Artikelilmiahs
Menampilkan 27.141-27.160 dari 50.201 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27141 | 30496 | J1D016001 | MAKNA SEMIOTIKA DALAM FILM DUA GARIS BIRU KARYA GINA S NOER: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDER PEIRCE | Abstrak Semiotika merupakan ilmu yang membahas tentang tanda, sementara tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu hal yang lain. Makna semiotika adalah makna yang terdapat dalam tanda-tanda. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis makna semiotika yang terdapat dalam film. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk Makna Semiotika dalam Film Dua Garis Biru Karya Gina S Noer. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif karena dalam pengumpulan dan analisis datanya dideskripsikan dengan kata-kata. Data yang dikaji pada penelitian ini adalah berupa kata-kata/ tindakan dan foto dari adegan-adegan dalam film Dua Garis Biru yang diduga mengandung makna semiotika. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode. Simak dengan teknik dasar sadap. Peneliti menggunakan teknik lanjutan simak bebas libat cakap dan catat. Kegiatan analisis data dilakukan dengan metode Grounded Research atau dikenal juga dengan metode perbandingan tetap dan dilanjutkan dengan analisis dat menggunakan teori analisis semiotika Charles Sander Peirce. Hasil analisis disajikan dengan metode formal dan informal. Penelitian membahas tentang bentuk makna semiotika berdasarkan objeknya dalam film Dua Garis Biru dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sander Peirce yang dikategorikan ke dalam Ikon, Indeks, dan Simbol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat 8 data yang memiliki makna semiotika yang berhasil diklasifikasi ke dalam Ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian ini relevan sebagai bahan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas XI pada Kompetensi Dasar 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks film/drama baik melalui lisan maupun tulisan. Analisis makna semiotika yang dialisis dalam film Dua Garis Biru, diharapkan dapat membantu dan mempermudah siswa untuk menginterpretasi makna teks film/ drama. Sehingga, siswa lebih sadar dan peka terhadap proses pemaknaan yang disaksikan dalam kehidupan. | SUMMARY Sari, Nur Titin Puspita. 2020. "The Meaning of Semiotics in the Film Dua Garis Biru by Gina S Noer (Charles Sanders Peirce's Semiotic Analysis) and Its Implementation in Class XI Indonesian Language Learning". Faculty of Cultural Sciences: Jenderal Soedirman University. Semiotics is the science that discusses signs, while signs are something that represents something else. The meaning of semiotics is the meaning contained in the signs. This research was conducted to analyze the semiotic meaning contained in the film. The purpose of this research is to describe the meaning of semiotics in Film Two Blue Lines Gina S Noer's. This research is in the form of a qualitative descriptive because in the collection and analysis the data is described in words. The data studied in this study were in the form of words / actions and photos from scenes in the film Two Lines Biru which allegedly contained semiotic meanings. The data collection method used in this study is a method. Listen to the basic techniques of tapping. Researchers used advanced techniques of listening, engaging, speaking, and taking notes. Data analysis activities were carried out using the Grounded Research method or also known as the fixed comparison method and continued with data analysis using Charles Sander Peirce's analysis theory. The results of the analysis are presented using formal and informal methods. The study discusses the form of semiotic meaning based on its object in the film Two Blue Lines using Charles Sander Peirce's semiotic analysis which is categorized into Icons, Indices, and Symbols. Based on the research conducted, there were 8 data that had semiotic meanings that were successfully classified into icons, indexes, and symbols. The results of this study are relevant as learning materials for Indonesian in class XI Senior High School in Basic Competency 3.1 Understand the structure and rules of film / drama text both oral and written. Analysis of the semiotic meaning of dialysis in the film Dua Lines Biru is expected to help and make it easier for students to interpret the meaning of the film / drama text. So, students are more aware and sensitive to the meaningful process that is witnessed in life. | |
| 27142 | 29103 | C1C013090 | Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Sanksi Perpajakan dan Niat Terhadap Kepatuhan UMKM di Purwokerto Dalam Membayar Pajak | Penelitian ini merupaakan penelitian dengan pendekatan studi survey, metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Sanksi Perpajakan dan Niat Terhadap Kepatuhan UMKM di Purwokerto dalam Membayar Pajak”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, dan niat terhadap kepatuhan UMKM di Purwokerto dalam membayar pajak. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa : (1) pengetahuan perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan UMKM di Purwokerto dalam membayar pajak, (2) sanksi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan UMKM di Purwokerto dalam membayar pajak, (3) niat berpengaruh positif terhadap kepatuhan UMKM di Purwokerto dalam membayar pajak. | This research was used survey study approach, in this research used descriptive quantitative method. This research taking title: “The Influence of Tax Knowledge, Tax Punishment and Itention to Purwokerto’s UKM Obey in Tax Payment.” The aim of this research were to knowing the influence of tax knowledge, tax punishment and itention to Purwokerto’s UKM obey in tax payment. Based on the sesult of research and data analizyse had conclutions that: (1) tax knowledge influencing to Purwokerto’s UKM obey in tax payment, (2) tax punishment influencing to Purwokerto’s UKM obey in tax payment, (3) itention influencing to Purwokerto’s UKM obey in tax payment. | |
| 27143 | 30497 | H1D016031 | PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA KNAPSACK PROBLEM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DENGAN POPULASI AWAL MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION | Knapsack problem merupakan suatu permasalahan bagaimana cara memuat barang-barang yang ada untuk bisa ditampung kedalam suatu tempat yang memiliki kapasitas tertentu. Permasalahan ini cukup sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dengan memaksimalkan kapasitas yang ada maka kita akan mendapatkan keuntungan yang biasanya berupa efektifitas dan/atau efisiensi dalam membawa barang. Untuk menyelesaikan masalah ini bisa menggunakan algoritma genetika yang populasi awalnya menggunakan ant colony optimization. | Knapsack problem is a problem of how to load goods that can be accommodated into a place that has a certain capacity. This problem is quite often encountered in our daily lives, by maximizing the existing capacity, we will get benefits that are usually in the form of effectiveness or efficiency in carrying goods. To solve this problem, we can use genetic algorithms whose first population used ant colony optimization. | |
