabupaten Banyumas | Modernisasi irigasi di Indonesia sebagaimana didefinisikan dalam Pedoman Umum Modernisasi Irigasi (Kementrian PU, 2011) adalah upaya mewujudkan sistem pengelolaan irigasi partisipatif yang berorientasi pada pemenuhan tingkat layanan irigasi secara efektif, efisien dan berkelanjutan dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan air, melalui peningkatan keandalan penyediaan air, prasarana, pengelolaan irigasi, institusi pengelola,dan sumber daya manusia. Kinerja irigasi menjadi suatu indikasi dalam rangka menggambarkan pengelolaan sistem irigasi tujuannya yaitu optimasi penggunaan air agar dapat digunakan secara lebih efektif. Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi Kediri Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kinerja irigasi dan tingkat kesiapan modernisasi DI Kediri, Kabupaten Banyumas. IKSI DI Kediri memperoleh nilai yang berasal dari prasarana fisik (39,60%), produktivitas tanaman (13,89), sarana penunjang (7,69%), organisasi personalia (12,80%), Dokumentasi (4%) dan P3A (6,73%). Nilai IKMI diperoleh dari ketersediaan air ( 17%), sarana irigasi (14%), sistem pengelolaan (5%), institusi pengelola (9%), dan SDM (9%). Sistem pengelolaan, institusi pengelola dan SDM mendapat predikat kurang sehingga perlu diperbaiki kembali. Nilai IKSI pada DI Kediri lebih besar dibandingkan nilai IKMI. Nilai IKSI yaitu 84,71% sedangkan nilai IKMI 53%. | Modernization of irrigation in Indonesia as defined in General Guidelines for Irrigation Modernization (Kementrian PU, 2011) is an effort to realize a participatory irrigation management system that oriented to the effective fulfillment of the level of irrigation services, efficient and sustainable to support food security and water, through improving the reliability of water supply, infrastructure, irrigation management, management institutions, and human resources. Irrigation performance becomes an indication to describe the management of the irrigation system, the goal is to optimize water use so that it can be used more effectively. The research was conducted in the Kediri Irrigation Area, Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the irrigation performance and the level of readiness for modernization in Kediri, Banyumas Regency. IKSI DI Kediri obtained scores from physical infrastructure (39.60%), plant productivity (13.89), supporting facilities (7.69%), personnel organization (12.80%), Documentation (4%), and P3A (6.73%). The IKMI value is obtained from the availability of water (17%), irrigation facilities (14%), management systems (5%), management institutions (9%), and human resources (9%). The management system, management institutions, and human resources are considered lacking so they need to be improved again. The IKSI value in DI Kediri is greater than the IKMI value. The IKSI value is 84.71% while the IKMI value is 53%. | |
| 30905 | 34243 | D1A016225 | Tata Laksana Pemeliharaan Sapi Perah Di Peternakan Yambe (やんべ牧場) Kamishunbetsu, Betsukai, Notsuke District, Hokkaido, Jepang | Laporan magang ini bertujuan untuk mengetahui tata laksana pemeliharaan sapi perah di Peternakan Yambe yang terletak di Kamishunbetsu, Betsukai, Notsuke District, Hokkaido, Jepang. Pelaksanaan magang dilakukan pada tanggal 20 Februari 2020 sampai tanggal 15 Februari 2021. Tujuan magang yaitu melatih mental mahasiswa agar siap masuk ke dunia kerja, mengetahui perbedaan penanganan peternakan di Indonesia dan Jepang dan menambah pengetahuan yang tidak didapatkan di perkuliahan. Metode dasar yang digunakan dalam praktek magang ini adalah observasi yaitu dengan pengamatan langsung kegiatan pemeliharaan sapi perah di Peternakan Yambe. Cara kerja kegiatan rutin pemerahan yaitu pertama pemerahan dimulai dengan menggiring sapi ke tempat pemerahan, kedua setelah sapi berbaris dimulai dengan memerah puting menggunakan tangan sebanyak 3 sampai 5 kali, ketiga menyelupkan busa ke puting, keempat mengelap puting menggunakan handuk, kelima memasangkan alat perah ke puting dan yang terakhir setelah pemerahan selesai dilakukan penyelupan iodin 7% ke dalam puting. Pengamatan kandang dilakukan pada saat kegiatan pemerahan berlangsung meliputi pengamatan sapi sakit, injeksi kalsium pada sapi yang baru melahirkan dan sapi milk fever serta injeksi GnRH dan PGF2alfa 2 ml pada intramuscular untuk gertak birahi. Kegitan insidental yaitu memisahkan sapi yang meninggal keluar kandang untuk diangkut oleh petugas dan menarik sapi yang terjatuh dan terjepit ditempat perah. Kegiatan Penunjang yaitu rapat rutin yang dilakukan setiap hari sebelum kerja siang dimulai dan kegiatan pembelajaran tentang penanganan ternak yang dilakukan setiap sebulan sekali. Peternakan Yambe merupakan perusahaan peternakan sapi perah yang cukup besar di Jepang dengan populasi 1.296 ekor sapi betina Friesian Holstein dan produksi susu yang tinggi rata-rata 51,2 liter per hari. Penggunaan litter pasir menjadi keunggulan di peternakan karena menjadikan sapi lebih nyaman dan merupakan faktor tingginya produksi di Peternakan Yambe. Manajemen pemeliharaan, pemerahan, pakan dan Kesehatan yang diterapkan di Peternakan Yambe sudah baik menjadikan tingginya produksi yang didapatkan oleh perusahaan. | This internship report aims to find out the procedures for the maintenance of dairy cows at Yambe Farm located in Kamishunbetsu, Betsukai, Notsuke District, Hokkaido, Japan. The internship was conducted from February 20, 2020 to February 15, 2021. The purpose of the internship is to train students to be ready to enter the world of work, know the differences in handling livestock in Indonesia and Japan and increase knowledge that is not obtained in lectures. The basic method used in the practice of this internship is observation, namely by direct observation of dairy cow maintenance activities at Yambe Farm. The workings of routine milking activities are first milking begins by herding the cow to the milking place, secondly after the cow lined up starting by reddening the nipple using the hand 3 to 5 times, the third is to dye the foam into the nipple, the fourth wipes the nipple using a towel, the fifth pairs the milking tool to the nipple and the last after the milking is completed 7% iodine distilment into the nipple. Observations of the cages made at the time of milking activities took place including observation of sick cows, injection of calcium in newly born cows and milk fever cows as well as injection of GnRH and PGF2alfa 2 ml in intramuscular for snapping lust. Incidental activity is separating the dead cow out of the cage to be transported by officers and pulling the cow that fell and pinched the dairy place. Supporting activities are routine meetings conducted every day before noon work begins and learning activities about handling livestock that are done once a month. Yambe Farm is a large dairy farming company in Japan with a population of 1,296 Friesian Holstein heifers and an average milk production of 51.2 liters per day. The use of sand litter becomes an advantage on the farm because it makes cows more comfortable and is a factor in high production at Yambe Farm. Maintenance, milking, feed and Health management applied at Yambe Farm has been good to make the high production obtained by the company. | |
