Artikelilmiahs

Menampilkan 27.581-27.600 dari 50.187 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2758130951C1G015027Analysis economic efficiency and profit of the doll small industry in kota baru sub distric karawang districPenelitian ini tentang keutungan dan efisiensi usaha pengrajin boneka di Desa Cikampek utara Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, tujuan penelitian dari ini adalah untuk menganalisa efisiensi usaha dan keuntungan pengrajin yang memenuhi standar hidup sejahtera. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 65 responden dan analisis menggunakan anilisis R/C ratio.
Berdasarkan hasil penelitian menujukan bahwa tingkat efisiensi usaha pengrajin boneka dengan menggunkan rumus R/C ratio. Dimana jika R/C ratio lebih dari 1 maka sudah efisien, dan semua responden lebih dari 1 itu artinya semua responden sudah efisien. Bersamaan dengan keuntungan pengarajin usaha yang sudah melebihi UMR dikatakan sudah memenuhi standar hidup sejahtera.
Implikasi dan kesimpulan diatas yaitu upaya menciptakan efisiensi produksi boneka perlu tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingga keuntungan dapat terus memberikan kesejahteraan secara berkelanjutan. Penciptaan efisien dapat terus dilakukan misalnya melalui peningkatan keterampilan pengrajin untuk meminimalisir kegagalan produk. Selain itu perlu ada dukungan penuh dari pemerintah yang terus memfasilitasi UMKM .
This research is about the profit and efficiency of the doll craftsmen's business in Cikampek Utara Village, Kota Baru District, Karawang Regency, the purpose of this research is to analyze the business efficiency and profit of the craftsmen who meet the prosperous living standards. The data used in this study are primary data taken from 65 respondents and the analysis uses R / C ratio anilysis.
Based on the results of the study, it shows that the efficiency level of the doll craftsman business is by using the R / C ratio formula. Where if the R / C ratio is more than 1 then it is efficient, and all respondents are more than 1, it means that all respondents are efficient. Along with the profits of businessmen who have exceeded the UMR, it is said that they have met the standard of living well.
The implication and conclusion above is that efforts to create doll production efficiency need to be maintained and even increased so that profits can continue to provide sustainable welfare. Efficient creation can continue to be done, for example by improving the skills of craftsmen to minimize product failures. In addition, there needs to be full support from the government which continues to facilitate MSMEs.
2758230952F1B013073PARTISIPASI PEDAGANG DALAM PENGELOLAAN PASAR RAKYAT
(STUDI TENTANG MANAJEMEN PASAR MANIS PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS)
Seiring perkembangan jaman dan masuknya globalisasi, pasar rakyat mengalami persaingan karena makin maraknya pasar modern. Maka, pemerintah melalui kebijakannya perlu berupaya menghidupi kembali pasar rakyat melalui revitalisasi yang terdiri dari aspek fisik, manajemen, ekonomi serta sosial budaya. Pasar Manis Purwokerto merupakan salah satu pasar rakyat yang di revitalisasi dan beberapa kali memperoleh penghargaan pasar rakyat terbaik. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti dengan melihat dari aspek revitalisasi manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi pedagang dalam pengelolaan di Pasar Manis Purwokerto yang dilaksanakan oleh UPTD Pasar Manis Purwokerto. Penelitian ini menggunakan teori fungsi-fungsi manajemen George R. Terry dengan mengetahui partisipasi pedagang pada setiap aspek planning, organizing, actuating dan controlling dan kemudian diukur menggunakan tingkat partisipasi Sherry Arnstein.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pemilihan Informan menggunakan teknik Purposive Sampling yang benar-benar mengerti tentang informasi objek penelitian dan informan dapat dipercaya sebagai sumber data yang berkompeten dan untuk memperoleh data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dan berlangsung secara terus menerus. Validitas data menggunakan uji kredibilitas (credibility), dependabilitas (dependability), konfirmabilitas (confirmability), dan transferabilitas (transferability).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat partisipasi pedagang dalam pengelolaan Pasar Manis pada setiap aspek manajemen. Dalam aspek planning, paguyuban pedagang ikut terlibat dalam pengambilan keputusan yang berdasasrkan mufakat serta dapat mengajukan pertemuan formal dengan UPTD Pasar Manis apabila terdapat permasalahan. Aspek organizing, paguyuban pedagang ikut berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan kebersihan pasar serta dapat menjaga koordinasi yang baik dengan UPTD Pasar Manis. Aspek actuating, kepemimpinan ketua paguyuban Pasar Manis berhasil menjaga hubungan baik denga UPTD Pasar Manis, serta adanya motivasi yang sama antara UPTD Pasar Manis dan paguyuban pedagang dalam memajukan pasar. Aspek controlling, para pedagang menjadikan ketua paguyuban sebagai sarana penyampaian aspirasi dan perantara dengan pihak UPTD Pasar Manis. Paguyuban pedagang juga turut serta dalam proses pengawasan dan pengendalian di lingkungan pasar secara sukarela. Dengan demikian, berdasarkan tingkat partisipasi Sherry Arnstein, partisipasi paguyuban pedagang Pasar Manis dapat dikategorikan ke dalam tingkat kemitraan.
Along with the changing times and the entry of globalization, traditional markets are experiencing competition in line with the increasing number of modern markets. Thus, the government through its policies needs to make efforts to revive the traditional market through revitalization which consists of physical, management, economic and socio-cultural aspects. Pasar Manis Purwokerto is one of the traditional markets which has been revitalized and has received several awards for the best traditional market. This becomes interesting to study by looking at the aspect of management revitalization. This study aims to determine the participation of merchants in the management at Pasar Manis Purwokerto which is carried out by UPTD Pasar Manis Purwokerto. This study uses the management functions theory of George R. Terry by knowing the participation of merchants in every aspect of planning, organizing, actuating and controlling and then measured using the level of participation of Sherry Arnstein.
This study uses a qualitative method. Selection of informants using purposive sampling technique that really understands the information about the object of research and informants can be trusted as competent data sources and to obtain data using interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses an interactive model and takes place continuously. The data validity uses credibility, dependability, confirmability and transferability tests.
