Artikelilmiahs

Menampilkan 29.881-29.900 dari 50.085 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2988133237C1C016005PENGARUH ISLAMICITY PERFORMANCE INDEX TERHADAP ZAKAT PERFORMANCE PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Islamicity Performance Index, yaitu profit sharing ratio, equitable distribution ratio, islamic investment ratio, dan islamic income ratio terhadap zakat perfromance pada perbankan syariah di Indonesia tahun 2010-2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berjumlah 14 perbankan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 5 perbankan syariah. Periode waktu penelitian adalah 10 tahun, sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 50 data. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari laporan keuangan dan laporan tahunan melalui website resmi masing-masing perbankan syariah. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji goodness of fit, analisis regresi berganda, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) profit sharing ratio berpengaruh terhadap zakat performance; (2) equitable distribution ratio berpengaruh terhadap zakat performance; (3) islamic investment ratio berpengaruh zakat performance; (4) islamic income ratio tidak berpengaruh terhadap zakat performance.This study aims to determine the effect of Islamicity Performance Index, namely the profit sharing ratio, equitable distribution ratio, islamic investment ratio, dan islamic income ratio on zakat performance in Islamic banking in Indonesia 2010-2019. This type of research is a quantitative research. The population in this study are all Islamic Banking in Indonesia registered with the Financial Services Authority which amounted to 14 bank. Sampling using purposive sampling and obtained a sample of 5 Islamic banking. The research period is 10 years, so the number of sample obtained is 50 data. The data source used is secondary data obtained from financial report and annual report through the official website of each Islamic banking. Analysis of the data used is descriptive statistics, classic assumption test, goodness of fit test, multiple regression analysis, and t test. The results of this study indicate that: (1) profit sharing ratio has an effect on zakat performance, (2) equitable distribution ratio has an effect on zakat performance, (3) Islamic investment ratio has an effect on zakat performance, (4) Islamic income ratio has no effect on zakat performance.
2988233238E1A017210NOODWEER EXCES DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (Studi Putusan Nomor: 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Kpn)Putusan Nomor: 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Kpn mengadili mengenai seorang anak yang melakukan pembelaan pada saat adanya ancaman yang membahayakan, namun hakim dalam hal ini memutus bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Anak Pelaku bukan merupakan suatu pembelaan terpaksa yang melampaui batas (noodweer exces). Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen menyatakan bahwa Anak Pelaku secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan mati yang diatur dalam Pasal 351 Ayat (3) KUHP, dan Anak Pelaku dijatuhi pidana pembinaan dalam lembaga di LKSA Darul Aitam di Wajak Kabupaten Malang selama 1 (satu) tahun. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku dalam Putusan Nomor: 1/ Pid.Sus- Anak/ 2020/ PN Kpn, dan ketepatan pertimbangan hakim dalam memutus perkara Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN Kpn bukan karena noodweer exces.
Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yang bersifat kualitatif dengan metode pendekatan analisis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode reduksi data, display data dan kategorisasi data. Data sekunder yang terkumpul disajikan secara deskriptif serta dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hakim dalam menjatuhkan Putusan Nomor. 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Kpn terhadap Anak Pelaku dengan pidana pembinaan dalam lembaga di LKSA Darul Aitam di Wajak Kabupaten Malang selama 1 (satu) tahun belum berdasarkan pada aspek yuridis, aspek filosofis dan aspek sosiologis. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara Nomor: 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Kpn bukan karena pembelaan terpaksa yang melampaui batas (noodweer exces) adalah kurang tepat.
Verdict Number: 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Kpn prosecute for a child who is doing the defense of emergency at a time when the threat of harm, but the judge in this case deciding that the deeds done by the Child Actors is not a defense forced beyond the limit (noodweer exces). The decision of the Judges of the district Court Kepanjen stated that the Child Offender legally and convincingly perform criminal acts of persecution that resulted in the death set forth in Article 351 Paragraph (3) of the criminal code, and the Child Abuser sentenced coaching in institutions in LKSA Darul Aitam in Wajak Kabupaten Malang for 1 (one) year. The problem studied in this research is about the legal reasoning of judges in imposing criminal proceedings against offenders in Verdict Number: 1/ Pid.Sus-Anak/ 2020/ PN Kpn, and the accuracy of the consideration of the judge in deciding the case Number 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN Kpn not because noodweer exces.
The method used is normative juridical qualitative method analysis approach. The type of data used is secondary data consisting of primary legal materials, secondary and tertiary. Data processing method used is the method of data reduction, data display and data categorization. The secondary Data collected are presented descriptively and analyzed by using qualitative analysis.
The results of this study show that the Judge in imposing the Verdict of the Number: 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Kpn against a Child Offender with a criminal coaching in institutions in LKSA Darul Aitam in Wajak Kabupaten Malang for one (1) year has not been based on the judicial aspect, aspects of philosophical and sociological aspect. The consideration of the judge in deciding the case Number: 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Kpn is not because the defense was forced to beyond the limit (noodweer exces) is less precise.
2988333242J1C016054ANALISIS KEISHOU DALAM ANIME KAMISAMA HAJIMEMASHITA KAJIAN SOSIOLINGUISTIKPenelitian ini meneliti tentang keishou yang terdapat dalam anime Kamisama Hajimemashita. Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan bentuk keishou yang terdapat dalam anime Kamisama Hajimemashita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menganalisis dialog antar tokoh yang berhubungan dengan bentuk keishou berdasarkan teori Yokotani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 data yang terdiri dari 1 bentuk sensei, 9 bentuk sama dan dono, 5 bentuk san, 11 bentuk chan dan 4 bentuk kun. Selain membahas bentuk keishou penelitian ini juga membahas 4 faktor sosial yang muncul dalam penggunaan keishou berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Kabaya et al dalam bukunya yang berjudul Keigo Hyougen Handobukku. 4 faktor sosial tersebut meliputi faktor sosial hubungan antarpartisipan, tempat, kesadaran dan isi/topik pembicaraan. Kemudian ~Chan menjadi bentuk keishou yang paling banyak muncul dengan faktor sosial hubungan antarpartisipan sebagai faktor yang mempengaruhi penggunaan bentuk keishou tersebut.

Kata Kunci : Keishou, Kamisama Hajimemashita, Keigo Hyougen Handobukku Yokotani.
This research studies about keishou in the Kamisama Hajimemashita anime. The purpose of this research is to describe how to use keishou in this anime of Kamisama Hajimemashita. The method of this research is qualitative descriptive methods with note taking method. conversationThe data analysis technique works by analysis dialogue between participants include the relation of keishou based on Yokotani theory. The result analysis shows there are 30 data mention of 1 of sensei, 9 of sama and dono, 5 of san, 11 of chan and 4 of kun. In addition to discussing keishou’s from, the research also discussing about the four factors social that used in this keishou’s form based on the theory proposed by Kabaya et al in his book of Keigo Hyougen Handobukku. These four social factors is mentions of the sosial factor of the relationship between participants, place, awareness. Then chan becomes the most common form of keishou with the social factor of the relationship between participants as a factor that influences the use of keishou.

