Home
Login.
Artikelilmiahs
31636
Update
R YADI ANDAYANI
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN PERSEPSI PERAWAT DALAM PENGGUNAAN MALNUTRITION SCREENING TOOL (MST) DAN SIMPLE NUTRITION SCREENING TOOL (SNST) SEBAGAI INSTRUMEN SKRINING GIZI DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Angka kejadian gizi buruk masih menjadi masalah di rumah sakit di Indonesia. Sekitar 70% pasien yang kekurangan gizi selama pengobatan tidak terdeteksi, sehingga meningkatkan morbiditas dan mortalitas, meningkatkan risiko komplikasi penyakit, memperpanjang perawatan medis, dan lama rawat inap 1,6 kali lipat. Angka kejadian gizi buruk di rumah sakit dapat diminimalisir jika proses skrining gizi untuk pasien baru dilakukan secara efektif. RSUD Cideres Kabupaten Majalengka menggunakan Alat Skrining Gizi Buruk (MST) sebagai alat skrining gizi, sedangkan secara teori Alat Skrining Gizi Sederhana (SNST) lebih unggul jika dilihat dari berbagai sisi, sehingga perlu dicoba penggunaannya di RS Cideres, Kabupaten Majalengka. Tujuan: Membandingkan persepsi perawat dalam penggunaan MST dan SNST sebagai alat skrining gizi di RSUD Cideres Majalengka. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, kemudian triangulasi metode dan referensi. Hasil: MST merupakan alat skrining nutrisi yang sederhana, cepat, mudah dimengerti, efektif dan efisien. SNST merupakan alat skrining nutrisi yang memiliki pertanyaan lengkap dan sesuai dengan kebutuhan sebagai dasar untuk melaksanakan proses perawatan nutrisi yang terstandarisasi. Kesimpulan: Penggunaan MST sebagai alat skrining nutrisi lebih disukai daripada SNST.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Background: The incidence of malnutrition is still a problem in hospitals in Indonesia. Approximately 70% of patients who are malnourished during treatment are not detected, thus increasing morbidity and mortality, increasing the risk of complications of the disease, prolonging medical treatment, and length of hospitalization by 1.6 times. The incidence of malnutrition in the hospital can be minimized if the nutrition screening process for new patients is carried out effectively. RSUD Cideres Majalengka Regency uses the Malnutrition Screening Tool (MST) as a nutrition screening tools, while in theory, the Simple Nutrition Screening Tool (SNST) is superior when viewed from various sides, so it is necessary to try its use in Cideres Hospital, Majalengka Regency. Objective: Comparing the perception of nurses in the use of MST and SNST as nutrition screening tools in hospitals Cideres Majalengka. Method: The research method used is a qualitative method with a descriptive research design. The research data was obtained through in-depth interviews, then triangulated methods and references. Results: MST is a nutritional screening tool that is simple, fast, easy to understand, effective and efficient. SNST is a nutritional screening tool that has complete questions and in accordance with the needs as a basis for carrying out a standardized nutritional care process. Conclusion: The use of MST as a nutritional screening tool is preferred over SNST.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save