| 27144 | 30500 | I1E016012 | Hubungan Kekuatan Otot Lengan, Kelentukan, dan Keseimbangan Dengan Kemampuan Gerak Meroda Pada Mahasiswa Penjas Unsoed Purwokerto | Latar Belakang : Kemampuan gerak meroda dipengaruhi oleh kekuatan otot lengan, kelentukan dan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan, kelentukan dan keseimbangan dengan kemampuan gerak meroda pada mahasiswa Penjas Unsoed Purwokerto Metodologi : Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pengambilan sampel sebanyak 30 mahasiswa menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian kekuatan otot lengan menggunakan push up,kelentukan menggunakan side splits, keseimbangan menggunakan modifikasi bass test. Uji statistik menggunakan Shapiro Wilk, uji linearitas, pearson product moment, dan korelasi ganda. Hasil Penelitian : (1) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan meroda dengan nilai r sebesar = 0,638 dan sumbangan efektif 20,7%. (2) Ada hubungan yang signifikan antara kelentukan dengan kemampuan meroda dengan nilai r sebesar = -0,709 dan sumbangan efektif 27,8%. (3) Ada hubungan yang signifikan antara keseimbangan dengan kemampuan meroda dengan nilai r sebesar = 0,535 dan sumbangan efektif 14,7%. (4) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan, kelentukan dan keseimbangan dengan kemampuan meroda dengan nilai nilai R square sebesar = 0,632 Kesimpulan : Ada hubungan kekuatan otot lengan, kelentukan dan keseimbangan dengan kemampuan gerak meroda pada mahasiswa Penjas Unsoed Purwokerto Kata Kunci : kekuatan otot lengan, kelentukan, keseimbangan, meroda | Background: The ability of cartwheel is influenced by arm muscle strength, flexibility and balance. The research aims to find out the correlation of arm muscle strength, flexibility and balance with the cartwheel ability on physical education student at Jenderal Soedirman University Methodology: This study includes correlational research to find out the correlation between independent variables and dependent variables. A sample of 30 students was taken with purposive sampling techniques. Arm muscle strength research instruments use push ups, flexibility using side splits, and balance using modified bass tests. Statistical tests use normality, linearity, pearson product moment, and multiple correlation. Research Results: (1) There is a significant correlation between arm muscle strength with cartwheel ability with a value of r = 0.638 and an effective contribution of 20.7%. (2) There is a significant correlation between flexibility with cartwheel ability with a value of r = -0.709 and an effective contribution of 27.8%. (3) There is a significant correlation between balance with cartwheel ability with a value of r = 0.535 and an effective contribution of 14.7%. (4) There is a significant correlation between arm muscle strength, flexibility and balance with cartwheel ability with a value of R square = 0.632. Conclusion: There is a significant correlation of arm muscle strength, flexibility and balance with cartwheel ability on physical education students at Jenderal Soedirman University. Keywords: arm muscle strength, flexibility, balance, cartwheel | |
| 27145 | 30501 | F1F016054 | ANALISIS EFEKTIVITAS KERJA SAMA KEAMANAN MARITIM DALAM PENANGGULANGAN ILLEGAL FISHING ANTARA INDONESIA DAN AUSTRALIA TAHUN 2015 – 2019 | Penelitian berjudul “Analisis Efektivitas Kerja sama Keamanan Maritim Dalam Penanggulangan Illegal Fishing Antara Indonesia dan Australia Tahun 2015-2019” merupakan penelitian yang berfokus pada analisis efektivitas dari kerja sama keamanan maritim antara Indonesia dan Australia terkait kegiatan illegal fishing pada tahun 2015-2019. Berdasarkan analisis penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan konsep keamanan maritim dan teori efektivitas kerja sama internasional, kerja sama antara Indonesia dan Australia menjelaskan tentang langkah kebijakan dan kepentingan dari masing-masing negara untuk menjaga aset terpenting dari wilayah maritimnya. Kerja sama keamanan maritim antara Indonesia dan Australia dalam penanggulangan illegal fishing telah memberikan dampak yang cukup positif, dimana tahun tersebut tingkat kegiatan illegal fishing di ZEE Indonesia dan Australian Fishing Zone mengalami penurunan jumlah kejahatan dan peningkatan jumlah stok perikanan di masing-masing negara. | The research entitled “Analysis of the Effectiveness of Maritime Security Cooperation in Combating Illegal Fishing between Indonesia and Australia 2015-2019” is a research that focuses on analyzing the effectiveness of maritime security cooperation related to illegal fishing. Based on the analysis of research conducted with a qualitative descriptive method that uses the concept of maritime security and the theory of international cooperation effectiveness. The cooperation between Indonesia and Australia explain about the policy steps and interests of each country to safeguard the most important assets of its maritime area. Maritime security cooperation between Indonesia and Australia in tackling illegal fishing has had quite a positive impact which the level of illegal fishing activities in the Indonesian EEZ and the Australian Fishing Zone experienced a decrease in the number of illegal fishing crimes and an increase in the number of fishery stocks in each country. | |
| 27146 | 30504 | J1D016048 | TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM INTERAKSI PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR KLEJAJAR WONOSOBO SERTA RELEVANSI TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA | Latar belakang dalam penelitian ini yaitu penggunaan tindak tutur ilokusi di antara penjual dan pembeli di Pasar Kejajar Wonosobo. Setiap melakukan kegiatan interaksi yang dilakukan oleh penjual dan pembeli di Pasar Wonosobo memiliki maksud untuk mencapai suatu kesepakatan akhir dengan menggunakan kata-kata tertentu yang memiliki daya pengaruh bagi penjual dan pembelinya sehingga menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi serta relevansi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dari penelitian ini berupa transkripsi tuturan langsung yang dilakukan oleh penjual dan pembeli di Pasar Kejajar Wonosobo yang mengandung tindak tutur ilokusi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap. Kemudian dalam melakukan analisis data menggunakan metode padan serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis data pilah unsur penentu dengan daya pilah sebagai pembeda referen. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 41 data tuturan yang termasuk ke dalam jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang dilakukan oleh penjual dengan pembeli di Pasar Kejajar Wonosobo. Data yang ditemukan pada jenis-jenis tindak tutur ilokusi tersebut terdiri atas 7 data jenis tindak tutur ekspresif, 17 data jenis tindak tutur direktif, 11 data jenis tindak tutur asertif, 6 data jenis tindak tutur komisif, sedangkan untuk jenis tindak tutur ilokusi deklaratif tidak ditemukan. Selain itu, fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan terdiri atas 17 data yang termasuk ke dalam fungsi kompetitif (competitive), 13 data yang termasuk ke dalam fungsi menyenangkan (convival), 11 data yang termasuk ke dalam fungsi bekerja sama (collaborative), sedangkan untuk fungsi tindak tutur ilokusi bertentangan (conflictive) tidak ditemukan.Selanjutnya hasil dari penelitian ini direlevansikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia yakni terdapat pada materi teks negosiasi di SMA kelas X, pada KD 3.11 Menganalisis isi, struktur (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup) dan kebahasaan teks negosiasi. Kata kunci: tindak tutur, tindak tutur ilokusi, Pasar Kejajar Wonosobo | The background of the study is the use of ilocution speech among sellers and buyers in Kejajar Wonosobo Market. Each conducting interaction activities conducted by sellers and buyers in Wonosobo Market has the intent to reach a final agreement by using certain words that have influence for the seller and the buyer so that it is interesting to research. This research aims to describe the type and function of ilocution speech and relevance to Indonesian language learning in high school. The research method is qualitatively descriptive. Data from this study in the form of transcription of direct speech conducted by sellers and buyers in Kejajar Wonosobo Market containing the act of illocution speech. The data collection in this study using a basic method of tapping. Then in conducting data analysis using match method as well as data analysis technique using data analysis technique of the deciding element with the classify as a reference differentiation. Based on the results of the analysis, it was found that 41 speech data were included in the types of speech acts and function of illocutionary speech acts performed by sellers with buyers in Kejajar Wonosobo Market. The data found in these types of speech actions consists of 7 expressive speech types, 17 data of directives speech type, 11 data on asertif speech types, 6 data of commissioned speech type, while for the type of declarative speech action is not found. In addition, the ilocution follow-up function found consisted of 17 data that belonged to competitive functions, 13 data included into convival functions, 11 data included in collaborative functions, while for type of conflictive functions is not found. Furthermore, the results of this study are relevant to the learning of Indonesian language, namely in the negotiating text material in high school X class, in KD 3.11 Analyzing the content, structure (orientation, submission, offering, approval, closing) and language of the negotiating text. Keywords: speech action, ilocution speech, Kejajar Wonosobo Market | |
