Artikelilmiahs

Menampilkan 30.801-30.820 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3080134140A1L014012APLIKASI PUPUK SINTETIS DAN BIO P60 PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DESA PANDANSARI KECAMATAN PAGUYANGAN, BREBESPenelitian bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk sintetis Urea, KCl, SP-36, dan
phonska yang seusai untuk hasil produksi tanaman kentang. Penelitian dilakukan di Desa
Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes,pada bulan Maret sampai Agustus
2019. Penelitian menggunakan racangan faktorial 3 x 4 yang disusun pada Rancangan
Acak Kelompok. Faktor pertama yaitu dosis pupuk sintetis (A) dan kedua konsentrasi dan
interval pemberian Bio P60 (B). Faktor pertama yaitu terdiri dari A1 (dosis anjuran, Urea
300 kg, SP-36 500 kg, dan 300 kg KCl per ha), A2 (50% dosis anjuran, Urea 150 kg, SP-
36 250 kg, dan150 kg KCl per ha), A3 (25% dosis anjuran, Urea 75 kg, SP-36 125 kg,
dan 75 kg KCl per ha), dan A4 dosis yang biasa digunakan petani (Phonska 250 kg/ha,
Urea 150 kg/ ha, SP-36 250 kg/ha, dan 150 kg KCl/ha). Faktor kedua konsentrasi dan
interval Bio P60 yaitu B0 (tanpa Bio P60), B1 (konsentrasi 30 ml/L, interval 2 minggu,
dikocorkan), dan B2 (konsentrasi 30 ml/L, interval 4 minggu, dikocorkan. Hasil
penelitian mampu menunjukkan pertumbuhan dan hasil berbeda nyata terhadap tinggi
tanaman, jumlah umbi, volume umbi dan diameter umbi. Dosis pupuk 25% anjuran (A3)
menjadi perlakuan terbaik yang mampu menghasilkan tinggi tanaman 76,11 cm dan
jumlah daun 1155 helai. Jumlah umbi tertinggi adalah 10,33 buah, volume umbi 65,22
cm3, bobot umbi 0,32 kg/tanaman, diameter umbi 21,75 cm dan hasil per hektar mencapai
16.987,68 kg/ha.
This study aims to determine the appropriate dose of synthetic fertilizers urea, KCl, SP- 36, and phonska for potato production. The research was conducted in Pandansari Village, Paguyangan District, Brebes Regency, from March to August 2019. The study used a 3 x 4 factorial design arranged in a Randomized Block Design. The first factor was synthetic fertilizers(A) and the second the concentration and interval of giving Bio P60 (B). The first factor consisted of A1 (Urea 300 kg, SP-36 500 kg, and 300 kg KCl per ha), A2 (Urea 150 kg, SP-36 250 kg, and 150 kg KCl per ha), A3 (Urea 75 kg, SP-36 125 kg, and 75 kg KCl per ha), and A4 (Phonska 250 kg, Urea 150 kg, SP-36 250 kg, and 150 kg KCl per ha). The second factor was the concentration and interval of Bio P60, namely B0 (without Bio P60), B1 (concentration 30 ml/L, 2 week interval, leaked), and B2 (concentration 30 ml/L, 4 week interval). The results showed that the growth and yield were significantly different in plant height, number of tubers, tuber volume and tuber diameter. The dosage of 25% fertilizer as recommended (A3) was the best treatment capable of producing 76.11 cm plant height and 1,155 leaves. The highest number of tuber was 10.33 tubers, tuber volume 65.22 cm3, tuber weight 0.32 kg/plant, tuber diameter 21.75 cm and yield per hectare reached 16,987.68 kg/ha.
3080234141H1A017089STUDI ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA INVERTER SUMBER ARUS DAN SUMBER TEGANGAN H-BRIDGE UNTUK KONVERTER DAYA PHOTOVOLTAICAbstrak—Indonesia merupakan negara yang terletak dalam jalur khatulistiwa yang sepanjang tahun mendapatkan cahaya matahari yang berlimpah. Salah satu metode untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi ramah lingkungan untuk menghasilkan energi listrik adalah menggunakan modul sel surya. Dalam perkembangannya inverter memiliki beberapa jenis salah satunya inverter berdasarkan parameternya terbagi menjadi dua jenis yaitu Inverter sumber tegangan dan Inverter sumber arus. Dalam topologi rangkaian penelitian ini, terdapat dua rangkaian inverter yaitu rangkaian inverter sumber arus h-bridge yang terhubung dengan jala-jala PLN dan rangkaian inverter sumber tegangan h-bridge yang terhubung dengan jala-jala PLN. Dari data nanti akan dibandingkan antara keluaran inverter sumber arus dan sumber tegangan manakah yang memiliki keluaran listrik lebih bagus dan lebih stabil. Dan nantinya akan didapatkan keunggulan antara VSI dan CSI. Dari kedua pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa kedua sistem merupakan inverter 5 tingkat yang baik. Dari kedua pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa kedua sistem merupakan inverter 5 tingkat yang baik. Pada saat sistem terhubung jala-jala ataupun tidak, nilai THD Iload dan Vload masih berada dibawah ambang batas sebesar 5%. Pada pengujian efisiensi daya diperoleh efisiensi tertinggi pada inverter sumber tegangan saat arus referensi 6 A dengan nilai 98,11 % ketika sistem tidak terhubung grid.

Indonesia is a country located on the equator which gets abundant sunlight throughout the year. One method to utilize solar energy as an environmentally friendly energy source to produce electrical energy is to use solar cell modules. In its development, inverters have several types, one of which is based on the parameters, which are divided into two types, namely voltage source inverters and current source inverters. In this research circuit topology, there are two inverter circuits, namely the h-bridge current source inverter circuit which is connected to the PLN grid and the h-bridge voltage source inverter circuit which is connected to the PLN grid. From the data later, it will be compared between the current source inverter output and which voltage source has a better and more stable electrical output. And later you will get the advantage between VSI and CSI. From the two tests carried out, it is known that both systems are good 5-level inverters. From the two tests carried out, it is known that both systems are good 5-level inverters. When the system is connected to the grid or not, the THD Iload and Vload values are still below the threshold of 5%. In the power efficiency test, the highest efficiency was obtained on the voltage source inverter when the reference current was 6 A with a value of 98.11% when the system was not connected to the grid.

3080334142H1A017012PERANCANGAN INFRASTRUKTUR DEVOPS SISTEM INFORMASI SENTRA HKI LPPM UNSOEDHKI biasanya disebut sebagai hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang lahir karena kemampuan intelektual manusia. Sistem Informasi Manajemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sentra HKI LPPM Unsoed sebagai lembaga yang bertugas untuk mengelola dan memelihara dokumen HKI yang dihimpun dari berbagai organisasi maupun individu. Faktanya hingga kini masih banyak dari lembaga perguruan tinggi yang belum memanfaatkan teknologi informasi berbentuk aplikasi Sistem Manajemen Dokumen dalam memelihara dokumennya.
Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan mengimplementasikan infrasturuktur DevOps untuk pengembangan sistem informasi. Pada penelitian ini menggunakan metode DevOps yang menjadikan penelitian ini berbeda dengan penelitian lainnya. Untuk mendukung metode tersebut penulis menggunakan beberapa tools untuk membangun sistem informasi menggunakan metode DevOps antara lain Linux Ubuntu 20.04, Github, Jenkins, Docker dan Apache Web Server. Jenkins sebagai tools untuk mencapai tujuan continuous integration. Github sebagai tools untuk mencapai tujuan continuous development dan tujuan continuous integration. Docker sebagai tools untuk mencapai tujuan continuous deployment. Pada penelitian ini memiliki beberapa tahapan dalam prosesnya yakni plan, code, build, test, release, deploy. Hasil dari penelitian ini berupa Sistem Informasi HKI Unsoed yang berhasil diimplementasikan menggunakan metode DevOps. Walaupun banyak kendala dan percobaan untuk mengatasi konfigurasi dari metode DevOps itu sendiri.
