Artikelilmiahs

Menampilkan 27.121-27.140 dari 50.201 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2712130474H1A016016AUDIT ENERGI LISTRIK UNTUK MENGETAHUI PELUANG EFISIENSI
PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK DI GEDUNG PERKULIAHAN FAKULTAS
TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Seiring perkembangan zaman, diiringi dengan pertumbuhan industri Indonesia yang semakin canggih, yang
hampir semuanya menggunakan alat-alat elektronik dan membutuhkan energi listrik. Untuk itu harus dilakukan
penghematan konsumsi energi, baik itu untuk rumah tinggal, industri, atau instansi agar efisien, dengan metode
konservasi energi dan melakukan audit energi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit energi listrik di Gedung
Perkuliahan Fakultas Teknik Universita Jenderal Soedirman. Metode audit energi yang dilakukan pada penelitian ini
merupakan metode audit energi awal, yang mana meliputi pengumpulan data energi bangunan gedung dengan data
historis pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan menghitung besarnya
Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung. Dari hasil penelitian ini di dapatkan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE)
sebesar 82,2kWh/m²/tahun atau 6,85kWh/m²/bulan, yang mana tergolong pada gedung ber -AC sangat efisien. Beban
yang paling mengkonsumsi energi listrik di Gedung Perkuliahan Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedir man yaitu
beban sistem pendingin yaitu sbesar 78,007kWh, beban pencahayaan mengkonsumsi energi sebesar 10,356kWh, dan
beban peralatan listrik lainnya yang menunjang aktivitas gedung mengkonsumsi energi listrik sebesar 9,243kWh. Untuk
hasil sistem pencahayaan, dari aspek intensitas cahaya pada Gedung Perkuliahan Fakultas Teknik Uni versitas Jenderal
Soedir man masih kurang dari standar SNI 6197-2011 sehingga dapat mengganggu tingkat kenyamanan saat belajar
mengajar, dan dari aspek konsumsi daya rata-rata ruangan masih di bawah standar SNI 03-6575-2001, sehingga
memungkinkan untuk penambahan titik lampu pada setiap ruangan. Untuk sistem tata udara atau HVAC, menurut
perhitungan COP dan EER, AC yang terpasang sudah tergolong dalam kriteria AC hemat energi. Untuk kebutuhan
BTU/h pada setiap ruangan berdasarkan luas ruangan masih ada beberapa ruangan yang perlu penambahan dan
pengurangan spesi fikasi PK
As the era progressed, accompanied by the increasingly sophisticated growth of Indonesian industry, almost
all of them used electronic devices and needed electrical energy. Therefore, energy consumption savings must be made,
be it for residential, industrial, or agency to be ef ficient, by energy conservation methods and conducting energy audits.
This research aims to conduct an audit of electrical energy in the Lecture Hall of the Faculty of Engineering Universita
Jenderal Sudirman. The energy audit method carried out in this st udy is the initial energy audit method, which includes
collecting building energy data with historical data on the monthly electricity account payment of buildings over the
past year and calculating the amount of Energy Consumption Intensity (IKE) of buildings. From the results of this
study, the value of Energy Consumption Intensity (IKE) of 82.2kWh/m²/year or 6.85kWh/m²/month, which is classified
in air-conditioned buildings is very efficient. The most consuming load of electrical energy in the Faculty of
Engineering Building of Universitas Jenderal Sudirman is the cooling system load of 78,007kWh, the lighting load
consumes 10,356kWh of energy, and other electrical equipment loads that support the building's activities consume
9,243kWh of electrical energy. For the results of the lighting system, from the light intensity aspect in the Lecture
Building of the Faculty of Engineering Universitas Jenderal Sudirman is still less than the standard SNI 6197 -2011 so
that it can interfere with the level of comfort while studying teaching, and from the aspect of the average power
consumption of the room is still below the standard SNI 03-6575-2001, making it possible to add light points in each
room. For air system or HVAC, according to COP and EER calculations, inst alled air conditioning is already classified
in energy efficient air conditioning criteria. For the needs of BTU/h in each room based on the area of the room there
are still some rooms that need the addition and reduction of pk specifications.
2712230473A1A016040Analisis Rantai Nilai (Value Chain Analysis) Komoditas Kubis di Kecamatan Sirampog Kabupaten BrebesKubis merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dihasilkan di Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Penghasil sayuran utama berada di daerah dataran tinggi di antaranya adalah Desa Batursari, Desa Dawuhan, Desa Igirklanceng, Desa Sridadi, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui rantai nilai kubis menggunakan analisis rantai nilai kuantitatif (analisis biaya dan margin), 2) Mengetahui pemetaan rantai nilai kubis menggunakan metode pemetaan rantai nilai, dan 3) Mengetahui strategi penguatan produksi komoditas kubis menggunakan in-depth interview dengan key-person. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2020. Penelitian ini dilakukan dengan ukuran sampel sebesar 69 responden petani kubis ditentukan dengan metode simple random sampling, 5 responden pedagang antar daerah dan 5 responden pedagang pengecer ditentukan dengan metode snowball sampling. Responden petani yang dituju adalah petani kubis di tiga desa di Kecamatan Sirampog yaitu petani kubis di Desa Batursari, Desa Dawuhan, dan Desa Igirklanceng. Metode analisis yang digunakan adalah analisis rantai nilai secara kuantitatif yaitu analisis biaya dan margin, dan analisis rantai nilai secara umum yaitu pemetaan rantai nilai. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Petani mendapatkan laba per kilogram kubis sebesar Rp1.145,00; pedagang antar daerah sebesar Rp1.480,00 dan pedagang pengecer sebesar Rp2.620,00. Margin per kilogram pedagang antar daerah sebesar Rp2.136,00 dan pedagang pengecer sebesar Rp4.000,00. 2) Alur rantai nilai kubis di Kecamatan Sirampog terbagi menjadi dua yaitu: petani  Pedagang antar daerah  pedagang pengecer  Konsumen; dan petani pedagang pengecer  Konsumen. Proses inti dalam rantai nilai kubis adalah penyediaan input atau sarana produksi, pembibitan, penanaman, pengumpulan dan penjualan eceran. Sedangkan pelaku utama dalam rantai nilai kubis di Kecamatan Sirampog adalah penyedia input atau sarana produksi, petani, pedagang antar daerah, dan pedagang pengecer, dan 3) Strategi penguatan produksi kubis diantaranya adalah diversifikasi produk, penanggulangan penyakit pada kubis, dan peningkatan peran penyuluh pertanian lapang. Cabbage is a vegetable commodity that is widely produced in Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Central Java. The main producers of vegetables in the highland include Batursari Village, Dawuhan Village, Igirklanceng Village, Sridadi Village, and others. The aim of this study is to: 1) Understand the cabbage value chain using quantitative value chain analysis (cost and margin analysis), 2) Find out the cabbage value chain mapping using the value chain mapping method, and 3) Identify the strategy to strengthen cabbage commodity production using in-depth interviews with the key person. This research was conducted from March to May 2020. This research was conducted with a sample size of 69 cabbage farmer respondents who were selected by simple random sampling, 5 respondents from inter-regional traders and 5 respondents to retailers using snowball sampling. The targeted farmer respondents were cabbage farmers in three villages in Sirampog District, namely cabbage farmers in Batursari Village, Dawuhan Village, and Igirklanceng Village. The analytical method used is quantitative value chain analysis, namely, cost and margin analysis, and value chain analysis in general, namely value chain mapping. The results showed that: 1) Farmers got a profit per kilogram of cabbage of Rp1.145,00; inter-regional traders Rp. 1.480,00 and retailers Rp. 2.620,00. Margin per kilogram of inter-regional traders Rp. 2.136,00 and retailers Rp. 4.000,00. 2) The flow of the cabbage value chain in Sirampog District is divided into two, namely: Farmers  Inter region trader  Retailers  Consumers; and Farmers  Retailers  Consumers. The core process in the cabbage value chain is the provision of inputs or means of production, seeding, planting, collection and retail sales. Meanwhile, the main actors in the cabbage value chain in Sirampog District are input providers or production facilities, farmers, inter-regional traders, and retailers, and 3) Strategies for strengthening cabbage production include product diversification, prevention of diseases in cabbage, and increasing the role of field agricultural extension agents.
2712330472I1E016027HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI, KELENTUKAN TOGOK,
DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KECEPATAN
PUKULAN GYAKU TSUKI DOJO SMAN 1 SOKARAJA
Latar Belakang: Olahraga beladiri karate memiliki beberapa teknik pukulan
serangan, salah satunya gyaku tsuki yang membutuhkan beberapa komponen fisik
