Artikelilmiahs

Menampilkan 27.101-27.120 dari 50.201 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2710130453J0B017031Kegiatan Penerjemahan Leaflet Profil di Museum Affandi Yogyakarta dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin dengan Metode AdaptasiLaporan praktik kerja ini berjudul “Kegiatan Penerjemahan Leaflet Profil di Museum Affandi Yogyakarta dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin Dengan Metode Adaptasi”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di Museum Affandi Yogyakarta, pada tanggal 21 Januari hingga 18 Maret 2020. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja tersebut adalah melakukan kegiatan penerjemahan leaflet dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin.
Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu metode observasi, metode studi pustaka, dan metode jelajah internet. Saat melakukan penerjemahan, penulis menggunakan dua metode penerjemahan yaitu, metode setia sebagai metode pendukung dan metode adaptasi sebagai metode utama.
Ada tiga tahapan dalam melaksanakan penerjemahan yaitu tahap analisis, tahap pengalihan pesan, dan tahap restrukturisasi. Hasil penulis peroleh dari praktik kerja ini adalah penulis menerjemahkan Leaflet Profil di Museum Affandi Yogyakarta dan telah diterima dengan baik.
这份实习报告的题目是 “Kegiatan Penerjemahan Leaflet Profil di Museum Affandi Yogyakarta dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin Dengan Metode Adaptasi” 。实习时间是2020年1月21日至3月18日, 实习的地点是日惹Affandi 博物馆。实施此工作实践的目的是作者把印尼文传单香羽译成中文。
作者使用的数据方法是参与者观察法, 文献研究方法, 和浏览互联网方法。作者把适应翻译方法当做主要补充方法和把忠实翻译方法当做补充方法。
翻译过程有三个阶段,即分析或理解阶段,转移阶段,和重组阶段。实习的结论,实习的结果是出的作者结果是,作者翻译了日惹Affandi博物馆的简介传单,受到好评。
2710230456A1A015020PERSEPSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM MENGIKUTI PROGRAM ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP) DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap pelaksanaan program AUTP dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam mengikuti AUTP di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada 1 September sampai 30 September 2018 di Desa Sidabowa, Desa Pegalongan dan Desa Sokawera Kidul di Kecamatan Patikraja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survei yang menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode teknik sampling area (Cluster Random Sampling) dengan jumlah responden sebanyak 82 petani. Analisis data untuk tujuan pertama digunakan analisis deskriftif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Ratings, untuk tujuan kedua dianalisis dengan analisis regresi logistik biner menggunakan aplikasi SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap program AUTP berada pada kategori baik atau mendukung program AUTP yang meliputi administrasi program AUTP, klaim program AUTP, dan manfaat program AUTP. Terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara lama pendidikan (X2), status kepemilikan lahan (X5), klaim AUTP (X7) dan kemampuan petani membayar premi (X8) terhadap keputusan petani dalam mengikuti program asuransi usahatani padi (AUTP) sedangkan Variabel umur (X1), pendapatan petani (X3), luas lahan usahatani (X4), pengalaman usahatani (X6) dan pekerjaan sampingan (X9) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mengikuti program asuransi usahatani padi (AUTP). Semakin tinggi pendidikan, status kepemilikan lahan dan klaim AUTP dan kemampuan petani membayar premi maka petani lebih berpeluang untuk mengikuti program AUTP.

Kata kunci : Keputusan petani, Persepsi petani, Program AUTP
This research aims to know the perception of farmers towards the implementation of AUTP program and analyze the factors that influence farmers' decisions in following AUTP in Patikraja Sub-District banyumas regency. The research was conducted from September 1 to September 30, 2018 in Sidabowa Village, Pegalongan Village and Sokawera Village in Patikraja Sub-District. The data used in this study is primary and secondary data. The method used is a survey method that uses questionnaires as data collection instruments. Sampling was conducted by cluster random sampling technique with 82 farmers. Data analysis for the first purpose used deskrifive analysis with the help of Likert's Summated Ratings measuring instrument, for the second purpose analyzed with binary logistics regression analysis using SPSS 17 application. The results showed that farmers' perception of the AUTP program is in the category of either or supporting autp programs that include the administration of the AUTP program, the claims of the AUTP program, and the benefits of the AUTP program. There is a very significant influence between the length of education (X2), land ownership status (X5), AUTP claims (X7) and the ability of farmers to pay premiums (X8) on farmers' decisions in participating in rice farming insurance programs (AUTP) while age variables (X1), farmer income (X3), agricultural area (X4), agricultural experience (X6) and side work (X9) have no significant effect on farmer's decisions in following rice farming insurance program (AUTP). The higher the education, the status of land ownership and autp claims and the ability of farmers to pay premiums then farmers are more likely to participate in the AUTP program.

