Home
Login.
Artikelilmiahs
12397
Update
ADZAR ISMAIL
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENERAPAN REKAYASA NILAI TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pembangunan Gedung Rusunawa Banjarnegara, Jawa Tengah)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Untuk mengatasi keterbatasan lahan permukiman akibat pertumbuhan penduduk sebesar 2,5% pertahun atau dua kali lipat dari jumlah penduduk sekarang pada tahun 2025, maka pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (KEMENPERA) membangun hunian secara vertikal berupa rumah susun sederhana dengan sistem sewa pada hampir setiap provinsi di Indonesia. Pembangunan rusunawa menggunakan desain typology serta spesifikasi material yang sama di seluruh wilayah pembangunan rusunawa. Namun tidak di semua wilayah terdapat ketersediaan material yang digunakan. Sehingga diperlukan suatu pencarian material alternatif sebagai pengganti material awal. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan Rekayasa Nilai. Rekayasa Nilai merupakan suatu metode yang sistematis untuk menganalisa fungsi dari suatu item untuk mendapatkan fungsi dasar yang diperlukan dengan biaya yang minimal serta menghemat waktu pengerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari solusi terbaik yang dapat digunakan sebagai pengganti material awal. Pada tahap awal rekayasa nilai dilakukan analisis menggunakan hukum pareto, untuk mencari elemen pekerjaan apa saja yang mempunyai biaya tinggi. Setelah dilakukan analisis, diperoleh elemen pekerjaan berbiaya tinggi diantaranya dinding, plat lantai dan penutup lantai. Kemudian memilih alternatif material dengan menggunakan metoda Zero-One. Kriteria dalam mengevaluasi adalah ketersediaan bahan, penghematan biaya, kualitas, pengaruh terhadap struktur dan kemudahan pelaksanaan. Berdasarkan hasil analisis rekayasa nilai didapatkan pengehematan waktu pengerjaan, pada pekerjaan plat lebih cepat 20.6 hari (60.6%) dari waktu awal yaitu 34 hari, pekerjaan dinding lebih cepat 5.84 hari (9.2%) dari waktu awal yaitu 63 hari dan pada pekerjaan penutup lantai lebih cepat 2 hari (6.9%) dari waktu awal 29 hari. Sedangkan penghematan biaya yang didapatkan dari ketiga elemen pekerjaan terpilih yaitu sebesar Rp. 97.220.517 (15.95%) dari biaya awal Rp. 609.336.074 atau sekitar 4.16% dari biaya keseluruhan Rp. 2.336.971.476.
Abtrak (Bhs. Inggris)
To overcome the limitations of residential land due to population growth of 2.5% per year or double from the current population in 2025, the government through the Ministry of Housing (KEMENPERA) builds residential building vertically in the form of simple rusunawa (flat) with a lease system in almost every province in Indonesia. The construction of rusunawa uses the same typology design and material specifications in all regions of rusunawa construction. However, the materials used are not available in some of the regions, so it needs a search of alternative materials as a substitute for the initial material. One of the methods that can be used is by using Value Engineering. Value engineering is a systematic method for analyzing the function of an item to obtain the necessary basic functionality at minimal cost and saves construction time. The purpose of this research was to find the best solution that can be used as a substitute for the initial materials. In the early stage of value engineering, it was conducted an analysis with using Pareto law to find any job elements that has high cost. After the analysis, it was obtained high-cost job elements, including walls, floor plate and floor coverings. Then, it was chosen alternative materials with using Zero-One method. The criteria for evaluating were the availability of materials, cost savings, quality, influence of structure and ease of implementation. Based on the result of value engineering, it was obtained saving of construction duration on the construction of plate that was faster by 20.6 days (60.6%) from the initial duration of 34 days, it was faster by 5.84 days (9.2%) from the initial duration of 63 days on the wall construction and it was faster by 2 days (6.9%) from the initial duration of 29 days on the construction of wall coverings. While the cost saving obtained from the chosen three elements of construction was Rp. 97,220,517 (15.95%) from the initial cost of Rp. 609,336,074 or about 4.16% from the total cost of Rp. 2,336,971,476.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save