Artikelilmiahs
Menampilkan 30.761-30.780 dari 50.060 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 30761 | 34099 | K1B016051 | KAJIAN SIFAT-SIFAT IDEAL PADA SEMIRING HIMPUNAN INTERVAL | Artikel ini membahas tentang ideal pada semiring himpunan interval dan sifat-sifat ideal pada semiring himpunan interval. Operasi aritmatika interval yang digunakan adalah operasi penjumlahan dan perkalian interval. Hasil kajian menyatakan bahwa himpunan interval-interval S dengan batas bawah dan batas atasnya adalah elemen himpunan bilangan cacah yang dilengkapi operasi penjumlahan dan perkalian interval merupakan semiring komutatif. Adapun himpunan interval-interval I dengan batas bawah dan batas atasnya adalah elemen himpunan bilangan cacah kelipatan n untuk suatu n bilangan asli dengan operasi yang sama dengan operasi di S merupakan ideal dari semiring S. Hasil selanjutnya diperoleh bahwa I merupakan ideal utama dengan pembangunnya adalah interval [n,n]. Selain itu ideal I merupakan ideal maksimal, dan juga merupakan ideal prima dengan pembangunnya adalah interval [n,n] untuk n bilangan prima. | This paper discusses ideal in the semiring of interval set and ideal properties in the semiring of interval set. The interval arithmetic operations that is used are addition and multiplication interval operations. The results stated that the set of intervals S with lower and upper endpoints are element of the set of whole numbers which is completed with addition and multiplication interval operations is a commutative semiring. As for the interval set I with lower and upper endpoints are elements of the set of whole numbers of multiple n for an n is natural number with the same operation in S is a ideal of semiring S. Next result earned by I is principal ideal with the generator interval [n,n]. Furthermore, ideal I is a maximum ideal and also prime ideal with the generator interval [n,n] for n is prime numbers. | |
| 30762 | 34101 | C1A017074 | Analisis Keikutsertaan Pedagang Toko Kelontong dalam Sampoerna Retail Community (SRC) di Kecamatan Purwokerto Timur | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada toko kelontong mitra usaha Sampoerna Retail Community (SRC). Tujuan penelitian adalah untuk membandingkan omzet toko kelontong sebelum dan sesudah bergabung dengan SRC. Lokasi penelitian yang dipilih yaitu Kecamatan Purwokerto Timur berdasarkan purposive area. Populasi dalam penelitian sebanyak 71 toko kelontong dan jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 42 toko kelontong berdasarkan perhitungan rumus Taro Yamane. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan software SPSS untuk menguji asumsi normalitas data, selanjutnya menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank untuk menganalisis signifikansi perbedaan antar dua data berpasangan berskala ordinal yang tidak terdistibusi normal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat kenaikan omzet pada toko kelontong sesudah bergabung dengan SRC di Kecamatan Purwokerto Timur. Rata - rata omzet penjualan toko kelontong sebelum bergabung dengan SRC yaitu sebesar Rp1.179.761,00 dan rata – rata omzet penjualan sesudah bergabung dengan SRC yaitu sebesar Rp1.916.666,00 dengan persentase kenaikan omzet sebesar 62 persen. Pertimbangan ikutserta dengan SRC antara lain untuk mendapatkan pendampingan usaha, untuk mendapatkan relasi sesama pemilik toko kelontong, keinginan untuk maju dan berkembang, untuk memberikan acuan bahwa tujuan toko kelontong yang mereka miliki adalah untuk menjadi toko kelontong yang dapat bersaing dengan toko modern. Penelitian ini menunjukkan bahwa SRC memberikan implikasi positif bagi toko kelontong. Pendampingan usaha yang diberikan pihak SRC dapat digunakan sebagai bantuan dalam menjalankan usaha toko kelontong sehingga para pedagang toko kelontong yang bergabung dengan SRC tahu hal-hal yang perlu dilakukan untuk memajukan toko kelontongnya untuk bersaing dengan toko modern. Para pedagang toko kelontong hendaknya lebih memanfaatkan program yang ada dalam kemitraan SRC secara maksimal karena program tersebut dapat mendorong toko kelontong untuk memperoleh omzet dari hasil penjualan barang toko kelontong semakin besar lagi. | This research is a quantitative study conducted at a grocery store business partner Sampoerna Retail Community (SRC). The aim of the study was to compare grocery store turnover before and after joining SRC. The research location chosen is East Purwokerto District based on a purposive area. The population in the study was 71 grocery stores and the number of respondents taken in this study were 42 grocery stores based on the Taro Yamane formula calculation. Analysis of the data used is the Kolmogorov-Smirnov normality test with SPSS software to test the assumption of normality of the data, then use the Wilcoxon Signed Rank test to analyze the significance of the difference between two paired data on an ordinal scale that is not normally distributed. Based on the results of the study, it was concluded that there was an increase in turnover at the grocery store after joining SRC in East Purwokerto District. The average sales turnover of grocery stores before joining SRC was IDR 1,179,761.00 and the average sales turnover after joining SRC was IDR 1,916,666.00 with a 62 percent increase in turnover. Considerations for participating with SRC, among others, to get business assistance, to gain relationships with fellow grocery store owners, the desire to progress and develop, to provide a reference that the purpose of their grocery store is to become a grocery store that can compete with modern stores. This study shows that SRC has positive implications for grocery stores. The business assistance provided by SRC can be used as assistance in running a grocery store business so that grocery store traders who join SRC know what to do to advance their grocery stores to compete with modern stores. Grocery store traders should take full advantage of the existing program in the SRC partnership because the program can encourage grocery stores to earn even greater turnover from the sale of grocery store goods. | |
| 30763 | 34105 | A1D017018 | KAJIAN KORELASI BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH SAWAH TERHADAP UNSUR HARA N DAN P SERTA HASIL PADI DI WILAYAH DAS SERAYU HILIR KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) korelasi antara beberapa sifat kimia tanah (pH, DHL dan Potensial Redoks) terhadap ketersediaan unsur hara N dan P tanah sawah di wilayah Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, (2) hubungan antara ketersediaan unsur hara N dan P tanah sawah dengan hasil tanaman padi di wilayah Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, dan (3) rekomendasi pemupukan pupuk N dan P untuk pertanaman di wilayah Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai Maret 2021 di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian dilakukan penentuan titik sampel sebanyak 11 titik dengan pembuatan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) berskala 1:50.000 dengan cara overlay Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, dan Peta Penggunaan Lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di setiap lokasi pengamatan. