Artikelilmiahs

Menampilkan 28.841-28.860 dari 50.119 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2884132185A1A016088PENENTUAN COST VOLUME PROFIT ANALYSIS SEBAGAI PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA BUMDES MAS DESA KARANGPUCUNG, TAMBAK, BANYUMASBadan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan instrument pemberdayaan ekonomi lokal dengan beragam jenis usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki desanya. Peningkatan konsumsi sohun oleh masyarakat menjadi peluang usaha yang sudah dikembangkan oleh BUMDes MAS. Pentingnya perencanaan laba jangka pendek dalam kelangsungan usaha dan menentukan target laba yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui besarnya biaya, volume dan laba produk olahan sohun pada BUMDes MAS di Desa Karangpucung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, (2) Mengetahui perencanaan laba jangka pendek produk olahan sohun pada BUMDes MAS di Desa Karangpucung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 sampai 30 September 2020. Obyek penelitian ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) MAS di Desa Karangpucung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Break Even Point (BEP), Analisis Contribution Margin (CM), Analisis Degree Operating Laverage (DOL), Analisis Margin of Safety (MOS) dan Analisis Target Laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi total untuk produk sohun sebesar Rp106.470.900,00, menghasilkan produk sohun sebanyak 7.763 kg dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp15.161.099,83. Target laba yang digunakan yaitu sebesar 10 persen dengan target penjualan sebanyak 8.470 kg akan memperoleh laba sebesar Rp16.677.209,81.Village-owned enterprises (BUMDes) are instruments of local economic empowerment with various types of businesses according to the potential for the village. Increasing consumption of vermicelli by the community is a business opportunity that has been developed by BUMDes MAS. The importance of short-term profit planning in business continuity and determining the desired profit target. This study aims to: (1) Know the cost, volume, and profit form vermicelli processed products of BUMDes MAS in Karangpucung Village, Tambak District, Banyumas Regency, (2) Knowing the short-term profit planning for vermicelli processed products of BUMDes MAS in Karangpucung Village, District Tambak, Banyumas Regency. The research method used is a case study. This research was conducted from 1 to 30 September 2020. The object of this research is the MAS Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Karangpucung Village, Tambak District, Banyumas Regency. The analysis used in this research is Break-Even Point Analysis (BEP), Contribution Margin Analysis (CM), Degree Operating Leverage (DOL) Analysis, Margin of Safety Analysis (MOS), and Profit Target Analysis. The results showed that the total production cost of vermicelli products was IDR 106,470,900.00, resulting in 7,763 kgs of vermicelli products and IDR 15,161,099.83 profits. The profit target used is 10 percent with a sales target of 8,470 kgs and will get a profit of IDR 16,677,209.81.
2884232186A1D016117Efek Pemberian Pupuk Organik Limbah Ekstraksi Minyak Atsiri Dan Lama Inkubasi Terhadap Beberapa Sifat Kimia UltisolUltisol merupakan tanah yang memiliki banyak permasalahan dan untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan penambahan bahan organik salah satunya dengan menggunakan kompos yang berasal dari limbah ekstraksi minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk : (i) Mempelajari pengaruh pemberian pupuk organik yang berasal dari limbah ekstraksi minyak atsiri terhadap beberapa sifat kimia Ultisol; (ii) Mengetahui lama waktu inkubasi pupuk yang tepat untuk perbaikan sifat kimia Ultisol; (iii) Mempelajari interaksi jenis pupuk organik yang beerasal dari limbah ekstraksi minyak atsri dan lama waktu inkubasi untuk perbaikan sifat kimia Ultisol. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai dengan Oktober 2020 di screen house yang bertempat di Dusun II, Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan, faktor pertama adalah jenis pupuk kompos limbah ekstraksi minyak atsiri yang terdiri dari 6 macam taraf, dan faktor kedua adalah lama inkubasi yang terdiri atas 2 macam taraf. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kompos ekstraksi limbah minyak atsiri dari tanaman kakao memberikan hasil tertinggi pada variabel pH tanah (5,25), Al-dd (1,33 me/100 gram), N-total 0,66%, P-Tersedia (25,31 ppm), K-tersedia (4,34 me/100 gram), C-Organik (2,19%) dan tinggi tanaman (20,75 cm) serta bobot tanaman segar (73,35 gram). Pemberian perlakuan lama waktu inkubasi dengan waktu 4 minggu menghasilkan hasil tertinggi pada variabel pH tanah (5,05), Al-dd (1,84 me/100 gram), N-total 0,55%, P-Tersedia (10,26 ppm), K-tersedia (2,28 me/100 gram), dan tinggi tanaman pakcoy (17,83 cm) serta bobot segar tanaman pakcoy (40 gram). Perlakuan lama waktu inkubasi dengan waktu 8 minggu menghasilkan nilai tertinggi pada variabel C-Organik dengan nilai 1,40%. Interaksi pupuk organik limbah ekstraksi minyak atsiri dan lama inkubasi memberikan pengaruh sangat nyata pada variabel P-Tersedia dan Bobot segar tanaman pakcoy; dan memberikan pengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman pakcoy; namun tidak berbengaruh nyata pada variabel ukur pH, Al-dd, N-Total, K-Tersedia dan C-Organik tanah.Ultisol is a soil that has many problems and to improve its quality it is necessary to add organic material, one of which is by using compost from essential oil extraction waste. This study aims to know: (i) the effect of organic fertilizers from essential oil extraction waste on several chemical properties of Ultisols; (ii) the appropriate fertilizer incubation time to improve the chemical properties of Ultisol; (iii) the interaction of types of organic fertilizers originating from essential oil extraction waste and incubation time to improve the chemical properties of Ultisol. The research had been conducted was carried out from January 2020 to October 2020 in a screen house located in Dusun II, Kebanggan, Sumbang District, Banyumas Regency and the Laboratory of Soil and Land Resources, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research was conducted with a complete randomized block design (CRBD) consisting of 2 factors with 3 replications, the first factor was the type of compost waste essential oil extraction consisting of 6 levels, and the second factor was the incubation time consisting of 2 levels. The results showed that compost extraction of essential oil waste from cocoa plants gave the highest yields on soil pH variables (5.25), Al-dd (1.33 me/100 gram), N-total 0.66%, P-Available (25.31 ppm), K-available (4.34 me / 100 gram), C-Organic (2.19%) and plant height (20.75 cm) and fresh plant weight (73.35 grams). The treatment of incubation time with 4 weeks resulted in the highest results in soil pH (5.05), Al-dd (1.84 me/100 gram), N-total 0.55%, P-Available (10.26 ppm), K -Available (2.28 me / 100 gram), and pakcoy plant height (17.83 cm) and fresh weight of pakcoy plants (40 gram). The treatment of incubation time with 8 weeks produced the highest value in the C-Organic variable with a value of 1.40%. The interaction of organic fertilizer waste essential oil extraction and incubation time had a very significant effect on the P-Available variables and fresh weight of pakcoy plants; and gave a significant effect on the variable height of pakcoy plants; but it had no significant effect on soil’s pH, Al-dd, N-Total, K-Available and C-Organic soil.
