Artikelilmiahs
Menampilkan 30.881-30.900 dari 50.060 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 30881 | 34218 | A1D017045 | PENGARUH KEHALUSAN BUTIR PUPUK NPK-SR DAN DOSIS KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN N OLEH TANAMAN PADI SAWAH PADA TANAH ULTISOL SOMAGEDE | Budidaya tanaman padi dihadapkan dengan berbagai kendala sering dihadapi adalah ketidak seimbangan unsur hara dalam tanah sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman tidak optimal. Tujuan dari pemupukan adalah untuk mengganti unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk campuran dari urea, zeolit, dan asam humat dapat memperlambat pola pelepasan dari pupuk nitrogen sehingga tanaman lebih efisien dalam memanfaatkan nitrogen. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Persiapan penelitian dan kegiatan analisis dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini berlangsung selama lima bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk NPK SR dengan variasi diameter zeolit yang terdiri atas enam jenis, yaitu: P0, P1, P2, P3, P4 dan P5. Faktor kedua adalah perlakuan takaran kompos yang terdiri atas tiga taraf, yaitu: K0, K1, dan K2. Variabel pengamatan pada penelitian ini antara lain serapan N, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, luas daun, pH H2O, pH KCL, C organik, bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk NPK-SR dengan variasi ukuran butir zeolit meningkatkan serapan N dan pertumbuhan padi sawah. Pemberian kompos dengan berbagai dosis meningkatkan terhadap serapan N, pertumbuhan padi sawah, pH H2O, pH KCL, C organik dan bobot 1000 biji. Interaksi pemberian pupuk NPK-SR dan dosis kompos meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, jumlah anakan, pH H2O tanah dan serapan N. Perlakuan terbaik pada interaksi pemberian pupuk NPK-SR dan dosis kompos terhadap serapan N yaitu pada perlakuan P2K2 atau kombinasi pemberian pupuk NPK SR dengan diameter zeolit 60 mesh dengan takaran kompos setara 20 ton/ha. | Padyy cultivation is faced with various obstacles that are often faced, namely an imbalance of nutrients in the soil so that plant growth and production is not optimal. The purpose of fertilization is to replace the nutrients needed by plants. Mixed fertilizers of urea, zeolite, and humic acid can slow the release pattern of nitrogen fertilizers so that plants are more efficient in utilizing nitrogen. The research was conducted at the Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. Research preparation and analysis activities were carried out at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. This research lasted for five months. The experimental design used was a Completely Randomized Block Design (RAKL) which consisted of two factors with three replications. The first factor was the application of NPK SR fertilizer with variations in the diameter of zeolite which consisted of six types, namely: P0, P1, P2, P3, P4 and P5. The second factor is the compost dose treatment which consists of three levels, namely: K0, K1, and K2. Observational variables in this study included N uptake, plant height, number of leaves, number of tillers, leaf area, pH H2O, pH KCL, organic C, weight of 1000 seeds. The results showed that the application of NPK-SR fertilizer with variations in zeolite grain size increased N uptake and growth of lowland rice. The application of compost with various doses increased the N uptake, paddy rice growth, pH H2O, pH KCL, organic C and weight of 1000 seeds. The interaction of NPK-SR fertilizer and compost dosage increased the growth of leaf number, number of tillers, soil H2O pH and N uptake. zeolite diameter 60 mesh with compost equivalent to 20 tons/ha. | |
| 30882 | 34183 | E1A016210 | TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan tanggung jawab hukum perawat dan bentuk tanggung jawab hukum perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan analitis (Analytical Approach) dan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum positif, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai tanggung jawab hukum perawat dalam memberikan asuhan keperawatan telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Artinya, bahwa antara peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar bagi pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk tanggung jawab hukum perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berupa tanggung jawab mengganti kerugian yang merupakan tanggung jawab hukum perdata, tanggung jawab menjalankan sanksi pidana yang merupakan tanggung jawab hukum pidana dan tanggung jawab melaksanakan putusan sanksi administrasi. | The study aims to determine the synchronization of the legal responsibility of nurses and the forms of legal responsibility of nurses in providing nursing care in health care facilities. The research method used in this study is a normative juridical method with the statutory approach method (Statue Approach), analitical Approach (Analitical Aproach), and conceptual approach (Conceptual Approach). The research specifications used are positive law inventory, legal synchronization and legal discovery in concreto. The type of data used in this study is secondary data with library study data collection methods. Based on the results of the research it can be included that the regulation regarding the legal responsibilities of nurses in providing nursing care has shown a degree synchronization. This mean that between a lower level of regulation is in accordance with a higher deree regulatioan and a higher degree of regulation becomes the basis for the formation of a lower regulation. Forms of legal responsibility of nurses in providing nursing care in the form of responsibility for compensation which is the responsibility of civil law, responsibility for carrying out criminal sanctions which are the responsibility of criminal law and responsibility for carrying out administrative sanctions decisions. | |
| 30883 | 34219 | C1L017049 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PENGENDALIAN DIRI, DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF (STUDI KASUS MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN) | Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, pengendalian diri, dan teman sebaya terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa pendidikan ekonomi mulai dari angkatan 2017 sampai 2019 yang berstatus aktif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 107 mahasiswa. Pengumpulan data dengan metode kuesioner atau angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan kuantitatif asosiatif menunjukkan bahwa nilai ttabel = 1,660 sehingga didapatkan hasil: (1) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan literaasi keuangan terhadap perilaku konsumtif, hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 2,268 dan tingkat signifikansi 0,025, (2) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif, hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 2,903 dan tingkat signifikansi 0,005, (3)Terdapat pengaruh positif dan signifikan teman sebaya terhadap perilaku konsumtif, hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 2,210 dan tingkat signifikansi 0,029. | This research is a study that aims to determine the effect of financial literacy, self-control, and peers on the consumtive behavior for the students of the Economic Education Study Program at Jenderal Soedirman University. The population in this study were students of economic education from the 2017 to 2019 class who were active. The sampling technique in this study used a proportionate stratified random sampling technique so that a sample of 107 students was obtained. Collecting data using a questionnaire or questionnaire method. The data analysis technique used is multiple regression analysis. Based on the results of research and data analysis using an associate quantitative shows that the value of ttable = 1.660 so that the results obtained are: (1) There is a negative and significant effect of financial literacy on the consumer behavior, this is indicated by the tcount value of 2.268 and the level of significance of 0.025, (2) There is a negative and significant effect of self-control on the consumer behavior, this is indicated by a t-value of 2.903 and a significance level of 0.005, (3) There is a positive and significant effect of peers on the consumtive behavior, this is indicated by the value of tcount is 2.210 and the significance level is 0.029. | |