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada masa vegetatif yaitu pada umur 45-50 hari. Variabel utama penelitian yaitu pH H 2 O, pH KCl, DHL, potensial redoks, N-total, P- tersedia serta hasil tanaman padi. Variabel pendukung penelitian terdiri dari keadaan iklim, kapasitas lapang dan titik layu permanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan N-total dan P-tersedia tanah memiliki harkat sangat tinggi. Hasil korelasi menunjukkan bahwa beberapa sifat kimia tanah memiliki korelasi yang sangat rendah hingga rendah terhadap ketersediaan unsur hara N dan P. Varietas tanaman padi di Kecamatan Adipala yaitu Logawa, Situ Bagendit, Inpari 42, Ciherang, TW, dan IR-64. Rekomendasi pemupukan N tidak diperlukan pada musim tanam berikutnya karena kandungan unsur hara N sudah sangat tinggi. Rekomendasi pemupukkan P hanya terdapat pada SLH 1 di titik 3 yaitu 21,6 kg P 2 O 5 /ha atau setara dengan 59,9 kg SP-36/ha. | The research aims of this study were to: (1) determined the correlation between some chemical charactets of the soil (pH, DHL and Redox Potential) on the availability of N and P nutrients in paddy fields in Serayu Watershed Downstream, Adipala District, Cilacap Regency, (2) determined the relationship between the availability of nutrients N and P in with lowland rice yields in Serayu Watershed Downstream, Adipala District, Cilacap Regency, and 3) knew the recommendation for N and P fertilization for paddy fields in Serayu Watershed Downstream, Adipala District, Cilacap Regency. The study was conducted in December 2021 to March 2021 in Adipala District, Cilacap Regency and the Land and Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study method was conducted by determining 11 sample points by the making of SLH (Homogeneous Land Unit) map with a scale of 1:50.000 by overlaying the Adipala Disctrict Administration Map, the Soil Type Map, the Slope Map, and the Land Use Map. Soil sampling was carried out in a composite manner at each observation location. Soil sampling was carried out during the vegetative period at the age of 45-50 days. The main research variables were pH H2O, pH KCl, DHL, redox potential, soil total N, available P, and rice yields. The addition variables is climatic conditions, field capacity and permanent withered point. The results showed that the available of nitrogen nutrients and P-available soil had a very high value in Adipala District. The correlation results show that some soil chemical characters have a very low to low correlation with the availability of N and P nutrients. Rice varieties in Adipala District are Logawa, Situ Bagendit, Inpari 42, Ciherang, TW, and IR-64. The climatic conditions in Adipala District are suitable for rice cultivation. Recommendations for N fertilization are not needed in the next growing season because the N nutrient status is already very high. Recommendations for P fertilization only at SLH 1 at point 3 with soil types associated with humus and gray alluvial there are recommendations for fertilization of 21,6 kg P 2 O 5 /ha or equivalent to 59,9 kg SP-36/ha | |
| 30764 | 34106 | A1D017177 | OPTIMASI DOSIS NITROGEN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI HIBRIDA (Oryza sativa L.) INDONESIA | Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengkaji pengaruh dosis N terhadap variabel pertumbuhan dan hasil pada tanaman padi hibrida. Penelitian dilaksanakan di Experimental farm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Laboratorium Agrohorti Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan mulai Februari 2021 sampai Juni 2021. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor percobaan. Faktor pertama adalah 3 varietas padi hibrida yaitu V0 (Mapan P-05), V1 (Intani 602) dan V2 (SL-8SHS). Faktor kedua adalah 3 dosis pupuk N yaitu N0 (0 kg/ha), N1 (100 kg/ha) dan N3 (200 kg/ha). Hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan dan apabila hasilnya berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas padi hibrida yang digunakan responsif terhadap pemberian dosis pupuk N pada variabel pertumbuhan dan hasil tanaman serta interaksi antara varietas padi hibrida dengan pemberian dosis pupuk N menunjukkan respon yang signifikan. | The aim of this study was to examine the effect of the dose of N on growth and yield variables in hybrid rice plants. The research was carried out at Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and Agrohorti Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research was conducted from February 2021 to June 2021. The experimental design used was a Completely Randomized Block Design which consisted of 2 experimental factors. The first factor is 3 hybrid rice varieties, namely V0 (Mapan P-05), V1 (Intani 602) and V2 (SL-8SHS). The second factor is 3 doses of N fertilizer, namely N0 (0 kg/ha), N1 (100 kg/ha) and N3 (200 kg/ha). The results of observations were analyzed using analysis of variance to determine the effect of treatment and if the results were significantly different thenfurther tested Duncan's Multiple Range Test (DMRT) waswith a significance level of 5%. The results showed that the hybrid rice variety used was responsive to the dose of N fertilizer on the growth and yield variables and the interaction between the hybrid rice variety and the dose of N fertilizer showed a significant response. | |
| 30765 | 34115 | A1D017207 | REGENERASI DAN AKLIMATISASI TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) HASIL INDUKSI MUTASI DENGAN RADIASI SINAR GAMMA | Nilam merupakan salah satu tanaman aromatic penghasil minyak yang memiliki kemampuan mengikat minyak atsiri lainnya. Tanaman nilam yang banyak dibudidayakan di Indonesia umumnya diperbanyakan secara vegetatif sehingga menyebabkan keragaman genetiknya menjadi sempit. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keragaman genetik nilam adalah melalui induksi mutasi dengan iradiasi sinar gamma yang dikombinasikan dengan proses kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan regenerasi tunas nilam hasil iradiasi sinar gamma secara in vitro hingga mengetahui keragaman genetik yang terbentuk berdasarkan morfologi dan kecepatan tumbuh tanaman di rumah kaca. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diuji yaitu 3 dosis radiasi (0 Gy, 20+40 Gy dan 60+80 Gy), media regenerasi dan media induksi akar. Pengamatan morfologi dilakukan berdasarkan karakter kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SAS ver. 9.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian dosis iradiasi mempengaruhi kemampuan hidup, pertumbuhan, perkembangan dan keragaman morfologi tanaman baik selama proses in vitro maupun di rumah kaca. Keragaman paling banyak dihasilkan oleh dosis iradiasi 20+40 Gy. | Patchouli is one of the aromatic oil-producing plants that can bind other essential oils. Patchouli plants that are widely cultivated in Indonesia are generally propagated vegetatively, causing the genetic diversity to be narrow. Efforts made to increase the genetic diversity of patchouli are through mutation induction with gamma-ray irradiation combined with tissue culture processes. This study aims to determine the regeneration ability of patchouli shoots resulting from in vitro gamma-ray irradiation to determine the genetic diversity formed based on the morphology and speed of plant growth in the greenhouse. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) method. Factors tested were 3 radiation doses (0 Gy, 20+40 Gy, and 60+80 Gy), regeneration medium, and root induction medium. Morphological observations were made based on quantitative and qualitative characters. The data obtained were analyzed using the SAS ver. 9.0. The results of this study indicate that the dose of irradiation affects the viability, growth, development, and diversity of plant morphology both during the in vitro process and the greenhouse. The greatest diversity was produced by the irradiation dose of 20+40 Gy. | |