The results showed that there was merchants participation in the management of Pasar Manis in every aspect of management. In the planning aspect, the merchant association is involved in making decisions based on consensus and can propose a formal meeting with the UPTD Pasar Manis if there are problems. In the organizing aspect, the merchant association contributes to maintaining order and cleanliness of the market and can maintain good coordination with UPTD Pasar Manis. In the actuating aspect, the leadership of the Pasar Manis community leader managed to maintain good relations with the Pasar Manis UPTD, as well as the same motivation between the UPTD Pasar Manis and the merchant association in advancing the market. In the aspect of control, merchants make the chairman of the association as a means of conveying aspirations and an intermediary with the UPTD Pasar Manis. Merchant associations also participate in the supervision and control process in the market environment on a voluntary basis. Thus, based on Arnstein's level of participation, the participation of the Pasar Manis merchant association can be categorized into partnership levels.
2758330954G1A016039Faktor Risiko Katarak pada Kelompok Tani di Desa Petir, Kecamatan Kalibagor BanyumasKatarak adalah penyebab utama kebutaan di dunia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita katarak terbanyak di Asia Tenggara, yakni mencapai 1,5% atau sekitar 2 juta jiwa. Di Jawa Tengah, prevalensi katarak mencapai 2,4% dari total keseluruhan penduduk dan Kabupaten Banyumas menempati posisi kedua tertinggi dengan total kasus sebanyak 1.580 atau 16,04% dari total keseluruhan kasus katarak. Pada petani/nelayan/buruh prevalensi katarak cukup tinggi yaitu sebesar 17,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko katarak pada kelompok tani di Desa Petir, Kecamatan Kalibagor Banyumas. Penelitian berjenis analitik observasional dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan faktor pekerja (karakteristik petani) sebagai variabel bebas dan katarak sebagai variabel terikat. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling, dengan total responden adalah 70 orang. Kuesioner dan diagnosis katarak dilakukan sebagai langkah pengambilan data dan kemudian data akan di analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square, uji fisher’s exact dan uji koefisien kontingensi c. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi katarak pada kelompok tani di Desa Petir adalah sebesar 38,6% (27 responden). Faktor yang berhubungan dengan katarak adalah tingkat usia (pvalue=0,001 dengan r=0,363) dan penggunaan alat pelindung diri (p-value=0,004 dengan r=0,327). Adapun faktor yang tidak berhubungan dengan katarak adalah jenis kelamin (p-value=0,522 dengan r=0,076), indeks massa tubuh (p-value=0,797 dengan r=0,031), riwayat penyakit (p-value=0,702 dengan r=0,084), kebiasaan merokok (p-value=0,685 dengan r=0,048), lama bekerja (p-value=0,057 dengan r=0,222), dan durasi paparan (p-value=0,622 dengan r=0,059). Faktor yang berhubungan dengan kejadian katarak pada petani di Desa Petir, Kecamatan Kalibagor Banyumas adalah tingkat usia dan penggunaan alat pelindung diri. Petani dihimbau untuk menggunakan alat pelindung diri sebagai upaya pencegahan kejadian katarak.Cataracts are the leading cause of blindness in the world. Indonesia is the country with the highest number of cataract sufferers in Southeast Asia, reaching 1,5% or about 2 million people. In Central Java, the cataracts prevalence was 2.4% of total population, and Banyumas Regency was the second highest with total of 1,580 cases or 16.04% of the total cataract cases. For farmers/fishermen/laborers was cataracts prevalence of is quite high at 17.8%. This research aim to determine the risk factors for cataracts in farmer groups in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas. This type of observational analytic research with cross sectional approach used worker factors (farmer characteristics) as independent variable and cataracts as dependent variable. Sampling was done by consecutive sampling technique, with total of 70 respondents. Questionnaires and diagnosis of cataracts were carried out as data collection steps and then the data would be analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test, fisher’s exact test and contingency c coefficient test. The result show that prevalence of cataracts in farmer groups in Petir Village was 38,6% (27 respondents). Factors related with cataracts is age level (p-value=0.001 with r=0,363) and the use of personal protective equipment (p-value=0.004 with r=0,327). The factors not related with cataracts is gender (p-value=0.522 with r=0,076), body mass index (p-value=0.797 with r=0,031), history of disease (pvalue=0.702 with r=0,084), smoking habits (p-value=0.685 with r=0,048), length of work (p-value=0.057 with r=0,222), and duration of exposure (p-value=0.622 with r=0,059). Factors related to the incidence of cataracts in farmers in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas are the age level and the use of personal protective equipment. Farmers are encouraged to use personal protective equipment as an effort to prevent cataracts.
2758430959K1B015037ANALISIS DINAMIK MODEL SIRS DENGAN VERTICAL TRANSMISSION
MENGGUNAKAN SKEMA BEDA HINGGA TAK-STANDAR
Model SIRS dengan vertical transmission adalah model matematika yang menggambarkan dinamika penyebaran penyakit menular dengan membagi populasi manusia menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok individu Susceptible (rentan terhadap penyakit), kelompok individu Infected (terinfeksi penyakit), dan kelompok individu Recovered (sembuh dari penyakit). Model ini berbentuk sistem persamaan diferensial non linier yang sulit diselesaikan secara eksak, sehingga metode numerik diperlukan untuk mendapatkan penyelesaian yang mendekati nilai eksak. Skema beda hingga tak-standar merupakan salah satu metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan diferensial non linier. Dalam penelitian ini, dikaji model diskrit SIRS yang diperoleh dengan menggunakan skema beda hingga tak-standar. Analisis perilaku model menunjukkan bahwa kestabilan titik kesetimbangan bergantung pada angka reproduksi dasar dan kepositifan titik kesetimbangan tersebut. Perubahan nilai parameter akan memberikan pengaruh pada kestabilan masing-masing titik kesetimbangan. Dibandingkan dengan metode Runge-Kutta orde empat, skema beda hingga tak-standar untuk model ini tetap menjaga kestabilan titik kesetimbangan, meskipun ukuran langkah waktu diubah-ubah. Namun, jika ukuran langkah waktu sebagai fungsi eksponensial, hal ini tidak berlaku.The SIRS model with vertical transmission is a mathematical model that describes the dynamic of the spread of infectious diseases by dividing the human populations into three groups, there are individual Susceptible group, individual Infected group, and individual Recovered group. The form of this model is a non-linear differential equation system that difficult to be resolved in exact, so a numerical method is required to obtain a solution near the exact value. Non-standard finite difference scheme is one of numerical method that can be used to solve non-linear differential equation system. In this research, the discrete SIRS model is constructed by a non-standard finite difference scheme. The equilibrium point of the model will asymptotically stables depending on the basic reproductive number and the positivity of the equilibrium point. The change of parameter values will affects the stability of each equilibrium point. Compared with the fourth-order Runge-Kutta method, non-standard finite difference scheme consistently keep the stability of the equilibrium point, although the time step measure parameter is changed. However, if the measured time step is an exponential function, it is not applicable.
