Home
Login.
Artikelilmiahs
30431
Update
WIRAJI SUTRIA BUDI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH TIPE PERSILANGAN ITIK TEGAL DAN MAGELANG TERHADAP FERTILITAS, KEMATIAN EMBRIO DAN DAYA TETAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Persilangan adalah kegiatan perkawinan antar individu atau kelompok berbeda genetik dengan tujuan mendapatkan genetik yang unggul dari tetuanya. Penelitian pengaruh tipe persilangan antara itik Tegal dan Magelang maupun sebaliknya bertujuan untuk mengkaji pengaruh tipe persilangan itik Tegal dan itik Magelang, ditinjau dari fertilitas, kematian embrio, dan daya tetas. Materi yang digunakan untuk penelitian ini adalah 80 ekor itik dengan rincian : 10 ekor itik Tegal jantan, 10 ekor itik Magelang jantan, 30 ekor itik Tegal betina dan 30 ekor itik Magelang betina. Umur itik enam bulan. Satu kandang perlakuan terdiri dari 5 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 1 ekor jantan dan 3 ekor betina. Ulangan dilakukan sebanyak 6 kali dengan melakukan penetasan. Penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat macam perlakuan yaitu: persilangan itik jantan Magelang dengan itik betina Magelang (P1), persilangan itik jantan Magelang dengan itik betina Tegal (P2), persilangan itik jantan Tegal dengan itik betina Magelang (P3), dan persilangan itik jantan Tegal dengan itik betina Tegal (P4). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata dan simpang baku P1 sampai P4 untuk variabel fertilitas berturut-turut adalah : 44,26±8,98%; 71,73±15,67%; 40,91±13,46%; 75,87±9,16%; sedangkan kematian embrio berturut-turut adalah : 41,15±23,20%; 29,98±19,91%; 24,31±5,93%; 38,92±22,13%, dan daya tetas berturut-turut adalah : 54,20±26,19%; 70,09±19,91%; 75,69±5,92%; 61,08±22,13%. Tipe persilangan itik Tegal dan Magelang maupun sebaliknya berpengaruh terhadap fertilitas telur itik, namun tidak mempengaruhi daya tetas dan total kematian embrio selama penetasan. Disimpulkan bahwa tipe persilangan P3 (persilangan itik jantan Tegal dengan itik betina Magelang) dan P2 (persilangan itik jantan Magelang dengan itik betina Tegal) menunjukkan performa terbaik dibandingkan dengan dua tipe persilangan lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Crossbreeding is the activity of marriage between individuals or groups of different genetically with the aim of getting superior genetics from their parents. Research on the influence of types of crossing between Tegal and Magelang ducks or reciprocal aims to examine the influence of types of crossing of Tegal ducks and Magelang ducks, in terms of fertility, embryo mortality, and hatchability. The material used for this study were 80 ducks with details: 10 male Tegal ducks, 10 male Magelang ducks, 30 female Tegal ducks and 30 female Magelang ducks. Duckling is six months old. One treatment enclosure consists of 5 experimental units. One unit of the experiment consisted of 1 male and 3 female. Repetition is done 6 times by hatching. Experimental research using completely randomized design (CRD) with four kinds of treatments, namely: crossing of Magelang male ducks with Magelang female ducks (P1), Magelang male ducks with Tegal female ducks (P2), Tegal male ducks with Magelang female ducks (P3), and crossing Tegal male ducks with Tegal female ducks (P4). The result mean and standard deviations of P1 through P4 for successive fertility variables are: 44.26±8.98%; 71.73±15.67%; 40.91±13.46%; 75.87±9.16%; whereas consecutive embryonic deaths were: 41.15±23.20%; 29.98±19.91%; 24.31±5.93%; 38.92±22.13,. and hatchability respectively: 54.20±26.19%; 70.09±19.91%; 75.69±5.92%; 61.08±22.13%. Type of Tegal and Magelang duck crossing and reciprocal have a significant effect on fertility and does not significantly affect embryo mortality and hatchability.Conclusion, the P3 crossing type (Tegal male ducks crossing with Magelang female ducks) and P2 (Magelang male ducks crossing with Tegal female ducks) showing best performance, compared to the other two crossing types.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save