| 30766 | 34150 | A1G018001 | PENGARUH MINAT BELI DAN DAYA BELI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BUAH DAN SAYUR DI PASAR KOTA PEMALANG | Pasar Kota Pemalang merupakan salah satu pasar tradisional di Kabupaten Pemalang yang menawarkan berbagai bahan pokok terutama hasil pertanian seperti buah dan sayuran. Buah dan sayuran merupakan bahan pangan, yang manfaatnya baik untuk kesehatan. Pada masa pandemi seperti ini peran buah dan sayuran sangat penting, karena untuk menjaga imunitas tubuh. Sikap konsumen terbentuk dari kecenderungan konsumen melakukan sesuatu tindakan terhadap obyek, tindakan konsumen tersebut untuk menilai suatu obyek yang diminatinya untuk dimiliki. Minat beli merupakan bagian dari komponen perilaku konsumen dalam sikap mengonsumsi, dan kecenderungan konsumen untuk bertindak sebelum akhirnya benar-benar melaksanakan keputusan pembelian. Daya beli merupakan kemampuan seseorang untuk mendapatkan barang atau produk yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui adanya pengaruh minat beli terhadap keputusan pembelian, 2) Mengetahui adanya pengaruh daya beli terhadap keputusan pembelian. Penelitian dilaksanakan di Pasar Kota Pemalang pada tanggal 17 Mei s.d 7 Juni 2021. Sasaran penelitian ini adalah konsumen yang mengunjungi Pasar Kota Pemalang yang membeli buah dan sayuran. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling yang melibatkan 96 orang responden. Pengujian instrumen penelitian dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan software SPSS dan teknik analisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari analisis SmartPLS, variabel minat beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 43%. Variabel daya beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 40%. Minat dan daya beli tidak bisa terlepas dari komponen perilaku konsumen, karena keduanya akan mempengaruhi keputusan akhir konsumen terhadap pembelian produk. | Pemalang City Market is one of the traditional markets in Pemalang Regency that offers a variety of basic ingredients, especially agricultural products such as fruits and vegetables. Fruits and vegetables are food ingredients, which are good for health. During a pandemic like this, the role of fruits and vegetables is very important, because they are to maintain the body's immunity. Consumer attitudes are formed from the tendency of consumers to take action on an object, the consumer's action is to assess an object that he is interested in having. Purchase intention is part of the component of consumer behavior in consuming attitudes, and the tendency of consumers to act before actually carrying out a purchase decision. Purchasing power is a person's ability to get the desired goods or products. This study aims to: 1) Knowing the Purchase intention on purchasing decisions, 2) Knowing the influence of purchasing power on purchasing decisions. This study was conducted at Pemalang City Market on 17 May to 7 June 2021. The target of this research is consumers who visit Pemalang City Market who buy fruits and vegetables. Sampling was done by accidental sampling method which involved 96 respondents. Testing of research instruments is done by testing the validity and reliability tests. The analysis technique uses SPSS and SmartPLS software. The results showed that from the SmartPLS analysis, the Purchase intention variable had a positive and significant effect on purchasing decisions by 43%. The purchasing power variable has a positive and significant effect on purchasing decisions by 40%. Interest and purchasing power can not be separated from the components of consumer behavior, because both will affect the consumer's final decision to purchase the product. | |
| 30767 | 34107 | K1B017053 | SIFAT-SIFAT MODUL R^n ATAS RING MATRIKS M_(n×n) (R) | Skripsi ini membahas sifat-sifat modul R^n atas ring matriks M_(n×n) (R) yang berkaitan dengan modul torsi, modul prima, modul perkalian, dan modul faithful. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa modul R^n atas ring matriks M_(n×n) (R) merupakan modul torsi sebab setiap elemen dari R^n merupakan elemen torsi. Modul R^n juga merupakan modul prima karena singleton dengan elemennya adalah elemen nol dari R^n merupakan submodul prima. Selain itu, modul R^n atas ring matriks M_(n×n) (R) juga merupakan modul perkalian karena terdapat ideal presentasi I=M_(n×n) (U) dengan U adalah ideal di ring R, tetapi modul R^n bukan merupakan modul faithful sebab annihilator dari R^n tidak hanya memuat elemen nol dari ring matriks M_(n×n) (R). | This research discusses the properties of the R^n module over the matrix ring M_(n×n) (R) related to the torsion module, prime module, multiplication module, and faithful module. The results of the study concluded that R^n module over the matrix ring M_(n×n) (R) is a torsion module because each element of R^n is a torsion element. The R^n module is also a prime module because singleton set containing the zero element of R^n is a prime submodule. In addition, the R^n module over the matrix ring M_(n×n) (R) is also a multiplication module because there exists an ideal presentation I=M_(n×n) (U)where U is an ideal of ring R, but the R^n module is not a faithful module because Annihilatorof R^n does not contain only zero element of the matrix ring M_(n×n) (R). | |
| 30768 | 34108 | L1C017042 | Clustering Sebaran Gastropoda Berdasarkan Tingkat Kerapatan Mangrove di Pantai Utara Jakarta | Kawasan mangrove Pantai Utara Jakarta merupakan habitat bagi berbagai macam jenis gastropoda. Namun gastropoda yang hidup di kawasan tersebut juga terkena dampak negative pencemaran dan kerusakan ekosistem mangrove, sehingga jumlahnya semakin lama semakin berkurang. Kerusakan mangrove di kawasan mangrove Pantai Utara Jakarta berdampak pada turunnya produktifitas perairan dan secara tidak langsung mempengaruhi kondisi biota – biota yang hidup sebagai indikasi kelestarian ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kerapatan vegetasi mangrove, mengetahui jenis dan sebaran gastropoda serta mengetahui clustering gastropoda pada vegetasi mangrove di Pantai Utara Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey untuk mendapatkan data kerapatan mangrove, data gastropoda, dan data parameter perairan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa kerapatan mangrove di Pantai Utara Jakarta termasuk dalam kriteria jarang hingga sedang (740 – 1.800 indv/ha). Jenis gastropoda yang ditemukan yaitu Cassidula angulifera, Cassidula aurisfelis, Cassidula plecotrematoides, Cassidula rugata, Ellobium aurisjudae, Ellobium gangeticum, Pythia plicata, Cerithidea obtusa, Cerithidea quoyii, Melanoides tuberculata, Nassarius reticulatus, Neritina violacea, dan Pila ampullacea. Pola sebaran gastropoda termasuk dalam pola sebaran merata (0 – 0,87). Cluster stasiun gastropoda berdasarkan kerapatan mangrove terbentuk menjadi 2 pola cluster dan cluster spesies gastropoda berdasarkan kerapatan mangrove terbentuk menjadi 2 pola cluster. | The mangrove area of the North Coast of Jakarta is a habitat for various kinds of gastropods. However, the gastropods that live in the area are also negatively affected and damaged by the mangrove ecosystem, so that it is getting less and less. Damage to mangroves in the mangrove area of the North Coast of Jakarta has an impact on decreasing water productivity and indirectly affects the condition of the living biota as an indication of the preservation of the mangrove ecosystem. The purpose of this study was to determine the level of mangrove vegetation density, to determine of the type and distribution of gastropods, and to determine gastropod clustering in mangrove vegetation on the North Coast of Jakarta. The method used in this research is a survey method to obtain mangrove density data, gastropod data, and water parameter data. Based on research that has been done that the density of mangroves on the North Coast of Jakarta is included in the criteria of rare to moderate (740 – 1.800 indv/ha). The types of gastropod found were Cassidula angulifera, Cassidula aurisfelis, Cassidula plecotrematoides, Cassidula rugata, Ellobium aurisjudae, Ellobium gangeticum, Pythia plicata, Cerithidea obtusa, Cerithidea quoyii, and Melanoidessarius tuberculata. The distribution pattern of gastropods is included in the uniform distribution pattern (0 – 0,87). Clusters of gastropod stations based on mangrove density are formed into 2 cluster patterns and clusters of gastropod species based on mangrove density are formed into 2 cluster patterns. | |