2758530955A1D116022Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Frekuensi Pemupukan Daun terhadap Kerontokan dan Kualitas Buah Jeruk Chokun Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan 1) dosis pupuk NPK terbaik, 2) frekuensi pemupukan daun terbaik dan 3) kombinasi perlakuan terbaik antara dosis pupuk NPK dan frekuensi pemupukan daun dalam menekan kerontokan dan meningkatkan kualitas buah jeruk chokun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019-September 2020 di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK (0, 25, 50, 75 g/tanaman) dan faktor kedua yaitu frekuensi pemupukan daun (0, 2, 4, 6 kali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK 50 g/tanaman meningkatkan jumlah buah, bobot per buah, vitamin C dan menurunkan kerontokan buah. Gula total tertinggi dan total asam terendah dicapai melalui pemupukan NPK dengan dosis 25 g/tanaman. Frekuensi pemupukan daun dua kali meningkatkan jumlah buah, vitamin C dan gula total. Kerontokan buah dan total asam terendah, serta bobot buah tertinggi dicapai melalui frekuensi pemupukan daun empat kali. Interaksi antara dosis pupuk NPK dan frekuensi pemupukan daun berpengaruh terhadap jumlah buah dan total asam.This study aimed to determine the best: 1) NPK fertilizer doses; 2) foliar application frequency and 3) treatment combination between NPK fertilizer dose and foliar application frequency in suppressing fruit drop and improving the quality of citrus fruit ‘Chokun’. This research was conducted within the period of November 2019-September 2020 on an experimental field of the Faculty of Agriculture and the laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University. The research design used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was the dose of NPK fertilizer (0, 25, 50, 75 g / plant) and the second factor was the frequency of foliar application (0, 2, 4, 6 times). The results showed that the NPK fertilizer dose of 50 g / plant was the best in increasing the number and weight of fruits, vitamin C and reducing fruit drop. The highest sugar content and the lowest acid content were achieved through NPK fertilization dose of 25 g / plant. The most effective foliar application frequency to increase the number of fruits, vitamin C and sugar content was 2 times, and 4 times for lowest fruit drop and total acid, and highest fruit weight. The interaction between the NPK fertilizer dose and the frequency of leaf fertilization had an effect on fruit yield and acid content.
2758630958C1A014114FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN
ASLI DAERAH DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH
DI BARLINGMASCAKEB 2009 – 2017
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan per kapita, investasi, dan belanja modal terhadap pendapatan asli daerah di BARLINGMASCAKEB di Provinsi Jawa Tengah.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode regresi data panel. Data cross section terdiri dari lima kabupaten/kota di Jawa Tengah dan time series sembilan tahun dari 2009-2017. Variabel independen yang digunakan adalah pendapatan per kapita, investasi, dan belanja modal. Variabel dependen adalah pendapatan asli daerah.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) pendapatan per kapita, investasi, dan belanja modal secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di BARLINGMASCAKEB tahun 2009-2017. 2) pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah. 3) investasi mempunyai hubungan positif tetapi tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah. 4) belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah. 5) kemandirian keuangan di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, dan Kebumen termasuk pola instruktif sedangkan Kabupaten Banyumas termasuk pola konsultatif.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu, 1) peningkatan pendapatan asli daerah dapat dicapai dengan beberapa cara, seperti memaksimalkan serapan anggaran untuk pengeluaran belanja modal. Pemerintah harus memastikan bahwa belanja modal dialokasikan dengan tepat untuk membangun sarana-prasarana serta infrastruktur untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi. Semakin tinggi pendapatan per kapita maka semakin tinggi pula kemampuan untuk membayar (ability to pay) berbagai pungutan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah yang digunakan untuk membiayai pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan daerah dan kemakmuran daerah. 2) peningkatan kemandirian keuangan daerah dapat dicapai dengan beberapa cara seperti melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah misalnya dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah dan mengoptimalkan penggunaan dana perimbangan seperti dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil untuk mendukung pengembangan perekonomian daerah.
The purpose of this research is to know the effect of income per capita, invesment, and capital expenditure on the local own revenue in BARLINGMASCAKEB in Central Java Province.
This research is quantitative descriptive. The data used in this research is secondary data with panel data regression method. The cross section data consists of five cities in Central Java and a nine year time series from 2009- 2017. The independent variables used are income per capita, invesment, and capital expenditure. The dependent variable consists of local own revenue.
The result of the research showed that: 1) income per capita, invesment, and capital expenditure has a significant effect on local own revenue in BARLINGMASCAKEB in 2009-2017. 2) income per capita has significant and positive effect to local own revenue. 3) investment has positive relation but has no effect on local own revenue. 4) capital expenditure has significan and positive effect to local own revenue. 5) local financial independence in Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, and Kebumen is an instructive pattern, while in Banyumas is a consultative pattern.
The implications of the conclusions above, 1) increasing local own revenue can be achieved in several ways, such as maximizing budget absorption for capital expenditure. The government must ensure that capital expenditure are allocated appropriately to build infrastructure and to support the smooth running of economic activities. The higher of income per capita, increase the ability to pay various tax set by local government which is used to finance routine expenditure and development expenditure. This can increase local income and local walfare. 2) Increasing regional financial independence can be achieved in several ways, such as making various efforts to increase local revenue, for example by intensifying and extending regional taxes and levies and optimizing the use of balanced funds such as general allocation funds, special allocation funds, and profit sharing funds to support economic development.