Keywords: Keishou, Kamisama Hajimemasita, Keigo Hyougen Handobukku, Yokotani.
2988433240F1F016067KEPATUHAN SINGAPURA TERHADAP ASEAN AGREEMENT ON TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION DITINJAU DARI DIMENSI OBLIGASI, PRESISI, DAN DELEGASIPenelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam mengenai kepatiuhan Singapura terhadap ASEAN Agreement on Tranzboundary Haze Pollution ditinjau dari dimensi obligasi, presisi, dan delegasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak terjadinya pencemaran asap di beberapa wilayah Asia Tenggara menunjukkan bahwa perjanjian ini tidak berjalan efektif. Singapura termasuk negara yang “tidak patuh” pada AATHP yang mana hal ini terbukti dari diimplementasikannya Transboundary Haze Pollution Act 2014 yang mengakomodir ekstra teritorial dalam pengenaan pertanggungjawaban pidana maupun perdata bagi setiap entitas, baik di dalam maupun di luar Singapura memungkinkan memasukin wilayah yurisdiksi Indonesia. Padahal, pengaturan ini tidak diatur dalam ASEAN Transboundary Haze Pollution Agreement yang diratifikasi oleh negara-negara ASEAN.This study aims to understand in depth about Singapore's compliance with the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution in terms of the dimensions of bonds, precision, and delegation. The results of the study show that there is still a lot of smoke pollution in some areas of Southeast Asia, indicating that this agreement is not working effectively. Singapore is a country that is “non-compliant” with AATHP which is evident from the implementation of the Transboundary Haze Pollution Act 2014 which accommodates extra-territorialities in imposing criminal and civil liability for each entity, both inside and outside Singapore, allowing entry into the jurisdiction of Indonesia. In fact, this arrangement is not regulated in the ASEAN Transboundary Haze Pollution Agreement ratified by ASEAN countries.
2988532830F1A016068HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DAN KOMUNITAS TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ROKOK ELEKTRIK (vape) DI PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi dan komunitas terhadap tingkat konsumsi rokok elektrik (vape) di Purwokerto. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik quota sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi serta observasi. Metode analisis data penelitian ini menggunakan Distribusi Frekuensi, Korelasi Tau Kendall, dan Tabel Silang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan sosial ekonomi pengguna rokok elektrik rendah maka tingkat konsumsi rokok elektrik juga rendah. Pendapatan yang sedikit tidak memungkinkan responden untuk mengkonsumsi rokok elektrik sering karena device dan liquid cukup mahal. Terlebih status para anggota komunitas yang masih pelajar dianggap tidak lazim untuk merokok elektrik dengan bebas. Partisipasi komunitas yang rendah, maka tingkat konsumsi rokok elektrikpun juga rendah. Minim kegiatan dan relasi keakraban antar anggotanya sama sekali tidak membuat anggota komunitas meningkatkan frekuensi konsumsi rokok elektrik mereka. Dengan ini, keadaan sosial ekonomi dan keikutsertaan dalam komunitas mempengaruhi tingkat konsumsi rokok elektrik.
This study aims to determine the socio-economic and community relationship to the level of consumption of e-cigarettes (vape) in Purwokerto. This research uses descriptive quantitative method with quota sampling technique. Collecting data using questionnaires, interviews, documentation and observation. The data analysis method of this research uses Frequency Distribution, Tau Kendall Correlation, and Cross Tables.
The results showed that the socioeconomic conditions of e-cigarette users were low, the level of e-cigarette consumption was also low. Low income does not allow respondents to consume e-cigarettes frequently because devices and liquids are quite expensive. Moreover, the status of community members who are still students is considered unusual to smoke e-cigarettes freely. Community participation is low, so the level of consumption of e-cigarettes is also low. The lack of activities and friendly relations between members does not at all make community members increase the frequency of their e-cigarette consumption. With this, socioeconomic conditions and participation in the community affect the level of e-cigarette consumption.
2988633241A1C017041ANALISIS PEMILIHAN PEMASOK DAN TEMPAT PEMASARAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus Pada Agroinduatri Gula Kristal Terfortifikasi: CV. Gendis)Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang memiliki hasil produk pertanian yang berlimpah. Salah satu produk yang diunggulkan adalah gula kelapa. Pengembangan produk gula kelapa sangat beragam salah satunya adalah fortifikasi. Seperti pada agroindustri CV. Gendis yang melakukan fortifikasi iodium pada gula kelapa kristal dan menghasilkan produk gula kelapa kristal beriodium. Salah satu upaya dalam memaksimalkan agroindustri CV. Gendis adalah dengan mencari pemasok bahan baku dan tempat pemasaran yang tepat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi serta menganalisis kriteria dan urutan prioritas dalam pemilihan pemasok gula kelapa kristal dan juga pemilihan prioritas tempat pemasaran produk. Penelitian dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode non probability sampling dengan Teknik purposive sampling, dan snowball sampling. Responden terbagi menjadi dua, untuk responden pemilihan pemasok gula kelapa adalah karyawan dan manajeman CV. Gendis yang berjumlah 6 orang. Kemudian untuk responden pemilihan prioritas tempat pemasaran produk Gendis adalah konsumen dan potential market dari gula kelapa kristal beriodium yang berjumlah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan urutan prioritas kriteria yang berpengaruh pada pemilihan pemasok gula kelapa kristal yaitu kualitas, harga, fleksibilitas, layanan, dan pengiriman. Pada pemilihan prioritas tempat pemasaran produk didapatkan urutan prioritas kriteria yang berpengaruh, yaitu ketersediaan produk, harga, layanan, dan akses. Hasil dari pengambilan keputusan untuk pemilihan pemasok gula kelapa kristal didapatkan bahwa pemasok x menjadi pemasok dengan bobot tertinggi. Hasil pengambilan keputusan pemilihan urutan prioritas tempat pemasaran produk yaitu offline store, e-commerce, kerjasama dengan lembaga, dan toko oleh-oleh.Banyumas is one of the districts that has abundant agricultural products. One of the superior products is coconut sugar. The development of coconut sugar products is very diverse, one of which is fortification. As in the agroindustry CV. Gendis performs iodine fortification on crystal coconut sugar and produces iodized crystal coconut sugar. One of the efforts in maximizing agroindustry CV. Gendis is to find raw material suppliers and appropriate marketing places. To identify and analyze the criteria and order of priorities in the selection of suppliers of crystal coconut sugar and the selection of priority places for product marketing. The research was conducted using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Data retrieval in this research using a non-probability sampling method with purposive sampling technique, and snowball sampling. Respondents are divided into two, for respondents the selection of coconut sugar suppliers is employees and management of CV. Gendis totaling 6 people. Then, for respondents, the priority selection of Gendis product marketing places is 100 people and the potential market for iodized crystal coconut sugar. The results showed the order of priority criteria that affect the selection of crystal coconut sugar suppliers, namely quality, price, flexibility, service, and delivery. In the selection of priority places for product marketing, the priority order of influential criteria is obtained, namely product availability, price, service, and access. The decision-making results of the selection of crystal coconut sugar suppliers found that supplier X became the supplier with the highest weight. The main factors of the decision-making in choosing the priority order of product marketing places are offline stores, e-commerce, collaboration with institutions, and gift shops.