Intellectual Property Rights are usually referred to as rights that arise for the results of thought processes that produce a product or process that is useful for humans. Objects regulated in IPR are works born out of human intellectual abilities. Management Information System is a planning system part of the internal control of a business which includes the use of people, documents, technology, and procedures by management accounting to solve business problems such as the cost of products, services, or a business strategy. Center for Intellectual Property Rights LPPM Unsoed as an institution tasked with managing and maintaining IPR documents collected from various organizations and individuals. The fact is that until now there are still many higher education institutions that have not utilized information technology in the form of Document Management System applications in maintaining their documents.
The purpose of this research is to design and implement DevOps infrastructure for information system development. This research uses the DevOps method which makes this research different from other studies. To support this method, the author uses several tools to build information systems using the DevOps method, including Linux Ubuntu 20.04, Github, Jenkins, Docker and Apache Web Server. Jenkins as a tool to achieve the goal of continuous integration. Github as a tool to achieve continuous development goals and continuous integration goals. Docker as a tool to achieve the goal of continuous deployment. This research has several stages in the process, namely plan, code, build, test, release, deploy. The result of this research is the Unsoed IPR Information System which has been successfully implemented using the DevOps method. Although many obstacles and trials to overcome the configuration of the DevOps method itself..
3080434145J0A018045ENGLISH FOR SALES MARKETING DEPARTMENT AT LUMINOR HOTEL PURWOKERTOLaporan praktik kerja ini berjudul “English for Sales Marketing Department at Luminor Hotel Purwokerto”. Pelatihan kerja ini disusun berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan pada Senin, 22 Februari 2021 sampai Senin, 22 Maret 2021 di Luminor Hotel Purwokerto. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk mengetahui penggunaan Bahasa Inggris pada Sales Marketing Department Purwokerto, kendala dan solusi yang dihadapi oleh Sales Marketing Department dalam penggunaan Bahasa Inggris di Luminor Hotel Purwokerto.
Di sebuah hotel, sales marketing berperan sangat penting untuk menentukan jumlah peningkatan pendapatan yang diperoleh melalui tamu yang menginap dan mengunakan fasilitas hotel yang menangani penjualan dan pemasaran dalam suatu perusahaan. Selain itu sales marketing dituntut untuk dapat berbahasa Inggris, karena dalam penjualan suatu produk hotel dan upaya meningkatakan pendapatan yang diperoleh tamu, tidak hanya tamu domestik tetapi dari luar negeri. Matode yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah observasi, wawancara, documentasi, dan literature review.
Dalam melaksanakan praktik kerja, hasil pengamatan menunjukan ada beberapa kendala yang dihadapi staff Sales Marketing Department adalah kendala Bahasa Inggris seperti, kosa kata Bahasa Inggris, pengucapan Bahasa Inggris. Selain kendala yang terjadi, penulis juga mengetahui solusi dari kendala tersebut, antara lain dengan melakukan training roleplay, menafsirkan kosakata yang tidak diketahui menggunakan kamus bahasa inggris online dan belajar kosa kata untuk lebih mengasah kemampuan bahasa Inggris dan memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk semua staf termasuk staf Sales Marketing Department untuk meningkatkan pronunciation
This final report is entitled “English for Sales Marketing Department at Luminor Hotel Purwokerto”. This job training was conducted for 1 month starting from Monday, February 22nd, 2021 to Monday, March 22nd, 2021 at Luminor Hotel Purwokerto. The purpose of this job training is to find out the usage of English at Sales Marketing Department, the obstacles and solutions faced by the Sales Marketing Department at Luminor Hotel Purwokerto
In a hotel, sales marketing is very important to determine the number of increased revenue earned through guests staying and using hotel facilities that handle sales and marketing within a company. In addition, sales marketing is required to be able to speak English, because in selling a hotel product and efforts to increase the income earned guests, not only domestic guest but also from aboard. The methods used in collecting data were observation, interview, documentation, and literature review.
In job training, the observations showed that there were several obstacles faced by the Sales Marketing Department staff is English language barrier, such as English vocabulary, English pronunciation. The solution to these constraints are doing role play training, interpret unknown vocabulary using an online English dictionary and learn vocabulary to further hone English skills, and provide English training for all staff including Sales Marketing Department staff to improve pronunciation.
3080534146J0A018024MAKING KARANGSALAM ENGLISH VIRTUAL TOUR AS PROMOTION FOR BANYUMAS YOUTH, SPORT, CULTURE AND TOURISM Tugas akhir berjudul “Making Karangsalam English Virtual Tour as Promotion for Banyumas Youth, Sport, Culture and Tourism Office” adalah laporan dari praktik kerja yang dilaksanakan pada tanggal 8 Febuari 2021 - 10 Maret 2021 di Dinas Pemuda, Pariwisata, Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas (Dinporabudpar). Tujuan dari praktik kerja tersebut adalah untuk membuat virtual tur berbahasa Inggris dengan Dinas Pemuda, Pariwisata, Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas , mengetahui kendala saat pembuatan virtual tur berbahasa Inggris, dan untuk menegetahui solusi yang tepat untuk mengatasi kendala pada saat pembuatan virtual tur berbahasa Inggris.
Praktik kerja ini adalah projek gabungan dari lima mahasiswi, penulis berperan sebagai juru kamera dan penerjemah pada saat virtual tour terjadi. Ada dua methode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis, yaitu observasi dan dokumentasi.
Selama praktik kerja, penulis melakukan beberapa langkah sebelum tur virtual diadakan. Langkah-langkahnya adalah diskusi, survey tempat, membuat script, mengambil dan mengedit video, promosi, dan implementasi. Judul dari virtual tour tersebut adalah “Virtual Tour Desa Wisata Karangsalam”. Acara virtual tour dibagi menjadi beberapa bagian, pembukaan, acara utama, sesi tanya jawab, dan penutupan. Video promosi acara ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama tentang Grojogan Ratu, bagian kedua tentang Curug Telu dan bagian ketiga tentang homestay Omaeh Maron Jaya dan beberapa kuliner dari desa. Acara virtual tour ini diadakan dalam dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
This final report titled “Making Karangsalam English Virtual Tour as Promotion for Banyumas Youth, Sport, Culture and Tourism Office” is a job training report conducted on 8 February 2021 - 10 March 2021 at The Banyumas Youth, Sport, Culture and Tourism Office (Dinporabudpar). The purpose of this job training is to make English Virtual Tour with Banyumas Youth, Sport, Culture and Tourism Office, to promote Karangsalam tourism village in virtual tour.
This job training was a joined project of five people, the writer acted as a camera girl and an interpreter when the virtual tour held. There were three methods for data collection that the writer used, those were observation, documentation and practice. 
During the job training, the writer did several steps before the virtual tour held. The steps are discussion,survey places, make script, take and edit video, promotion, and implementation.The title of the virtual tour is "Karangsalam Tourism Village Virtual Tour". The virtual tour event was divided into some parts, opening, main occasion, question and answer session, and closing. The promotional video of this event was divided into three part. The first part about Grojogan Ratu, the second part about Curug Telu and the third part about Omaeh Maron Jaya homestay and some culinary from the village. The virtual tour event was held in two languages, Bahasa and English.
3080634143J0A018046THE USE OF JOURNALISTIC LANGUAGE IN ENGLISH NEWS AT UPT BAHASA JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITYLaporan praktik kerja ini berjudul “The Use of Journalistic Language in English News at UPT Bahasa Jenderal Soedirman University” disusun berdasarkan hasil dari kegiatan praktik kerja yang telah dilaksanakan penulis pada Senin, 25 Januari 2021 – Rabu, 31 Maret 2021.Tujuan disusunnya laporan ini adalah untuk mengetahui bahasa jurnalistik yang diterapkan dalam pembuatan berita berbahasa Inggris yang dipublikasikan di web resmi UPT Bahasa uptbahasa.unsoed.ac.id, kendala-kendala, dan solusi bagi kendala-kendala yang terjadi selama pengamatan bahasa jurnalistik dalam berita berbahasa Inggris di UPT Bahasa Jenderal Soedirman University.