2884332187C2C018016MANAJEMEN PEMBOROSAN FARMASI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH MARDHATILLAH
GALIH PRADHIPTA HARIMURTI. C2C018016.Manajemen Pemborosan Farmasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah. Pembimbing 1: Dr. Siti Zulaikha Wulandari, SE, Msi, Pembimbing 2: Dr sc. Hum Budi Aji SKM, Msc
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab stockout dan stagnant obat berdasarkan teori manajemen persediaan dan memberikan alternatif solusi pemecahan masalah terkait stockout dan stagnant.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif . Sumber data penelitian ini didapatkan dari Pencatatan obat di gudang farmasi, peninjauan kinerja sumberdaya farmasi, observasi, wawancara dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan, dan Focused Group Discussion (FGD) dengan beberapa staff farmasi
Hasil penelitian didapat sebagai berikut: 1) Terjadi dominasi manajemen farmasi di kalangan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) 2) Dokter Penanggung Jawab Pelayanan meminta obat – obatan tertentu yang memiliki ikatan perjanjian tertentu dengan perusahaan farmasi tertentu 3) Peran Farmasi Klinis tidak berfungsi 4) Reminding meresepkan obat slow moving tidak dijalankan 5) Para staff farmasi menganggap bahwa DPJP memiliki ilmu yang lebih mengenai farmasi 6) Manajemen Farmasi belum menerapkan konsep Lean Management
Dari hasil penelitian diatas didapatkan bahwa penyebab utama Stagnant dan Stockout farmasi adanya perencanaan penggunaan obat yang tidak terstruktur dengan rapi dan terdokumentasi, baik dari regulasi maupun dilapangan.
GALIH PRADHIPTA HARIMURTI. C2C018016 Waste Management of Pharmaceutical in Muhammadiyah Mardhatillah Hospital. Supervisor 1 Dr. Siti Zulaikha Wulandari, SE., Msi, Supervisor 2 Dr. sc. Hum Budi Aji, SKM, Msc
This study aims to determine the causes of stockout dan stagnation pharmaceutical based on inventory management theory and provide solution of these problems.
From the study were as follows 1) Dominance of Pharmacy Management among Doctor in Charge of Service (DICS) 2) DICS asked for certain drugs that had agreements with pharmaceutical companies 3)The Role of Clinical Pharmaceutical was not Functioning 4) No reminding slow moving Drugs 5) Pharmacy staff considers that DICS has more knowledge about pharmacy 6) Hospital Management has not implemented the concept of Lean Management.
From the results of the research, it was found that the main cause of pharmaceutical stagnation and stockout was the planning of pharmaceutical use that was not neatly structured and documented, both from regulations and in the practice.
2884432188A1D017132PENGARUH BERBAGAI NILAI EC (Electrical Conductivity) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS SAWI PADA HIDROPONIK SUMBUPenelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan nilai EC yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada hidroponik sistem sumbu (2) menentukan varietas sawi yang terbaik yang ditanam pada hidroponik sistem sumbu (3) menentukan interaksi antara berbagai nilai EC dan varietas sawi serta kombinasi perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada hidroponik sistem sumbu. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu nilai EC dengan 5 taraf (P), meliputi EC 2 mS cm-1, EC 2,5 mS cm-1, EC 3 mS cm-1, EC 3,5 mS cm-1, dan EC 4 mS cm-1. Faktor kedua yaitu varietas sawi (V), meliputi Shinta, Tosakan, dan Kumala. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar terpanjang, kehijauan daun, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot tajuk segar, bobot tanaman kering, bobot akar kering, dan bobot tajuk kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC 4 mS cm-1 memberikan hasil terbaik pada bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot tanaman kering, dan bobot tajuk kering. Varietas Shinta memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, panjang akar terpanjang, kehijauan daun, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot tajuk segar, bobot tanaman kering, bobot akar kering, dan bobot tajuk kering, varietas Kumala memberikan hasil terbaik pada variabel jumlah daun. Tidak ada pengaruh interaksi antara nilai EC dengan varietas sawi pada semua variabel yang diamati.The research aimed to (1) determine the EC value that gives the best effect on the growth and yield of mustard greens in the hydroponic wick system (2) determine the best mustard varieties grown on the hydroponic wick system (3) determine the interaction between various EC values and mustard varieties and the combination of treatments that give the best effect on growth and yield of mustard greens on the hydroponic wick system. The research was conducted at screen house of Karanggintung, Banyumas, central Java and Agronomy and Horticultural Laboratory of the Agricultural Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto starting from November 2020 to January 2021. The experimental design was a Randomized Complete Block Design with two factors. The first factor was EC value with five levels, there were EC 2 mS cm-1, EC 2,5 mS cm-1, EC 3 mS cm-1, EC 3,5 mS cm-1, and EC 4 mS cm-1. The second factor was varieties of mustard, there were Shinta, Tosakan, and Kumala. The variables observed were plant height, leaf number, leaf area, root length, greenish leaves, fresh plant weight, fresh root weight, fresh canopy weight, dry plant weight, dry root weight, and dry canopy weight. The results showed that the EC level of 4 mS cm-1 gave the highest results on the fresh plant weight, fresh canopy weight, dry plant weight, and dry canopy weight. The variety of Shinta gave the highest results on the plant height, root length, greenish leaves, fresh plant weight, fresh root weight, fresh canopy weight, dry plant weight, dry root weight, and dry canopy weight, the variety of Kumala gave the highest results on leaf number. There was no interaction effect between EC value and mustard varieties on all variables.
2884532189A1F015030ANALISIS KELAYAKAN COFFEE MIX SEBAGAI PENGEMBANGAN PRODUK BARU KELOMPOK TANI SIDO MAKMUR, PESANGKALAN, BANJARNEGARAKelompok Tani Sido Makmur yang beranggotakan petani dari Desa Pesangkalan memiliki produk kopi robusta dalam bentuk green bean, roasted bean, dan ground bean. Kelompok Tani ini memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya dengan menambahkan produk diversifikasi coffee mix yang berupa campuran dari kopi, susu, dan gula kelapa kristal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kelayakan usaha coffee mix berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, 2) mengetahui kelayakan usaha coffee mix berdasarkan aspek teknis dan teknologi, 3) mengetahui kelayakan usaha coffee mix berdasarkan aspek manajemen organisasi, 4) mengetahui kelayakan usaha coffee mix berdasarkan aspek yuridis dan AMDAL, dan 5) mengetahui kelayakan usaha coffee mix berdasarkan aspek finansial. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei lapangan di Desa Pesangkalan untuk memperoleh data primer dan sekunder. Penelitian ini menunjukkan bahwa produk coffee mix layak untuk diproduksi, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut: 1) berdasarkan analisis aspek pasar dan pemasaran, industri coffee mix memiliki peluang pasar yang sangat baik; 2) berdasarkan analisis aspek teknis dan teknologi industri ini layak dijalankan karena didukung oleh ketersediaan bahan baku dan teknologi proses yang baik; 3) berdasarkan analisis aspek manajemen organisasi, struktur organisasi berbentuk garis dengan spesifikasi jabatan yang jelas; 4) berdasarkan analisis aspek yuridis dan AMDAL, industri ini layak untuk dijalankan; 5) analisis aspek finansial menunjukkan bahwa industri layak untuk dijalankan karena memiliki nilai NPV dalam keadaan normal sebesar Rp 95.054.391,00, nilai IRR sebesar 123%, Net B/C (PI) sebesar 4,64, dan PBP sebesar 0,68.The Sido Makmur Farmer Group, which consists of farmers from Pesangkalan Village, has robusta coffee products in the form of green beans, roasted beans and ground beans. This Farmer Group has a desire to expand its business by adding a diversified coffee mix product in the form of a mixture of coffee, milk and crystal coconut sugar. This study aims to 1) determine the feasibility of a coffee mix business based on market and marketing aspects, 2) determine the feasibility of a coffee mix business based on technical and technological aspects, 3) determine the feasibility of a coffee mix business based on organizational management aspects, 4) determine the feasibility of a coffee mix business based on juridical aspects and AMDAL, and 5) knowing the feasibility of a coffee mix business based on financial aspects. This research was conducted using a field survey method in Pesangkalan Village to obtain primary and secondary data. This research shows that the coffee mix product is feasible to produce, this can be seen from the following aspects: 1) based on the analysis of market and marketing aspects, the coffee mix industry has a very good market opportunity; 2) based on the analysis of technical aspects and industrial technology, it is feasible to run because it is supported by the availability of raw materials and good process technology; 3) based on the analysis of organizational management aspects, the organizational structure is in the form of a line with clear job specifications; 4) based on the analysis of juridical aspects and AMDAL, this industry is feasible to run; 5) financial aspect analysis shows that the industry is feasible to run because it has an NPV value in normal conditions of Rp 95.054.391,00, an IRR value of 123%, Net B / C (PI) of 4,64, and PBP of 0,68.