2758730956D1A017008PENGARUH JENIS SUSU TERHADAP PH, TOTAL ASAM TERTITRASI DAN WARNA YOGURT SEGAR
(THE EFFECT OF MILK TYPE ON PH, TITRATABLE ACIDITY AND COLOR IN FRESH YOGURT)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis susu terhadap pH, total asam tertitrasi, dan warna yogurt. Materi yang digunakan 1 liter susu skim, 1,5 liter susu sapi segar pasteurisasi, 1 liter susu sapi komersial (full fat), 1 liter susu sapi komersial (low fat), 1,5 liter susu kambing segar pasteurisasi, kultur starter yogurt kering, NaOH 0,1 N dan penolpthalein 1-2%. Metode penelitian yaitu eksperimen dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri : T1 (susu sapi segar pasteurisasi), T2 (susu sapi komersial/full fat), T3 (susu sapi komersial/low fat), T4 (susu kambing segar pasteurisasi), T5 (susu campuran terdiri dari susu sapi segar pasteurisasi dan susu kambing segar pasteurisasi, perbandingan 1:1). Data dianalisis berdasarkan analisis variansi dan uji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukkan jenis susu tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap pH dan total asam tertitrasi pada yogurt (P>0,05) namun menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap warna yogurt. Jenis susu yang berbeda diolah menjadi yogurt dengan menambahkan 10% starter komersial dan diinkubasi selama 4 jam pada suhu 40 derajat celcius menghasilkan yogurt dengan rataan total pH dan total asam tertitrasi relatif sama, susu kambing menghasilkan yogurt dengan warna yang lebih cerah.The objective of this research is to determine the effect of the milk type on pH, titratable acidity and yogurt color. The materials used are 1 liter of skim milk, 1.5 liter of fresh pasteurized cow's milk, 1 liter of full fat commercial cow's milk, 1 liter of low fat commercial cow's milk, 1.5 liters of fresh pasteurized goat's milk, starter culture of dry yogurt, NaOH 0.1 N and 1-22% penolpthalein. With 5 treatments and 4 replications, the research approach was experimental. The treatments were: T1 (pasteurized fresh cow's milk), T2 (commercial cow's milk/full fat), T3 (commercial cow's milk/low fat), T4 (pasteurized fresh goat's milk), T5 (mixed cow's milk consisting of fresh pasteurized cow's milk and fresh pasteurized goat's milk, ratio 1:1). Data was analyzed on the basis of variance analysis and further tests using Honestly Significant Difference Test (BNJ). The analysis showed that the milk type did not cause a significant difference in the yogurt titrated pH and titratable acidity (P> 0.05) but caused a significant difference in the yogurt color. Different types of milk are processed into yogurt by adding 10% commercial starter and incubated for 4 hours at 40 degrees centigrade to produce yogurt with the same average total pH and titratable acidity, goat's milk produces yogurt with a lighter color.
2758830957C1K013005THE INFLUENCE OF BRAND IMAGE, SERVICE INNOVATION, AND TECHNOLOGY ACCEPTANCE ON PURCHASE DECISION TO USE GOJEK IN PURWOKERTOTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek, inovasi layanan, dan penerimaan teknologi terhadap keputusan pembelian untuk menggunakan Gojek di Purwokerto. Perlu digali lebih dalam tentang pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap keputusan pembelian konsumen untuk mendapatkan bukti yang lebih lengkap. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh langsung dari responden di Indonesia yang menggunakan Gojek. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 24. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pelanggan untuk menggunakan Gojek; (2) inovasi layanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pelanggan untuk menggunakan Gojek; dan (3) penerimaan teknologi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pelanggan untuk menggunakan Gojek. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan perusahaan Gojek dapat memenuhi citra merek, inovasi layanan, dan penerimaan teknologi Gojek. Hal tersebut dikarenakan faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen. Perusahaan Gojek harus melakukan berbagai inovasi untuk menarik minat konsumen terhadap merek tersebut, sehingga dapat meningkatkan keputusan konsumen untuk menggunakan Gojek.The purpose of this research was to find out the influence of brand image, service innovation, and technology acceptance on purchase decision to use Gojek in Purwokerto. It needed to be explored more deeply about the effect of these variables on customer purchase decision to get more complete evidence. The data in this study were primary data obtained directly from respondents in Indonesia who use Gojek. Data analysis method used was multiple linear regression analysis method using SPSS 24. Based on the data analysis, it can be concluded that: (1) brand image has a positive effect on the customer’s purchase decision to use Gojek; (2) service innovation has a positive effect on the customer’s purchase decision to use Gojek; and (3) technology acceptance has a positive effect on the customer’s purchase decision to use Gojek. The implications of this research are that Gojek company is expected to meet the brand image, service innovation, and technology acceptance of Gojek. This is because these factors have a positive influence on consumer purchase decision. Gojek company has to make some innovations to attract consumers’ interest in the brand, it might increase consumers’ decision to purchase Gojek.
2758929432H1A017003SEGMENTASI DAN PERHITUNGAN LUAS BERCAK PUTIH CITRA RONTGEN PARU PENDERITA COVID-19 DENGAN METODE BRADLEY THRESHOLDINGAwal tahun 2020, dunia digetarkan dengan berjangkitnya virus baru yaitu coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan lebih dikenal dengan nama Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Awal ditemukannya penyakit ini berasal dari negeri Tiongkok, tepatnya di kota Wuhan. Virus ini menjangkit hampir seluruh negara yang ada di muka bumi ini. Virus ini menyerang sistem pernafasan manusia khususnya paru-paru. Gejala umum yang ditemukan menyerupai flu seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Pemeriksaan PCR swab dan rapid test dapat dilakukan untuk diagnosa awal. Pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan diagnosa yang akurat dengan dilakukannya foto rontgen dada atau toraks yang menggambarkan paru-paru secara keseluruhan. Infeksi dapat terlihat pada citra rontgen yakni adanya cairan yang terlihat seperti bercak-bercak putih tersebar pada paru-paru.
Bercak putih pada citra rontgen dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik image processing. Metode awal sebagai preprocessing citra menggunakan tuned tri-threshold fuzzy intensification operators (Fuzzy IO) kemudian berlanjut dengan menggunakan metode bradley thresholding. Analisis yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan segmentasi dan perhitungan terhadap luas paru-paru, luas dan jumlah bercak putih, serta parameter lain yang terdapat didalamnya.
Hasil analisis dan segmentasi yang diperoleh kemudian akan dibandingkan dengan citra rontgen paru-paru normal. Perbandingan rata-rata persentase bercak putih pada citra rontgen toraks paru COVID-19 dan citra rontgen toraks paru normal adalah sebesar 55,63612% dan 49,87656%. Dari penelitian keseluruhan, didapatkan hasil tingkat keberhasilan pengujian citra rontgen toraks paru COVID-19 sebesar 73,33% dan tingkat keberhasilan pengujian citra rontgen toraks paru normal sebesar 54%.