sebagai penunjang keberhasilan melakukan pukulan gyaku tsuki. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, kelentukan togok,
dan kekuatan otot lengan dengan kecepatan pukulan gyaku tsuki.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, bertujuan untuk
mencari hubungan antara variabel bebas panjang tungkai, kelentukan togok, dan
kekuatan otot lengan dengan variabel terikat kecepatan pukulan gyaku tsuki.
Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 karateka Dojo SMAN 1 Sokaraja. Teknik
analisis data menggunakan uji korelasi product moment dan regresi berganda.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai koefisien
korelasi hubungan panjang tungkai dengan kecepatan pukulan gyaku tsuki sebesar
0,413. Koefisien korelasi kelentukan togok dengan kecepatan pukulan gyaku tsuki
sebesar 0,832. Koefisien korelasi kekuatan otot lengan dengan kecepatan pukulan
gyaku tsuki sebesar 0,431. Sedangkan hasil dari f hitung > f tabel (20,733 > 3,32)
dengan nilai probabilitas sebesar 0,000.
Kesimpulan: Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan
yang signifikan antara panjang tungkai, kelentukan togok, dan kekuatan otot
lengan dengan kecepatan pukulan gyaku tsuki.
t
THE RELATIONSHIP BETWEEN LIMB LENGTH, WAIST FLEXIBILITY
AND ARM MUSCLE STRENGTH WITH A GYAKU TSUKI
PUNCH SPEED IN SOKARAJA 1 SENIOR HIGH SCHOOL
Background: Karate martial arts sports have several attack punch techniques,
one of which is gyaku tsuki which requires some physical components to support
the success of doing gyaku tsuki punches. The study aims to find out the
relationship between limb lengt, waist flexibility, and arm muscle strength with a
gyaku tsuki punch speed.
Methodology: This study is a correlational study, aiming to find a relationship
between free variable length of the limbs, flexibility of the waist, and arm muscle
strength with variables bound to the speed of the blow gyaku tsuki. The sample in
this study amounted to 30 karateka Dojo SMAN 1 Sokaraja. Data analysis
technique using product moment correlation test and multiple regression.
The results of the study: Based on the results of the data analysis, the coefficient
of correlation value of the length of the limbs with gyaku tsuki punch speed of
0.413. The correlation coefficient of waist flexibility with gyaku tsuki punch speed
of 0.832. The coefficient of arm muscle strength correlation with gyaku tsuki
punch speed is 0.431. While the result of f calculates > f table (20,733 > 3.32)
with a probability value of 0.000.
Conclusion: From the results of the analysis the data shows that there is a
significant relationship between the length of the limbs, the flexibility of the waist,
and the strength of the arm muscles with the speed of the blow gyaku tsuki.
Keywords: Karate, physical component, Gyaku Tsuki
2712430476H1A016012Identifikasi Tingkat Kematangan Tomat
Menggunakan Pengolahan Citra Berwarna
Dan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
Tomat merupakan salah satu komoditas penting untuk pasar dalam negeri. Luasnya pemanfaatan komoditas tomat menjadikan permintaan pasar sangat tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing ditengah pangsa pasar yang tinggi adalah pemutuan produk. Pemutuan tomat ditentukan salah satunya berdasarkan dengan tingkat ketuaan atau tingkat kematangan.
Untuk mengurangi kemungkinan adanya pembusukan buah tomat dan menurunnya mutu tomat, maka harus dilakukan identifikasi tingkat kematangan buah secara akurat. Hal tersebut dapat diatasi dengan membuat sistem untuk mengidentifikasi tingkat kematangan tomat. Data yang digunakan adalah data primer, yang berupa gambar tomat mentah sebanyak 50, tomat setengah matang sebanyak 50 dan tomat matang sebanyak 50. Variabel yang digunakan untuk identifikasi kematangan tomat adalah nilai hasil pengolahan citra berwarna dengan menggunakan filter warna HSV berupa nilai rata-rata warna red, green dan yellow yang kemudian akan diolah menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dengan 3 keluaran yaitu mentah, setengah matang dan matang. Identifikasi tingkat kematangan tomat menggunakan variabel mean RGY menghasilkan nilai akurasi sebesar 100 % dan nilai error sebesar 0 % dengan rata-rata waktu pengujian 10 detik dari 45 kali pengujian secara real time menggunakan webcam.
Tomatoes are one of the important commodities for the domestic market. The wide utilization of tomato commodities makes the market demand is very high. One of the efforts to increase competitiveness in high market share is product grading. Tomatoes grading based on aging or maturity level.
To reduce the possibility of decay of tomatoes and the declining quality of tomatoes, an accurate level of fruit maturity must be identified. This can be overcome by creating a system to identify the level of tomato maturity. The data used are primary data, in the form of 50 unripe tomatoes, 50 half ripe tomatoes and 50 ripe tomatoes. The variables used to identify tomato maturity are the values of the color image processing using HSV color filters in the form of mean red, green and yellow, then be processed using Backpropagation Artificial Neural Network with 3 outputs that is unripe, half ripe and ripe. Identification of tomato maturity levels using mean RGY variabel produces an accuracy value 100 % and error value 0 % with an average test time 10 seconds from 45 real time test using a webcam.
2712530477I1E016040MANAJEMEN PEMBINAAN ANAK USIA 10-12 TAHUN DI KLUB BULUTANGKIS SE-PURWOKERTOAbstrak
MANAJEMEN PEMBINAAN ANAK USIA 10-12 TAHUN
DI KLUB BULUTANGKIS SE-PURWOKERTO
M. Nor Fitriady1, Indra Jati Kusuma2, Topo Suhartoyo3
Latar Belakang : Bulutangkis merupakan olahraga permainan yang banyak diminati di kabupaten Banyumas, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pemain yang tembus pelatnas dari waktu ke waktu, namun setelah Tantowi Ahmad belum ada lagi pemain Banyumas yang dapat bersinar di kejuaraan bulutangkis level nasional dan internasional. Manajemen merupakan sebuah unsur penting didalam sebuah proses pembinaan didalam sebuah klub bulutangkis. Penelitian ini akan menganalisis unsur perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan evaluasi pembinaan anak usia 10-12 tahun yang dilakukan klub bulutangkis untuk mengetahui proses penerapan manajemen klub dalam pembinaan bulutangkis yang dilakukan.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif, sedangkan untuk pengambilan data dilakukan di PB. Kartika, PB. Delta, PB. Gelora dan PB. Candra Wijaya Rajawali Purwokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk pemilik, pelatih dan pengurus PBSI, sedangkan untuk atlet usia 10-12 tahun snowball sampling. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik Trianggulasi Data. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman.
Hasil penelitian : Klub bulutangkis yang menjadi subjek penelitian sudah melakukan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi namun dilakukan dengan sederhana, belum disusun secara sistematis dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen dalam olahraga. Kualitas dalam pembinaan tidak tergantung pada pelatih saja melainkan oleh banyak faktor. Oleh karena itu, semua faktor dapat meningkatkan kualitas pembinaan menjadi lebih efektif dan secara tetap diperbaiki, seperti manjerial klub, fasilitas dan kemampuan atlet.
Kesimpulan : Penerapan manajemen pada klub bulutangkis yang menjadi subjek penelitian baik dalam perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi dilakukan dengan cara sederhana.
Abstract
MANAGEMENT OF COACHING CHILDREN AGED 10-12 YEARS OLD IN BADMINTON CLUBS ENTIRE PURWOKERTO
M. Nor Fitriady1, Indra Jati Kusuma2, Topo Suhartoyo3
Background : Badminton has great demand in Banyumas district. This can be seen from the amount of players who have penetrated the national level from time to time. But since Tantowi Ahmad, there are no Banyumas players who can shine in various national and international badminton championships. Management is an important element on coaching process in a badminton club, this is because the management function can simplify the activities to be carried out. This study will analyze the management of coaching children aged 10-12 years old by badminton clubs to determine the process of implementing club management in badminton coaching.
Methodology : This study using qualitative methods, while data collection were carried out in PB. Kartika, PB. Delta, PB. Gelora and PB. Candra Wijaya Rajawali Purwokerto. Data collection techniques used observation, interview, and documentation techniques. The sampling technique used in this study was purposive sampling for PBSI owners, coaches and administrators, while for athletes aged 10-12 years snowball sampling. The data validity test was done by using the Data Triangulation technique. Data analysis used the Miles and Huberman analysis model.
Results : Badminton clubs have carried out planning, organizing, monitoring, and evaluation activities but they are carried out in a simple manner, but have not been systematically structured using management principles in sports. The quality of coaching does not depend on the coach alone but by many factors. Therefore, all factors can improve the quality of coaching to be more effective and be constantly improved, such as club managerial, facilities and athletes' abilities.