Keywords: Farmer's decision, Farmer's attitude, AUTP Program.
2710330457H1F013079Geologi dan Fasies Batugamping Daerah Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa TengahFasies Batugamping digunakan untuk mengetahui penyebaran dan lingkungan pengendapan batugamping. Metode yang digunakan adalah pengamatan lapangan, analisis laboratorium berupa sayatan tipis petrografi dan analisis mikropaleontologi, Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tujuh satuan menggunakan klasifikasi Bentuk Muka Bumi (Brahmantyo dan Bandono, 2006) yaitu Satuan Dataran Aluvial Desa Redisari, Satuan Dataran Karst Desa Kalikarag, Satuan Perbukitan Kerucut Karst Desa Jatijajar, Satuan Lembah Kering Desa Panggangayam, Satuan Perbukitan Karst Desa Kalibangkang, Satuan Perbukitan Sisa Gunung Api Desa Watukelir, dan Satuan Perbukitan Intrusi Gunung Duwur. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi lima satuan dari tua ke muda, Satuan Breksi Andesit, Satuan Intrusi Andesit, Satuan Batugamping, Satuan Batupasir dan Satuan Aluvial Fasies batugamping pada daerah penelitian dibagi tiga litofasies yang dibedakan dari tekstur komposisi batuan dan variasi butirnya, yaitu Foraminiferal Packstone, Algae Packstone, dan Skeletal Grainstone. Asosiasi zona fasies didapatkan dua zona fasies pada daerah penelitian yaitu Zona Fasies Tipe Paparan dan Zona Fasies Lereng
Limestone facies are used to determine the distribution and depositional environment of limestones. The method used is field observation, laboratory analysis in the form of petrographic thin slices and micropaleontological analysis. Geomorphology of the research area is divided into seven units using the Earth Front Shape classification (Brahmantyo and Bandono, 2006), namely Redisari Village Alluvial Plains Unit, Karst Plains Unit Kalikarag Village, Unit Jatijajar Village Karst Cone Hills, Panggangayam Village Dry Valley Unit, Kalibangkang Village Karst Hills Unit, Watukelir Village Volcano Remaining Hill Unit, and Mount Duwur Intrusion Hill Unit. The stratigraphy of the research area is divided into five units from old to young, Andesite Breccia Unit, Andesite Intrusion Unit, Limestone Unit, Sandstone Unit and Alluvial Unit Limestone facies in the study area are divided into three lithofacies which are distinguished from the texture of rock composition and grain variations, namely Foraminiferal Packstone, Algae Packstone, and Skeletal Grainstone. The facies zone association obtained two facies zones in the study area, namely the Facies Zone of Exposure Type and the Slope Facies Zone.
2710430469F1B113014PERUBAHAN PERILAKU WARGA SEBAGAI DAMPAK KEBIJAKAN PUBLIK
(STUDI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA KUTASARI, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMAS)
Permasalahan sampah di Kabupaten Banyumas sudah terjadi selama bertahun-tahun. Pada tahun 2018, terdapat lebih dari setengah sampah yang dihasilkan yang belum terangkut ke TPA. Sampah-sampah yang tidak terangkut ke TPA menjadi semakin banyak semenjak terbitnya Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas Nomor 660.1/7776/2018 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas yang berupa perubahan tata cara pengelolaan sampah yang awalnya berbasis pelayanan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas dengan pola kumpul-angkut-buang ke TPA menjadi pengelolaan sampah langsung dari sumbernya Dampaknya yang dirasakan oleh masyarakat Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten cukup beragam tetapi pada umumnya cukup banyak yang mengalami kesulitan. Fokus yang menarik perhatian peneliti yaitu terdapatnya perbedaan dan juga perubahan yang dirasakan oleh masyarakat Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas baik itu sebelum maupun setelah terbitnya Surat Edaran Bupati Banyumas Nomor 660.1/7776/2018 dalam hal pengelolaan sampah dan juga perubahan perilaku mereka.
Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling dengan informan berasal dari Pemerintah Desa Kutasari, warga desa, anggota Kelompok Swadaya Masyarakat, dan Bank Sampah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan yang dirasakan oleh masyarakat Desa Kutasari dalam pengelolaan sampah dan pola perilaku serta aktivitas yang biasa mereka lakukan. Perubahan tersebut dilihat dari teori perubahan perilaku yang dapat dibagi menjadi, natural change, plan change, dan readiness to change.
The waste problem in Banyumas Regency has been going on for years. In 2018, more than half of the waste was not transported to the TPA. The amount of waste that is not transported to the TPA has increased since the issuance of the Circular (SE) Number 660.1/7776/2018 concerning Waste Management in Banyumas Regency that contins a change in waste management procedures which were originally based on services carried out by the Regency Government (Pemkab Banyumas) now becomes waste management directly from the source. The impact felt by the people of Kutasari Village, Baturraden District, Banyumas Regency is quite diverse but generally quite a lot of them experience difficulties. The focus that attracted the attention of the researcher was the differences and changes felt by the people of Kutasari Village, Baturraden District, Banyumas Regency, both before and after the issuance of the Circular Number 660.1/7776/2018 in terms of waste management and also changes in their behavior.
2710530459A1D016155PENGARUH APLIKASI BERBAGAI SUMBER SILIKA TER HADAP KETAHANAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) TERINFEKSI Rhizoctonia solaniUnsur Si diketahui dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan infeksi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai sumber silika dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi terhadap R. Solani, mengetahui sumber silika terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi terhadap R. solani. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Laboratorium Tanah, dan Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan Januari - Agustus 2020. Percobaan di dalam rumah kaca dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan, yaitu kontrol (Tanpa sumber silika), abu sekam padi, abu jerami padi, hydrophilic silica (SiO₂), dan pasir silika. Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, bobot segar akar, kandungan saponin, kandungan tannin, kandungan fenol total, tebal epidermis, dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan pemberian silika dari beberapa bahan dengan dosis 961,8 Kg/ha mampu mendukung perkembangan akar dan daun. Sementara itu, pemberian silika dari beberapa bahan mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap patogen R. solani, meskipun tidak mampu menekan masa inkubasi. Abu jerami padi mampu meningkatkan berbagai macam variabel pertumbuhan seperti jumlah daun, panjang akar, bobot segar akar serta mampu meningkatkan kandungan senyawa fenolik dan ketebalan epidermis daun padi, namun belum mampu menekan patogen R. solani. SiO₂ mampu menekan perkembangan penyakit hawar pelepah, yaitu mampu menekan masa inkubasi hingga 5,5 hari, laju infeksi yang rendah sebesar 0,0418 / hari, dan intensitas penyakit yang tergolong rendah yaitu 9,26%.

