| NIM | D1A015087 |
| Namamhs | DANIEL PRATAMA |
| Judul Artikel | SUBTITUSI KONSENTRAT DENGAN TEPUNG KEONG SAWAH (Pila ampullacea) TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN PRODUKSI TELUR AYAM NIAGA PETELUR |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung keong sawah terhadap konversi pakan dan produksi telur. Penelitian telah dilaksanakan secara in vivo Penelitian dilaksakanakan di Kandang ayam desa Pengadegan, kecamatan Pengadegan, Purbalingga. Ayam yang digunakan untuk penelitian adalah ayam niaga petelur betina dengan umur 20 minggu dan berjumlah 80 ekor. Pakan yang diberikan adalah subtitusi konsentrat dengan tepung keong sawah yang di tambahkan ke dalam ransum basal. Kandang yang digunakan adalah kandang baterai bertingkat dengan bahan bambu dan kayu yang berjumlah 3 tingkat dengan masing-masing tingkat terdiri dari 4 petak. Ukuran panjang x lebar x tinggi satu petak kandang adalah 70 cm x 45 cm x 40 cm. Peralatan yang digunakan untuk penelitian ini yaitu kandang baterai, timbangan pakan 2 kg dengan kepekaan 1 g, timbangan kapasitas dengan kepekaan 0,1 g: alat semprot, baki plastik, ember pakan, alat kebersihan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental In vivo menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan yang diuji, R0 = Konsentrat 35% + Jagung 50% + Dedak 15%; R1 = Konsentrat 30% + Jagung 50% + Dedak 15% + 5% Tepung keong; R2 = Konsentrat 20% + Jagung 50% + Dedak 15% + 15% Tepung keong dan R3 = Konsentrat 15% + Jagung 50% + Dedak 15% + 20% tepung keong. Uji lanjut yang digunakan adalah BNJ. Variabel yang diukur pada penelitian ini yaitu konversi pakan dan produksi telur. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan Konversi pakan per perlakuan berturut - turut adalah R0 = 1.35 ± 0.10; R1 = 1.34 ± 0.09; R2 = 1.36 ± 0.15; R3 = 1.42 ± 0.14. Rata – rata Produksi Telur setiap perlakuan berturut-turut R0 = 59.412 ± 5.155 %; R1= 58.436 ± 5.717%; R2 = 58.900 ± 6.302%; dan R3= 55.626 ± 5.017%. Hasil penelitian adalah subtitusi tepung Keong sawah (Pila ampulacea) berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap Konversi pakan dan produksi telur. Kesimpulan penelitian bahwa penggunaan tepung keong sebagai pakan ayam petelur dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan konsentrat. Level terbaik dalam penggunaan tepung keong sebesar 15% . |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research was conducted to determine the effect of the substitution of rice conch flour on feed conversion and egg production. The research was conducted in vivo. Research was carried out in the chicken coop in Pengadegan village, Pengadegan sub-district, Purbalingga. Chickens used for the study were female commercial laying hens with a 20 week age of 80 tails. The feed given is a concentrate substitution with rice conch flour which is added to the basal ration. The cage used is a battery cage with bamboo and wood materials, which are 3 levels with each level consisting of 4 plots. The length x width x height of one cage is 70 cm x 45 cm x 40 cm. The equipment used for this research were baterry cages, 2 kg feed scale with 1 g sensitivity, capacity scale with 0.1 g sensitivity: spray device, plastic tray, feed bucket, cleaning tools. The research method used was experimental In vivo using a completely randomized design (CRD). There were four treatments tested, R0 = 35% concentrate + 50% corn + 15% bran; R1 = 30% concentrate + 50% corn + 15% bran + 5% conch flour; R2 = 20% concentrate + 50% corn + 15% bran + 15% conch flour and R3 = 15% concentrate + 50% corn + 15% bran + 20% snail flour. The follow-up test used was BNJ. The variables measured in this study were feed conversion and egg production. Data were analyzed using analysis of variance. The mean of feed conversion per treatment was R0 = 1.35 ± 0.10; R1 = 1.34 ± 0.09; R2 = 1.36 ± 0.15; R3 = 1.42 ± 0.14. The average egg production for each treatment was R0 = 59,412 ± 5,155%; R1 = 58,436 ± 5,717%; R2 = 58,900 ± 6.302%; and R3 = 55,626 ± 5.017%. The results showed that rice conch flour substitution (Pila ampullacea) had no significant effect (P <0.05) on feed conversion and egg production. The conclusion of this research is that the use of snail flour as feed for laying hens can be used to reduce the use of concentrate. The best level for using snail flour is 15%. |
| Kata kunci | ayam niaga, keong sawah, Pila ampullacea, konversi pakan, produksi telur |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Ning Iriyanti, MP. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Elly Tugiyanti, MP. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2020-11-19 17:03:25.853782 |
|---|