Berita adalah salah satu karya jurnalistik yang banyak ditemukan di kehidupan sehari-hari yang memuat tentang peristiwa atau informasi yang dapat menambah wawasan. Adapun berita berbahasa Inggris dapat mengasah skill kebahasaan bagi pembacanya. Berita yang baik merupakan berita yang menerapkan bahasa jurnalistik dalam pembuatannya. Dalam penyusunan laporan praktik kerja, penulis berpedoman pada pendapat Badudu (1988) yang membahas tentang bahasa jurnalistik serta menggunakan metode text observation dan documentation.
Setelah melakukan praktik kerja dan pengamatan, penulis menemukan bahwa penggunaan bahasa jurnalistik dalam berita berbahasa Inggris di UPT Bahasa sudah diterapkan walaupun ada beberapa hal yang masih tetap harus diperbaiki. Dalam pelaksaan praktik kerja dan pengamatan, penulis menemukan kendala yaitu 1) Kegiatan yang tidak efektif dikarenakan pademi Covid-19 dan 2) Kegiatan yang kurang bervariasi menimbulkan kekurangan ide konten berita. Solusi bagi kendala adalah 1) Memaksimalkan kualitas serta informasi yang bisa didapatkan dari kegiatan yang dilaksanakan, dan 2) Membuat konten menarik lain tanpa mengandalkan sebuah kegiatan resmi.
This job training report entitled "The Use of Journalistic Language in English News at UPT JenderalSudirman University" was prepared based on the results of the job training activitiescarried out on Monday, January 25, 2021 - Wednesday, March 31, 2021. The purpose of this report is to find out the journalistic language applied in making English news published on the official website of UPT Bahasa uptbahasa.unsoed.ac.id, the obstacles, and solutions to the obstacles that occur during the observation of journalistic language in English news at the UPT BahasaJenderalSoedirman University.
News is one of the many journalistic works that can be found and contains events or information that can add insight. The English news can improve linguistic skills for the readers. Good news is news that applies journalistic language in its production. In preparing job training report, the writer is guided by the opinion of Badudu (1988) discusses about journalistic language and uses the method of text observation and documentation.
After doing job training and observations, the writer found that journalistic language has been implemented in English news at UPT Bahasa although there are some things that still need to be improved. In carrying out job training and observations, the writer found obstacles, 1) Ineffective activities due to the Covid-19 pandemic and 2) Less varied activities led to a shortage of news content ideas. Solutions for obstacles are 1) Maximizing the quality and information that can be obtained from the activities carried out, and 2) Creating other interesting content without relying on an official activity.
3080734165A1D017044PENGARUH UKURAN KEHALUSAN BUTIR PUPUK NPK-SR DAN DOSIS KOMPOS TERHADAP SERAPAN P DAN HASIL PADI SAWAH PADA TANAH ULTISOL SOMAGEDEPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK-SR dan dosis ompos yang tepat dalam meningkatkan serapan hara P dan hasil padi pada Ultisols yang disawahkan. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2020 sampai Juli 2021 di Laboratorium Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan dan Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lemgkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah ukuran kehalusan butir pupuk NPK-SR yang terdiri atas enam jenis yaitu P0 (tanpa pemberian pupuk NPK-SR dan zeolit), P1 (pupuk NPK-SR diameter zeolit 30 mesh), P2 (pupuk NPK-SR diamter zeolit 35 mesh), P2 (pupuk NPK-SR diameter zeolit 35 mesh), P3 (pupuk NPK-SR diameter zeolit 60 mesh), P4 (pupuk NPK-SR diameter zeolit 100 mesh), dan P5 (pupuk NPK-SR diameter zeolit 140 mesh). Faktor kedua adalah perlakuan dosis kompos yang terdiri atas tiga dosis, yaitu: K0 (kompos setara 0 ton/ha), K1 (kompos setara 20 ton/ha), dan K2 (kompos setara 40 ton/ha). Variabel pengamatan pada penelitian ini antara lain serapan P, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering, jumlah anakan, persentase gabah hampa, dan bobot gabah. Ukuran kehalusan butir pupuk NPK-SR dapat meningkatkan hasil tanaman padi kecuali pada bobot akar segar dan persentase gabah hampa, serta berpengaruh terhadap serapan P. Dosis kompos memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel. Interaksi ukuran kehalusan butir pupuk NPK-SR dan dosis kompos berpengaruh terhadap serapan P dan jumlah anakan. Perlakuan yang menghasilkan serapan P tertinggi yaitu pada perlakuan P2K1 atau kombinasi ukuran kehalusan butir pupuk NPK-SR diameter zeolit 35 mesh dan dosis kompos setara 20 ton/ha sedangkan perlakuan terbaik terhadap jumlah anakan yaitu pada kombinasi ukuran kehalusan butir pupuk NPK-SR diameter zeolit 35 mesh dan dosis kompos setara 40 ton/ha.This study aimed to determine the effect of slow release NPK-fertilizer application and the right compost dose in increasing P nutrient uptake and rice yield in upland Ultisols. This research was conducted from November 2020 to July 2021 at the Laboratory of Soil Science and Land Resources and the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. This study used a Completely Randomized Block Design (CRBD) which consisted of two factors. The first factor is the grain size of slow release NPK-fertilizer which consists of six types, namely P0 (without slow release NPK-fertilizer and zeolite), P1 (slow release NPK-fertilizer with 30 mesh zeolite diameter), P2 (slow release NPK-fertilizer with 35 mesh zeolite diameter), P3 (slow release NPK-fertilizer with 60 mesh zeolite diameter), P4 (slow release NPK-fertilizer with 100 mesh zeolite diameter) and P5 (slow release NPK-fertilizer with 140 mesh zeolite diameter). The second factor is the treatment of compost dosage which consists of three levels, namely: K0 (compost equivalent to 0 tons/ha), K1 (compost equivalent to 20 tons/ha), and K2 (compost equivalent to 40 tons/ha). Observational variables in this study included P uptake, fresh crown weight, fresh root weight, dry crown weight, dry root weight, number of tillers, percentage of empty grain, and grain weight. The grain size of slow release NPK-fertilizer can increase rice yields except for fresh root weight and percentage of empty grain, and affect P uptake. Compost dose has a significant effect on all variables. The interaction of the grain size of slow release NPK-fertilizer and compost dose affected P uptake and number of tillers. The best treatment for P uptake was in the P2K1 treatment or a combination of the grain size of slow release NPK-fertilizer with a 35 mesh zeolite diameter and a compost dose equivalent to 20 tons/ha, while the best treatment for the number of tillers was the treatment with slow release NPK-fertilizer with a zeolite diameter of 35 mesh and the compost dose is equivalent to 40 tons/ha.