| 30906 | 34244 | F1B017078 | KUALITAS PELAYANAN REHABILITASI PENGGUNA NARKOTIKA DI KLINIK PRATAMA ADIKSIA MEDIKA BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS | Pelayanan publik yang diberikan oleh institusi pemerintahan seringkali mendapatkan penilaian yang buruk tentang kualitasnya. Hal tersebut terjadi karena pemerintah mengalami berbagai hambatan yang membuat masyarakat sebagai pengguna jasa merasa kurang puas. Salah satunya pelayanan rehabilitasi di Klinik Pratama Adiksia Medika, masih ada berbagai keluhan yang disampaikan oleh pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian berada di Klinik Pratama Adiksia Medika Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas. Sasaran dari penelitian ini adalah pegawai klinik dan pasien yang sudah mendapatkan rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama Adiksia Medika Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas. Penilaian kualitas pelayanan diukur dengan teori SERVQUAL (Service Quality) yang dikemukakan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry yang terdapat lima dimensi di dalamnya yaitu: yaitu berwujud (Tangibles), kehandalan (Reliability), daya tanggap (Responsiveness), jaminan (Assurance), dan empati (Emphaty). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan rehabilitasi bagi pengguna narkotika di Klinik Pratama Adiksia Medika Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas sudah cukup baik. Akan tetapi terdapat beberapa dimensi yang kurang memadai dan belum dilakukan secara maksimal yaitu terkait dengan sarana dan prasarana serta sikap ramah yang dimiliki oleh petugas. Hal tersebut dapat terjadi karena jumlah ruangan yang disediakan terbatas sedangkan jumlah tindakan selama proses rehabilitasi lebih banyak sehingga mengharuskan beberapa tindakan dilakukan dalam satu ruangan yang sama yaitu ruangan tindakan sekaligus juga ruang konseling dan konsultasi. Untuk perihal keramahan petugas klinik mengakui adanya budaya 5S yang sudah oleh seluruh pegawai akan tetapi kenyataannya terdapat petugas yang tidak melaksanakan budaya tersebut dan bersikap tidak ramah kepada pasien maupun masyarakat yang datang ke Klinik Pratama Adiksia Medika Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas. Untuk itu perlu adanya perhatian khusus dan evaluasi, agar kedepannya pelayanan yang diberikan dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada pasien rehabilitasi, sehingga kualitas pelayanan yang tercipta akan maksimal. | Public services provided by government institutions often get a poor assessment of their quality. This happened because the government experienced various obstacles that made the public as service users feel less satisfied. One of them is rehabilitation services at the Pratama Adikia Medika Clinic, there are still various complaints submitted by patients about the services provided. This study uses a descriptive qualitative research method with the research location being at the Pratama Adikia Medika Clinic, the National Narcotics Agency, Banyumas Regency. The targets of this study were clinical staff and patients who had received outpatient rehabilitation at the Pratama Adisia Medika Clinic, the National Narcotics Agency, Banyumas Regency. Assessment of service quality is measured by the SERVQUAL (Service Quality) theory proposed by Parasuraman, Zeithaml, and Berry which contains five dimensions, namely: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and empathy (Empathy). The results of this research showed that the quality of rehabilitation services for narcotics users at Pratama Adiksia Medika Clinic of banyumas regency was good enough. However, there are some dimensions that are inadequate and have not been done optimally, namely related to facilities and infrastructure and friendly attitudes owned by officers. This can happen due to the limited number of rooms available while the number of actions during the rehabilitation process is more so that it requires several actions that must be carried out in the same room, that is the action room as well as the counseling and consultation room. For the hospitality of the clinic staff, there is a 5S culture that has been by all employees but in reality there are officers who do not carry out the culture and are unfriendly to patients and the public who come to The Pratama Adiksia Medika Clinic of the National Narcotics Agency of Banyumas Regency. For this reason, there needs to be special attention and evaluation, so that in the future the services provided can provide comfort and satisfaction to rehabilitation patients, so that the quality of service created will be maximal. | |
| 30907 | 34245 | A1D017223 | PENGARUH RADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERKECAMBAHAN SERTA PERTUMBUHAN AWAL YUTE (Corchorus capsularis) | Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman yute dan (2) mengetahui dosis radiasi sinar gamma yang memberikan pengaruh terbaik terhadap perkecambahan pertumbuhan awal tanaman yute. Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 hingga Maret 2021 di Laboratorium Benih dan Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. Metode penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL), satu factor yaitu, diberi perlakuan 12 dosis sinar gamma (0 Gy, 450 Gy, 500 Gy, 550 Gy, 600 Gy, 650 Gy, 700 Gy, 750 Gy, 800 Gy, 850 Gy, 900 Gy dan 950 Gy). Variabel penelitian untuk perkecambahan yaitu daya perkecambahan, keserampakan tumbuh, kecepatan tumbuh, panjang hipokotil dan radikula dan berat kering hipokotil dan radikula. Variabel pengamatan untuk pertumbuhan awal yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tanaman hidup dan survival rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan radiasi sinar gamma tidak berpengaruh terhadap daya perkecambahan, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, berat kering hipokotil dan berat kering radikula yute (C. capsularis). Perlakuan radiasi sinar gamma mempengaruhi panjang radikula, tinggi hipokotil, persentase tanaman hidup dan keragaman morfologi tanaman yute (C. capsularis) yaitu tanaman menjadi lebih pendek, adanya perubahan bentuk dan warna daun. | The research of this study were to: (1) determine the effect of gamma ray radiation on the germination and early growth of jute and (2) determine the dose of gamma ray radiation that gave the best effect on the germination and early growth of jute. The research was carried out from November 2020 to March 2021 at the Seed Laboratory and Greenhouse of the Research Institute for Sweeteners and Fibers. This study used a factorial completely randomized design (CRD) method, one factor, namely, 12 doses of gamma rays (0 Gy, 450 Gy, 500 Gy, 550 Gy, 600 Gy, 650 Gy, 700 Gy, 750 Gy, 800 Gy, 850 Gy Gy, 900 Gy and 950 Gy). The results of the study indicated that the radiation dose of 500 Gy gave a good effect on germination and germination rate. Radiation dose treatment on seedling growth caused a decrease in all observed variables. High radiation doses even cause plants to die. Changes in leaf shape and color were also found in radiation-treated plants. | |