Conclusion : The application of management in badminton clubs which is the subject of research in planning, organizing, monitoring, and evaluating is done in a simple way.
2712630480C1A016103Strategi Pengembangan Pariwisata Halal di Kabupaten Banyumas Pendekatan: Analytical Network ProcessPenelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan pariwisata halal di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul: “Strategi Pengembangan Pariwisata Halal di Kabupaten Banyumas Pendekatan: Analytical Network Process".Strategi ditentukan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan skala prioritas dari masing-masing cluster yang berisi kriteria dan alternatif yang ada. Metode ini digunakan dalam bentuk penyelesaian dengan pertimbangan atas penyesuaian kompleksitas masalah dengan penguraian sintesis disertai adanya skala prioritas yang menghasilkan pengaruh prioritas terbesar. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 9 orang dengan pertimbangan berkompeten sesuai dengan kriteria dan mewakili keseluruhan populasi. Dari kesembilan responden tersebut dipilih oleh 6 informan kunci untuk diwawancarai secara mendalam. Responden yang dipilih dalam survei penelitian ini dibagi menjadi 4 kelompok yaitu praktisi, akademisi, pemerintah dan lembaga non pemerintah. Kabupaten Banyumas sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata halal. Dengan diterapkannya pariwisata baru yaitu pariwisata halal dengan produk jasa dan layanan yang semakin baik dan berkualitas ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di Kabupaten Banyumas melalui peningkatan minat dan kunjungan wisatawan. Untuk itu diperlukan adanya sebuah strategi untuk mengembangkan pariwisata halal di Kabupaten Banyumas agar potensi yang dimiliki bisa dikembangkan secara optimal. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu terdapat enam aspek yang mempengaruhi pengembangan pariwisata halal di Kabupaten Banyumas diantaranya aspek atraksi, aspek amenitas, aspek aksesibilitas, aspek SDM, aspek kelembagaan dan aspek pemasaran. Strategi menyusun rencana induk pengembangan pariwisata halal menjadi strategi utama yang tepat dalam pengembangan pariwisata halal di Kabupaten Banyumas. Strategi ditentukan sesuai dengan hasil dari keseluruhan masing-masing prioritas aspek, masalah dan solusi yang ada.This study aims to determine a strategy for developing halal tourism in Banyumas Regency. This study takes the title: "Halal Tourism Development Strategy in Banyumas Regency: Approach: Analytical Network Process". The strategy is determined using the Analytical Network Process (ANP) method to determine the priority scale of each cluster that contains existing criteria and alternatives. This method is used in the form of solving with consideration of the complexity of the problem by decomposing the priority scale synthesis that produces the greatest effect. The number of respondents in this study were 9 people with competent considerations, according to the criteria and representing the entire population. Of the nine respondents are represented by 6 key information for in-depth interviews. Respondents selected in this study were divided into 4 groups, namely academics, government and non-government organizations. Banyumas Regency has the potential to be a halal tourist destination. With the implementation of new tourism, namely halal tourism with better and better quality products and services, it is hoped that it can improve the economy in Banyumas Regency by increasing tourist interest and visits. For this reason, a strategy is needed to develop halal tourism in Banyumas Regency so that its potential can be developed optimally. The results obtained from this research are six aspects affect the development of tourism in Banyumas Regency, namely aspects of attractions, aspects of amenities, aspects of accessibility, aspects of human resources, aspects of institutions, and aspects of marketing. The strategy of compiling a master plan for halal tourism development is the right main strategy in developing halal tourism in Banyumas Regency. The strategy is determined by the overall results of each of the priority aspects, problems, and existing solutions.
2712730479H1A016041RANCANG BANGUN SISTEM JARINGAN SENSOR NIRKABEL DENGAN TOPOLOGI MESH UNTUK DETEKSI PERGERAKAN MENGGUNAKAN ESP 8266 Bencana alam merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang banyak terdapat gunung, menyebabkan sering terjadinya bencana alam yang terjadi, salah satunya adalah bencana tanah bergerak. Tanah yang bergerak secara tiba-tiba seringkali menimbulkan korban jiwa pada penduduk disekitar area terjadinya bencana.
Pada penelitian ini penulis menggunakan tiga sensor MPU6050 yang masing-masing terhubung ke NodeMCU. Ketiga NodeMCU tersebut akan terhubung secara mesh, lalu kemudian mengirimkan data ke pengguna. Data akan menunjukkan bahwa pergerakan tanah dapat menimbulkan bencana atau tidak.
Hasil yang didapat pada penelitian yaitu rata-rata perpindahan alat di bidang miring 1.35 meter adalah 1.16 meter. Untuk rata-rata perpindahan alat di bidang datar 1 meter, sumbu x sebesar 0.875 meter, sumbu y sebesar 0.84 meter dan sumbu z sebesar 0.939 meter. Untuk rata-rata perpindahan alat di bidang datar 2 meter, sumbu x sebesar 1.89 meter, sumbu y sebesar 1.93 meter dan sumbu z sebesar 1.95 meter. Untuk pengujian jaringan mesh, waktu rata-rata pengiriman pesan adalah 1.865 detik. Waktu rata-rata transfer data 2 node jarak dekat adalah 0.136 detik. Waktu rata-rata transfer data 3 node jarak dekat adalah 0.143 detik. Waktu rata-rata transfer data 3 node jarak dekat bentuk segitiga adalah 0.197 detik. Waktu rata-rata transfer data 2 node jarak jauh adalah 0.09 detik. Waktu rata-rata transfer data 3 node jarak jauh adalah 0.317 detik. Waktu rata-rata transfer data 3 node jarak jauh bentuk segitiga adalah 0.299 detik.
Natural disasters are common in Indonesia. The geographical condition of Indonesia, which has many mountains, causes frequent natural disasters, one of which is a mobile land disaster. Land that moves suddenly often causes casualties to residents around the disaster area.
In this study the authors used three MPU6050 sensors, each of which was connected to NodeMCU. The three NodeMCUs will be meshed and then send data to the user. The data will indicate that ground movement can cause disaster or not.
The results obtained in this study are the average node displacement on an inclined plane of 1.35 meter is 1.16 meter. For the average node displacement on a 1-meter-flat plane are, the x-axis is 0.875 m, the y-axis is 0.84 m and the z-axis is 0.939 m. For the average node displacement on a 2-meter-flat plane are, the x-axis is 1.89 m, the y-axis is 1.93 m and the z-axis is 1.95 m. For the mesh network test, the average message sending time is 1.865 seconds. The average data transfer time of 2 close-range nodes is 0.136 seconds. The average data transfer time for 3 close-range nodes is 0.143 seconds. The average data transfer time for the 3 close-range nodes with triangular connection is 0.197 seconds. The average data transfer time of 2 long-distance nodes is 0.09 seconds. The average data transfer time for 3 long-distance nodes is 0.317 seconds. The average data transfer time for 3 long-distance nodes with triangular connection is 0.299 seconds.
2712830481H1A015015CONTINUOUS DEPLOYMENT MENGGUNAKAN SD CARD UNTUK UPDATE FIRMWARE PADA SISTEM EMBEDDED BERBASIS ESP32Di era modern saat ini perkembangan rekayasa perangkat lunak sudah sangat pesat terutama dalam model pengembangan perangkat lunak. Saat ini telah lahir model pengembangan perangkat lunak DevOps. DevOps merupakan topik hangat dalam kancah penelitian internasional. DevOps tidak hanya dapat diterapkan dalam pengembangan sistem perangkat lunak, namun dapat diterapkan pula di dalam pengembangan sistem embedded. Pengembangan sistem embedded menggunakan pendekatan DevOps memberikan berbagai keuntungan seperti keberlanjutan dan kecepatan membuat produk sesuai dengan permintaan pengguna, pengguna dapat memberikan masukan kebutuhan baru melalui infrastruktur pengoperasian yang di definisikan, tanpa intervensi pada lingkungan pengembangan, komunikasi antar pengembang dapat dituangkan secara tersistem melalui infrastruktur DevOps. Dengan menerapkan metode DevOps di dalam pengembangan sistem embedded pengembang dapat melakukan proses build, test dan release perangkat lunak sistem embedded lebih cepat dan lebih handal.
Infrastruktur DevOps ini menggunakan mikrokotroler ESP32, metode update firmware via SD Card dengan keamanan enkripsi AES 256-Bit, verifikasi hash SHA-256, PlatformIO sebagai compiler dan editor, Travis CI yang digunakan untuk proses build dan deployment, dan GitHub sebagai repository sistem dan release product. Komponen-komponen tersebut di konfigurasi sehingga dapat terintegrasi dengan baik.