3080834232A1C017055MODEL HIDROLOGI SWAT (SOIL AND WATER ASSESSMENT TOOL) UNTUK MENGANALISIS DEBIT ALIRAN DAN KADAR AIR TANAH PADA DAS SERAYUSungai Serayu merupakan salah satu sungai yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Sungai tersebut melintasi 5 kabupaten yaitu Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, hingga bermuara di Kabupaten Cilacap. Permasalahan yang sering terjadi pada DAS Serayu adalah terjadinya banjir pada saat musim hujan dan terjadinya kekeringan pada musim kemarau. Hal tersebut berkaitan dengan besarnya debit aliran permukaan yang berada pada DAS Serayu. Sehingga perlu adanya analisis debit aliran dan kadar air tanah dengan menggunakan Model SWAT untuk memprediksi besarnya aliran permukaan dan mengetahui besarnya kadar air tanah pada DAS Serayu. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan model SWAT. Bahan atau data yang dipakai pada penelitian ini antara lain peta penggunaan lahan, peta DEM, peta jenis tanah, data iklim, data observasi debit aliran dan kadar air tanah. Sedangkan alat yang digunakan pada penelitian kali ini antara lain adalah Software QGIS 3.10, QSWAT+, SWAT+ Editor, dan SWAT+ Toolbox. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya nilai NSE dan R2 model SWAT yang terbentuk sebesar 0,403 dan 0,514. Model tersebut dapat dikategorikan memuaskan dengan artian bahwa model tersebut dapat diterapkan pada DAS Serayu. Adapun besar debit yang dihasilkan dari model tersebut adalah nilai debit aliran rata-rata bulanan maksimum pada DAS Serayu sebesar 545,3 m3/detik yang terdapat pada bulan Februari tahun 2013 dan nilai debit aliran rata-rata bulanan maksimum sebesar 26,7 m3/detik yang terdapat pada bulan Agustus tahun 2013. Sedangkan nilai kadar air tanah tertinggi terapat pada bulan april tahun 2014 dengan nilai 32 % dan nilai terendah berada pada bulan September tahun 2013 yaitu sebesar 4,1 %.Serayu River is one of the rivers in Central Java Province. The river crosses 5 districts, namely Purbalingga Regency, Purbalingga Regency, Banjarnegara, Banyumas, until it empties into Cilacap Regency. Problems that often occur in the Serayu watershed are floods during the rainy season and drought in the dry season. This is related to the amount of surface runoff in the Serayu watershed. So it is necessary to analyze the flow rate and groundwater content using the SWAT Model to predict the amount of surface runoff and determine the amount of soil water content in the Serayu watershed. This research was conducted using the SWAT model. Materials or data used in this study include land use maps, DEM maps, soil type maps, climate data, flow discharge observation data and soil water content. While the tools used in this research include QGIS 3.10 Software, QSWAT+, SWAT+ Editor, and SWAT+ Toolbox. The results of this study indicate that the NSE and R2 values of the SWAT model formed are 0.403 and 0.514. The model can be categorized as satisfactory in the sense that the model can be applied to the Serayu watershed. The magnitude of the discharge generated from this model is the maximum monthly average flow rate in the Serayu watershed of 545.3 m3/second in February 2013 and the maximum monthly average flow rate of 26.7 m3/second. which was found in August 2013. Meanwhile, the highest soil water content value was found in April 2014 with a value of 32 % and the lowest value was in September 2013 which was 4,1 %.
3080934147J0A018005Virtual Tour Conducted by Banyumas DINPORABUDPAR to Raise People Interest to Visit Karangsalam Tourism VillageMasa pandemi membuat munculnya pembatasan mengunjungi tempat-tempat wisata. Pandemi juga berdampak pada wisata virtual yang kini tengah populer di kalangan masyarakat. Karena masih baru, DINPORABUDPAR memperkenalkannya kepada masyarakat dengan mengangkat topik Desa Wisata Karangsalam. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2021 – 10 Maret 2021, di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas. Pelatihan kerja ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wisata virtual dibuat dan diimplementasikan serta sebagai promosi untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke Banyumas kedepannya. Dalam melaksanakan kerja praktek, penulis menggunakan metode observasi, metode angket, dan metode wawancara.
Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata berperan penting dalam mengatur dan mengembangkan kawasan wisata. Selain itu, DINPORABUDPAR juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi kepada wisatawan, yang juga merupakan sarana promosi pariwisata. Salah satu promosi yang bisa dilihat adalah akun Instagram @dinporabudpar_banyumas, telah diikuti 6.997 followers dan aktif mempromosikan pariwisata di Kabupaten Banyumas.
Dari praktik kerja tersebut, penulis menemukan bahwa pembuatan virtual tour dilakukan melalui beberapa tahapan, seperti berdiskusi, melakukan survei lokasi, membuat izin, membuat naskah dan video, melakukan promosi di media sosial, dan melaksanakan wisata virtual. Wisata virtual ini dibagi menjadi empat sesi pelaksanaan: pembukaan, acara utama, tanya jawab, dan penutupan. Hasil dari praktik kerja ini menunjukkan bahwa wisata virtual yang diadakan oleh DINPORABUDPAR berhasil menarik minat peserta virtual tour untuk berkunjung ke desa wisata Karangsalam. Bahkan ada empat peserta yang mengajukan pertanyaan mengenai topik yang disajikan. Empat faktor yang dapat mendorong minat wisatawan dalam tur virtual bahasa Inggris adalah konten, keterampilan pemandu wisata, juru bahasa, dan durasi.
The pandemic made the emergence of restrictions on visiting tourist attractions. Pandemic also has an impact on virtual tours, which are now popular among the public. Because this is still new, DINPORABUDPAR introduces it to the community by raising the topic of Karangsalam Tourism Village. This job training activity was conducted on February 8, 2021 – March 10, 2021, at the Banyumas Regency Youth, Sports, Culture, and Tourism Office. This job training aims to find out how virtual tours are created and implemented and promotion to attract public interest to visit Banyumas in the future. In carrying out the job training, the writer uses the method of observation, questionnaire method, and interview method.
Department of Youth, Sports, Culture, and Tourism plays an essential role in regulating and developing tourist areas. In addition, DINPORABUDPAR also has a responsibility to provide information to tourists, which is also a means of tourism promotion. One of the promotion that can be seen is on Instagram account @dinporabudpar_banyumas, followed by 6,997 followers and actively promoting tourism in Banyumas district.
From the job training, the writer found that making a virtual tour was carried out through several stages, such as discussing, conducting site surveys, making permits, making scripts and videos, promoting on social media, and implementing virtual tours. The virtual tour is divided into four implementation sessions: opening, the main event, question and answer, and closing. The results of this job training show that the virtual tour held by DINPORABUDPAR succeeded in attracting virtual tour participants to visit Karangsalam tourism village. There were even four participants who asked questions about the topics presented. Four factors that can promote tourist interest in virtual English tours are content, tour guide skills, interpreter, and duration.
3081034089A1F017072OPTIMASI PROPORSI PATI JAGUNG DAN MARGARIN PADA PRODUKSI COOKIES BERBASIS TEPUNG MOCAFCookies merupakan salah satu jenis kue kering yang renyah dan agak keras dengan rasa bermacam-macam, berukuran kecil dan tipis.. Konsumsi rata-rata kue kering termasuk cookies cukup tinggi di Indonesia, tahun 2011 hingga 2015 memiliki perkembangan konsumsi rata-rata 24,22% lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumsi kue basah yang hanya 17,78%. Umumnya cookies merupakan biskuit yang berbahan dasar tepung terigu. Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua importir gandum terbesar di dunia. Oleh karena itu perlu adanya upaya mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan tepung terigu dengan cara mengalihkan ke bahan non tepung terigu salah satunya tepung mocaf. Tepung mocaf dipilih karena bebas gluten dan kaya akan kandungan mineral yang nantinya akan menyumbangkan kandungan gizi pada cookies. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengoptimasi rasio proporsi pati jagung dan margarin pada pembuatan cookies tepung mocaf menggunakan RSM berdasarkan target respon atribut mutu sensori, dan menetapkan sifat sensori dari produk cookies berbasis tepung mocaf dibandingkan dengan produk kontrol (100% tepung terigu).
Penelitian ini menggunakan metode permukaan respon (Response Surface Methodology/ RSM) dengan rancangan percobaan menggunakan CCD (Central Composite Design). Respon yang diujikan pada penelitian ini adalah kelembutan, kekerasan, flavor singkong, warna dan kesukaan. Hasil penelitian ini yaitu formula optimum cookies dengan nilai desirability tertinggi sebesar 0,72 pada formula pati jagung 6,46% dan margarin 67,07%. Hasil uji sensori cookies menunjukkan bahwa peningkatan proporsi pati jagung menyebabkan respon flavor singkong dan kesukaan meningkat, namun respon kekerasan menurun. Peningkatan konsentrasi margarin menyebabkan peningkatan respon kelembutan, dan kesukaan serta menyebabkan penurunan respon flavor singkong dan warna produk. Berdasarkan rataan hasil uji kimia, produk optimum memiliki perbedaan nilai yang lebih tinggi untuk kadar lemak (6,68%); kadar karbohidrat (0,08%); dan energi 40,82%) dibandingkan produk kontrol yang dibuat dengan bahan dasar 100% tepung terigu. Kadar abu dan kadar protein memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan produk kontrol yaitu 0,49% dan 4,76%.
