Artikelilmiahs

Menampilkan 26.381-26.400 dari 50.225 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2638129730H1B016001Pengaruh Perubaan Tata Guna Lahan Terhadap Terjadinya
Bencana Kekeringan pada DAS Cisanggarung Provinsi
Jawa Barat-Jawa Tengah
Tata guna lahan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tanah dalam melakukan proses infiltrasi dan akan berpengaruh besar kepada kelembaban tanah dilokasi tersebut. Kelembaban tanah ialah jumlah kandungan air yang tersimpan didalam pori tanah. Nilai kelembaban tanah dapat dijadikan salah satu indikator kesuburan tanah sehingga memiliki peran penting dalam proses peningkatan hasil produksi pertanian dan perkebunan. Selain itu, kelembaban tanah juga dapat dijadikan sebagai deteksi awal bencana kekeringan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memprediksi nilai kelembaban tanah di DAS Cisanggarung dengan resolusi 500x500 meter dan mengetahui korelasi perubahan tata guna lahan terhadap kelembaban tanah.
Metode yang digunakan adalah model fisik Shetran dengan memanfaatkan data hidroklimatologi remote sensing dari tahun 2001 hingga tahun 2017, dimana data tersebut ialah data data Digital Elevation Model (DEM), data Land Use Land Cover (LULC), data curah hujan TRMM, data Evaporasi, dan data propertis tanah.
Dari penelitian ini, didapatkan bahwa model hidrologi berbasis fisik Shetran ini dapat digunakan untuk keperluan deteksi kelembaban tanah pada suatu DAS di Indonesia melalui validasi hasil kelembaban tanah oleh model Shetran dengan rekam jejak kejadian kekeringan yang dilakukan oleh BNPB
Land use is one of the factors that can influence the soil in carrying out the  infiltration process and will require a large amount of land safety for the location.  Soil moisture from the amount of water stored in the soil. Soil moisture value can  be made as an indicator of soil fertility so that it has an important role in the process  of increasing agricultural and plantation production. In addition, soil moisture can  also be used as an early detection of drought damage.
The purpose of this study is to predict the value of soil moisture in the  Cisanggarung watershed with a resolution of 500x500 meters and to understand  changes in land use to soil moisture.
The method used is the Physical Shetran model using remote sensing  hydroclimatology data from 2001 to 2017, while the data are Digital Elevation  Model (DEM) data, Land Use Land Covering (LULC) data, TRMM rainfall data,  Evaporation data, and land property data.
From this study, a hydrological model based on Shetran's physical properties  can be used for the purpose of moisture detection in watersheds in Indonesia  through the validation of soil moisture results by the Shetran model with a track  record of damage done by BNPB.
2638229656I1C016023ANALISIS SIKAP MAHASISWA STRATA 1 FARMASI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIANSikap positif terhadap pelayanan kefarmasian harus dimiliki oleh mahasiswa farmasi sebagai calon apoteker. Berdasarkan penelitian sebelumnya, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sikap mahasiswa farmasi antara lain jenis kelamin, tahun studi, dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap mahasiswa farmasi terhadap pelayanan kefarmasian dan perbedaan sikap berdasarkan tahun studi. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan metode cross-sectional yang dilakukan di Jurusan Farmasi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Kuesioner sikap dimodifikasi dari kuesioner Pharmaceutical Care Attitude Survey dan kuesioner Knowledge, Attitude, and Practice. Sebanyak 201 responden dari mahasiswa tahun pertama hingga keempat dipilih berdasarkan proportional quota sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji komparasi menggunakan Kruskall Wallis dan uji post hoc Mann-Whitney. Sembilan puluh enam koma lima persen mahasiswa farmasi memiliki sikap yang sangat baik terhadap konsep pelayanan kefarmasian dan khusus untuk mahasiswa tahun keempat, semua responden memiliki sikap yang sangat baik. Hasil analisis komparasi menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap mahasiswa tahun keempat dengan mahasiswa tahun pertama, kedua, dan ketiga (p= 0,009; 0,020, dan 0,033). Hasil analisis juga menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang sudah dan belum menjalani program PBL (p= 0,002). Secara keseluruhan, mahasiswa farmasi pada penelitian ini memiliki sikap yang sangat baik terhadap pelayanan kefarmasian dimana hal tersebut dipengaruhi oleh tahun studi dan status program PBL.Positive attitudes toward pharmaceutical care must be owned by pharmacy students as future pharmacists. Based on previous research, there are several factors that influence the attitudes of pharmacy students, including gender, year of study, and age.This study aims to describe the attitude of pharmacy students toward pharmaceutical care and the differences in attitudes based on the year of study. This research is an observational study with a cross-sectional design performed at the Department of Pharmacy, Jenderal Soedirman University. The attitude questionnaire was modified from the Pharmaceutical Care Attitude Survey and the Knowledge, Attitude, and Practice questionnaire. A total of 201 respondents consisting of first to fourth year students were selected based on proportional quota sampling. Data were analyzed descriptively and were tested for comparison using Kruskall Wallis and Mann-Whitney post hoc test. Ninety six point five percent of pharmacy students had very good attitudes towards the concept of pharmaceutical care, especially for fourth year students where all respondents had very good attitudes.The results of the comparative analysis showed a significant difference in attitude between the fourth year students and first, second, or third year students (p = 0.004, 0.017, and 0.043). The results of analysis also showed a significant difference between students who had and internship experience and those who had not internship experience (p = 0.002). Overall, the pharmacy students in this study had very good attitude toward pharmaceutical care which is influenced by the year of study and the internship program.
2638329732G2A018009GAMBARAN KADAR VITAMIN D BINDING PROTEIN, HBA1C, DAN INSULIN PADA PENDERITA TALASEMIA-BETALatar Belakang: Talasemia beta merupakan kelainan darah herediter yang ditandai dengan defisiensi atau tidak adanya sintesis rantai globin beta dengan tanda klinis anemia kronik, sehingga diperlukan transfusi darah sebagai terapi kuratif. Transfusi darah berulang menyebabkan kondisi kelebihan besi yang dapat memicu kerusakan berbagai organ. Kerusakan hepar dan pankreas dapat diketahui melalui pemeriksaan kadar vitamin D binding protein, insulin, dan HbA1c.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi serta perbedaan rerata kadar vitamin D binding protein, insulin dan HbA1c berdasarkan derajat klinis dan tipe alel pada pasien talasemia beta.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan studi cross section. Data diperoleh dari database persatuan orang tua penderita talasemia Indonesia (POPTI) di Samarinda Kalimantan Timur tahun 2019. Sampel diambil secara total sampling melibatkan data 30 pasien dan dilakukan pemeriksaan menggunakan plasma darah pasien. Analisis data menggunakan uji Kruskal-wallis dan Mann-whitney

Hasil: Sebanyak 22 sampel (73,3%) memiliki kadar DBP yang rendah. Sejumlah 26 sampel (86,7%) memiliki kadar insulin yang rendah. Sebanyak 25 sampel (83,3%) memiliki kadar HbA1c yang rendah. Tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan (p> 0.05) kadar insulin, HbA1c dan DBP pada kelompok derajat klinis ringan, sedang dan berat. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p> 0.05) rerata kadar insulin, HbA1c, dan DBP pada kelompok penderita talasemia beta yang memiliki jenis alel beta+ dan beta0.

