Artikel Ilmiah : E1A016124 a.n. DICKY RACHMAT AFIANDI

Kembali Update Delete

NIME1A016124
NamamhsDICKY RACHMAT AFIANDI
Judul ArtikelPERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PT. BERINGIN BANGUN UTAMA
TERHADAP TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
(STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BENGKULU NO.
64/PID.SUS/TPK/2016/PN.BGL)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Konsep mengenai kesalahan yang dikenal sebagai doktrin mens rea dilandaskan pada
konsepsi bahwa suatu perbuatan tidak mengakibatkan seseorang menjadi bersalah
kecuali jika pikiran orang itu jahat. Terdapat dua persyaratan yang harus dipenuhi
untuk dapat memidana seseorang, yaitu adanya perbuatan lahiriah yang terlarang atau
tindak pidana dan ada sikap batin yang jahat. Hal ini menimbulkan permasalahan
mengenai bagaimana subjek hukum korporasi dapat dipertanggungjawabkan bila
melakukan perbuatan yang terlarang, karena korporasi tidak memiliki naluri alamiah
seperti halnya manusia. Hal ini sebagaimana terjadi dalam kasus PT. Beringin Bangun
Utama yang melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Masalah yang
diteliti dalam penelitian ini adalah penerapan asas culpabilitas dan asas keadilan dalam
Putusan Pengadilan Negeri Bengkulu No. 64/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Bgl. Tipe
penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
konsepsi baru mengenai kesalahan secara keilmuan dapat diterapkan terhadap
terdakwa korporasi PT. Beringin Bangun Utama. Namun putusan Pengadilan Negeri
Bengkulu No. 64/Pid.Sus/TPK/2016/PN/Bgl belum dapat dikatakan telah memenuhi
asas keadilan karena mengenyampingkan asas proporsionalitas yang sudah sepatutnya
dapat diterapkan oleh seluruh hakim dalam memutus perkara pidana.
Abtrak (Bhs. Inggris)The culpability concept also known as mens rea doctrine is based on conception which
shows that an act does not make a person guilty, unless the mind is legally
blameworthy. There are two requirements that must be fulfilled to punish someone,
that there is forbidden physical act or criminal act and also a blameworthy mind. It
resulted to the problem about how do corporation as a law subject could be liable if
they do such forbidden act, because corporation does not have natural instinct as
human did. As is occurred in the PT. Beringin Bangun Utama case which committed
corruption and money laundering criminal act. The matter researched in this study is
the practice of culpability principle and justice principle in the verdict of Bengkulu
district court number 64/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Bgl. The research type used in this
study is normative juridical method with legislation and case approach. The result of
this study shows that the new conception about culpability could be applied to PT.
Beringin Bangun Utama corporation as defendant. But, the verdict of Bengkulu district
court number 64/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Bgl has not yet fulfilled the justice principle as
it ignore the proportionality principle which should be applied by all of the judges in
giving court judgement.
Kata kunciPertanggungjawaban Pidana, Korporasi, Tindak Pidana Pencucian Uang
Pembimbing 1Prof. Dr. Agus Raharjo, S.H., M.Hum
Pembimbing 2Dr. Budiyono, S.H., M.Hum
Pembimbing 3Haryanto Dwiatmodjo, S.H., M.Hum
Tahun2021
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2021-02-08 07:37:08.844816
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.