2884632190B1J014064KEKAYAAN SPESIES ANURA DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG SLAMET, DUSUN KALIPAGU, DESA KETENGGER, KECAMATAN BATURRADENHutan alami merupakan salah satu habitat Anura. Salah satu ekosistem hutan alami yang diduga menjadi habitat yang cocok bagi Anura adalah kawasan hutan Gunung Slamet. Hal tersebut dikarenakan Gunung Slamet memiliki curah hujan dan hari hujan yang tinggi.
Penelitian dilakukan di Jalur Pendakian Gunung Slamet Dusun Kalipagu, Desa Ketengger, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel Visual Encounter Survey (VES) yang dimodifikasi dengan waktu pencarian (time search) selama 3 jam dengan jarak ±500 meter. Pengambilan sampel dilakukan menelusuri jalur pendakian Gunung Slamet melewati Dusun Kalipagu dari ketinggian 700 – 1.300 mdpl. Pengambilan sampel dilakukan pada malam hari mulai pukul 19.00-22.00 WIB dan pagi hari mulai pukul 06.00 – 09.00 WIB. Pengambilan data dilakukan mulai dari bulan April hingga bulan Mei 2019.
Hasil penelitian didapatkan 10 spesies Anura dari lima familia, yaitu Ranidae, Dicroglossidae, Megophryidae, Bufonidae dan Rhacophoridae. Spesies Anura anggota Ranidae yaitu Odorrana hosii, Chalcorana chalconota dan Huia masonii. Spesies Anura anggota Dicroglossidae yaitu Limnonectes kuhlii dan Limnonectes microdiscus. Spesies Anura anggota Megophryidae yaitu Leptobrachium hasseltii. Spesies Anura anggota Bufonidae yaitu Phrynoidis asper. Spesies Anura anggota Rhacophoridae yaitu Rhacophorus margaritifer, Philautus aurifasciatus dan Chromantis vittiger. Penelitian kali ini menemukan spesies yang baru tercatat ditemukan di Gunung Slamet, yaitu Chiromantis vittiger yang sebelumnya hanya tercatat di Jawa Barat.
Anura is the most widely spread amphibian in Indonesia.
Natural forest is one of Anura's habitats. Mount Slamet is a natural forest ecosystem suitable as an Anura habitat due to high rainfall and rainy days.
The research was conducted in the Mount Slamet hiking trail, Kalipagu, Ketengger Village, Baturaden District, Banyumas Regency. This research was conducted using a survey method with a modified Visual Encounter Survey (VES) sampling technique with a time search for 3 hours with a distance of ± 500 meters. Sampling was carried out by tracing the hiking trail within the altitude range of 700 – 1.300 asl. Sampling was carried out at night from 19.00-22.00 WIB and in the morning from 06.00 - 09.00 WIB. Data collection was carried out from April to May 2019.
The result found 10 species of Anura from five families, namely Ranidae, Dicroglossidae, Megophryidae, Bufonidae, and Rhacophoridae. The Anura species of Ranidae were Odorrana hosii, Chalcorana chalconota and Huia masonii. The Anura species of Dicroglossidae were Limnonectes kuhlii and Limnonectes microdiscus. The Anura species of Megophryidae were Leptobrachium hasseltii. The Anura species of Bufonidae were Phrynoidis asper. The Anura species of Rhacophoridae were Rhacophorus margaritifer, Philautus aurifasciatus, and Chromantis vittiger. C. vittiger was a new species record in Mount Slamet. This species was previously only recorded in West Java.
2884732171I1B017057GAMBARAN HEALTH SEEKING BEHAVIOR LANSIA DI DESA CILIBUR SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19
Latar Belakang: Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai sektor termasuk kesehatan. Berbagai kebijakan yang bertujuan untuk membatasi pergerakan sosial diberlakukan di Indonesia. Perubahan juga terjadi pada sistem layanan kesehatan yang mulai beradaptasi selama adanya pandemi. Situasi tersebut mungkin mempengaruhi health-seeking behavior (perilaku mencari bantuan kesehatan) pada lansia.
Tujuan: Mengetahui gambaran health seeking behavior lansia di Desa Cilibur sebelum dan selama pandemi Covid-19
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel minimal penelitian survei yang berjumlah 100 lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat.
Hasil: Sebelum pandemi tindakan pertama yang dilakukan oleh sebagian besar lansia saat mengalami keluhan kesehatan adalah memeriksakan diri ke dokter praktik, perawat, bidan (44%). Namun demikian, selama pandemi sebagian besar dari lansia memilih untuk mengonsumsi obat warung (38%). Sementara itu, untuk tindakan lanjutan mayoritas lansia sebelum memilih untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan milik pemerintah/swasta (polindes, puskesmas, rumah sakit) (56,82%), tapi selama pandemi lansia lebih memilih untuk memeriksakan diri ke dokter praktik, perawat, bidan (45.71%).
Kesimpulan: Terdapat perubahan perilaku mencari bantuan kesehatan sebelum dan selama pandemi.
Background: The covid-19 pandemic has affected sectors including health. Policies aimed at limiting social movements are implemented in Indonesia. Changes also occur the health care systems that have begun to adapt during the pandemic. This situation may affect the behavior patterns in health seeking behavior to of the elderly.
Aim: To determine the health-seeking behavior of the elderly village in Cilibur before and during the covid-19 pandemic.
Methodology: This study used a quantitative research design. Sampling used a minimum sampling technicque of a survey study of 100 elderly people. Data analysis has been done using a univariate test.
Result: Before the pandemic, the first action taken by most of the elderly when experiencing health complaints was to see practice doctors, orderlies/nurses, midwives (44%). However, during the pandemic, most of elderly chose to take over drugs stalls (38%). Meanwhile, for follw-up actions, the majority of elderly before pandemic was choosing to go to public/private health facilities (Polindes, Puskesmas, hospital) (56,82%) but during the pandemic teh elderly prefer to see a practicing doctor, an orderlies/nurses, a midwife (45,71%).
Conclussion: There is a change in behaviour to seek out health care before and during the pandemic.