| 27147 | 30491 | I1E016006 | Baturraden Adventure Forest (BAF) Sebagai Prasarana Pembelajaran Aktivitas Luar kelas | ABSTRAK BATURRADEN ADVENTURE FOREST (BAF) SEBAGAI PRASARANA PEMBELAJARAN AKTIVITAS LUAR KELAS Latar belakang: Objek Wisata Baturraden Adventure Forest (BAF) merupakan sebuah wisata yang bisa dijadikan tempat untuk pembelajaran Aktivitas Luar Kelas. Penelitian ini akan menganalisis Objek Wisata Baturraden Adventure Forest (BAF) untuk prasarana pembelajaran Aktivitas Luar Kelas untuk mengetahui kelayakan dan faktor pendukung serta penghambat untuk pembelajaran Aktivitas Luar Kelas yang di lakukan oleh Guru Penjasorkes SD di Kecamatan Baturraden. . Metodelogi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan untuk pengambilan data dilakukan di SD di Kecamatan Baturraden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara , dan dokumentasi. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk Pengelola, Guru dan Siswa. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil Penelitian: Objek Wisata Baturraden Adventure Forest (BAF) sebagai Prasarana pembelajaran Penjasorkes melakui kegiatan Aktivitas Luar Kelas sebagai tempat perkemahan pelajar, kemudian dapat digunakan sebagai juga untuk kegiatan outbound, serta dapat digunakan sebagai rekreasi untuk semua kalangan Faktor pendukung dalam Objek Wisata Baturraden Adventure Forest (BAF) adalah paket yang ditawarkan terdapat sebanyak 7 macam paket yang ditawarkan meliputi team building, student outbound, river adventure, riverside camp, paintball, walk in program, dan family camp. Faktor Penghambat dalam Objek Wisata Baturraden Adventure Forest (BAF) adalah harga fasilitas yang disediakan berkisar 200 Ribu s.d 2,5 Juta sehingga banyak Sekolahan terutama pada jenjang Pendidikan Sekolah Dasar mengeluh mengadakan kegiatan Aktivitas Luar Kelas secara khusus. Kesimpulan: Objek Wisata Baturraden Adventure Forest (BAF) layak untuk dijadikan sebagai Aktivitas Luar Kelas dikarenakan banyaknya fasilitas yang mendukung diadakannya Aktivitas Luar Kelas. Kata Kunci: Objek Wisata, Prasarana Pembelajaran, Aktivitas Luar Kelas | ABSTRACT BATURRADEN ADVENTURE FOREST (BAF) AS A MEDIUM OF LEARNING FOR OUTDOOR CLASS ACTIVITIES Research Background: Baturraden Adventure Forest (BAF) is a tourism site that could be used as medium of learning for outdoor class activities. This research will analyze Baturraden Adventure Forest (BAF) as medium of learning for outdoor class activities to know the appropriateness, supporting factor as well as obstacle for outdoor class activities that will be conducted by Physical Education teacher of Kecamatan Baturraden elementary school. Research Methodology: This research used qualitative method. The data collection was conducted in Kecamatan Baturraden elementary school. The data collection technique used in this research was observation, interview, and documentation. This research used Purposive sampling as it sampling technique for site manager, teacher, and students. Data validity test used in this research was data triangulation technique. The data analysis was Miles and Huberman analysis model. Research Outcome: The object of Baturraden Adventure Forest (BAF) as a learning infrastructure for Physical Education through Classroom Activities as a student campsite, then it can be used as also for outbound activities, and can be used as recreation for all groups. Supporting factors in the Baturraden Adventure Forest (BAF) tourist attraction is a package offered there are as many as 7 kinds of packages offered including team building, student outbound, river adventure, riverside camp, paintball, walk in program, and family camp. Inhibiting factors in the Baturraden Adventure Forest (BAF) is the price of the facilities provided in the range of 200 thousand to 2.5 million so that many schools, especially those at the primary school level, are unable to hold special outdoor activities.. Conclusion: Baturraden Adventure Forest (BAF) tourism site could be used as a medium of learning for outdoor class activities due to numerous facilities that could support an outdoor activity. Keywords: Tourism Site, Facilties, Outdoor Class Activities | |
| 27148 | 30505 | H1B016023 | ANALISIS STABILITAS LERENG UNTUK KONDISI HUJAN YANG BERVARIASI DI KABUPATEN PURBALINGGA | Kejadian tanah longsor di Purbalingga sudah sering terjadi, bahkan data yang tercatat selama 10 tahun terakhir sudah lebih dari 500 kejadian tanah longsor terjadi di Kabupaten Purbalingga. Tanah longsor sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya yaitu meningkatnya kadar air yang terkandung di dalam tanah. Tinggi atau rendahnya nilai kadar air dipengaruhi oleh curah hujan yang terjadi. Semakin tinggi nilai kadar air, semakin mempengaruhi nilai parameter kuat geser tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah rawan longsor di Kabupaten Purbalingga serta mengetahui pengaruh curah hujan yang bervariasi dengan parameter kuat geser tanah. Dalam penelitian ini, pengaruh curah hujan ditandai dengan variasi kadar air pada masing-masing jenis tanah. Penelitian ini menggunakan grid 30 m x 30 m dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dan belum mempertimbangkan faktor iklim dan tutupan lahan. Evaluasi prediksi penelitian ini sudah dapat dikatakan baik karena nilai evaluasi dari confusion matrix menunjukkan hasil yang tergolong baik. Dengan nilai evaluasi Success Index (SI) sebesar 57,65%, nilai evaluasi berupa True Positive Rate (TPR) sebesar 22%, nilai evaluasi berupa False Positive Rate (FPR) sebesar 6,7%, dan nilai evaluasi Accuracy (Acc) sebesar 93,2%. | Landslides in Purbalingga have occurred frequently, even data recorded over the last 10 years that more than 500 landslides have occurred in Purbalingga Regency. Landslides can be caused by various factors, one of which is the increase in water content in the soil. High or low water content is influenced by the rainfall that occurs. The higher the water content value, the more it affects the value of the soil shear strength parameter. This study aims to determine the landslide prone areas in Purbalingga Regency and to determine the effect of varying rainfall with soil shear strength parameters. In this study, the effect of rainfall is indicated by variations in water content in each type of soil. This study uses a 30 m x 30 m grid with Inverse Distance Weighting (IDW) method and has not considered climate and land cover factors. The prediction evaluation of this research can be said to be good because the evaluation value of the confusion matrix shows relatively good results. With the evaluation value of Success Index (SI) is 57.65%, the evaluation value of a True Positive Rate (TPR) is 22%, the evaluation value of False Positive Rate (FPR) is 6.7%, and the evaluation value of Accuracy (Acc) is 93.2%. | |