2988733249J0A018018THE USE OF ENGLISH TO PROMOTE TOURIST DESTINATIONS BY PURBALINGGA TOURISM, SPORT, AND YOUTH OFFICELaporan Praktik Kerja ini ditulis berdasarkan Praktik Kerja yang dilakukan di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga (Dinporapar Purbalingga) pada tanggal 15 Februari 2021-15 Maret 2021. Dinporapar Purbalingga merupakan instansi pemerintah yang menaungi kegiatan di bidang kepemudaan, keolahragaan dan kepariwisataan yang ada di Kabupaten Purbalingga.
Penulis menggunakan beberapa metode dalam praktik kerja ini yaitu Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan Studi Pustaka. Tujuan dilaksanakannya Praktik kerja ini adalah untuk mengetahui promosi yang sudah dilakukan oleh Dinporapar Purbalingga, membuat artikel deskripsi tempat wisata dengan Bahasa Inggris, mengetahui kendala yang dihadapi serta mengetahui solusi yang tepat untuk mengatasi kendala.
Dalam melaksanakan Praktik Kerja, penulis mengetahui tugas dari seksi promosi dan pemasaran wisata Dinporapar Purbalingga yaitu melakukan promosi baik dalam negri maupun luar negeri tentang destinasi dan kawaasan strategis pariwisata. penulis juga mengetahui promosi yang sudah dilakukan oleh Dinporapar Purbalingga yang sebagian besar informasinya disajikan dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penulis membuat artikel deskripsi mengenai salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Purbalingga dengan Bahasa Inggris.
Penulis mengalami beberapa kendala dalam melakukan Praktik Kerja ini, seperti ketidaksesuaian antara Pra-Survey dengan Implementasi, keterbatasan kosa kata dan tata bahasa, serta minimnya Sumber Daya Manusia berketermpilan Bahasa Inggris. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan konsultasi dengan Dosen Pembimbing dan menggunakan bantuan kamus cetak, online serta mencari Referensi di Internet.

Kata kunci: Bahasa Inggris untuk Pariwisata, Promosi, Destinasi Wisata.
This Job Training Report was written based on the Job Training carried out at Purbalingga Tourism, Sport, and Youth Office (Dinporapar Purbalingga) on 15 February 2021-15 March 2021. Dinporapar Purbalingga is a government agency that oversees activities in the existing youth, sports and tourism sectors in Purbalingga Regency.
The writer used several methods in this Job Training, namely Observation, Interview, Documentation, and Literature Study. The purpose of implementing this Job Training was to find out the promotions that have been carried out by Dinporapar Purbalingga, made a descriptive article about tourist destination in English, know the obstacles faced and found the right solution to overcome the obstacles.
In carrying out the Job Training, the writer knew the task of the tourism promotion and marketing section of Dinporapar Purbalingga, namely to promoting domestically and abroad about tourist destinations and strategic tourism areas. The writer also knew the promotions that have been carried out by the Dinporapar Purbalingga, most of which information is presented in Indonesian. Therefore, the writer made a descriptive article about one of the tourist destinations in Purbalingga Regency in English.
The writer experienced several obstacles in carrying out this Job Training, such as the discrepancy between Pre-Survey and Implementation, limited vocabulary and grammar, and the lack of English-skilled Human Resources. However, these obstacles could be overcome by consulting with the Supervisor and used the help of printed, online dictionaries and looked for references on the Internet.

Keywords: English for Tourism, Promotion,Tourist Destination
2988833291A1D017114TANGGAP FISIOLOGIS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PUPUK SILIKA ALAMI DAN CEKAMAN KADAR AIR PADA TANAH INCEPTISOLBawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan. Pemupukan silika diketahui dapat meningkatkan ketersediaan hara, kinerja pertumbuhan dan efisiensi hasil, serta toleransi terhadap tekanan biotik dan abiotik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tanggap fisiologis tanaman bawang merah terhadap pemberian pupuk silika alami pada tanah Inceptisol, (2) mengetahui tanggap fisiologis tanaman bawang merah terhadap cekaman kadar air pada tanah Inceptisol, dan (3) mengetahui tanggap fisiologis tanaman bawang merah terhadap interaksi antara pupuk silika alami dan cekaman kadar air pada tanah Inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan bulan September 2020 sampai Januari 2021 di screen house experimental farm, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakulas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan dengan 3 ulangan, faktor pertama adalah perlakuan dosis pupuk silika yang terdiri atas 4 taraf dan faktor kedua adalah perlakuan cekaman kadar air yang terdiri atas 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan silika alami meningkatkan kadar prolin daun secara nyata. Pemupukan silika alami tidak meningkatkan ketebalan daun, kerapatan stomata, kadar klorofil daun total, kadar air relatif, kadar air umbi, dan bobot segar akar secara nyata, namun ada kecenderungan peningkatan pada beberapa variabel tersebut. Cekaman kadar air meningkatkan kadar prolin daun serta menurunkan kadar air umbi dan bobot segar akar secara nyata. Tidak terdapat interaksi antara pemupukan silika alami dan cekaman kadar air.Shallots are one of the horticultural commodities that have the potential to be developed into superior products. Silica fertilization is known to increase nutrient availability, growth performance, yield efficiency, tolerance to biotic and abiotic stresses. This research was conducted to: (1) determine the physiological response of shallot plants to the application of natural silica fertilizer on Inceptisol soil, (2) determine the physiological response of shallot plants to water stress in Inceptisol soil, and (3) determine the physiological response of shallot plants on the interaction between natural silica fertilizer and water stress in Inceptisol soil. This research was conducted from September 2020 to January 2021 at the screen house experimental farm, Laboratory of Agronomy and Horticulture, and Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was conducted with a factorial randomized block design (RBD) consisting of two treatment factors with 3 replications, the first factor was the dose of silica fertilizer treatment which consisted of 4 levels and the second factor was the water stress treatment consisted of 3 levels. The results showed that natural silica fertilization increased leaf proline levels significantly. Natural silica fertilization did not significantly increase leaf thickness, stomata density, total leaf chlorophyll content, relative water content, tuber water content, and root fresh weight, but there was a tendency to increase in some of these variables. Water stress increased leaf proline content and reduced tuber water content and root fresh weight significantly. There was no interaction between natural silica fertilization and water stress.