| 30769 | 34109 | D1A017015 | PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PENYIMPANAN SPERMATOZOA TERHADAP MOTILITAS DAN FERTILITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus) | Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Terapan, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada 15 Mei sampai dengan 9 Juli 2021. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis konsentrasi dan lama penyimpanan spermatozoa ayam kampung yang berbeda terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam kampung. Materi yang digunakan adalah spermatozoa ayam segar yang berasal dari 10 ekor pejantan ayam kampung berumur 1-1,5 tahun. Penelitian ini terdiri dari 2 rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk motilitas dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk fertilitas dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah K1W1 = 50 juta sel spermatozoa/ml waktu 0 jam K1W2 = 50 juta sel spermatozoa/ml waktu 2 jam, K2W1 = 100 juta sel spermatozoa/ml waktu 0 jam, K2W2 = 100 juta sel spermatozoa/ml waktu 2 jam, K3W1 = 150 juta sel spermatozoa/ml waktu 0 jam dan K3W2 = 150 juta sel spermatozoa/ml waktu 2 jam. Hasil Penelitian diketahui bahwa perbedaan konsentrasi dan lama penyimpanan spermatozoa tidak menunjukkan interaksi yang berpengaruh terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam kampung (P>0,05). Konsentrasi 150 juta spermatozoa dan lama simpan 0 jam menunjukkan nilai motilitas dan fertilitas paling tinggi. | This research was conducted at the Laboratory of Applied Livestock Physiology and Reproduction and experimental farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from May 15 to July 9, 2021. The purpose of this study was to study the effect of concentration and storage duration of different kampung rooster semen on motility and fertility. The material used was fresh kampung rooster semen, taken from 10 kampung rooster males with age ranging 1-1.5 years. This study consisted of 2 experimental designs, namely a Randomized Block Design (RBD) for motility, and a Completely Randomized Design (CRD) for fertility with 6 treatment combinations and 4 replications. The treatments were K1W1 = 50 million spermatozoa cells/ml for 0 hours, K1W2 = 50 million spermatozoa cells/ml for 2 hours, K2W1 = 100 million spermatozoa cells/ml for 0 hours, K2W2 = 100 million spermatozoa cells/ml for 2 hours , K3W1 = 150 million spermatozoa cells/ml at 0 hours and K3W2 = 150 million spermatozoa cells/ml at 2 hours. The results showed that the difference in concentration and storage duration of spermatozoa did not show an interaction that affected the motility and fertility of kampung rooster spermatozoa (P> 0.05). The concentration of 150 million spermatozoa and storage duration life of 0 hours showed the highest motility and fertility values. | |
| 30770 | 34110 | E1A017046 | HAK CUTI TAHUNAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2018 TENTANG MANAJEMEN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA | Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menurut Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja diberikan hak cuti tahunan yang diberikan kepada PPPK namun belum terdapat ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian cuti tahunan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian bertipe yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif yang data bersumber dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang dikumpulkan dengan metode kepustakaan dan disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis, logis dan rasional dengan metode analisis data berupa analitis kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa PPPK yang berhak mendapat cuti tahunan adalah PPPK yang telah sesuai dengan kriteria masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun atau masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun dengan alasan tertentu dengan mekanisme mengajukan permohonan cuti tahunan secara tertulis kepada Pejabat Pembina Kepegawaian. | Government Employees With Work Agreements (PPPK) is part of the State Civil Apparatus (ASN), which according to Government Regulation Of Republic Of Indonesia Number 49 Of 2018 Concerning Management Of Government Employees With Work Agreements (PPPK) are given annual leave rights, but there are no further provisions regarding procedures for granting annual leave. This research is normative juridical research with descriptive specifications where data comes from primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Those data are collected using the literature method and presented as narrative texts arranged in systematic, logical, and rational manner with data analysis methods in the form of qualitative analysis. The result of this study conclude that PPPK who are entitled to annual leave are those who have met the criteria for a period of work of more than 1 (one) year or a period of service of less than 1 (one) year. They could apply for their annual leave by submitting a written request to the staffing officer. | |
| 30771 | 34111 | C1A014039 | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Salak Pondoh Di Kabupaten Banjarnegara (Studi Kasus: Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara). | Judul penelitian ini adalah Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Salak Pondoh di Kabupaten Banjarnegara (Studi Kasus: Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan, luas lahan, pengalaman, umur pohon, dan harga terhadap pendapatan petani salak pondoh di Desa Kaliurip secara bersama-sama maupun parsial. Responden dalam penelitian ini adalah petani salak pondoh di Desa Kaliurip Kecamatan Madukara. Jumlah responden penelitian ini adalah 86 responden. Teknik Analisis penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda. | The title of this reasearch is Factors Affecting the Income of Salak Pondoh Farmers in Banjarnegara Regency (Case Study: Kaliurip, Madukara). This study intends to determine the effect of education, land area, experience, tree age, and price on the income of salak pondoh farmers in Kaliurip Village by together also partially. Respondents of this research are salak pondoh farmers in Kaliurip Village, Madukara District. The total respondents of this research are 86 respondents. Analysis Technical of this research is multiple linear regression analysis method. | |