| 27149 | 30506 | H1B016073 | PENGARUH CURAH HUJAN PADA DINAMIKA STABILITAS LERENG DI KABUPATEN BANJARNEGARA | Tanah longsor di Banjarnegara setiap tahunnya semakin meningkat, hal tersebut dapat diakibatkan oleh tanah pada daerah tersebut yang tidak stabil. Model peta rawan longsor dengan menggunakan pembobotan yang hanya melihat jenis tanah pada suatu daerah. Sedangkan tanah tersebut sebenarnya akan memiliki tingkat kadar air yang berbeda tergantung dengan intensitas curah hujan yang terjadi pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh curah hujan pada nilai parameter tanah sehingga akan mendapatkan peta sebaran rawan longsor di Kabupaten Banjarnegara dengan resolusi yang lebih tinggi dan menggunakan grid yang lebih kecil. Dalam penelitian ini, pengaruh curah hujan ditandai dengan variasi kadar air pada masing-masing jenis tanah. Penelitian ini menggunakan grid 30 m x 30 m dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dan belum mempertimbangkan faktor iklim dan tutupan lahan. Confusion matrix yang menghasilkan nilai-nilai evaluasi menunjukkan bahwa penelitian ini sudah dapat dikatakan baik, karena nilai-nilai tersebut termasuk ke dalam kategori baik. Dimana nilai evaluasi Success Index (SI) sebesar 56,33%, nilai evaluasi berupa True Positive Rate (TPR) sebesar 19,71%, nilai evaluasi berupa False Positive Rate (FPR) sebesar 7,04%, dan nilai evaluasi Accuracy (Acc) sebesar 92,9%. | Landslides in Banjarnegara are increasing every year, this can be caused by the unstable soil in the area. Landslide hazard map model using weighting that only looks at the type of soil in an area. Meanwhile, the land will have different water levels depending on the intensity of rainfall that occurs in the area. This study aims to determine the effect of rainfall on soil parameter values so that a map of the distribution of landslide-prone areas in Banjarnegara Regency is obtained with a higher resolution and using a smaller grid. In this study, the effect of rainfall is indicated by variations in water content in each type of soil. This study uses a 30 m x 30 m grid with Inverse Distance Weighting (IDW) method and has not considered climate and land cover factors. The confusion matrix that produces evaluation values shows that this research can be said to be good because these values fall into the good category. Where the evaluation value of the Success Index (SI) is 56.33%, the evaluation value of True Positive Rate (TPR) is 19.71%, the evaluation value of False Positive Rate (FPR) is 7.04%, and the evaluation value of Accuracy (Acc) is 92.9%. | |
| 27150 | 30509 | K1C016065 | Pemodelan Untuk Menunjang Penilaian Kinerja Pesawat Sinar-X Mobile Diagnost Wdr Versi 2.2 | Pada penelitian ini telah dilakukan pemodelan untuk menunjang penilaian kinerja pesawat sinar-X Mobile Diagnost Wdr Versi 2.2 terhadap alat peraga abdomen yang dibuat menggunakan bahan akrilik-aluminium. Parameter karakterisasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji massa jenis, uji koefisien atenuasi massa, uji kualitas citra, uji hamburan radiasi, dan uji dose area product. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat dan bahan diantaranya Pesawat sinar-x DR, neraca digital, detector PIRANHA, Surveymeter, Penggaris, Meteran, In-house Phantom, Laptop, Sofware ocean, Sofware MATLAB, Sofware image-j, akrilik, dan aluminium. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai massa jenis akrilik dan aluminium masing-masing bernilai 1,18 g/cm3 dan 2,70 g/cm3 mendekati nilai massa jenis soft tissue dan hard tissue. Nilai regresi koefisien atenuasi massa akrilik dan aluminium masing-masing bernilai R2=0,98dan R2=0,9544. Kualitas citra phantom abdomen yang memiliki tegangan dan arus yang paling optimal menurut parameter CV, CL, MTF berada pada faktor eksposi 80 kV dan 32 mAs. | In this study, modeling was carried out to support the performance assessment of the X-ray Mobile Diagnostics Wdr Version 2.2 of the abdominal props made using acrylic-aluminum material. Characterization parameters carried out in this study are density test, mass attenuation coefficient test, image quality test, radiation scattering test, and product area dose test. This research was conducted using tools and materials including x-ray DR aircraft, digital balance, PIRANHA detector, Surveymeter, Ruler, Meter, In-house Phantom, Laptop, Ocean software, MATLAB software, image-j software, acrylic, and aluminum. The results obtained in this study are the density values of acrylic and aluminum, respectively 1.18 g / cm3 and 2.70 g / cm3 close to the density values of soft tissue and hard tissue. The regression values of the mass attenuation coefficient of acrylic and aluminum are R2 = 0.98 and R2 = 0.99, respectively. Abdominal phantom image quality which has the most optimal voltage and current according to the parameters CV, CL, MTF is at the exposure factor of 80 kV and 32 mAs. | |
| 27151 | 30507 | F1B016071 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MUATAN LOKAL BAHASA JAWA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR BERKULTUR SUNDA DI KABUPATEN CILACAP (Studi Kasus di SD Negeri Bantarpanjang 01 Cimanggu Kabupaten Cilacap) | Muatan Lokal wajib bahasa Jawa di Provinsi Jawa Tengah dilatarbelakangi oleh adanya penurunan tingkat pemahaman dan penggunaan bahasa, sastra dan aksara Jawa karena pengaruh globalisasi. Adanya permasalahan yang muncul yaitu kesulitan yang dialami oleh siswa sekolah dasar berkultur Sunda untuk memahami mata pelajaran muatan lokal bahasa Jawa di Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan muatan lokal bahasa Jawa untuk sekolah dasar berkultur Sunda di SD Negeri Bantarpanjang 01 Cimanggu Kabupaten Cilacap berdasarkan perspektif Compliance dan perspektif Whats Happening yang merupakan teori dari Randall B.Ripley. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowbal sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa SD Negeri Bantarpanjang 01 Cimanggu belum sepenuhnya patuh terhadap prosedur pelaksanaan kebijakan implementasi muatan lokal bahasa Jawa akan tetapi patuh terhadap jadwal pelaksanaan kebijakan. Selain itu, terdapat faktor pendukung dalam implementasi kebijakan yaitu diantaranya terdapat Kepala Sekolah dan guru kelas yang memiliki sikap pro-aktif dalam memberikan materi pelajaran muatan lokal bahasa Jawa yang telah disesuaikan dengan kondisi siswa. Faktor penghambat pencapaian implementasi muatan lokal bahasa Jawa adalah kurangnya keasadaran siswa sebagai bagian dari suku Jawa yang menyebabkan rendahnya motivasi untuk mempelajari bahasa Jawa di sekolah. Selain itu, tidak semua guru kelas yang memiliki keterbatasan kapasitas dan kemampuan berbahasa Jawa memiliki motivasi untuk mengajarkan bahasa Jawa kepada siswa, karena merasa tidak menguasai bahasa Jawa dan membuat pelajaran muatan lokal bahasa Jawa di sekolah tidak diberikan setiap minggu. | The mandatory local content of Javanese in Central Java Province is motivated by a decrease in the level of understanding and use of Javanese language, literature and script due to the influence of globalization. This research is motivated by the problems that arise, namely the difficulties experienced by elementary school students with Sundanese culture to understand the local content subjects of Javanese. This is because the majority of people in Cilacap Regency speak Sundanese.The purpose of this research is to find out how the implementation of the local content policy in Javanese for Sundanese culture elementary schools in SD Negeri Bantarpanjang 01 Cimanggu, Cilacap Regency based on the Compliance perspective and Whats Happening perspective which is the theory of Randall B.Ripley. Selection of informants using purposive sampling and snowbal sampling techniques. This research is a descriptive qualitative research using interactive analysis methods. The results of this study indicate that SD Negeri Bantarpanjang 01 Cimanggu has not fully complied with the procedures for implementing the implementation of Javanese local content but has complied with the policy implementation schedule. In addition, there are supporting factors in implementing the policy, including principals and class teachers who have a pro-active attitude in providing Javanese language local content subject matter that has been adjusted to the student's condition. The inhibiting factor for the achievement of the implementation of the local content of the Javanese language is the lack of awareness of students as part of the Javanese ethnic group which causes low motivation to learn Javanese in schools. Other than that, not all class teachers who have limited capacity and ability to speak Javanese have the motivation to teach Javanese to students, because they feel they do not master Javanese and make Javanese local content lessons in schools not given every week. | |
