Home
Login.
Artikelilmiahs
30423
Update
YASINTA DAMAYANTI
NIM
Judul Artikel
PEMENUHAN HAK-HAK ANAK SEBAGAI KORBAN DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN PADA PROSES PENYIDIKAN PADA PERKARA PUTUSAN NOMOR 1/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pwt
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak merupakan suatu bentuk tindak pidana yang menyimpang dari norma kesusilaan yang ada di dalam masyarakat. Anak yang berkedudukan sebagai korban pencabulan sangat di rugikan karena selama ini hak-hak korban kurang mendapatkan perhatian.. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaiman pemenuhan hak-hak anak sebagai korban tindak pidana pencabulan pada proses penyidikan di dalam Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pwt dan juga untuk mmengetahui kendala penyidik dalam pemenuhan hak-hak anak korban tindak pidana pencabulan pada proses penyidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman pemenuhan hak-hak anak sebagai korban tindak pidana pencabulan pada proses penyidikan di dalam Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pwt dan juga untuk mengetahui kendala penyidik dalam pemenuhan hak-hak anak korban tindak pidana pencabulan Pada Proses Penyidikan. Penelitian menggunakan metode yuridis Normatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, buku literatur, jurnal ilmiah dan situs internet. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pemenuhan hak-hak anak korban dalam tndak pidana pencabulan dalam proses penyidikan yang terkait dengan Putusan Nomor: 1/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pwt adalah penyidikan dengan suasana kekeluargaan, kerahasiaan identitas anak korban, pendampingan terhadap anak dalam membuat laporan, tidak menggunakan atribut kedinasan saat penyidikan, mendapat ruangan khusus, pemeriksaan korban di damping oleh orang tua, medapat bantuan pelayanan medis, melakukan konseling ke psikiater, mendapatkan informasi perkara. Adapun kendala yang di alami penyidik dalam pemenuhan hak anak korban yaitu edukasi tentang kesehatan reproduksi, nilai agama, dan kesusiaaan karena dapat dilakukan pemenuhan di dalam masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The crime of child obscenity is a form of crime that deviates from the moral norms that exist in society. Children who are victims of sexual immorality are greatly disadvantaged because so far the rights of the victims have not been given attention. The problem discussed in this research is how to fulfill the rights of children as victims of sexual immorality in the investigation process in Decision Number 1 / Pid. Sus-Anak / 2019 / PN.Pwt and also to find out the investigator's mistake in fulfilling the rights of the criminal act of obscenity during the investigation process. This study aims to see how compliance with the rights as victims of criminal acts of obscenity in the investigation process in Decision Number 1 / Pid.Sus-Anak / 2019 / PN.Pwt and also to supervise investigators in fulfilling the rights of children who are victims of sexual immorality. In the Investigation Process. This research uses the normative juridical method with a descriptive approach. Sources of research data using secondary data in the form of regulations, literature books, scientific journals and internet sites. The results of the study show that the form of fulfilling the rights of the victim's child in obscenity and fornication in the investigation process related to Decision Number: 1 / Pid.Sus-Anak / 2019 / PN.Pwt is an investigation with a family atmosphere, confidentiality of the identity of the victim's child, assistance to Children in making reports, do not use official attributes during an investigation, receive a special room, parents have dimmed the victim's examination, receive medical assistance, conduct counseling to psychiatrists, get case information The completeness experienced by investigators in fulfilling the rights of child victims is education about association health, religious values, and morals because it can be fulfilled in the community.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save