2988933207A1D115022PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI DAN FREKUENSI BIOURIN
KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN
(Brassica oleracea L.) SECARA HIDROPONIK SUMBU
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk yang terbaik terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman kailan pada hidroponik sistem sumbu, mendaptkan
frekuensi pemberian pupuk yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman
kailan pada hidroponik sistem sumbu dan mengetahui interaksi antara konsentrasi
pupuk dan frekuensi pemberian pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan
pada hidroponik sistem sumbu. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas
Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada Desember 2020 sampai
Februari 2021. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok
Lengkap (RAKL) terdri dari dua faktor. Faktor pertama konsentrasi pupuk 100% AB mix
(Kontrol), 75% AB mix + 25% biourin kelinci, 50% AB mix + 50% biourin kelinci,
25% AB mix + 75% biourin kelinci, 100% biourin kelinci dan faktor kedua frekuensi
pemberian pupuk 4 hari sekali dan 6 hari sekali. Kedua Faktor dikombinasikan dan
didapatkan 30 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas
daun, panjang akar, volume akar, kehijauan daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman
kering, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar dan bobot tajuk kering.
Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% bila berpengaruh nyata
dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncant Multiple Range Test (DMRT). Hasil
penelitian menunjukkan konsentrasi 75% AB mix + 25% biourin kelinci meningkatkan tinggi
tanaman sebesar 21,38 cm dibandingkan dengan konsentrasi 100% biourin kelinci sebesar
6,21 cm. Frekuensi pemberian pupuk 6 hari sekali menigkatkan luas daun sebesar 82,10
cm2 dibandingkan dengan pemberian pupuk 4 hari sekali sebesar 62,86 cm2. Tidak
terdapat interaksi yang diberikan antara pemberian konsentrasi pupuk dan pemberian
frekuensi pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan.
The research aimed to obtain the best concentration of fertilizer on the growth and yield of kailan plants in wick hydroponic system, get the best frequency of fertilizer application on the growth and yield of kailan plants on wick hydroponic system and determine the interaction between fertilizer concentration and frequency of fertilizer application on growth and yield of kailan plants on wick hydroponic system. This research was conducted at screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto, from Desember 2018 until February 2019. The experimental design used was Completely Randomized Block Design (RAKL) consisting of two factors. The first factor is the contrentation of 100% AB mix (Control), 75% AB mix + 25% rabbit biourine, 50% AB mix + 50% rabbit biourine, 25% AB mix + 75% rabbit biourine, 100% rabbit biourine and the second factor is frequency fertilizer application every 4 days and every 6 days. The two factors were combined and 30 experimental units were obtained. The variables observed included plant height, leaf area, root length, root volume, leaf greenness, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, dry root weight, fresh crown weight and dry crown weight. Data were analyzed using the F test at an error level of 5% if it had a significant effect, further testing was carried out using the Duncant Multiple Range Test (DMRT). The results showed a concentration of 75% AB mix + 25% rabbit biourine increased plant height by 21.38 cm compared to a concentration of 100% rabbit biourine by 6.21 cm. The frequency of fertilizer application every 6 days increased leaf area by 82.10 cm2 compared to the application of fertilizer every 4 days by 62.86 cm2. There was no interaction between the concentration of fertilizer and the frequency of fertilizer application on the growth and yield of kailan plants.
2989033245F1B016074COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM KABUPATEN BANYUMASPenurunan pendapatan parkir yang disertai berbagai pelanggaran yang masih sering terjadi, menunjukkan bahwa pengelolaan parkir di tepi jalan umum Kabupaten Banyumas masih perlu dilakukan upaya yang maksimal dari stakeholders terkait. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana proses collaborative governance dan faktor apa saja yang menghambat proses kolaborasi. Teori yang digunakan yaitu model collaborative governance Ansell and Gash. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan collaborative governance dalam pengelolaan parkir di tepi jalan umum Kabupaten Banyumas dapat dianalisis dengan model Ansell and Gash. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya dialog tatap muka antar stakeholder, saling berupaya untuk membangun kepercayaan dalam kolaborasi, berbagi pemahaman terhadap masalah parkir dan tujuan bersama yang ingin dicapai, serta memperoleh hasil sementara. Faktor yang menghambat proses collaborative governance adalah faktor struktur sosial yang masih terlihat hierarki dengan adanya dominasi pemerintah dalam pembuatan kebijakan dan faktor kultural yang menunjukkan kurangnya kemampuan stakeholders dalam mengelola parkir, serta kebiasaan masyarakat membayar parkir melebihi ketentuan yang berlaku oleh karena rasa kasihan dan kurangnya pemahaman terhadap peraturan yang ada.The decline in parking revenues accompanied by various violations that still often occur shows that the management of parking on the edge of public roads in Banyumas Regency still needs maximum efforts from the relevant stakeholders. The purpose of this research is to find out how the collaboration governance process is and what factors hinder the collaboration process. The theory used is Ansell and Gash’s collaborative governance model. This study uses a descriptive qualitative research approach. Data collection techniques are used in the form of interviews, observation, and documentation. The results of the study show that collaborative governance in parking management on the edge of public roads in Banyumas Regency can be analyzed using the Ansell and Gash’s model. This is evidenced by the face to face dialogue betmeen stakeholders, mutual efforts to build trust in collaboration, sharing an understanding of parking problems and common goals to be achieved, and obtaining temporary results. Factors that hinder the collaborative governance process are social structure factors that still look hierarchical with the government’s dominance ability to manage parking, as well as people’s habits of paying for parking exceeding applicable regulations because of pity and lack of understanding of existing regulations.