Kesimpulan : Terdapat penurunan kadar insulin, HbA1c dan DBP sebagai biomarker kerusakan hepar dan pankreas pada penderita talasemia beta.
Background: Beta-thalassemia is an inherited blood disorder characterized by reduced or no synthesis of beta globin chain resulting in chronic anemia, so blood transfusion is required as curative therapy. Repeated blood transfusions lead to iron overload that can lead to multiple organs damage.

Objective: This study aims to determine the distribution and differences in mean levels of vitamin D binding protein, insulin and HbA1c based on clinical grade and allele type in beta thalassemia patients.

Method: This research was an analitic observational with cross sectional study. Data taken from persatuan orang tua penderita talasemia Indonesia (POPTI) in Samarinda, East Kalimantan in 2019. The samples were taken by total sampling and involved 30 patients and the examination was carried out using the patient’s blood plasma. The data was analized by Kruskal-wallis and Mann-whitney tests

Result: Total of 22 samples (73.3%) had low DBP levels. Total of 26 samples (86.7%) had low insulin levels. Total of 25 samples (83.3%) had low HbA1c levels. There was no significant difference (p> 0.05) of insulin, HbA1c, and DBP levels between the mild, moderate, and severe groups. There was no significant difference (p> 0.05) of insulin, HbA1c, and DBP levels between the beta+ allel and beta0 allel group.

Conclusion: There is a decrease in insulin, HbA1c and DBP levels as biomarkers of liver and pancreatic damage in beta thalassemia patients.
2638429735E1A115137Implementasi Perjanjian Ekstradisi Antara Indonesia dan Australia dalam Hukum Internasional (Studi tentang Kasus Ahmad Zia, Tersangka Penyelundupan Orang pada 2015)Kejahatan transnasional adalah permasalahan serius yang dihadapi oleh setiap negara yang ada di dunia. Kejahatan ini biasanya terjadi di dalam batas-batas wilayah negara akan tetapi dalam beberapa hal menyangkut kepentingan negara-negara lain sehingga tampak adanya dua atau lebih negara yang berkepentingan atas kejahatan itu. Kasus penyelundupan orang oleh seorang Warga Negara Afghanistan terjadi di Yogyakarta pada tahun 2015. Ahmad Zia ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penyelundupan orang dengan cara mengorganisir dan membawa ratusan orang imigran gelap dari negara asal Afghanistan, lalu transit di Indonesia dan Malaysia, ke negara tujuan Australia. Australia mengajukan permintaan ekstradisi atas Ahmad Zia kepada pemerintah Indonesia karena sebelumnya ia juga telah masuk dalam daftar pencarian orang pemerintah Australia sejak 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan perjanjian ekstradisi dalam hukum internasional dan untuk mengetahui implementasi perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Australia atas kasus tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan, serta spesifikasi penelitian deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia dan Australia mempunyai kepentingan masing-masing atas kasus tersebut sehingga terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak untuk melakukan ekstradisi terhadap tersangka Ahmad Zia. Berdasarkan asas-asas ekstradisi serta perundang-undangan yang berlaku di Indonesia maupun Australia antara lain Undang-Undang No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, Undang-Undang No 1 Tahun 1979 Tentang Ekstradisi, dan Australian Migration Act 1958, maka pengimplementasian dari perjanjian ekstradisi dalam kasus ini dapat berjalan dengan efektif.
Transnational crime is a serious problem faced by every country in this world. This crime usually occur within the national borders but in some cases it is related to the interests of other countries, so that there are two or more countries with an interest in the crime. The case of people smuggling by an Afghanistan citizen occurred in Yogyakarta in 2015. Ahmad Zia is suspected of having committed the crime of people smuggling by organizing and bringing hundreds of illegal immigrants from Afghanistan, then transit in Indonesia and Malaysia, to the destination country Australia. Australia submitted an extradition request for Ahmad Zia to the Indonesian government because he had also been on the Australian government's search list since 2014.
This study aims to determine the arrangement of extradition treaties in international law and to determine the implementation of the extradition treaty between Indonesia and Australia in the case. The method used in this research is a case approach and statutory approach method, as well as descriptive research specifications.
The results indicates that the Governments of Indonesia and Australia have their respective interests in the case, so that an agreement was reached between the two parties to extradite the suspect Ahmad Zia. Based on extradition principles and laws in force in Indonesia and Australia, including Law No. 6 of 2011 on Immigration, Law No. 1 of 1979 on Extradition, and the Australian Migration Act 1958, so the implementation of the extradition treaty in this case can be carried out effectively.
2638529736H1A016054PERANCANGAN SISTEM ALARM KECEPATAN PUTARAN PADA BUCKET ELEVATOR BERBASIS PLC ZELIO SR3 B261FUBucket elevator merupakan sistem konveyor yang berfungsi untuk memindahkan material di jalur vertikal (transportasi vertikal) pada proses produksi di dunia industri. Bucket elevator dikendalikan oleh operator dengan bantuan Programmable Logic Controller (PLC). Permasalahan utama yang sering terjadi pada bucket elevator adalah slip pada drum elevator yang dapat berakibat putusnya belt karena gesekan dengan drum. Slip pada drum elevator ini dapat dideteksi pada kecepatan putaran bucket elevator yang menurun dari kecepatan operasionalnya. Untuk mengantisipasi kerusakan pada bucket elevator, diperlukan sistem alarm yang dapat mendeteksi turunnya putaran bucket elevator. Sehingga waktu proses produksi tidak terlalu banyak terbuang untuk perbaikan bucket elevator karena perbaikannya dapat menghabiskan waktu berjam-jam bahkan dapat hitungan hari. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah rancang bangun suatu sistem monitoring kecepatan putaran bucket elevator pada batas tertentu sehingga ketika kecepatan putaran bucket elevator berada di bawah level tertentu, sistem akan memberikan alarm. Batas kecepatan putaran yang diatur pada penelitian ini yaitu 54rpm. Kemudian sistem akan diuji dengan mengatur kecepatan putaran bucket elevator dengan mengatur frekuensi motor bucket elevator dari 50Hz, 45Hz, 40Hz, 35Hz, sampai 30Hz. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saat motor bucket elevator diatur pada frekuensi 50Hz dan 45Hz (masing-masing kecepatan putarannya 64rpm dan 58rpm) alarm tidak menyala. Sedangkan saat motor bucket elevator diatur pada frekuensi 40Hz, 35Hz, dan 30Hz (masing-masing kecepatan putarannya 51rpm, 45rpm, dan 38rpm) alarm menyala karena kecepatan putarannya berada dibawah batas. Berdasarkan data hasil penelitian, sistem monitoring bucket elevator dapat mendeteksi kerusakan pada bucket elevator berdasarkan turunnya kecepatan putaran sehingga proses perbaikan dapat segera dilakukan dan mengurangi down time dari bucket elevator.The bucket elevator is a conveyor system that functions to move material in vertical lines (vertical transportation) in the production process in the industrial world. The bucket elevator is controlled by the operator with the help of a Programmable Logic Controller (PLC). The main problem that often occurs in bucket elevators is a slip on the elevator drum which can result in breaking the belt due to friction with the drum. Slip on the elevator drum can be detected at the bucket elevator rotation speed which decreases from its operating speed. To anticipate damage to the bucket elevator, an alarm system is needed that can detect a drop in the bucket elevator rotation. So that the production process time is not wasted too much on bucket elevator repairs because repairs can take hours or even days. The method used in this research is the design and construction of a bucket elevator rotation speed monitoring system at a certain limit so that when the bucket elevator rotation speed is below a certain level, the system will give an alarm. The rotation speed limit set in this study is 54rpm. Then the system will be tested by adjusting the bucket elevator rotation speed by adjusting the bucket elevator motor frequency from 50Hz, 45Hz, 40Hz, 35Hz, to 30Hz. The results of this study indicate that when the bucket elevator motor is set to a frequency of 50Hz and 45Hz (64rpm and 58rpm respectively) the alarm does not go off. Meanwhile, when the bucket elevator motor is set to a frequency of 40Hz, 35Hz, and 30Hz (51rpm, 45rpm, and 38rpm respectively) the alarm goes off because the rotation speed is below the limit. Based on research data, the bucket elevator monitoring system can detect damage to the bucket elevator based on the decrease in rotation speed so that the repair process can be carried out immediately and reduce the down time of the bucket elevator.