Sistem embedded yang dipilih untuk dikembangkan dengan infrastruktur DevOps ini adalah perangkat home automation smart plug yang digunakan untuk pengontrolan perangkat listrik rumah dan monitoring penggunaan energi. Setelah dilakukan pengujian terhadap kinerja sistem didapatkan hasil waktu rata-rata update firmware 139.004 detik, change failure rate sebesar 13.25%, dan feature usage sebesar 100% sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa proses dekripsi AES 256-Bit dan verifikasi hash SHA-256 pada firmware dapat berjalan dengan baik dan proses update dapat berjalan. Proses build, deployment, dan relase product berjalan secara otomatis sehingga memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengembangan sistem embedded yang kolaboratif dan integratif.
In the modern era, the development of software engineering is very rapid, especially in the software development model. At this time, the DevOps software development model was born. DevOps is a hot topic in the international research scene. DevOps can not only be applied in software system development, but can also be applied in embedded systems development. Embedded system development using the DevOps approach provides various advantages such as sustainability and speed of making products according to user demands, users can enter new needs through a defined operating infrastructure, without intervention in the development environment, communication between developers can be systematically streamed through the DevOps infrastructure. By implementing the DevOps method in developing embedded systems, developers can build, test and release embedded system software faster and more reliably.
This DevOps infrastructure uses ESP32 microcontroller, firmware update via SD Card with AES 256-Bit encryption security, SHA-256 hash verification, Platformio as a compiler and editor, Travis CI used for build and deployment processes, and GitHub as a system repository and release product. These components are configured so that they can be well integrated.
The embedded system chosen to be developed with this DevOps infrastructure is a smart plug home automation device that is used for controlling home electrical devices and monitoring energy use. After testing the system performance, the results obtained an average firmware update time of 139.004 seconds, a change failure rate of 13.25%, and feature usage of 100% so that it can be concluded that the AES 256-Bit decryption process and SHA-256 hash verification on the firmware can went well and the update process can run. The build, deployment, and product relation processes run automatically so that they have a very significant impact on the development of collaborative and integrative embedded systems.
2712930482J0A017028MENERJEMAHKAN BOOKLET “WEST JAVA CALENDAR OF EVENT 2020” DITERBITKAN OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN PROVINSI JAWA BARATLaporan Praktik Kerja ini disusun berdasarkan praktik kerja yang telah dilaksanakan pada 17 Februari 2020 – 17 Maret 2020 di Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar) di Bandung, Jawa Barat. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan teks deskripsi dalam booklet yang berjudul “West Java Calendar of Event 2020” dari bahasa indonesia ke bahasa inggris.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat atau Disparbud Jabar melalui program SIRARU (Sistem Informasi Pariwisata Terpadu) dari Bidang Pemasarannya berupaya membuat sebuah marketing tool yang efektif dan memiliki efek berganda yang sangat besar. Maka dari itu, dengan branding pariwisatanya “Smiling West Java” mempersembahkan COE 2020 (Calendar of Event 2020) sebagai salah satu program dari fungsi Mobile Advetisement and Event Promotion, yaitu Promosi Nusantara dan Promosi Mancanegara. Menyadari COE 2020 itu masih dalam bentuk booklet berbahasa Indonesia, maka penulis berinisiatif untuk menerjemahkan booklet tersebut ke bahasa Inggris.
Menurut Weber (1984), dalam melakukan penerjemahan harus betul-betul cermat dalam makna, mengandung semua nuansa makna teks asli dan harus ditulis dalam bahasa yang jelas serta enak dibaca, sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca. Oleh karena itu aspek tanda baca, ejaan, dan tata bahasa tidak boleh salah. Selain itu penerjemah hendaknya memiliki kamus-kamus dan bahan-bahan rujukan dalam kedua bahasa yang digunakan. Istilah penerjemahan menggunakan bahasa tulis dan istilah interpretasi menggunakan penerjemahan bahasa lisan. Orang yang menerjemahkan bahasa tulis disebut translator (penerjemah) dan orang yang menerjemahkan bahasa lisan disebut interpreter.
Kesimpulan dari praktik kerja ini, penulis mendapatkan berbagai pengalaman serta pengetahuan baru tentang penerjemahan, khususnya dalam menerjemahkan buku booklet milik Disparbud Jabar. Selain itu, penggunaan solusi yang tepat dapat memudahkan penulis untuk menghadapi kendala - kendala yang dihadapi dalam proses penerjemahan.
This Job Training report is compiled based on job training that have been implemented on February 17, 2020 - March 17, 2020 at The Department of Tourism and Culture of West Java Province (Disparbud Jabar) in Bandung, West Java. The purpose of thisjob training is to translate the descriptive text in the booklet entitled "West Java Calendar of Event 2020" from Indonesian to English.
The Department of Tourism And Culture, Province of West Java or Disparbud Jabar through SIRARU program (Integrated Tourist Information System) of Field Marketing is working to create an effective marketing tool and has a huge multiplier effect. Therefore, the tourism branding "Smiling West Java" offered COE 2020 (Calendar of Events 2020) as one of the programs of the functions Mobile advetisement and Event Promotion, the Promotion Archipelago and Promotion Abroad. Realizing that the 2020 COE is still in the form of a booklet in Indonesian, the writer took the initiative to translate the booklet into English. According to Weber (1984), to do the translation must be really careful in meaning, contains all the shades of meaning of the original text and should be written in language that is clear and easy to read, so it can easily be understood by the reader. Therefore aspects of punctuation, spelling and grammar should not be wrong. Besides translator should have dictionaries and reference materials in both languages were used. Term use of written language translation and interpretation term use of oral language interpretation. People who translate written language is called translator and people who translate oral language is called interpreter.
The conclusion of this job training, the writer gain various experiences and new knowledge about translation, especially in translating booklet belonging to Disparbud Jabar. In addition, the use of the right solutions can make it easier for the writer to face the obstacles faced in the translation process.
2713030483C1B016068PENGARUH FINANCIAL KNOWLEDGE, PARENTS’ FINANCIAL TEACHING, EXTERNAL LOCUS OF CONTROL, DAN SELF CONTROL TERHADAP FINANCIAL BEHAVIOR
(Studi Pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial knowledge, parents’ financial teaching, external locus of control, dan self control terhadap financial behavior. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, dengan sampel penelitian sebanyak 392 responden, yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dianalisis menggunakan metode analisis Structural Equation Model (SEM). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel financial knowledge berpengaruh secara positif terhadap variabel financial behavior, variabel parents’ financial teaching berpengaruh secara positif terhadap variabel financial behavior, variabel external locus of control berpengaruh secara positif terhadap variabel financial behavior, dan variabel self control berpengaruh secara positif terhadap variabel financial behavior. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi financial behavior sehingga dapat memberikan implikasi kepada peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan permasalahan yang sama.This study aims to see the effect of financial knowledge, parent's financial teaching, external locus of control, and self-control on financial behavior. The population in this study were students of Jenderal Soedirman University, with a research sample of 392 respondents, who were taken using a purposive sampling method. This research is a quantitative research which is analyzed using the analysis method of Structural Equation Model (SEM). Based on the results of the study, it shows that the variable financial knowledge has a positive effect on the financial behavior variable, the parent's financial teaching variable has a positive effect on the financial behavior variable, the external locus variable has a positive effect on the financial behavior variable, and the self-control variable has a positive effect on the financial behavior variable. The results of this study can provide evidence about the factors that influence financial behavior so that it can have implications for future researchers who will conduct research with the same problem.
2713130503I1E015042HUBUNGAN ANTARA PANJANG TUNGKAI DAN KELINCAHAN
DENGAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA SMP NEGERI 2 NUSAWUNGU
Latar Belakang:Kemampuan menggiring bola dipengaruhi oleh kondisi fisik diantaranya panjang tungkai dan kelincahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai dan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola pada siswa putra ekstrakurikuler sepak bolaSMP Negeri 2 Nusawungu.