| 30884 | 34220 | F1D017044 | Pola Rekrutmen Calon Anggota Legislatif Perempuan Partai Golongan Karya Pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2019 di Kabupaten Jepara | Penelitian ini berjudul “Pola Rekrutmen Calon Anggota Legislatif Perempuan Partai Golongan Karya pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2019 di Kabupaten Jepara” memiliki tujuan untuk mengetahui pola rekrutmen caleg perempuan Partai Golkar pada Pileg 2019 di Kabupaten Jepara dan untuk mengetahui pengelolaan caleg perempuan dan caleg laki-laki Partai Golkar serta perbedaan keduanya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sedikitnya caleg perempuan yang dapat lolos menjadi anggota dewan sedangkan keikutsertaan dalam pileg 2019 di Kabupaten Jepara, Partai Golkar menjadi partai dengan keikutsertaan caleg perempuan terbanyak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling dan snowball sampling dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informasi dan data yang diperlukan diperoleh dari DPD Partai Golkar Kabupaten Jepara, Pengurus Harian Partai Golkar Kabupaten Jepara, Caleg yang mengikuti pileg 2019, dan pihak lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola rekrutmen yang dilakukan oleh Partai Golkar Kabupaten Jepara pada Pileg 2019 di Kabupaten Jepara dilakukan berdasarkan Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Nomor: KEP-227/dpp/golkar/1/2013 tentang Pedoman Penyusunan Daftar Calon Anggota Legislatif DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Partai Golkar dengan sistem terbuka dan tertutup. Dalam rekrutmen caleg perempuan ditemukan masalah yakni sulitnya partai politik dalam memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan yang berdampak pada “asal comot” caleg perempuan sehingga partai hanya mengutamakan kuantitas bukan kualitas. Fenomena “asal comot” terjadi karena fungsi partai politik sebagai agen pendidikan politik tidak berjalan, khususnya bagi perempuan sehingga menyebabkan minat perempuan terhadap politik berkurang. Kasus “asal comot” dan tidak berjalannya fungsi partai politik sebagai agen pendidikan politik saling terkait dengan paham bahwa politik merupakan ranah bagi laki-laki, hal tersebut yang menyebabkan perempuan belum mampu bersaing dengan laki-laki dalam arena politik. | This study entitled “Recruitment Pattern for Women Legislative Members of the Golongan Karya Party in the 2019 Legislative General Election in Jepara Regency” has the aim of knowing the recruitment pattern of female Golkar Party candidates in the 2019 Pileg in Jepara Regency and to find out the management of female and male candidates. Golkar Party and the differences between the two. This research was motivated by the lack of female candidates who were able to qualify as members of the council, while participant in the 2019 legislative election in Jepara Regency, the Golkar Party became the party with the most participation of female candidates. The method used in this research is qualitative with a case study approach. The informant selection technique was purposive sampling and snowball sampling by means of in-depth interviews, observation, and documentation. The information and data needed from the DPD of the Golkar Party of Jepara, the Daily Executive of the Jepara Golkar Party, the legislative candidates who took part in the 2019 legislative election, and others. The results of this study indicate that the recruitment pattern carried out by the Golkar Party of Jepara Regency in the 2019 Legislative Election in Jepara Regency was carried out based on the Golkar Party Central Leadership Council Number: KEP-227/dpp/golkar/1/2013 concerning Guidelines for Compiling the List of Candidates for Legislative Members of the DPR-RI, Provincial DPRD and Regency/Municipal DPRD of the Golkar Party with an open and closed system. In the recruitment of female candidates, a problem was found, that is the difficulty of political party in meeting the 30% quota for women’s representation which had an impact on the “asal comot” of female candidates so that the party only prioritized quantity not quality. This is because the function of political parties as agents of political education to the community is still lacking so that people, especially women, are less interested in the politics environment and still think that politics is a domain for men. In addition to the phenomenon of “asal comot” for female candidates to fulfill the 30% representation quota, both female candidaten and male candidates have the same rights and there is no difference in treatment in the process. | |
| 30885 | 34221 | E1A015146 | PENEGAKAN HUKUM PELANGGARAN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR USAHA PERCETAKAN DI KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN PERDA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP | Percetakan di Kabupaten Banyumas semakin meluas, pelaksanaannya termasuk dalam percetakan skala besar yang terdapat di Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penegakan hukum serta factor-faktor yang menyebabkan lemahnya penegakan hukum kegiatan percetakan di Kabupaten Banyumas. Penegakan ini menggunakan metode pendekatan hukum secara Yuridis Normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan terperinci, dan analisis data dilakukan secara kualitataif . Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa penegakan hukum kegiatan percetakan di Kabupaten Banyumas yaitu segi teori, peraturan, dan sanksi penegakan hukum. Adapun kendala yang dihadapi dalam kegiatan percetakan di Kabupaten Banyumas, di antaranya yaitu kendala internal seperti minimnya aparat di lapangan sehingga tidak dapat mengawasi proses percetakan dan belum di terbitkannya peraturan daerah yang berlaku mengenai penegakan hukum serta kurang tegasnya petugas dalam memberikan sanksi. Sedangkan kendala eksternalnya yaitu rumitnya prosedur dan mahalnya biaya dalam pengurusan izin, serta minumnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi percetakan yang tidak menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kata kunci : Penegakan Hukum, Percetakan, Banyumas | The printing in Banyumas Regency is expanding, the implementation includes a large scale printing located in Teluk Southern Purwokerto District. The research aims to know and analyze the law enforcement and the factors that led to the weakening of the printing activities in Banyumas Regency. The enforcement uses a Normative Juridical law approach method, with descriptive research specs. In this research, the sources of data used are secondary and primary data. Data obtained is presented systematically and in detail, and the data analysis is qualitatively. From the research result and discussion, it can be known that law enforcement of printing activities in Banyumas Regency is theoretical, regulatory, and law enforcement sanction. As for the obstacle faces in the printing activities in Banyumas Regency, it includes internal obstacles such as the minimum aparatus in the field, so it could not supervising the printing process and the local government regulation has not yet been published the applicable ordinance of law enforcement and the officer lack of resolute in giving sanctions. Whereas the external constraints are the complex procedures and the high cost of permits, and people's minimal involvement in supervising printing that does not preserve the environment. Keywords : Law Enforcement, Printing, Banyumas | |
| 30886 | 34239 | F1B017025 | INKLUSI SOSIAL DALAM AGENDA SETTING RANCANGAN UNDANG-UNDANG (RUU) MASYARAKAT HUKUM ADAT | RUU (Rancangan Undang-Undang) Masyarakat Hukum Adat terdiri dari 17 bab dan 58 pasal yang sedang dibahas oleh Pemerintah dan DPR RI guna mendorong adanya inklusi sosial bagi masyarakat adat. Pada tahun 2020 dan 2021, rancangan ini kembali masuk menjadi agenda prolegnas (program legislasi nasional) prioritas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tahapan agenda setting dalam RUU Masyarakat Hukum Adat di Indonesia guna mendorong inklusi sosial dan mengetahui peran para aktor pada tahapan agenda setting dalam RUU Masyarakat Hukum Adat di Indonesia guna mendorong inklusi sosial. Metode pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian menggunakan model the streams metaphor (metafora aliran) yang digabungkan dengan five stream ‘confluence’ model menunjukkan elemen dari kelima “aliran”, yang terdiri dari problem stream, policy stream, politics stream, process stream dan programme stream memengaruhi RUU Masyarakat Hukum Adat agar mendapatkan status agenda dan solusi alternatif dipilih. Adanya keterlibatan dan komitmen stakeholder terkait sangat menentukan keberhasilan proses pembahasan dan pengesahan RUU. RUU Masyarakat Hukum Adat dapat memastikan perangkat hukum yang komprehensif dan khusus tentang perlindungan hak masyarakat hukum adat, yang bersifat afirmatif dan menjamin partisipasi masyarakat adat yang pada akhirnya mampu mendorong inklusi sosial. | The Bill (RUU) of Indigenous Law Communities consists of 17 chapters and 58 articles that are being discussed by the Government and the Indonesian House of Representatives to encourage social