2638629737C1C014026ANALISIS SUMBER PENDAPATAN DAN BELANJA SEBELUM DAN SESUDAH UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 DI DESA JANGGOLAN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi sumber pendapatan dan belanja desa di Desa Janggolan setelah adanya perubahan undang-undang yang mengatur desa secara khusus. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Kemasyarakatan, dan Masyarakat di Desa Kemawi dan Desa Tanggeran, dengan teknik pengumpulan data yaitu data primer dengan melakukan wawancara dan data sekunder yang dilihat dari laporan keuangan kedua desa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sebelum adanya UU Desa, Desa Kemawi dan Desa Tanggeran memiliki pendapatan desa yang sedikit sehingga belanja desa yang dikeluarkan juga sedikit; (2) Setelah adanya UU Desa, Desa Kemawi dan Desa Tanggeran mendapat penambahan pendapatan berupa dana desa sehingga desa semakin mudah untuk mengadakan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatnya. Implikasi dari penelitian ini yaitu pendampingan mengenai peraturan keuangan desa setiap adanya perubahan peraturan diperlukan untuk seluruh perangkat sehingga tidak hanya bagian keuangan saja yang memahami mengenai keuangan desa.The study aims to identify and analyze the implementation sources of village revenue and village expense in Janggolan Village after changes to laws that specifically regulate villages. The unit of analysis in this research is the Village Government, Village Consultative Institution, Community Institutions, and Communities in Kemawi and Tanggeran Villages, with data collection techniques such as primary data by conducting interviews and secondary data seen from the financial reports of the two villages. The results of this study indicate that: (1) Before the implementation of Village Law, Kemawi Village and Tanggeran Village had little village revenue, so that village expense was also out not much; (2) After the implementation of Village Law, Kemawi Village and Tanggeran Village received additional revenue in the form of village funds so that the village would be easier to carry out development activities and community empowerment. This research implies that assistance regarding village financial regulations in every regulation changing is required for all instruments so that not only the finance department understands village finances.
2638729786I1D016034Gambaran Pola Konsumsi Minuman Waralaba Di Kalangan Mahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Mahasiswa termasuk pada usia dewasa awal yang merupakan salah satu pasar potensial, karena pola konsumsi sedang terbentuk. Usaha minuman waralaba terus tumbuh dengan konsep unik untuk menarik minat konsumen. Konsumen minuman waralaba dari berbagai kalangan, namun didominasi oleh mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola konsumsi minuman waralaba pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dengan metode purposive sampling. Kriteria insklusi mahasiswa regular aktif dan bersedia menjadi responden dengan mengisi kuesioner online. Responden sejumlah 446 orang. Data penelitian didapatkan dengan melakukan penyebaran kuesioner online google form, kemudian dianalisis deskriptif dengan melihat distribusi frekuensi jawaban responden.
Hasil Penelitian: Indeks massa tubuh responden sebagian besar normal (68,8%). Sebanyak 99,1% responden menyukai minuman manis dan 96,4 % responden mengonsumsi minuman waralaba dengan frekuensi 1-3x/bulan (49,5%). Menu minuman waralaba yang dipilih sebagian besar jenis minuman non kopi (68,1%). Sebanyak 52,9% responden beralasan minuman waralaba adalah mood booster. Kedai waralaba favorit mahasiswa adalah Chatime (52,7%).
Kesimpulan: Hampir seluruh responden menyukai minuman manis dan terbiasa mengonsumsi minuman waralaba. Kedai minuman waralaba terpopuler pada kalangan mahasiswa yaitu Chatime. Frekuensi konsumsi jarang dan pilihan yang paling diminati adalah minuman non kopi.
Background: College students are classified in adulthood is one of the potential markets, people’s consumption pattern being formed. The growing beverage franchise has focused on unique concepts to attract consumers. Consumers are from various group, but it dominated by college students. This research is to know franchise beverage consumption pattern among college students in Jenderal Soedirman University.
Methods: This research was a descriptive-quantitative with purposive sampling method. Inclusion criteria regular students are active and would be a respondent by filled a questionnaire online. Samples were 446. Data of this research was obtained by distributed by google form, then analyzed described by looked at the frequency distribution respondent answers.
Results: Nutritional status as many as 68,8% categorized as normal. As many as 99.1% of respondents like to consume a sweet beverage and 96,4% franchise beverage by consumption frequency 1-3 times/month 49.5%. Most of the franchise beverages selected are non-coffee 68.1%. Sweet beverage as a mood booster 52.9%. Chatime are the favorite franchise cafe 52.7%.
Conclusions: Almost all respondents liked sweet beverages and they are used to consumtion beverages franchise. Chatime is the most popular beverages franchise among the students. Consumed infrequently and respondents favorited menu are non coffee.