| 30908 | 52301 | D1A022103 | HUBUNGAN UMUR DAN PENDIDIKAN DENGAN PERSEPSI PETERNAK TENTANG METODE PENGOBATAN HERBAL PADA TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata umur dan pendidikan peternak, serta hubungan antara umur dan pendidikan dengan persepsi peternak tentang metode pengobatan herbal pada ternak sapi potong. Penelitian dilaksanakan pada 4 Februari - 1 Maret 2026 bertempat di Kecamatan Kalibagor, Sumbang, dan Kembaran, Kabupaten Banyumas dengan responden sebanyak 240 peternak sapi potong yang ditentukan secara proportional sampling. Metode penelitian secara survei lalu data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas peternak berada pada umur produktif (15-64 tahun) dan pendidikan tergolong rendah, didominasi oleh lulusan sekolah dasar (SD). Persepsi peternak tentang metode pengobatan herbal berada pada kategori positif (72%), persepsi berdasarkan indikator keuntungan termasuk kategori tinggi (66,7%), kerumitan termasuk kategori rendah (59,2%), kemudahan termasuk kategori tinggi (67,5%), dan ketersediaan bahan termasuk kategori sedang (58,3%). Hasil uji korelasi Rank Spearman menggambarkan adanya hubungan negatif dan signifikan dengan tingkat korelasi sangat lemah antara umur dan persepsi peternak (ρ = -0,129; p < 0,05), serta hubungan positif dan tidak signifikan dengan tingkat korelasi sangat lemah antara pendidikan dengan persepsi peternak (ρ =0,063; p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin bertambah umur peternak maka persepsi terhadap metode pengobatan herbal cenderung menurun, namun pengaruhnya sangat lemah, sedangkan pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap persepsi peternak. Disarankan kepada peternak untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan metode pengobatan herbal dengan lebih aktif mencari informasi dan mengikuti penyuluhan, serta kepada pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mengadakan kegiatan penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan mengenai metode pengobatan herbal. | This research aims to determine the average age and education of breeders, as well as the relationship between age and education and breeders' perceptions about herbal treatment methods for beef cattle. The research was carried out on 4 February - 1 March 2026 at Kalibagor, Sumbang and Kembaran Districts, Banyumas Regency with 240 beef cattle breeders as respondents who were determined using proportional sampling. The research method was survey, data was collected through interviews, observations and questionnaires, then analyzed using descriptive analysis and the Spearman Rank correlation test. The research results illustrate that the majority of breeders are of productive age (15-64 years) and have relatively low education, dominated by elementary school (SD) graduates. Farmers' perceptions of herbal treatment methods are in the positive category (72%), perceptions based on profit indicators are in the high category (66.7%), complexity is in the low category (59.2%), convenience is in the high category (67.5%), and availability of ingredients is in the medium category (58.3%). The results of the Spearman Rank correlation test illustrate that there is a negative and significant relationship with a very weak level of correlation between age and the farmer's perception (ρ = -0.129; p < 0.05), as well as a positive and insignificant relationship with a very weak level of correlation between education and the farmer's perception (ρ = 0.063; p > 0.05). The conclusion of this research is that as the age of the breeder increases, the perception of herbal treatment methods tends to decrease, but the effect is very weak, while education has no real effect on the breeder's perception. It is recommended for breeders to increase their knowledge and skills in applying herbal treatment methods by more actively seeking information and participating in counseling, as well as for local governments and related agencies to hold outreach, outreach and training activities regarding herbal treatment methods. | |
| 30909 | 34247 | A1C017009 | UJI PERFORMANSI IMPLEMEN PENCABUT BATANG JAGUNG | Penanaman jagung di lahan meninggalkan limbah yang salah satunya adalah limbah batang jagung. Pada saat ini proses pencabutan batang jagung masih bersifat konvensional yang mana pada prosesnya dilapangan masih membutuhkan waktu yang lama, membutuhkan tenaga yang besar, dan biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja sangat mahal. Teknologi pencabut batang jagung sekarang masih menggunakan alat Tradisional seperti sabit dan parang, dengan cara memotong satu persatu batang jagung tersebut dan masih meninggalkan limbah karena tanaman jagung tidak tercabut dari akarya sehingga masih harus dilanjutkan menggunakan cangkul untuk mencabut sampai ke akarnya. Karenanya diperlukan suatu alat mekanis yang dapat mencabut batang jagung dengan aman, mudah, cepat, dan mudah untuk dioperasikan oleh para petani. Penelitian ini dilakukan dengan maksud dan tujuan menguji performansi implement pencabut batang jagung. Implemen pencabut yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe pencabut alur ganda yang merupakan hasil desain Bimantara et al (2020). Penelitian dilaksanakan pada lahan jagung yang berada di karangwangkal, Purwokerto Utara. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survey terlebih dahulu pada lahan jagung dengan mengamati karkteristik tanaman jagung dan juga kondisi yang ada pada lahan, setelah itu dilakukan perancangan dan pembuatan prototipe implemen pencabut batang jagung tipe alur ganda dibuat di bengkel Karya Mulya yang bertempat di Karanglewas, Purwokerto barat. Proses uji performansi implemen pencabut batang jagung dilakukan dengan mengukukur kapasitas lapang efektif, kapasitas lapang teoritis, efisiensi kerja, slip roda, kinerja implemen dan mengambil data sifat fisik tanah yang ada di lahan jagung. Proses pencabutan batang jagung menggunakan implemen pada luas lahan satu hektar memperoleh waktu kerja yang lebih efisien dibandingkan pencabutan menggunakan teknologi konvensional yang memakan waktu 25 hari kerja atau setara 200 jam, dimana pada kedalaman pencabutan 5 cm sebesar 47,16 jam, kedalaman 10 cm sebesar 64,93 jam, dan kedalaman 15 cm sebesar 90 jam. x Kinerja implemen pencabut batang jagung dilahan menghasilkan persentase jumlah batang jagung tidak tercabut terbesar pada kedalaman pencabutan 15 cm sebesar 60,6 % dari 145 buah batang jagung pada luas lahan 0,00367 ha. Persentase jumlah batang jagung yang rusak akibat pencabutan terbesar pada kedalaman 10 cm sebesar 43% dari 139 buah batang jagung pada luas lahan 0,00375 ha, dan persentase batang jagung yang tercabut terbesar didapatkan pada kedalaman pencabutan 5 cm yaitu sebesar 20,6 % dari 145 buah batang jagung pada luas lahan 0,00366 ha. | Planting corn on land leaves waste, one of which is corn stalk waste. At this time the corn stalk removal process is still conventional which in the field process still takes a long time, requires a lot of energy, and the costs incurred for labor are very expensive. The technology of removing corn stalks is still using traditional tools such as sickles and machetes, by cutting the corn stalks one by one and