| 30772 | 34112 | L1A016041 | PRODUKSI, NILAI PRODUKSI DAN MARGIN PEMASARAN IKAN LAYANG (Decapterus sp.) YANG DITANGKAP DENGAN PURSE SEINE DI TEMPAT PELELANGAN IKAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN | Ikan layang (Decapterus sp.) merupakan ikan yang bernilai ekonomis penting dan menjadi komoditas unggulan di Kota Pekalongan. Sehingga perlu adanya pengkajian terkait hasil produksi dan pemasaran Ikan Layang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produksi, nilai produksi, rantai pemasaran dan margin pemasaran ikan layang yang ditangkap dengan purse seine dan didaratkan di TPI PPN Pekalongan. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan produksi ikan layang di TPI PPN Pekalongan mencapai 38.963 kg dengan nilai produksi sebesar Rp. 985.990.000,00. Tahun 2021 hasil produksi total ikan layang mencapai 580 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 11.868.838.000,00 tiap tahun. Hasil produksi tertinggi selama 5 tahun terdapat pada tahun 2019 dengan produksi ikan sebesar 3.865 ton dan nilai produksi seberas Rp. 42.293.081.000,00. Rantai pemasaran ikan layang di TPI PPN Pekalongan terdiri dari dua saluran dari produsen hingga konsumen akhir. Hasil analisis Margin Pemasaran (MP) saluran I sebesar Rp. 8.500,00 tiap kilogram dan saluran II Rp. 12.000,00 tiap kilogram dengan nilai margin tertinggi berada pada industri pengolahan ikan layang sebesar Rp. 8.000,00. | Layang (Decapterus sp.) is the fish with important economic value and one of the leading commodities in Pekalongan. Therefore, there is a need for assessment of the production results and marketing of Layang in Fish Auction Place (TPI) on Nusantara Fisheries Port (PPN) Pekalongan. The purpose of this study was to determine the production result, production value, marketing chain and marketing margin of Layang (Decapterus sp.) caught by purse seine at TPI PPN Pekalongan. The method used a survey method with simple random sampling. The results of this study obtained the production from Layang at TPI PPN Pekalongan during the study reached 38,963 kg with production value Rp. 985.990.000,00. In 2021 the total production of Layang could reach 580 tons with a production value of Rp. 11.868.838.000,00 every year. The last 5 years, the highest production results in 2019 with the production of 3,865 tons and production value of Rp. 42.293.081.000,00. The marketing chain of Layang at TPI PPN Pekalongan consist of two channels where from fisherman to comsumers. Marketing Margin analysis for channel I of Rp. 8.500,00 every kilogram and channel II of Rp. 12.000,00 every kilogram. The highest Margin on fish factory with value of Rp. 8.000,00. | |
| 30773 | 34113 | L1A016043 | PRODUKSI, NILAI PRODUKSI DAN MARGIN PEMASARAN IKAN LAYUR (Trichiurus savala) YANG DITANGKAP DENGAN PURSE SEINE DAN DIDARATKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN | Produksi dan nilai produksi yang didapatkan pada peneliti merupakan hasil tangkapan ikan layur dengan kapal tangkap yang menggunakan alat tangkap Purse seine. Jumlahproduksi ikan hasil tangkapan akan tergantung dari musim dan jumlah trip yang berangkat melaut. Nelayan melakukan penjualan ikan dengan sistem lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui produksi, nilai produksi, rantai pemasaran dan margin pemasaran ikan layur yang didaratkan di TPI PPN Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan, jumlah produksi ikan layur (Trichiurus savala) di TPI PPN Pekalongan selama penelitian mencapai 2.642 kg dan mendapat nilai produksi mencapai Rp. 38.083.261,00. Untuk jumlah produksi pada tahun 2021 mencapai 28.106 kg/tahun dan memiliki nilai produksi sebesar . Rp. 63.460.833,00/tahun. Rantai pemasaran ikan layur di TPI PPN Pekalongan terbagi menjadi dua saluran. Kemudian nilai margin pemasaran ikan layur dari nelayan sampai ke konsumen mendapat nilai Margin Pemasaran (MP) sebesar Rp. 9.500,00 untuk saluran I dan Rp. 12.000,00 untuk saluran II. Nilai margin pemasaran tertinggi terdapat pada industri pengolahan sebesar Rp. 6.000,00. | The production and production values obtained by the researchers are the results of catching fish with fishing boats using Purse seine fishing gear. The amount of fish caught will depend on the season and the number of trips that go to sea. Fishermen sell fish using an auction system at the Fish Auction Place (TPI). The purpose of this study was to determine the production, production value, marketing chain and marketing margins of Layur fish landed at TPI PPN Pekalongan. The method used is descriptive quantitative and qualitative methods. The sampling technique used is simple random sampling. The results of this study indicate that the total production of Layur fish (Trichiurus savala) at the Fish Auction Place (TPI) of PPN Pekalongan during the study reached 2,642 kg and the production value reached Rp. 38,083,261.00. The total production in 2021 will reach 28,106 kg/year and has a production value of Rp.63,460,833.00/year. Layur fish marketing chain at Fish Auction Place (TPI) PPN Pekalongan is divided into two channels. Then the marketing margin value of Layur fish from producers/fishers to consumers gets a Marketing Margin (MP) value of Rp. 9,500.00 for channel I and Rp. 12,000.00 for channel II. The highest marketing margin value is found in the processing plant of Rp. 6,000.00. | |
| 30774 | 34114 | E1A017233 | Tanggung Jawab Hukum Psikolog Klinis dalam Pelayanan Psikologi Klinis | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum psikolog klinis dalam pelayanan psikologi klinis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), dan pendekatan analitis (analitycal approach). Spesifikasi dari penelitian ini adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil penelitian diketahui bahwa pengaturan mengenai tanggung jawab hukum psikolog klinis dalam pelayanan psikologi klinis telah menunjukkan sinkronisasi. Artinya, peraturan yang memiliki derajat lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang memiliki derajat lebih tinggi. Bentuk tanggung jawab hukum psikolog klinis dalam pelayanan psikologi klinis meliputi pertanggungjawaban mengganti kerugian yang merupakan tanggung jawab hukum perdata berdasarkan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengenai perbuatan melawan hukum yang terdapat pada Pasal 77 dan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, dan Pasal 58 Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan berdasarkan Pasal 1239 KUHPerdata mengenai wanprestasi. Tanggung jawab hukum pidana terdapat pada Pasal 84, Pasal 85, Pasal 86 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Pasal 190 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tanggung jawab hukum administrasi terdapat pada Pasal 13 ayat (2) Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Tahun 2019, Pasal 31 dan 33 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/11/M.PAN/5/2008 tentang Jabatan Fungsional Psikologi Klinis dan Angka Kreditnya, Pasal 25 ayat (2) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 45 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Psikolog Klinis, Pasal 82 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, dan Pasal 188 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. | This study aims to determine the synchronization of settings and forms of legal responsibility of clinical psychologists in clinical psychology services. This study uses a normative juridical research method. The approach method used is a statue approach, a conceptual approach, and an analytical approach. The specifications of this research are an inventory of laws and regulations, legal synchronization, and legal findings in concreto. The type of data used is secondary data obtained from literature study. The results showed that the regulation regarding the legal responsibilities of clinical psychologists in clinical psychology services has shown synchronization. This means that regulations with lower degrees do not conflict with regulations with higher degrees. Forms of legal responsibility for clinical psychologists in clinical psychology services include liability for compensation which is a civil law liability based on Article 1365 of the Civil Code regarding unlawful acts contained in Article 77 and Article 78 of Law Number 36 of 2014 concerning Labor Health, and Article 58 of Law No.36 of 2009 concerning Health and based on Article 1239 of the Civil Code regarding defaults. Criminal liability is contained in Article 84, Article 85, Article 86 of Law Number 36 of 2014 concerning Health Workers and Article 190 of Law No. 36 of 2009 concerning Health. Administrative legal responsibilities are contained in Article 13 paragraph (2) of the Articles of Association/ Bylaws (AD/ART) of the Indonesian Psychological Association (HIMPSI) of 2019, Articles 31 and 33 of the Regulation of the Minister of State for Empowerment of State Apparatus Number: PER/11/M. PAN/5/2008 concerning Clinical Psychology Functional Positions and Credit Scores, Article 25 paragraph (2) Regulation of the Minister of Health Number 45 of 2017 concerning Permits and Implementation of Clinical Psychologists Practice, Article 82 of Law Number 36 of 2014 concerning Health Workers, and Article 188 Law Number 36 Year 2009 concerning Health. | |