2638829711I1C016006HUBUNGAN KARAKTERISTIK MAHASISWA NON-KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik mahasiswa non-kesehatan Universitas Jenderal Soedirman dengan tingkat kepercayaan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini merupakan penelitian non-experimental menggunakan cross sectional. Data didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa kesehatan Universitas Jenderal Soedirman dengan metode Stratified Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa 61% mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada pelayanan kefarmasian. Analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan antara karakteristik jenis kelamin , karakteristik angkatan mahasiswa, karakteristik fakultas, dan karakteristik kunjungan ke apotek lebih dari dua kali dalam kurun waktu maksimal 6 bulan ((p-value 0,257 ; 0,216 ; 0,367 and 0,909). The purpose of this study to determine correlation between non-health students’s characteristics in jenderal soedirman university with trust of pharmaceutical care in pharmacy. This study was non-experimental used a cross-sectional survey design. Respondents were took non-health students of Jenderal Soedirman University used Stratified Random Sampling which was divided pharmaceutical care more than twice in maimum period six month. The results showed that the level of trusted of health students at Jenderal Soedirman University was 61% in high category of trust were no significant correlations between characteristics of gender, freshman year, faculty and last time received pharmaceutical care more than twice in maximum period in 6 month (p-value 0,257 ; 0,216 ; 0,367 and 0,909).
2638929716E2A018025"Efektivitas Penanggulangan Kejahatan Terhadap Tindak Pidana Pengrusakan Dan Pencurian Sarana Bantu Navigasi Pelayaran Di Wilayah Distrik Navigasi Cilacap"Kenavigasian merupakan salah satu wujud pelayanan pemerintah dalam menunjang keselamatan pelayaran di wilayah perairan Indonesia dengan mewujudkan ruang dan alur pelayaran yang aman bernavigasi, keamanan dan keselamatan pelayaran merupakan faktor yang sangat penting oleh karena itu terhadap pelaku tindak pidana pengrusakan dan pencurian Sarana Bantu Navigasi Pelayaran di wilayah Distrik Navigasi Cilacap tidak ada tindakan penegakan hukum. Tesis ini membahas tentang Efektivitas Penanggulangan Kejahatan Terhadap Tindak Pidana Pengrusakan dan Pencurian Sarana Bantu Navigasi Pelayaran di Wilayah Distrik Navigasi Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris (Socio Legal Research) dengan sumber data primer dan informan serta abservasi. Lokasi dilakukannya penelitian ini yaitu berada di Kantor Distrik Navigasi Cilacap. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Sarana Bantu Navigasi Pelayaran begitu vital di setiap lingkungan kerja maupun lingkungan kepentingan pelabuhan, walaupun sudah ada aparat penegak hukum di lingkungan instansi yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang pelayaran dan sampai saat ini tidak ada tindakan penegakan hukum terhadap pelaku pengrusakan dan pencurian Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, penanggulangan kejahatan terhadap tindak pidana pengrusakan dan pencurian Sarana Bantu Navigasi Pelayaran di wilayah Distrik Navigasi Cilacap tidak efektif. Adapun faktor yang mempengaruhi dalam melakukan penanggulangan kejahatan tindak pidana pengrusakan dan pencurian Sarana Bantu Navigasi Pelayaran di wilayah Distrik Navigasi Cilacap adalah (a) Faktor hukumya sendiri, (b) Faktor penegakan hukum, (c) Faktor sarana atau fasilitas, (d) Faktor masyarakat.Navigation is a form of government service in supporting shipping safety in Indonesian territorial waters by realizing space and shipping lanes that are safe to navigate, security and safety of shipping is a very important factor, therefore against the perpetrators of criminal acts of destruction and theft of shipping navigation aids in Cilacap Navigation District area has no law enforcement action. This thesis discusses about the Effectiveness of Crime Management against Crime of Destruction and Theft of Sailing Navigation Aids in the Navigation District of Cilacap. This study uses the empirical legal research method (Socio Legal Research) with primary data sources and informants and observations. The location of this research is at the Cilacap Navigation District Office. The results of the study show that the role of shipping navigation aids is vital in every work environment and port interests, even though there are law enforcement officers in the agency environment whose scope of duties and responsibilities is in the shipping sector and until now there has been no law enforcement action against the perpetrators of destruction and theft of Sailing Navigation Assistance Facilities, prevention of crimes against the criminal act of destrction and theft of Sailing Navigation Supporting Facilities in the Cilacap Navigation District area is not effective. The factors that influence the prevention of criminal acts of destruction and theft of Sailing Navigation Assistive Facilities in the Cilacap Navigation District are (a) the legal factors themselves, (b) law enforcement factors, (c) means or facilities factors, (d) community factors.
2639029740K1A016004PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR KOMPOSIT PATI SUKUN (Artocarpus altilis) DAN AMPAS TEBU (Baggase) DENGAN PLASTICIZER GLISEROLPenggunaan plastik dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan karena sifat dari plastik yang non-biodegradabel. Penelitian pembuatan bioplastik telah dilakukan dengan metode blending. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik bioplastik berbahan dasar pati sukun dan selulosa ampas tebu dengan penambahan gliserol sebagai pemlastis. Variasi komposisi selulosa yang digunakan adalah 0, 5, 10, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bertambahnya selulosa pada bioplastik maka ketebalan, higroskopisitas, kelarutan dalam air, dan kelarutan dalam asam semakin baik. Secara umum hasil terbaik bioplastik adalah pada formulasi pati sukun-selulosa 85:15% dengan penambahan zat aditif berupa gliserol sebagai plasticizer dan kalsium karbonat sebagai filler masing-masing sebanyak 45% dan 0,4% dari berat pati-selulosa dengan nilai ketebalan 0,223 mm; densitas 0,875 g/cm3; higroskopisitas 20,5%; kelarutan dalam air 35,45%; kelarutan dalam asam 32,21%; kuat tarik 2,42 MPa; dan elongasi 12%. Hasil uji biodegradasi menunjukkan bahwa bioplastik dengan penambahan selulosa membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terurai dibanding bioplastik tanpa selulosa.The use of plastics causes various negative impacts on the environment because plastic is non-biodegradable. Research of making bioplastics has been carried out by the blending method. This study aims to determine the physical and mechanical properties of bioplastics from breadfruit starch and sugarcane baggase cellulose eith the addition of glycerol as plasticizer. The variation of cellulose used are 0, 5, 10, and 15%. The results showed that with increasing cellulose in bioplastics the thickness, hygroscopicity, solubility in water, and solubility in acid were better. In general, the best results of bioplastics are on the formulation of breadfruit starch-cellulose 85:15% with the addition of the additive glycerol as a plasticizer and calcium carbonate as a filler as much as 45% and 0,4% by weight of starch-cellulose with a thickness 0,223 mm; density 0,875 g/cm3; hygroscopicity 20,5%; solubility in water 35,45%; solubility in acid 32,21%; tensile strength 2,42 MPa; and elongation 12%. The results of biodegradation test show that bioplastic with the addition of cellulose was need a longer time to decompose than bioplastic without cellulose.