Metodologi:Penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian korelasional adalah tipe penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan korelasional antara dua variabel atau lebih. Instrumen penelitian korelasi ini adalah alat meteran untuk mengukur panjang tungkai, shuttle run test untuk mengukur kelincahan, dan soccer dribble test untuk mengukur kemampuan mengging bola. Penelitian ini menggunakan subjek siswa ekstrakurikuler sepak bola putra SMP Negeri 2 Nusawungu yang berjumlah 30 orang. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, linearitas, dan pengujian hipotesis menggunakan rumus korelasi pearson product moment.

Hasil Penelitian: Terdapat hubungan panjang tungkai (X1) dengan kemampuan menggiring bola (Y) sebesar 0,417, terdapat hubungan kelincahan (X2) dengan kemampuan menggiring bola (Y) sebesar 0,387, dan terdapat hubungan panjang tungkai, kelincahan secara bersama-sama (X1X2) dengan kemampuan menggiring bola (Y) sebesar 0,506.

Kesimpulan:Terdapat hubungan panjang tungkai dengan kemampuan menggiring bola artinya semakin panjang ukuran tungkai maka semakin baikkemampuan menggiring bola. Terdapat hubungan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola artinya semakin baik kelincahan maka semakin baik kemampuan menggiring bola. Terdapat hubungan panjang tungkai dan kelincahan secara bersama-sama artinya semakin baik anthropometri dan kondisi fisik seperti panjang tungkai dan kelincahan maka semakin baik kemampuan menggiring bola.

Kata Kunci:Panjang Tungkai, Kelincahan, Kemampuan menggiring bola.

ABSTRACT

Background:The ability to dribble is influenced by physical conditions including limb length and agility. This study aims to determine the correlation between the limb length and agility with dribbling ability in male football extracurricular students of State 2 Nusawungu Junior High School.

Methodology:This research is correlation research. Correlation research is a type of research with the characteristics of the problem of correlational relationships between two or more variables. This correlation research instrument is a meter to measure the limb length, a shuttle run test to measure agility, and a soccer dribble test to measure ability dribbling. This research uses the subject of football etracurricular male students of State 2 Nusawungu Junior High School, amounting to 30 people. Data analysis techniques using the test for normality, linearity, and hypothesis testing using the Pearson Product Moment correlation formula.

Results:There is a correlation of limb length (X1) with dribbling ability (Y) of 0,417, there is correlation of agility (X2) with dribbling ability (Y) of 0,387, and there was a correlation limb length and agility (X1X2) with dribbling ability (Y) of 0,506.

Conclusion:There is a correlation between limb length with dribbling ability, which means that the longer the leg size, the better dribbling ability. There is correlation between agility with dribbling ability, which means that the better agility, the better dribbling ability. There is a correlation between limb length and agilitywith dribbling ability, which means that the better anthropometry and physical conditions such as limb length and agility, the better dribbling ability.