Si element is known to increase plant resistance against pests and pathogenic infections. The research aims to determine the effect of various sources of silica in increasing growth and resistance of rice plants to R. Solani, knowing the best sources of silica in increasing growth and resistance of rice plants to R. solani. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory, Soil Laboratory, and Screen House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from January to August 2020. The experiment in the greenhouse was carried out in a randomized block design with 5 treatments and 6 replications, namely control (without silica source), rice husk ash, rice straw ash, hydrophilic silica (SiO₂), and silica sand. The observed variables were incubation period, disease intensity, infection rate, AUDPC, plant height, number of leaves, number of tillers, root length, root fresh weight, saponin content, tannin content, total phenol content, epidermal thickness, and stomata density. The results showed that giving silica from several ingredients at a dose of 961.8 Kg / was able to support root and leaf development. Meanwhile, giving silica from several materials was able to increase the resistance of rice plants to against the pathogen R. solani, although it was unable to suppress the incubation period. Rice straw ash was able to increase various kinds of growth variables such as number of leaves, root length, root fresh weight and was able to increase the phenolic compound content and thickness of the epidermis of rice leaves, but had not been able to suppress the pathogen R. solani. SiO₂ is able to suppress the development of midrib blight, which is able to reduce the incubation period of up to 5.5 days, a low infection rate of 0.0418 / day, and a relatively low disease intensity of 9.26%.
2710630460A1F016023KARAKTERISASI TEPUNG SINGKONG TERMODIFIKASI MELALUI FERMENTASI BIMO-CF DAN SIKLUS PEMANASAN-PENDINGINAN BERULANGSingkong merupakan salah satu umbi yang berpotensi sebagai alternatif diversifikasi pangan untuk mengurangi konsumsi tepung terigu. Tujuan penelitian ini yaitu : 1) Mengkaji karakteristik fisikokimia tepung singkong termodifikasi biologi, 2) Mengkaji karakteristik fisikokimia tepung singkong termodifikasi fisik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor, yaitu variasi waktu fermentasi (24, 48, dan 72 jam) dan variasi siklus pemanasan-pendinginan (1x, 2x, dan 3x). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi fermentasi berpengaruh pada peningkatan kadar amilosa dan pati resisten masing-masing 17,47 % dan 37,87 %. Variasi jumlah siklus pemanasan-pendinginan dari 1 kali ke 3 kali siklus meningkatan kadar amilosa, pati resisten, dan kerenyahan masing-masing sebesar 13,43 %, 38,28 %, dan 40,10%.Cassava (Manihot utilisima) is one of the potential carbohydrate sources and potential substitute for staple food. The objectives of this research are to examine the physical characteristics of biologically modified cassava flour and examine the physiological characteristics of physically modified cassava flour. Design of experiment used Completely Randomized Block Design using 2 factors, fermentation times (24, 48, and 72 hours) and heating-cooling cycles (1, 2, and 3 times). The results showed that fermentation’s time from 24 hours to 72 hours increases levels of amilose and resistant startch respectively by 17,47% and 37,87%; the heating-cooling cycle from 1 to 3 times increases levels of amilose, resistant starch , and crispiness respectively 13,43%, 38,28%, and 40,10%.
2710730461D1A016049STRATEGI PENINGKATAN ADOPSI TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH PADA PETERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARAStrategi Peningkatan Adopsi Teknologi Pengolahan Limbah pada Peternak Sapi Potong di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Populasi sapi potong masih terbilang populasi yang cukup besar di Kecamatan Bawang, maka adanya potensi limbah kotoran ternak berupa feses yang memiliki potensi besar untuk dapat dimanfaatkan. Peternak bertujuan untuk mendapatkan pendapatan dengan hanya menjual ternak dan belum dapat mengoptimalkan limbah kotoran ternaknya. Jika pemanfaatan kotoran ternak dikelola dengan efektif dan efisien akan menghasilkan pupuk organik yang bernilai ekonomis tinggi. Hal ini dapat meningkatkan pemanfaatan limbah kotoran ternak, menambah pendapatan peternak dan mengurangi pencemaraan lingkungan. Penelitian dilaksanakan pada 16 – 29 Maret 2020 dan bertempat di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tahapan peternak dalam proses adopsi, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam proses teknologi pengolahan limbah, strategi peningkatan teknologi pengolahan limbah. Penelitian menggunakan metode survei dengan metode sampling yaitu melakukan wawancara menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel terdapat dua tahap yaitu tahap pertama penentuan sampel wilayah dilakukan dengan metode Purposive Sampling (secara sengaja). Tahap kedua yaitu teknik pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode sensus terhadap peternak dengan 40 responden. Syarat peternak yang memiliki minimal beternak 1 tahun dan memiliki ternak minimal satu ekor yang terdapat pada Desa Winong, Kutayasa dan Majalengka. Penelitian menggunakan kuisoner dengan skala likert. Analisis menggunakan analisis SWOT dengan merumuskan strategi menggunakan analisis matriks SWOT. Hasil penelitian dimana tahapan adopsi teknologi pengolahan limbah pada peternak kecamatan Bawang yaitu mayoritas peternak berada ditahapan evaluasi artinya sudah memiliki kesadaran, minat, evaluasi dalam teknologi pengolahan limbah ternak, namun belum mengetahui dampaknya lebih lanjut. Solusi yang diberikan yaitu peternak harus menyediakan waktu dan tenaga dalam pengolahan limbah serta adanya keberanian untuk mencoba membuat pupuk organik mandiri. Strategi yang terpilih yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak sehingga peternak lebih mampu dan berminat dalam melakukan pengolahan limbah kotoran ternak.Strategy to Increase Adoption of Waste Processing Technology in Beef Cattle Farmers in Bawang District, Banjarnegara Regency. Beef cattle population was still quite a large population in the District of Bawang, so there was the potential for livestock manure waste which has great potential to be utilized. Breeders intend to earn income by only selling livestock and have not been able to optimize livestock manure waste. If the use of manure is managed effectively and efficiently, it will produce organic fertilizers with high economic value. This can increase the utilization of livestock manure, increase income and reduce environmental pollution. The study was conducted on March 16-29, 2020 and located in Bawang District, Banjarnegara Regency. The research aims to determine the stage where farmers are in the adoption process, identify strengths, weaknesses, opportunities and threats in the process of waste treatment technology, strategies for improving waste treatment technology. The study used a survey method with a sampling method that was conducting interviews using questionnaires. The sampling technique consists of two stages: the first stage of determining the area sample was done by purposive sampling method (intentionally). The second stage was the sampling technique of respondents carried out by the census method of breeders with 40 respondents. Conditions for farmers a minimum of 1 year breeders and have at least one head of cattle found in the villages of Winong, Kutayasa and Majalengka. Research using a questionnaire with a Likert scale. Analysis using SWOT analysis by formulating strategies using SWOT matrix analysis. The results of the stages of adoption of waste treatment technology in Bawang sub-district breeders, the majority of farmers were in the stage of evaluation means that they already have an awareness of interest, evaluation in livestock waste treatment technology, but do not know the impact further. The solution given was that farmers must provide time and energy in waste treatment and the courage to try to make independent organic fertilizer. The chosen strategy was
improve breeders' knowledge and skills so that breeders are more capable and interested in processing livestock manure waste.
2710830462I1A016109Implementasi Sistem Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) Bahaya Kebakaran di PT. Gamatara Trans Ocean Shipyard Kota Cirebon Tahun 2020Latar Belakang: Penerapan sistem tanggap darurat kebakaran merupakan hal penting untuk mencegah terjadinya kebakaran. Kebakaran yang terjadi di PT. Gamatara Trans Ocean Shipyard (PT. GTS) pada April 2019 menyebabkan satu kapal tugboat hangus terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan sistem tanggap darurat bahaya kebakaran di PT. GTS.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan dipilih secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan observasi.
Hasil Penelitian: Terdapat enam temuan dari penelitian ini. PT. GTS telah memiliki upaya pencegahan kebakaran namun belum dilaksanakan secara optimal, belum memiliki kebijakan khusus mengenai tanggap darurat bahaya kebakaran, kesiapan sistem tanggap darurat kebakaran PT. GTS belum lengkap, pelatihan tanggap darurat kebakaran masih bersifat internal, PT. GTS pernah mengalami kebakaran besar, dan prosedur tindakan pemulihan pasca kebakaran tidak terdokumentasi dengan baik.
Kesimpulan: Implementasi sistem tanggap darurat bahaya kebakaran belum dilaksanakan dengan optimal, belum memiliki kebijakan khusus tanggap darurat bahaya kebakaran, belum terdapat sistem springkler, alarm, dan detektor, belum dilakukan pelatihan oleh pihak eksternal, respon pemadaman kebakaran kapal tugboat tidak dilakukan sesuai prosedur, adanya perbaikan sistem perizinan kerja panas. Saran bagi PT.GTS adalah dapat meningkatkan kepedulian karyawan dalam penerapan sistem tanggap darurat.
Kata Kunci: sistem tanggap darurat, kebakaran, kepedulian karyawan.
Background: Implementing a fire emergency response plan is vitally essential to prevent fire incidents. The fire that occurred at PT. Gamatara Trans Ocean Shipyard (PT. GTS) in April 2019 caused one tugboat to burn. This study aims to explore the implementation of the emergency response plan for fire hazards at PT. GTS.
Methodology: This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. Informants were selected by purposive sampling. Data were collected using in-depth interviews and observation methods.