2639129864H1B015067ANALISIS PEMILIHAN MODA KENDARAAN PRIBADI DAN TRANS JATENG KORIDOR I (BULUPITU – BUKATEJA)Beralihnya masyarakat yang sebelumnya menggunakan transportasi pribadi menjadi menggunakan transportasi umum diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui persentase pemilihan moda antara kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) dan BRT Trans Jateng Koridor I. BRT Trans Jateng Koridor I dipilih karena moda transportasi umum ini tergolong baru di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas, juga BRT Trans Jateng Koridor I memiliki tujuan untuk membudayakan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Tahapan dari proses analisis penelitian ini menggunakan metode revealed preference dengan regresi logistik untuk pengolahan datanya. Atribut yang diuji dalam penelitian ini adalah kenyamanan (X1), keselamatan (X2), waktu tempuh (X3), konektivitas antar moda (X4), dan dampak lingkungan(X5). Berdasarkan hasil penelitian dengan metode tersebut didapatkan bahwa, persentase pemilihan moda antara sepeda motor dan BRT Trans Jateng Koridor I sebesar, 95,1% pengguna memilih BRT Trans Jateng Koridor I dan 4,9% pengguna memilih sepeda motor. Selanjutnya persentase pemilihan moda antara mobil dan BRT Trans Jateng Koridor I sebesar, 40,7% pengguna memilih BRT Trans Jateng Koridor I dan 59,3% pengguna memilih mobil. Didapatkan juga model pemilihan moda untuk sepeda motor dan BRT Trans Jateng Koridor I yang bernilai, Logit π/(1-π(x))= 0,504 – 0,626X1 + 0,228X2 – 0,275X3 + 2,623X4 + 0,499X5, dengan atribut yang paling berpengaruh yaitu X4 (konektivitas antar moda). Selanjutnya model pemilihan moda antara mobil dan BRT Trans Jateng Koridor I yang bernilai, Logit π/(1-π(x))= -10,509 + 0,508 X1+ 1,579 X2 +1,119 X3 + 3,692 X4 + 3,233 X5, dengan atribut yang paling berpengaruh yaitu X4 (konektivitas antar moda) dan X5 (dampak lingkungan).People who previously used private vehicles and changed to public transportation will reduce the traffic density. The purpose of this study was to determine the percentage of mode choice between private vehicle (car and motorcycle) and Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng corridor I. BRT Trans Jateng corridor was chosen because the mode of this public transportation is relatively new in Purbalingga and Banyumas districts, BRT Trans Jateng Corridor I also have a purpose to develop public interest to use public transportation. The stages of analysis process of this study was using revealed preference method with logistic regression to process the data. The attri3butes tested in this study are convenience (X1), safety (X2), time travel (X3), connectivity between transportation mode (X4), dan environmental impact (X5). Based on the result of the study with the following method it is obtained that the percentage of choosing the mode between motorcycle and BRT Trans Jateng Corridor I is 95,1% users chose BRT Trans Jateng Corridor I and 4,9% chose motorcycle. Furthermore, the percentage of choosing the mode between cars and BRT Trans Jateng Corridor I is 40,7% users chose BRT Trans Jateng Corridor I and 59,3% users chose cars. The study also obtained the model of mode choice for motorcycles and BRT Trans Jateng Corridor I is Logit π/(1-π(x))=0,504-0,626X_1+ 0,228X_2-0,275X_3+2,623X_4+0,499X_5, with the most influential attribute is X4 (the connectivity between transportation mode). Furthermore, the percentage of choosing of the mode between cars and BRT Trans Jateng Corridor I is π/(1-π(x))=-10,509+0,508X_1+ 1,579 X_2+ 1,119X_3+3,692X_4+3,233X_5, with the most influential attribute is X4 (connectivity between transportation mode) and X5 (environmental impact).
2639229741H1L013042Evaluasi Usabiliry Pada Aplikasi Pemesanan Tiket Online PT. Rosalia Indah Transport Menggunakan System Usability ScalePada era saat ini memesan tiket terutama bus dapat kita pesan melalui sebuah aplikasi. Dengan menggunakan aplikasi dapat mempermudah pembeli dalam melakukan pemesanan tiket bus. Disini akan melakukan analisis tentang aplikasi pembelian tiket bus Rosalia Indah. Jarang sekali ada sebuah PT bus yang membuat pemesanan tiket melalui sebuah aplikasi. Mungkin banyak yang kurang percaya akan aplikasi bus Rosalia Indah ini karena jarangnya ada aplikasi pemesanan tiket yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan bus. Maka dari itu disini akan melakukan analisis untuk menilai seberapa terpercayanya aplikasi Rosalia Indah ini jika digunakan oleh masyarakat. Cara untuk menganalisis sebuah aplikasi tiket online ini dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS). SUS ini berguna untuk menilai suatu aplikasi dengan cara menyebarkan kuesioner – kuesioner kepada responden. Pada kuesioner ini terdapat 10 pertanyaan yang dimana setiap 1 pertanyaan terdapat pilihan jawaban dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Disitu responden mengisi kuesioner tersebut sesuai penilaiannya. Cara memberikan kuesioner dengan cara datang ke agen – agen bus Rosalia Indah yang melakukan pemesanan tiketnya melalui Aplikasi Tiket Rosalia Indah. Apabila semua data dari setiap responden terkumpul, akan dapat mulai menghitung semua data tersebut dengan menggunakan Rumus System Usability Scale. Setelah semua sudah dirata – ratakan dapat ditentukan bahwa aplikasi tiket online Rosalia Indah ini terpercaya atau tidak.

In this era, we can order tickets, especially buses, through an application. Using the application can make it easier for buyers to order bus tickets. Here will conduct an analysis of the Rosalia Indah bus ticket purchase application. It is rare for a PT bus to make ticket bookings through an application. Perhaps many do not believe in the Rosalia Indah bus application because there are rarely ticket booking applications issued by a bus company. Therefore, here we will conduct an analysis to assess how reliable the Rosalia Indah application is if it is used by the public. The way to analyze an online ticket application is using the System Usability Scale (SUS) method. SUS is useful for assessing an application by distributing questionnaires to respondents. In this questionnaire, there are 10 questions, where for each 1 question there is a choice of answers from strongly disagree to strongly agree. There, the respondents filled out the questionnaire according to their assessment. How to give a questionnaire by coming to the Rosalia Indah bus agents who order their tickets through the Rosalia Indah Ticket Application. If all the data from each respondent is collected, you will be able to start calculating all the data using the System Usability Scale formula. After everything has been averaged, it can be determined that the Rosalia Indah online ticket application is trusted or not.