still leaving waste because the corn plant is not pulled out of the root so you still have to continue using a hoe to pull out the roots. Therefore we need a mechanical device that can remove corn stalks safely, easily, quickly, and easily to be operated by farmers. This research was conducted with the intent and purpose of testing the performance of the corn stalk remover implement. The pulling implement used in this study is a double groove puller type which is the result of the design of Bimantara et al (2020). The research was carried out on a corn field located in Karangwangkal, North Purwokerto. This research was carried out by conducting a survey first on the corn field by observing the characteristics of the corn plant and also the conditions that existed on the land, after that the design and manufacture of a prototype of the double groove type corn stalk puller was made at the Karya Mulya workshop located in Karanglewas, West Purwokerto. . The process of testing the performance of the implementation of the corn stalk remover was carried out by measuring the effective field capacity, theoretical field capacity, work efficiency, wheel slip, implementation performance and taking data on the physical properties of the soil in the corn field. The process of removing corn stalks using an implement on an area of one hectare obtains a more efficient working time than the extraction using conventional technology which takes 25 working days or the equivalent of 200 hours, where at a depth of 5 cm retraction is 47.16 hours, a depth of 10 cm is 64. .93 hours, and a depth of 15 cm is 90 hours. xii The performance of the implementation of corn stalk removal in the field resulted in the largest percentage of unpulled corn stalks at a extraction depth of 15 cm by 60.6% from 145 corn stalks on a land area of 0.00367 ha. The highest percentage of maize stalks damaged by retraction was at a depth of 10 cm by 43% of 139 maize stalks on a land area of 0.00375 ha, and the largest percentage of maize stalks that were uprooted was found at a depth of 5 cm retraction, which was 20.6% from 145 corn stalks on a land area of 0.00366 ha. | |
| 30910 | 34383 | I1D017035 | LINGKAR LENGAN ATAS, USIA SAAT HAMIL, PENDIDIKAN IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA SEBAGAI FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI JATILAWANG | Latar Belakang: Kejadian stunting tidak terlepas dari faktor ibu, dimana ibu merupakan pembina utama dan utama dalam meningkatkan status gizi keluarganya. Faktor tersebut meliputi kesehatan ibu (LiLA ibu saat ini, usia saat hamil), pendidikan ibu dan pendapatan keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan lingkar lengan atas (LiLA) ibu, usia ibu saat hamil, pendidikan ibu dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita. Metode: Desain penelitian observasional dengan pendekatan case-control. Penelitian dilakukan di Desa Karanglewas dan Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian ini yaitu balita usia 6-59 bulan dengan status gizi normal (control) dan stunting (kasus) masing-masing sebanyak 50 balita, diambil menggunakan teknik total sampling dengan matching usia dan tempat tinggal. Data diuji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara LiLA ibu saat ini (p=0,338), usia ibu saat hamil (p=0,640), pendidikan ibu (p=0,839), dan pendapatan keluarga (0,840) terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara LiLA ibu saat ini, usia ibu saat hamil, pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Karanglewas dan Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. | Background: The incidence of stunting is inseparable from maternal factors, where mothers are the main and main coaches in improving the nutritional status of their families. These factors include maternal health (current Lila, age at pregnancy), education, and family income. Purpose: The impact of the mother's upper arm circumference, maternal age during pregnancy, mother's education, and family income on the incidence of stunting in children under the age of five is unknown. Methodology: A case-control strategy was used in this observational study. Karanglewas and Tunjung Village, Jatilawang District, Banyumas Regency was the site of the study. The children in this study were aged 6-59 months, with normal nutritional status (control) and stunting (cases), each of which included 50 children, and were chosen using a complete sampling technique with age and residence matching. The Chi-square test was used to statistically test the data. Results: The findings revealed that in Karanglewas and Tunjung Village, Jatilawang, Banyumas, there was no correlation between the mother's current upper arm circumference (p = 0.338), maternal age during pregnancy (p = 0.640), mother's education (p = 0.839), and family income (0.840) and the incidence of stunting in children under the age of five. Conclusion: In Karanglewas and Tunjung Village, Jatilawang, Banyumas, there is no link between mother's current upper arm circumference, mother's age of pregnancy, mother's education, and family income with the frequency of stunting in toddlers. | |
| 30911 | 34118 | F1C017079 | Konstruksi Makna tentang Pemandu Lagu (Studi Fenomenologi Perempuan Pemandu Lagu Karaoke di Kota Cilacap) | Fenomena pemandu lagu atau Ladies Company sebagai profesi dalam dunia hiburan malam ditekuni sejumlah pihak yang tak jarang merupakan perempuan. Dalam praktiknya tugas pemandu lagu menemani para tamu untuk bernyanyi, memilihkan lagu hingga memberikan instruksi pemakaian alat di dalam ruangan karaoke. Seiring berkembangnya waktu tugas pemandu lagu bergeser. Stigma masyarakat semakin menjadi lebih negatif, pasalnya mereka menganggap para tamu kebanyakan dari laki-laki hidung belang dari berbagai rentang usia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa motif perempuan pemandu lagu, pengalaman komunikasi yang dialami oleh pemandu lagu dan konstruksi makna bagi perempuan pemandu lagu. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi Alfred Schutz dengan metode penelitian tradisi fenomenologi milik Cresswell dan tringulasi sumber sebagai validitas data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemandu lagu memiliki latar belakang yang mendorong mereka menjadi pemandu lagu mulai dari proses menjadi melalui ajakan teman yang memiliki kesamaan kondisi, motif karena (because motive) berupa faktor ekonomi diikuti oleh alasan lain seperti masalah hubungan relasi romantik, status sosial, tidak memaksimalkan potensi yang dimiliki dan motif untuk (in order to motive) merupakan keinginan mereka untuk memiliki taraf hidup yang lebih baik dan segera berhenti dari pemandu lagu. Sedangkan pengalaman komunikasi yang dialami pemandu lagu berupa menyenangkan memiliki hubungan baik, tip dan tidak menyenangkan seperti konflik verbal sampai fisik, keduanya datang dari lingkungan kerja. Konstruksi makna dapat ditemukan sangat kompleks karena keterbukaan identitas terhadap lapisan di masyarakat serta terdapat perubahan tindakan signifikan dari segi ekonomi kesehjateraan taraf hidup, segi penampilan harus sesuai tema, segi kesehatan pemandu lagu sering mengalami gangguan kesehatan