2884832191B1A016146STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI WADUK CACABAN KABUPATEN TEGAL Fitoplankton berperan penting dalam suatu ekosistem perairan karena bersifat autotrof dan juga merupakan sumber pakan alami bagi ikan. Fitoplankton akan saling berinteraksi dengan faktor biotik lainnya untuk membentuk suatu struktur komunitas yang berguna bagi keseimbangan dan keberlanjutan ekosistem. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di Waduk Cacaban karena struktur komunitas dapat menunjukkan kondisi suatu perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, kelimpahan, dan keanekaragaman fitoplankton pada tiap stasiun dan jenis fitoplankton yang paling mendominasi di Waduk Cacaban. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 18 spesies fitoplankton di Waduk Cacaban. Empat divisi fitoplankton yang ditemukan yaitu Chlorophyta sebanyak 8 spesies, Bacillariophyta sebanyak 5 spesies, Cyanophyta sebanyak 3 spesies, dan Charophyta sebanyak 2 spesies. Kelimpahannya masuk dalam kategori sedang, dengan kelimpahan Chlorella sp. tertinggi di stasiun I, III dan IV; dan Microcystis sp. di stasiun II dan V. Indeks keanekaragamannya berkisar antara 1,227-1,766 dan masuk kedalam kategori rendah yang menunjukkan kestabilan komunitas rendah. Indeks Dominansi berkisar antara 0,648-0,791 dan masuk dalam kategori tinggi. Jenis fitoplankton yang mendominasi di Waduk Cacaban adalah dari divisi Chlorophyta, yang juga merupakan jenis yang digemari ikan.Phytoplankton has an important role in an aquatic ecosystem because it is autotrophic and also a source of natural food for fish. Phytoplankton will interact with other biotic factors to form a community structure that is useful for the sustainability of the ecosystem Therefore, this research is needed to determine the phytoplankton community structure in Cacaban Reservoir because the community structure can shows the water conditions. The purpose of this reserch was to determine the composition, abundance, and diversity of phytoplankton at each station and the most dominant type of phytoplankton in Cacaban Reservoir. The result showed that there are 18 species of phytoplankton in Cacaban Reservoir. The four phytoplankton divisions found were Chlorophyta with 8 species, Bacillariophyta with 5 species, Cyanophyta with 3 species, and Charophyta with 2 species. The abundance is in the medium category, with the abundance of Chlorella sp. the highest at stations I, III and IV; and Microcystis sp. at stations II and V. The diversity index ranges between 1,227-1,766 and was in the low category which indicates low community stability. The dominance index range between 0,648-0,791 and was in the high category. The dominant phytoplankton in the Cacaban Reservoir is from the Chlorophyta division, which is also a type favored by fish.
2884932192B1B016030HABITAT CHARACTERISTICS OF ASIAN SMALL – CLAWED OTTER (Aonyx cinereus) IN HUTAN PAYAU, TRITIH, CILACAP, CENTRAL JAVABerang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus) merupakan salah satu dari empat jenis berang-berang yang dapat ditemukan di Indonesia. Populasi saat ini semakin berkurang karena hilangnya habitat dan eksploitasi berlebihan yang juga dianggap sebagai hama sehingga beberapa upaya dilakukan untuk memusnahkannya. Penelitian ini merupakan studi awal tentang Aonyx cinereus di kawasan mangrove Hutan Payau Tritih Cilacap. Mempelajari tentang jelajah dan karakteristik habitat Aonyx cinereus berdasarkan tanda-tanda yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan mengamati area sekitar dari tanda-tanda tersebut. Terdapat total 23 jejak yang ditemukan dan teridentifikasi milik Aonyx cinereus, dari total 13 lokasi jejak dan kotoran merupakan tanda-tanda yang paling sering ditemukan dengan vegetasi yang umum ditemukan adalah Nypha fruticans, Acanthus ilicifoius, Derris trifoliata dan Acrostichum speciosum. Tanda-tanda banyak ditemukan pada daratan yang berasosiasi dengan air.The Asian Small-clawed Otter (Aonyx cinereus) is one of the four otter species that can be found in Indonesia. The population currently decreasing due to habitat loss and over exploitation, also considered as pests so some efforts are made to exterminate them. This research is an initial study about Aonyx cinereus in Hutan Payau, Tritih, Cilacap mangrove area. To learn about the home range and habitat characteristics of Aonyx cinereus based on the signs that found. This research was done by survey method by observing surrounding area of the signs. There were total 23 tracks found and identified belongs to Aonyx cinereus, in total 13 locations tracks and spraints are the most common signs that found with the vegetation that commonly found were Nypha fruticans, Acanthus ilicifoius, Derris trifoliata and Acrostichum speciosum.
2885032193B1B016024DETECTION OF PSYCHOTROPIC COMPOUND IN COPROPHILOUS FUNGI IN DISTRICT OF BATURRADEN BANYUMAS REGENCYJamur koprofil atau jamur pencinta kotoran adalah kelompok jamur yang diadaptasi untuk hidup pada kotoran dan pelet kotoran hewan herbivora. Jamur koprofil mengandung senyawa psikotropika. Senyawa psikotropika adalah zat atau obat, baik alami maupun sintetik, bukan narkotika yang mempunyai sifat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan yang khas pada aktivitas dan perilaku mental. Chemical Spot Test masih tetap menjadi alat penting untuk identifikasi awal obat-obatan terlarang dan senyawa psikotropika lainnya meskipun ada perkembangan teknologi instrumental dan peningkatan portabilitas teknologi ini yang memungkinkan penggunaannya di lapangan. Kabupaten Banyumas merupakan daerah yang sangat potensial sebagai habitat jamur koprofil, khususnya di Kabupaten Baturraden karena banyak sekali peternakan sapi yang kotorannya merupakan tempat tumbuh jamur, serta iklim yang cocok untuk tumbuhnya jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah menginventarisasi dan mengidentifikasi jamur koprofil yang terdapat di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas serta mendeteksi keberadaan senyawa psikotropika dalam jamur tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling dan analisis Color Test atau Chemical Spot Test. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan dengan Atlas of The Munsell Color System. Dari penelitian ini didapatkan tujuh genera jamur koprofil yaitu: Coprinellus sp., Coprinopsis sp., Entoloma sp., Gymnopus sp., Lepiota sp., Parasola sp. dan Stropharia sp. yang ditemukan di dua peternakan sapi di Kabupaten Baturraden.Coprophilous fungi or dung loving fungi are a group of fungi adapted to life on dung and fecal pellets of herbivorous animals. Coprophilous fungi contain psychotropic compounds. Psychotropics compounds are substances or drugs, both natural and synthetic, not narcotics, which have psychoactive properties through a selective influence on the central nervous system which causes distinctive changes in mental activity and behavior. Chemical Spot Test still remain an important tool for the preliminary identification of illicit drugs and other psychotropic compound in spite of developments in instrumental technology and the increased portability of this technology which enables its use in the field. Banyumas Regency is a very potential area as a habitat for coprophilous fungi, specifically in Baturraden District because there are many cattle farms where the dung is where the fungi grow, also the climate is suitable for fungal growth. The purposes of this study are to make an inventory and identify the coprophilous fungi found in District of Baturraden Banyumas Regency and to detect the presence of psychotropic compound in the fungi. The research will be conducted using purposive random sampling and Color Test or Chemical Spot Test analysis. The obtained data is analyzed descriptively by comparing with Atlas of The Munsell Color System. This research obtained seven genera of coprophilous fungi i.e: Coprinellus sp., Coprinopsis sp., Entoloma sp., Gymnopus sp., Lepiota sp., Parasola sp. and Stropharia sp. that discovered in two cattle farms in Baturraden District.
2885132194I1B017040Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Resiliensi Pada Wanita Pasca Bencana BanjirLatar Belakang: Bencana dapat menimbulkan berbagai macam dampak baik
secara fisik maupun psikologis. Wanita merupakan kelompok yang rentan ketika
bencana terjadi dan membuat resiliensi pada wanita menjadi rendah. Seseorang
yang berada pada kondisi psikologis yang baik, biasanya memiliki interaksi
interpersonal yang baik pula dan berpengaruh terhadap kecerdasan emosional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kecerdasan
emosional dengan resiliensi pada wanita pasca bencana banjir.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain cross
sectional. Lokasi penelitian berada di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen,
Banyumas. Pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling dan
didapatkan hasil sebanyak 87 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen
kecerdasan emosional dan resiliensi yang diambil dan dimodifikasi dengan
penelitian serupa. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji Somers’d.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas memiliki kecerdasan
emosional yang tinggi (65,5%) dan resiliensi yang tinggi (78,2%). Selain itu, tidak
terdapat hubungan antara karakteristik responden, yaitu usia (p=0,251), pendidikan
(p=0,618), pekerjaan (p=0,710), dan status ekonomi (p=0,291) dengan resiliensi.