2989133246I1C017020NARRATIVE REVIEW: TANAMAN OBAT DI INDONESIA DENGAN AKTIVITAS ANTIHIPERTENSIHipertensi adalah penyakit dengan peningkatan tekanan darah arteri yang terjadi secara terus-menerus. Hipertensi menyebabkan sekitar 16,5% kematian tahunan di seluruh dunia. Untuk menekan hal tersebut maka dapat digunakan obat konvensional atau obat herbal sebagai terapi hipertensi. Obat konvensional memiliki kekurangan seperti efek samping yang merugikan sehingga lebih dipilih obat herbal yang memiliki efek samping minimal. Review artikel ini dibuat untuk mengetahui tanaman obat dan kandungan senyawa aktif serta aktivitas antihipertensi dari tanaman obat tersebut. Penelitian ini menggunakan desain non eksperimental dengan metode narrative review. Penelusuran pustaka melalui Google Scholar, PubMed, ProQuest, EBSCO dan dalam batasan tahun 2010 sampai 2020 berdasarkan kata kunci “herbs”, ”medicinal plant”, ”antihypertensive”, ”in vivo”, ”in vitro” dengan artikel bahasa Inggris. Dari 3.188 artikel, terdapat 23 artikel yang masuk dalam kriteria inklusi. Sebanyak 19 tanaman memiliki aktivitas antihipertensi dengan sebagian besar kandungan senyawa aktif flavonoid. Kemungkinan potensi antihipertensi pada tanaman tersebut melalui aktivitas penghambatan ACE, penghambatan kanal Ca2+, produksi nitrit oxide, produksi hidrogen sulfida, antagonis angiotensin II dan diuretik. Tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai terapi antihipertensi yaitu Moringa oleifera, Tropaeolum majus L, dan Hibiscus sabdariffa dengan aktivitas penghambatan ACE; Morus alba dengan aktivitas peningkatan produksi nitrit oxide; dan Allium sativum memiliki aktivitas produksi hidrogen sulfida.Hypertension is a disease with an increase in arterial blood pressure that occurs continuously. Hypertension causes about 16.5% of annual deaths worldwide. To suppress this, conventional medicine or herbal medicine can be used as hypertension therapy. Conventional medicine has disadvantages such as adverse side effects, so herbal medicines are preferred which have minimal side effects. This review article was made to find out medicinal plants and the content of active compounds and antihypertensive activity of these medicinal plants. This study uses a non-experimental design with a narrative review method. Literature search via Google Scholar, PubMed, ProQuest, EBSCO and within the 2010 to 2020 range based on the keywords “herbs”, “medicinal plant”, “antihypertensive”, “in vivo”, “in vitro” with English articles. Of the 3,188 articles, there were 23 articles that met the inclusion criteria. A total of 19 plants had antihypertensive activity with most of the active compounds contained flavonoids. Possible antihypertensive potential in these plants through ACE inhibitory activity, inhibition of Ca2+ channels, nitric oxide production, hydrogen sulfide production, angiotensin II antagonists and diuretics. Plants that have the potential to be developed as antihypertensive therapy are Moringa oleifera, Tropaeolum majus L, and Hibiscus sabdariffa with ACE inhibitory activity; Morus alba with activity to increase nitric oxide production; and Allium sativum have hydrogen sulfide production activity.
2989233247A1H019003POTENSI SUMBER KEMASAMAN DAN REKOMENDASI PENGAPU-RAN DI KABUPATEN BELITUNG TIMURPenelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui tingkat dan sebaran kemasaman tanah dan menentukan kebutuhan kapur pertanian di Kabupaten Belitung Timur. Penambilan sampel tanah secara purposive sampling melalui pendekatan transek (topolitosekuen) dari Peta SLH (Satuan Lahan Homogen). Data utama yang digunakan berupa kadar pH dengan menggunakan pH meter, dan Aldd di ukur dengan metode ekstraksi KCl 1N. Data diolah menggunakan aplikasi ArcGIS 10.3, overlay data untuk Peta Tanah Masam Potensial. Hasil penelitian menunjukan tingkat kemasaman pH berada pada kelas netral sampai dengan sangat masam. Luas lahan kriteria sangat masam 8.2718,82 ha. Rekomendasi kapur yang digunakan yaitu kapur dolomit CaMg(CO3)2 sebesar 1,46 ton/ha dan tertinggi 2,98 ton/ha berdasarkan nilai pH sedangkan berdasarkan Aldd dosis terendah yaitu 1,04 ton/ha dan tertinggi 8,81 ton/ha.

The purpose of this research was to determine the level and distribution of soil acidity and determine the need for lime in agriculture in East Belitung Regency. Soil samples were taken by purposive sampling through a transect approach (topolitosequence) from the SLH Map (homogeneous land unit). The main data used were pH levels using a pH meter, and Aldd was measured using 1N KCl. The data was processed using the ArcGIS 10.3 application, the overlay data for the Potential Acid Soil Map. The results showed that the pH acidity level was in the neutral to very acidic class. Land area Criteria very acid 8.2718,82 ha. The recommended lime used is dolomite lime (CaMg(CO3)2) of 1.46 tons/ha and the highest is 2.98 tons/ha based on the pH value, while based on Aldd the lowest dose is 1.04 tons/ha and the highest is 8.81 tons/ha.
2989333248A1C014087KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI PADI ORGANIK TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN BANYUMASPotensi pertanian organik di Indonesia sangat besar yang dapat ditinjau dari kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Produktivitas usahatani padi organik di Kecamatan Banyumas memiliki potensi sebagai sumber pendapatan rumah tangga usahatani sehingga dapat diketahui besarnya pendapatan, kontribusi usahatani dan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Sumber pendapatan rumah tangga meliputi pendapatan yang berasal dari usahatani (on farm) dan diluar usahatani (off farm dan non farm).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan dan pendapatan serta kontribusi pendapatan usahatani padi organik terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 26 petani padi organik di Kecamatan Banyumas. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis matematika sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi usahatani padi organik per 1 ha lahan pada Musim Tanam I (MT I) adalah Rp10.428.276 dan penerimaan sebesar Rp28.632.780 sehingga diperoleh pendapatan pada MT I Rp18.204.504. Biaya produksi usahatani padi organik per 1 ha lahan pada Musim Tanam II (MT II) adalah Rp10.483.399 dan penerimaan sebesar Rp26.594.606 sehingga diperoleh pendapatan pada MT II Rp16.111.207. Kontribusi pendapatan usahatani padi organik adalah 65,88 persen dari total pendapatan rumah tangga petani.
The potential of organic agriculture in Indonesia is very large, which can be seen from the wealth of natural resources that are very abundant. The productivity of organic rice farming in Banyumas sub-District has the potential as source of farm household income so that it can be seen the amount of income, farming contributions and the level of household welfare. Sources of household income include income from farming (on farm) and outside farming (off farm and non-farm)
This study aims to determine the production costs, revenues and income as well as the contibution of organic rice farming income to the household income of farming in Banyumas sub-District. The method used in the research is a survey mothod with a sampling technique is purposive sampling. The number of samples used were 26 organic rice farmers in Banyumas sub-District. The data was collected by the questionnaire method and the data analysis used was descriptive analysis and simple mathematical analysis.
The result showed that the production cost of organic rice farming per 1 ha of land in the first planting season (MT I) was Rp10.428.276 and the revenue was Rp28.632.780, so that the income for MT I was Rp18.204.504. The production cost of organic rice farming per 1 ha of land in planting season II (MT II) is Rp.10.483.399 and revenue is Rp.26.594.606 so that the income for MT II is Rp.16.111.207. The contribution of organic rice farming income is 65.88 percent of the total household income of farmers.
2989433250C1A017048FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI KOPI ARABIKA DI DESA BOWONGSO KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBOPenelitian ini berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kopi Arabika Di Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk menganalisis pengaruh luas lahan, pupuk, bibit, serta pengalaman petani terhadap hasil produksi usahatani kopi arabika, 2) untuk menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk serta bibit pada usahatani kopi arabika di Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuisioner. Metode pengambilan sample menggunakan simple random sampling. Teknik analisis data uang digunakan yaitu analisis fungsi produksi Cobb-douglas dan efisiensi alokatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk, bibit, dan pengalaman petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi kopi arabika. Secara parsial variabel luas lahan, pupuk, dan bibit berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil produksi kopi arabika, sedangkan variabel pengalaman petani tidak berpengaruh terhadap hasil produksi kopi arabika. Efisiensi penggunaan faktor produksi luas lahan pada usahatani kopi arabika belum efisien. Sedangkan faktor produksi pupuk dan bibit pada usahatani kopi arabika tidak efisien.
