Artikel Ilmiah : E1A008295 a.n. GIGIH ALGANO

Kembali Update Delete

NIME1A008295
NamamhsGIGIH ALGANO
Judul ArtikelPERBARENGAN TINDAK PIDANA TERHADAP TUBUH MANUSIA (Tinjauan Yuridis Putusan Pidana Nomor: 10/PID.B/2015/PN.Pwt.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAKSI

Praktek hukum dalam masalah penganiayaan dapat dilihat dalam Arrest Hooge Raad tanggal 25 Juni 1894 yang mengatakan bahwa penganiayaan adalah dengan sengaja menimbulkan rasa sakit atau luka. Menurut KUHP, gabungan melakukan tindak pidana sering diistilahkan dengan concursus realis yaitu satu orang yang melakukan beberapa tindak pidana yang mana tindak pidana tersebut berdiri sendiri sendiri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur perbarengan tindak pidana penganiayaan dalam putusan Nomor: 10/Pid.B/2015/PN.Pwt. dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam perkara pidana Nomor: 10/Pid.B/2015/PN.Pwt. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif. Bahan hukum yang diperoleh dianalisis secara normatif kualitatif, yaitu membahas dan menjabarkan data hasil penelitian berdasarkan kaidah-kaidah, teori-teori, doktrin dalam hukum kesehatan untuk menjawab permasalahan yang diteliti.
Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut :
1. Penerapan unsur-unsur perbarengan tindak pidana penganiayaan dalam putusan Nomor: 10/Pid.B/2015/PN.Pwt telah sesuai dengan perbuatan yang diancam pada Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (1) tersebut. Unsur-unsur tindak pidana yang telah dibuktikan kebenarannya meliputi barang siapa, dengan siapa, melakukan penganiayaan dan mengakibatkan luka berat.
2. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana pada perkara pidana Nomor 10/Pid.B/2015/PN.Pwt., adalah dengan pertimbangan yuridis dan sosiologis. Pertimbangan yuridis, karena seluruh unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan telah dibuktikan di pengadilan sebagaimana dirumuskan dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (2) dan Pasal 351 ayat (1) KUHP. Pertimbangan sosiologis yaitu Hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa..
Majelis Hakim dalam memberikan sanksi pidana terhadap diri terdakwa hendaknya senantiasa mempertimbangkan aspek yuridis da sosiologis yang dapat memberikan rasa adil bagi terdakwa maupun korban, sehingga sanksi pidana yang diberikan dapat memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi terdakwa dan dapat menyadari kesalahannya serta dapat berperilaku lebih baik dikemudian hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

The practice of law in the matter of persecution can be seen in Hooge Raad Arrest dated June 25, 1894 which said that the persecution is to deliberately cause pain or injury. According to the Criminal Code, combined with a criminal offense is often termed a van Strafbare Samenloop Feiten ie one person doing some crime. The study aims to determine the application of the elements of the crime of persecution perbarengan in decision No. 10 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt. and basic legal considerations the judge in a criminal case No. 10 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt. The research method using normative juridical approach. Legal materials obtained were analyzed qualitatively normative, which discusses and describes the research data is based on the principles, theories, doctrines in the health law to address the problems studied.
Conclusion of the study as follows:
1. Implementation of the elements of the crime of persecution perbarengan in decision No. 10 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt in accordance with the act which is punishable under Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code and Article 351 paragraph (1) is. Elements of crime have been substantiated include anyone, with whom, doing persecution and resulted in serious injuries.
2. Basic legal considerations the judge in a criminal verdict on criminal case No. 10 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt., Is the juridical and sociological considerations. Juridical considerations, because all the elements of the crime of which the accused has been proven in court and punishable as defined in Article 351 paragraph (2) and Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code. Sociological considerations that the judge consider the aggravating and relieve the defendant ..
The judges in criminal sanctions against the accused should always consider themselves juridical da sociological aspects that can provide a sense of justice for the defendant or the victim, so that a given criminal sanctions can provide a very valuable lesson for the accused and can realize his mistake and can behave better future.
Kata kunciperbarengan tindak pidana, concursus realis
Pembimbing 1Haryanto Dwi Atmodjo .SH. M.Hum
Pembimbing 2Sunaryo .SH. M.Hum
Pembimbing 3Dr. Budiyono SH.M.Hum
Tahun2015
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2015-08-19 15:21:15.109351
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.