Kemudian terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional
dengan resiliensi pada wanita pasca bencana banjir (p=0,006; r=0,277).
Kesimpulan: Kecerdasan emosional secara positif berhubungan dengan resiliensi
pada wanita pasca bencana banjir
Background: A disaster can have a wide range of effects, both physically and
mentally. When tragedy strikes, women are particularly vulnerable and their
resilience decreases. Someone who is in good psychological health normally has
good interpersonal interactions, which influences emotional intelligence. The aim
of this study is to discover a connection between emotional intelligence and
resilience in women experiencing a flood disaster.
Methods: This study was a correlational research with cross sectional design. This
study was conducted out in Sirau Kemranjen, Banyumas Regency. This study’s
sampling method was simple random sampling, which yielded 87 respondents. This
study utilized an emotional intelligence and resilience instrument adapted from
previous studies. Somers’d test was used to interpret the data in this analysis
Results: The result showed that majority of respondents have a high emotional
intelligence (65,5%) and high resilience (78,2%). Furthermore, there was no
correlation between respondent characteristics, there were age (p=0,251), education
(p=0,618), occupation (p=0,710), and economic status (p=0,291) with resilience.
Then, there was a significant positive correlation between emotional intelligence
and resilience on woman after flood disaster (p=0,006; r=0,277)
Conclusion: Emotional intelligence was positively correlated to resilience on a
woman after a flood disaster
2885232197I1B017024PENGEMBANGAN APLIKASI NANDA NOC NIC (N3) MOBILE DALAM MENYUSUN ASUHAN KEPERAWATAN PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang :. Penggunaan buku cetak sebagai bahan rujukan dalam pembuatan asuhan keperawatan dirasa masih kurang efektif bagi mahasiswa. Pencarian diagnosa keperawatan, NOC, dan NIC yang tepat dalam buku cetak sebagai sumber rujukan memerlukan waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya media aplikasi N3 Mobile. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi N3 Mobile dalam menyusun asuhan keperawatan pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.

Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (RnD). Pengembangan aplikasi menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Uji coba produk dibagi menjadi 2 yaitu uji coba skala kecil pada 5 responden dan uji coba skala besar pada 30 responden mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Aplikasi diuji terlebih dahulu oleh ahli media dan ahli materi sebelum diujikan kepada responden. Analisis data menggunakan rumus persentase kelayakan media.

Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan yaitu aplikasi N3 Mobile mendapatkan skor akhir dari pengguna sebesar 85,5% yang dapat dinyatakan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam membuat asuhan keperawatan.

Kesimpulan: Aplikasi N3 Mobile dapat diterima oleh mahasiswa keperawatan angkatan 2018 Universitas Jenderal Soedirman sebagai media pembelajaran dalam membuat tugas asuhan keperawatan
Background: The use of printed books as reference material in making nursing care is still not effective for students. Searching for nursing diagnoses, NOCs, and the right NIC in printed books as a reference source takes a long time. To solve this problem, it is necessary to have the N3 Mobile application media. This study aims This study aims to develop N3 Mobile application in preparing nursing care for the Nursing Department Students of Jenderal Soedirman University.

Research Methods: The research method used is Research and Development (RnD). Application development uses the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Product trials are divided into 2, namely small-scale trials on 5 respondents and large-scale trials on 30 respondents of nursing students at Jenderal Soedirman University. Data collection using questionnaires. Applications are tested first by media experts and material experts before tested on respondents. Data analysis uses the formula for the proportion of the feasibility of the media.

Results: The results of the research obtained by using the N3 Mobile application get a final score from the user of 85.5% which can be declared very feasible to be used as a learning medium in making nursing care.

Conclusion: The N3 Mobile application can be accepted by Jenderal Soedirman University nursing student 2018 as a tool to create nursing care
2885332170I1B017071PENGARUH PEMBERIAN “VIYO” TERHADAP PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DALAM PEMAKAIAN METODE KONTRASEPSI DI DESA KALISATKIDULLatar Belakang : Di Indonesia dalam hal pemakaian metode kontrasepsi masih cukup rendah khususnya untuk pengetahuan dan dukungan suami. Hal tersebut menyebabkan rendahnya partisipasi suami dalam ber KB. Upaya yang bisa dilakukan peneliti dalam meningkatkan pengetahuan dan dukungan suami yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan melalui bantuan media video youtube “viyo”.
Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian “viyo” (video youtube) terhadap pengetahuan dan dukungan suami dalam pemakaian metode kontrasepsi di Desa Kalisatkidul.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental. Teknik sampling menggunakan simple random sampling yaitu sebanyak 19 sampel setiap kelompok, pengambilan data dilakukan pada tanggal 22 Januari 2021 - 08 Februari 2021. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji t berpasangan dan uji Wilcoxon.
Hasil : Responden pada penelitian ini rata-rata hanya memiliki 1 anak (81,6%) dan berusia 27,74 tahun dengan mayoritas berpendidikan SMP/MTS (50%) yang bekerja sebagai petani (52,6%) dan dengan pendapatan < Rp. 500.000 per bulan (50%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pretest dan posttest yang signifikan dengan nilai p= 0,000 untuk pengetahuan dan untuk dukungan suami p=0,002 (p <0,05).
Kesimpulan : Pemberian viyo memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan dukungan suami dalam pemakaian metode kontrasepsi.
Background : In Indonesia, the use of contraceptive methods is still quite low, especially for the knowledge and support of husbands. This causes the low participation of husbands in family planning. Efforts that can be done by researchers in increasing the knowledge and support of husbands are by providing health education through the help of the "viyo" youtube video media.
Objective : Knowing the effect of giving "viyo" (youtube video) on the husband's knowledge and support in using the contraceptive method in Kalisatkidul Village.
Methods : This study uses a Quasi Experimental method. The sampling technique used simple random sampling, namely 19 samples per group, data collection was carried out on 22 January 2021 - 08 February 2021. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis with paired t test and Wilcoxon test.
Result: Respondents in this study on average only had 1 child (81,6%) and aged 27,74 years with the majority of junior high school education (50%) working as farmers (52,6%) and with an income of <Rp. 500,000 per month (50%). The results showed that there were significant differences between pretest and posttest with p = 0,000 for knowledge and for husband's support p = 0,002 (p <0,05).
Conclusion: Giving viyo has a significant effect in increasing the husband's knowledge and support in using the contraceptive method.
Keywords : husband's support, method of contraception, youtube video.