karena minuman alkohol dan segi relasi romantik. | TThe phenomenon of song guides or the Ladies Company as a profession in the world of night entertainment is occupied by a number of parties who are often women. In practice, the task of the song guide is to accompany the guests to sing, choose songs to provide instructions for using the tools in the karaoke room. As time progressed the task of the song guide shifted. The community's stigma is getting more negative, because they think that the guests are mostly male philanderers from various age ranges. This study aims to describe and analyze the motives of the female songwriters, the communication experiences experienced by the songwriters and the construction of meaning for the female songwriters. This study uses Alfred Schutz's phenomenological theory with Cresswell's phenomenological tradition research method and source triangulation as data validity. The results of this study indicate that the song guides have a background that encourages them to become song guides starting from the process of being through the invitation of friends who have the same conditions, motives because (because the motive) is in the form of economic factors followed by other reasons such as problems of romantic relations, social status, not maximizing their potential and the motive for (in order to motive) is their desire to have a better standard of living and immediately quit the song guide. Meanwhile, the communication experiences experienced by the song guides are in the form of pleasant having a good relationship, tips and unpleasant such as verbal to physical conflicts, both of which come from the work environment. The construction of meaning can be found to be very complex because of the openness of identity to layers in society and there are significant changes in actions in terms of economic welfare, standard of living, in terms of appearance must be in accordance with the theme, in terms of health the song guides often experience health problems due to alcohol drinking and in terms of romantic relationships.. | |
| 30912 | 34249 | F1F017018 | Analisis Kepatuhan Indonesia Terhadap Protokol-Protokol United Nations Convention on Biological Diversity (Protokol Cartagena dan Protokol Nagoya) Tahun 2003-2020 | Penelitian yang berjudul “Analisis Kepatuhan Indonesia Terhadap Protokol-Protokol United Nations Convention on Biological Diversity (Protokol Cartagena dan Protokol Nagoya) Tahun 2003-2020” ini dianalisis berdasarkan teori kepatuhan terhadap rezim internasional. Berdasarkan data-data yang dianalisis menggunakan teori kepatuhan terhadap rezim internasional dengan indikator outputs, outcomes, dan impact, Indonesia merupakan negara yang patuh terhadap Protokol Cartagena dan negara yang tidak patuh terhadap Protokol Nagoya. Hal tersebut dibuktikan dengan Indonesia yang telah memenuhi ketiga indikator kepatuhan menurut Mitchell dalam implementasi Protokol Cartagena yaitu outputs, outcomes, dan impact. Sedangkan dalam melaksanakan implementasi Protokol Nagoya, Indonesia hanya memenuhi indikator pertama yaitu Indikator outputs dan belum berhasil memenuhi indikator outcomes dan impact. Sehingga sebagai negara yang telah meratifikasi Protokol Nagoya, Indonesia dapat dikatakan tidak patuh terhadap Protokol Nagoya. | The study entitled “Analysis of Indonesia’s Compliance with the Protocols of the United Nations Convention on Biological Diversity (Cartagena Protocol and Nagoya Protocol) 2003-2020” was analyzed based on theory of compliance towards international regimes. The focus of this research is to analyze Indonesia's compliance with the UN-CBD protocols, namely the Cartagena Protocol and the Nagoya Protocol for 2003-2020. Based on the data analyzed using the theory of compliance towards the international regime with indicators outputs, outcomes, and impact, Indonesia is a country that complies with the Cartagena Protocol and a country that does not comply with the Nagoya Protocol. This is proven by Indonesia which has fulfilled the three compliance indicators according to Mitchell in the implementation of the Cartagena Protocol that are outputs, outcomes, and impact. Meanwhile, in implementing the Nagoya Protocol, Indonesia has only fulfilled the first indicator, that is outputs indicator and has not succeeded in fulfilling the outcomes and impact indicators. So as a country that has ratified the Nagoya Protocol, Indonesia can be said to be non-comply to the Nagoya Protocol. | |
| 30913 | 34250 | L1A017002 | Aspek Reproduksi Spesies Asli Ikan Palung (Hampala macrolepidota C.V. 1823) di Waduk PB. Soedirman Banjarnegara, Jawa Tengah | Penelitian ini berjudul “Aspek Reproduksi Spesies Asli Ikan Palung (Hampala macrolepidota C.V. 1823) Di Waduk PB. Soedirman Banjarnegara, Jawa Tengah” telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi meliputi rasio kelamin, indeks gonado somatik, ukuran pertama kali matang gonad, fekunditas dan diameter telur ikan palung di Waduk PB. Soedirman Banjarnegara, Jawa Tengah. Penelitian ini pengambilan sampel 3 kali sampling pada bulan November 2020 dan April, Juni 2021. Alat tangkap penelitian ini adalah gill net panjang 30 m, lebar 3 m. Jumlah ikan hasil tangkapan sebanyak 36 ekor dengan jantan 32 ekor dan betina 4 ekor. Rasio kelamin ikan palung 8 : 1, yang berarti tidak seimbang. IGS ikan palung jantan (0,01 – 1,54%) lebih rendah dibanding palung betina (0,02 – 13,91%). Ukuran pertama kali matang gonad ikan palung jantan (24,83 cm) lebih pendek dibanding palung betina (29,78 cm). Fekunditas bulan April 2021 ikan berukuran panjang 20,7 cm, berat 142 g yaitu 30.612 butir. Diameter telur berkisar 0,715 – 1,128 mm dan hanya ditemukan bulan April 2021. Kualitas air di waduk masih dalam kisaran yang layak untuk pertumbuhan ikan palung. Kata Kunci : aspek reproduksi, ikan palung, Waduk PB. Soedirman | The study entitled “Reproductive Aspects of Native Species of Hampala barb (Hampala macrolepidota C.V. 1823) in PB. Soedirman Reservoir Banjarnegara, Central Java” has been done. This study aims to determine reproductive reproduction including sex ratio, somatic gonad index, first gonad maturity size, fecundity and egg diameter of hampala barb in PB. Soedirman Reservoir Banjarnegara, Central Java. This study took 3 samples in November 2020 and April, June 2021. The fishing gear in this research is a gill net with a length of 30 m, a width of 3 m. The number of catches was 36 with 32 males and 4 females. The sex ratio of hampala barb is 8:1, which is unbalanced. The IGS of male hampala barb (0.01 – 1.54%) was lower than that of female hampala barb (0.02 – 13.91%). The size of the first maturity of the male hampala barb (24.83 cm) was shorter than that of the female hampala barb (29.78 cm). Fecundity in April 2021 fish measuring 20.7 cm long, weighing 142 g, which is 30.612 grains. The diameter of the eggs ranged from 0.715 – 1.128 mm and was only found in April 2021. The water quality was still in a suitable range for the growth of hampala barb. Keywords : reproduction aspects, hampala barb, PB. Soedirman Reservoir | |