inclusion for indigenous peoples. In 2020 and 2021, this bill is again included in the priority Prolegnas (national legislation program) agenda. The purpose of this study is to determine the stages of the agenda setting in the Bill of Indigenous Law Communities in Indonesia to encourage social inclusion and to find out the role of actors in the agenda setting stages in the Bill of Indigenous Law Communities in Indonesia to encourage social inclusion. The method in this study is a qualitative method. The selection of informants used was purposive sampling and snowball sampling. Collecting data using interviews, observation, and documentation. The data analysis method used in this study uses interactive analysis methods. The results of the study using the streams metaphor model combined with the five stream 'confluence' model show the elements of the five “streams”, which consist of problem streams, policy streams, politics streams, process streams and program streams that influence the Bill of Indigenous Peoples in order to get the status of the agenda and alternative solutions are selected. The involvement and commitment of relevant stakeholders will determine the success of the process of discussing and ratifying the bill. The Bill on Indigenous Peoples can ensure a comprehensive and specific legal instrument on the protection of the rights of indigenous and tribal peoples, which is affirmative in nature and guarantees the participation of indigenous peoples which in turn is able to encourage social inclusion. | |
| 30887 | 34222 | A1F017042 | Optimasi Proporsi Margarin dan Susu Skim pada Produksi Egg Roll Berbasis Tepung Mocaf | Singkong merupakan hasil pertanian tanaman pangan terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah produksi sebesar 23.936.921 ton dengan luas panen sebesar 1.065.752 hektar. Tingginya produksi singkong di Indonesia juga dapat dilihat dari pengolahannya menjadi berbagai jenis bahan makanan, salah satunya ialah tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Penggunaan tepung mocaf mulai marak digunakan di Indonesia, salah satunya sebagai bahan baku pembuatan produk bakery. Pada penelitian ini, tepung mocaf digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan produk egg roll. Egg roll merupakan jenis kue kering yang memiliki tekstur renyah dan rasa yang cenderung manis dan gurih. Dalam pembuatannya, digunakan bahan pendukung lain seperti margarin dan susu skim yang mampu mempengaruhi mutu sensori produk. Tujuan penelitian ini yaitu menetapkan proporsi optimum margarin dan susu skim untuk menghasilkan produk egg roll dengan respon warna in range, keremahan in range, kelembutan maksimum, kekerasan minimum, flavor singkong minimum dan kesukaan maksimum, mengkaji pengaruh proporsi margarin dan susu skim terhadap sifat sensori dan kimia egg roll serta membandingkan produk egg roll formula optimum dengan kontrol berdasarkan karakteristik sensori dan kimia. Penelitian ini menggunakan metode permukaan respon (Response Surface Methodology) dengan menggunakan rancangan percobaan yaitu CCD (Central Composite Design). Respon yang diujikan pada penelitian ini adalah warna, keremahan, kelembutan, kekerasan, flavor singkong dan kesukaan. Tahap optimasi produk dilakukan dengan menggunakan bantuan software Design Expert V.10, yang dilanjutkan dengan tahap karakterisasi sensori dan kimia produk optimum dan kontrol menggunakan IBM SPSS Statistics 25 pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian ini antara lain yaitu formula optimum egg roll berbasis tepung mocaf dengan proporsi margarin sebesar 47,07% dan susu skim sebesar 26,37% dengan nilai desirability sebesar 0,80. Berdasarkan uji sensori yang dilakukan terhadap egg roll berbasis tepung mocaf, peningkatan proporsi margarin menyebabkan terjadinya peningkatan pada respon warna, keremahan, kelembutan serta serta kesukaan dan penurunan terhadap respon kekerasan dan flavor singkong. Sedangkan peningkatan proporsi susu skim menyebabkan terjadinya peningkatan pada respon warna, kelembutan serta kesukaan dan penurunan pada respon keremahan, kekerasan dan flavor singkong. Hasil rataan uji kimia pada produk optimum menunjukan adanya perbedaan nilai yang lebih tinggi untuk kadar karbohidrat (0,18%), serat pangan (2,2%) serta gula total (2,43%) dan perbedaan nilai yang lebih rendah untuk kadar abu (0,19%), kadar protein (1,71%) serta kadar lemak (0,43%) dibandingkan dengan produk kontrol. | Cassava is the second largest agricultural food crop in Indonesia with a total production of 23,936,921 tons with a harvested area of 1,065,752 hectares. The high production of cassava in Indonesia can also be seen from its processing into various types of food ingredients, one of which is mocaf flour (Modified Cassava Flour). The use of mocaf flour is starting to be widely used in Indonesia, one of which is as a raw material for making bakery products. In this study, mocaf flour was used as the main raw material in the manufacture of egg roll products. Egg roll is a type of pastry that has a crunchy texture and a taste that tends to be sweet and savory. In its manufacture, other supporting materials such as margarine and skim milk are used which can affect the sensory quality of the product. The purpose of this study was to determine the optimum proportion of margarine and skim milk to produce egg roll products with color responses in range, crumbs in range, maximum softness, minimum hardness, minimum cassava flavor and maximum preference, examine the effect of margarine and skim milk proportions on sensory and behavioral characteristics and also egg roll chemistry as well as comparing the optimum formula egg roll product with controlsbased on sensory and chemical characteristics. This study uses the response surface method (Response Surface Methodology) using an experimental design, namely CCD (Central Composite Design). The responses tested in this study were color, crumbly, softness, hardness, cassava flavor and preference. The product optimization phase was carried out using the Design Expert V.10 software, followed by the sensory and chemical characterization of the optimum product and control using IBM SPSS Statistics 25 at an error rate of 5%. The results of this study include the optimum formula for egg roll based on mocaf flour with a proportion of margarine of 47.07% and skim milk of 26.37% with a desirability value of 0.80. Based on sensory tests conducted on egg rolls based on mocaf flour, an increase in the proportion of margarine resulted in an increase in the response to color, crumb, softness as well as liking and a decrease in the response to hardness and flavor of cassava. While the increase in the proportion of skim milk causes an increase in the response to color, softness and liking and a decrease in the response to crumb, hardness and flavor of cassava. The results of the average chemical test on the optimum product showed a higher difference in values for carbohydrate content (0.18%), dietary fiber (2.2%) and total sugar (2.43%) and a lower difference in ash content. (0.19%), protein content (1.71%) and fat content (0.43%) compared to product control. | |
| 30888 | 34223 | A1L014078 | PENGARUH DOSIS PUPUK AB MIX DAN PEMBERIAN BOC BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SECARA HIDROPONIK | ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian BOC bonggol pisang untuk mengurangi pupuk AB Mix pada hidroponik bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2021 di di Screen House, Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dengan perlakuan non faktorial. Macam perlakuannya adalah komposisi dosis pupuk AB Mix dan bahan organik cair bonggol pisang, yang terdiri dari 6 macam yaitu P1= Kontrol (100% AB Mix), P2= (80% AB Mix, 20% BOC), P3= (60% AB Mix, 40% BOC), P4= (40% AB Mix, 60% BOC), P5= (20% AB Mix, 80% BOC), P6= 100% BOC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BOC bonggol pisang mampu mengurangi penggunaan pupuk AB Mix sebanyak 40% dan memberikan hasil tertinggi pada jumlah umbi sebanyak 8,13 umbi, bobot umbi segar sebesar 40,35 g dan bobot kering eskip sebesar 37,40 g. | ABSTRACT Research aims to determine the effect of Liquid Organic Fertilizer from Banana Hump to reduce AB Mix fertilizer in hydroponic shallots. The research was conducted from July to September 2021 at the Screen House, Rempoah Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The experimental design used was a randomized block design with non-factorial treatment. The type of treatment is the composition of the dose of AB Mix fertilizer and liquid organic matter of banana hump, which consists of 6 kinds, namely P1 = Control (100% AB Mix), P2 = (80% AB Mix, 20% BOC), P3 = (60% AB Mix, 40% BOC), P4= (40% AB Mix, 60% BOC), P5= (20% AB Mix, 80% BOC), P6= 100% BOC. The results showed that the application of BOC banana hump was able to reduce the use of AB Mix fertilizer by 40% and gave the highest yield on the number of bulbs as much as 8.13 bulbs, 40.35 grams of fresh bulbs and 37.40 grams of dry bulbs. | |