Cookies are a type of cookie that is crunchy and somewhat hard with various flavors, small and thin in size. The average consumption of pastries including cookies is quite high in Indonesia, from 2011 to 2015 the average consumption growth was 24.22 % higher than the average consumption of cakes which is only 17.78%. Generally, cookies are biscuits made from wheat flour. Indonesia is currently the second largest importer of wheat in the world. Therefore, it is necessary to reduce dependence on the use of wheat flour by switching to non-wheat flour ingredients, one of which is mocaf flour. Mocaf flour was chosen because it is gluten free and rich in mineral content which will later contribute to the nutritional content of cookies. The purpose of this study was to optimize the ratio of the proportions of corn starch and margarine in the manufacture of mocaf flour cookies using RSM based on the sensory quality attribute response target, and to determine the sensory properties of mocaf flour-based cookie products compared to control products (100% wheat flour).
This study uses the response surface method (Response Surface Methodology / RSM) with an experimental design using CCD (Central Composite Design). The responses tested in this study were softness, hardness, cassava taste, color and preference. The results of this study are the optimum formula for cookies with the highest desirability value of 0.72 in the formula of 6.46% corn starch and 67.07% margarine. The results of the sensory cookies test showed that an increase in the proportion of corn starch caused an increase in the response of hardness, color, and preference and caused a decrease in the response of softness and taste of cassava. Increasing the concentration of margarine causes an increase in the response of softness, color, and preference and causes a decrease in the response to the taste of cassava and the hardness of the product. The average result of the chemical test of the optimum product has a higher difference in values, namely fat content of 31.1%, carbohydrate content of 61.99% and energy of 539.28% compared to control products. Meanwhile, the water content is 2.70%, ash content is 1.33% and protein is 7.61% which has a lower value difference compared to the control product.
3081134148F1D016020PENGARUH IDENTIFIKASI PARTAI TERHADAP PERILAKU MEMILIH PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN WALIKOTA TASIKMALAYA TAHUN 2017 DI KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh identifikasi partai terhadap perilaku memilih pemilih pemula dalam Pemilihan Walikota Tasikmalaya tahun 2017 di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, dan seberapa besar pengaruh identifikasi partai terhadap perilaku memilih pemilih pemula dalam Pemilihan Walikota Tasikmalaya tahun 2017 di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan teknik analisis korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan mengambil 100 responden sebagai sampel yakni pemilih pemula yang baru menginjak usia 17 tahun pada saat Pemilihan Walikota Tasikmalaya tahun 2017 yang memiliki hak pilih dan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap yang berdomisili di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.
Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara identifikasi partai terhadap perilaku memilih pemilih pemula pada analisis korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Dapat diketahui besarnya pengaruh identifikasi partai terhadap perilaku memilih pemilih pemula dalam Pemilihan Walikota Tasikmalaya tahun 2017 di Kota Tasikmalaya Kecamatan Mngkubumi adalah 0,525 dari korelasi Pearson yang menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kedua variabel tersebut memiliki hubungan sedang atau cukup. Sedangkan untuk melihat seberapa besar pengaruh Identifikasi Partai (X) terhadap Perilaku Memilih Pemilih Pemula (Y), dilakukan dengan melihat hasil dari uji regresi linear sederhana. Hasil uji linear sederhana mendapatkan hasil nilai R Square sebesar 0,276 yang berarti pengaruh identifikasi partai terhadap perilaku memilih pemilih pemula adalah 27,6% dengan sisanya sebesar 72,4% perilaku memilih pemilih pemula dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh identifikasi partai terhadap perilaku memilih pemilih pemula dalam Pemilihan Walikota Tasikmalaya tahun 2017 di Kota Tasikmalaya Kecamatan Mangkubumi.
The purpose of this research was to determine the dimensions influence and how much influence of party identification on voting behavior for novice voters in Mangkubumi District, Tasikmalaya city in 2017 Tasikmalaya Mayor Election. The method of research uses quantitative, with Pearson correlation analysis and simple linear regression. The sampling technique of research uses simple random sampling by taking 100 respondents as a sample, namely novice voters who have just turned 17 years old during the 2017 Tasikmalaya Mayor Election who have voting rights and are registered in the Permanent Voters List who are domiciled in Mangkubumi District, Tasikmalaya City.
The result and study of this research is that there is an influence between party identification on the voting behavior of novice voters in Pearson correlation analysis, and simple linear regression. It can be seen that the magnitude of the influence of party identification on the voting behavior of novice voters in the 2017 Tasikmalaya Mayor Election in Tasikmalaya City, Mngkubumi District is 0.525 from the Pearson which shows the correlation coefficient between the two variables have a moderate or sufficient relationship. Meanwhile, to see how much influence the X variable has on Y, it is done by looking at the results of a simple linear regression test. The results of a simple linear test get a R Square value of 0.276 which means the effect of party identification on the voting behavior of novice voters is 27.6% with the remaining 72.4% the voting behavior of novice voters is influenced by other variables not examined in this study. The conclusion of this study is that there an influence of influence of party identification on voting behavior for novice voters in Mangkubumi District, Tasikmalaya city in 2017 Tasikmalaya Mayor Elect.
3081234103A1D017094PENGARUH KONSENTRASI CaCl2 DAN JENIS PENGEMAS UNTUK PENYIMPANAN BUAH MANGGA (Mangifera indica L.)Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia. Kerugian terbesar buah mangga terjadi karena penanganan pascapanen yang kurang tepat. Upaya yang dapat digunakan dalam rangka penanganan pascapanen buah mangga adalah pemberian CaCl2 dan pengemasan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui konsentrasi CaCl2 yang memberikan pengaruh yang baik untuk penyimpanan buah mangga; 2) mengetahui jenis pengemas yang memberikan pengaruh yang baik untuk penyimpanan buah mangga; 3) mendapatkan kombinasi yang baik antara konsentrasi CaCl2 dan jenis pengemas untuk penyimpanan buah mangga. Penelitian dilaksanakan mulai Februari sampai April 2021 di Jalan Gunung Srandil No.11 Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan percobaan laboratorium dengan perlakuan faktorial 3x3. Faktor pertama yaitu konsentrasi CaCl2 dengan taraf 0, 5 dan 10%. Faktor kedua bahan pengemas yaitu tanpa pengemas, pengemas plastik polietilen, dan plastik polipropilen. Sembilan kombinasi perlakuan yang diperoleh dialokasikan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi susut bobot, total padatan terlarut, umur simpan, dan organoleptik. Data dianalisis dengan uji F pada taraf 5% kemudian dilanjutkan dengan DMRT dan analisis regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi CaCl2 berpengaruh dalam meningkatkan umur simpan mangga dibandingkan kontrol. Pemberian konsentrasi 5 dan 10% tidak memberikan hasil yang berbeda. Jenis pengemas dapat membantu mempertahankan kualitas buah mangga pada variabel fisikokimia dan organoleptik dibandingkan tanpa pengemas. Pengemas PE dan PP menunjukkan hasil yang tidak berbeda. Terjadi pengaruh interaksi antara jenis pengemas dan konsentrasi CaCl2 pada variabel fisikokimia yaitu susut bobot. Jenis pengemas PE dan PP dengan pemberian konsentrasi CaCl2 tidak berpengaruh apabila dibandingkan dengan kontrol, sedangkan perlakuan tanpa pengemas apabila diberi konsentrasi CaCl2 mampu menahan susut bobot. Mango is one of the important horticultural commodities in Indonesia. The biggest loss of mangoes occurs due to improper postharvest handling. Efforts that can be used in the postharvest handling of mangoes are the provision of CaCl2 and packaging. This study aims to: 1) determine the concentration of CaCl2 which has a good effect on the storage of mangoes; 2) knowing the type of packaging that has a good effect on mango storage; 3) get a good combination between the concentration of CaCl2 and the type of packaging for mango storage. The research was carried out from February to April 2021 at Gunung Srandil Street No. 11 North Purwokerto District, Banyumas Regency. This research is a laboratory experiment with 3x3 factorial treatment. The first factor is the concentration of CaCl2 with levels of 0, 5 and 10%. The second factor is the packaging material without packaging, polyethylene plastic packaging, and polypropylene plastic. The nine treatment combinations obtained were allocated in a Randomized Complete Block Design with 3 replications. The variables observed included weight loss, total dissolved solids, shelf life, and organoleptic. Data were analyzed by F test at 5% level then followed by DMRT and regression correlation analysis. The results showed that the CaCl2 concentration treatment has an effect on increasing the shelf life of mangoes compared to control. Giving concentrations of 5 and 10% do not give different results. The type of packaging can help maintain the quality of mangoes on physicochemical and organoleptic variables compared to without packaging. PE and PP packaging showed no different results. The effect of interaction between types of packaging and the concentration of CaCl2 on the physicochemical variables are weight loss. The types of PE and PP packaging with CaCl2 concentration have no effect when compared to the control, while the treatment without packaging with CaCl2 concentration is able to withstand weight loss.