Results: There are six findings from this study, PT. GTS has already occupied fire prevention efforts that have not been implemented optimally, no specific policy regarding emergency response plan for fire hazards, did not has sprinkler system, alarm, and detector, the training of fire emergency response in PT. GTS is still internal training, the company had experienced major fire accidents, and post-fire recovery procedure are not well documented.
Conclusion: The implementation of an emergency response plan for fire hazards at PT GTS has not been implemented optimally, does not have a specific policy on fire emergency response, incomplete emergency preparedness and response, training has not been conducted by a certified external party, the response when the tugboat fires is not carried out according to the procedure, and there are improvements to the hot work permit system. Suggestion for PT.GTS is that it can increase employee awareness in implementing an emergency response system.
Keywords: emergency plan, fire, response, employee awareness.
2710930463H1A016010AUDIT ENERGI LISTRIK UNTUK
PENCAPAIAN EFISIENSI KONSUMSI ENERGI LISTRIK
PADA GEDUNG PERKANTORAN FAKULTAS TEKNIK UNSOED
Keterbatasan sumber energi serta mahalnya biaya pemakaian energi menyebabkan usaha efisiensi energi
menjadi hal yang sangat penting. Audit energi dilakukan untuk mengetahui tingkat pemakaian energi, mengidentifikasi
peluang efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit energi pada Gedung Perkantoran Fakultas Teknik
Unsoed. Audit dilakukan untuk mengetahui status pemakaian energi saat ini dan mengetahui peluang efisiensi energi yang
dapat dilaksanakan. Salah satu metode yang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi listrik adalah konservasi
energy yang merupakan peningkatan efisiensi energi yang digunakan dalam proses penghematan energi untuk mengetahui
tingkat pemakaian dan mengetahui peluang efisiensi energi dalam sistem pencahayaan dan sistem tata udara di Gedung
Perkantoran Fakultas Teknik Unsoed. Berdasarkan hasil perhitungan, Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada Gedung
Perkantoran A dan B Fakultas Teknik Unsoed adalah 37,802kWh/𝑚2/tahun atau 3,15kWh/𝑚2/bulan, Nilai perhitungan
ini bila merujuk pada satndar IKE ASEAN-USAID masih berada dibawah batas sandar yaitu 240 kWh//𝑚2/tahun, Gedung
ini termasuk dalam kategori sangat efisien, karena banyak ruang dengan kapasitas pendinginan AC yang terlalu kecil, dan
Intensitas pencahayaan (Lux) kurang terang (dibawah standar SNI 036197:201). Hal ini akan mempengaruhi kenyamanan
kerja karyawan. Kondisi Intensitas pencahayaan rata-rata tiap ruangan dibawah 300 Lux (dibawah standar SNI
036197:201). Kondisi pendinginan AC pada gedung ini memiliki suhu ruangan antara 27,6 °C – 28,9 °C dan memiliki
nilai RH antara 52% – 64% Disimpulkan bahwa temperatur suhu dan kelembaban pada setiap ruangan tersebut termasuk
golongan hangat nyaman jika melihat pada standar SNI T-14-1993
Abstract— The limitations of energy sources and the high cost of using energy make energy efficiency efforts very
important. Energy audits are conducted to determine the level of energy consumption, identify energy efficiency
opportunities. One method used to make efficient use of electrical energy is energy conservation which is an increase in
energy efficiency used in the process of saving energy to determine the level of usage and determine the opportunities for
energy efficiency in the lighting system and air conditioning system in the Unsoed Engineering Faculty Office Building.
Through energy audits it can find out the current status of energy use and find out energy efficiency opportunities that
can be implemented.Based on the results of the calculation, the Energy Consumption Intensity (IKE) in Office Buildings A and B,
Faculty of Engineering, Unsoed is 37,802kWh / 𝑚2 / year or 3.15kWh / 𝑚2 / month, the value of this calculation when referring to the
ASEAN-USAID IKE standard is still below the limit. standard, which is 240 kWh // 𝑚2 / year, this building is included in the very
efficient category, because there is a lot of space with too small an AC cooling capacity, and the lighting intensity (Lux) is not bright
enough (under SNI 036197: 201 standard). This will affect the work comfort of employees. The condition of the average lighting
intensity for each room is below 300 Lux (under the SNI 036197: 201 standard). The cooling condition of the air conditioner in this
building has an room temperature between 27.6 ° C - 28.9 ° C and has an RH value between 52% - 64%. T-14-1993.
2711029882C1G016010THE IMPACT OF SOUTH COAST ROAD DEVELOPMENT TO CENTRAL JAVA ECONOMY: APPLICATION OF INPUT OUTPUT ANALYSIS Infrastruktur merupakan fasilitas yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah dengan memberikan dampak secara langsung dan tidak langsung. Suatu daerah dapat dikatakan maju perekonomiannya apabila telah memiliki Infrastruktur yang memadai, salah satunya jalan. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah relative lebih kecil dibandingkan dengan Provinsi lainnya yang berada di Pulau Jawa. Oleh karena itu, pemerintah membangun Jalan Jalur Pantai Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak pembangunan Jalan Jalur Pantai Selatan terhadap output perekonomian, pendapatan rumah tangga, dan kesempatan kerja di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode analisis input-output dan data yang digunakan untuk melakukan analisis, yaitu data tabel input-output Provinsi Jawa Tengah.
Hal yang baru dalam penelitian ini, yaitu penelitian yang menggunakan analisis input-output dan memasukan dua shock yaitu shock positif dana investasi pemerintah sebesar 1,1 triliun rupiah dan shock negatif alih fungsi lahan pertanian akibat pembangunan jalan pantai selatan. sebesar Rp 28,415,570,000. Pembangunan jalan pantai selatan akan berdampak positif terhadap peningkatan total output perekonomian di Jawa Tengah sebesar Rp 1.851.874,77 juta peningkatan total pendapatan rumah tangga di Jawa Tengah sebesar Rp 257.493,65 juta, dan peningkatan jumlah lapangan kerja di Jawa Tengah sebesar 23.528,70 juta orang. Selain berdampak positif, pembangunan Jalan Pantai Selatan juga memiliki dampak negatif terhadap penurunan total output ekonomi sebesar Rp 36.271,85 juta, penurunan pendapatan rumahtangga sebesar Rp 5.870,70 juta, dan penurunan lapangan kerja sebesar 928,43 juta. orang.
Berdasarkan hasil penelitian ini, secara keseluruhan pembangunan jalan pantai selatan akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian di Jawa Tengah, seperti peningkatan total output sebesar Rp 1.815.602,92 juta, peningkatan total pendapatan rumah tangga sebesar Rp. . 251.622,94 juta, dan peningkatan kesempatan kerja 22.600,27 juta orang. Oleh karena itu, diharapkan proyek pembangunan Jalan Pantai Selatan yang dilaksanakan oleh Pusat Nasional Pelaksanaan Jalan Nasional VII Direktorat Jenderal Bina Marga selesai segera sebelum tahun 2021. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam meneliti, diantaranya penelitian ini masih menggunakan input data tabel -output tahun 2013, sehingga data yang digunakan kurang relevan dengan kondisi lapangan saat ini di Jawa Tengah. Selain itu, analisis Input-Output bersifat statis. Artinya penelitian dengan menggunakan data tabel input-output hanya dapat mengevaluasi kondisi yang terjadi pada waktu-waktu sebelumnya.
Infrastructure is a facility which is an important role in driving the economic growth of a region by providing direct and indirect impacts. A region can be called as advanced economy when it has adequate infrastructure, one of them is roads. Economic growth in the province of Central Java is relatively smaller compared to other provinces in the island of Java. Therefore, the government build the South Coast road which aims to increase economic growth in Central Java. The study aims to examine the impact of the construction of the South Coast road on economic output, household income, and employment opportunities in Central Java. This research uses the method of input-output analysis and data used to perform the analysis, which is data on the input-output table of Central Java Province.
The novelty in this research, namely the research using input-output analysis and entering two shocks, namely a positive shock of government investment funds of 1.1 trillion rupiah and a negative shock of conversion of agricultural land functions due to the construction of the south coast road of Rp 28,415.57 million. The construction of the south coast road will have a positive impact on the increase in total economic output in Central Java by Rp 1,851,874.77 million increase in total household income in Central Java by Rp 257,493.65 million, and an increase in total employment opportunities in Central Java by 23,528.70 million of people. Besides have a positive impact, the construction of the South Coast Road also has a negative impact on the decrease in total economic output of Rp 36,271.85 million, decrease in the total household income of Rp 5,870.70 million, and decrease in total employment opportunities of 928.43 million of people.
Based on the results of this research, overall the construction of the south coast road will have a positive impact on improving the economy in Central Java, such as an increase in the total output of Rp 1,815,602.92 million , an increase in total household income of Rp 251,622.94 million, and an increase in employment opportunities of 22,600.27 million of people. Therefore, it is expected that the South Coast Road construction project implemented by the National Center for the Implementation of the National Road VII of the Directorate General of Highways is completed immediately before 2021. This research has limitations in researching, including this research still using input-output table data in 2013, so the data used is less relevant to the current field conditions in Central Java. In addition, Input- Output analysis has a static nature. This means that research using input-output table data can only evaluate conditions that occurred in previous times.
2711130465J1C016048Analisis Konflik Batin Shota Shibata dalam Film Manbiki KazokuABSTRAK
Khilda Fihadiena
Analisis Konflik Batin Shota Shibata dalam Film Manbiki Kazoku
Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Budaya
Sastra Jepang
2020