Keyword:limb length, agility, dribbling ability
2713230486I1E016001Hubungan Status Gizi dan Kemampuan Motorik dengan Kebugaran Jasmani Siswa Kelas VII MTs Muhammadiyah 06 PurbalinggaLatar Belakang : Kebugaran jasmani pada fase remaja awal penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kebugaran jasmani dipengaruhi oleh status gizi dan kemampuan motorik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan kemampuan motorik dengan kebugaran jasmani siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 06 Purbalingga.
Metodologi : Jenis penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 06 Purbalingga sejumlah 60 siswa dan sampel 30 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah standar antropometri IMT/U untuk mengetahui status gizi, Barrow Motor Ability Tes untuk mengetahui kemampuan motorik dan MFT untuk mengetahui kebugaran jasmani. Teknik analisis data menggunakan uji pearson product moment dan korelasi ganda.
Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani (p=0,026). Terdapat hubungan antara kemampuan motorik dengan kebugaran jasmani (p=0,000). Terdapat hubungan antara status gizi dan kemampuan motorik dengan kebugaran jasmani (p=0,001; R=0,638 menunjukkan tingkat korelasi yang kuat. Rumus persamaan yang dihasilkan yaitu Y’ = 10,86 + 0,51 X1 + 0,037 X2.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara status gizi dan kemampuan motorik dengan kebugaran jasmani siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 06 Purbalingga.
Kata Kunci : Hubungan, Status Gizi, Kemampuan Motorik, Kebugaran Jasmani.
Background: Physical fitness in early adolescence is important for growth and development. Physical fitness is influenced by nutritional status and motor skills. This study aims to determine the correlations between nutritional status and motor skills with the physical fitness of grade VII students of MTs Muhammadiyah 06 Purbalingga.
Methodology: This type of correlational research uses aapproach cross sectional. The entire population of class VII students of MTs Muhammadiyah 06 Purbalingga was 60 students and a sample of 30 students. The sampling technique used purposive sampling. The instrument used in this study was the BMI / U anthropometric standard to determine nutritional status, the Barrow Motor Ability Test to determine motor skills and MFT to determine physical fitness. The data analysis technique used thetest Pearson product moment and multiple correlation.
Results: There was a correlation between nutritional status and physical fitness (r = 0.406; p = 0.026). There is a correlation between motor skills and physical fitness (r = 0.606; p = 0.000). There is a correlations between nutritional status and motor skills with physical fitness (p = 0.001; R = 0.638) indicates a strong correlation level. The formula resulting equation is Y = 10.86 + 0.51X1 + 0.037X2.
Conclusion: There is a correlations between nutritional status and motor skills with the physical fitness of grade VII students at MTs Muhammadiyah 06 Purbalingga.
Keywords: Correlation, Nutritional Status, Motor Ability, Physical Fitness.
2713330487H1F013060GEOLOGI, ALTERASI, DAN MINERALISASI DAERAH CURAHTAKIR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TEMPUREJO, KABUPATEN JEMBER, PROVINSI JAWA TIMURDaerah penelitian berada pada Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat 113o 30’ mE – 113o 45’ mE dan 8o 00’ mN – 8o 30’ mN dengan luas wilayah 15km2. Daerah penelitian secara fisiografis merupakan bagian dari Zona Pegunungan Selatan yang terdiri atas batuan berumur Tersier, Geomorfologi Kecamatan Tempurejo dan sekitarnya di interpretasikan terdapat aktivitas gunung api purba yang dapat diketahui dengan adanya morfologi perbukitan melingkar (circular feature) yang terletak sekitar 2 km di barat laut dan timur laut daerah penelitian. Satuan geomorfologi pada daerah penelitian dibagi menjadi 2 satuan, yaitu Satuan Kawah Gunungapi Purba Suco dan Satuan Perbukitan Sisa Gunungapi Purba Curahtakir. Pada daerah penelitian terdapat 4 struktur geologi yang diperkirakan, yaitu Sesar Mendatar Kiri CT-1 yang berarah timur laut – barat daya (NE-SW), Sesar Mendatar Kiri CT-2 yang berarah timur laut – barat daya (NE-SW), Sesar Mendatar Kiri CT-3 yang berarah timur laut – barat daya (NE-SW), dan Sesar Mendatar Kanan SC-1 yang berarah barat laut – tenggara (NW-SE). Stratigrafi daerah penelitian dikelompokkan menjadi 7 satuan batuan, dari tua ke muda, yaitu Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Endapan Tuf, Satuan Intrusi Dasit, Satuan Breksi Monomik, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Lava Andesit Porfiri, dan Satuan Lava Andesit. Seluruh daerah penelitian telah mengalami alterasi hidrotermal dengan intensitas lemah hingga intensif. Zona Alterasi pada daerah penelitian terbagi menjadi 6 zona, yaitu: zona pirofilit – dikit, kaolinit, illit, muskovit, Fe-Mg klorit, dan Mg klorit. Alterasi hidrotermal pada daerah penelitian terbentuk pada pH fluida bersifat asam-netral dengan temperature pembentukan mineral berkisar dari 140o – 260o C. Mineralisasi yang berupa mineral pirit hadir secara tersebar (disseminated) dan sebagai matriks dalam ukuran halus (fine grained sulphides). Sistem endapan yang terdapat pada daerah penelitian diperkirakan sebagai endapan tipe epitermal sulfidasi tinggi (high sulphidation) berdasarkan kehadiran tekstur pola mineralisasi yang menyebar, serta kehadiran mineral alunit, pirofilit dan dikit.The research area is located at Tempurejo District, Jember Regency, East Java Province. Geographically located on 113o 30’ mE – 113o 45’ mE dan 8o 00’ mN – 8o 30’ mN, within 15km2 area. The research area based on its physiography is a part of Southern Mountain Zone which is composed of Tertiary rocks. Geomorphology of Tempurejo District and its surrounding area is interpreted as an ancient volcano activity that could be known by its circular morphology called (circular feature) which is located about 2 km northwest and northeast ward of the research area. Geomorphology of research area are divided into 2 unit, which are Ancient Volcano Crater Hills Unit Suco and Ancient Volcano Remaining Hills Unit Curahtakir. At the research area, there are 4 interpreted geological structures, which are Left Strike Slip Fault CT-1 with northeast to southwest trending (NE-SW), Left Strike Slip Fault CT-2 with northeast to southwest trending (NE-SW), Left Strike Slip Fault CT-3 with northeast to southwest trending (NE-SW), dan Right Strike Slip Fault SC-1 with northwest to southeast trending (NW-SE). Stratigraphy of the research area consists of 7 lithological units, from old to young, which are Volcanic Breccia Unit, Tuff Deposition Unit, Dacite Intrusion Unit, Monomict Breccia Unit, Diorite Intrusion Unit, Porphyry Andesite Lava Unit, Andesite Lava Unit. Overall research area had been altered by hydrotermal with weak to intensive intensity. Alteration zone of the research area divided into 6 zones, which are Pyrophyllite – Dickite zone, Kaolinite zone, Illite zone, Muscovite zone, Fe-Mg Chlorite zone, and Mg Chlorite zone. Hydrothermal alteration on research area formed at acid to netral fluid pH range with temperature range from 140o – 260o C. Mineralization in the form of pyrite present in disseminated pattern and fine grained sulphides as matrix. Ore bearing system of the research area could be classified as high sulphidation epitermal type based on disseminated mineralization pattern, and also the presence of pyrophyllite and dickite.
2713430488J1C016023Prinsip Kesantunan Ilokusi Ekspresif dalam Bahasa JepangPenelitian ini mengkaji prinsip kesantunan maksim yang terdapat pada tindak ekspresif yang muncul dalam drama Ore no Hanashi wa Nagai episode 1, bertujuan untuk mendeskripsikan maksim prinsip kesantunan yang terdapat pada tindak tutur ekspresif yang muncul dalam drama tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teknik simak catat dalam pengumpulan data (Mahsun, 2007) . Teori yang digunakan adalah teori prinsip kesantunan (Geoffrey Leech, 1993), dan tindak tutur (George Yule, 2006). Hasil penelitian ini menemukan 26 data tindak tutur ekspresif mengandung maksim prinsip kesantunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip kesantunan yang terkandung dalam tuturan ekspresif yang paling banyak muncul dalam drama Ore no Hanashi wa Nagai episode pertama adalah maksim kebijaksanaan yang mengandung makna tuturan “pujian, kesenangan, dan harapan”.This research examines the principal of maxims politeness found in the expressive acts that appears in drama Ore no Hanashi wa Nagai episode 1, aiming to describe maxims principal politeness found in expressive speech acts that appears in the this drama. This type of research is qualitative descriptive research. The researcher used note taking method in collecting data (Mahsun, 2007).. The theory used is the theory principal politeness (Geoffrey Leech, 1993), and Speech act (George Yule, 2006). The Result of this study found 26 expressive speech acts data contained the maxims principle politeness. The result of this research indicates that the principal politeness contained expresive speech appear the most in the drama Ore no Hanashi wa Nagai first episode is tact maxim which meaning the speech “praise, pleasure, and hope.”
2713530490B1A015093DIVERSITAS GULMA PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Mull.Arg.) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII (PERSERO) KEBUN BATULAWANG KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMISSalah satu permasalahan yang mengakibatkan turunnya hasil produksi tanaman karet adalah keberadaan gulma. Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan dan kehadirannya tidak diinginkan karena dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan. Gulma merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang menghambat pertumbuhan, perkembangan dan produktivitas tanaman. Gangguan gulma dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun-daun menguning, dan produksi rendah Kehadiran gulma di suatu areal perkebunan secara umum memberikan pengaruh negatif terhadap tanaman pokok, karena gulma memiliki daya kompetitif yang tinggi sehingga memungkinkan terjadinya persaingan cahaya, CO2, air, unsur hara, dan ruang tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas gulma dan spesies gulma dominan pada tanaman karet (Hevea brasiliensis) di PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Kebun Batulawang. Metode dalam penelitian adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan line transect. Variabel penelitian yakni faktor lingkungan sebagai variabel bebas dan diversitas gulma sebagai variabel terikat. Diversitas gulma pada perkebunan karet dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sedangkan kemerataan tumbuhan dianalisis menggunakan Indeks Kemerataan (E’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 38 spesies dari 18 familia gulma yang ditemukan. Spesies gulma dengan jumlah individu tertinggi yakni Ischaemum timorense dengan nilai INP : 36,71%, sedangkan spesies gulma dengan jumlah individu terendah yakni : Cyrtococcum patens dengan nilai INP : 0,48%. Diversitas gulma pada tanaman karet di Perkebunan Batulawang memiliki Indeks Diversitas (H’) sebesar 4,66. Spesies gulma dominan pada tanaman karet yakni Ischaemum timorense. One of the problems that has caused in the decline in rubber production is the presence of weeds. Weeds are plants that grow around cultivated plants and their presence is undesirable because they can harm the cultivated plants. Weeds are plant pests that inhibit plant growth, development and productivity. Weed disturbances could cause plants become stunted, leaves turned yellow, and low production. The presence of weeds in a plantation area generally has a negative effect on staple crops, because weeds have high competitive power, allowing competition for light, CO2, water, nutrients, and space to grow. This study aims to determine the diversity of weeds and dominant weed species in rubber (Hevea brasiliensis) at PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Kebun Batulawang. The method in this research is a survey method with the sampling technique using line transects. The research variables were environmental factors as independent variables and weed diversity as the dependent variable. Weed diversity in rubber plantations was analyzed using the Shannon-Wiener Diversity Index (H') while the evenness of plants was analyzed using the Evenness Index (E').The result of the research showed that there were 38 species from 18 weed families found. The weed species with the highest number of individuals was Ischaemum timorense with an INP value : 36.71%, while the weed species with the lowest number of individuals was Cyrtococcum patens with an INP value : 0.48%. Weed diversity in rubber trees in the Batulawang Plantation has a Diversity Index (H') of 4.66. The dominant weed species in rubber is Ischaemum timorense.