3081334149E1A017206ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERJANJIAN UTANG PIUTANG ANTAR PERORANGAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng)ABSTRAK
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERJANJIAN UTANG PIUTANG ANTAR PERORANGAN
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng)
Oleh:
AXEL CHRISTIAN ENGELBERT
E1A017206
Penelitian ini bertujuan menganalisa pertimbangan hukum Hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan Para Tergugat dalam kaitannya dengan utang piutang yang terjadi di antara Penggugat dengan Tergugat I, serta bagaimana pertimbangan hukum Hakim mengenai tuntutan berdasarkan perbuatan melawan hukum pada Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder, dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Metode analisa data pada penelitian ini adalah normatif kualitatif yang disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan penelitian ini, diperoleh kesimpulan, bahwa Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Menurut penulis, perbuatan Tergugat I, yaitu mempersiapkan dan membuat Surat Kuasa Untuk Menjual, Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), dan Akta Jual Beli (AJB) dihadapan Tergugat II untuk mengalihkan secara yuridis objek jaminan utang Penggugat ke dirinya merupakan perbuatan yang melanggar hak subjektif orang lain. Adapun perbuatan Tergugat II, yaitu membuat dan menerbitkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Surat Kuasa Untuk Menjual, dan Akta Jual Beli (AJB) dengan tanpa membacakan isi dan maksud akta, serta tidak memberikan salinannya kepada Penggugat untuk mengalihkan objek jaminan utang Penggugat ke Tergugat I dalam kapasitasnya sebagai Notaris termasuk perbuatan yang melanggar hak subjektif orang lain, serta bertentangan dengan kewajiban hukumnya seperti yang diatur ketentuan peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengikatnya. Tuntutan Penggugat telah memenuhi syarat-syarat untuk menuntut ganti rugi atas dasar perbuatan melawan hukum. Dalam pertimbangan hukum dan diktum putusannya, Hakim menolak tuntutan ganti rugi berupa pembayaran sejumlah uang secara tanggung renteng seperti yang diminta Penggugat, karena tidak adanya bukti rincian yang jelas. Akan tetapi, Hakim mengabulkan tuntutan Penggugat berupa pengembalian pada keadaan semula dan tuntutan untuk meniadakan sesuatu hal yang diadakan secara melawan hukum dengan menyatakan bahwa surat kuasa dan akta yang digunakan untuk mengalihkan objek jaminan utang Penggugat, serta bukti hak yang telah dibalik nama ke Tergugat I tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Kata kunci: perbuatan melawan hukum, tuntutan, utang piutang
ABSTRACT
JURIDICAL ANALYSIS OF UNLAWFUL ACTS IN DEBT AGREEMENT BETWEEN INDIVIDUALS
(Study on Tangerang District Court Judgement Number: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng)
Arranged by:
AXEL CHRISTIAN ENGELBERT
E1A017206
This research aims to analyze the judge's legal considerations in qualifying the elements of unlawful acts committed by the Defendants in relation to debt agreement that occur between Plaintiff and Defendant I, as well as how the judge's legal consideration of the lawsuits based on unlawful acts in the Tangerang District Court Judgement Number: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng. This study uses normative juridical approach methods, with prescriptive research specifications. The data used is secondary data, using literature study data collection techniques. The data analysis method in this study is a qualitative normative presented in the form of narrative text.
Based on this research, it was concluded, that the Defendants had committed unlawful acts. According to the author, the actions of Defendant I, that is preparing and making a Power of Attorney to Sell, Deed of Binding of Sale Agreement (PPJB), and Deed of Sale Agreement (AJB) before Defendant II to juridically transfer the object of the Plaintiff's debt guarantee to him is an act that violates the subjective rights of others. As for the actions of Defendant II, that is making and issuing the Deed of Binding of Sale Agreement (PPJB), Power of Attorney to Sell, and Deed of Sale Agreement (AJB) without reading the contents and purpose of the deed, and not providing a copy to Plaintiff, in order to transfer the object of Plaintiff's debt guarantee to Defendant I in his capacity as a notary belong to acts that violate the subjective rights of others, and contrary to its legal obligations as stipulated by the provisions of the laws and regulations that are specifically binding her. Plaintiff's prosecution has fulfilled the conditions to sue for damages on the basis of unlawful acts. In legal considerations and the dictum of his judgement, the Judge rejected the claim for damages in the form of payment of a sum of money on a solid basis as requested by the Plaintiff, because there was no clear evidence of details. However, the Judge granted Plaintiff's claim in the form of a return on the original state and a claim to negate something that was held unlawfully by stating that the power of attorney and deed used to transfer the object of the Plaintiff's debt guarantee, as well as proof of the rights that have been reversed by name to Defendant I have no binding legal force.

Keywords: unlawful acts, prosecution, debt agreement
3081434151A1C017024LAJU PERUBAHAN LAHAN DI SUB DAS PUTIH (DAS HULU SERAYU) DENGAN METODE MINIMUM DISTANCE CLASSIFICTION (MDC) DAN SPECTRAL ANGLE MAPPER (SAM)Aliran Sungai DAS Serayu merupakan salah satu DAS terbesar di Indonesia yang masuk dalam jajaran DAS kritis dengan luas wilayah sebesar 358.514,57 Ha. Salah satu contoh kasus di DAS Serayu yang menjadi isu nasional adalah adanya kerusakan di daerah hulu tepatnya di kawasan Dieng yang mengalami kerusakan erosi sekitar 161 ton/ha/tahun di Waduk Jenderal Sudirman. Metode penginderaan jauh Minimum Distance Classifiction (MDC) dan Spectral Angle Mapper (SAM) digunakan untuk mengklasifikasikan daerah yang menjadi objek penelitian yaitu Sub Das Putih Das Serayu. Klasifikasi tutupan lahan dibagi menjadi tiga kelas yaitu dense vegetation, agriculture, dan settlement. Citra landsat menggunakan Landsat 7 dan 8 pada rentang waktu 2009 sampai 2019. Pada MDC luasan tertinggi untuk pertanian, ini dibuktikan pada tahun 2009 menunukkan persentase 63%, mengalami kenaikan ditahun 2014 yaitu 70%, dan mengalami penurunan ditahun 2019 yaitu 66% sedangkan pada SAM luasan tertinggi untuk pertanian, ini dibuktikan pada tahun 2009 menunukkan persentase 63%, mengalami kenaikan ditahun 2014 yaitu 75%, dan mengalami penurunan ditahun 2019 yaitu 73%. Klasifikasi perubahan lahan tersebut menghasilkan nilai RMSE yang berbeda di tiap kelasnya, semakin kecil nilai RMSE maka semakin akurat metode yang digunakan. Hasil yang didapat pada penelitian ini nilai RMSE yang berbeda pada tiap metodenya, untuk MDC sebesar 57,09 dan SAM 51,82. Kenaikan luasan lahan pertanian dan pemukiman yang terjadi pada Sub DAS Putih sebagai penyebab tingginya erosi di daerah hilir DAS Serayu sehingga diperlukan usaha konservasi berupa penjagaan luasan daerah tangkapan air berupa hutan, usaha pertanian yang memeperhatikan konservasi tanah dan air, dan lain-lain.The Serayu river basin is one of the largest river basins in Indonesia, with a critical river area of 358,514.57 ha. A case in das serayu that is a national issue is that damage is done upstream to exactly the eng region that suffered erosion approximately 161 ton/ha/ year in the Sudirman reservoir. The far Minimum Distance Classification method (MDC) and Spectral Angle Mapper (Sam) were used to classify the area as the research object the Putih sub-das Serayu. The classification of land is divided into three classes: dense vegetation, agriculture, and settlement. Landsat image uses landsat 7 and 8 from 2009 to 2019. At the highest MDC emissions for agriculture, this was proven in 2009 for halting 63% percentages, in 2014 raising 70%, and in 2019 declines to 66%, while SAM in 2009 the 63% maximum for agriculture, was established in 2009 for 63% increase, 2014 75%, and a 73% decline in 2019. The land-change classification produced a different rmse value in each class, the less rmse's value the more accurate the methods used. The results obtained in this study are a different rmse value on each method, for MDC at 57.09 and Sam 51.82. The increase in agricultural land and settlement on the Putih river basin is responsible for the erosion of downstream areas and the need for conservation of wood-captured areas, agriculture that concerns land and water conservation, etc.