In early 2020, the world was shaken by the outbreak of a new virus, the new type of coronavirus (SARS-CoV-2) or better known as Coronavirus disease 2019 (COVID-19). The initial discovery of this disease originated in China, precisely in the city of Wuhan. This virus infects almost all countries that exist on this earth. This virus attacks the human respiratory system, especially the lungs. Common symptoms that are finding to resemble flu include fever, runny nose, dry cough, sore throat, and headache. PCR swab examination and rapid test can be done for initial diagnosis. Further testing to get an accurate diagnosis by doing a chest x-ray or chest X-ray that depicts the lungs as a whole. Infection can be seen on X-ray images, namely the presence of fluid that looks like white patches scattered in the lungs.
The white patches on the X-ray image were further analyzed using image processing techniques. The first method as image preprocessing uses a tuned tri-threshold fuzzy intensification operators (Fuzzy IO) and then continues using the Bradley thresholding method. The analysis can be done by doing segmentation and calculation of lung area, area and number of white spots and other parameters contained therein. The entire system above is built using MATLAB, which will then be accessible to users through an intermediary Graphical User Interface (GUI).
The results of the analysis and segmentation obtained will then be compared with X-rays of normal lungs. The ratio of the mean percentage of white spots on chest X-ray images of COVID-19 lungs and chest X-rays of normal lungs was 55.63612% and 49.87656%. The overall research found that the success rate of testing the chest X-ray image of the COVID-19 lung was 73.33%, and the success rate of testing the chest X-ray image of the normal lung was 54%.
2759030960A1D016176PENGARUH KERAPATAN PARANET DAN KONSENTRASI NUTRISI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan paranet dan konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman stroberi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama sebagai petak utama (Main treatment) yaitu kerapatan paranet yaitu P1=Tanpa Naungan, P2=50%, dan P3= 75%. Faktor kedua sebagai anak petak (Sub treatment) yaitu konsentrasi nutrisi AB Mix yaitu N1=1000 ppm, N2=1250 ppm, dan N3=1500 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 ulangan, data hasil penelitian diolah dan dianalisisdengan uji F selanjutnya diuji Duncant Multiple Ranger Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan paranet terbaik dengan kerapatan 75%. Perlakuan pemberian konsentrasi nutrisi AB Mix terbaik dengan konsentrasi 1250 ppm.This study aims to determine the paranet density and nutrient concentration of AB Mix on the growth and production of strawberry plants. The experimental design used was a split plot design with a randomized block design consisting of two factors. The first factor as the main plot (Main treatment) is the paranet density, namely P1 = No Shade, P2 = 50%, and P3 = 75%. The second factor as a sub-plot (Sub treatment), namely the concentration of AB Mix nutrients, namely N1 = 1000 ppm, N2 = 1250 ppm, and N3 = 1500 ppm. Each treatment was repeated for 3 replications, the research data were processed and analyzed with the F test then tested by the Duncant Multiple Ranger Test (DMRT). The results showed the best use of paranets with a density of 75%. The treatment was giving the best AB Mix nutrient concentration with a concentration of 1250 ppm
2759130962A1D016177APLIKASI LARUTAN AB MIX DAN EKSTRAK RUMPUT LAUT PADA MEDIA TANAM ARANG SEKAM DAN COCOPEAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN KUALITAS BUAH STROBERIPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi AB mix dan ekstrak rumput laut terhadap hasil dan kualitas buah stroberi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2020 di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Faktor yang dicobakan adalah konsentrasi AB mix yaitu K1= 1000 ppm, K2= 1250 ppm, dan K3= 1500 ppm, dan ekstrak rumput laut yaitu E1= 0%, E2= 0,5%, dan K3= 1,0%. Setiap perlakuan di ulang sebanyak 3 ulangan, data hasil penelitian diolah dan dianalisis dengan uji F dan uji Duncant Multiple Range Test (DMRT) taraf kepercayaan 95%. Hasil pengujian menunjukkan konsentrasi AB mix yang terbaik adalah 1500 ppm dan ekstrak rumput laut yang terbaik adalah 1,0%.This study aimed to examine the influence of AB mix concentration and seaweed extract on the yield s and fruit quality of strawberries. This research was conducted from August to October 2020 in Pasir Kulon Village, Karanglewas District, and Agronomy and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The experiment used randomized block design (RBD) with a factorial pattern. The tested factors were concentration of AB mix namely K1= 1000 ppm, K2= 1250 ppm, and K3= 1500 ppm, and concentration of seaweed extract namely E1= 0%, E2= 0.5%, and K3= 1.0%. Each treatment is repeated 3 times. Data were processed and analyzed with F test and Duncant Multiple Range Test (DMRT) at confidence level of 95%. Result showed that each concentration of AB mix 1500 ppm and seaweed extract 1.0% was the best result.
2759230961A1D016178APLIKASI LARUTAN AB MIX DAN EKSTRAK RUMPUT LAUT PADA MEDIA TANAM ARANG SEKAM DAN COCOPEAT UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN STROBERI (Fragaria sp)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi nutrisi AB Mix dan ekstrak rumput laut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-Oktober 2020 di Desa Pasir Kulon, Karanglewas Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 100 m dpl dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah konsentrasi AB Mix (K) dan ekstrak rumput laut pertama (E) K1 = 1.000 ppm, K2 =1.250 ppm, K3 = 1.500 ppm. Faktor kedua adalah ekstrak rumput laut, E1 = 0 ml/liter, E2 = 0,5 ml/liter, E3 = 1,0 ml/liter. Percobaan diulang 3 kali. Data hasil penelitian diolah dan dianalisis menggunakan uji F, selanjutnya diuji lanjut menggunakan DMRT taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan larutan nutrisi AB Mix dengan konsentrasi 1.250 ppm memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Larutan ekstrak rumput laut pada konsentrasi 1,0 ml/liter juga memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik terbaik. Namun demikian, tidak terdapat interaksi antara pemberian larutan nutrisi AB Mix dan ekstrak rumput laut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi. This research aimed to examine the AB Mix nutrient concentration and seaweed extracts on the growth and yield of strawberry plants, The research was conducted from August to October 2020 in Pasir Kulon Village, Karanglewas
Banyumas district with an altitude of 100 m above sea level and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a randomized block design (RBD) with 2 factors. The first factor was the AB Mix nutrient concentration of K1 = 1000 ppm, K2 = 1.250 ppm, K3 = 1.500 ppm. The second factor was seaweed extract of E1 = 0 ml/liter, E2 = 0,5 ml/liter, E3 = 1,0 ml/liter. The two factors were combined and obtained nine treatment combinations. Each treatment was repeated three times to obtain 27 experimental units. The data obtained were analyzed using the F test at an error level of 5%. If there was a significant difference, then it was further tested using a DMRT level of 5%. Concentration 1.250 ppm of AB Mix gave the best result in growth and yield of strawberry plants. Also, conenntration liquid seaweed extract 1 ml/liter gave the best result in growth and yield of strawberry plants. However, there was no interaction between giving AB Mix nutrition and seaweed extract on the growth and yield of strawberry plants.