| 30914 | 34191 | F1F017075 | Kerjasama Cina Dengan Indonesia Melalui Belt and Road Initiative Dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Tahun 2018-2020 | Penelitian yang berjudul “Kerjasama Cina dan Indonesia Melalui Belt and Road Initiative Dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Tahun 2018-2020” merupakan penelitian yang berfokus pada kerjasama antara Cina dengan Indonesia melalui kebijakan yang dibuat oleh Presiden Xi Jinping, yaitu Belt and Road Initiative terutama pada tahun 2018-2020. Pada tahun 2013, Presiden Cina Xi Jinping telah mengeluarkan sebuah kebijakan ekonomi dengan tujuan untuk membangun sebuah jalur perdagangan atau membangun infrastruktur yang dapat mendukung kelancaran dan kemajuan perdagangan internasional melalui jalur darat maupun laut yang dikenal dengan One Belt One Road (OBOR). One Belt One Road memiliki dua komponen yaitu the Silk Road Economic Belt sebagai jalur darat dan the 21st Century Maritime Silk Road sebagai jalur laut. Akan tetapi, pada tahun 2016 Presiden Xi Jinping mengubah nama yang tadinya One Belt One Road menjadi Belt and Road Initiative, akan tetapi perubahan nama tersebut tidak merubah tujuan awal dibuatnya kebijakan ekonomi One Belt One Road. Fokus utama Belt and Road Initiative adalah investasi infrastruktur, material konstruksi, kereta api, jalan raya, mobil, real estate, jaringan listrik, besi, dan baja. Indonesia pada tahun 2016 sepakat untuk melakukan kerjasama dengan Cina melalui Belt and Road Initiative dalam bentuk pendanaan dan transfer tenaga kerja dari Cina dalam pembangunan sejumlah infrastruktur guna peningkatan ekonomi politik Indonesia. Berdasarkan analisis penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan konsep kerjasama internasional dapat dilihat bahwa negara Cina maupun Indonesia memiliki kepentingan yang kuat dalam kebijakan Belt and Road Initiative, terutama dalam kepentingan ekonomi. | The research entitled "Cooperation between China and Indonesia through Belt and Road Initiative in Infrastructure Development in Indonesia in 2018-2020" is a study that focuses on cooperation between China and Indonesia through the policies made by President Xi Jinping, namely the Belt and Road Initiative, especially the Belt and Road Initiative. in 2018-2020. In 2013, Chinese President Xi Jinping issued an economic policy with the aim of building trade routes or building infrastructure that can support the smooth and progress of international trade through land and sea routes known as One Belt One Road (OBOR). One Belt One Road has two components, namely the Silk Road Economic Belt as a land route and the 21st Century Maritime Silk Road as a sea route. However, in 2016 President Xi Jinping changed the name from One Belt One Road to Belt and Road Initiative, but the name change did not change the original goal of the One Belt One Road economic policy. The Belt and Road Initiative's main focus is investment in infrastructure, construction materials, rail, roads, automobiles, real estate, power grids, iron and steel. Indonesia in 2016 agreed to cooperate with China through the Belt and Road Initiative in the form of funding and labor transfers from China in the construction of a number of infrastructures to improve Indonesia's political economy. Based on the analysis of research conducted with qualitative descriptive methods using the concept of international cooperation, it is seen that both China and Indonesia have strong interests in the Belt and Road Initiative policy, especially in economic interests. | |
| 30915 | 34251 | K1C017068 | Simulasi Mikrodosimetri Radiasi Medical Linac 6 MV pada Model Sel di Water Phantom Menggunakan Metode Monte Carlo | Besaran mikrodosimetri berupa nilai LET dan RBE merupakan salah satu parameter penting untuk menganalisis kualitas radiasi dari efek biologi yang dihasilkan terapi radiasi partikel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi LET dan menghitung nilai RBE untuk menganalisis kualitas radiasi pesawat Linac 6 MV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simulasi menggunakan PHITS dengan memodelkan unit pesawat Linac 6 MV, water phantom beserta voxel, dan model multiseluler dengan SSD 100 cm serta luas medan radiasi 10 cm 10 cm. Kinerja pesawat Linac diverifikasi dengan menguji nilai PDD pada water phantom. LET dan RBE dihitung dengan membuat model multiseluler pada water phantom di kedalaman 1,5 cm, 2 cm, dan 4 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi LET pesawat Linac 6 MV di dalam model multiseluler pada kedalaman 1,5 cm memiliki nilai tertinggi 0,794 keV/m, kedalaman 2 cm memiliki nilai tertinggi 0,664 keV/m, dan kedalaman 4 cm memiliki nilai tertinggi 0,726 keV/m. Distribusi LET dari ketiga data tersebut memiliki nilai tertinggi pada kedalaman 1,5 cm. RBE pada kedalaman 1,5 cm memiliki nilai 1,75, kedalaman 2 cm bernilai 1,49, dan pada kedalaman 4 cm bernilai 1,34. Nilai RBE pada tiap kedalaman tersebut menunjukkan bahwa kematian sel maksimum yang disebabkan radiasi berkas foton terjadi pada kedalaman 1,5 cm karena memiliki nilai RBE paling besar. | Microdosimetry quantities in the form of LET and RBE values are one of the important parameters to analyze the radiation quality of the biological effects produced by particle radiation therapy by calculating the RBE value. This study aims to analyze the LET distribution and calculate the RBE value to analyze the radiation quality of the Linac 6 MV machine. The method used in this study is a simulation using PHITS by modeling the Linac 6 MV unit, water phantom and voxel, and a multicellular model with a 100 cm SSD and a radiation field of 10 cm 10 cm. The performance of the Linac machine was verified by testing the PDD value on the water phantom. LET and RBE was calculated by making a multicellular model in a water phantom at a depth of 1.5 cm, 2 cm, and 4 cm. The results showed that the LET distribution of the Linac 6 MV in the multicellular model at a depth of 1.5 cm had the highest value of 0.794 keV/m, a depth of 2 cm had the highest value of 0.664 keV/m, and a depth of 4 cm had the highest value of 0.726 keV/m. The LET distribution of the three data has the highest value at a depth of 1.5 cm. RBE at a depth of 1.5 cm has a value of 1.75, a depth of 2 cm is worth 1.49, and at a depth of 4 cm it is worth 1.34. The RBE value at each depth indicates that the maximum cell death caused by photon beam radiation occurs at a depth of 1.5 cm because it has the largest RBE value. | |