3081534152I4C021027 FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL DAUN NAGASARI (Mesua ferrea L.) TERHADAP Escherichia coliAbstrak
Nagasari (Mesua ferrea L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli karena memiliki kandungan senyawa aktif seperti fenol, flavonoid, tannin, dan triterpenoid. Namun senyawa tersebut memiliki absorbsi yang kurang baik dalam tubuh. Sediaan nanoemulsi dapat meningkatkan absorbsi obat dalam tubuh karena bentuk ukuran partikel yang lebih kecil. Pembuatan nanoemulsi dilakukan dengan menggunkan metode emulsifikasi dengan sonikator. Nanoemulsi diformulasikan menjadi 3 formula dengan variasi kadar PEG 400 1%, 3%, 5%. Nanoemulsi kemudian diuji sifat fisik dan stabilitas meliputi organoleptis, pH, kelarutan, tipe emulsi, persen transmitan, ukuran partikel, zeta potensial dan freeze thaw. Formula terpilih diuji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi PEG 400 menyebabkan peningkatan nilai pH, peningkatan ukuran partikel dan penurunan nilai zeta potensial negatif. Formula 1 nanoemulsi ekstrak etanol daun nagasari menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih besar dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 20,15 mm dibandingkan dengan ekstrak etanol daun nagasari yang menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 17,2 mm.
Nagasari (Mesua ferrea L) has antibacterial activity against Escherichia coli because it has active compounds such as phenols, flavonoids, tannins, and triterpenoids. These compounds have bad absorption in the body. The nanoemulsions was carried out using the emulsification method with a sonicator. The nanoemulsion was formulated into 3 formulas with varying levels of PEG 400 1%, 3%, 5%. Furthermore, the physical properties and stability test are organoleptic, pH, solubility, emulsion type, percent transmittance, particle size, zeta potential and freeze thaw. The selected formula was tested for antibacterial activity against Escherichia coli using disc diffusion method. The results showed that decreasing the concentration of PEG 400 caused an increase in the pH value, an increase in particle size and a decrease in the negative zeta potential value. Formula 1 nanoemulsion of ethanol extract of nagasari leaves showed great antibacterial activity with an average diameter of inhibition zone is 20.15 mm compared to ethanol extract of nagasari leaves which produced an average diameter of inhibition zone is 17.2 mm.
3081634158E1A017385KESADARAN HUKUM TERHADAP FUNGSI KEPEMILIKAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI DESA PEDAGANGAN KECAMATAN DUKUHWARU KABUPATEN TEGALPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran hukum masyarakat terhadap Kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Desa Pedagangan Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi kesadaran hukum masyrakat terhadap Kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Desa Pedagangan Kecamatan Dukuhawaru Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif.
Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Pedagangan Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal dengan responden sebanyak 45 warga. Pengambilan sampel penelitian mengunakan multistage random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Desa Pedagangan Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi tingginya pengetahuan hukum masyarakat, tingginya pemahaman hukum masyarakat, besarnya sikap hukum masyarakat yang setuju serta besarnya perilaku hukum masyarakat yang sesuai. Faktor-faktor yang cenderung memengaruhi kesadaran hukum masyarakat terhadap kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) meliputi faktor pendidikan, dan faktor motivasi sebagai faktor personal, faktor intensitas sosialisasi sebagai faktor sosial..
This study aims to determine the legal awareness of the community towards ownership of Child Identitiy Cards in Pedagangan Village, Dukuhwaru District, Tegal Regency and the factors that tend to influence public legal awareness of Child Identity Card ownership in Pedagangan Village, Dukuhwaru District, Tegal Regency.
This research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research took place in Pedagangan Village, Dukuhwaru District, Tegal Regency with 45 residents as respondents. The research sample was taken using multistage random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnaire, documentary and, literature methods. The collected data were processed using coding, editing and, tabulation methods and analyzed by analysis frequency distribution, cross-table analysis, content analysis and, comparison analysis.
The results showed that the level of legal awareness of the community towards ownership of Child Identitiy Cards in Pedagangan Village, Dukuhwaru District, Tegal Regency is high. This is evidenced by the results of research on 4 (four) indicators including high legal knowledge of the community, a high understanding of community law, the magnitude of the legal attitude of the community that agrees
,and the size of the appropriate community legal behavior. Factors that tend to influence public legal awareness of the function of electronic identity cards include educational factors, motivational factors as personal factors, and the intensity of legal socialization as social factors.
3081734153A1D017008APLIKASI FORMULA TABLET EFFERVESCENT METABOLIT SEKUNDER
Trichoderma harzianum TERHADAP PENYAKIT REBAH SEMAI MENTIMUN DI
LAPANGAN TERBATAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengkaji pengaruh aplikasi metabolit sekunder Trichoderma harzianum T10 dalam bentuk tablet effervescent terhadap Pythium spp. secara in vitro dan 2) mengetahui frekuensi penyiraman terbaik dalam pengendalian penyakit rebah semai di lapang terbatas. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Experimental farm, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari September 2020−Agustus 2021. Penelitian terdiri atas eksplorasi, uji in vitro, dan uji di lapangan terbatas. Eksplorasi dilakukan dengan pengambilan tanaman bergejala rebah semai di lahan. Uji in vitro dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap. Uji di lapangan terbatas dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok, 5 perlakuan yaitu kontrol, frekuensi penyiraman 1x hingga 4x. Variabel yang diamati adalah daya hambat, masa inkubasi, kejadian penyakit, Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar dan kering, dan bobot akar segar dan kering, serta senyawa fenol kualitatif. Hasil dari eksplorasi diperoleh jamur patogen Pythium spp., formula tablet effervescent metabolit sekunder T. harzianum T10 dapat menghambat pertumbuhan Pythium spp. secara in vitro. Aplikasi tablet effervescent metabolit sekunder T. harzianum T10 1x mampu mengendalikan Pythium spp. dengan menunda masa inkubasi 76,9%, menurunkan kejadian penyakit 85% dan AUPDC 85,35% hari; meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan meningkatkan tinggi tanaman 54,53%, jumlah daun 51,04%, bobot tanaman kering 49,46%, dan bobot akar segar 45,58%; serta meningkatkan kandungan fenol tanaman yaitu saponin, tanin, dan hidrokuinon secara kualitatif.Research was aimed to 1) determine the effect of application Trichoderma harzianum T10 secondary metabolites in effervescent tablets formulas on Pythium spp. growth on in vitro, and 2) know the best watering frequency in controlling damping-off in the restricted field. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory and the Experimental farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September 2020–August 2021. The research consisted of exploration, in vitro test, and restricted field test. Randomized complete block design was used with five replicates and five treatments consisted of control and watering frequency from one up to four times. Variables observed were growth inhibition, incubation period, disease incidence, Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), plant height, number of leaves, weight of fresh and dry plants, weight of fresh and dry roots, and phenolic compound qualitatively. Result of the research indicated that T. harzianum T10 secondary metabolites in effervescent tablets formulas could inhibit the growth of Pythium spp. in vitro. One time application of T. harzianum T10 secondary metabolites in effervescent tablets formulas was able to control Pythium spp. by delay incubation period as 76,9%, reduce disease incidence as 85% and AUDPC as 85,35%-day; increase plant growth by increase plant height as 54,53%, number of leaves as 51,04%, weight of dry plants as 49,46% and fresh roots as 45,58%; and increase phenolic (saponin, tannin, and hydroquinone) compound of plants qualitatively.