2759330728K1B015042Penentuan Jam dan Hari Menggunakan Pendekatan Grup SiklikMakalah ini bertujuan untuk mengkaji aplikasi dari grup siklik dalam penentuan waktu, baik dalam jam maupun hari. Penentuan waktu dalam jam dibedakan menjadi a.m dan p.m, sedangkan penentuan waktu dalam hari meliputi hari biasa (hari berdasarkan kalender Masehi) dan hari pasaran (hari berdasarkan kalender Jawa). Agar penghitungannya lebih efisien, maka untuk penentuan waktu baik dalam jam maupun hari dibuat program menggunakan software Matlab. Program penghitungan yang dibuat meliputi pertama program penentuan jam dalam a.m atau p.m dari beberapa jam sebelum ataupun setelah jam tertentu. Kedua, program penentuan hari biasa dari beberapa hari sebelum ataupun setelah hari biasa tertentu. Adapun yang ketiga, yaitu program penentuan hari pasaran dari beberapa hari sebelum ataupun setelah hari pasaran tertentu. Selain itu, ada pula program penentuan gabungan hari biasa dan pasaran dari beberapa hari sebelumnya ataupun setelahnya. Yang terakhir adalah program penentuan banyaknya hari dari gabungan hari biasa dan pasaran tertentu, hingga gabungan hari biasa dan pasaran lainnya.This paper aims to study the application of cyclic groups for determining time, both in hours and days. The determination of time is categorized into a.m and p.m. Meanwhile, the determination of day involve the usual day (which is based on the Christian calendar) and market day (which is based on Javanese calendar). The calculation needed in determining time is more effective if it is done by the help of a program created by using Matlab software. By using this program, it can be determined the time after or before a particular hour, or usual day, or market day respectively. Even, the program enable us to determine the usual day and market day simultaneously.
2759430966H1B016024PENGARUH PENGGUNAAN CALCIUM STEARATE PADA BETON MUTU 20 MPa DENGAN BAHAN PENGIKAT PORTLAND POZZOLAN CEMENT DAN FLY ASH TERHADAP NILAI PULL OUT BETONBeton merupakan barang primer bagi pembangunan konstruksi di kota-kota besar, terutama di negara-negara maju. Sifat beton yang sangat kuat, tahan lama dan mudah didapat dibanding bahan konstruksi lain menjadikannya sebagai suatu komposit yang banyak dan mutlak digunakan pada bangunan-bangunan baik dalam volume besar maupun volume kecil.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan pengujian pull-out test. Benda uji yang digunakan adalah silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Selanjutnya tulangan ulir diameter 19mm ditancapkan di tengah silinder sedalam 12cm. Penelitian ini bermaksud mengetahui pengaruh penambahan Calcium Stearate sebesar 0, 1, 5, dan 10 Kg/m³ dari 1 m3 volume beton terhadap nilai kuat lekat tulangan pada beton mutu 20 MPa dengan bahan pengikat Portland Pozzoland Cement (PPC) dan fly ash.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 0, 1, 5 dan 10 Kg/m³ calcium stearate rata-rata sebesar 8.774, 7.923, 6.108, 7.099 MPa. Selain itu, pola keruntuhan yang terjadi seluruhnya mengalami keruntuhan belah (splitting failure), adanya retakan di beton arah longitudinal memanjang pengaruh dari tegangan geser yang tidak bisa ditahan oleh selimut beton, keruntuhan ini akan menurunkan tegangan lekat antara baja tulangan dan beton.


The role of concrete as the primary material in the construction sector is very significant, particularly in developed countries. In addition, the properties of this man-made composite appear substantially resilient, durable and easy to acquire, compared to other structural materials. Therefore, the characteristics formed the basis for the wide and absolute application in buildings, both in large and small capacities.
This study was conducted using a pull-out test, where the specimen was a cylinder with diameter of 15 cm and a height of 30 cm. Furthermore, deformed reinforcing steel bar of 19mm in width was embedded in the middle of the cylinder at a depth of 12cm. The purpose of this paper was to determine the effect of adding calcium stearate of densities 0, 1, 5, and 10 Kg/m³ with 1 m³ of concrete volume on the adhesive strength value of 20 MPa, using Portland Pozzoland Cement (PPC) and fly ash.
The results showed the introduction of 0, 1, 5 and 10 Kg / m³ of calcium stearate obtained a value of 8.774, 7.923, 6.108, 7.099 MPa, respectively. Moreover, splitting failure pattern was known to have occurred. Subsequently, concrete cracks were observed along the longitudinal direction, due to the inability of the concrete blanket to withstand the influence of the shear stress. This consequence tends to reduce the bond stress between reinforcing steel and the concrete.