| 30916 | 34252 | C1H016042 | THE EFFECT OF ELECTRONIC WORD OF MOUTH, ONLINE ADVERTISING, AND SALES PROMOTION TOWARD VISIT INTENTION | Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh electronic word of mouth (E-WoM), iklan online, dan promosi penjualan terhadap niat berkunjung di Hotel Surya Yudha Purwokerto. Hasilnya menunjukkan beberapa kesimpulan. Electronic word of mouth (E-WoM) berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung di Hotel Surya Yudha Purwokerto. Oleh karena itu, hipotesis pertama yang menyatakan E-WoM berpengaruh positif terhadap niat berkunjung, diterima. Iklan online tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung di Hotel Surya Yudha Purwokerto. Oleh karena itu, hipotesis kedua yang menyatakan iklan online berpengaruh positif terhadap niat berkunjung, ditolak. Promosi penjualan berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung di Hotel Surya Yudha Purwokerto. Oleh karena itu, hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa promosi penjualan berpengaruh positif terhadap niat berkunjung, diterima. | The main purpose of this research is to investigate the influence of electronic word of mouth (E-WoM), online advertising, and sales promotion towards visit intention in Surya Yudha Hotel Purwokerto. The result showseveral conclusions. Electronic word of mouth (E-WoM) has a significant influence on the visit intention in Surya Yudha Hotel Purwokerto. Therefore, the first hypothesis which states E-WoM has positive influence on visit intention, is accepted. Online advertising does not have a significant influence on the visit intention in Surya Yudha Hotel Purwokerto. Therefore, the second hypothesis which states online advertising has positive influence on visit intention, is rejected. Sales promotion has a significant influence on visit intention in Surya Yudha Hotel Purwokerto. Therefore, the third hypothesis which states that sales promotion has positive influence on on visit intention, is accepted. | |
| 30917 | 34236 | A1D017059 | STUDI KORELASI ANTARA C-ORGANIK DAN SIFAT KIMIA TANAH TERHADAP TANAMAN PADI SAWAH DI SUB DAS SERAYU HILIR WILAYAH KECAMATAN MAOS KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan C-organik tanah dan sifat kimia tanah di lahan sawah, mengetahui korelasi antara C-organik tanah dan sifat kimia tanah sawah terhadap hasil tanaman padi, serta memberikan rekomendasi pupuk organik untuk areal persawahan di Sub DAS Serayu Hilir Wilayah Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Pelaksanaan penelitian berupa survei tanah semi detil. Data primer diperoleh dengan cara mengambil sampel tanah sawah serta data responden petani pada satuan lahan homogen. Analisis sampel tanah yang telah diambil, dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode penelitian dilakukan dengan penetapan titik sampel diawali dengan pembuatan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) yang dibuat dengan cara tumpang susun (overlay) dari peta administrasi Kecamatan Maos, peta jenis tanah, peta kelerengan dan peta penggunaan lahan Kecamatan Maos. Penggabungan empat peta tersebut menghasilkan 3 (tiga) Satuan Lahan Homogen. Penentuan titik sampel pada masing-masing SLH dilakukan dengan sistem purposive sampling dengan pola zig-zag, yaitu sejumlah 5 titik pengamatan dengan jarak antar titik pengamatan antara 10-25 m. Sampel tanah komposit diambil pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm. Variabel yang diamati meliputi pH, DHL (daya hantar listrik) tanah, potensial redoks, C-organik tanah dan hasil tanaman padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kandungan C-organik di Kecamatan Maos cenderung menurun saat bertambahnya kedalaman tanah. Sifat kimia lahan sawah di lokasi penelitian adalah: pH KCl berkisar antara 4,16 - 6,48 (agak masam), pH H2O berkisar antara 6,48 - 7,17 (netral) daya hantar listrik berkisar antara 102 - 350 µs/cm (sangat baik), potensial redoks berkisar antara 250 - 379 mV (tereduksi sedang), dan kandungan C-organik antara 0,129% - 0,295% (sangat rendah). Kandungan C-organik tanah menunjukkan hubungan regresi linier yang lemah dengan hasil tanaman dengan nilai R2= 0,0147 atau 1,47%. Rekomendasi pupuk diberikan dalam bentuk pupuk organic dengan rerata dosis antara 25,12 - 31,03 ton/ha pupuk kompos kandang. | The research was carried out in the form of a semi-detailed soil survey. Primary data was obtained by taking samples of paddy fields and farmer respondent data on homogeneous land units. Analysis of the soil samples was carried out at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research method was carried out by determining the sample points starting with the making of a HLU (homogeneous land unit) map by overlaying the Maos District administrative map, soil type map, slope map and land use map. The merging of these four maps produced 3 (three) homogeneous land units. Determination of the sample points in each HLU was carried out using a purposive sampling system with a zig-zag pattern, which consisted of 5 observation points with a distance between observation points of 10-25 m. Composite soil samples were taken at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm. The observed variables included soil pH, EC (electrical conductivity), redox potential, soil organic-C and rice yields. The results showed that the C-organic content in Maos District had a tendency to decrease with the soil depth. The chemical properties of the paddy fields at the research site were: pH KCl ranging from 4,16-6,48 (slightly sour), pH H2O ranging from 6,48-7,17 (neutral), electrical conductivity ranging from 102-350 µs/cm (very good), the redox potential ranging from 250-379 mV (moderately reduced), and the organic-C content ranging from 0,129%-0,295% (very low). The soil organic-C content showed a weak linear regression relation with the plant yields with a value of R2 = 0.0147 or 1.47%. The fertilizer recommendation was given in the form of organic fertilizer. The average recommended dose for paddy fields in Maos District is was between 25,12-31,03 tons/ha of manure compost. | |
| 30918 | 34253 | C1I017033 | THE EFFECT OF PERCEIVED ON THE USE OF DIGITAL PAYMENTS, EASE OF USE OF E-COMMERCE, AND FINANCIAL LITERACY ON PERCEIVED REVENUE AND QUALITY OF ACCOUNTING INFORMATION IN SMES | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi penggunaan pembayaran digital, kemudahan penggunaan e-commerce, dan literasi keuangan terhadap persepsi pendapatan dan kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Objek pada peneilitian ini adalah UKM Getuk Goreng yang berada di Jalan Jendral Sudirman Sokaraja. Variabel independen pada penelitian ini adalah persepsi penggunaan pembayaran digital, kemudahan penggunaan e-commerce, dan literasi keuangan. Variabel dependen adalah pendapatan dan kualitas laporan keuangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi penggunaan pembayaran digital dan kemudahan penggunaan e-commerce tidak berpengaruh terhadap pendapatan pada UKM Getuk Goreng. Literasi keuangan memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan pada UKM Getuk Goreng. Pendapatan berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pada UKM Getuk Goreng. Dalam penelitian ini terdapat penemuan terbaru bahwa pendapatan memediasi antara literasi keuangan dengan kualitas laporan keuangan. Kata kunci: Persepsi penggunaan pembayaran digital, Kemudahan penggunaan E-Commerce, Literasi Keuangan, Persepsi Pendapatan, Kualitas laporan keuangan. | An abstract is a concise overview of a research article, thesis, review, conference, or in-depth analysis on a specific subject or discipline, and is frequently used to help the reader immediately determine the paper's aim. The abstract, when utilized, always appears at the start of a document or manuscript, serving as the starting point for any academic work or patent application. The goal of abstraction and indexing services for many academic disciplines is to compile literature collections for specific topics. The length of an abstract varies depending on the discipline and criteria of the publisher. In most cases, abstracts are organized logically to provide a summary of the contents of the study. Keywords: Perceived on The Use of Digital Payments, Ease of Use of E-Commerce, Financial Literacy, Perceived Revenue and Quality of Accounting Information. | |
