Artikel Ilmiah : F1F016001 a.n. DAFFA' HUMAM ABDULLAH

Kembali Update Delete

NIMF1F016001
NamamhsDAFFA' HUMAM ABDULLAH
Judul ArtikelPengaruh Iran di Timur Tengah Dibawah Pemerintahan Hassan Rouhani
Abstrak (Bhs. Indonesia)Setelah revolusi Iran pada tahun 1979 Iran melihat bahwa ada lawan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah yang membuat Iran terancam secara tidak langsung yaitu Amerika Serikat, tetapi Amerika Serikat beraliansi dengan Arab Saudi yang merupakan musuh lama Iran tidak lain merupakan buntut dari sektarianisme antara Islam sunni dan Islam syiah. Maka dari itu semenjak revolusi, Iran ingin mengekspor revolusi tersebut ke negara-negara Timur Tengah. Pada awal masa pemerintahan Hassan Rouhani tahun 2013, Arab Spring membuat kawasan tersebut menjadi tidak stabil dan membuat beberapa negara mulai terguncang, tak terkecuali dengan rivalitas Iran dan Arab saudi yang semakin menonjol khususnya Iran yang menggunakan proxy war demi menanamkan pengaruhnya lebih dalam dan menangkal pengaruh Amerika Serikat dan Arab Saudi di Timur Tengah. Maka dari itu Iran mengamankan wilayah Timur Tengah lewat kelompok-kelompok bersenjata atau milisi dan negara yang memiliki aliran Islam syiah.
Abtrak (Bhs. Inggris)After the Iranian revolution in 1979, Iran saw that there was a bigger threat in the Middle East that threatened Iran indirectly, namely the United States that allied itself with Saudi Arabia. Saudi Arabia itelf is Iran's longtime enemy that caused by the aftermath of sectarianism between Sunni and Shiite Islam. Since the revolution, Iran has wanted to export its revolution to the Middle East countries. At the beginning of Hassan Rouhani's administration in 2013, the Arab Spring made the region unstable and made several countries shaken, at the same time the rivalry of Iran and Saudi Arabia became increasingly prominent, especially Iran which used proxy war to exert deeper influence and also to counteract United States and Saudi Arabia influence in the Middle East. Therefore Iran must secures the Middle East region through militia or armed groups and countries that are Shiite.
Kata kunciIran, Arab Saudi, Amerika Serikat, Regional Security Complex (RSC), IRGC, QF, Arab Spring, proxy war
Pembimbing 1Muhammad Yamin, S.IP., M.Si.
Pembimbing 2Soni Martin Anwar, S.IP., MA.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman52
Tgl. Entri2021-02-24 19:02:42.736991
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.