Artikel Ilmiah : E1A017206 a.n. AXEL CHRISTIAN ENGELBERT

Kembali Update Delete

NIME1A017206
NamamhsAXEL CHRISTIAN ENGELBERT
Judul ArtikelANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERJANJIAN UTANG PIUTANG ANTAR PERORANGAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERJANJIAN UTANG PIUTANG ANTAR PERORANGAN
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng)
Oleh:
AXEL CHRISTIAN ENGELBERT
E1A017206
Penelitian ini bertujuan menganalisa pertimbangan hukum Hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan Para Tergugat dalam kaitannya dengan utang piutang yang terjadi di antara Penggugat dengan Tergugat I, serta bagaimana pertimbangan hukum Hakim mengenai tuntutan berdasarkan perbuatan melawan hukum pada Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder, dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Metode analisa data pada penelitian ini adalah normatif kualitatif yang disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan penelitian ini, diperoleh kesimpulan, bahwa Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Menurut penulis, perbuatan Tergugat I, yaitu mempersiapkan dan membuat Surat Kuasa Untuk Menjual, Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), dan Akta Jual Beli (AJB) dihadapan Tergugat II untuk mengalihkan secara yuridis objek jaminan utang Penggugat ke dirinya merupakan perbuatan yang melanggar hak subjektif orang lain. Adapun perbuatan Tergugat II, yaitu membuat dan menerbitkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Surat Kuasa Untuk Menjual, dan Akta Jual Beli (AJB) dengan tanpa membacakan isi dan maksud akta, serta tidak memberikan salinannya kepada Penggugat untuk mengalihkan objek jaminan utang Penggugat ke Tergugat I dalam kapasitasnya sebagai Notaris termasuk perbuatan yang melanggar hak subjektif orang lain, serta bertentangan dengan kewajiban hukumnya seperti yang diatur ketentuan peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengikatnya. Tuntutan Penggugat telah memenuhi syarat-syarat untuk menuntut ganti rugi atas dasar perbuatan melawan hukum. Dalam pertimbangan hukum dan diktum putusannya, Hakim menolak tuntutan ganti rugi berupa pembayaran sejumlah uang secara tanggung renteng seperti yang diminta Penggugat, karena tidak adanya bukti rincian yang jelas. Akan tetapi, Hakim mengabulkan tuntutan Penggugat berupa pengembalian pada keadaan semula dan tuntutan untuk meniadakan sesuatu hal yang diadakan secara melawan hukum dengan menyatakan bahwa surat kuasa dan akta yang digunakan untuk mengalihkan objek jaminan utang Penggugat, serta bukti hak yang telah dibalik nama ke Tergugat I tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Kata kunci: perbuatan melawan hukum, tuntutan, utang piutang
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
JURIDICAL ANALYSIS OF UNLAWFUL ACTS IN DEBT AGREEMENT BETWEEN INDIVIDUALS
(Study on Tangerang District Court Judgement Number: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng)
Arranged by:
AXEL CHRISTIAN ENGELBERT
E1A017206
This research aims to analyze the judge's legal considerations in qualifying the elements of unlawful acts committed by the Defendants in relation to debt agreement that occur between Plaintiff and Defendant I, as well as how the judge's legal consideration of the lawsuits based on unlawful acts in the Tangerang District Court Judgement Number: 71/Pdt.G/2020/PN.Tng. This study uses normative juridical approach methods, with prescriptive research specifications. The data used is secondary data, using literature study data collection techniques. The data analysis method in this study is a qualitative normative presented in the form of narrative text.
Based on this research, it was concluded, that the Defendants had committed unlawful acts. According to the author, the actions of Defendant I, that is preparing and making a Power of Attorney to Sell, Deed of Binding of Sale Agreement (PPJB), and Deed of Sale Agreement (AJB) before Defendant II to juridically transfer the object of the Plaintiff's debt guarantee to him is an act that violates the subjective rights of others. As for the actions of Defendant II, that is making and issuing the Deed of Binding of Sale Agreement (PPJB), Power of Attorney to Sell, and Deed of Sale Agreement (AJB) without reading the contents and purpose of the deed, and not providing a copy to Plaintiff, in order to transfer the object of Plaintiff's debt guarantee to Defendant I in his capacity as a notary belong to acts that violate the subjective rights of others, and contrary to its legal obligations as stipulated by the provisions of the laws and regulations that are specifically binding her. Plaintiff's prosecution has fulfilled the conditions to sue for damages on the basis of unlawful acts. In legal considerations and the dictum of his judgement, the Judge rejected the claim for damages in the form of payment of a sum of money on a solid basis as requested by the Plaintiff, because there was no clear evidence of details. However, the Judge granted Plaintiff's claim in the form of a return on the original state and a claim to negate something that was held unlawfully by stating that the power of attorney and deed used to transfer the object of the Plaintiff's debt guarantee, as well as proof of the rights that have been reversed by name to Defendant I have no binding legal force.

Keywords: unlawful acts, prosecution, debt agreement
Kata kunciperbuatan melawan hukum, tuntutan, utang piutang
Pembimbing 1Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H., M.A., Ph.D
Pembimbing 2Dr. Sulistyandari, S.H., M.Hum
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2021-11-16 23:26:25.864643
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.