| 30889 | 34227 | A1D017184 | Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Ekstrak Rumput Laut dan Macam Media Tanam pada Tanaman Mint (Mentha piperita L.) | Tanaman mint merupakan tanaman yang dikenal sebagai tanaman obat dan aromatik. Upaya peningkatan produksi tanaman dilakukan dengan aplikasi pupuk dan media tanam. Salah satu pupuk yang prospektif adalah ekstrak rumput laut. Jenis media tanam yang biasa digunakan sebagai campuran tanah adalah sekam bakar dan cocopeat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi pupuk ekstrak rumput laut dan penggunaan media tanam, serta kombinasi konsentrasi dan media tanam yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mint. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2021-Agustus 2021 di Green house Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas. Penelitian berupa percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk ekstrak rumput laut 0, 4, dan 6 ml/l air. Faktor kedua adalah media tanam tanah, tanah+sekam bakar, dan tanah+cocopeat dengan perbandingan 6:1, dengan total perlakuan sebanyak 9 perlakuan. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, jumlah tunas, bobot daun segar, bobot tanaman segar, bobot akar segar, jumlah stomata, dan panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut menggunakan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak rumput laut 4 ml/l air efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mint, kecuali pada bobot akar segar dan jumlah stomata. Penggunaan macam media tanam memberikan pengaruh terhadap jumlah tunas dan kehijauan daun dari tanaman mint dengan media tanam terbaik tanah+cocopeat dengan perbandingan 6:1. Interaksi antara konsentrasi pupuk ekstrak rumput laut dan media tanam mempengaruhi kehijauan daun. Tanaman mint yang diberi pupuk ekstrak rumput laut dengan konsentrasi 6 ml/l air dan ditanam media tanah dan tanah + sekam bakar lebih meningkatkan kehijauan daun. Tanaman yang diberi pupuk ekstrak rumput laut dengan konsentrasi 6 ml/l air dan di tanam di media tanah + sekam bakar meningkatkan kehijauan daun dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi dan media tanam lain diminggu ke-4. | Mint is a plant known as a medicinal and aromatic plant. Efforts to increase crop production are carried out by applying fertilizers and growth media. One of the prospective fertilizers is seaweed extract. The types of growth media commonly used as soil mixtures are burnt husks and cocopeat.This study aims to determine the effect of giving seaweed extract fertilizer concentration and the use of growth media, as well as the most proper combination of concentration and growth media towards the growth and yield of mint plants. The research was carried out in July 2021-August 2021 at the Green house in Melung Village, Kedungbanteng, Banyumas. The study was an experiment using a factorial Randomized Block Design (RDB) which was repeated 3 times. The first factor was the concentration of seaweed extract fertilizer 0, 4, and 6 ml/l of water. The second factor was soil, soil+burnt husk, and soil+cocopeat growth media with 6:1 ratio, with total treatments are 9 treatments. Variables observed: plant height, number of leaves, leaf greenness, number of buds, fresh leaf weight, fresh plant weight, fresh root weight, number of stomata, and root length. The data obtained were analyzed using ANOVA test and further test using DMRT at an error level of 5%. The results showed that the concentration of seaweed extract 4 ml/l of water was effective to increase the growth and yield of mint plants, except for fresh root weight and number of stomata. The use of different types of growing media has an effect on the number of shoots and leaf greenness of mint plants with the best growth media were soil + cocopeat with 6:1 ratio. The interaction between the concentration of seaweed extract fertilizer and growth media affects the greenness of the leaves. mint plants were given seaweed extract fertilizer with a concentration of 6 ml/l water and planted with soil and soil + burnt husk media further increased the greenness of the leaves. Plants that were given seaweed extract fertilizer with a concentration of 6 ml/l of water and planted in soil + burnt husk media increased the greenness of the leaves compared to the concentration treatment and other planting media in the 4th week | |
| 30890 | 34255 | E1A016283 | IMPLEMENTASI HUKUM PELAYANAN KOLABORASI BIDAN DAN DOKTER DALAM PELAYANAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN | IMPLEMENTASI HUKUM PELAYANAN KOLABORASI BIDAN DAN DOKTER DALAM PELAYANAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN (Studi di RSIA Bunda Arif Purwokerto) Disusun Oleh : Yanuar Eriska Ramadhani E1A016283 ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi hukum pelayanan kolaborasi bidan dan dokter dalam pelayanan kebidanan dan kandungan dan pengaruh faktor kedisiplinan, fasilitas dan kerja sama terhadap implementasi hukum pelayanan kolaborasi bidan dan dokter dalam pelayanan kebidanan dan kandungan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Arif Purwokerto. Pengambilan sampel melalui metode simple random sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Pengolahan data secara coding, editing, dan tabulasi kemudian data disajikan secara teks naratif dan tabel data. Analisis data menggunakan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap implementasi hukum pelayanan kolaborasi bidan dan dokter dalam pelayanan kebidanan dan kandungan adalah efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap (lima) indikator meliputi efektifnya pelaksanaan managemen kebidanan kolaborasi, efektifnya pelaksanaan pengkajian kebutuhan asuhan pada kasus beresiko tinggi dan kegawatdaruratan, efektifnya pelaksanaan pemberian asuhan kebidanan pada kesehatan ibu hamil, efektifnya pelaksanaan pemberian asuhan kebidanan pada masa persalinan dan masa nifas, efektifnya pemberian asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dan atau balita dengan resiko tinggi. Faktor kedisiplinan sebagai faktor personal sedangkan faktor fasilitas dan faktor kerja sama termasuk dalam faktor sosial cenderung berpengaruh secara positif terhadap implementasi hukum pelayanan kolaborasi bidan dan dokter dalam pelayanan kebidanan dan kandungan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Arif Purwokerto. Kata Kunci : Implementasi hukum; Pelayanan Kolaborasi Bidan dan Dokter Dalam Pelayanan Kebidanan dan Kandungan; Kedisiplinan; Fasilitas;KerjaSama | THE IMPLEMENTATION OF LEGAL COLLABORATION SERVICE BETWEEN MIDWIFERY AND OBSTETRICIAN ( Study at Bunda Arif Hospital, Purwokerto) By: Yanuar Eriska Ramadhani E1A016283 ABSTRACT The objective of this study was to find out the legal implementation of collaboration service between midwifery and obstetricians and the influence of discipline, facilities and cooperation factors toward the legal implementation of collaboration services between midwifery and obstetrician.This study used a quantitative research with a sociological juridical analysis approach, and descriptive research specification. The location of the research was Bunda Arif Hospital of Purwokerto.Sample determination used simple random sampling. The primary and secondary data was obtained by questionnaire, documentary and library methods which was processing with coding, editing, and tabulating then the data is presented in narrative text and tables. Data analysis using analysis frequency distribution method, cross table analysis, content analysis and comparison analysis.The results of the study indicated that the implementation of the law on the collaboration of midwifery and obstetrician was effective. This could be proven by the results of research on(five) indicators including the effective implementation of collaborative midvery management,the effective implementation of the assessment of care needs in high-risk and emergency cases, the effective implementation of providing midwifery care for the health of pregnant women, the effective implementation of midwifery care during childbirth and the postpartum period, the effectiveness of providing midwifery care for newborns and or toddlers with high risk.The discipline factor as a personal factor while the facility factor and the cooperation factor included in the social factor tend to have a positive effect on the legal implementation of the collaboration service of midwifery and obstetrician at the Bunda Arif Hospital of Purwokerto. Keywords: Law implementation; Collaborative Services of Midwifery and Obstetrician; Discipline; Facility; Cooperation; | |