Pembimbing I : Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum
Pembimbing II : Heri Widodo, S.S., M.A
Penguji : Dr. Haryono, S.Sos., S.S., M.Pd


Manbiki Kazoku adalah sebuah film arahan sutradara Hirokazu Kore-eda yang telah berhasil mendapatkan penghargaan Cannes Palme d’Or sebagai film terbaik pada tahun 2018. Film Manbiki Kazoku mengangkat cerita yang jarang terungkap ke dunia luar tentang sebuah keluarga miskin di Jepang yang terpaksa melakukan banyak hal walaupun harus melanggar hukum agar tetap bertahan hidup. Uniknya, keluarga ini terbentuk bukan karena ikatan darah, mereka berkumpul atas kemauannya sendiri. Penelitian ini akan mengungkap konflik batin dan mekanisme pertahanan diri Shota Shibata sebagai tokoh utama dalam menghadapi kecemasan moralnya. Bentuk penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan tekstual. Teori psikoanalisis dan mekanisme pertahanan diri Sigmund Freud akan menjadi teori dasar dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam menghadapi kenyataan hidup yang dilaluinya Shota Shibata cenderung mengikuti Id daripada superegonya. Dalam penyelesaian konflik batinnya, Shota menggunakan proyeksi, pengalihan (displacement), rasionalisasi, dan reaksi formasi dalam mekanisme pertahanan dirinya, namun Shota lebih banyak menggunakan mekanisme pengalihan untuk mengalihkan dirinya terhadap situasi yang tidak nyaman baginya.

Kata Kunci: Manbiki Kazoku, Shota Shibata, Psikoanalisis, Mekanisme Pertahanan Diri
ABSTRACT
Khilda Fihadiena
Analysis of Shota Shibata’s Internal Conflict of the Manbiki Kazoku Movie
Jenderal Soedirman University
Faculty of Humanities
Japanese Literature
2020


Supervisor I : Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum
Supervisor II : Heri Widodo, S.S., M.A
Examiner : Dr. Haryono, S.Sos., S.S., M.Pd

Manbiki Kazoku is a film directed by Hirokazu Kore-eda that got a Cannes Palme d’Or award for the best film in 2018. The story of Manbiki Kazoku is lift poor family which had to do everything even though break the rules aim to ends meet in Japan that rarely exposed to the world. Strangely, this family is gathering by own choice not due the blood. The research will reveal the internal conflict and self defense mechanisms of Shota Shibata as a main character to face the moral anxiety. Form of research using qualitative descriptive by the textual approaches. Sigmund Freud’s psychoanalysis and self defense mechanisms will be the basic theories for this research. The result concludes that to face the reality of his life, Shota Shibata prefer to follow the Id than superego. To solving the internal conflict, Shota uses projection, displacement, rationalization,
and reaction formation on his self defense mechanisms, but Shota mostly uses displacement mechanisms to divert his uncomfortable situation.