| 27152 | 30510 | I1A016078 | PENGARUH SUMBER DAYA KOPING (PERAN SUAMI DAN BIDAN) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATIKRAJA BANYUMAS | Latar Belakang : Kecemasan adalah salah satu gangguan psikologis yang paling umum terjadi pada saat kehamilan terutama trimester III. Seseorang mengatasi stres dan kecemasan dengan memobilisasi sumber daya, seperti peran suami dan bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber daya koping (peran suami dan peran bidan) terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Patikraja, Banyumas Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan metode penelitian kuantitatif analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2020 dengan menggunakan sampel sebanyak 57 Ibu Hamil Trimester III. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner Taylor Manifest Anxiety Scale sebagai instrumen untuk mengevaluasi gejala kecemasan serta kuesioner untuk mengidentifikasi peranan suami dan bidan. Hasil Penelitian : Terdapat 29 orang (51%) ibu hamil yang megalami kecemasan dari total 57 orang ibu hamil trimester III, terdapat hubungan antara variabel peran suami (p value = 0,019), peran bidan sebagai komunikator (0,048), sebagai motivator (0,026), sebagai konselor (0,031) dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III , tidak terdapat hubungan antara peran bidan sebagai fasilitator (0,111) dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III, adanya pengaruh antara peran suami (0,022), peran bidan sebagai fasilitator (0,039), sebagai konselor (0,038) terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III, serta tidak adanya pengaruh peran bidan sebagai komunikator (p value = 0,279) dan sebagai motivator (p value = 0,107) terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Kesimpulan : Peran suami, peran bidan sebagai fasilitator dan peran bidan sebagai konselor berpengaruh terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Pemberdayaan suami siaga serta peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) serta pemantapan sesi konseling bagi ibu hamil perlu diadakan guna mencegah terjadinya kecemasan kehamilan. Kata Kunci : Kecemasan, Ibu Hamil, Peran Suami, Peran Bidan | Background : Anxiety is one of the most common psychological disorders during pregnancy, especially the third trimester. Someone copes with stress and anxiety by mobilizing resources, such as the roles of husband and midwife. This study aimed to determine the effect of the resources of coping (the role of the husband and the midwife's role) to the level of anxiety third trimester pregnant women in the Puskesmas Patikraja, Banyumas Methods: This study was cross sectional with quantitative research methods descriptive, conducted in August-September 2020 with a sample of 57 Trimester III Pregnant Women. The instrument used was the Taylor Manifest Anxiety Scale as an instrument to evaluate symptoms of anxiety and a questionnaire to identify the roles of husbands and midwives. Results: There were 29 pregnant women (51%) who experienced anxiety out of a total of 57 respondents, there was a relationship between the husband's role variable (p value = 0.019), the midwife's role as a communicator (p value = 0.048), motivator (0.026), counselor. (0.031) with the level of anxiety of third trimester pregnant women, there is no relationship between the role of the midwife as a facilitator (0.111) and the level of anxiety of third trimester pregnant women, there is an influence between the role of the husband (p value = 0.022), the role of the midwife as a facilitator (0.039), the role of the midwife as a counselor (0.038) on the anxiety level of third trimester pregnant women, as well as the absence of the influence of the midwife's role as a communicator (0.279) and the midwife's role as a motivator (0.107) on the anxiety level of third trimester pregnant women. Conclusion: The role of the husband, the role of the midwife as a facilitator and counselor have an effect on the anxiety level of the third trimester of pregnant women. Empowerment of standby husbands and improving communication, information and education (IEC) as well as strengthening counseling sessions for pregnant women need to be held to prevent pregnancy anxiety. Keyword: Anxiety, Pregnancy, role of husband, role of midwife | |
| 27153 | 30508 | C1A016046 | ANALISIS EFISIENSI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHATANI PADI PADA PRAKTIK URBAN FARMING DI JAKARTA UTARA | Pertanian padi sawah masih bisa ditemukan di tengah terbatasnya lahan kosong di DKI Jakarta, khususnya kawasan Jakarta Utara. Alternatif peningkatan produksi yang dapat dilakukan pada urban farming di lahan terbatas adalah dengan meningkatkan efisiensi lahan. Kebaruan dari penelitian ini adalah analisis efisiensi usahatani yang dilakukan di wilayah Jakarta Utara karena belum ada yang membahas penelitian efisiensi usahatani padi di Jakarta Utara. Oleh karena itu, penelitian ini perlu mengetahui efisiensi yang dicapai petani padi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di wilayah Jakarta Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi yang berproduksi di wilayah Jakarta Utara. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Stochastic Frontier Analysis (SFA). Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai rata-rata efisiensi teknis 0.85, nilai efisiensi alokatif 3.47, dan besaran efisiensi ekonomis 2.95. Variabel yang digunakan menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan pupuk berpengaruh signifikan dan positif. Variabel tenaga kerja dan pendidikan berpengaruh negatif signifikan terhadap produksi beras di Jakarta Utara; Sedangkan variabel hak kepemilikan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi beras di Jakarta Utara. | Lowland rice farming can still found amidst the limited empty land in DKI Jakarta, especially the North Jakarta area. The alternative of increasing production that can do in urban farming in limited land is increasing land efficiency. The novelty of this research is the analysis of the efficiency of farming carried out in the North Jakarta area because no one has discussed the research on efficiency in rice farming in North Jakarta. Thus, this research needs to determine the efficiency achieved by rice farmers and the factors that affect rice production in the North Jakarta area. The population in this study were all rice farmers producing in the North Jakarta area. This study's sample was determined using the simple random sampling method with a total sample size of 80 respondents. The analytical method used in this research is the Stochastic Frontier Analysis (SFA) method. Based on the analysis, the average value of technical efficiency is 0.85, the value of allocative efficiency is 3.47, and the amount of economic efficiency is 2.95. The variables used indicate that the variables of land area and fertilizer have a significant and positive effect. The variables of labor and education have a significant negative effect on rice production in North Jakarta; meanwhile, the variable ownership right does not significantly affect rice production in North Jakarta. | |