| 30891 | 34225 | A1D017148 | KAJIAN PUPUK AB MIX TERMODIFIKSI S dan MEDIA TANAM TERHADAP SERAPAN N dan HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) pada SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG | Tanaman pakcoy merupakan salah satu tanaman sayur yang mengandung vitamin dan mineral yang cukup baik. Tujuan penelitian yaitu mengetahui formula nutrisi, media tanam, serta interaksinya antara formula AB Mix termodifikasi S dan media tanam untuk hasil dan serapan N tanaman pakcoy pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga April 2021 di Screenhouse dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu formula nutrisi AB Mix modifikasi sulfur yang terdiri dari lima taraf yaitu 4,24% S, 4,74% S, 5,24% S, 5,74%, dan 6,24% S. Faktor kedua yaitu media tanam yang terdiri dari dua taraf yaitu arang sekam dan arang sekam+zeolite. Variabel yang diamati bobot tajuk segar, bobot akar kering, bobot tanaman kering, kandungan klorofil, dan serapan N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula nutrisi AB Mix termodifikasi S cenderung memiliki nilai terbaik pada formula dengan kadar S sebesar 4,74% terhadap kandungan klorofil dan serapan N. Serapan N dan hasil tanaman pakcoy pada sistem hidroponik rakit apung memiliki pengaruh terbaik pada media tanam arang sekam + zeolite (50%:50%) yaitu bobot tajuk segar, bobot akar kering, bobot tanaman kering dan serapan N. Pengaruh interaksi antara formula nutrisi AB mix termodifikasi S dan media tanam diperoleh pada kandungan klorofil, dengan kombinasi terbaik pada Formula nutrisi 4,74% S dan media arang sekam. | Pakcoy plant is one of the vegetable plants that contain quite good vitamins and minerals. The purpose of the study was to determine the nutritional formula, growing media, and the interaction between the modified AB Mix formula S and the growing media for the yield and N uptake of pakcoy plants in the floating raft hydroponic system. The research was carried out from December 2020 until April 2021 at the Screenhouse and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study used a Completely Randomized Block Design (DRBD) with two factors and three replications. The first factor is the sulfur modified AB Mix nutritional formula which consists of five levels, namely 4.24% S, 4.74% S, 5.24% S, 5.74%, and 6.24% S. The second factor is planting media. which consists of two levels, namely husk charcoal and husk charcoal + zeolite. The variables observed were fresh crown weight, dry root weight, dry plant weight, chlorophyll content, and N uptake. The results showed that the modified S AB Mix nutritional formula tended to have the best value in the formula with an S content of 4.74% for chlorophyll content and N uptake. N uptake and yield of pakcoy plants (in the floating raft hydroponic system had the best effect on the growing media of husk charcoal + zeolite (50%:50%) namely fresh crown weight, dry root weight and dry plant weight and N uptake. Effect of interaction between formulas AB mixed nutrition modified S and growing media were obtained at the chlorophyll content, with the best combination in the nutritional formula 4.74% S and husk charcoal media. | |
| 30892 | 34226 | A1D017120 | KAJIAN PEMBERIAN PUPUK MAJEMUK NPK-ZEO GRANUL DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP SERAPAN P DAN K SERTA HASIL BAWANG MERAH PADA ULTISOL | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk majemuk NPK-Zeo Granul berbagai diameter dan pupuk organik terhadap ketersediaan dan serapan P dan K serta hasil tanaman bawang merah pada Ultisol dan mengetahui pengaruh interaksi antara diameter pupuk majemuk NPK-Zeo granul dan pupuk organik terhadap ketersediaan dan serapan P dan K serta hasil tanaman bawang merah pada Ultisol. Penelitian berupa percobaan polibag menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah diameter pupuk majemuk NPK-Zeo Granul (tanpa pupuk, diameter 1mm,2mm,3mm,4mm,5mm). Faktor kedua adalah pupuk organik (tanpa pupuk dan pupuk setara 40ton/ha). Variabel yang diamati adalah K tersedia tanah, P tersedia tanah, serapan P daun, serapan K daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot umbi kering eskip, dan bobot umbi kering oven. Data dianalisis dengan uji F dan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk NPK-Zeo Granul dengan berbagai diameter dapat meningkatkan P tersedia tanah, K tersedia tanah, serapan P, seraoan K, dan jumlah umbi secara linier. Penggunaan pupuk organik setara 40 ton/ha dapat meningkatkan P tersedia tanah, K tersedia tanah, serapan P, serapan K, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi kering eskip, dan bobot umbi kering oven. Tidak terdapat pengaruh interaksi pupuk majemuk NPK-Zeo Granul berbagai diameter dan pupuk organik pada ketersediaan unsur hara, serapan unsur hara, dan hasil tanaman bawang merah, namun penggunaan pupuk NPK-Zeo Granul sampai 5mm dapat meningkatkan hasil jika digunakan bersamaan dengan pupuk organik setara 40 ton/ha. | The research aims to determine the effect of NPK-Zeo Granule fertilizer of various diameters and organic fertilizer on availability and uptake P and K, and shallot yield in Ultisol, also find out the effect of compound fertilizer NPK-Zeo granule diameter and organic fertilizer variation on P and K availability, absorption, and yield of shallots in Ultisol. The research is a polybag experiment using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with 2 factors and 3 replications. The diameter of the compound fertilizer NPK-Zeo Granules (without fertilizer, 1 mm diameter, 2 mm, 3 mm, 4 mm, and 5 mm) is the first factor. Compost (no organic fertilizer and fertilizer equivalent to 40 tons/ha) is the second factor. The variables observed included soil available K, soil available P, P uptake of leaf, K uptake of leaf, number of the bulbs, the diameter of bulb, fresh weight of the plant, dry weight of the plant, dry weight of bulb eskip, and dry weight of bulb oven. Data were analyzed by analysis of variance and DMRT at an error level of 5%. The results showed that the application of NPK-Zeo Granule fertilizer with various diameters could increase soil available P, soil available K, P uptake, K uptake, and number of bulb linearly. The the application of organic fertilizer equivalent to 40 tons/ha can increase soil available P, soil available K, P uptake, K uptake, number of bulb, diameter of diameter, weight of eskip dried bulb, and weight of oven-dried bulb. There is no interaction effect of compound fertilizer NPK-Zeo Granules of various diameters and organic fertilizers on availability nutrient, uptake of nutrient, and the yield of shallots, but the application of NPK-Zeo Granule fertilizers up to 5mm can increase yields if used together with organic fertilizer equivalent to 40 tons/ha. | |
| 30893 | 34224 | A1D116054 | PENGARUH BOKASHI LIMBAH TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) | Penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh bokashi tongkol jagung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit, 2) mengetahui pengaruh pupuk bokashi tongkol jagung dengan pengurangan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit, 3) mengetahui pengaruh interaksi pupuk bokashi tongkol jagung dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit, 4) Mengetahui dosis pupuk bokashi tongkol jagung dengan dosis penggurangan pupuk NPK untuk tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai Januari 2021 di screen house, yang berlokasi di desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktorial. Faktor yang pertama yaitu bokashi limbah tongkol jagung yang terdiri dari empat taraf pemberian yaitu 0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, dan 30 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk NPK dengan tiga taraf pemberian yaitu 0 kg/ha, 150 kg/ha, 300 kg/ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa Bokashi limbah tongkol jagung pada pemberian 30 ton/ha mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 61,04 cm dan jumlah daun pada taraf pemberian 30 ton/ha mampu memberikan hasil yang optimal jumlah daun terbanyak 106 helai. Pemberian pupuk NPK pada taraf pemberian 150 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada bobot segar tanaman sebesar 43,25. Interaksi antara Bokashi limbah tongkol jagung dan pupuk NPK tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Kata kunci: Pertumbuhan dan Hasil Tanaman, Pupuk Bokashi, Pupuk NPK Mutiara (16:16:16). | The aim of this research are 1) to determine the effect of corncob bokashi on the growth and yield of cayenne pepper, 2) to determine the effect of corncob bokashi fertilizer with reducing NPK fertilizer on growth and yield of cayenne pepper, 3) to determine the interaction effect of corncob bokashi fertilizer and fertilizer NPK on growth and yield of cayenne pepper, 4. To know the dose of corncob bokashi fertilizer with a reduced dose of NPK fertilizer for cayenne pepper. This research was conducted from September 2020 to January 2021 at the screenhouse, located at Karanggintung, Sumbang, Banyumas Regency. We used Randomized complete block design (RCBD) with two factors. The first factor was Bokashi Corncob with 4 levels, i.e., 0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha. The second factor was pearl NPK fertilizer (16:16:16) with 3 levels, i.e., 0 Kg/ha, 150 Kg/ha, 300 Kg/ha. This result showed that application of 30 ton/ha corncob Bokashi increased plant height at about 61,04cm and number of leaves at about able to increase plant height by 106 sheet. The application of 150 Kg/ha pearl NPK fertilizer (16:16:16) gave the highest effect on the fresh weight of the plant at about 43,25. The interaction between corncob Bokashi and pearl NPK fertilizer (16:16:16) did not have a significant effect on the growth and yield of cayenne pepper. Key words: Corncob Bokashi, Plant Growth and Yield, Pearl NPK Fertilizer (16:16:16) | |
