Home
Login.
Artikelilmiahs
31137
Update
BERLIAN CAHYANING SAPUTRI
NIM
Judul Artikel
KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN PETANI GULA KELAPA OLEH LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN HIDUP (LPPSLH) DI DESA PRAPAGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas mengenai komunikasi pemberdayaan petani gula kelapa yang dilakukan oleh LPPSLH (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup) di Desa Prapagan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses komunikasi pemberdayaan petani gula kelapa yang dilaksanakan oleh LPPSLH, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung pemberdayaan, menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dan menganalisis proses difusi serta adopsi inovasi. Teori yang digunakan adalah difusi inovasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, observasi, dokumentasi dan validitas data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian diketahui bahwa komunikasi pemberdayaan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan petani gula kelapa. Komunikasi pemberdayaan berfungsi untuk menyampaikan pesan pemberdayaan kepada petani. Media komunikasi yang digunakan berupa audio, visual dan audio visual. Selama proses pemberdayaan petani gula kelapa di Desa Prapagan tidak terlepas dari faktor pendukung dan penghambat baik dari LPPSLH, individu petani, maupun faktor eksternal lainnya. Partisipasi masyarakat ditemui dalam tahapan pengkaderan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, sertifikasi organik dan evaluasi. Produksi gula kristal merupakan suatu inovasi dari pengolahan nira, dan inovasi tersebut didifusikan melalui program pemberdayaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research discusses the communication of empowerment of coconut sugar farmers conducted by the Institute for Research and Development of Resources and the Environment (LPPSLH) in Prapagan Village, Jeruklegi District, Cilacap Regency. The purpose of this research is to describe the communication process of empowering coconut sugar farmers carried out by LPPSLH in Prapagan Village, to identify inhibiting and supporting factors for empowerment, to analyze the level of community participation and to analyze the diffusion process and innovation adoption. The study used a qualitative case study method with data collection techniques through in-depth interviews and the selection of informants was carried out by using purposive sampling technique, observation, documentation and data validity using triangulation. The results of the research show that empowerment communication was able to improve people’s lives through empowering coconut sugar farmers. Empowerment communication serves to convey empowerment messages to farmers. The communication media used are audio, visual and audio visual. During the process of empowering coconut sugar farmers in Prapagan Village, it is inseparable from supporting and inhibiting factors, both from LPPSLH, individual farmers, and other external factors. Community participation in the stages of cadre, socialization, training, mentoring, organic certification and evaluation. Crystal sugar production is an innovating from sap processing. The process of socializtion, training, mentoring is a way to convey innovation to farmers in Prapagan Village.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save