| 27154 | 30535 | F1A016010 | LANSIA DAN MEDIA SOSIAL (Studi Aktivitas Lansia Dalam Penggunaan Media Sosial Whatsapp di Kelurahan Kober Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas) | Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas lansia dalam penggunaan media sosial whatsapp di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan jenis survei dan pengambilan sampel dengan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan lansia menghabiskan durasi 1-3 jam untuk mengakses media sosial (46%), seperti whatsapp, facebook, youtube, instagram, dan twitter dengan biaya yang dikeluarkan perbulannya Rp 25.000-50.000 (46%). Adapun kegiatan yang dilakukan oleh lansia di whatsapp, seperti chatting (78%), panggilan suara (58%), video call (54%), update status (24%), berkomentar status teman (20%) dengan 4-8 grup whatsapp (52%) yang dimiliki lansia. Selain itu, (46%) lansia menyikapi hoax di whatsapp dengan cara diabaikan. Motif lansia menggunakan whatsapp adalah motif komunikasi (44%) dan informasi yang diakses di whatsapp mengenai kesehatan (92%) dan religi (88%). Kemudian, manfaat penggunaan whatsapp bagi lansia, (86%) menjawab whatsapp sangat memudahkan untuk berkomunikasi, 68% menjawab grup whatsapp memudahkan untuk berdiskusi dan sebagai media hiburan 58%, media pembelajaran 28% dan media bisnis 14%. | This article aims to determine the activities of the elderly in the use of whatsapp social media in Kober Village, West Purwokerto District, Banyumas Regency. This research was conducted using descriptive quantitative methods with the type of survey and sampling with random sampling. The results showed that the elderly spent 1-3 hours to access social media (46%), such as Whatsapp, Facebook, YouTube, Instagram, and Twitter at a monthly cost of IDR 25,000-50,000 (46%). The activities carried out by the elderly on Whatsapp, such as chatting (78%), voice calls (58%), video calls (54%), status updates (24%), commenting on friend status (20%) with 4-8 Whatsapp groups (52%) owned by the elderly. In addition, (46%) elderly people respond to hoaxes on Whatsapp by ignoring them. The motives of the elderly to use Whatsapp were communication motives (44%) and information accessed on Whatsapp regarding health (92%) and religion (88%). Then, the benefits of using Whatsapp for the elderly, (86%) answered whatsapp made it very easy to communicate, 68% answered whatsapp groups made it easier to discuss and serve as entertainment media 58%, learning media 28% and business media 14%. | |
| 27155 | 30800 | F1F015042 | DAMPAK KEBIJAKAN BEBAS VISA KUNJUNGAN SEMENTARA (BVKS) TERHADAP PERTUMBUHAN INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA TAHUN 2015 – 2018 | Abstraksi Pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi penyumbang terbesar pada pendapatan Indonesia setelah sektor minyak dan gas, oleh karenanya sektor ini terus mendapatkan perhatian oleh pemerintah Indonesia. Berbagai upaya dan strategi terus di lakukan guna mencapai pertumbuhan industri pariwisata yang berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut adalah melalui kebijakan Bebas Visa Kunjungan Sementara (BVKS) yang mulai dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Indonesia No. 21 Tahun 2016, dari semula yang hanya berjumlah 49 negara penerima bebas visa, dengan adanya aturan baru tersebut, Indonesia telah membebaskan sebanyak 169 negara dengan mempritoritaskan 5 negara utama sasaran Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Sementara (BVKS) yakni Australia, Jepang, China, Korea Selatan dan Rusia. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan konsep pariwisata dan teori kerja sama internasional untuk menganalisis dampak dari kebijakan tersebut serta multiplier effect yang terjadi setelah kebijakan tersebut diberlakukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, kebijakan Bebas Visa Kunjungan Sementara (BVKS) telah memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri pariwisata Indonesia, serta berbagai multiplier effect yang memberikan pertumbuhan signifikan bagi industry pariwisata Indonesia. Kata Kunci: BVKS, Pariwisata, Kerja sama Internasional, Multiplier Effect | Abstraction Tourism is one of the sector that contribute biggest to Indonesia’s national income after the oil & gas sector, hence this sector keep being concerns of Indonesia’s government. Various actions and strategies are continue to be made to achieve the sustainable growth of the tourism industry. One of the effort is by implementing Temporary Visit Visa-Free policy that established by the government through Presidential Decree of Indonesia No.21 year 2016, than before only 49 countries receiving Visa Free, with the establishment of that new regulations, Indonesia has provided 169 with the priorities 5 main countries object of Temporary Visit Visa-free which are Australia, Japan, China, South Korea, and Russia. In writing this article, the author uses the concept of tourism and international cooperation theory to analyze the impact of that policy with the multiplier effect that happened after the enforcement of the policy. The conclusion of this research is, Temporary Visit Visa-Free is giving positive impact to the growth of national tourism industry, with many multiplier effect that gives significant growth to national tourism industry. Keywords: BVKS, Tourism, International Cooperationn, Multiplayer effect | |
| 27156 | 30512 | I1E016005 | PERBANDINGAN ANTARA MODEL LATIHAN FORMASI SEGITIGA DAN FORMASI BERPASANGAN TERHADAP KEMAMPUAN PASSING BAWAH PADA KLUB BOLA VOLI PUTRA JATAYU BANYUMAS | Latar Belakang : Permainan bola voli adalah permainan yang dimainkan secara berkelompok, setiap kelompok berisi 6 orang untuk memainkan bola sehingga mendapatkan point. Passing bawah merupakan hal yang penting dalam permainan bola voli, karena sering digunakan untuk memulai serangan dan apabila teknik yang dimiliki kurang menguasai, maka hasilnya akan menghambat proses serangan yang mematikan untuk mendapatkan poin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model latihan yang lebih efektif meningkatkan kemampuan passing bawah bola voli. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan passing bawah adalah American Association for Health, Physical Education, and Recreation (AAHPER) Volleyball Skill Test. Sampel yang digunakan adalah atlet putra tim bola voli Jatayu Banyumas sebanyak 17 anak, dengan teknik pembagian kelompok menggunakan ordinal pairing/matched subject ordinal pairing. Hasil Penelitian : Hasil Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan pengaruh terlihat dari hasil rerata yang diperoleh kelompok latihan formasi segitiga sebesar 12.22, sedangkan kelompok latihan formasi berpasangan memperoleh rerata sebesar 10.38. Atau terdapat selisih rerata sebesar 1.84 dengan nilai signfikansi 0.045 < 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara model latihan formasi segitiga dengan formasi berpasangan terhadap kemampuan passing bawah bola voli. Latihan passing bawah formasi segitiga lebih meningkatkan kemampuan passing bawah bola voli dari pada latihan passing bawah formasi berpasangan. | Background: Volleyball is a game played in groups, each group contains 6 people to play the ball to get points. The Forearm Pass is important in volleyball, because it is often used to initiate attacks and if the technique is not good enough, the result will hinder the process of a deadly attack to get points. This study aims to determine a training model that is more effective in increasing the ability to forearm volleyball pass. Research Methods: This study is a study pre-experimental with a Two Group Pretest-Posttest Design approach. The instrument used to measure ability passing under-is the American Association for Health, Physical Education, and Recreation (AAHPER) Volleyball Skill Test. The sample used was 17 male athletes of the Jatayu Banyumas volleyball team, with the group division technique using ordinal pairing/matched subject ordinal pairing. Results: The results of the independent sample t-test showed that the difference in effect was seen from the mean results obtained by the triangle formation training group of 12.22, while the paired formation training group obtained an average of 10.38. Or there is a difference between the mean of 1.84 with 0.045 significant value <0.05, it can be taken a decision that H0 is rejected and Ha accepted. Conclusion : There is a significant difference between the triangular formation training model and the paired formation on the ability to forearm volleyball pass. Exercise forearm pass a triangular formation further increase the capability of forearm volleyball pass from the drills forearm pass of the formation in pairs. | |