3081834154H1D017002Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi pada Kelompok Usaha Bersama (Studi Kasus Kelompok Usaha Bersama Tani Makmur)Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan kelompok keluarga kurang mampu yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan usaha ekonomi produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga (Permensos Nomor 2 Tahun 2019). KUBE Tani Makmur berfokus pada budidaya dan penjualan berbagai macam jenis bibit tanaman. KUBE Tani Makmur membutuhkan banyak pencatatan administrasi. Pencatatan administrasi yang dibutuhkan antara lain: buku kas harian, buku daftar anggota kelompok, buku notulensi rapat, buku agenda kelompok, buku tamu, buku inventaris, dan buku iuran kesetiakawanan sosial. Pencatatan administrasi pada Kelompok Usaha Bersama Tani Makmur masih dilakukan secara manual menggunakan buku. Hal ini sering kali menimbulkan masalah berupa kemungkinan dokumen untuk hilang dan rusak. Selain itu proses pelaporan dokumen administrasi juga tidak dapat dilakukan secara realtime kepada pendamping kelompok. Dari latar belakang masalah diatas penulis ingin membuat sebuah Sistem Informasi Administrasi untuk KUBE Tani Makmur. sistem informasi ini berbasis website dan nantinya akan dikembangkan dengan metode pengembangan waterfall. The Joint Bussines Group (KUBE) is a group of underprivileged families that are formed, grown, and developed on their initiative to carry out productive economic efforts to increase family income (Permensos number 2 of 2019). KUBE Tani Makmur focuses on the cultivation and sale of various types of seeds. KUBE Tani Makmur requires a lot of administrative records. The administrative records needed include: a daily cash book, a list book of group members, a meeting records book, an agenda book, a guest book, an inventory book, and a social solidarity book. Administrative records at the KUBE Tani Makmur are still done manually using books. This often creates problems with the possibility of ducuments being lost and damaged. In addition, the administrative document reporting process cannot be done in real time to group facilitators. From the background of the problem above, i want to create an administrative information system for KUBE Tani Makmur. This information system is website-based and will be developed using the waterfall development method.
3081934155I1C017053 FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL DAUN NAGASARI (Mesua ferrea L.) TERHADAP Escherichia coliNagasari (Mesua ferrea L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli karena memiliki kandungan senyawa aktif seperti fenol, flavonoid, tannin, dan triterpenoid. Namun senyawa tersebut memiliki absorbsi yang kurang baik dalam tubuh. Sediaan nanoemulsi dapat meningkatkan absorbsi obat dalam tubuh karena bentuk ukuran partikel yang lebih kecil. Pembuatan nanoemulsi dilakukan dengan menggunkan metode emulsifikasi dengan sonikator. Nanoemulsi diformulasikan menjadi 3 formula dengan variasi kadar PEG 400 1%, 3%, 5%. Nanoemulsi kemudian diuji sifat fisik dan stabilitas meliputi organoleptis, pH, kelarutan, tipe emulsi, persen transmitan, ukuran partikel, zeta potensial dan freeze thaw. Formula terpilih diuji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi PEG 400 menyebabkan peningkatan nilai pH, peningkatan ukuran partikel dan penurunan nilai zeta potensial negatif. Formula 1 nanoemulsi ekstrak etanol daun nagasari menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih besar dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 20,15 mm dibandingkan dengan ekstrak etanol daun nagasari yang menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 17,2 mm.Nagasari (Mesua ferrea L) has antibacterial activity against Escherichia coli because it has active compounds such as phenols, flavonoids, tannins, and triterpenoids. These compounds have bad absorption in the body. The nanoemulsions was carried out using the emulsification method with a sonicator. The nanoemulsion was formulated into 3 formulas with varying levels of PEG 400 1%, 3%, 5%. Furthermore, the physical properties and stability test are organoleptic, pH, solubility, emulsion type, percent transmittance, particle size, zeta potential and freeze thaw. The selected formula was tested for antibacterial activity against Escherichia coli using disc diffusion method. The results showed that decreasing the concentration of PEG 400 caused an increase in the pH value, an increase in particle size and a decrease in the negative zeta potential value. Formula 1 nanoemulsion of ethanol extract of nagasari leaves showed great antibacterial activity with an average diameter of inhibition zone is 20.15 mm compared to ethanol extract of nagasari leaves which produced an average diameter of inhibition zone is 17.2 mm.
3082034156F1A016073DAMPAK KEBERADAAN PLTU TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI
MASYARAKAT DESA KARANGKANDRI KECAMATAN KESUGIHAN
PLTU di Desa Karangkandri merupakan PLTU yang dimiliki oleh PT Sumber Segara Primadaya. Kehadiran PLTU diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar menjadi lebih baik dari sebelumnya tanpa menimbulkan dampak yang berarti bagi masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak sosial ekonomi sebelum dan sesudah adanya PLTU di masyarakat Desa Karangkandri. Penelitian ini dilakukan di Dusun Kewasen dan Dusun Samabera, Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan. Menggunakan jenis penelitian kuantitaif survei ekplanatif dan menggunakan metode pengumpulan data melalui kuesioner penelitian dengan teknik pengambilan sampel simple random samping dengan tabel acak. Variabel penelitian ini adalah sosial ekonomi yang meliputi tingkat pendidikan, kesehatan masyarakat, budaya lingkungan, kepemilikan lahan, mata pencaharian, dan pendapatan. Metode analisis dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis Wilcoxon. Hasil penelitian ini didapatkan Asymp. Sig (2 Tailed) adalah 0.00, artinya kurang dari 0.05 yang mana keberadaan PLTU mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Karangkandri. Dampak pada tingkat pendidikan didapatkan masih rendah di Desa Karangkandri. PLTU mengalami perubahan pada tingkat kesehatan, akibat PLTU penderita penyakit ISPA mengalami peningkatan, kualitas air juga berubah menjadi buruk. Budaya Lingkungan juga mengalami perubahan, munculnya aksi protes sebagai budaya baru di lingkungan masyarakat. Kepemilikan lahan, mata pencaharian, dan pendapatan juga memiliki dampak yang berarti akibat PLTU. Kata kunci: Dampak, PLTU, Sosial Ekonomi. The PLTU in Karangkandri Village is a PLTU owned by PT Sumber Segara Primadaya. The presence of the PLTU is expected to improve the community to be better than before without any significant impact on the surrounding community. The purpose of this study was to determine the socio-economic impact before and before the existence of the PLTU in the Karangkandri Village community. This research was conducted in Kewasen Hamlet and Samabera Hamlet, Karangkandri Village, Kesugihan District. Using the type of quantitative research explanative survey and using data collection methods through research questionnaires with a simple random sampling technique with a random table. The variables of this research are socio-economic which includes education level, public health, environment, land ownership, livelihood, and income. The method of analysis in this study is using Wilcoxon analysis. The results of this study obtained Asymp. Sig (2 Tailed) is 0.00, meaning less than 0.05 where the presence of the PLTU affects the socio-economic conditions of the people of
Karangkandri Village. The impact on the level of education obtained is still low in Karangkandri Village. PLTU experienced changes in the level of health, due to the increase in PLTU sufferers of ARI disease, the air quality also changed for the worse. Environmental culture is also changing, the emergence of protests as a new culture in the community. Land tenure, livelihoods, and income also have a significant impact due to PLTU.
Keywords: Impact, PLTU, Socio-Economic.