Artikel Ilmiah : F1A014084 a.n. BRAMANTYO ANGGI ALFIANTO
| NIM | F1A014084 |
|---|---|
| Namamhs | BRAMANTYO ANGGI ALFIANTO |
| Judul Artikel | Pernikahan Dini ( Studi Tentang Pola Asuh Anak Pada Pasangan Pernikahan Dini di Kecamatan Sumbang , Kabupaten Banyumas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abstrak Kecamatan Sumbang merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Banyumas, Sumbang sendiri memiliki sembilanbelas Desa yang letak Kecamatannya berada di paling utara Kabupaten Banyumas yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga. Sumbang terkenal dengan pernikahan dibawah umur atau pernikahan dini terbukti dengan dari tahun ke tahun di Sumbang angka pernikahan dini semakin bertambah. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang masih di bawah umur, dalam Undang-Undang perkawinan No.1 tahun 1973 sudah mengatur tentang batasan usia yang di bolehkan untuk menikah, pria dibolehkan menikah apabila sudah mencapai umur sembilanbelas tahun sedangkan perempuan dibolehkan menikah apabila sudah mencapai umur enambelas tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pola asuh anak pada pasangan pernikahan dini serta kendala-kendala yang dihadapi saat mengasuh anak pada pasangan pernikahan dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pasangan yang menikah muda di Kecamatan Sumbang pada tahun 2011 dan 2012. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi dalam penelitian ini menggunakan teknik Triangulasi data sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka pernikahan dini di Kecamatan Sumbang dari tahun ke tahun masih tetap ada yang melakukannya, pada tahun 2017 angka pernikahan dini di Sumbang mencapai 18 orang, sedangkan di tahun 2019 ada 24 orang yang melakukan pernikahan dini, itu menunjukan bahwa di Sumbang angka pernikahan di bawah umur masih saja terus terjadi bahkan jumlahnya terus bertambah. Pernikahan dini itu terjadi karena kecelakaan dalam artian hamil terlebih dahulu sehingga membuatnya untuk melakukan pernikahan dini dan ada yang melakukan pernikahan dini karena kemauan dari diri sendiri, dalam kaitanya dengan pola asuh pada anak, pasangan yang menikah muda ini memiliki tipe pola asuh Otoritatif yaitu pola asuh orang tua kepada anak yang memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik dari orang tua dan pola asuh Permisif yaitu orang tua yang memiliki pola asuh ini cenderung selalu memberikan kebebasan tanpa memberikan kontrol sama sekali, anak sedikit sekali untuk bertanggung jawab tetapi mempunyai hak yang sama seperti orang dewasa dalam mengasuh anaknya. Selain pola asuh tersebut ada juga pola asuh pemberian makan yang mengatur bagaimana ortang tua memberikan gizi pada anaknya dan pola asuh dalam hal pendidikan yang mengatur tentang pemberian pendidikan orang tua kepada anknya. Kendala-kendala yang dihadapi dalam mengasuh anak pada pasangan pernikahan dini itu banyak diantaranya, masalah ekonomi untuk kebutuhan sehari-hari, cara merawat anak yang notabenenya orang tua masih kurang berpengalaman dan lain-lain. Upaya untuk mengurangi angka pernikahan dini yang terjadi di Kecamatan Sumbang kabupaten Banyumas , dari Pemerintahan Kecamatan Sumbang sendiri sudah melakukan beberapa program seperti, sosialisasi tentang bahaya menikah muda, membuat phamplet. Sedangkan dari dinas DPPKB3A juga membuat program Bina Keluarga Remaja (BKR), Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi Konseling (PIK) untuk mengurangi angka pernikahan dini yang terjadi di Kecamatan Sumbang dan juga Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas. Kata Kunci : Pernikahan Dini dan Pola Asuh Anak |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | SUMMARY Sumbang Subdistrict is one of the Subdistricts located in Banyumas Regency, Sumbang itself has nineteen villages which are located in the northernmost Banyumas Regency which is directly bordered by Purbalingga Regency. Sumbang is famous for underage marriages or early marriage as evidenced from year to year in Sumbang early marriage rates are increasing. Early marriage is a marriage carried out by a couple who are underage, in Marriage Law No. 1 of 1973 it has set the age limit that is allowed to get married, men are allowed to marry when they reach the age of nineteen while women are allowed to marry if it is already reach sixteen years old. This study aims to determine how the form of parenting in early marriage couples and the obstacles faced when caring for children in early marriage in Sumbang District, Banyumas Regency. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of this study were young married couples in Sumbang District in 2011 and 2012. The data of this study were obtained through direct observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was performed in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Validation in this study uses source data triangulation techniques. The results of this study indicate that the number of early marriages in Sumbang District from year to year still do it, in 2017 the number of early marriages in Sumbang reached 18 people, while in 2019 there were 24 people who did early marriage, it shows that in Sumbang the number of underage marriages still continues to occur even the numbers continue to grow. Early marriage occurs because of an accident in the sense of getting pregnant first so that makes it to do early marriage and some do early marriage because of the will of themselves, in relation to parenting in children, this young married couple has the type of Authoritative parenting style namely parenting parents to children who give freedom to children to create and explore various things in accordance with the abilities of children with a sensor limit and good supervision of parents and permissive parenting ie parents who have this parenting tend to always give freedom without giving any control at all , children have very little responsibility but have the same rights as adults in caring for their children. In addition to the parenting, there is also a parenting style that regulates how old parents provide nutrition for their children and parenting in terms of education that regulates the provision of parental education to their ankles. The obstacles faced in caring for children in early marriage couples are many of them, economic problems for daily needs, how to care for children whose incidentally parents are still inexperienced and others. Efforts to reduce the number of early marriages that occur in Sumbang sub-district, Banyumas district, from the Sumbang sub-district government itself have carried out several programs such as, the socialization of the dangers of young marriage, making a phamplet. Whereas the DPPKB3A service also created the Youth Family Development Program (BKR), Generation Planning (Genre) and Counseling Information Center (PIK) to reduce the number of early marriages that occurred in Sumbang District and also in the District in Banyumas District. Keywords: Early Marriage and Child Care. |
| Kata kunci | Kata Kunci : Pernikahan Dini dan Pola Asuh Anak |
| Pembimbing 1 | Dr. Tyas Retno W, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dra. Rin Rostikawati, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2020-09-10 13:52:49.64949 |