Home
Login.
Artikelilmiahs
32049
Update
NURUL HOFIFAH
NIM
Judul Artikel
Komunikasi Inklusif Guru dengan Anak Down Syndrome dalam Pembelajaran Jarak Jauh di SLB Negeri 8 Jakarta pada Era Pandemi Covid-19
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Merebaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo menghimbau agar masyarakat tetap belajar, bekerja dan beribadah dari rumah untuk menekan angka penyebaran COVID-19 termasuk kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Pembelajaran yang dilakukan dari rumah diterapkan dari TK hingga Perguruan Tinggi termasuk pada SLB Negeri 8 Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana seorang guru melakukan komunikasi inkslusif dengan siswa down syndrome dalam pembelajaran jarak jauh pada era pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pemilihan responden menggunakan purposive sampling (sampling bertujuan) dengan jumlah responden sebanyak empat informan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis menurut Miles & Huberman yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini, Peneliti menggunakan teori inclusive special education theory. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi inklusif yang dilakukan oleh guru tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya bantuan orang tua. Situasi pandemi COVID-19 ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan orangtua anak down syndrome yang membuat pembelajaran jarak jauh bagi anak down syndrome masih memiliki kekurangan diantaranya konektivitas internet yang buruk, orangtua mengalami kesulitan menggunakan teknologi, aktivitas orangtua dan anak yang kerapkali berbenturan dan mood anak down syndrome yang berubah-ubah ditengah pembelajaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Merebaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo menghimbau agar masyarakat tetap belajar, bekerja dan beribadah dari rumah untuk menekan angka penyebaran COVID-19 termasuk kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Pembelajaran yang dilakukan dari rumah diterapkan dari TK hingga Perguruan Tinggi termasuk pada SLB Negeri 8 Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana seorang guru melakukan komunikasi inkslusif dengan siswa down syndrome dalam pembelajaran jarak jauh pada era pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pemilihan responden menggunakan purposive sampling (sampling bertujuan) dengan jumlah responden sebanyak empat informan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis menurut Miles & Huberman yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini, Peneliti menggunakan teori inclusive special education theory. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi inklusif yang dilakukan oleh guru tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya bantuan orang tua. Situasi pandemi COVID-19 ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan orangtua anak down syndrome yang membuat pembelajaran jarak jauh bagi anak down syndrome masih memiliki kekurangan diantaranya konektivitas internet yang buruk, orangtua mengalami kesulitan menggunakan teknologi, aktivitas orangtua dan anak yang kerapkali berbenturan dan mood anak down syndrome yang berubah-ubah ditengah pembelajaran. Abstract The outbreak of positive cases of COVID-19 in Indonesia has prompted President Joko Widodo to urge people to continue learning, working and worshiping from home to reduce the spread of COVID-19, including teaching and learning activities to be carried out online. Distance learning is applied from kindergarten to university students, including in SLB Negeri 8 Jakarta. This study aims to describe teachers inclusive communication with Down syndrome students in distance learning at the era of the COVID-19 pandemic. This study used descriptive qualitative method with the purposive sampling technique with four informants. This study used an analytical technique according to Miles & Huberman which divided into three parts data reduction, data presentation and conclusion drawing. Researchers used the theory of inclusive special education theory. The result indicated Inclusive communication carried out by teachers need assistance of the parents. COVID-19 is a challenge for teachers and parents, that makes distance learning for Down syndrome children has trouble such as bad internet connectivity, difficulty using technology, inappropriate activities of children and parents, also the mood of Down syndrome children that can easily changes in the middle of learning.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save