| 30775 | 34116 | A1D017055 | PENGARUH MACAM DAN DOSIS PUPUK NZEO-SR-PLUS TERHADAP KARAKTERISTIK AGRONOMI PERTUMBUHAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) PADA TANAH ENTISOL DI JETIS, CILACAP | Penelitian ini bertujuan mendapatkan macam pupuk N slow release terbaik untuk mendukung pertumbuhan padi dan juga dosis optimal pada masing-masing jenis pupuk N untuk pertumbuhan padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Januari 2021 di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah macam pupuk N yaitu P1 (Urea), P2 (NZeo-SR-Plus coating 1%) dan P3 (NZeo-SR-Plus coating 3%). Faktor kedua adalah dosis pupuk N dengan 3 taraf perlakuan yaitu N0 (dosis 0 kg/ha N), N1 (dosis 100 kg/ha N) dan N2 (dosis 200 kg/ha N). Variabel yang diamati meliputi 7 pertumbuhan tanaman yaitu: tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, efisiensi agronomis, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk NZeo-SR-Plus dapat menjadi pupuk alternatif pengganti pupuk Urea dan NZeo-SR-Plus coating 3% dinilai lebih baik untuk mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Dosis pupuk optimal pada macam pupuk N di setiap variabel pengamatan masih dapat meningkat lebih dari 200 kg/ha N kecuali pada jumlah anakan per rumpun. Jumlah anakan per rumpun tertinggi diperoleh dengan dosis 137,76 kg/ha N. | This study aims to obtain the best type of slow release N fertilizer to support rice growth and also the optimal dose of each type of N fertilizer for rice growth. The research was carried out from August 2020 to January 2021 in Jetis Village, Nusawungu District, Cilacap Regency and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study used a completely randomized block design (RAKL) consisting of two factors. The first factor is the type of N fertilizer, namely P1 (Urea), P2 (NZeo-SR-Plus coating 1%) and P3 (NZeo-SR-Plus coating 3%). The second factor was the dose of N fertilizer with 3 treatment levels, namely N0 (dose of 0 kg/ha N), N1 (dose of 100 kg/ha N) and N2 (dose of 200 kg/ha N). The variables observed included 7 plant growth, namely: plant height, number of tillers per clump, agronomic efficiency, root length, plant fresh weight, plant dry weight, shoot dry weight and root dry weight. The results showed that the use of NZeo-SR-Plus fertilizer can be an alternative fertilizer to substitute Urea fertilizer and NZeo-SR-Plus coating 3% is considered better in influencing plant growth. The optimal dose of fertilizer for the type of N fertilizer in each observation variable still tends to increase by more than 200 kg/ha N except for the number of tillers per clump. The highest number of tillers per clump was obtained at a dose of 137.76 kg/ha N. | |
| 30776 | 34212 | F1D017051 | Politik Uang dan Perilaku Memilih Masyarakat Kecamatan Cilongok Dalam Pemilihan Kepala Daerah Banyumas Tahun 2018 | Politik uang merupakan media transaksional bagi kandidat dan pemilih untuk saling menguntungkan dalam pemilu atau suksesi kepemimpinan lainya. Kondisi yang saling menguntungkan tersebut justru membuat nilai-nilai demokrasi dalam pemilu menjadi luntur karena dengan uang mencederai kejujuran, sportifitas persaingan serta menimbulkan persaingan yang tidak adil bagi calon-calon yang lain. Praktik politik uang tersebut juga terjadi saat pemilihan kepala daerah Banyumas 2018 oleh kedua pasangan calonya yaitu baik pasangan calon nomor urut 1 Drs. H. Mardjoko, M.M /Dr. Ir. H Ifan Haryanto dan pasangan calon nomor urut 2 Ir. H Achmad Husein/Drs. H. Sadewo Tri Lastono. Jumlah penduduk kecamatan Cilongok termasuk paling banyak di Banyumas sehingga di kecamatan Cilongok juga menyumbangkan suara yang paling banyak pada PILKADA Banyumas 2018 dan juga politik uang masih massif terjadi di Kecamatan Cilongok. Sehingga politik uang yang terjadi Kecamatan Cilongok menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan dengan perspektif strukturalisme, serta metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Kemudian, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis data interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah pola politik uang yang sering dilakukan oleh calon kandidat berupa Vote Buying (politik uang) dan juga Club Goods (barang kelompok). Vote Buying paling sering digunakan di daerah Kecamatan Cilongok pada Pilkada Banyumas 2018. Dalam penelitian ini imbalan yang diberikan kepada masyarakat yang memiliki hak pilih dibagikan dua minggu menjelang pemungutan suara atau bisa juga dalam waktu menjelang hari H pencoblosan nominal yang diberikan para pasangan calon tersebut berkisar 25-100 ribu rupiah dan barang berupa sebungkus rokok sedangkan pola Club Goods (barang kelompok) berupa penyewaan tenda dengan harga dibawah pasaran dan juga renovasi masjid. Sasaran transaksi pembelian suara pada Pilkada banyumas 2018 bukan hanya pada perorangan yang sembunyi-sembunyi saja melainkan dengan cara terang-terangan melalui kelompok-kelompok hajatan, pengajian dan sebagainya. Politik Uang memang sangat jelas memberikan pengaruh dalam bentuk partisipasi politik untuk melakukan pemilihan dalam pilkada Banyumas 2018. Tetapi belum dalam memastikan apakah calon yang memberikan uang atau barang yang mendapatkan suara dari pemilih tersebut bahkan ketika pemilihan masyarakat dapat menjatuhkan pilihannya pada kandidat yang lain. politik uang yang diberikan oleh kedua pasangan calon maupun timses menimbulkan sikap masyarakat yang kurang setuju dengan adanya pemberian uang maupun barang namun sudah menjadi budaya yang sulit dihilangkan. Sikap maupun pandangan masyarakat kecamatan cilongok bagi pemilih perempuan jauh lebih kritis dibandingkan pemilih laki-laki. | Money politics is a transactional medium for candidates and voters to benefit each other in elections or other leadership successions. This mutually beneficial condition actually makes democratic values in the election fade because money hurts honesty, competitive sportsmanship and creates unfair competition for other candidates. The practice of money politics also occurred during the 2018 Banyumas regional head election by the two candidate pairs, namely candidate pair number 1 Drs. H. Mardjoko, M.M /Dr. Ir. H Ifan Haryanto and candidate pair number 2 Ir. H Achmad Husein/Drs. H. Sadewo Tri Lastono. The population of the Cilongok sub-district is the largest in Banyumas so that in the Cilongok sub-district also contributed the most votes in the 2018 Banyumas PILKADA and money politics is still massive in Cilongok District. So that the money politics that occurred in Cilongok District is interesting to study. This study uses a constructivism paradigm and with a structuralism perspective, and the method used is a qualitative research method. Then, the approach used is a case study approach. The informant selection technique used purposive sampling and snowball sampling methods. While the data collection techniques used in-depth interviews, observation, and