| 30894 | 34228 | A1F017057 | Pengaruh Konsentrasi Penyalut, Waktu Homogenisasi dan Metode Pengeringan terhadap Sifat Fisikokimia Mikrokapsul dari Ekstrak Air Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) | Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman yang mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan karena adanya senyawa kurkuminoid yang terkandung didalamnya. Kandungan bioaktif dalam temulawak dapat diperoleh dengan melakukan proses ekstraksi. Kekurangan ekstrak temulawak adalah adanya bau yang tajam serta mudah terdekomposisi karena tidak tahan terhadap perubahan kondisi lingkungan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melindungi keaktifan bahan dalam ekstrak temulawak adalah melalui teknologi mikroenkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh konsentrasi penyalut terhadap sifat fisikokimia mikrokapsul dari ekstrak air temulawak; 2) mengetahui pengaruh lama waktu homogenisasi terhadap sifat fisikokimia mikrokapsul dari ekstrak air temulawak; 3) mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap sifat fisikokimia mikrokapsul dari ekstrak air temulawak; 4) mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi gum arab sebagai penyalut, waktu homogenisasi, dan metode pengeringan terbaik terhadap sifat fisikokimia mikrokapsul dari ekstrak air temulawak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti terdiri dari 3 faktor yaitu konsentrasi penyalut (gum arab) (K) terdiri dari dua taraf, yaitu 5% (K1) dan 10% (K2); metode pengeringan (P) terdiri dari tiga taraf yaitu foam mat drying (P1); oven drying (P2); dan kristalisasi (P3) serta waktu homogenisasi (H) terdiri dari tiga taraf yaitu 5 menit (H1); 10 menit (H2); 15 menit (H3). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi penyalut, metode pengeringan, dan waktu homogenisasi berpengaruh nyata terhadap kadar kurkumin, total fenolik, kapasitas penangkapan DPPH, waktu larut dan tingkat kelarutan. Kombinasi terbaik diperoleh pada perlakuan K2P1H1 dengan rasio bahan penyalut gum arab sebesar 10%, proses pengeringan melalui foam mat drying serta lama homogenisasi selama 5 menit dengan karakteristik fisikokimia sebagai berikut: kurkumin 36,402 mg/g; total fenol 75,333 mg GAE/ g sampel, kapasitas penangkapan DPPH 81,162%; waktu larut 93,020 detik; dan tingkat kelarutan 81,221%. | Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is a plant that has great potential to be developed because of the presence of curcuminoid compounds contained in it. Bioactive component in temulawak can be obtained by the extraction. Disadvantages of temulawak extract are the presence of a sharp odor and easy to decompose because it is not resistant to changes in environmental condition. One way that can be used to protect the active ingredients in temulawak extract is through microencapsulation technology. This research aims to : 1) determine the effect of coating concentration on the physical and chemical properties of microcapsules from water extract of temulawak; 2) determine the effect of homogenization time on the physical and chemical properties of microcapsules from the water extract of temulawak; 3) determine the effect of drying method on the physical and chemical properties of microcapsules from water extract of temulawak; 4) determine the effect of the combination of gum arabic concentration as coating, homogenization time and the best drying methode on the physicochemical properties of microcapsules from extract of temulawak (C. xanthorrhiza). This research is an experimental study and the experimental design used a Randomized Block Design (RBD). The factors studied consist of 3 factors, concentration of coating (gum arabic) (K) consists of two levels, 5% (K1) and 10% (K2); drying method (P) consists of three levels, foam mat drying (P1); oven drying (P2); crystallization (P3) and homogenization time (H) consisting of three levels 5 minutes (H1); 10 minutes (H2); 15 minutes (H3). The results showed that the coating concentration, drying method, and homogenization time had a significant effect on curcumin content, total phenolic, DPPH capacity, soluble time and solubility rate. The best combination based on the effectiveness index test is K2P1H1, a treatment with ratio of 10% gum arabic, drying process through foam mat drying and microencapsulation method for 5 minutes of homogenization with physical and chemical characteristics: curcumin 36,402 mg/g; total phenol 75.333 mg / g sample, DPPH capacity 81.162%; soluble time 93,020 seconds; and the solubility rate is 81.221%. | |
| 30895 | 34229 | A1D017187 | PENGARUH MEDIA TANAM DAN KOMPOSISI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum L.) | Tanaman tomat di Indonesia terdiri dari berbagai jenis, dan salah satunya adalah tomat rempai. Tomat merupakan tanaman hortikultura yang kaya nutrisi serta memiliki banyak kegunaan. Sistem budidaya tomat secara konvensional masih belum memenuhi permintaan yang ada karena terkendala kondisi iklim yang kurang menentu, kurangnya nutrisi, dan minimnya pengendalian hama dan penyakit. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi seperti sistem hidroponik agar produktivitas tanaman dapat meningkat. Sistem ini memungkinkan pemberian nutrisi lebih terkontrol serta tersedianya media tanam yang memiliki kapasitas tinggi dalam menahan nutrisi, sehingga kebutuhan nutrisi tanaman dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan dosis formula A dan B pupuk AB Mix dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal dari bulan Februari sampai Juni 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor, yaitu perbandingan dosis formula A dan formula B pupuk AB (D0 = 1:1, D1 = 1:2, D2 = 1:3, D3 = 2:1, D4 =3:1) dan faktor media tanam (M1 = arang sekam dan M2 = rockwool). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, keliling batang, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot buah per tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji-F, dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5% apabila terdapat perbedaan nyata pada perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perbandingan dosis formula A dan formula B pupuk AB Mix tidak memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan kontrol pada variabel bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Perbandingan dosis formula A dan formula B pupuk AB Mix dan media tanam menunjukkan interaksi nyata terhadap jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar dengan interaksi terbaik ditunjukkan oleh perlakuan D3M1 (dosis 2:1 dan arang sekam) pada variabel bobot segar akar dan bobot kering akar. Pupuk AB mix dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman tomat. Kata kunci: tomat rempai, media tanam, pupuk AB Mix | Indonesia has many types of tomato and one of them is cherry tomato (rempai). Tomato is a horticultural plant rich in nutrients and has many uses. Conventional method in tomato cultivation system still does not meet the existing demand due to the uncertain climate condition, lack of nutrients, and inappropriate pest control. Therefore, it needs innovations such as hydroponic system in order to increase the productivity. This system allows for more controlled nutrition and the use of planting media with good capacity in holding nutrients, so that the plant can absorb them sufficiently. This study aimed to know the effects formula A and B dose ratio of AB Mix fertilizer and planting medium on the growth and yield of tomato plant. This study was conducted in Tuwel Village, Bojong Sub-district, Tegal Regency from February to June 2021. The study used a Randomized Block Design consisted of 2 factors, namely dose ratio of AB Mix fertilizer (D0 = 1:1, D1 = 1:2, D2 =1:3, D3 = 2:1, and D4 = 3:1) and planting media (M1 = rice husk charcoal and M2 = rockwool). The observed variables included plant height, leaf number, stem diameter, shoot fresh weight, root fresh weight, shoot dry weight, root dry weight, and fruit weight per plant. The data obtained were analyzed by the F-test, and continued by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at an error rate of 5% if there is a significant difference in the treatments. The results showed that the addition of formula A and formula B dose ratio of AB Mix fertilizer did not give a better effect compared to the control group on the variables of shoot fresh weight, root fresh weight, shoot dry weight, and root dry weight. The formula A and formula B dose ratio of AB Mix fertilizer and planting media showed a significant interaction on the leaf number, shoot fresh weight, root fresh weight, shoot dry weight, and root dry weight. The best interaction effect was shown by D3M1 (dose ratio 2:1 and rice husk charcoal) on the variables of root fresh weight and root dry weight. Both AB mix fertilizer and planting media did not significantly affect the yield of tomato plant. Key words: cherry tomato (Rempai), planting media, AB Mix fertilizer | |
