Artikel Ilmiah : A1L014012 a.n. ARY MOCHAMMAD IRFANSYAH

Kembali Update Delete

NIMA1L014012
NamamhsARY MOCHAMMAD IRFANSYAH
Judul ArtikelAPLIKASI PUPUK SINTETIS DAN BIO P60 PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DESA PANDANSARI KECAMATAN PAGUYANGAN, BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk sintetis Urea, KCl, SP-36, dan
phonska yang seusai untuk hasil produksi tanaman kentang. Penelitian dilakukan di Desa
Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes,pada bulan Maret sampai Agustus
2019. Penelitian menggunakan racangan faktorial 3 x 4 yang disusun pada Rancangan
Acak Kelompok. Faktor pertama yaitu dosis pupuk sintetis (A) dan kedua konsentrasi dan
interval pemberian Bio P60 (B). Faktor pertama yaitu terdiri dari A1 (dosis anjuran, Urea
300 kg, SP-36 500 kg, dan 300 kg KCl per ha), A2 (50% dosis anjuran, Urea 150 kg, SP-
36 250 kg, dan150 kg KCl per ha), A3 (25% dosis anjuran, Urea 75 kg, SP-36 125 kg,
dan 75 kg KCl per ha), dan A4 dosis yang biasa digunakan petani (Phonska 250 kg/ha,
Urea 150 kg/ ha, SP-36 250 kg/ha, dan 150 kg KCl/ha). Faktor kedua konsentrasi dan
interval Bio P60 yaitu B0 (tanpa Bio P60), B1 (konsentrasi 30 ml/L, interval 2 minggu,
dikocorkan), dan B2 (konsentrasi 30 ml/L, interval 4 minggu, dikocorkan. Hasil
penelitian mampu menunjukkan pertumbuhan dan hasil berbeda nyata terhadap tinggi
tanaman, jumlah umbi, volume umbi dan diameter umbi. Dosis pupuk 25% anjuran (A3)
menjadi perlakuan terbaik yang mampu menghasilkan tinggi tanaman 76,11 cm dan
jumlah daun 1155 helai. Jumlah umbi tertinggi adalah 10,33 buah, volume umbi 65,22
cm3, bobot umbi 0,32 kg/tanaman, diameter umbi 21,75 cm dan hasil per hektar mencapai
16.987,68 kg/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to determine the appropriate dose of synthetic fertilizers urea, KCl, SP- 36, and phonska for potato production. The research was conducted in Pandansari Village, Paguyangan District, Brebes Regency, from March to August 2019. The study used a 3 x 4 factorial design arranged in a Randomized Block Design. The first factor was synthetic fertilizers(A) and the second the concentration and interval of giving Bio P60 (B). The first factor consisted of A1 (Urea 300 kg, SP-36 500 kg, and 300 kg KCl per ha), A2 (Urea 150 kg, SP-36 250 kg, and 150 kg KCl per ha), A3 (Urea 75 kg, SP-36 125 kg, and 75 kg KCl per ha), and A4 (Phonska 250 kg, Urea 150 kg, SP-36 250 kg, and 150 kg KCl per ha). The second factor was the concentration and interval of Bio P60, namely B0 (without Bio P60), B1 (concentration 30 ml/L, 2 week interval, leaked), and B2 (concentration 30 ml/L, 4 week interval). The results showed that the growth and yield were significantly different in plant height, number of tubers, tuber volume and tuber diameter. The dosage of 25% fertilizer as recommended (A3) was the best treatment capable of producing 76.11 cm plant height and 1,155 leaves. The highest number of tuber was 10.33 tubers, tuber volume 65.22 cm3, tuber weight 0.32 kg/plant, tuber diameter 21.75 cm and yield per hectare reached 16,987.68 kg/ha.
Kata kunciKata kunci : pupuk sintesis, BioP60, kentang, hasil
Pembimbing 1Dr. Ir. Rostaman., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Khavid Faozi, SP., MP
Pembimbing 3Dr. Ir. Tamad, M.Si
Tahun2021
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2021-11-16 14:36:25.930452
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.