documentation studies. The data analysis technique used is to use interactive data analysis techniques. As for the validity of the data using data triangulation techniques. The results of this study are patterns of money politics that are often carried out by prospective candidates in the form of Vote Buying (money politics) and also Club Goods (group goods). Vote Buying is most often used in the Cilongok District area in the 2018 Banyumas Pilkada. In this study, the rewards given to people who have the right to vote are distributed two weeks before voting or it could be in the time before the D day of voting, the nominal given by the candidate pairs is around 25 -100 thousand rupiah and goods in the form of a pack of cigarettes, while the Club Goods pattern (group goods) is in the form of renting tents at below market prices and also renovation of mosques. The target of vote-buying transactions in the 2018 Banyumas Pilkada is not only individuals who covertly but openly through celebration groups, recitations and so on. Money politics is very clear in giving influence in the form of political participation to conduct elections in the 2018 Banyumas election. The money politics given by the two pairs of candidates and the Timses has led to public attitudes that do not agree with the provision of money or goods, but it has become a culture that is difficult to remove. The attitudes and views of the Cilongok sub-district community for female voters are far more critical than male voters. | |
| 30777 | 34133 | A1D017053 | PENGARUH PUPUK SILIKA ALAMI (Si) TERHADAP KETAHANAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DARI PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) PADA TANAH INCEPTISOL | Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan satu dari komoditas hortikultura yang penting di Indonesia. Pertumbuhan dan produksi bawang merah sering terhambat oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Satu dari beberapa OPT yang sering dijumpai di pertanaman bawang merah adalah Fusarium oxysporum yang menyebabkan penyakit moler pada bawang merah. Pemupukan silika diketahui dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan ketahanan tanaman terhadap serangan OPT. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui jenis pupuk silika alami yang efektif untuk meningkatkan ketahanan tanaman bawang merah terhadap penyakit moler di tanah inceptisol; (2) mengetahui dosis pupuk silika alami yang efektif untuk meningkatkan ketahanan tanaman bawang merah terhadap penyakit moler di tanah inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2020 sampai Juni 2021 di screen house Fakultas Pertanian, Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian. Penelitian ini merupakan penelitian di polybag dengan tujuh perlakuan yaitu: tanpa pupuk Si (kontrol); dipupuk zeolit 5 g/tanaman (P1D1); dipupuk bagasse 5 g/tanaman (P2D1); dipupuk zeolit+bagasse 5 g/tanaman (P3D2); dipupuk zeolit 10 g/tanaman (P1D2); dipupuk bagasse 10 g/tanaman (P2D2); dipupuk zeolit+bagasse 10 g/tanaman (P3D2) dan diulang 3 kali sehingga total ada 21 unit percobaan yang disusun secara Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi kejadian penyakit, jumlah mikroba tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot tanaman segar, bobot umbi segar, bobot tanaman kering dan bobot umbi kering. Hasil penelitian menunjukkan pemupukan silika alami yang dibuat dari zeolit atau bagasse tidak berpengaruh secara nyata pada semua variabel yang diamati, namun ada kecenderungan penurunan pada variabel kejadian penyakit dan peningkatan pada variabel jumlah mikroba tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot umbi segar, bobot tanaman kering dan bobot umbi kering. | Shallot (Allium ascalonicum L.) is one of important horticultural commodities in Indonesia. The growth and production of shallots are hampered due to attacks by plant pest organisms (PPO). One of pests that are found in shallot crops is Fusarium oxysporum which causes moler disease in shallots. Silica fertilization is known to increase plant productivity and plant resistance to pest attacks. This study aims to: (1) determine the type of natural silica fertilizer that is effective for increasing the resistance of shallot plants to moler disease in inceptisol soils; (2) determine the effective dose of natural silica fertilizer to increase the resistance of shallot plants to moler disease in inceptisol soil. This research was carried out from August 2020 to June 2021 at the screen house of the Faculty of Agriculture, Soil Science Laboratory of the Faculty of Agriculture, and the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture. This study was experiment in polybags. That are seven treatments consisted of: no Si fertilizer application (Control); zeolite application 5 g/polybag (P1D1); bagasse application 5 g/polybag (P2D1); zeolite+bagasse application 5 g/polybag (P3D2); zeolite application 10 g/polybag (P1D2); bagasse application 10 g/polybag (P2D2); zeolite+bagasse application 10 g/polybag (P3D2) and repeated 3 times so that there were a total of 21 experimental units arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD). Observed variables in this study were disease incidence, number of soil microbes, plant height, number of leaves, number of tillers, fresh weight of plants, fresh weight of bulbs, dry weight of plants and dry weight of bulbs. Results showed that natural silica fertilization made from zeolite or bagasse had no significant effect on all observed variables, but there was a tendency to decrease the incidence of disease and increase the number of soil microbes, plant height, number of leaves, fresh weight of plants, fresh weight of bulbs, dry weight of plants and dry weight of bulbs. | |
| 30778 | 33971 | J1C015035 | Representasi Kawaii dan Omotenashi pada Yuru-kyara Prefektur Nara (Analisis Semiotika Roland Barthes) | Yuru-kyara merupakan salah satu jenis maskot di Jepang yang dibuat untuk mempromosikan acara pemerintahan daerah, revitalisasi desa/kota/provinsi, dan lembaga atau instansi pemerintahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan makna semiotika pada yuru-kyara prefektur Nara, serta menginterpretasikan konsep kawaii dan omotenashi yang terdapat pada yuru-kyara tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian interpretatif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode baca, simak, catat (BSC) dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis data interaktif Miles dan Huberman, dengan sumber data dari website localchara.jp. Data berupa gambar dan foto dari yuru-kyara Sento kun, Manto kun, Na-ra chan, Renka chan, Narakkii, dan Nakkyon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masing-masing yuru-kyara prefektur Nara yang dianalisis, terdapat makna denotasi, konotasi, dan mitos di dalamnya. Selain itu juga pada masing-masing yuru-kyara prefektur Nara, terdapat 7 indikator kawaii dan 2 indikator omotenashi pada Sento kun, 6 indikator kawaii dan 3 indikator omotenashi pada Manto kun, 5 indikator kawaii dan 3 indikator omotenashi pada Na-ra chan, 6 indikator kawaii dan 3 indikator omotenashi pada Renka chan, 4 indikator kawaii dan 2 indikator omotenashi pada Narakkii, serta 5 indikator kawaii dan 2 indikator omotenashi pada Nakkyon. | Yuru-chara is one of a type of mascot in Japan that created to promote local government events, revitalization of villages, cities, or provinces, and government institutions. The purpose of this study is to describe the semiotic meanings of yuru-chara in Nara Prefecture, and to interpret the kawaii and omotenashi concepts that contained in that yuru-chara. This research is a qualitative interpretive research with data collection techniques using read, listen, note-taking techniques (BSC) and literature study research. The data analysis technique using Miles and Huberman’s interactive analysis technique with the data source from localchara.jp website. The data in this study are pictures and photos of yuru-chara Sento kun, Manto kun, Na-ra chan, Renka chan, Narakkii, and Nakkyon. The results of the analysis showed that in every yuru-chara of Nara Prefecture that has been analyzed, there are denotative, connotative, and myth meanings in it. In addition, the results found that there are 7 kawaii indicators and 2 omotenashi indicators on Sento kun, 6 kawaii indicators and 3 omotenashi indicators on Manto kun, 5 kawaii indicators and 3 omotenashi indicators on Na-ra chan, , 6 kawaii indicators and 3 omotenashi indicators on Renka chan, , 4 kawaii indicators and 2 omotenashi indicators on Narakkii, and 5 kawaii indicators and 2 omotenashi indicators on Nakkyon. | |