Keyword: Manbiki Kazoku, Shota Shibata, Psychoanalysis, Self Defense Mechanisms
2711230466A1D016076Evaluasi Ketahanan Varietas Padi Umur Genjah (Oryza Sativa L.) terhadap Cekaman Kekeringan Berdasarkan Karakter AgronomikCekaman kekeringan dapat menyebabkan penurunan produksi padi. Keberadaan varietas unggul yang toleran terhadap cekaman kekeringan menjadi salah satu alternatif solusi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mempelajari keragaman karakter agronomik varietas padi umur genjah pada kondisi kekeringan, (2) mempelajari tingkat ketahanan varietas padi umur genjah pada kondisi kekeringan, (3) mengetahui korelasi antara tingkat ketahanan, karakter agronomik dan hasil varietas padi umur genjah pada kondisi kekeringan. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai bulan Maret 2020 sampai Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) terdiri atas 2 faktor dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah dua taraf pemberian air (P1=optimum, P2=cekaman kekeringan) dan perlakuan sepuluh varietas padi umur genjah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agronomik sepuluh varietas padi umur genjah memiliki keragaman yang tinggi pada kondisi kekeringan dan mengalami perubahan penampilan dibandingkan kondisi optimum. Terdapat interaksi antara varietas dengan cekaman kekeringan pada variabel panjang malai, panjang daun, jumlah anakan per rumpun, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah per malai, dan bobot 1000 biji. Varietas yang agak toleran terhadap cekaman kekeringan berdasarkan skoring sensitivitas kekeringan (SES) adalah Tarabas, Koshihikari, Dodokan, Nipponbare, dan Inpari 19. Varietas Dodokan dan Nipponbare berdasarkan seleksi sifat-sifat agronomik (ISK) dan skoring sensitivitas kekeringan (SES) adalah varietas yang menunjukkan toleransi secara konsisten. Karakter yang berkaitan erat dengan ketahanan terhadap cekaman kekeringan adalah panjang malai, bobot kering akar, panjang akar, bobot gabah isi per malai, bobot gabah isi per rumpun, umur panen, jumlah anakan per rumpun, dan jumlah anakan produktif. Adapun karakter yang berkaitan erat dengan hasil adalah panjang malai, bobot kering akar, bobot 1000 biji, panjang akar, dan bobot gabah isi per malai.
Drought stress can cause a decrease in rice production. The existence of high yielding varieties that are tolerant of drought stress is an alternative solution. This study aims : (1) to study the diversity of agronomic characters of early maturing rice varieties under drought conditions, (2) to study the resistance level of early maturing rice varieties ice varieties under drought conditions, (3) to determine the correlation between drought tolerance level, agronomic characters and yield components of early maturing rice varieties in drought condition. The research was conducted in the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from March 2020 to July 2020. This study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of 2 factors with 3 replications. The treatments tested were two levels of water supply, namely P1 = optimum, P2 = drought stress and treatment of ten early maturing rice varieties.
The results showed that the agronomic characters of ten early maturing rice varieties had high diversity in drought conditions and had changes in appearance compared to the optimum conditions. There is an interaction between varieties and drought stress on the variables of panicle length, leaf length, number of tillers per clump, flowering age, harvest age, number of grains per panicle, and weight of 1000 seeds. Varieties that are tolerant of drought stress based on Standard Evaluation System for Rice (SES) are Tarabas, Koshihikari, Dodokan, Nipponbare, and Inpari 19. Dodokan and Nipponbare varieties based on agronomic characters selection (DSI) and Standard Evaluation System for Rice (SES) are varieties that consistently tolerant. Characters that are closely related to drought stress resistance are panicle length, root dry weight, root length, filled grain weight per panicle, filled grain weight per hill, harvest age, number of tillers per hill, and number of productive tillers. The characters that are closely related to yield are panicle length, root dry weight, 1000 seed weight, root length, and filled grain weight per panicle.
2711330467J0B017022UPAYA MENINGKATKAN PROMOSI PARIWISATA MELALUI PENERJEMAHAN BUKU PROFIL PARIWISATA SURAKARTA KE BAHASA MANDARIN DI DINAS PARIWISATA KOTA SURAKARTALaporan praktik kerja ini berjudul “Upaya Meningkatkan Promosi Pariwisata Melalui Penerjemahan Buku Profil Pariwisata Surakarta Ke Bahasa Mandarin Di Dinas Pariwisata Kota Surakarta”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di Dinas Pariwisata kota Surakarta, pada tanggal 17 Febuari 2020 hingga 1 April 2020. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah sebagai upaya meningkatkan promosi pariwisata di kota Surakarta dengan menerjemahkan buku Profil Pariwisata. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, metode observasi, metode jelajah internet. Pada kegiatan praktik kerja ini, penulis menggunakan dua metode penerjemahan, yaitu metode penerjemahan komunikatif sebagai metode utama dan metode penerjemahan harfiah sebagai metode pendukung. Dengan adanya buku Profil Pariwisata Surakarta berbahasa Mandarin dapat membantu promosi pariwisata ke mancanegara sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Hasil praktik kerja adalah telah diterjemahkannya buku Profil Pariwisata Surakarta dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin telah diterima dan digunakan dengan baik.这份实习报告的题目是 “Upaya Meningkatkan Promosi Pariwisata Melalui Penerjemahan Buku Profil Pariwisata Surakarta Ke Bahasa Mandarin Di Dinas Pariwisata Kota Surakarta”。实习时间是从 2020年2月17日到2020年4月1日。实习的地点是苏拉加达市旅游部。实习的目的是通过翻译旅游侧面,以苏拉加达市旅游业的发展。作者使用三个收集方法是观察方法,浏览互联网方法,和访谈方法。在实习活动中,作者用两种翻译方法就是直译翻译方法作为补充的方法和交际翻译方法作为主要的方法。有了中文的苏拉加达小册子一书,它可以帮助促进国外旅游,从而增 加外国游客的访问。实习的结果是苏拉加达旅游侧面的书从印尼语翻译成汉语,并受到好评以及使用。
2711430468A1D016129UJI EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN ISOLAT PAPRINGAN KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) DI LABORATORIUMABSTRAK

Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu hama penting dalam budidaya tanaman. Salah satu alternatif untuk mengendalikan S. litura adalah dengan memanfaatkan metabolit sekunder jamur entomopatogen. Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur entomopatogen meliputi hormon, enzim, toksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamur entomopatogen isolat Papringan terhadap mortalitas, aspek biologi S. litura serta mengetahui konsentrasi metabolit sekunder jamur entomopatogen yang efektif untuk mengendalikan S. litura. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan November 2019 hingga Februari 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan yang meliputi P0 (kontrol/aquadest), P1 (metabolit sekunder 10%), P2 (metabolit sekunder 20%), P3 (metabolit sekunder 30%) dan P4 (insektisida kimia). Variabel yang diamati adalah mortalitas, aktivitas makan, lama pertumbuhan larva dan pupa, jumlah pupa terbentuk, bobot dan panjang pupa, jumlah imago terbentuk, fekunditas dan fertilitas imago, dan konsentrasi efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder konsentrasi 30 persen menyebabkan mortalitas larva S. litura sebesar 38 persen dan menurunkan aktivitas makan sebesar 3,03 persen serta pembentukan imago sebesar 25 persen. Perlakuan metabolit sekunder konsentrasi 20 persen menghambat pembentukan pupa sebesar 5,5 persen dan menurunkan fertilitas sebesar 92,37 persen. Metabolit sekunder jamur entomopatogen isolat Papringan dinilai belum efektif mengendalikan larva S. litura karena nilai efikasi kurang dari 80 persen

Kata kunci : Jamur entomopatogen, Metabolit sekunder, Spodoptera litura,
ABSTRACT