This study entitled Factors Affecting Arabica Coffee Farming Production in Bowongso Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency. The objectives of this study were: 1) to analyze the effect of land area, fertilizers, seeds, and farmers' experience on the results of Arabica coffee farming, 2) to analyze the efficiency of using production factors for land area, fertilizers and seeds in Arabica coffee farming in Bowongso Village, Kalikajar District Wonosobo Regency. The research method used is a quantitative method with primary data obtained through interviews and questionnaires. The sampling method used was simple random sampling. The money data analysis technique used is the Cobb-Douglas production function analysis and allocative efficiency.
The results of this study indicate that the use of production factors for land area, fertilizers, seeds, and farmers' experiences have a positive and significant effect on the yield of Arabica coffee. Partially the variables of land area, fertilizers, and seeds have a positive and significant effect on the production of Arabica coffee, while the variable of farmer experience has no effect on the yield of Arabica coffee. The efficiency of using the production factor of land area in Arabica coffee farming is not efficient. Meanwhile, the production factors for fertilizers and seeds in Arabica coffee farming are inefficient.
2989533251E1A017029TINJAUAN YURIDIS TENTANG HAK PENGUNGSI ANAK DALAM MENDAPATKAN PENDIDIKAN DI NEGARA TRANSIT (Studi tentang Refugee Learning Centre di Cisarua Bogor, Indonesia)Pendidikan merupakan hak yang mestinya diterima oleh semua anak seperti yang disebutkan dalam Pasal 28 Konvensi Hak Anak 1989. Indonesia sebagai negara transit pengungsi, harus menjamin kebutuhan serta hak dasar pengungsi, termasuk hak pendidikan untuk pengungsi anak. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa Indonesia sudah meratifikasi KHA 1989, walaupun dalam praktiknya hal ini belum bisa dipenuhi oleh Indonesia dalam memberikan hak pendidikan bagi pengungsi anak. Untuk memenuhi hak itu para pengungsi di Cisarua Bogor, mendirikan pusat pembelajaran untuk anak pada September 2015 yang bernama Refugee Learning Centre.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan suaka berdasarkan hukum internasional dan hukum nasional Indonesia, serta pemenuhan kebutuhan hak atas pendidikan bagi pengungsi anak di Indonesia sebagai negara transit, studi di Cisarua Refugee Learning Centre. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Metode pengumpulan data yakni berdasarkan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk uraian deskriptif dengan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa landasan utama pengaturan suaka dalam hukum internasional adalah Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi dan Protokolnya. Dalam pengaturan hukum nasional, penanganan untuk suaka di Indonesia dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi serta organisasi internasional seperti UNHCR dan IOM. Hal ini dikarenakan Indonesia belum menjadi pihak pada Konvensi 1951 maupun Protokolnya, walaupun demikian Indonesia tetap terikat pada konvensi itu melalui prinsip non-refoulement. Sebagai negara yang meratifikasi KHA, Indonesia memiliki kewajiban untuk memenuhi hak-hak anak yang diantaranya tercantum dalam Pasal 28 ayat (1) huruf a KHA mengenai pendidikan dasar harus disediakan secara cuma-cuma dan wajib. Ketidaktersediaan sarana belajar dari pemerintah Indonesia menjadikan alasan didirikannya RLC di Bogor, Indonesia oleh para pengungsi.
Education is a right that should be accepted by all children as stated in Article 28 of the Convention on the Rights of the Child 1989. As a transit country for refugees, Indonesia must guarantee the basic needs and rights of refugees, including the right to education for child refugees. This is based on the fact that Indonesia has ratified the 1989 CRC, although in practice this has not been fulfilled by Indonesia in providing the right to education for child refugees. To fulfil that right the refugees in Cisarua Bogor, established a learning centre for children in September 2015 named Refugee Learning Centre.
This study aims to determine asylum arrangements based on international law and Indonesian national law and the fulfilment of the right to education for child refugees in Indonesia as a transit country, a study at the Cisarua Refugee Learning Centre. This research is juridical research with a statutory approach and a case approach. The data used are secondary data and primary data. The data collection method is based on a literature study which is presented in the form of a descriptive description with a qualitative normative analysis method.
The results of the research and discussion show that the main basis for asylum arrangements in international law is the 1951 Convention on the Status of Refugees and its Protocol. In national legal arrangements, the handling of asylum in Indonesia is carried out by the Directorate General of Immigration and international organizations such as UNHCR and IOM. This is because Indonesia has not become a party to the 1951 Convention or its Protocol, however, Indonesia is still bound by the convention through the principle of non-refoulement. As a country that ratifies the CRC, Indonesia has an obligation to fulfil the rights of children, which are stated in Article 28 paragraph (1) letter a of the CRC regarding basic education that must be provided free of charge and mandatory. The unavailability of learning facilities from the Indonesian government is the reason for the establishment of the RLC in Bogor, Indonesia by the refugees.
2989633252C1A017058PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM PEMBAYARAN NON TUNAI QR CODE INDONESIA STANDART (QRIS): STUDI KASUS DI KOTA TEGALPenelitian ini berjudul “Preferensi Konsumen Terhadap Penggunaan Sistem Pembayaran Non Tunai Qr Code Indonesia Standart (QRIS) : Studi Kasus Di Kota Tegal”. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif yang memiliki tujuan yaitu menganalisis (1) pengaruh faktor persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan,faktor pendapatan, faktor usia dan faktor tingkat pendidikan berpengaruh terhadap penggunaan QRIS oleh pengunjung pada Tiga Mall terbesar di Kota Tegal. (2) Pengaruh diantara faktor persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan, faktor pendapatan, faktor usia dan faktor tingkat pendidikan yang memilki pengaruh terbesar terhadap penggunaan QRIS oleh pengunjung pada Tiga Mall terbesar di Kota Tegal. Penelitian ini dilakukan di Kota Tegal Provinsi Jawa Tengah yang di fokuskan di tiga mall terbesar di Kota Tegal. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis Regresi Logistik Biner (Regresi Logit) dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner.
Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa (1) Persepsi kemudahan, Persepsi Kemanfaatan dan Pendapatan mempengaruhi prefrensi penggunaan sistem pembayaran non tunai QR Code Indonesia Standart (QRIS) pada konsumen 3 mall di Kota Tegal. Sedangkan usia dan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi prefrensi penggunaan sistem pembayaran non tunai QR Code Indonesia Standart (QRIS) pada konsumen 3 mall di Kota Tegal. (2) Persepsi kemudahan mempengarhi pengaruh terbesar pada prefrensi penggunaan sistem pembayaran non tunai QR Code Indonesia Standart (QRIS) pada konsumen 3 mall di Kota Tegal.
