Artikel Ilmiah : A1C113054 a.n. DEWI TRI SETYANINGSIH

Kembali Update Delete

NIMA1C113054
NamamhsDEWI TRI SETYANINGSIH
Judul ArtikelKONTRIBUSI USAHATANI PADI GOGO TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sektor pertanian merupakan sektor primer yang memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Jawa Tengah memiliki potensi lahan saawah dan lahan kering yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan tanaman pangan. Alih fungsi lahan menyebabkan semakin berkurangnya lahan sawah, oleh karena itu pengembangan dan peningkatan produksi pangan diarahkan dengan memanfaatkan lahan kering, salah satunya dengan mengembangkan budidyaya padi gogo. Kabupaten Banyumas memiliki luas wilayah 132.759 hektar atau 4,08% dari luas Provinsi Jawa Tengah, terdiri dari 32.986 hektar atau 24,85% lahan sawah dan 99.773 hektar atau 75,15% lahan kering.
Tujuan penelitian adalah 1) Mengetahui pendapatan usahatani padi gogo di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas 2) Mengetahui konrtribusi ushatani padi gogo terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suro dan Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor dengan 30 responden petani padi gogo. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus sampai bulan November 2020. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, analisis pendapatan dan analisis kontribusi.
Hasil penelitian menunjukkan 1) Rata-rata produksi usahatani padi gogo di Kecamatan Kalibagor selama satu kali musim tanam adalah sebesar 3,7 ton per ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp18.498.400. Sedangkan rata-rata total biaya yang digunakan adalah Rp12.748.599 sehingga rata-rata pendapatan adalah sebesar Rp5.749.801. 2) Kontribusi pendapatan usahatani padi gogo terhadap pendapatan keluarga petani adalah sebesar 38,07% atau tergolong kontribusi sedang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Agriculture is the primary sector which holds important role in national economy. Central Java have potential agricultural lands and dry lands which can be used to develop food plants. Land use conversions result in agricultural land decrease, thus developmnt and food production increase is directed to the use of dry land, one of them through development of upland rice cutivation. Banyumas regeny covers an area of 132.759 ha or 4,08% of Central Java Province, consisted of 32,2 ha or 24,27% agricultural land and 61.590 ha or 46,395% dry land. Suro and Srowot are villages located in Kalibagor District of Banyumas Regency that the majority is farmers use dry land.
The objective of this research are 1) to learn the income of upland rice cultivation in Kalibagor District, Banyumas Regency and 2) to learn upland rice cultivation contribution to household income of farmers in Kalibagor District Banyumas Regency. This research was conducted in Suro and Srowot village, Kalibagor District with 30 respondents of upland farmers. This research was conducted from August to November 2020. The analytical methods used are income analysis, cost analysis and welfare analysis.
The result of this research conclude 1) the average production of upland rice cultivation is 3,7 tonn with average income Rp18.498.400. Whereas the average of total cost spent is Rp12.748.599 and average income is Rp5.749.801
Kata kunciUsahatani Padi Gogo, Pendapatan, Kontribusi, Kecamatan Kalibagor
Pembimbing 1Ir. Sri Widarni, M. Si
Pembimbing 2Ir. Endang Sriningsih, M.P
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman42
Tgl. Entri2021-02-22 13:20:04.45512
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.