Home
Login.
Artikelilmiahs
12838
Update
ALAN AFRIYANTO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KUALITATIF DAMPAK PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN DAN FORMAT LAPORAN KEUANGAN YANG MEMBERIKAN MANFAAT BAGI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto. Panti asuhan yang dijadikan sebagai sumber data adalah panti asuhan yang sudah berumur lebih dari 10 tahun dan selalu membuat laporan keuangan sejak tahun 2010. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya kondisi di mana panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto yang konsisten membuat laporan keuangan walaupun bentuknya masih sederhana. Selain itu, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah menerbitkan PSAK 45 revisian 2011 sebagai standar laporan keuangan organisasi nirlaba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) kondisi laporan keuangan panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto, 2) dampak dari pembuatan laporan keuangan, 3) informasi yang dibutuhkan para pemangku kepentingan dan 4) menganalisis format laporan keuangan yang bisa diterapkan dan bermanfaat bagi panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto. Teknik Analisis Data dalam penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman , terdiri dari: mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto rutin membuat laporan keuangan. Laporan keuangan yang dibuat oleh panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto adalah laporan keuangan tahunan. Panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto menggunakan standar pelaporan keuangan dari organisasi Muhammadiyah dan belum menggunakan PSAK 45. Ada tiga faktor yang memengaruhi penerapan standar pelaporan keuangan panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto, yaitu: 1) penggunaan software, 2) pelatihan tentang akuntansi dari pemerintah, 3) sosialisasi dari pemerintah terkait standar pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Para informan menyatakan bahwa laporan keuangan memiliki manfaat bagi panti asuhan, penyumbang dana dan juga bagi Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Manfaat dari pembuatan laporan keuangan adalah sebagai syarat mendapatkan dana bantuan dari Dinas Sosial, sebagai alat pertanggungjawaban, sebagai arsip pihak panti dan sebagai alat pertimbangan bagi penyumbang dana untuk memberikan dana. Para informan juga menyatakan bahwa informasi yang paling dibutuhkan oleh mereka adalah informasi keuangan berupa laporan keuangan dan informasi non keuangan berupa background panti asuhan. Panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto yang dijadikan sumber data menyatakan kemungkinan penerapan PSAK 45 secara penuh apabila pemerintah dapat memberikan sosialisasi dan pelatihan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This thesis conducts a qualitative research and uses a case study approach. This research was conducted in Muhammadiyah Purwokerto orphanage. The orphanage in this study as source of data is an orphanage that has existed than 10 years and has disclosed financial reports since 2010. The problems underlying this study is Muhammadiyah Purwokerto orphanage which always makes the financial statements although its financial statement is still simple. In addition, the Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) has issued the PSAK 45 revised 2011 as a non-profit organization's financial reporting standards. This study aims to analyze 1) the condition of the financial statements on orphanage Muhammadiyah Purwokerto, 2) the impact of the financial statement, 3) the most important information for stakeholders 4) and certainly want to analyze the format of financial statements that can be applied and can be useful for Muhammadiyah Purwokerto orphanage. The data analysis technic in this study using model developed by Miles and Huberman, including: data collection, data reduction, data display and withdrawal conclusion. The results of this study is the orphanage Muhammadiyah Purwokerto regularly make financial reports. The financial reports that made by the orphanage Muhammadiyah Purwokerto is the annual financial report. Muhammadiyah Purwokerto orphanage uses financial standards from Muhammadiyah organization and did not implement PSAK 45. There are three factors that affect the application of financial reporting standards in orphanage of Muhammadiyah Purwokerto, namely: 1) the use of software, 2) training of accounting from the government, 3) socialization related regulations of financial reporting standards for non-profit organizations from government. The informants stated that the financial statement has benefits for orphanage. The benefits of making the financial statements is as a condition of obtaining a grant from the Department of Social and Welfare, as a tool of accountability, as the archives and as a tool for donors to consider to provide funds. The informants also stated that the information that most needed for them are financial information (financial statement) and non-financial information (background of orphanage). Muhammadiyah Purwokerto orphanage which is used as source of data declare the possibility to implement PSAK 45 fully, if the government can provide socialization and training.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save