| 30919 | 34254 | C1B017053 | ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (STUDI PADA PT. SSI) | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pada PT. SSI. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis pengendalian kualitas produk menggunakan metode statistical quality control (studi pada PT. SSI).”Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosentase produk cacat/rusak dan mengetahui penyebab dari produk rusak tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah semua produk A0282 yang di produksi pada PT. SSI selama periode yang sudah ditentukan Hasil Penelitian ini adalah dari sembilan titik pengamatan ditemukan ada tiga titik tingkat persentase kecacatan produk A0282 yang berada diluar batas pengendalian. Berdasarkan hasil data penelitian tersebut PT. SSI harus melakukan perbaikan kualitas pada proses pembuatan produk A0282.Ada dua penyumbang cacat terbesar produk A0282 ini yaitu terminal luka sebesar 56,6 % dan plating buram 24,2 %.Penyebab terjadinya terminal luka disebabkan oleh benturan terminal dan chuck pada mesin di proses surface cutting. Sedangkan penyebab plating buram disebabkan terdapat impuritan yang disebabkan kotoran logam produk saat proses electroplating tin. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk perusahaan, penelitian ini dapat dijadikan suatu acuan dalam perbaikan kualitas dibulan – bulan mendatang dikarenakan metode perbaikan nya sangat sederhana namun dampaknya cukup besar. Bagi peneliti, penelitian ini perlu dilanjutkan dengan melakukan implementasi improvement perbaikan kualitas dan menganalisis dampak penurunan cost nya setelah dilakukan improvement. | This research is a qualitative research at PT. SSI. This study takes the title: "Analysis of product quality control using statistical quality control methods (study at PT. SSI). The population in this study were all A0282 products produced at PT. SSI during the specified period The results of this study were from nine observation points, it was found that there were three points of the percentage level of A0282 product defects that were outside the control limits. Based on the results of the research data, PT. SSI must make quality improvements in the manufacturing process of the A0282 product. There are two biggest contributors to the defects of this A0282 product, namely the terminal wound of 56.6% and the opaque plating 24.2%. The cause of the terminal wound is caused by collision of the terminal and chuck on the machine in the surface process cutting. While the cause of opaque plating is due to the presence of impurities caused by metal impurities during the tin electroplating process. The implication of this research is for companies, this research can be used as a reference in improving quality in the months to come because the repair method is very simple but the impact is quite large. For researchers, this research needs to be continued by implementing quality improvement improvements and analyzing the impact of reducing costs after improvements have been made. | |
| 30920 | 34256 | H1C017012 | GEOLOGI DAN ANALISIS PERIODISITAS GEMPABUMI MENGGUNAKAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD DAERAH POHKUMBANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGANYAR, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi dan pada daerah penelitian serta untuk mengetahui periode ulang gempa di masa mendatang yang didukung dengan data gempa USGS 1990 – 2020 dan data gravity GGMplus untuk sebaran densitasnya. Urutan stratigrafi yang menyusun daerah penelitian dari tua ke muda yaitu Formasi Karangsambung, Formasi Waturanda, Formasi Penosogan, Intusi Diabas, Formasi Halang, dan endapan Alluvium serta terdapat struktur geologi berupa sesar naik. Geomorfologi berdasarkan klasifikasi BMB terdiri atas Satuan Punggungan Homoklin Penimbun, Satuan Lembah Zona Sesar Pohkumbang, Satuan Punggungan Homoklin Karanggayam, dan Satuan Dataran Aluvial Karanganyar. Diperoleh arah kelurusan struktur geologi dominan dari hasil analisis kelurusan citra satelit yaitu N 85° E. Analisis geofisika berupa metode gravitasi untuk mengetahui persebaran densitas batuan bawah permukaan berdasarkan nilai anomali residual gravity yaitu sebesar 5,7 mGal – 7,6 mGal. Analisis data gempabumi USGS 1990 – 2020 digunakan untuk menghitung intensitas gempabumi dan b – value menggunakan Metode Maximum Likelihood. Dari hasil perhitungan intensitas gempabumi, daerah penelitian memiliki skala V – VI MMI yang termasuk kedalam tingkat resiko menengah. Berdasarkan perhitungan Metode Maximum Likelihood diperoleh nilai b sebesar 1,1 ± 0,1, nilai a sebesar 6,37, dan magnitude of completeness sebesar 4,2. Sehingga dihasilkan periode ulang gempabumi antara 0,814 tahun – 129,042 tahun. Dari keempat data tersebut, persebaran densitas untuk mengetahui kekuatan penjalaran gelombang seismik, intensitas untuk mengetahui efek akibat gempa, dan periode ulang untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kembali gempabumi. | This research aims to find out the conditions of geomorphology, stratigraphy, geological structure and in the research area and to find out the future earthquake re-period supported by USGS earthquake data 1990 - 2020 and gravity data GGMplus for the distribution of density. Stratigraphic sequences that make up the research area from old to young are Karangsambung Formation, Waturanda Formation,Osogan Formation, Intusi Diabas, Halang Formation, and Alluvium deposits and there are geological structures in the form of ascending faults. Geomorphology based on the BMB classification consists of the Hoarder Homoklin Ridge Unit, Pohkumbang Fault Zone Valley Unit, Karanggayam Homoklin Ridge Unit, and Karanganyar Alluvial Plains Unit. Obtained the direction of the straightness of the dominant geological structure from the results of analysis of the straightness of satellite imagery that is N 85 ° E. Geophysical analysis in the form of gravity methods to determine the distribution of density of subsurface rocks based on residual gravity anomalous values of 5.7 mGal – 7.6 mGal. Analysis of USGS earthquake data 1990 - 2020 is used to calculate earthquake intensity and b - value using the Maximum Likelihood Method. From the results of earthquake intensity calculations, the research area has a scale of V - VI MMI which is included in the intermediate risk level. Based on the calculation of the Maximum Likelihood Method obtained the value of b of 1.1 ± 0.1, the value of a 6.37, and the magnitude of completeness of 4.2. So that the re-period of the earthquake between 0.814 years - 129,042 years. Of the four data, the distribution of density to find out the strength of the alignment of seismic waves, the intensity to find out the effects of earthquakes, and re-periods to find out the possibility of earthquake re-occurrence. |