| 27157 | 30513 | C1C015100 | PENGARUH KREDIT USAHA RAKYAT, LITERASI KEUANGAN, DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KINERJA UKM SEKTOR PENGOLAHAN KONVEKSI DI KOTA TANGERANG SELATAN | Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis serta menguji pengaruh kredit usaha rakyat (KUR), literasi keuangan, dan inovasi produk terhadap kinerja UKM sektor pengolahan konveksi di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan Teori Planned of Behavior (TPB) berdasarkan teori ini, penentu terpenting perilaku seseorang adalah intensi untuk berprilaku. Intensi individu untuk menampilkan suatu perilaku adalah kombinasi dari sikap untuk menampilkan perilaku tersebut dan norma subjektif. Sikap individu terhadap perilaku meliputi kepercayaan mengenai suatu perilaku, evaluasi terhadap hasil perilaku, norma subjektif, kepercayaan normatif dan motivasi untuk patuh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM sektor pengolahan konveksi yang berada di wilayah Tangerang Selatan yang terdaftar pada Kementrian Koperasi Dan UMKM Tangerang Selatan yang berjumlah 549 UKM. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan sumber data primer yaitu memberikan kuesioner atau daftar pertanyaan kepada pengusaha UKM di Tangerang Selatan sektor pengolahan konveksi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh terhadap kinerja UKM, (2) literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UKM, (3) inovasi produk tidak berpengaruh terhadap kinerja UKM dan (4) literasi keuangan memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kinerja UKM. Kata kunci: kredit usaha rakyat, literasi keuangan, inovasi produk, kinerja UKM. | This study aims to analyze and examine the effect of people's business credit (KUR), financial literacy, and product innovation on the performance of SMEs in the convection processing sector in South Tangerang City. This study uses the Planned of Behavior (TPB) theory. Based on this theory, the determinant of a person's behavior is the intention to behave. The individual's intention to display behavior is a combination of attitudes to display that behavior and subjective norms. Individual attitudes toward behavior include beliefs about a behavior, evaluation of the results of the behavior, norms that assess, trust, and motivation to comply. The population in this study were all SMEs in the convection processing sector in the South Tangerang area registered with the Ministry of Cooperatives and UMKM, South Tangerang, which may be 549 SMEs. The sampling technique used was purposive sampling. This research is a quantitative study using primary data sources that provide a questionnaire or a list of questions to SME entrepreneurs in South Tangerang in the convection processing sector. The results of the study concluded that: (1) People's Business Credit (KUR) has an effect on SME performance, (2) financial literacy has an effect on SME performance, (3) product innovation has no effect on SME performance and (4) financial literacy has the most dominant influence on the performance of SMEs. Keywords: people's business credit, financial literacy, product innovation, SME performance. | |
| 27158 | 30514 | J1B016017 | KETAKSAAN DALAM JUDUL BERITA DI APLIKASI MEDIA SOSIAL DETIKCOM PADA SITUS DETIKFINANCE (Kajian Semantik) | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Ketaksaan Dalam Judul Berita Di Aplikasi Media Sosial Detikcom Pada Situs Detikfinance (Kajian Semantik)”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah judul berita yang terdapat pada aplikasi media sosial detikcom pada situs detikfinance edisi November dan Desember. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap. Teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode padan. Penelitian ini menggunakan teori ketaksaan bahasa menurut Wijana.Ketaksaan bahasa menurut Wijana dibagi menjadi 2 yaitu ketaksaan leksikal dan ketaksaan gramatikal. Sesuai dengan teori ketaksaan bahasa menurut Wijana, penelitian ini meneliti data yang termasuk ketaksaan bahasa kemudian terdapat sebab munculnya ketaksaan bahasa menurut Wijana. Setelah dianalisis, hasil penelitian ini selanjutnya disajikan secara informal. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 19 data yang mengandung ketaksaan leksikal. Dari 19 data terdapat 16 data yang mengandung polisemi dan 3 data yang mengandung homonimi. Selain itu, di dalam penelitian ini juga ditemukan 24 data yang mengandung ketaksaan gramatikal. Dari 24 data terdapat 4 data yang mengandung frasa yang diinterpretasikan berlainan makna, 20 data karena faktor morfologi. Faktor morfologi dibedakan atas proses afiksasi dan komposisi. Data yang termasuk proses afiksasi ada 9 data, sedangkan 11 data termasuk komposisi. Akan tetapi untuk peribahasa tidak ditemukan dalam penelitian ini. Secara keseluruhan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari 42 data terdapat 19 data yang mengandung ketaksaan leksikal dan 24 data mengandung ketaksaan gramatikal. Akan tetapi terdapat 5 data yang mengandung ketaksaan lebih dari satu. Kata tersebut ialah ‘orang dalam’ dan ‘kelas kakap’ (terdapat frasa), ‘bidik’ dan ‘properti milenial’ (polisemi dan frasa), ‘kelamaan’ dan ‘busuk’ (morfologi dan polisemi), ‘gurihnya’ dan ‘perputaran’ (polisemi dan morfologi), ‘kesepakatan’ dan ‘ekosistem’ (morfologi dan polisemi). Hal ini disebabkan di dalam judul berita tersebut terdapat sebab munculnya ketaksaan lebih dari satu menurut Wijana. Selain itu, secara maknawinya juga sudah tidak jelas sehingga menimbulkan ketaksaan bahasa. | SUMMARY This research is entitled "The Ambiguity of Headlines in the Detikcom Social Media Application on the Detikfinance Site (Semantic Study)".This research is a qualitative descriptive study. The data analyzed were the headlines contained in the detikcom social media application on the detikfinance site in November and December editions. The data collection method used in this research is the observation method.The observation method has basic technique and advanced technique.The basic technique used in this research is the tapping technique. Advanced technique are the uninvolved conversation observation technique and note-taking technique. The data analysis method in this research is theidentity method.This research usedthe theory of language ambiguity of Wijana.Language ambiguity of Wijana is divided into 2, namely lexical and grammatical ambiguity.In accordance with the theory of language ambiguity of Wijana, this research examined the data including language ambiguity, then there is a cause for the emergence of language ambiguity of Wijana.After being analyzed, the results of this researchthen presented informally. The results of this research were found 19 data containing lexical ambiguity. Of the 19 data, there were 16 data containing polysemy and 3 data containing homonymy.In addition, this research also found 24 data containing grammatical ambiguity. Of the 24 data, there were 4 data containing phrases that were interpreted with different meanings, 20 data due to morphological factors Morphological factors are distinguished by the process of affixation and composition. There are 9 data which includes the affixation process, while 11 data includes composition. However, proverbs were not found in this research. Overall, the results of this research can be concluded that of the 42 data, there were 19 data containing lexical ambiguity and 27 data containing grammatical ambiguity.However, there were 5 data that contain more than one ambiguity.The words were 'orang dalam' and 'kelas kakap' (there were phrases), 'bidik' and 'propertimilenial' (polysemy and phrases), 'kelamaan' and 'busuk' (morphology and polysemy), 'gurihnya' and 'perputaran' (polysemy and morphology), 'kesepakatan' and 'ekosistem' (morphology and polysemy).This is because in the headlines there are reasons for the emergence of more than one ambiguity of Wijana. Apart from that, the meaning is also unclear, giving rise to language ambiguity. | |