Implikasi dari penelitian ini adalah bagi Bank Indonesia sebagai regulator sistem pembayaran nasional yang meluncurkan QRIS agar terus memperluas penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) maka sebaiknya melakukan beberapa langkah peningkatan atau perluasan jaringan dan fasilitas penggunaan QRIS melalui merchant serta terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai QRIS serta manfaatnya bagi masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki edukasi mengenai QRIS untuk menambah persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan terhadap preferensi penggunaan sistem pembayaran non tunai QR Code Indonesia Standart (QRIS).
This research is entitled "Consumer Preferences against the Use of Non-Cash Payment System Indonesian Standard QR Code (QRIS): A Case Study in Tegal City". This research is a quantitative method with the aim of analyzing (1) the Perception Ease of Use, Perception of Usefulness, Income, Age, Education Level on the use of QRIS by visitors at the three largest malls in Tegal City. (2) The influence between Perception Ease of Use, Perception of Usefulness, Income, Age, Education Level that have the greatest influence on the use of QRIS by visitors at the three largest malls in Tegal City. This research was conducted in Tegal City, Central Java Province, which focused on the three largest malls in Tegal City. The analytical method used is Binary Logistics Regression (Logit Regression) analysis using primary data collected through questionnaires.
The results of this study indicate that (1) Perception Ease of Use, Perception of Usefulness and income affect the preference for using the QR Code Indonesia Standard (QRIS) non-cash payment system on consumers of 3 malls in Tegal City. Meanwhile, age and education level did not affect the preference for using the QR Code Indonesia Standard (QRIS) non-cash payment system for consumers in 3 malls in Tegal City. (2) Perception Ease of Use has the greatest influence on the preference for using the QR Code Indonesia Standard (QRIS) non-cash payment system for consumers in 3 malls in Tegal City.
The implication of this research is that for Bank Indonesia as the regulator of the national payment system that launched QRIS in order to continue to expand the use of the QR Code Indonesian Standard (QRIS), it is better to take several steps to increase or expand the network and facilities for using QRIS through merchants and continue to improve education and outreach to the public. about QRIS and its benefits to society. So that the public has education about QRIS to increase Easy Perception of Use and Usefull Perception of Use towards preferences for using the QR Code Indonesia Standard (QRIS) non-cash payment system.
2989733292A1D116029KAJIAN AGIHAN N DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini dilakukan untuk (1) Mengetahui agihan (distribusi) unsur hara N pada lahan sawah yang digunakan untuk tanaman padi sawah di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas (2) mengetahui hubungan antara unsur hara N dan serapan N dengan hasil tanaman padi sawah di lahan sawah Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas (3) mengatahui rekomendasi pemupukan N di lahan sawah Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2020 sampai April 2021 di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen dan kawasan budidaya padi, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai Serayu. Variabel yang diamati yaitu Serapan Nitrogen (N) (dihitung dengan metode Kjeldahl), N-total tanah (%), Produksi Padi, Budidaya Padi yang dilakuan petani, pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL) (µS/cm), Potensial Redoks (Eh) tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara N di Kecamatan Wangon memiliki rerata pada harkat sedang. Hubungan N-Total tanah dengan hasil tanaman memiliki koefisien determinan dengan R2= 0,0019 dan memiliki nilai korelasi positif (r= 0,043), sedangkan serapan N tanaman dengan hasil tanaman memiliki koefisien determinan sebesar R2= 0,0676 dan memiliki nilai korelasi negatif (r=0,260 ). Anjuran rekomendasi penambahan pemupukan N di lokasi penelitian pada SLH 1 berkisar 58,01 kg/ha, SLH 2 berkisar 9,96 kg/ha, dan SLH 3 berkisar 27,26 kg/ha.This research was conducted to (1) Know the distribution of N nutrients in rice fields used for rice paddy plants in Wangon Subdistrict, Banyumas Regency (2) to know the relationship between N nutrients and N absorption with rice paddy crop yields in wangon rice fields, Banyumas Regency (3) knows the recommendation for N fertilization in paddy fields of Wangon District, Banyumas Regency. The research was conducted in rice fields, Wangon Subdistrict, Banyumas Regency. The research was conducted from December 2020 to April 2021 in Wangon Subdistrict, Banyumas Regency and the Laboratory of Soil and Land Resources, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. Sampling method is done by survey. The determination of sample points is done based on the Homogeneous Land Unit Map and rice cultivation area, with a transect system made perpendicular to the flow of Serayu River.The observed variables are Nitrogen Absorption (N) (calculated by Kjeldahl method), N-total soil (%), Rice Production, Rice Cultivation conducted by farmers, pH H2O, pH KCl, Electric Delivery Power (DHL) (μS/cm), Redox Potential (Eh) soil. The results showed that the status of N nutrients in Wangon subdistrict has an average value of moderate. The relationship of N-Total soil with crop yield has a determinant coefficient with R2=0,0019 and has a positive correlation value (r=0.043 ), while the absorption of N plants with crop yields has a determinant coefficient of R2=0,0676 and has a negative correlation value (r=0,260 ). Recommendations for addition of fertilization N at the research site on SLH 1 range 58,01 kg/ha , SLH 2 range 9,96 kg/ha and SLH 3 ranges 27,26 kg/ha .
2989833297F1C014090PERILAKU PEMAIN GAME ONLINE PLAYER UNKNOWN'S BATTLE GROUND MOBILE PADA KOMUNITAS LEATHERNECKS E-SPORTS DI KOTA PURBALINGGAGame online Player Unknown’s Battle Ground Mobile adalah sebuah game online beraliran battle royale dimana orang saling bertempur satu sama lain untuk bertahan dan menjadi orang yang paling terakhir hidup dan memenangkan pertandingan. Dalam bermain game online perlu adanya motivasi yang pada akhirnya akan dipengaruhi oleh perilaku seseorang dalam memainkan game online tersebut, Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pada penelitian ini, peneliti akan mendeskripsikan bagaimana perilaku dari pemain game online Player Unknown’s Battle Ground Mobile di dalam bermain game ataupun pada saat di luar game ketika sedang berkumpul bersama teman-teman. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer berupa hasil wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Sedangkan data sekunder berupa buku, internet, surat kabar/majalah, dokumen, dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling yakni para pemain dari komunitas leathernecks e-sports yang berlokasi di Kota Purbalingga.. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan model analisis interaktif berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memberikan hasil deskripsi game online Player Unknown’s Battle Ground Mobile, gambaran aktivitas, dampak yang ditimbulkan, dan evaluasi bagi para pemain game online Player Unknown’s Battle Ground Mobile.Player Unknown's Battle Ground Mobile is an online game with a battle royale genre where people defend each other to survive and be the last person alive and win the match. In playing online games, it is necessary to have motivation which will ultimately be influenced by a person's behavior in playing the online game. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. In this study, researchers will describe how the behavior of online game players Player Unknown's Battle Ground Mobile in playing games or outside the game when hanging out with friends. The data used in this study are primary data in the form of in-depth interviews, observations, and documentation. While secondary data in the form of books, internet, newspapers/magazines, documents, and documentation related to this research. The information selection technique uses purposive sampling, namely the players from e-sports leathernecks located in Purbalingga City. The data analysis method in this study uses an interactive analysis model of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study provides a description of the online game Player Unknown's Battle Ground Mobile, an overview of activities, impacts, and evaluations for players of the online game Player Unknown's Battle Ground Mobile.