2885432198B2A019004Perubahan Iklim Selama Kala Holosen di Daerah Adipala, Cilacap Berdasarkan Bukti PalinologiKeberadaan informasi perubahan iklim masa lampau dapat menjadi acuan penting dalam mempelajari variabilitas dan perubahan iklim baik di masa sekarang ataupun yang akan datang. Didasarkan oleh asumsi bahwa setiap perubahan iklim yang terjadi telah berdampak baik secara langsung maupun tidak kepada tumbuhan di sekitarnya, membuat data fosil sporomorf pada suatu sedimen dapat digunakan untuk menentukan diversitas tumbuhan yang kemudian dapat memberikan gambaran mengenai dinamika iklim suatu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi bagaimana dinamika iklim selama kala Holosen di daerah Adipala, Cilacap berdasarkan bukti palinologi. Sampel diambil dengan menggunakan bor tangan dan menghasilkan sampel sedalam 5 m dengan total sampel sebanyak 50. Perubahan iklim dianalisis melalui persentase polen AP/NAP pada tiap sampel. Diketahui bahwa telah terjadi 4 zona perubahan iklim yaitu zona 1 iklim kering, zona 2 iklim basah, zona 3 iklim kering, dan zona 4 iklim basah. Tidak ditemukannya dominansi dari golongan tumbuhan produksi maupun budidaya pada seluruh sampel menandakan bahwa lokasi penelitian masih tergolong alami dan perubahan-perubahan bentang alam yang terjadi diakibatkan oleh fenomena perubahan iklim.The existence of past climate change information can be an important reference in studying climate change and variability both in the present and in the future. Based on the assumption that every climate change that occurs had an impact either directly or indirectly on the surrounding plants, so the presence of sporomorf fossils in a sediment can be used to determine plant diversity, which can provide an overview of the climate dynamics of an environment. This study aims to reconstruct how the climate dynamics during Holocene in Adipala area, Cilacap based on palynological evidence. Samples were taken by hand drill and delivered samples as deep as 5 m with a total of 50 samples. Climate change was analyzed through the percentage of AP/NAP pollen in each sample. It is known that there have been 4 zones of climate change, namely zone 1 dry climate, zone 2 wet climate, zone 3 dry climate, and zone 4 wet climate. The absence of production or cultivated plant groups in all samples indicates that the location is still natural and all the changes that occur are due to the phenomenon of climate change.
2885532200B1B017034TRUSS MORPHOMETRIC AND MERISTIC CHARACTERS OF MALE AND FEMALE GULAMA FISH (Pennahia anea) TAKEN FROM TPI ASEMDOYONG PEMALANGIkan Gulama (Pennahia anea) termasuk anggota Family Sciaenidae. Ikan tersebut merupakan salah satu ikan demersal yang didaratkan di TPI Asemdoyong, Pemalang. P. anea tidak memiliki dimorfisme seksual, sehingga dibutuhkan karakter lain untuk membedakan individu jantan dan betina, diantaranya karakter truss morfometrik dan meristik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa truss morfometrik dan meristik bisa digunakan untuk membedakan individu jantan dan betina. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter truss morfometrik dan meristik individu jantan dan betina ikan Donkey Croaker (Pennahia anea) dan untuk menentukan karakter truss morfometri dan meristik yang dapat membedakan Donkey Croaker jantan dan betina (Pennahia anea). Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan teknik purposive random sampling. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa performa morfologi P. anea yaitu bentuk tubuh fusiform, posisi mulut terminal, memiliki gigi yang kecil pada rahang bawah dan gigi besar tanpa taring besar di rahang atas, sirip caudal truncate, tipe sisik stenoid dan cycloid pada bagian kepala. Ada 7 dari 31 jarak truss yang membedakan P. anea jantan dan betina yaitu jarak antara titik pangkal rahang bawah dan ujung moncong, ujung moncong dan batas kepala dan badan bagian ventral, serta pangkal depan sirip dorsal pertama dan batas kepala dan badan bagian ventral. Pada tiga karakter tersebut jantan memiliki jarak lebih pendek dari betina, dan sebaliknya, jantan memiliki jarak yang lebih panjang pada jarak antara pangkal belakang sirip dorsal kedua dan titik tengah antara sirip ventral dan anal, pangkal belakang sirip dorsal kedua dan pangkal depan sirip anal, lipatan ekor bagian dorsal dan pangkal depan sirip anal, pangkal depan sirip anal dan pangkal belakang sirip anal. Karakter meristic yang membedakan P. anea jantan dan betina yaitu jari-jari sirip lunak pada sirip ventral.Gulama fish (Pennahia anea) is a member of the Family Sciaenidae. This species is one of the demersal fish landed at Asemdoyongs' fish auction centre, Pemalang. P. anea doesn't have sexual dimorphism. Other characters are needed to differentiate male and female individuals, i.e. truss morphometric and meristic characters. Previous studies have shown that truss morphometric and meristic can differentiate between male and female individuals. This study aims to describe the truss morphometric and meristic characters of male and female Donkey Croaker fish (Pennahia anea) and determine the meristic and truss characters that can differentiate male and female Donkey Croaker (Pennahia anea). The method used was a survey method with a purposive random sampling technique. Based on the study results, the body shape of P. anea was fusiform, terminal mouth position, small teeth on the lower jaw, and large teeth without large fangs in the upper jaw. The caudal fin is truncate and has a ctenoid on the body and cycloid scales on the head. Seven out of the 31 truss distances could distinguish male and female P. anea. Male individuals have shorter in three characters t than the female. The characters were the distance between base points of the lower jaw and the snouts' tip, the distance between the snouts' tip and ventral part of the border between the head and body, and the distance between the front base of the 1st dorsal fin and ventral part of the border between head and body. In contrast, the male has a longer truss distance than the female individuals in the four truss characters. The characters are the distance between the back base of the 2nd dorsal fin and the midway between the ventral and anal fin, the back base of the 2nd dorsal fin and the front base of the anal fin, the dorsal folds of the tail and the front base of the anal fin and the front base of the anal fin and the back base of the anal fin. The meristic character that distinguishes male and female P. anea is the soft fin radius of the ventral fin.
2885632201A1D017100EVALUASI KETAHANAN PADI TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI OLEH Xanthomonas oryzae pv. oryzae SETELAH APLIKASI BAKTERI ENDOFIT AKAR PADITujuan penelitian ini yaitu mempelajari pengaruh bakteri endofit akar padi terhadap komponen ketahanan tanaman baik secara struktural maupun biokimia dan mengevaluasi ketahanan padi terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB). Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, sejak Juli sampai Desember 2020. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu perlakuan aplikasi bakteri endofit akar padi yang meliputi: A=Kontrol; B= Bakteri endofit akar padi SM1; C= Bakteri endofit akar padi SB1; D= Bakteri endofit akar padi SB3, dengan 6 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu intensitas penyakit, warna daun, kandungan klorofil a dan b, kerapatan stomata, trikoma, serta ketebalan dinding sel, kandungan fenol total, aktivitas enzim peroksidase, dan kandungan asam salisilat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi bakteri endofit akar padi berpengaruh meningkatkan kerapatan stomata, tetapi tidak berpengaruh dalam meningkatkan warna daun, kerapatan trikoma, ketebalan dinding sel, dan tidak berpotensi menurunkan intensitas penyakit HDB pada 76 HST. Inokulasi bakteri endofit akar padi isolat SB1 cenderung meningkatkan kandungan klorofil a dan b sebesar 32,283% dan 25,714%, dibanding kontrol, sedangkan isolat SM1 cenderung meningkatkan kandungan fenol total, tetapi semua isolat bakteri cenderung tidak berpotensi meningkatkan aktivitas enzim peroksidase dan kandungan asam salisilat. Aplikasi bakteri endofit akar padi tidak meningkatkan ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri pada umur 76 HST berdasarkan nilai intensitas penyakit.The purpose of this study was to study the effect of rice root endophytic bacteria on plant resistance components both structurally and biochemically and to evaluate rice resistance to bacterial leaf blight (BLB). The research was conducted at the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from July to December 2020. The experimental design used was a randomized block design (RBD) with one factor, namely the application of rice root endophytic bacteria which included: A = Control; B = SM1 rice root endophytic bacteria; C = SB1 rice root endophytic bacteria; D = SB3 rice root endophytic bacteria, with 6 replications. The variables observed were disease intensity, leaf color, chlorophyll a and b content, stomatal density, trichomes, and cell wall thickness, total phenol content, peroxidase enzyme activity, and salicylic acid content. The results showed that the inoculation of rice root endophytic bacteria affected increasing stomata density, but had no effect on increasing leaf color, trichome density, cell wall thickness, and did not have the potential to reduce the intensity of BLB disease at 76 DAP (days after planting). Inoculation of rice root endophytic bacteria SB1 isolates tended to increase chlorophyll a and b content by 32.283% and 25.714%, compared to control, while SM1 isolates tended to increase the total phenol content, but all bacterial isolates tended not to have the potential to increase peroxidase enzyme activity and salicylic acid content. The application of rice root endophytic bacteria did not increase resistance to bacterial leaf blight at the age of 76 DAP based on the value of disease intensity.