2759530967H1A017037SEGMENTASI DAN PERHITUNGAN LUAS BERCAK PUTIH CITRA RONTGEN PARU PENDERITA COVID-19 DENGAN OTSU DAN PHANSALKAR THRESHOLDINGCOVID-19 adalah penyakit yang menyebabkan gangguan sistem pernapasasan yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus ini menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat, hingga kematian dengan gejala yang menyerupai flu seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Sehingga diperlukan berbagai pemeriksaan. Salah satunya menggunakan foto rontgen dada atau thorax. Foto rontgen thorax akan menggambarkan paru-paru secara keseluruhan sehingga bercak-bercak seperti bayangan putih akan terlihat. Pada penelitian ini, jumlah dari luas paru-paru dan bercak putih dapat diamati dan dideteksi dengan menggunakan teknik segmentasi pada image processing. Namun sebelum masuk ke tahap segmentasi, citra akan melalui tahap preprocessing dengan menggunakan metode Tri-threshold Fuzzy Intensification Operators (Fuzzy IO). Selanjutnya melakukan segmentasi terhadap paru-paru menggunakan metode Otsu dengan mengubah citra digital warna abu-abu menjadi hitam putih berdasarkan perbandingan nilai ambang dengan nilai warna piksel citra digital. Kemudian dilakukan segmentasi lanjutan menggunakan metode Phansalkar untuk mendeteksi sekaligus menghitung jumlah dari bercak putih. Setelah melakukan segmentasi pada citra rontgen thorax menggunakan metode otsu dan phansalkar thresholding diperoleh nilai rata-rata persentase bercak putih pada pasien penderita COVID-19 sebesar 19.01924% dengan tingkat keberhasilan sebesar 77,78% sedangkan persentase bercak putih pada pasien normal sebesar 13.91139% dengan tingkat keberhasilan 54%. Berdasarkan kedua data tersebut dapat disimpulkan bahwa rontgen paru-paru COVID-19 memiliki persentase yang lebih tinggi sebesar 5.10785% dari paru-paru normal.COVID-19 is a disease that causes respiratory system disorders caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) virus. This virus causes disorders of the respiratory system, severe lung infections, and death with flu-like symptoms such as fever, runny nose, dry cough, sore throat, and headache. So that various examinations are needed. One of them uses a chest x-ray or thorax. A chest X-ray will depict the lungs as a whole so that spots like white shadows will be seen. In this study, the total lung area and white patches can be observed and detected using image processing segmentation techniques. However, before entering the segmentation stage, the image will go through the preprocessing stage using the Tri-threshold Fuzzy Intensification Operators (Fuzzy IO) method. Next, segment the lungs using the Otsu method by changing the gray digital image to black and white based on the comparison of the threshold value with the piksel color value of the digital image. Then do further segmentation using the Phansalkar method to detect and count the number of white spots. After segmenting the chest x-ray image using the otsu and phansalkar thresholding methods, the average percentage of white spots in patients with COVID-19 was 19.01924% with a success rate of 77.78% and the percentage of white spots in normal patients was 13.91139% with 54% success. Based on these two data, it can be concluded that X-rays of COVID-19 lungs have a higher percentage of 5.10785% than normal lungs.
2759630968G1A017017HUBUNGAN KEPATUHAN DIET DENGAN PENGENDALIAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KECAMATAN SUMBANG BANYUMASLatar Belakang: Indonesia menempati urutan ke-3 di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi yaitu sebanyak 10,7 juta orang . Terapi diet merupakan terapi utama penatalaksanaan diabetes melitus untuk mengurangi terjadinya komplikasi. HbA1c merupakan salah satu parameter diagnosis serta direkomendasikan untuk mengukur rerata kadar glukosa darah pasien diabetes dalam 3 bulan terakhir.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan pengendalian glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan analitik korelasional dengan metode pendekatan cross-sectional. Subyek melibatkan 49 pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan diet diukur menggunakan kuesioner Perceived Dietary Adherence Questionnary (PDAQ) dan pengukuran HbA1c dilakukan dengan metode uji boronate affinity assay di Medico Labora. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Fisher Exact Test.
Hasil: Hasil penelitian dengan uji alternatif Fisher menunjukkan nilai p=0,008 dengan kepatuhan diet tinggi (40,81%), kepatuhan diet rendah (59,19%) serta kadar HbA1c kadar baik (10,20%), kadar HbA1c kadar buruk (89,80%). Berdasarkan hasil analisis data didapatkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan pengendalian glukosa darah.
Kesimpulan: Kepatuhan diet berhubungan dengan pengendalian glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas.


Background: Indonesia ranks 3th in the world as a country with the highest number of diabetics, namely 10,7 million people. Diet therapy is the main therapy for managing diabetes mellitus to reduce complications. HbA1c is one of the diagnostic parameters and is recommended to measure the mean blood glucose level of diabetes patients in the last 3 months.
Aim: To determine the relationship between dietary adherence and blood glucose control in patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang Banyumas District.
Methods: This study used a correlational analytic design with a cross-sectional approach method. The subjects involved 49 patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang Banyumas District who were selected using a total sampling technique. Dietary adherence was measured using the Perceived Dietary Adherence Questionnary (PDAQ) questionnaire and HbA1c measurement was performed using the boronate affinity assay test method at Medico Labora. Data were analyzed using the Fisher Exact Test correlation test.
Results: The results of the study using Fisher's alternative test showed p = 0.008 with high dietary adherence (40.81%), low diet compliance (59.19%) and good HbA1c levels (10.20%), poor HbA1c levels (89, 80%). Based on the results of data analysis, it was found that there was a significant relationship between dietary compliance and blood glucose control.
Conclusion: Dietary adherence is related with blood glucose control in patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang Banyumas District..

2759730969F1F017019Pengaruh Aktivitas Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing) di Kepulauan Natuna terhadap Hubungan Indonesia-China (2016-2020)Penelitian yang berjudul “Pengaruh Aktivitas Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing) di Kepulauan Natuna terhadap Hubungan Indonesia-China (2016-2020)” ini memiliki fokus penelitian untuk menganalisis bagaimana aktivitas IUU Fishing oleh Nelayan China di Perairan Natuna mampu menimbulkan ketegangan bagi hubungan Indonesia-China dalam sektor maritim. Penelitian ini dianalisis berdasarkan konsep keamanan maritim atau maritime security. Berdasarkan data-data yang diperoleh, konflik Indonesia-China memanas akibat aktivitas IUUF yang diselingi oleh beberapa kegiatan pendukung yaitu perubahan peta RI atas Laut ZEEI Natuna menjadi Laut Natuna Utara, dan aktivitas klaim sepihak China atas nine-dash line terhadap ZEEI Natuna Utara. Indonesia berkali-kali menegaskan untuk tidak mengakui dan meminta pertanggung jawaban kepada China terhadap klaim sepihak garis putus-putusnya. Sedangkan China mengakui Laut Natuna adalah milik Indonesia, namun belum menganggap bahwa ZEEI Natuna Utara adalah milik Indonesia. Ketetapan UNCLOS 1982 menjadi penengah bagi Indonesia dan China sebagai negara anggota untuk mematuhi dan menghargai pasal-pasal di dalamnya, khususnya menjadi pedoman bagi Indonesia untuk mendorong keamanan laut Indonesia.The study entitled "The Effect of Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing) Activities in the Natuna Islands on Indonesia-China Relations (2016-2020)" has a research focus to analyze how IUU Fishing activities by Chinese fishermen in Natuna waters can cause tension for Indonesia-China relations in the maritime sector. This research is analyzed based on the concept of maritime security. Based on the data obtained, the Indonesia-China conflict is heating up due to IUUF activities which are interspersed with several supporting activities, namely the change of the Indonesian map of the ZEEI Natuna Sea to the North Natuna Sea, and China's unilateral claim activity on the nine-dash line against the North Natuna ZEEI. Indonesia has repeatedly emphasized not to recognize and hold China accountable for its unilateral claims on its line. Meanwhile, China acknowledges that the Natuna Sea belongs to Indonesia, but does’nt consider that the North Natuna ZEEI belongs to Indonesia. The 1982 UNCLOS stipulation mediates between Indonesia and China as member countries to comply with and respect the articles in it, particularly as a guideline for Indonesia to promote Indonesia's maritime security.
