Artikel Ilmiah : F2A016018 a.n. GALIH SURYA WASKITA

Kembali Update Delete

NIMF2A016018
NamamhsGALIH SURYA WASKITA
Judul ArtikelStrategi Peningkatan Kualitas Objek Wisata Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo Melalui Pendekatan Analytical Hierarchy Process
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kota Probolinggo mempunyai daya tarik pariwisata tersendiri. Pemerintah Kota Probolinggo tengah menggalakan Pariwisata di Kota Probolinggo dengan slogan “Impressive Probolinggo City”. Adapun objek wisata yang memberikan kontribusi PAD tertinggi ada 9 objek wisata antara lain yaitu Kolam Renang Mastrip, Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL),Gereja Merah, Kolang Renang Bayuangga,Klenteng Tri Dharma, Museum Probolinggo, Museum Dr. Moh. Saleh, Bee Jay Bakau Resort dan Pelabuhan Pendaratan Pantai / Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pemerintah Kota Probolinggo merencanakan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas di TWSL. Peningkatan kualitas objek wisata TWSL membutuhkan sebuah sarana/sistem dalam mendukung keputusan dan membantu aktor pengambil kebijakan. Adapun sarana yang dapat digunakan pemerintah Kota Probolinggo untuk mencari alternatif-alternatif kebijakan dengan cara metode Proses Hirarki Analitik (Analytic Hierarchy Process/AHP). Untuk itu peneliti mencari solusi dalam permasalahan pengambilan keputusan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis strategi kebijakan peningkatan kualitas objek wisata Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process. Hasil analisa dalam penelitian ini diperoleh ada 9 kriteria yang bisa menjadi alternatif kebijakan. Prioritas utama adalah mengembangkan dan menambah keberagaman flora dan fauna. Pemerintah Kota Probolinggo dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas objek wisata TWSL dengan memperhatikan alternatif-alternatif yang ada untuk kemudian dapat dijadikan sebuah kebijakan publik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kota Probolinggo mempunyai daya tarik pariwisata tersendiri. Pemerintah Kota Probolinggo tengah menggalakan Pariwisata di Kota Probolinggo dengan slogan “Impressive Probolinggo City”. Adapun objek wisata yang memberikan kontribusi PAD tertinggi ada 9 objek wisata antara lain yaitu Kolam Renang Mastrip, Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL),Gereja Merah, Kolang Renang Bayuangga,Klenteng Tri Dharma, Museum Probolinggo, Museum Dr. Moh. Saleh, Bee Jay Bakau Resort dan Pelabuhan Pendaratan Pantai / Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pemerintah Kota Probolinggo merencanakan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas di TWSL. Peningkatan kualitas objek wisata TWSL membutuhkan sebuah sarana/sistem dalam mendukung keputusan dan membantu aktor pengambil kebijakan. Adapun sarana yang dapat digunakan pemerintah Kota Probolinggo untuk mencari alternatif-alternatif kebijakan dengan cara metode Proses Hirarki Analitik (Analytic Hierarchy Process/AHP). Untuk itu peneliti mencari solusi dalam permasalahan pengambilan keputusan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis strategi kebijakan peningkatan kualitas objek wisata Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process. Hasil analisa dalam penelitian ini diperoleh ada 9 kriteria yang bisa menjadi alternatif kebijakan. Prioritas utama adalah mengembangkan dan menambah keberagaman flora dan fauna. Pemerintah Kota Probolinggo dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas objek wisata TWSL dengan memperhatikan alternatif-alternatif yang ada untuk kemudian dapat dijadikan sebuah kebijakan publik.
Kata kunciTaman Wisata Studi Lingkungan. Anilis Hirarki Proses, Kebijakan Publik.
Pembimbing 1Dr. Slamet Rosyadi, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Alizar Isna, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman105
Tgl. Entri2021-02-13 23:38:04.393516
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.