Artikel Ilmiah : P2DA14006 a.n. AFIFAH NOOR HIDAYAH

Kembali Update Delete

NIMP2DA14006
NamamhsAFIFAH NOOR HIDAYAH
Judul ArtikelSUPLEMENTASI KULIT BAWANG PUTIH DAN MINERAL ORGANIK DALAM PAKAN SAPI PERAH TERHADAP NILAI KECERNAAN NUTRIEN DAN TOTAL PADATAN SUSU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan untuk mengkaji nilai kecernaan nutrien (serat kasar, NDF, ADF dan energi), total padatan susu dan konversi kecernaan energi terhadap laktosa susu sapi perah yang diberi pakan suplementasi kulit bawang putih dan mineral organik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan pakan yang diuji yaitu pakan basal ditambah rumensin 0.3 g/ekor/hari (R0), pakan basal ditambah kulit bawang putih 30 ppm/kg BK (R1), dan pakan basal dengan tepung kulit bawang putih 30 ppm/kg BK serta mineral organik (Cr 1,5 ppm, Se 0,3 ppm dan Zn-lisinat 40 ppm) (R2). Data diuji menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai kecernaan nutrien dan total padatan susu, namun berpengaruh nyata (P<0,05) pada konversi kecernaan energi terhadap laktosa. Berdasarkan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) bahwa konversi kecernaan energi terhadap laktosa pada pakan suplementasi kulit bawang putih (R1) lebih tinggi dibandingkan rumensin (R0), akan tetapi tidak berbeda nyata dengan suplementasi kulit bawang putih dan mineral organik (R2). Disimpulkan bahwa suplementasi kulit bawang putih dan mineral organik pada pakan sapi perah memiliki pengaruh yang sama dengan rumensin terhadap nilai kecernaan nutrien dan total padatan susu.
Abtrak (Bhs. Inggris) This study aimed to determine nutrient digestibility values (crude fiber, NDF, ADF and energy), total solids of milk and conversion of energy digestibility to milk lactose of dairy cows fed supplementation of garlic husk and organic minerals. The research used completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 7 replications. The treatments were basal diet plus rumensin 0.3 g/head/day (R0), basal diet plus garlic husk 30 ppm/kg DM (R1), and basal diet with garlic husk 30 ppm/kg DM and organic minerals (Cr 1.5 ppm, 0.3 ppm Se and Zn-lisinat 40 ppm) (R2). The data were analyzed using analysis of variance and followed by Honestly Significant Different Test (HSD). The results showed that the effect of treatment was not significant on nutrient digestibility values and total solids of milk, but significantly (P<0.05) affected conversion of energy digestibility to milk lactose. Based on Honestly Significant Different Test (HSD), the conversion of energy digestibility to milk lactose in diet supplemented with garlic husk (R1) was higher than rumensin (R0), but not significantly different to supplementation with garlic husk and organic minerals (R2). The conclusion from this research is, supplementation garlic husk and organic minerals in diet of dairy cows have the same effect relative to that of rumensin on nutrient digestibility values and total solids of milk.
Kata kuncikulit bawang putih, mineral organik, kecernaan nutrien, total padatan susu
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Wardhana Suryapratama, MS
Pembimbing 2Ir. Suwarno, M.Sc. Ph.D
Pembimbing 3Dr. Ir. Caribu Hadi Prayitno, MP
Tahun2015
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2015-08-31 11:37:18.894768
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.