Armyworm (Spodoptera litura) is one of the important pests in crop cultivation. One of the alternatives to control S. litura is to take advantage of the entomopathogenic fungal secondary metabolites. This study aims to determine the effect of the entomopathogenic fungus isolate Papringan on mortality, biological aspects of S. litura and to determine the effective secondary metabolite concentration of entomopathogenic fungi to control S. litura. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University starting from November 2019 to February 2020. The method used in this study was an experimental method with a Randomized Block Design Non Factorial with 5 treatments and 5 replication. The treatment is P0 (control / aquadest), P1 (secondary metabolites 10%), P2 (secondary metabolites 20%), P3 (secondary metabolites 30%) and P4 (chemical insecticides). Variables observed were mortality, feeding activity, duration growth of larvae and pupae, percentase of pupae formed, weight and length of pupae, percentase of adult formed, fecundity and fertility of adult, and effective concentration. The results showed that secondary metabolites with a concentration of 30 percent caused mortality of S. litura larvae by 38 percent and decreased feeding activity by 3.03 percent and the formation of imago by 25 percent. Treatment of secondary metabolites with a concentration of 20 percent inhibited pupa formation by 5.5 percent and reduced fertility by 92.37 percent. Secondary metabolite entomopathogenic fungi Pasir Kulon isolate have not been effective for controlling S. litura larvae because the efficacy value is less than 80 percent.

Keyword: Entomopatogenic fungi Secondary metabolism, Spodoptera litura,
2711530439C1A016041ELASTISITAS TRANSMISI HARGA DAGING SAPI DI PROVINSI JAWA TIMURPenelitian ini mengkaji fenomena tingginya harga daging sapi di Jawa Timur dengan melihat integrasi pasar yang terjadi antara pasar di tingkat produsen dan di tingkat konsumen. Perubahan harga di tingkat konsumen akan mempengaruhi perubahan harga di tingkat produsen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis elastisitas transmisi harga daging sapi di tingkat produsen dan di tingkat konsumen, serta mengetahui struktur pasar daging sapi di Provinsi Jawa Timur.
Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yang terdiri dari data produksi sapi potong (ekor) pada tahun 2014-2018 dan data harga di tingkat produsen dan di tingkat konsumen tahun 2017-2018 per bulan. Untuk menganalisis elastisitas transmisi harga daging sapi di tiga Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur menggunakan regresi data panel. Sedangkan untuk menganalisis struktur pasar menggunakan Konsentrasi Rasio (CRn).
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi data panel menujukkan: (1) Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur memiliki nilai elastisitas transmisi harga daging sapi yang bersifat elastis, (2) Struktur pasar daging sapi di Provinsi Jawa Timur adalah pasar oligopoli.
Implikasi dari simpulan di atas berkaitan dengan pendapatan, peternak sebagai produsen seharusnya lebih mengikuti perkembangan harga di pasar, sehingga petani dapat mengambil harga yang mengutungkan dari fluktuasi harga yang terjadi di pasar. Posisi tawar peternak sapi potong yaitu peternak seharusnya lebih memperhatikan penetapan kualitas dan kuantitas produk, sehingga hal ini dapat meningkatkan posisi tawar peternak dalam hal penentuan harga dan nilai barang.

Kata Kunci: Daging Sapi Potong, Elastisitas Transmisi Harga, Struktur Pasar, Harga di Tingkat Produsen, Harga di Tingkat Konsumen.
This study examines the phenomenon of high beef prices in East Java by looking at market integration that occurs between markets at the producer level and at the consumer level. Price changes at the consumer level will affect price changes at the producer level. The purpose of this study was to analyze the elasticity of beef price transmission at the producer and consumer levels, as well as to determine the structure of the beef market in East Java Province.
The type of data used is secondary data, consisting of beef cattle production data (head) in 2014-2018 and price data at the producer level and at the consumer level in 2017-2018 per month. To analyze the elasticity of the transmission of beef prices in three districts / municipalities of East Java Province using panel data regression. Meanwhile, to analyze the market structure using the concentration ratio (CRn).
Based on the results of research and data analysis using simple regression, it shows: (1) Surabaya City, Sidoarjo Regency and Tuban Regency, East Java Province has an elastic value of beef price transmission elasticity, (2) The structure of the beef market in East Java Province is an oligopoly market.
The implication of the above conclusions is related to income, breeders as producers should be more aware of price developments in the market, so that farmers can take prices that benefit from price fluctuations in the market. The bargaining position of beef cattle breeders, namely breeders should pay more attention to determining the quality and quantity of products, so that this can increase the bargaining position of breeders in terms of determining prices and value of goods.

Keywords: Beef, Price Transmission Elasticity, Market Structure, Price at Producer Level, Price at Consumer Level.
2711630470F1B013049MANAJEMEN SEARCH AND RESCUE BASARNAS POS SAR CILACAP
(STUDI KASUS ORANG TENGGELAM DI PANTAI WIDARAPAYUNG)
Penelitian ini berjudul Manajemen Search And Rescue Basarnas Pos SAR
Cilacap (Studi Kasus Orang Tenggelam di Pantai Widarapayung). Penelitian ini di
latarbelakangi oleh aktivitas masyarakat Indonesia yang bermacam-macam berakibat
pada mobilitas yang semakin tinggi sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan
meningkat, khususnya kecelakaan di laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis dan mendeskripsikan manajemen pelayanan publik dalam upaya
penanganan kondisi yang membahayakan manusia, khususnya fungsi manajmen
seperti planning, organizing, assembling of resources, directing, dan controlling pada
kasus orang tenggelam di pantai Widarapayung. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data model interaktif dan validasi data diuji
dengan menggunakan triangulasi sumber. Teknik pemilihan informan yaitu purposive
sampling dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada planning telah melakukan
perencanaan dan penyusunan rencana tahap-tahap operasi SAR. Kemudian pada
aspek organizing, saat ini sudah memiliki struktur organisasi dan SOP khusus.
Selanjutnya pada assembling of resources, sumber daya manusia yang dimiliki masih
kurang. Aspek directing pemberian instruksi dilakukan dalam bentuk briefing. Aspek
controlling, secara keseluruhan sudah dilaksanakan secara berkala. Kesimpulan
penelitian ini adalah aspek planning penyusunan rencana disusun secara sistematis,
aspek organizing sudah ada struktur organisasi dan SOP khusus, aspek assembling of
resources sumber daya manusia yang kurang dan keahlian yang masih kurang, aspek
directing sudah intruksi yang diberikan sudah jelas dan perintah dilaksanakan sesuai
dengan arahan, dan aspek controlling dilakukan secara realtime walaupun ada
kendala cuaca dan area pencarian yang luas.
This research is entitled Search and Rescue Management of Basarnas SAR
Pos Cilacap (Case Study of Drowning People in Widarapayung Beach). This research
is motivated by the various activities of the Indonesian people resulting in higher
mobility so that the possibility of accidents increases, especially accidents at sea. The
purpose of this study is to analyze and describe the management of public services in
an effort to deal with conditions that endanger humans, especially management
functions such as planning, organizing, assembling of resources, directing, and
controlling in cases of drowning on Widarapayung beach. This study used a
descriptive qualitative method with interactive model data analysis techniques and
data validation was tested using triangulation of sources. The technique of selecting
informants is purposive sampling and data collection techniques are carried out
through interviews, observation and documentation. The results showed that the
planning had carried out planning and planning the stages of the SAR operation. Then
in the organizing aspect, currently it has a special organizational structure and SOP.
Furthermore, in assembling of resources, the human resources that are owned are still
lacking. The directing aspect of giving instructions is in the form of a briefing. The
controlling aspect, as a whole has been carried out periodically. The conclusion of
this research is that the planning aspect of planning is compiled systematically, the
organizing aspect already has an organizational structure and a special SOP, the
assembling aspect of human resources is lacking and the expertise is still lacking, the
directing aspect has been given clear instructions and orders are implemented in
accordance directions, and controlling aspects were carried out in real time despite
weather constraints and a large search area.
2711730471C1A016099ANALISIS KONSUMSI, PENDAPATAN, DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MENEMPENGARUHI KONSUMSI RUMAH TANGGA PETANI JENITRI DI DESA PUJOTIRTO KECAMATAN KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi, pendapatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi petani jenitri di Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Responden yang diteliti adalah sebanyak 31 responden dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Sedangkan teknik analisis yang digunakan yaitu tabulasi silang untuk ngengetahui pola konsumsi, membandingkan rasio pendapatan dari usahatani jenitri dengan pendapatan rumah tangga, dan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh pendapatan, jumlah tanggungan dan pendidikan. Hasil hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi rumah tangga petani jenitri menunjukkan pola konsumsi yang beragam disetiap kelompok pendapatan, jumlah tanggungan dan tingkat pendidikan. Secara keseluruhan rata-rata pengeluaran konsumsi responden lebih besar untuk konsumsi makanan yaitu sebesar 50,18% untuk konsumsi makanan dan sebesar 49,82% untuk konsumsi non-makanan dengan rata-rata konsumsi rumah tangga sebesar Rp4.262.245,00- per bulan. Kontribusi pendapatan dari pendapatan usahatani jenitri yaitu sebesar 66,08 persen yang berarti menjadi sumber utama dalam pendapatan rumah tangga petani jenitri di Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi rumah tangga responden adalah variabel pendapatan dan variabel jumlah tanggungan rumah tangga, sedangkan variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga petani jenitri di Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia.