2639329742K1C016057Pola Intrusi Batuan Basal Berdasarkan Data Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Wenner-Schlumberger di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten BanyumasDesa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas merupakan daerah yang memiliki potensi batuan basal akibat terjadinya intrusi. Untuk mengeksplorasinya dilakukan penelitian dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner – Schlumberger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur lapisan bawah permukaan, menentukan pola intrusi dan mengetahui potensi dari batuan basal. Pengukuran dilakukan pada empat lintasan dengan panjang lintasan antara 135 – 200 meter. Batuan basal yang teridentifikasi di daerah penelitian memiliki nilai resistivitas antara 60 - 259 ohm.m. Pola intrusi yang terlihat membentuk pola sill atau mendatar dengan beberapa area menyerupai lakolit. Potensi batuan basal yang diperoleh dari pseudo 3D hasil korelasi keempat lintasan sebesar 1.089.444 m3Pekuncen village, Jatilawang district, Banyumas regency is an areas that has the potential of basalt rock due to intrusion. To explore basalt rock in the area, research was carried out using the Wenner – Schlumberger configuration type resistivity geoelectric method. This study aims to determine the structure of the subsurface layer, determine intrusion patterns and determine the potential of basalt rock. Measurements were made on four lines with lengths of 135 – 200 meters. Basaltic rocks identified in the study area have resistivity values, between 60 – 259 ohm.m. Intrusion patterns that appear to form a sill or horizontal pattern with several area forming lacolite. The potential of basalt rock obtained from 3D pseudo correlation results of the four lines in the study area is 1.089.444 m3.
2639428899K1B015055Analisis Regresi Logistik Dan Aplikasinya Pada Penasun Yang Terinfeksi HIV DI DKI Jakarta
Penasun merupakan pengguna Narkoba Psikotropika dan Zat Adiktif dengan cara disuntik menjadi salah satu faktor utama penularan HIV. HIV adalah sejenis virus yang menyerang atau menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Salah satu lembaga pemerintah di Indonesia yang menangani masalah HIV yaitu Kementerian Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi penasun yang terinfeksi HIV di DKI Jakarta dengan menggunakan regresi logistik biner. Langkah-langkah penelitian ini adalah (1) melakukan analisis deskriptif dan (2) menentukan model regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor – faktor yang berpengaruh signifikan terhadap model regresi logistik adalah umur penasun (X1), jarum tidak steril (X3), berbagi alat suntik (X4), dan melakukan hubungan seks (X5). Nilai pengaruh faktor – faktor yang signifikan terhadap positif atau negatifnya HIV dengan menggunakan nilai odds ratio yaitu X3 sebesar 0,0063, X1 sebesar 1,19, X4 sebesar 49,79, X5 sebesar 4321,93.IDU’s(Injection Drug User’s) are drug users of psychotropic substances addictive substances by injection and become the main factor of HIV transmission. HIV is a type of virus that attacks or infects white blood cells that cause the decline in human immunity. One of the government agent in Indonesia that handles HIV issues is Ministry of Health. The aims of this research to determine the factors that affect injection drug user’s which HIV infected in DKI Jakarta by using binary logistic regression. Steps of the research are conducted using (1) descriptive analysis and (2) determining a binary (logistics) regression model. The results showed that the significant factors are X1 (age of IDU’s), X3 (unsterile needles), X4 (sharing syringes), and X5 (engage in sex). The odds ratio analysis showed the significant factor to HIV’s positive (or negative) are: X3 is 0,0063, X1 is 1,19, X4 is 49,79, X5 is 4321,93.
2639529651I1A016022Hubungan Dukungan Keluaga dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Sumbang I Kabupaten BanyumasLatar belakang: Diabetes mellitus tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan penyakit degeneratif yang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di masyarakat dan memicu berbagai komplikasi penyakit jika tidak dilakukan tatalaksana penyakit dengan tepat. Penatalaksanaan DM tipe 2 melalui pengaturan pola makan/diet. Dukungan keluarga menjadi faktor yang penting dalam mendukung kepatuhan diet pasien DM tipe 2. Karena keluarga bagian paling terdekat dengan pasien yang mampu membantu mengelola dan menerpakan diet dalam sehari-hari.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Sumbang I
Metodelogi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan crosssectional. Pemeilihan sampel berdasarkan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 66 orang. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Korelasi kedua variabel diuji dengan uji chis-square. Untuk mengetahui variabel paling berpengaruh dan kontribusi variabel confounding diuji dengan uji regeresi logistik.
Hasil penelitian: Hasil uji korelasi chis-square menunjukan dukungan emosional dengan kepatuhan diet memiliki hubungan yang bermakna dengan p value 0,013 , sedangkan dukungan penghargaan, instrumental, dan informasi tidak ada hubungan bermakna dengan p value >0,05 (dukungan penghargaan: 0,134, dukungan instrumental: 0,706, dukungan informasi: 0,327). Hasil uji regresi logistik menunjukkan dukungan emosional paling berpengaruh terhadap kepatuhan diet dengan nilai OR 5,9, sedangkan kontribusi variabel confounding menunjukkan adanya pengaruh terhadap hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan setelah dikontrol oleh variabel confounding (jenis kelamin, umur, pendidikan dan lama menderita).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan emosional menjadi faktor paling berpengaruh terhadap kepatuhan diet penderita DM, sehingga perlu diperlukan peningkatan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya diet dan pemahaan tentang diet kepada penderita DM tipe 2 dan keluarganya.
Background: Diabetes mellitus type 2 (Type 2 diabetes mellitus) is a degenerative disease that is a major public health problem in society and triggers various complications of the disease if the disease is not managed properly. Management of type 2 diabetes through diet. Family support is an important factor in supporting dietary adherence to type 2 DM patients. Because the family is closest to the patient who is able to help manage and implement the diet in everyday life.
Method: This study was a quantitative study with cross sectional approach desaign. Sampling of this study used purposive sampling with the total samples of 66 respondents. The instrument for this study used a questionnaire. Analysis of the correlation between two variables used Chi-Square test. This is to determine the influencing variables and the contribution of the confounding variables used logistic regression
Results: The results of the chis-square correlation test showed that emotional support with dietary adherence had a significant relationship with p value 0.013, while reward, instrumental, and information support had no significant relationship with p value> 0.05 (reward support: 0.134, instrumental support: 0.706, information support: 0.327). The results of the logistic regression test showed that emotional support had the most influence on dietary adherence with an OR value of 5.9, while the contribution of the confounding variable showed an influence on the relationship between family support and adherence after being controlled by confounding variables (gender, age, education and duration of suffering).
Conclusion: This study shows that emotional support is the most influential factor on dietary compliance for DM sufferers, so it is necessary to increase health education regarding the importance of diet and understanding of diet for type 2 DM sufferers and their families.