2989933334A1G018003ANALISIS RISIKO USAHATANI SAYURAN ORGANIK DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASDesa Melung dan Windujaya merupakan daerah sentra usahatani sayuran organik yang berada di Kecamatan Kedungbanteng dan terletak di lereng Gunung Slamet. Usahatani sayuran organik ini didirikan karena semakin banyaknya permintaan konsumen untuk mengonsumsi sayuran organik. Permintaan produk sayuran organik meningkat pada saat pandemi Covid-19 dari 12,84% menjadi 15,46%. Namun, dalam usahatani tersebut sering terjadi risiko yang diakibatkan oleh ketidakmampuan petani untuk memprediksi mengenai hal yang akan terjadi pada waktu yang akan datang seperti, harga jual yang berfluktuatif, iklim dan kondisi alam. Risiko yang sering dihadapi petani adalah risiko produksi, harga, dan pendapatan. Risiko tersebut dapat menyebabkan penurunan produksi tanaman yang dihasilkan, sehingga akan berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghitung risiko produksi, harga, dan pendapatan, 2) mengidentifikasi sumber-sumber risiko usahatani dan upaya yang dilakukan petani, 3) menghitung kontribusi pendapatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penentuan responden penelitian menggunakan metode sensus untuk petani sayuran organik diperoleh sebanyak 20 petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Risiko produksi dan harga memiliki risiko yang kecil sedangkan risiko pendapatan memiliki risiko yang sedang. Risiko tertinggi pada usahatani sayuran organik adalah caisim diikuti dengan selada, bawang daun, dan buncis 2) beberapa risiko yang sering terjadi seperti cuaca hujan yang terus menerus, adanya gangguan hama dan penyakit, serta kurangnya ketersediaan sarana produksi, 3) kontribusi pendapatan usahatani sayuran organik sebesar 53,48 dikategorikan tinggi yang menunjukkan bahwa pendapatan usahatani sayuran organik memiliki peranan sangat penting bagi rumah tangga petani.Melung and Windujaya villages are organic vegetable farming centers located in Kedungbanteng District and located on the slopes of Mount Slamet. This organic vegetable farm was founded because of the increasing demand for consumers to consume organic vegetables. However, in such farming there are often risks caused by the inability of farmers to predict things that will happen in the future such as unstable selling prices, unpredictable, volatile, and uncontrollable climate and natural conditions. The risks that are often faced by farmers are production, price and income risks. This risk can cause a decrease in crop production, so that it will affect the income that will be received by farmers. The purpose of this study to: 1) calculate the risk level of production, price, and income, 2) identify sources of farming risk and efforts made by farmers, 3) calculate income contribution. The study method used is a case study.
Determination of study respondents using the census method for organic vegetable farmers obtained as many as 20 farmers. The results of this study indicate that 1) Production and price risk has a small level of risk while income risk has a medium level of risk. The highest risk in organic vegetable farming is caisim compared to beans, lettuce, and leeks, 2) the biggest source of risk in organic vegetable farming is production risk such as continuous rainy weather, pest and disease disturbances, and lack of availability of production facilities, 3) the contribution of organic vegetable farming income is 53,48 categorized as high which indicates that organic vegetable farming income has a very important role for farmer households.
2990033253A1G018002KAJIAN HUBUNGAN MODAL SOSIAL DAN TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI PADI LAHAN KERING
(Studi Kasus: Petani Padi KPH Banyumas Timur)
Lahan kering merupakan salah satu sumber daya alam yang potensial untuk dikembangkan secara optimal guna meningkatkan manfaatannya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam bentuk tumpangsari. PHBM adalah sistem pengelolaan sumber daya hutan yang dilakukan antara Perhutani dengan masyarakat desa tepian hutan. Salah satu desa yang melaksanakan program PHBM adalah Desa Jingkang dan Desa Sawangan. Penelitian ini bertujuan: 1) mengidentifikasi modal sosial di KPH Banyumas Timur, 2) mengidentifikasi tingkat keberdayaan di KPH Banyumas Timur, 3) mengidentifikasi hubungan modal sosial dengan tingkat keberdayaan petani padi di KPH Banyumas Timur. Penelitian ini dilaksanakan di KPH Banyumas Timur pada bulan Januari-Februari 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei dan wawancara terhadap 59 petani yang membudidayakan padi gogo di lahan Perhutani. Modal sosial dan tingkat keberdayaan petani padi gogo diukur dengan skala Likert dan hubungan antara modal sosial dengan tingkat keberdayaan petani padi gogo diuji dengan menggunakan analisis korelasi rank spearman. Data penelitian menunjukkan (1) modal sosial petani padi gogo KPH Banyumas Timur sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,35 (2) tingkat keberdayaan petani padi gogo KPH Banyumas Timur tergolong tinggi dengan skor rata-rata 3,94 (3) hubungan modal sosial dan tingkat keberdayaan signifikan secara moderat dengan rs = 0,410 dan nilai p (p<0,05). Artinya semakin tinggi tingkat pemberdayaan maka semakin tinggi modal sosial petani padi gogo KPH Banyumas Timur.Dry land is one of the potential natural resources to be developed optimally to increase the utilization in order to meet food needs in the form of intercropping. PHBM is a system of forest resource management conducted jointly with Perhutani and people from forest edge villages. Two of the villages that implement the programs are Jingkang and Sawangan village. This research aims: 1) to identify social capital in KPH Banyumas Timur, 2) to identify empowerment level in KPH Banyumas Timur, 3) to identify the correlation of social capital and the empowerment level of rice farmers in KPH Banyumas Timur. The research was conducted at KPH Banyumas Timur from January-February 2021. Data was collected using a survey and interviewed 59 farmers who cultivated upland rice in the Perhutani land. The social capital and empowerment of upland rice farmers were measured by Likert scale, and the relationship between social capital and empowerment of the upland rice farmers was examined by Spearman rank correlation analysis. The research data showed (1) social capital of upland rice farmers KPH Banyumas Timur is very high with a score average is 4.35. (2) level of empowerment of upland rice farmers KPH Banyumas Timur is high with an average score is 3.94. (3) the relationship of social capital and level of empowerment is significant in moderate with rs = 0.410 and a value p ( p<0,05). This means that the higher the level of empowerment is the higher the social capital of upland rice farmers KPH Banyumas Timur.