Kata kunci: Konsumsi Rumah Tangga, Pola Konsumsi, Kontribusi Pendapatan, Petani Jenitri.
This research aims to analyze consumption patterns, income and the factors that influence the consumption of Rudraksha farmers in Pujotirto Village, Karangsambung District, Kebumen Regency. Respondents studied were as many as 31 respondents with snowball sampling technique. While the analysis technique used is cross tabulation to determine consumption patterns, comparing the ratio of income from farming Rudraksha to household income, and regression analysis to determine the effect of income, dependents of household and education.The results of this study indicate that the household consumption patterns of Rudraksha farmers show different consumption patterns in each income group, the number of dependents and the level of education. Overall, the average consumption expenditure of respondents is greater in terms of food consumption is 50,82 percent for food consumption and 49,18 percent for non-food consumption, with an average household consumption of IDR 4,262,245.00 per month. The contribution of income from farming Rudraksha income is 66.08 percent which means it is the main source of household income for Rudraksha farmers in Pujotirto Village, Karangsambung District, Kebumen Regency. Factors that significantly influence household consumption of respondents are income variable and dependents of household variable, while education variable has no effect on household consumption of Rudraksha farmers in Pujotirto Village, Karangsambung District, Kebumen Regency, Central Java, Indonesia.

Keywords: Household Consumption, Consumption Pattern, Income Contribution, Rudraksha Farmer
2711830478C1A016005Pengaruh Revitalisasi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan Usaha Warung Makan Di Obyek Wisata Situ Gede Kota TasikmalayaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh revitalisasi di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya terhadap keuntungan usaha warung makan. Selain itu tujuan dari penelitian ini juga untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha warung makan di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan sensus karena seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Alat analisis yang digunakan adalah uji beda rata-rata dan analisis regresi populasi. Uji beda rata-rata digunakan untuk mengetahui pengaruh revitalisasi Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya terhadap keuntungan usaha warung makan sedangkan analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan usaha warung makan. Hasil dari penelitian ini yaitu, (1) terdapat peningkatan keuntungan usaha warung makan di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya setelah dilakukan revitalisasi, (2) variabel lokasi usaha, lama usaha, variasi produk dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan usaha warung makan di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya, (3) variabel modal kerja berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan usaha warung makan di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya. Implikasi dari penelitian ini yaitu, (1) karena revitalisasi di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya yang memiliki pengaruh secara positif terhadap peningkatan keuntungan usaha warung makan di obyek wisata tersebut, sebaiknya pemerintah memperhatikan obyek wisata lain di Kota Tasikmalaya agar dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar obyek wisata tersebut, (2) berkaitan dengan modal kerja yang memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap keuntungan usaha warung makan di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya, sebaiknya para pelaku usaha menganekaragamkan produk agar lebih menarik dan semakin diminati oleh konsumen.This study aims to determine the effect of the revitalization in the Situ Gede tourism object in the City of Tasikmalaya on the profit of the food stall business. In addition, the purpose of this is also to analyze the factors that influence the profitability of food stalls in Situ Gede Tourism Object, Tasikmalaya City. This study uses a census because the entire population is used as a research sample. The analytical tool used is the average difference test and multiple linear regression analysis. The average difference test is used to determine the effect of Situ Gede Tourism Object Revitalization on the profitability of food stalls while the population regression analysis is used to find out the factors that influence the level of profit of the food stall business. The results of this study are (1) there is an increase in the profits of the food stalls in Situ Gede Tourism Object, Tasikmalaya City after revitalization, (2) business location variables, length of business, product variation and education level do not significantly influence the profits of the food stalls in Situ Gede Tourism Object, Tasikmalaya City, (3) working capital variables have a significant effect on the profits of the food stalls in Situ Gede Tourism Object, Tasikmalaya City. The implications of this research are, (1) because of revitalization in Situ Gede Tourism Object of Tasikmalaya City which has a positive influence on increasing the profit of the food stall business in the tourist attraction, the government should pay attention to other tourism objects in the City of Tasikmalaya in order to help the economy of the surrounding community These tourism objects, (2) relate to a working capital that have a positive and significant impact on the profitability of food stalls in the Situ Gede Tourism Object in Tasikmalaya City, it is better if business actors increase the working capital so they can produce more food and drinks.
2711930495J0A017026Kemampuan Grammar Petugas Customer Service di Bandara Adi Soemarmo Solo--
2712030531J0A016048MENERJEMAHKAN TEKS DESKRIPSI BENDA-BENDA BERSEJARAH PADA MUSEUM SOESILO SOEDARMAN CILACAP--