2639629743F1A015034MODIFIKASI SEPEDA MOTOR: ANTARA IDENTITAS DIRI DAN GENGSI
(Studi Tentang Interaksi Komunitas Bikers Purwokerto)
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi bikers Purwokerto terhadap modifikasi motor yang dilakukannya dan mengetahui interaksi yang terjadi antara seseorang yang melakukan modifikasi sepeda motornya dengan bikers yang lain. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Sasaran utama dalam penelitian ini yaitu Biker yang telah melakukan modifikasi terhadap motornya, apa saja yang diubah, dan apa alasan memodifikasi motornya. Dengan Sasaran Pendukung Mekanik atau bengkel yang menangani modifikasi sepeda motor di Purwokerto. modifikasi adalah sebuah kegiatan mengubah bentuk sebuah sepeda motor menjadi lebih menarik, serta menampilkan bentuk yang lebih bagus dari aslinya. Identitas diri merupakan kesadaran individu untuk menempatkan diri dan memberi arti pada dirinya sebagai seorang pribadi yang unik serta memiliki ciri-ciri berbeda dengan kelompoknya. interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan individu atau individu dengan kelompok yang didalamnya individu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi seorang pengendara dan pengendara lainnya berbeda-beda, seperti contohnya melakukan modifikasi motor dengan alasan meningkatkan kepercayaan diri, menambah kenyamanan dan menyesuaikan kebutuhan dari pengendara tersebut. Kemudian dalam modifikasi sepeda motor, seorang pengendara bisa mendapatkan informasi mengenai modifikasi sepeda motor dengan mengikuti komunitas motor atau dengan melalui media sosial seperti facebook dan Instagram.This research uses descriptive qualitative research methods. This study aims to determine the perception of Purwokerto bikers on their motorbike modifications and to know the interactions that occur between someone who modifies his motorcycle and other bikers. Determination of informants using purposive sampling. The main targets in this research are the bikers who have made modifications to their motorbikes, what have been changed, and what are the reasons for modifying their motorbikes. With the target of Supporting Mechanics or workshops that handle motorcycle modifications in Purwokerto. modification is an activity to change the shape of a motorcycle to be more attractive, and display a shape that is better than the original. Self-identity is an individual's awareness to place himself and give meaning to himself as a unique person and has different characteristics from his group. social interaction is a relationship between individuals and individuals or individuals with groups in which individuals influence, change, or improve the behavior of other individuals, or vice versa. The results showed drivers 'perceptions and other riders' perceptions were different, such as modifying motorcycles for reasons of increasing self-confidence, increasing comfort and adjusting the needs of these riders. Then in a motorcycle modification, a rider can get information about the motorcycle modification by following the motorcycle community or with social media such as Facebook and Instagram.
2639729018A1L013047EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera.) DAN DURIAN (Durio zibenthinus Murr.) DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman kelapa dan durian di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, dan mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa dan durian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai Maret 2020 di wilayah Kecamatan Cilongok dan Laboratorium Tanah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan skala 1:100.000. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis yang mengelompokkan wilayah survei dalam sejumlah satuan lahan berdasarkan persamaan bentuk permukaan lahan, lereng, batuan induk, iklim dan jenis tanah. Deliniasi batas satuan lahan dilakukan dengan overlay (tumpang susun) peta kelerengan, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan dan peta geologi menggunakan software ArcGis 10.6. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan pendekatan purposive random sampling. Setiap satuan satuan lahan di ambil di tiga titik pengamatan yang didasarkan pada kelerengannya dengan kedalaman 0-60cm. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan metode maximum limitation FAO yaitu matching data antara karakteristik lahan dengan persyaratan penggunaan lahan untuk tanaman perkebunan yang dikaji. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk peta kesesuaian lahan pada masing-masing tanaman. Kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa pada daerah penelitian adalah cukup sesuai (S2) dengan luas 6090,95 ha atau 80,94%, sesuai marginal (S3) dengan luas 846,51 ha atau 11,25% dan tidak sesuai (N) dengan luas 587,79 ha atau 7,81%. Kesesuaian lahan untuk tanaman durian yaitu cukup sesuai (S2) dengan luas 6090,95 ha atau 80,94%, sesuai marginal (S3) dengan luas 654,98 ha atau 8,70 % dan tidak sesuai (N) dengan luas 779,31 ha atau 10,36%. Faktor pembatas utama untuk budidaya tanaman kelapa dan durian di daerah penelitian adalah temperatur udara, ketinggian tempat, kelerengan, bahaya erosi dan curah hujan.This research aimed to determine the level of suitability of the actual and potential land suitability for coconut and durian plants in Cilongok district, Banyumas regency, and determine the limiting factors that affect the suitability of land for coconut and durian plants. The research was conducted in January 2020 to March 2020 in the Cilongok Subdistrict, Banyumas District and the Laboratory of Soil Science, Yogyakarta Agriculture Technology Assessment Center. The land unit delineation was carried out using the physiographic approach by which the research area was grouped into a number of land units based on the similarities in land surfaces, slope, master stone, climate and soil type. The land unit border delineation was determined using software ArcGis 10.6 by an overlying technique of number maps (slope, soil type, land use and geological). The determination of sample points was based on a purposive random sampling. Each unit of land unit is taken at three observation points based on its marbles with a depth of 0-60 cm. Evaluation of land suitability is carried out using FAO's maximum limitation method, which is matching data between land characteristics and land use requirements for the estate crops studied. The results of land suitability research were provided in the form of actual and potential land suitability maps. Land suitability of the study area for coconut was moderately suitable (S2) covering an area of 6090,95 ha or 80.94%, marginally suitable (S3) with an area of 846,51 ha or 11,25% and not suitable (N) with an area of 587,79 ha or 7,81%. The land suitability for durian plants was marginally suitable (S2) with an area of 6090,95 ha or 80,94%, marginally suitable (S3) with an area of 654,98 ha or 8,70% and not suitable (N) with an area of 779,31 ha or 10,36%. The main limiting factor for the cultivation of coconut and durian in the research area is air temperature, altitude, slope, danger of erosion and water availability.
2639829894C1A013091FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN INDONESIA 2000-2019Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, tenaga kerja, dan kurs terhadap investasi sektor industri pengolahan di Indonesia pada tahun 2000 - 2019. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif ,yaitu metode yang menganalisis karakteristik suatu variabel yang nilai-nilainya dinyatakan dalam bentuk numerikal. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Kementerian Perindustrian, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan model Ordinary Least Square (OLS) pengolahan data mengunakan software eviews.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi, suku bunga, tenaga kerja, dan kurs rupiah berpengaruh signifikan terhadap investasi sektor industri pengolahan di Indonesia periode 2000 hingga 2019. Inflasi dan kurs rupiah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap investasi sektor industri pengolahan di Indonesia periode 2000 - 2019. Tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap investasi sektor industri pengolahan di Indonesia periode 2000 - 2019. Suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap investasi sektor industri pengolahan di Indonesia periode 2000 - 2019.
Karena suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap investasi sektor industri pengolahan, diharapkan Bank Indonesia selaku lembaga yang berwenang mengatur kebijakan moneter menetapkan suku bunga yang stabil agar investor mau menanamkan modalnya di Indonesia. Kedua tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi sektor industri pengolahan di Indonesia periode 2000 hingga 2019. Dengan demikian, diharapkan pemerintah mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia lebih terdidik dan terampil melalui pelatihan agar dapat meningkatkan investasi.

