Artikel Ilmiah : H1F010046 a.n. ANDY DWI SAPUTRA

Kembali Update Delete

NIMH1F010046
NamamhsANDY DWI SAPUTRA
Judul ArtikelGEOLOGI DAN STUDI ALTERASI-MINERALISASI SISTEM GREISEN
DAERAH KACANG BUTOR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BADAU, KABUPATEN BELITUNG, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Mineralisasi timah di Pulau Belitung merupakan bagian dari sabuk timah Asia Tenggara yang membentang mulai dari Thailand-Malaysia di bagian utara. Pembentukan timah berhubungan erat kaitannya dengan intrusi granit dalam sistem endapan greisen. Penelitian dilakukan di daerah Kacang Butor yang terletak pada koordinat UTM 812000; 9693500 sampai UTM 817000; 9698500. Daerah penelitian tersusun oleh batuan sedimen berupa batupasir kuarsa berumur Karbon hingga Permian Awal. Batuan tersebut diterobos oleh intrusi granit berumur Trias Awal hingga Akhir. Berdasarkan singkapan batuan diketahui bahwa intrusi tersebut menghasilkan sistem alterasi hidrotermal dan mineralisasi bijih. Studi alterasi dan mineralisasi dilakukan mengunakan analisis petrografi, mineragrafi, PIMA, dan mineral butir untuk mendapat informasi detil mengenai mineralogi baik mineral ubahan maupun bijih sehingga dapat diketahui kontrol geologi yang mempengaruhi. Di daerah penelitian dibagi menjadi tiga zona alterasi, yaitu zona albit ± kuarsa ± serisit ± muskovit ± illit (220-3000C), zona kuarsa ± serisit ± kaolinit (140-2000C), dan zona kaolinit ± kuarsa ± haloisit ± dikit (140-1600C). Mineralisasi yang berkembang pada daerah penelitian terdiri dari mineral oksida seperti mineral magnetit, kasiterit, ilmenit, hematit, mineral sulfida seperti arsenopirit, pirit, dan mineral hidroksida seperti malachit.
Kata kunci: timah, alterasi, mineralisasi bijih, mineragrafi, PIMA
Abtrak (Bhs. Inggris)Tin mineralization in Belitung Island part of the Southeast Asia tin belt extends from Thailand-Malaysia in the north. Tin deposition associated with granite intrusions in the greissen system. The study was conducted in Kacang Butor at UTM coordinate of 812000 and 9693500 to UTM 817000 and 9698500. The study area is mainly composed of Carbon-Early Permian quartz arenite. This rock was intruded by Early-Late Triassic granite intrusions. Based on the outcrop, the granite intrusions produced a hydrothermal alteration and ore mineralization. Alteration and mineralization study is used petrographic, mineragraphy, PIMA, and grain counting analysis to obtain detailed information about mineralogy both alteration and ore minerals, so the geologic controls can be known. The study area is divided into three zones consisting of albite ± quartz ± sericite ± muscovite ± illite (220-3000C), quartz ± sericite ± kaolinite (140-2000C), and kaolinite ± quartz ± halloysite ± dickite (140-1600C) zones. Mineralization developed in the study area consisting of oxide minerals such as magnetite, cassiterite, ilmenite, hematite, sulfide minerals such as arsenopyrite, pyrite, and hydroxide minerals such as malachite.
Keywords: tin, alteration, ore mineralization, mineragraphy, PIMA
Kata kuncitimah, alterasi, mineralisasi bijih, mineragrafi, PIMA
Pembimbing 1Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T.
Pembimbing 2Mochammad Aziz, S.T., M.T
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2015-08-11 11:21:46.483271
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.