Home
Login.
Artikelilmiahs
12516
Update
SITI JAMILAH
NIM
Judul Artikel
PERAN PEER EDUCATOR DALAM KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 5 YOGYAKARTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Permasalahan yang sering dihadapi remaja baik di Indonesia maupun Internasional adalah masalah kesehatan reproduksi, seperti narkoba, kehamilan tidak diinginkan, HIV/AIDS, aborsi dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Cara meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). Melalui PIK R, remaja dilatih menjadi pendidik sebaya dan konselor sebaya. PIK R membantu remaja mengatasi masalahnya dan memberikan informasi yang remaja butuhkan. PIK Remaja dilaksanakan di sejumlah Sekolah Menengah, salah satunya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran peer educator dalam komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kesehatan reproduksi remaja di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan data kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, pengamatan dan telaah dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen pokok, pedoman wawancara, dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memahami peer educatorsebagai seseorang yang memberikan informasi dan konseling remaja. Peer educator berperan sebagai informan, mendesain metode dan media dalam pelayanan informasi. Dalam konseling remaja peer educator berperan sebagai pendengar, pendamping, mendiskusikan masalah, memberikan solusi dan berkewajiban merujuk klien ketika masalah klien sudah diluar kapasitas peer educator. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan program peer educator mendapatkan dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The problems often faced by adolescents either in Indonesia or International is reproductive health. Such as drugs, unwanted pregnancies, HIV/AIDS, abortion etc. This is due to their lack of knowledge of reproductive health. How to improve adolescent knowledge is through the Youth Information and Counseling Center (PIK R). Through PIK R, teenagers are train to be peer educators and peer counselors. PIK R helps teenagers overcome the problem and provide information that adolescents need. PIK R applied at several high schools, one of which is SMA 5 Yogyakarta. This research aims to understand how peer educator do the role in communication, information and educationof adolescence reproductive health study in SMA 5 Yogyakarta. The research method is descriptive study with qualitative approach. In-depth interview, observation and documents references study were applied to collect data. The researchers as the main instruments, interview orientations, and voice recorder device were used as research instruments. The results shows that the informants understand the peer educator as a person who provides information and counseling teenagers. Peer educators play role as an informant, designing methods and media in the service information . In counseling, the role of peer educator as a listener, facilitator, discuss issues, provide solutions and the obligation to refer a client when the client's problem is beyond the capacity of peer educator. It is suggested that peer education program needs to gain greater support from various parties to improve the knowledge and public health.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save