| 30896 | 34231 | A1D017038 | KAJIAN DISTRIBUSI SULFUR DAN SIFAT KIMIA TANAH SAWAH DAN KORELASINYA DENGAN PRODUKSI PADI SAWAH WILAYAH SUB DAS SERAYU HILIR DI KECAMATAN MAOS KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Distribusi unsur hara S tanah di lahan sawah yang digunakan untuk budidaya tanaman padi sawah wilayah sub DAS Serayu hilir di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, (2) Sifat kimia tanah meliputi pH H2O, pH KCl, Potensial redoks dan DHL (Daya Hantar Listrik) pada lahan sawah, (3) Mendapatkan rekomendasi pupuk untuk lahan persawahan. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Wilayah Sub DAS Serayu Hilir di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap dengan ketinggian tempat 198 mdpl dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Januari 2021 hingga Mei 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei pada tingkat semi detail dengan skala 1: 50.000. Peta satuan lahan (SLH) dibuat dengan cara tumpang susun (overlay) peta administrasi, peta kelerengan, peta jenis tanah dan peta penggunaan lahan kecamatan Maos. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di Lokasi penelitian. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm secara acak (zigzag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan sulfur tersedia di lokasi penelitian pada kedalaman 0-25 cm bersifat rendah sampai sedang (35,68-86,27 ppm). Hasil analisis sifat kimia tanah di lahan sawah Kecamatan Maos menunjukkan bahwa pH H2O bersifat netral dan pH KCl bersifat agak masam hingga masam, daya hantar listrik sangat rendah, dan potensial redoks tereduksi rendah. Korelasi antar variabel 3,58% hasil tanaman padi di lahan sawah dipengaruhi oleh S-tersedia tanah, 4,39% hasil tanaman padi di lahan sawah dipengaruhi oleh pH H2O tanah, 2,38% hasil tanaman padi di lahan sawah dipengaruhi oleh pH KCl tanah, hasil tanaman padi dipengaruhi oleh DHL yaitu sebesar 11,64% dan hasil tanaman dipengaruhi oleh potensial redoks sebesar 21,21%. Rekomendasi pemupukan sulfur untuk tanaman padi sawah Kecamatan Maos yaitu sebesar 16,95-40,99 kg S/ha atau setara dengan pemberian pupuk ZA sebesar 70,64-170,81 kg ZA/ha. | This study aims to determine: (1) the distribution of soil nutrients in rice fields used for rice cultivation in the downstream Serayu sub-watershed area in Maos District, Cilacap Regency, (2) Soil chemical properties include pH H2O, pH KCl, Redox potential and DHL (Electricity Conductivity) in paddy fields, (3) Get fertilizer recommendations for paddy fields. The research was carried out in the rice fields of the Serayu Hilir Sub-Watershed Area in Maos District, Cilacap Regency with an altitude of 198 meters above sea level and the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from January 2021 to May 2021. This research was conducted using a survey method at the semi-detailed level with a scale of 1: 50,000. The land unit map (SLH) was made by overlaying administrative maps, slope maps, soil type maps and land use maps in Maos sub-district. Soil sampling was carried out in a composite manner at the research site. Soil samples were taken at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm randomly (zigzag). The results showed that the sulfur content available at the research site at a depth of 0-25 cm was low to moderate (35.68-86.27 ppm). The results of the analysis of soil chemical properties in paddy fields Maos subdistrict showed that pH of H2O was neutral and the pH of KCl is slightly acid to sour, very low electrical conductivity, and low redox potential is reduced. The correlation between variables 3,58% yield rice plants in paddy fields affected by the S-provided land, 4,39% yield rice plants in paddy fields affected by pH H2O soil, 2,38% yield rice plants in paddy fields affected by pH KCl soil, rice yields are influenced by DHL which amounted to 11,64% and crop yields were affected by the redox potential of 21,21%. The recommendation for sulfur fertilization for lowland rice in Maos District is 16,95-40,99 kg S/ha or the equivalent of 70,64-170,81 kg ZA/ha. | |
| 30897 | 34230 | A1C016046 | Kajian Jumlah dan Luas Tunel Terhadap Proses Kristalisasi Garam | Kadar NaCl dipengaruhui oleh keadaan cuaca dan teknik produksi garam. Salah satunya adalah pengaruh pada pengaturan aliran dan tebal air yang dialirkan, dikarenakan kadar atau kepekatan air tua yang masuk ke meja kristalisasi akan memengaruhi mutu hasil. Penelitian ini bertujuan untuk Mengatuhui faktor-faktor, jumlah dan luas tunel yang berpengaruh terhadap proses kristalisasi dan kadar NaCl garam. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, pengambilan data iklim mikro atau parameter lingkungan dilakukan secara langsung (in situ). Penelitian ini dilakukan pada dua KUGAR yaitu KUGAR Jagad Kidul dengan jumlah tunel 6 dan 1 tandon. KUGAR Lestari Sejahtera dengan jumlah tunel 10 dan 1 tandon di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang memengaruhi proses kristalisasi dan kualitas garam yakni suhu air, suhu udara dan kelembaban pada Greenhouse Salt Tunnel (GST), suhu sekitar Greenhouse Salt Tunnel (GST), kecepatan angin serta intensitas matahari. Jumlah dan luas tunel yang berbeda dari masing-masing KUGAR memengaruhi lama proses kristalisasi, kadar NaCl dan kadar air. KUGAR Jagad Kidul dengan luas tunel 60 m2 dan nilai produktivitasnya sebesar 0,233 kg/hari/m2, menghasilkan garam dengan kadar NaCl garam sebesar 96,076 %, Kadar air 1,265 % dan lama produksi 15 hari. Sedangkan pada KUGAR Lestari Sejahtera dengan luas tunel 24,5 m2 dan nilai produktivitasnya sebesar 0,341kg/hari/m2, menghasilkan garam dengan kadar NaCl garam sebesar 94, 1725 %, kadar air 2,980 % dan lama produksi 17 hari. | NaCl levels are influenced by weather conditions and salt production techniques. One of them is influenced by the flow regulation and the thickness of the water that flows because the level or density of old water that enters the crystallization table will affect the quality of the results. The aims of this study are determine the factors, number, and area of tunnels that affect the crystallization process and the level of NaCl salt. This research uses the purposive sampling method, microclimate data or environmental parameters was carried out directly (in situ). This research was conducted on two KUGAR in Kebumen Regency, Central Java, namely KUGAR Jagad Kidul with 6 tunnels and 1 reservoir and KUGAR Lestari Sejahtera with 10 tunnels and 1 reservoir. The results showed several factors that influenced the crystallization process and the quality of salt, namely water temperature, air temperature, humidity, wind speed, and solar intensity in the Greenhouse Salt Tunnel (GST), also air temperature around the Greenhouse Salt Tunnel (GST). The number and large area of different tunnels of each KUGAR ffect the length of the crystallization process, NaCl content, and water content. The result are KUGAR Jagad Kidul with a tunnel area of 60 m2 and productivity of 0.233 kg/day/m2 produces salt with a NaCl content of 96.076%, water content of 1.265%, and a production time of 15 days. KUGAR Lestari Sejahtera with a tunnel area of 24.5 m2 and productivity of 0.341 kg/day/m2 produces salt with a NaCl content of 94, 1725%, water content of 2,980%, and a production time of 17 days. | |