Kata Kunci : Investasi, Industri Pengolahan, Inflasi, Suku Bunga, Tenaga Kerja, Kurs Rupiah.
This study aims to analyze the effect of inflation, interest rates, labor, and exchange rates on investment in the manufacturing industry sector in Indonesia in 2000 - 2019. This type of research uses quantitative methods and data sources used are secondary data or obtained from the Central Bureau of Statistics, central bank of Indonesia, Ministry of Industry, Investment Coordinating Board. The data used in this paper is data from 2000-2018 which includes the variables used in this paper.
The results showed that inflation, interest rates, labor, and the exchange rate have a significant effect on investment in the manufacturing industry sector in Indonesia from 2000-2019. Inflation and exchange rate have a negative and not significant effect on investment in the manufacturing industry sector in Indonesia from 2000 - 2019. Labor have a positive and significant effect on investment in the manufacturing sector in Indonesia for the period 2000 - 2019. Interest rates have a negative and significant effect on investment in the manufacturing sector in Indonesia in the period 2000 – 2019.
The implication of this study is that the first interest rate has a negative and significant effect on investment in the manufacturing industry sector in Indonesia from 2000 - 2019. Thus, it is hoped that Indonesian banks will always be the institutions authorized to regulate fiscal policy to set stable interest rates so that investors will invest in Indonesia. Second, the workforce has a positive and significant effect on investment in the manufacturing sector in Indonesia from 2000 - 2019. Thus, it is hoped that the government will be able to improve the quality of the Indonesian workforce more educated and skilled through training centers in order to increase investment.
2639929745I1C016063Uji Aktivitas Antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun sirih (Piper betle L.) terhadap Escherichia coli,Latar belakang : Antibiotik merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme (bakteri/jamur) dan memiliki sifat yang mampu menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme. Penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen biasanya diatasi dengan menggunakan antibiotik. Secara tradisional daun pepaya dan dau sirih dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun sirih serta metabolit sekunder yang terdapat dalam kedua ekstrak tersebut.
Metode : Penelitian eksperimental laboratorium dengan post test only control group design dengan menggunakan 27 kertas cakram. Analisis data menggunakan uji kruskal-wallis dilanjutkan uji post-hoc Mann-Whitney.
Hasil : Daun pepaya dan daun sirih mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Ekstrak etanol daun pepaya mempunyai diameter zona hambat pada bakteri E.coli yaitu 11 mm, sedangkan ekstrak etanol daun sirih yaitu 12,6 mm. Perbandingan kombinasi ekstrak daun pepaya 1:1, 1:3, 3:1 memiliki diameter zona hambat masing-masing 12,6 mm, 13,3 mm, 11 mm.
Kesimpulan : Kombinasi ekstrak etanol daun pepaya dan daun sirih dengan perbandingan 1:3 memiliki zona hambat yang tertinggi dibandingkan perbandingan yang lain maupun tanpa kombinasi.
Background: Antibiotics are chemical compounds generated by microorganisms (bacteria / fungi) that kill or slow down the growth of microorganisms. Diseases caused by microbial pathogens is usually treated with antibiotics. Traditionally, papaya leaf and betel leaf as antibacterial agents. This study aims to know the activity antibacteria of papaya leaves extract and betel leaves combination and the secondary metabolites contained in both extract.
Methods: A laboratory experimental research with a post test only control group design using a diffusion disc. Data analysis used the kruskal-wallis test followed by Mann-Whitney post-hoc test.
Results: The ethanol extract of papaya leaves at concentration 25% has inhibition zone diameter in E. coli bacteria is 11 mm, while the ethanol extract of betel leaves at concentration 25% is 12.6 mm. The combination ratio of papaya leaf extract 1: 1, 1: 3, 3: 1 had inhibition zone diameter of 12.6 mm, 13.3 mm, 11 mm, respectively. Papaya and betel leaves contain flavonoids, saponins, and tannins.
Conclusion: The combination of the ethanol extract of papaya leaf and betel leaf with a ratio of 1: 3 has the highest inhibition zone compared to other ratios or without the combination.
2640030611L1B016015Bakteri Saluran Pencernaan Pada Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Dibudidayakan di Kabupaten BanyumasInformasi mengenai bakteri pada pencernaan ikan nilem adalah sebagai strategi pencegahan penyakit maupun pencarian kandidat bakteri menguntungkan untuk dikembangkan sebagai probiotik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah koloni bakteri pada saluran pencernaan, proporsi Gram positif dan negatif serta komposisi Bacillus sp. pada ikan nilem yang dibudidayakan di Kabupaten Banyumas. Ikan yang digunakan berukuran 10-20 cm berasal dari Desa Singasari dan Desa Beji dengan rincian 3 ekor pada setiap tempat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Pengamatan jumlah koloni bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC), kemudian dilakukan uji Gram KOH 3% dan identifikasi Bacillus. Hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni bakteri saluran pencernaan ikan nilem dari Desa Beji pada bagian anterior 8,48x106, middle 13,20x106, posterior 23,54x106 CFU/g dan jumlah koloni bakteri saluran pencernaan ikan nilem dari Desa Singasari pada bagian anterior 7,50x106, middle 0,50x106, posterior 1,87x106 CFU/g. Proporsi Gram Desa Beji pada Gram negatif sebesar 87,5%, 93,75%, 81,25%, dan Gram positif sebesar 12,5%, 6,25%, 18,75% dan proporsi Gram Desa Singasari pada Gram negatif sebesar 100%, dan Gram positifnya 0%. Komposisi Bacillus sp. yang diperoleh Bacillus cereus 50%, Bacillus coagulans 25% dan Bacillus subtilis 25%. Information about bacteria in the digestion of Bonylip barb is a disease prevention strategy and a search for beneficial bacteria candidates to be developed as probiotics. The purpose of this study was to determine the number of bacterial colonies in the digestive tract, the proportion of Gram positive and negative and the composition of Bacillus sp. on Bonylip barb cultivated in Banyumas Regency. The fish used measuring 10-20 cm came from Singasari Village and Beji Village with details of 3 fish in each place. The method used in this study is the method of observation with purposive random sampling. Observation of the number of bacterial colonies using the method Total Plate Count (TPC), then performed the Gram KOH 3% test and identification of Bacillus. The results showed the number of bacterial colonies of the digestive tract of Bonylip barb from Beji Village on the anterior 8,48x106, middle 13,20x106, posterior 23,54x106 CFU/g and the number of bacterial colonies of the digestive tract of Bonylip barb from Singasari Village on the anterior 7,50x106, middle 0.50x106, posterior 1.87x106 CFU/g. The proportion of Gram in Beji Village to Gram negative is 87.5%, 93.75%, 81.25%, and Gram positive is 12.5%, 6.25%, 18.75% and the proportion of Gram in Singasari Village to Gram negative is 100%, and Gram positive 0%. Composition of Bacillus sp. The results obtained were Bacillus cereus 50%, Bacillus coagulans 25% and Bacillus subtilis 25%.