Home
Login.
Artikelilmiahs
12518
Update
RIFA MONI UTAMI
NIM
Judul Artikel
EFEKTIVITAS METODE PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA PETUGAS PENYULUH KESEHATAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Konseling merupakan salah satu kegiatan penting dalam mengatasi permasalahan kesehatan remaja, namun jumlah pelayanan konseling masih terbatas. Hal ini erat kaitannya dengan terbatasnya kemampuan penyuluh kesehatan dalam menjalankan tugasnya yaitu menyebarkan informasi melalui berbagai bentuk dan saluran komunikasi, salah satunya adalah konseling. Pelatihan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan penyuluh kesehatan dalam memberikan konseling. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan konseling kesehatan reproduksi remaja (KRR) pada petugas penyuluh kesehatan di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dan uji pair t test. Analisis univariat menunjukkan bahwa ada peningkatan skor rata-rata pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sebesar 14,67%, pengetahuan konseling sebesar 22,51%, sikap terhadap KRR sebesar 6,73%, sikap terhadap konseling sebesar 2,2% dan keterampilan konseling sebesar 35,7%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada perbedan yang signifikan pada pengetahuan kesehatan reproduksi remaja (0,000<α), pengetahuan konseling (0,000<α), sikap terhadap KRR (0,003<α), dan keterampilan konseling (0,000<α), sedangkan sikap terhadap konseling menunjukkan hasil yang tidak bermakna (0,126>α). Diharapkan Dinas Kesehatan Banyumas dapat memberikan arahan teknis kepada puskesmas untuk membuka layanan konseling didukung dengan sarana yang memadai, sehingga penyuluh kesehatan dapat mengaplikasikan keterampilan konseling yang diperoleh di wilayah kerjanya masing-masing dalam rangka optimalisasi pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Counselling is one of the important activities to overcome adolescent health problems, however a number of counselling services are very limited. It is closely related to the limited ability of health promoter in doing one of their roles, disseminating health information in various forms and channels of communication, which one is counselling. Training program is required to optimize the ability of health promoter in giving counselling. This research aimed to know the effectiveness of training method on improving knowledge, attitudes and skills of adolescent reproductive health counselling among health promoters in Banyumas district. This research was a quasy experimental with one group pretest and posttest design. Participants of this study were as many as 30 obtained by purposive sampling technique. Data were analyzed using wilcoxon test and pair t test. Univariate analysis showed that there were increments in average scores of adolescent reproductive health knowledge (14,67%), counselling knowledge (22,51%), attitude towards adolescent reproductive health (6,73%), attitude towards counselling (2,2%) and counselling skills (35,7%). Bivariate analysis showed that there were significant difference before and after training on adolescent reproductive health knowledge (0,000<a), counselling knowledge (0,000<a), attitudes toward adolescent reproductive health (0,003<a), and counselling skills (0,000<a), while health promoters’ attitudes toward counselling showed no significant difference (0,126>a). It is expected that Banyumas Health Department can give technical direction for all public health center to open counselling service that supported by adequate facilities, so that health promoters are able to apply counselling skills got from training in order to optimize adolescent friendly health service in their respective working areas.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save