| 27159 | 30515 | J1D015036 | PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VII B SMP MUHAMMADIYAH 3 PURWOKERTO | RINGKASAN Hidayat, Arif Rahmat. 2020. “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture pada Siswa Kelas VII B SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks dengan menggunakan model pembelajaran koopertaif tipe picture and picture pada kelas VII SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto. Subjek penelitian ini, yaitu kelas VII B SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto dengan jumlah siswa 28 orang. Penelitian ini dilakukan karena masih rendahnya keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Terdapat empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes dan teknik nontes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII B SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto mengalami peningkatan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture. Peningkatan keterampilan tersenut dapat dibuktikan dengan adanya hasil keterampilan menulis teks deskripsi dan perubahan perilaku belajar siswa, yaitu siswa merasa lebih mudah, dan merasa lebih tertarik untuk membuat teks deskripsi, dan dapat membuat pembelajaran yang lebih menyenangkan, serta menumbuhkan motivasi, dan minat siswa pada saat mengikuti proses pembelajaran berlangsung. Peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi dapat dilihat dari beberapa tahap, siklus I yaitu 70 dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 50%, pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,75 dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 100%. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dapat meningkatkan ketrampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII B SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto. | SUMMARY Hidayat, Arif Rahmat. 2020. “Improvement of Descriptive Text Writing Skills Using the Picture and Picture Cooperative Learning Model for Class VII B Students of SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto ".Reserch paper . Purwokerto: Faculty of Cultural Sciences. Jenderal Soedirman University. This study aims to improve text writing skills by using the picture and picture cooperative learning model in SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto class VII. The subjects of this study is class VII B SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto with a total of 28 students. This research was conducted because of the low skills writing descriptive texts in grade VII students of SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto. This type of research is a Classroom Action Research (PTK). There are four stages, the strategies are planning, implementing actions, observation and reflection. The data collection techniques used in this study were test techniques and non-test techniques. The data analysis technique that used in this research is descriptive quantitative data analysis techniques and qualitative descriptive techniques. The results of this study indicate that the skills of writing descriptive texts in class VII B SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto have increased by using the picture and picture type cooperative learning model. The increase in these skills can be proven by the improvement of writing skill in descriptive texts and the changing of student learning behavior. In that way, the students feel easier, and feel more interested in making descriptive texts, it makes learning more enjoyable, and it boost student motivation interest at the same time. following the learning process in progress. The improvement of writing descriptive text skills can be seen from several stages, the first cycle is 70 with a percentage of learning completeness of 50%, in the second cycle it has increased to 80.75 with a percentage of learning completeness of 100%. Based on these descriptions, it can be concluded that the picture and picture type of cooperative learning model can improve the writing skills of descriptive text in class VII B students of SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto. | |
| 27160 | 29650 | G2A017015 | THE EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF GANODERMA LUCIDUM ON TNF-α AND PGE2 LEVELS IN SPRAGUE DAWLEY RATS PERIODONTITIS MODEL | Latar Belakang: Periodontitis merupakan penyakit multifaktorial kronis yang terjadi pada jaringan periodontal. Periodontitis disebabkan oleh mikroorganisme seperti G-anaerob, yang dapat mempengaruhi jaringan periodontal untuk melepaskan berbagai mediator inflamasi seperti TNF-α dan PGE2 yang memainkan peran penting dalam progresivitas penyakit. Ganoderma lucidum merupakan bahan obat tradisional yang telah diketahui memiliki efek antiinflamasi terhadap berbagai macam penyakit. Kandungan senyawa aktif biologis G. lucidum, seperti triterpenoid dan senyawa fenolik diketahui dapat menurunkan inflamasi dengan berbagai jalur seperti menghambat reseptor TLR4 dan MyD88 yang diinduksi LPS, menghambat aktivitas NF-κB dan MAPK yang mensintesis TNF-α dan PGE2. Tujuan: Menguji/menganalisis bahwa ekstrak G.lucidum dapat menurunkan kadar TNF-α dan PGE2 pada tikus Sprague dawley model periodontitis serta menentukan dosis efektifnya. Metode: Penelitian ini menggunakan sampel berupa tikus Sprague dawley untuk 6 kelompok, yaitu 5 tikus kelompok K1 (kontrol sehat), 5 tikus kelompok K2 (kontrol negatif induksi periodontitis dan aquades), 5 tikus kelompok K3 (kontrol positif induksi periodontitis dan Doxycycline 0,27 mg/kg BB), 5 tikus kelompok P1 (periodontitis yang diberi ekstrak G. lucidum dosis 5 mg/kg BB), 5 tikus kelompok P2 (periodontitis yang diberi ekstrak G. lucidum dosis 10 mg/kg BB), 5 tikus kelompok P3 (periodontitis yang diberi ekstrak G. lucidum dosis 20 mg/kg BB). Induksi periodontitis dilakukan dengan injeksi bakteri Porphyromonas gingivalis pada intrasulkuler gingiva gigi insisivus RB bagian labial dengan dosis 0,2 mL standar 1 McFarland. Pemberian Doxycycline dan ekstrak G. lucidum dilakukan setelah tikus dikonfirmasi mengalami periodontitis yang ditandai dengan adanya resobsi tulang alveolar. Tikus kemudian diambil sampel pada jaringan gingiva dan diperiksa kadar TNF-α dan PGE2 menggunakan ELISA. Analisis data yang digunakan adalah One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil : Rerata kadar TNF-α dan PGE2 tertinggi pada kelompok K2 dan terendah pada kelompok K1. Uji one-way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kadar TNF-α dan PGE2 pada kelompok P3 terhadap K1. Kesimpulan : Ekstrak G. lucidum dapat menurunkan kadar TNF-α dan PGE2 pada tikus Sprague dawley model periodontitis dengan dosis efektif adalah 20 mg/kg BB. Kata kunci: Periodontitis, Ganoderma lucidum, Antiinflamasi, TNF-α, PGE2. | Background : Periodontitis is a chronic multifactorial disease of the periodontal tissue, caused by microorganisms such as G-anaerobes. It affects the tissues of teeth development, activates host defense cells and releases inflammatory mediators, such as TNF-α and PGE2, which cause damage to the periodontal tissue. Ganoderma lucidum is a traditional medicinal mushroom with anti-inflammatory effects against various diseases. Biologically, different levels of its active compositions, such as triterpenoids and phenolic compounds reduce inflammation with various pathways. Furthermore, the constituents inhibit TLR4, MyD88 receptors, and activities of NF-κB which synthesize TNF-α and PGE2. Aims : This study aims test / analyze that G.lucidum extract can reduce TNF-α and PGE2 levels in Sprague dawley rats in the periodontitis model and determine the effective dose. Methods : Random sampling for 6 groups was performed, K1 (healthy control), K2 (negative control), K3 (positive control with Doxycycline 0.27 mg/kg BW), P1 (G. lucidum extract dose 5 mg/kg BW), P2 (G. lucidum extract dose 10 mg/kg BW), and P3 (G. lucidum extract dose of 20 mg/kg BW). Periodontitis was induced by injection of bacteria Porphyromonas gingivalis with a 1 McFarland standard of 0.2 ml. Administration of Doxycycline and G. lucidum extracts were performed after the experimental animals were confirmed to have periodontitis for 7 days. Samples were taken from rat gingival tissue and the corresponding levels of TNF-α and PGE2 were examined using ELISA. Furthermore, data analysis was performed by One Way ANOVA with a confidence level of 95% (p <0.05). Result : The mean levels of TNF-α and PGE2 were the highest in the K2 group and the lowest in the K1 group. One-way ANOVA test showed that there was no significant difference in TNF-α and PGE2 levels in the P3 to K1 group. Conclusion : G. lucidum extract can reduce TNF-α and PGE2 levels in Sprague dawley rats with periodontitis models with an effective dose of 20 mg / kg BW. Keywords: Periodontitis, Ganoderma lucidum, Anti-inflammatory, TNF-α, PGE2. |