2759830970A1D016061uji efektivitas jamur entomopatogen Fusarium sp. asal Desa Kebanggan, kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas untuk mengendalikan Ulat Grayak Spodoptera frugiperda J.E. Smithuji efektivitas jamur entomopatogen Fusarium sp. asal Desa Kebanggan, kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas untuk mengendalikan Ulat Grayak Spodoptera frugiperda J.E. SmithEffectiveness Test of Entomopathogenic Fungi Fusarium sp. from Kebanggan Village, Sumbang sub-district,Banyumas to control Spodoptera frugiperda J.E Smith.
2759930971J1C016034KONFLIK BATIN TOKOH SASAKI MIYO DALAM ANIME NAKITAI WATASHI WA NEKO WO KABURUPenelitian ini mengkaji tentang unsur instrinsik dalam anime Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu, serta konflik batin dan mekanisme pertahanan tokoh Sasaki Miyo dalam anime Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pengkajian fiksi untuk menganalisis unsur instrinsik dan teori psikoanalisis Freud untuk menganalisis konflik batin dan mekanisme pertahanan tokoh Sasaki Miyo. Hasil dari penelitian ini ditemukan 35 data yang menunjukkan unsur instrinsik anime Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu dan 8 data yang menunjukkan konflik batin dan mekanisme pertahanan tokoh Sasaki Miyo dalam anime Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa Sasaki Miyo, seorang gadis SMP yang tidak bahagia karena orang tuanya bercerai dan memilih untuk lari dari rumahnya sebagai kucing, mengalami konflik batin dan melakukan berbagai macam mekanisme pertahanan saat terjadinya konflik batin tersebut. Terdapat 6 mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh Miyo, yaitu projeksi, reaction formation, rasionalisasi, reversal, kompensasi, dan undoing. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakbahagiaan Miyo akhirnya menumpuk sehingga Miyo sering menggunakan projeksi sebagai mekanisme pertahanan, dimana dia terus memprojeksikan amarahnya kepada orang tuanya.This research examines the intrinsic elements of anime Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu, as well as the inner conflicts and defense mechanisms of Sasaki Miyo character in the anime Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu. This research uses qualitative descriptive technique with literary psychology approach. The data collection technique was carried out by using the note-taking technique. The theories that were used in this research are fiction study theory to analyze intrinsic elements and Freud's psychoanalytic theory to analyze the inner conflict and defense mechanisms of Sasaki Miyo. The result of this research is that there are 35 data that show the intrinsic elements of the anime Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu and 8 data that show the inner conflict and defense mechanisms of Sasaki Miyo character in the anime Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu. The conclusion that can be drawn from this research is that Sasaki Miyo, a middle school girl who was unhappy because her parents had gotten divorced and chose to run away from her house as a cat, experienced inner conflicts and used various defense mechanisms when the inner conflicts occurred. There are 6 defense mechanisms that are used by Miyo, and those are reaction formation, rationalization, reversal, compensation, and undoing. The factors that cause Miyo's unhappiness eventually accumulated so that Miyo often used projection as a defense mechanism, where she continued to project her anger towards her parents
2760030972H1D015037IMPLEMENTASI ALGORITMA ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) PADA SISTEM PENDISTRIBUSIAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN BERBASIS WEBObat-obatan dan alat kesehatan merupakan kebutuhan manusia untuk bisa terlindungi dari berbagai penyakit dan untuk bertahan hidup. Sistem pendistribusian obat dan alat kesehatan bertujuan untuk membantu memudahkan pendistribusian obat dan alat kesehatan yang ada pada CV. Arsy Semesta Purwokerto dengan melakukan pencarian rute pengiriman terpendek dan paling efisien. Permasalahan yang dihadapi CV. Arsy Semesta Purwokerto adalah dalam pemilihan rute pengiriman masih menggunakan cara manual dan random sehingga rute pengiriman yang ditempuh belum tentu rute terpendek dan paling efisien. Untuk itu membangun sebuah pengimplementasian dari algoritma ant colony optimization untuk dibuatkan sistem pendistribusian obat dan alat kesehatan yang bertujuan untuk membantu pimpinan dan pegawai dalam menentukan rute terbaik dan efisien serta dapat merekap data dari barang-barang yang ada di gudang serta laporan hasil pengiriman. Sistem yang dibuat merupakan sebuah aplikasi berbasis website dan dalam pengerjaannya sistem ini menggunakan metode pengembangan waterfall dengan menggunakan Bahasa pemrograman PHP dna untuk menangani data yang disimpan penulis menggunakan DBMS MySQL.Medicines and medical devices are human needs to be protected from various diseases and to survive. The distribution system for drugs and medical devices aims to help facilitate the distribution of drugs and medical devices in CV. Arsy Semesta Purwokerto by searching the shortest and most efficient delivery route. The problems faced by CV. Arsy Semesta Purwokerto is in the selection of delivery routes still using manual and random methods so that the delivery route taken is not necessarily the shortest and most efficient route. For this reason, building an implementation of the ant colony optimization algorithm to create a distribution system for drugs and medical devices that aims to assist leaders and employees in determining the best and efficient route and can recap data from goods in the warehouse and reports on delivery results. The system created is a website-based application and in the process this system uses the waterfall development method using the PHP programming language DNA to handle the data stored by the author using the MySQL DBMS.