| 30898 | 34233 | C1L015010 | Pengaruh Keaktifan Berorganisasi, Berpikir Kreatif, dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA N 1 Belik | Prestasi belajar siswa pengurus inti organisasi SMA N 1 Belik belum optimal dikarenakan siswa belum mempunyai manajemen waktu yang baik, metode pembelajaran yang menarik, dan kurangnya dorongan dari dalam diri siswa untuk belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keaktifan berorganisasi, berpikir kreatif, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pengurus inti organisasi SMA N 1 Belik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dengan menggunakan hubungan kausalitas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 91 siswa yang merupakan pengurus inti organisasi yang berada di kelas X dan kelas XI. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan angket. Uji analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut : (1) Keaktifan beroganisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar (2) Berpikir Kreatif tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar (3) Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar | The learning achievement of students in the organization of SMA N 1 Belik is not optimal because students don’t have good time management, interesting learning methods, and lack of encouragement from within students to learn. This study aims to analyze the effect of organizational activity, creative thinking, and learning motivation on student achievement in the core organizational management of SMA N 1 Belik. The method used in this study is quantitative associative by using a causal relationship. The sample used in this study was 91 students who were the core administrators of the organization in class X and class XI. Data was collected through interviews, observations and questionnaires. The data analysis tests carried out in this study were multiple linear regression test, t test, f test, and coefficient of determination test. Based on the results of the analysis, the following results were obtained: (1) Organizational activity has a positive and significant effect on learning achievement (2) Creative thinking has no effect on learning achievement (3) Learning motivation has no effect on learning achievement. | |
| 30899 | 34234 | A1D017214 | EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI PLANT GROWTH PROMOTING RIZOBACTERIA (PGPR) DARI RIZOSFER NANAS (Ananas comosus) PADA KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan: 1) Melakukan eksplorasi PGPR dari rizosfer nanas, 2) Memperoleh isolat murni PGPR dari rizosfer nanas, 3)Mengetahui karakteristik PGPR isolat murni. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Oktober 2021 di Desa Pengalusan dan Desa campakoah, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dan di Laboratorium agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental, sampel tanah diambil dari dua tempat dengan ketinggian yang berbeda, yaitu di Desa Pengalusan dan Campakoah. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit dengan metode purpossive sampling. Setelah diperoleh sampel tanah, lalu dilanjutkan dengan isolasi bakteri di medium Nutrient Agar (NA). Kemudian isolat yang telah diperoleh diuji morfologi makroskopis, morfologi mikroskopis, dan uji aktivitas PGPR sebagai variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bakteri yang berasal dari Desa Campakoah lebih tinggi (15,22 x 106 cfu/ml) dibandingkan populasi bakteri dari sampel tanah Desa Pengalusan (2,68 x 106 cfu/ml). Dari Desa Pengalusan dan campakoah berhasil diperoleh masing-masing sebanyak 5 isolat. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh isolat tergolong bakteri gram positif. Seluruh isolat selain C51 mempunyai kemampuan menghasilkan Indole-3-acetic Acid. Isolat yang mempunyai kemampuan melarutkan Fosfat hanya isolat P61. Isolat yang mempunyai kemampuan menghasilkan enzim protease (proteolitik) adalah isolat C51, C52, C61, C62, P41, dan P61. Seluruh isolat mempunyai kemampuan memfiksasi Nitrogen. Berdasarkan data hasil pengujian, isolat yang mempunyai keempat kemampuan PGPR adalah P61. | This research was aimed to 1) Doing exploration of PGPR from pinneaple rizosphere, 2) Obtaining pure isolates from pinneaple rizosphere, 3) Finding out the characteristics the pure of isolates. This research was implemented from February until October 2021 at Pengalusan and campakoah Villages, Mrebet District, Purbalingga Regency, Central Java and Laboratory of Agroecology, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. This research was implemented experimentally, the samples of soil was took from two different places with different elevation, those were Pengalusan and campakoah Villages. The taking of soil samples was implemented compositely by purpossive sampling method. After the sample of soils was took, then continued by bactery isolation in Natrium Agar medium. Isolates that has gotten then tested about macroscopic and microscopic morphologies, and the activity of PGPR. The results of research showed that the bacterial population from Campakoah Village higher (15,22 x 106 cfu/ml) than Pengalusan Village (2,68 x 106 cfu/ml). Each from Pengalusan Village and Campakoah Village was succed to collect 5 isolates. Based on the results of test, all of the isolates including in gram possitive bacteria. All of the isolates except C51 have capability to produce Indole-3-acetic Acid. The isolate that have capability to dissolve phospate was only isolate P61. The isolates that have capability to produce protease enzym (proteolytic) were isolate C51, C52, C61, C62, P41, and P61. All of the isolates have capability to fix Nitrogen. The isolate that have completely four capabilities are P61. | |
| 30900 | 34235 | F1B017059 | INOVASI PELAYANAN PUBLIK PADA PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PROGRAM SAKINA PELING DI PUSKESMAS BULUSPESANTREN II KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini berjudul Inovasi Pelayanan Publik Pada Pelayanan Kesehatan Melalui Program Sakina Peling di Puskesmas Buluspesantren II Kabupaten Kebumen. Inovasi ini dibentuk sebagai usaha menyelenggarakan pelayanan kesehatan dalam menekan angka kematian ibu hamil dan anak, inovasi tersebut dibentuk pada tahun 2018 yang di dukung oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 serta yang terbaru pada tahun 2019 di dukung dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019. Inovasi merupakan sebuah ide atau gagasan, praktik atau objek yang dianggap suatu hal yang baru baik oleh individu, kelompok atau unit lain untuk diadopsi dan dalam penelitian ini proses inovasi program tersebut menggunakan atribut inovasi menurut Rogers (1983) yang terdiri atas keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, dan observabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum Inovasi Sakina Peling berjalan sesuai dengan tujuanya dan mampu menekan angka kematian ibu hamil dan anak. Program ini sudah mampu mendatangkan keuntungan dari segi kepuasan masyarakat, prestasi sosial, dan citra, selain itu program ini cocok diterapkan di wilayah kerja Puskesmas Buluspesantren II dan memiliki nilai yang sejalan dengan visi misi puskesmas sehinggga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan. Inovasi Sakina Peling pada penerapanya mudah dipahami oleh pedagang sayur keliling maupun masyarakat, dan memberikan dampak positif yang sejalan. | This research is titled Public Service Innovation in Health Services through the Sakina Peling Program at the Buluspesantren II Public Health Center, Kebumen Regency. This innovation was formed as an effort to provide health services to reduce maternal and child mortality, the innovation was formed in 2018 against the background of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 97 of 2014 and the latest in 2019 supported by the Regulation of the Minister of Health Number 4 of 2019. Innovation is an idea or idea, practice or object that is considered a new thing either by individuals, groups or other units to be adopted and in this study the program innovation process uses innovation attributes according to Rogers (1983) which consist of relative advantage, compatibility, complexity, and observability. The type of this research is qualitative, selecting informants using purposive sampling and snowball sampling Results of this research present that in general the Sakina Peling Innovation at the Buluspesantren II Health Center was running according to it’s objectives and was able to reduce the mortality rate of pregnant women and children. This program has been able to bring benefits in terms of community satisfaction, social achievement, and image, besides that this program is suitable to be applied in the working area of the Buluspesantren II Health Center and has values that are in line with the vision and mission of the puskesmas so be able to increase public awareness of health. Sakina Peling's innovation has easy to understand by mobile vegetable traders and the public, and giving a positive impact. |