| 30779 | 34117 | C1G017037 | FACTORS AFFECTING PARTICIPATION OF FISHERMEN’S CHILDREN TO CONTINUE SCHOOL | Penelitian ini berjudul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anak Nelayan Untuk Lanjut Sekolah di Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap”. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) menganalisis pengaruh tingkat pendapatan orang tua, jumlah tanggungan keluarga orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan kemampuan belajar anak di Kelurahan Tegalkamulyan, (2) menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap partisipasi anak nelayan untuk lanjut sekolah di Kelurahan Tegalkamulyan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis logistik. Jumlah responden terdiri dari 100 orang anak nelayan di Kelurahan Tegalkamulyan. Berdasarkan hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa variable tingkat pendapatan orang tua, jumlah tanggungan keluarga orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan kemampuan belajar anak secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi anak nelayan untuk lanjut sekolah di Kelurahan Tegalkamulyan. Sedangkan untuk hasil analisis secara parsial menunjukan bahwa jumlah tanggungan keluarga orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan kemampuan belajar anak berpengaruh secara positif dan signifikan. Untuk variabel tingkat pendapatan orang tua secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi anak nelayan untuk lanjut sekolah di Kelurahan Tegalkamulyan. | This research is entitled "Factors Affecting the Participation of Fisherman's Children to Continue School in Tegalkamulyan Sub-District, Cilacap Selatan District, Cilacap Regency". The purposes of this study are (1) to analyze the effect of parents' income level, number of dependents of parents' family, parents' education level, and children's learning ability in Tegalkamulyan Sub-District (2) to analyze the variables that have the most influence on the participation of fishermen's children to continue their education in Kelurahan Tegalkamulyan. Tegalkamulyan. The method used in this research is using questionnaires and interviews. The data analysis technique used is logistic analysis. The number of respondents consisted of 100 children of fishermen in Tegalkamulyan Sub-District. Based on the results of existing research, it shows that the variables of parents' income levels, number of dependents of parents' families, parents' education level, and children's learning abilities together have a positive and significant effect on the participation of fishermen's children to continue school in Tegalkamulyan Sub-District. Meanwhile, the results of the partial analysis show that the number of family dependents of parents, parents' education level, and children's learning abilities have a positive and significant effect. For the variable of the income level of parents, partially it does not have a significant effect on the participation of fishermen's children to continue school in Tegalkamulyan Sub-District | |
| 30780 | 34119 | F1D014039 | STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI PERIKANAN DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang strategi yang dilakukan dalam pengembangan industri perikanan oleh Pemerintahan Desa Beji dan menjelaskan faktor kontekstual yang mendasari digunakannya strategi pemberdayaan masyarakat tersebut di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik penetapan informan menggunakan purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awalnya industri perikanan di Desa Beji diinisiasi oleh masyarakat Desa Beji sendiri. Pemerintah Desa Beji lalu memberikan berbagai macam pelatihan salah satunya dengan sosialisasi pembuatan pakan ikan gurami, sosialisasi budidaya ikan yang baik, cara menjaga kualitas air, cara pembuatan kolam, dan cara merawat ikan, serta menyewakan sebagian lahan desa untuk dijadikan kolam pembenihan. Pengelolaan ikan diserahkan kepada masing-masing anggota kelompok petani ikan. Aktor-aktor yang berperan dalam pengembangan perikanan di Desa Beji antara lain Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), Pemerintah Desa Beji, Kementerian Perikanan dan Kelautan dalam hal ini Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas, dan kelompok eksternal dalam hal ini pihak bank yang memberikan kredit finansial bagi keberlangsungan budidaya perikanan. Aset sosial menjadi salah satu aset yang berperan penting dalam pengembangan industri perikanan Desa Beji, karena aset tersebut merupakan prakondisi bagi perkembangan ekonomi dan prasyarat mutlak bagi terciptanya tata pemerintahan yang baik dan efektif. Namun, penguasaan aset sosial yang dimiliki Pokdakan masih belum maksimal untuk memajukan kelompok petani ikan dan ada juga faktor-faktor yang menjadi pengaruh dalam dinamika pemberdayaan perikanan Desa Beji. | This article aims to describe and explain the strategies adopted in the development of the fishing industry by the Beji Village Government and explain the contextual factors that underlie the use of the community empowerment strategy in Beji Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. This research uses qualitative research method with informant determination technique using purposive and snowball sampling . Collecting data in this study through in-depth interviews, observation, and documentation studies. The results showed that at first the fishing industry in Beji Village was initiated by the Beji Village community themselves. The Beji Village Government then provided various kinds of training, one of which was by socializing the manufacture of gouramy fish feed, socializing good fish cultivation, how to maintain water quality, how to build a pond, and how to take care of fish, as well as renting out part of the village land to be used as a hatchery. Fish management is left to each member of the fish farmer group. Actors who play a role in the development of fisheries in Beji Village include the Fish Cultivation Group (Pokdakan), the Beji Village Government, the Ministry of Fisheries and Marine Affairs in this case the Fisheries and Livestock Service Office of Banyumas Regency, and external groups in this case the bank that provides financial credit. for the sustainability of aquaculture. Social assets are one of the assets that play an important role in the development of the fishing industry in Beji Village, because these assets are a precondition for economic development and an absolute prerequisite for the creation of good and effective governance. However, the control of social assets owned by Pokdakan is still not optimal for advancing fish farmer groups and there are also factors that influence the dynamics of fisheries empowerment in Beji Village. |