Home
Login.
Artikelilmiahs
31526
Update
GUFINDA RISMAN
NIM
Judul Artikel
Perjuangan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Di DKI Jakarta Dalam Menuntut Pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan pola perjuangan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dalam menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS), memahami dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual yang mendorong dan menghambat HWDI dalam menuntut pengesahan RUU P-KS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi dalam bingkai perspektif strukturalisme dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pola perjuangan HWDI di DKI Jakarta dalam menuntut pengesahan RUU P-KS melalui gerakan sosial. Adapun strategi gerakan sosial yang dilakukan HWDI, yaitu membentuk struktur mobilisasi, framing isu, long march, demonstrasi, dan lobbying dengan DPR RI. Selain itu, terdapat faktor kontekstual yang mendukung dan menghambat. Adapun faktor kontekstual yang menghambat adalah persepsi dan pemahaman kelompok kepentingan yang berbeda-beda. Tujuan HWDI melakukan gerakan sosial sebagai bentuk meruntuhkan stigma masyarakat bahwa kelompok perempuan penyandang disabilitas mampu untuk aksi turun ke jalan. Selain itu, draft RUU P-KS diyakini mampu melindungi dan memenuhi hak-hak perempuan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, HWDI berusaha mendesak DPR untuk segera mengesahkan RUU P-KS. Dalam hal ini, perjuangan merupakan capaian proses dalam kelompok melalui gerakan sosial dengan membawa isu ketidaksetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kesimpulannya, kelompok wanita disabilitas dalam hal ini adalah HWDI melakukan perjuangan gerakan sosial dalam menuntut pengesahan RUU P-KS untuk mencapai hak kesetaraan gender.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research article aims to understand and describe the struggle of the Indonesian Association of Women with Disabilities (HWDI) in demanding the ratification of the Draft Law on the Elimination of Sexual Violence (RUU P-KS), understand and explain contextual factors that encourage and hinder HWDI in demanding ratification P-KS. This research uses qualitative methods and a phenomenological approach within the framework of the perspective of structuralism and constructivism paradigm. The results of this study reveal that the pattern of HWDI struggle in DKI Jakarta in demanding the ratification of the P-KS Bill through social movements. As for the social movement strategy carried out by HWDI, namely forming a mobilization structure, framing issues, long march, demonstrations, and lobbying with the Indonesian Parliament. In addition, there are contextual factors that support and hinder. The contextual factor that hinders the perception and understanding of different interest groups. HWDI’s goal is to carry out social movements as a form of breaking down the stigma of society that groups of women with disabilities are able to take action on the streets. In addition, the draft P-KS bill is believed to be able to protect and fulfil the rights of women with disabilities. Therefore, HWDI is trying to urge the DPR to immediately pass the P-KS Bill. In this case, the struggle is an achievement of the group process through social movement by bringing the issue of gender inequality and the state. In conclusion, the group of women with disabilities, in this case HWDI, is carrying out a social movement struggle to demand the ratification of the P-KS Bill to achieve gender equality rights.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save