2713630443L1A016047POTENSI Sargassum polycystum SEBAGAI ANTIBAKTERI Aeromonas hydrophila DAN Vibrio harveyiKeberadaan rumput laut Sargassum polycystum belum mendapat perhatian dan dianggap mengotori pantai, padahal spesies tersebut memiliki kandungan senyawa bioaktif yang tinggi. Salah satu upaya pemanfaatan Sargassum polycystum yaitu sebagai antibakteri alami Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyi. Karena penggunaan antibakteri sintetik yang selama ini diaplikasikan dalam aktivitas budidaya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan biota. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui secara kualitatif senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak Sargassum polycystum dan potensinya sebagai antibakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, untuk dua kelompok bakteri. Data diameter zona hambat dianalisis dengan Two Way ANOVA dan hasil yang signifikan dilakukan uji lanjut Tukey HSD. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak Sargassum polycystum mengandung tanin, flavonoid, dan saponin. Dari hasil uji daya hambat, ekstrak Sargassum polycystum berpotensi sebagai antibakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyi dengan daya hambat lemah. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pada waktu inkubasi 24 jam terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan terhadap diameter zona hambat ekstrak Sargassum polycystum, sedangkan pada waktu inkubasi 48 jam terdapat perbedaan yang signifikan terhadap diameter zona hambat pada kedua eksperimen perlakuan dan bakteri uji (p≤0,05).The existence of Sargassum polycystum seaweed has not received attention and is considered as coast pollutant, even though this species contains high bioactive compounds. One of the effortsto use Sargassum polycystum is as natural antibacterial agent for Aeromonas hydrophila and Vibrio harveyi. Because the use of synthetic antibacterials which have been applied in cultivation activities can stimulate a negative impact to the environment and biota. The purpose of this study were to determine the qualitative of the bioactive compounds contained in Sargassum polycystum extract and their potential as antibacterial agent of Aeromonas hydrophila and Vibrio harveyi. The method used in this research is experimental method with five treatments, three replications, for two groups of bacteria. The inhibition zone data was analysed with Two way ANOVA, and the significant result was compared with Tukey HSD advanced test. The qualitative test resulted that the Sargassum polycystum extract contained tannins, flavonoids, and saponins. From the inhibition test revealed, Sargassum polycystum extract has the potential to be antibacterial for Aeromonas hydrophila and Vibrio harveyi with weak inhibitory power. The results of statistical tests showed that at the 24-hour incubation time, there were significant difference between the treatments for the inhibition zone diameter of the Sargassum polycystum extract, whereas at the 48-hour incubation time there were significant difference on the inhibition zone diameter in both the experimental treatments and the groups of tested bacteria (p≤0,05).
2713730492G1A016112AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureusInfeksi yang disebabkan Staphylococcus aureus memiliki derajat keparahan yang beragam, yaitu infeksi kulit ringan hingga infeksi berat yang mengancam jiwa seperti sepsis. Antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan S. aureus yaitu kombinasi amoxicillin dan clavulanate, namun penggunaan yang tidak bijak menyebabkan resistensi antibiotik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak buah pepaya dalam menghambat pertumbuhan S. aureus dan untuk mengetahui daya hambat ekstrak buah pepaya pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post test control design. Penelitian ini menggunakan S. aureus tipe ATCC 2593 koleksi laboratorium Mikrobiologi FK Unsoed. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, dan 80% kemudian dibandingkan dengan kontrol akuades dan etanol sebagai kontrol negatif serta cefoxitin sebagai kontrol positif. Analisis statistik menggunakan Kruskal-Wallis kemudian dilanjutkan uji Post hoc Mann-Whitney. Hasil penelitian menujukkan bahwa semakin tinggi kandungan buah pepaya atau semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi zona hambat yang dibentuk. Hasil analisis menggunakan Kruskal-Wallis didapatkan hasil (p<0.05) yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna yang signifikan, kemudian dilanjutkan uji Post hoc Mann-Whitney didapatkan perbedaan bermakna yang signifikan (p<0,05) antara kontrol akuades, etanol, cefoxitin dengan konsentrasi 40%, 60%, dan 80%. Kelompok konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% menunjukkan adanya perbedaan bermakna yang siginfikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak buah pepaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus pada konsentrasi 40%, 60%, 80% yang masing-masing menghasilkan rata-rata luas zona hambat sebesar 6,8mm, 7,7mm, dan 11mm.Infections caused by Staphylococcus aureus have varying degrees of severity, from mild skin infections to severe life-threatening infections such as sepsis. The antibiotic used is a combination of amoxicillin and clavulanate, but unwise use causes antibiotic resistance. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of papaya extract in inhibiting the growth of S. aureus and to determine the inhibitory power of papaya extract at various concentrations on the growth of S. aureus. This study uses an experimental laboratory method with a Post test only control group design research design. This study used S. aureus type ATCC 2593 from the Microbiology Laboratory of FK Unsoed. Samples were divided into 4 concentration groups namely 20%, 40%, 60%, and 80% and then compared with distilled water and ethanol as negative controls and cefoxitin as positive controls. Statistical analysis using Kruskal-Wallis then followed by Post hoc test Mann-Whitney. The results showed that the higher the content of papaya or the higher the concentration, the higher the inhibition zone formed. The results of the analysis using Kruskal-Wallis obtained results (p <0.05) which showed a significant difference, then continued with the Post hoc Mann-Whitney test found a significant difference (p <0.05) between aquades, ethanol, cefoxitin control with a concentration of 40%, 60%, and 80%. The concentration groups of 20%, 40%, 60% and 80% showed a significant difference (p <0.05). The conclusion of this study is papaya extract can inhibit the growth of S. aureus at concentrations of 40%, 60% and 80% each of produces an average inhibitions area of 6,8mm, 7,7mm, and 11mm.
2713830493J1D016027NOVEL MARYAM KARYA OKKY MADASARI SEBUAH KAJIAN KRITIK SOSIALKritik sosial merupakan penilaian terhadap kondisi menyimpang yang terjadi dalam masyarakat. Kritik sosial dapat ditemukan dalam karya sastra. Penulis menyisipkan pesan-pesan tertentu agar dipahami oleh pembaca. Penelitian mengenai kritik sosial ini dapat memberi manfaat dalam memahami permasalahan yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan kritik sosial yang muncul dari masalah sosial, bentuk penyampaian kritik sosial, dan implementasi hasil penelitian untuk pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA.
Bentuk penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data secara observasi. Data penelitian ini yaitu data kualitatif berupa kutipan naskah novel Maryam karya Okky Madasari. Data yang telah didapatkan dianalisis melalui teknik analisis isi dan disajikan dengan taknik informal.
Hasil penelitian ini terdapat 21 data yang menunjukkan adanya kritik sosial. Adapun persebaran data tersebut yaitu: (1) 3 data pada masalah politik, mengenai kritik terhadap keputusan pemerintah, (2) 3 data pada masalah pendidikan, mengenai sikap profesional guru (3) 3 data pada masalah ekonomi, mengenai pemenuhan kebutuhan ekonomi pengungsi, (4) 2 data pada masalah kebiasaan, mengenai budaya pernikahan, (5) 4 data pada masalah keluarga/rumah tangga, mengenai keturunan dan pendidikan, (6) 4 data pada masalah agama, mengenai tindakan kekerasan, dan (7) 2 data pada masalah moral, mengenai kejahatan dan respon yang tepat. Kritik disampaikan oleh penulis dengan cara langsung melalui percakapan dan narasi pada semua kritik dan tidak langsung pada kritik masalah moral. Hasil penelitian dapat diimplementasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.11 menganalisis pesan buku fiksi yang dibaca.
Social criticism is an assessment of the deviant conditions that occur in society. Social criticism can be found in literary works. The author inserts certain messages so that readers can understand them. Research on social criticism can provide benefits in understanding problems that occur in society. This study aims to describe social criticism that arises from social problems, the form of social criticism delivery, and the implementation of research results for Indonesian language learning in class XI SMA.
This study uses a sociological literary approach taking aspects of literary works as a reflection of society. The form of research is descriptive qualitative with observational data collection methods. The data of this research are qualitative data in the form of excerpts from the novel Maryam by Okky Madasari. The data that has been obtained were analyzed through content analysis techniques and presented with informal techniques.
The results of this study are 21 data which indicate social criticism. As for the distribution of the data, namely: (1) 3 data on political issues, on criticism of government decisions, (2) 3 data on educational issues, regarding teacher professional attitudes (3) 3 data on economic issues, regarding meeting the economic needs of refugees, ( 4) 2 data on habitual problems, on marriage culture, (5) 4 data on family / household problems, on descent and education, (6) 4 data on religious issues, regarding acts of violence, and (7) 2 data on problems morals, regarding crimes and appropriate responses. Criticism is conveyed by the author in a direct way through conversation and narrative on all criticisms and indirectly on criticism of moral issues. The results of the research can be implemented in Indonesian class XI SMA learning with Basic Competence (KD) 3.11 to analyze the messages of fiction books that are read.
2713930489C1A016121PENGARUH INFRASTRUKTUR EKONOMI DAN INFRASTRUKTUR SOSIAL TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI LIMA BELAS PROVINSI DENGAN INDEKS GINI TERTINGGI DI INDONESIAKetimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan krusial yang tidak dapat dihindari oleh setiap negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh telekomunikasi, perumahan, panjang jalan, dan kesehatan terhadap ketimpangan di 15 provinsi dengan indeks gini tertinggi di Indonesia pada tahun 2010-2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan perolehan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Keterbaharuan dalam penelitian ini adalah peneliti memasukkan variabel perumahan dan telekomunikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa telekomunikasi dan kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di lima belas provinsi di Indonesia. Sedangkan panjang jalan dan perumahan tidak memiliki pengaruh terhadap ketimpangan pendapatan di lima belas provinsi di Indonesia. Temuan ini mengimplikasikan bahwa 1) perluasan pembangunan dan perbaikan kualitas infrastruktur telekomunikasi harus dilakukan secara tepat agar masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah. 2) pengadaan rumah subsidi yang diinisiasi oleh pemerintah harus diperjelas sistematikanya, sehingga meminimalisir kesalahan yang terjadi di lapangan. 3) pembangunan jalan harus memperhatikan kelangsungan hidup sekitarnya, 4) layanan kesehatan harus dikembangkan baik kualitas maupun kuantitasnya sehingga masyarakat dapat mampu mengakses dengan mudah. Keterbatasan penelitian ini adalah terkait jumlah variabel yang digunakan dan periode penelitian.Income inequality is one of the crucial problems that cannot be avoided by every country. The purpose of this study was to determine the effect of telecommunications, housing, road length, and health on inequality in 15 provinces with the highest Gini index in Indonesia in 2010-2018. This type of research is quantitative and the data analysis used is panel data regression with data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and the Ministry of Public Works and Public Housing (KemenPUPR). The novelty in this research is that the researcher includes housing and telecommunication variables.
The results of this study indicate that telecommunications and health have a negative and significant effect on income inequality in fifteen provinces in Indonesia. Meanwhile, the length of roads and housing has no effect on income inequality in the fifteen provinces in Indonesia. This finding implies that 1) the expansion of development and quality improvement of telecommunication infrastructure must be carried out properly so that people can access the internet easily. 2) the provision of subsidized housing initiated by the government must be clarified in the system, so as to minimize errors that occur in the field. 3) road construction must pay attention to the survival of its surroundings, 4) health services must be developed both in quality and quantity so that people can access them easily. The limitations of this study are related to the number of variables used and the study period.
2714030494J0B017009METODE KOMUNIKATIF: PENERJEMAHAN DOKUMEN MEIQI XITONG GANGWEIRINGKASAN