2885732202I1A016014SYSTEMATIC REVIEW : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK Latar Belakang: Sampah plastik memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Riset menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar kedua di dunia dengan jumlah sampah plastik yang tidak terkelola sebesar 3,22 juta metrik ton. Volume sampah plastik per hari semakin meningkat, sehingga perlu adanya upaya untuk mengurangi jumlah sampah plastik seperti pengelolaan sampah 3R (Reuse, Reduse, Recycle). Untuk mengetahui upaya yang efektif dalam mengatasi permasalahan sampah plastik, maka dilakukan studi yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pengelolaan sampah plastik.
Metodologi: Penelitian systematic review ini menggunakan PRISMA checklist. Strategi yang digunakan untuk mencari artikel yaitu menggunakan PICOS framework. Pencarian literatur dilakukan di tiga database (Google scholar, PubMed dan Garuda) untuk studi yang menggunakan desain cross-sectional dan SEM (Structural Equation Modeling).
Hasil Penelitian: Ditemukan 15 studi yang masuk dalam kriteria inklusi. Faktor-faktor yang didapatkan dari literatur dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu faktor pendorong (n=7), faktor pemungkin (n=3) dan faktor penguat (n=3). Mayoritas literatur menggunakan studi cross-sectional dan SEM dengan responden lebih dari 100 individu.
Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan praktik pengelolaan sampah plastik diantaranya adalah umur, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, kesadaran, keterpaparan media, sarana prasarana, pemilihan, norma subjektif, peran tokoh masyarakat dan motivasi.
Kata Kunci: Sampah plastik, faktor-faktor, 3R (Reuse, Reduse, Recycle)
Background: Plastic waste has a negative impact on the environment and human health. Research places Indonesia as the second largest country in the world with 3.22 million metric tons of unmanaged plastic waste. The volume of plastic waste per day is increasing, so there is a need for efforts to reduce the amount of plastic waste such as 3R (Reuse, Reduse, Recycle) waste management practice. To find out effective efforts to overcome the problem of plastic waste, a study was conducted which aims to determine the factors related to plastic waste management practices.
Methodology: This systematic review study uses the PRISMA checklist. The strategy used to find articles is to use the PICOS framework. Literature search was conducted in three databases (Google scholar, PubMed and Garuda) for studies using cross-sectional design and SEM (Structural Equation Modeling).
Research Results: There were 15 studies that fit the inclusion criteria. The factors obtained from the literature are divided into 3 major groups, predisposing factors (n = 7), enabling factors (n = 3) and reinforcing factors (n = 3). The majority of the literature uses cross-sectional and SEM studies with respondents of more than 100 individuals.
Conclusion: Factors related to plastic waste management practices include age, education, income, occupation, knowledge, attitudes, awareness, media exposure, infrastructure, election, subjective norms, the role of community leaders and motivation.
Keywords: Plastic waste, factors, 3R (Reuse, Reduse, Recycle)
2885832204I1C017023ANALISIS RHO GTP-ASE ACTIVATING PROTEIN 35 (ARHGAP35) PADA KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BIOINFORMATIKALatar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker kedua yang paling banyak menyebabkan kematian setelah kanker paru-paru. Kanker payudara berkembang karena adanya kerusakan DNA dan mutasi genetik. Sebuah studi menyatakan bahwa ARHGAP35 memiliki potensi sebagai driver gene kanker payudara, suatu gen yang mendukung pertumbuhan kanker payudara saat mengalami mutasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ARHGAP35 pada pertumbuhan dan perkembangan sel kanker payudara.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan secara bioinformatika. Analisis tingkat ekspresi ARHGAP35 dilakukan menggunakan Oncomine (fold change > 2; p-value < 1E-4; gene rank top 10%). Analisis overall survival (OS) dan disease free survival (DFS) kanker payudara dilakukan menggunakan GEPIA (titik potong median; HR ditampilkan dengan 95% CI). Analisis jejaring interaksi protein-protein dilakukan menggunakan STRING. Analisis KEGG pathway dan gene ontology (GO) ARHGAP35 dan protein terkait dilakukan menggunakan WEBGESTALT menggunakan metode Over Representation Analysis (ORA). cBioPortal digunakan untuk analisis tingkat mutasi gen dengan jumlah sampel sebanyak 9502 dari 16 studi yang tersedia.
Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukan adanya ekspresi berlebih ARHGAP35 pada beberapa jenis kanker payudara yaitu invasive ductal breast carcinoma (IDC), invasive ductal and lobular breast carcinoma (IDLC), invasive lobular breast carcinoma (ILC), male breast carcinoma, dan mixed ductal and lobular carcinoma (MDLC). Ekspresi tinggi ARHGAP35 memiliki OS yang lebih rendah secara signifikan (p = 0,045) dibandingkan dengan ekspresi rendah ARHGAP35 dan perbedaan DFS yang tidak signifikan (p = 0,98). Jejaring interaksi protein-protein yang terbentuk menggambarkan ARHGAP35 beinteraksi dengan RHOA, RHOB, RHOC, RHOD, RASA1, RND1, RAC1, CDC42, FYN dan SRC. Hasil analisis KEGG pathway dan GO menunjukan protein-protein tersebut banyak terlibat dalam proses berbasis aktin melalui jalur adheren junction, axon guidance, focal adhesion, regulation of actin cytoskeleton, dan tight junction. Analisis tingkat mutasi menunjukan adanya 34 missense, 29 truncating, 3 fusion, dan 1 inframe pada ARHGAP35.
Kesimpulan: ARHGAP35 terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan kanker payudara melalui jalur pengaturan sitoskeleton aktin.
Background: Breast cancer is the second most common cause of death after lung cancer. Breast cancer develops due to DNA damage and genetic mutations. A study states that ARHGAP35 has the potential to be a breast cancer driver gene, a gene that supports the growth of breast cancer when mutated. This study aims to analyze the role of ARHGAP35 in the growth and development of breast cancer cells.
Methods: This study uses a bioinformatics approach. ARHGAP35 expression level analysis was performed using Oncomine (fold change> 2; p-value <1E-4; gene rank top 10%). Analysis of overall survival (OS) and disease free survival (DFS) of breast cancer was performed using GEPIA (median cutoff; HR displayed with 95% CI). Protein-protein interaction network analysis was performed using STRING. Analysis of KEGG pathway and gene ontology (GO) of ARHGAP35 and associated proteins was performed using WEBGESTALT using the Over Representation Analysis (ORA) method. cBioPortal was used for gene mutation analysis with a total sample size of 9502 from 16 available studies.