Laporan praktik kerja ini berjudul “Metode Komunikatif: Penerjemahan Dokumen (Meiqi Xitong Gangwei) di Divisi Blast Furnace PT Krakatau Steel Cilegon – Banten”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di area divisi Blast Furnace PT Krakatau Steel pada tanggal 6 Juli sampai 7 September 2019. Tujuan dari kegiatan praktik kerja ini adalah menerjemahkan dokumen operasi sistem gas dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Penulis menggunakan tiga metode pengumpulan data, yaitu : metode observasi partisipan, metode studi pustaka dan penelusuran data daring. Dalam proses penerjemahan dokumen operasi sistem gas, penulis menggunakan dua metode penerjemahan, yaitu: metode penerjemahan komunikasi sebagai metode utama dan metode penerjemahan setia sebagai metode pendukung. Penulis menggunakan dua metode penerjemahan agar hasil teks terjemahan dapat dipahami oleh tenaga kerja PT Krakatau Steel. Proses penerjemahan melalui empat tahap, yaitu: tahap analisis, transfer, restrukturisasi dan evaluasi. Hasil dari laporan praktik kerja ini berupa terjemahan dokumen operasi sistem gas.

Kata kunci: Bahasa Mandarin, Metode Komunikatif, Metode Setia, Penerjemahan.
ZHAIYAO

这份实习报告的题目是 “Metode Komunikatif: Penerjemahan Dokumen (Meiqi Xitong Gangwei) di Divisi Blast Furnace PT Krakatau Steel Cilegon – Banten”. 实习时间是从2019年7月6日到2019年9月7日在Krakatau钢铁公司高炉分部区域进行的。实习的目的是把煤气系统岗位操作文件从中文翻译成印尼文。作者使用三种收集材料的方法。它们是参与者观察方法、图书研究方法和浏览互联网方法。作者在煤气系统岗位操作文件的翻译过程中使用两个翻译方法就是交际翻译方法作为主要翻译方法和忠实翻译方法为补充翻译方法。作者使用两中翻译方法以使Krakatau钢铁公司高炉分部区的印尼人员更容易理解煤气系统岗位操作文件。翻译过程有四个阶段,第一是分析, 第二是转让,第三是重组,和第四评价。实习的结果是煤气系统岗位操作文件从中文翻译为印尼文。

关键词:中文,交际翻译方法,忠实翻译方法,翻译。