Results: The analysis showed that there was an overexpression of ARHGAP35 in several types of breast cancer, namely invasive ductal breast carcinoma (IDC), invasive ductal and lobular breast carcinoma (IDLC), invasive lobular breast carcinoma (ILC), male breast carcinoma, and mixed ductal and lobular carcinoma (MDLC). High expression of ARHGAP35 had significantly lower OS (p = 0.045) compared to low expression of ARHGAP35 and the difference in DFS was not significant (p = 0.98). The protein-protein interaction network formed described that ARHGAP35 is interacting with RHOA, RHOB, RHOC, RHOD, RASA1, RND1, RAC1, CDC42, FYN and SRC. The results of the KEGG pathway and GO analysis show that these proteins are highly involved in actin-based processes through adherent junction, axon guidance, focal adhesion, regulation of actin cytoskeleton, and tight junction. Mutation rate analysis showed 34 missense, 29 truncating, 3 fusion, and 1 inframe on ARHGAP35.
Conclusion: ARHGAP35 is involved in the growth and development of breast cancer through regulation of actin cytoskeleton pathway.
2885932205B1A016111PREVALENSI EKTOPARASIT PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) HASIL TANGKAPAN ESTUARIA SEGARA ANAKAN CILACAPWilayah perairan Segara Anakan Cilacap memiliki berbagai macam komodiitas diantaranya adalah spesies udang vannamei yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan spesies udang putih yang dibudidayakan di Indonesia yang berasal dari perairan Amerika Tengah. Kejadian serangan ektoparasit dapat dipengaruhi oleh beberapa aspek yang meliputi kondisi perairan, suhu perairan, letak geografis, kedalaman air serta gangguan atropogenik lain. Serangan ektoparasit dapat menyebabkan menurunya populasi udang vannamei di suatu perairan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi ektoparasit yang terdapat pada spesies udang vannamei (Litopenaeus vannamei)hasil tangkapan eustaria Segara Anakan Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei teknik random sampling. Sampel udang vannamei yang diambil sebanyak 3 kali dengan interval waktu 1 minggu. Sampel udang vannamei yang diambil total sampel dari 3 kali sampling adalah 90 ekor. Penelitian ini dilakukan melaui beberapa tahapan, yaitu pengambilan sampel udang vannamei, identifikasi, pemeriksaan pada sampel udang vannamei dan pengamatan serta perhitugan jumlah ektoparasit pada udang vannamei. Variabel penelitian berupa prevalensi dengan parameter jumlah udang yang terinfeksi; serta jenis jenis ektoparasit yang menyerang udang vannamei. prevalensi udang vannamei yang terinfeksi ektoparasit dihitung dengan membandingkan jumlah udang yang terinfeksi dengan udang yang diamati, sedangkan jenis-jenis ektoparasit diamati dengan proses identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ektoparasit yang didapat yaitu 33%. Beberapa jenis ektoparasit diantaranya yaitu Oodinium sp, Vorticella sp, dan Zoothanium sp.

The waters of Segara Anakan Cilacap have a variety of commodities, including the vannamei shrimp species which have high economic value in both the domestic and international markets. The Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) is a species of white shrimp cultivated in Indonesia that originates from Central American waters. The incidence of ectoparasite attack can be influenced by several aspects including water conditions, water temperature, geographical location, water depth and other atropogenic disturbances. Ectoparasite attack can cause a decrease in the population of vannamei shrimp in a waters.
This study aims to determine the prevalence of ectoparasites found in species of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) caught by Segara Anakan Cilacap eustaria. The research method used is a survey method with random sampling technique. Vannamei shrimp samples were taken 3 times with 1 week intervals. Samples of vannamei shrimp taken from a total sample of 3 sampling times were 90 individuals. This research was conducted through several stages, namely vannamei shrimp sampling, identification, examination of vannamei shrimp samples and observation and calculation of the number of ectoparasites in vannamei shrimp. The research variables were prevalence with the parameter number of infected shrimp; and the types of ectoparasites that attack vannamei shrimp. The prevalence of vannamei shrimp infected with ectoparasites was calculated by comparing the number of infected shrimp with the observed shrimp, while the types of ectoparasites were observed by the identification process. The results showed that the prevalence of ectoparasites obtained was 33%. Several types of ectoparasites include Oodinium sp, Vorticella sp, and Zoothanium sp.
2886030338B1A016006PENAMBAHAN IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS EKSPLAN DAUN ANGGREK
Coelogyne pandurata Lindl.
Orchid Coelogyne pandurata Lindl or black orchid is one of the endemic orchid from borneo Island. This orchid flower who have an unique that is have a green cephal and black labellum. Naturally propagation have a small chance of succsess so it needs to be done culture in vitro. One of the culture ways is use explaned leaf for making callus’s growth. Callus growth can spurred on with auxin (IAA) and cytokinins (BAP). A balanced blend of auxin concetracion and cytokinins are expected can touch callus growth up. The purpose of this research is to know addition effect of IAA and BAP for Orchid C. Pandurata Lindl’s growthed and know interaction the best IAA and BAP for Orchid Coelogyne pandurata Lindl’s growth.
The method of research done by experiment with the completely randomized used factorial pattern. Factor 1 concentracion IAA with 4 level : 0, 1, 2, 3 mg/L. and the next factor, concentracion of BAP with 4 level : 0, 1 , 2, 3 mg/L, so there are 48 experimental units. Observed parameter is : when the callus appears, the data obtained in the analysis with ANOVA and carried out DMRT test with believeable level 95%.
The result of the research showed giving interaction of IAA and BAP can give a affect callus growth of Orchid C pandurata Lindl. The interaction effect is on the callus appearance, callus thickness, and callus live percentage. As well as being able to spur the development of callus in a proliferative directon. While giving IAA personally could stimulate callus thickening. The best interaction in callus’s growth explan the orchid flower is A2B2 (IAA 2 mg/L and BAP 2 mg/L) and A2B3 (IAA 2 mg/L and BAP 3 mg/L).
Keywords : Coelogyne pandurata, BAP, IAA, Callus Growth
Anggrek Coelogyne pandurata Lindl atau anggrek hitam merupakan anggrek endemik dari Kalimantan. Anggrek ini mempunyai keunikan yakni mempunyai sepal berwarna hijau serta labelum yang berwarna hitam. Perbanyakan secara alami tingkat keberhasilannya sangat kecil maka perlu di lakukan kultur in vitro. Salah satu cara kultur in vitro adalah kultur menggunakan eksplan daun untuk memacu pertumbuhan kalus. Pertumbuhan kalus dapat dipacu dengan auksin (IAA) dan sitokinin (BAP). Perpaduan antara konsentrasi auksin dan sitokinin yang seimbang diharapkan bisa memacu pertumbuhan kalus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan IAA dan BAP terhadap pertumbuhan kalus anggrek C. pandurata Lindl dan mengetahui interaksi IAA dan BAP yang terbaik terhadap pertumbuhan kalus anggrek C. pandurata Lindl.
Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap menggunakan pola faktorial , faktor 1 kosentrasi IAA dengan 4 taraf : 0, 1, 2, 3 mg/L. Dan faktor ke 2 konsentrasi BAP dengan 4 taraf perlakuan : 0, 1 , 2, 3 mg/L, sehingga ada 16 perlakuan , dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga ada 48 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah : waktu munculnya kalus, tebal kalus, jenis kalus, berat kalus dan presentasi terbentuknya kalus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian IAA dan BAP dapat mempengaruhi pertumbuhan kalus eksplan daun anggrek Coelogyne Pandurata Lindl. Pengaruh secara interaksi terdapat pada wantu munculnya kalus, tebal kalus dan Prosentase hidup kalus. Serta mampu memacu perkembangan kalus ke arah proliferatif. Sedangkan pemberian IAA secara mandiri dapat memacu penebalan kalus. Interaksi yang terbaik dalam pertumbuhan kalus eksplan daun anggrek Coelogyne Pandurata Lindl. adalah A2B2 (IAA 2 mg/L dan BAP 2 mg/L) dan A2B3 (IAA 2 mg/L dan BAP 3 mg/L).