Artikelilmiahs

Menampilkan 26.401-26.420 dari 50.225 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2640128574C1A016047FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN GULA JAWA
PADA RUMAH TANGGA DI DESA PAGERAJI KECAMATAN CILONGOK
KABUPATEN BANYUMAS
Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh harga gula jawa, harga gula pasir, harga nira, pendapatan dan anggota keluarga terhadap permintaan gula jawa di tingkat rumah tangga di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian ini melakukan survei terhadap 97 rumah tangga pengguna gula jawa di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel menggunakan Proporsional Simpel Random. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga gula pasir, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga memberikan pengaruh positif terhadap permintaan gula jawa di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Sedangkan harga gula jawa, dan harga nira memberikan pengaruh negatif terhadap permintaan gula jawa di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. The purpose of this study was to analyze the effect of the price of brown sugar, the price of granulated sugar, the price of palm juice, income and family members on the demand for sugar at the household level in Pageraji Village, Cilongok District, Banyumas Regency. This study conducted a survey of 97 households of Javanese sugar users in Pageraji Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The sampling method uses Proportional Simple Random. The analytical method used is multiple linear regression. The results showed that the price of granulated sugar, household income and the number of family members had a positive influence on demand for Javanese sugar in Pageraji Village, Cilongok District, Banyumas Regency. While the price of Java sugar, and the price of roomie has a negative influence on the demand for Java sugar in Pageraji Village, Cilongok District, Banyumas Regency.

2640229747J0B017021PENERJEMAHAN DOKUMEN ATURAN OPERASI DAN
REGULASI RUANG KONTROL UTAMA SLAG
GRANULATION PLANT DIVISI BLAST FURNACE PT
KRAKATAU STEEL BANTEN DARI BAHASA MANDARIN
KE DALAM BAHASA INDONESIA
Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Dokemen Aturan Operasi
dan Regulasi Ruang Kontrol Utama Slag Granulation Plant Divisi Blast Furnace
Krakatau Steel Banten dari Bahasa Mandarin ke Dalam Bahasa Indonesia“.
Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di PT Krakatau Steel Banten, pada tanggal
6 Juli hingga 7 September 2019. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja tersebut
adalah melakukan penerjemahan di ruang kontrol utama Slag Granulation Plant.
Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, metode observasi, metode
dokumentasi dan metode wawancara.
Saat melakukan penerjemahan, penulis menggunakan dua metode
penerjemahan, yaitu metode penerjemahan komunikatif dan metode penerjemahan
harfiah. Ada tiga tahapan dalam kegiatan praktik kerja tersebut, yang pertama yaitu
persiapan, kedua adalah pelaksanaan, ketiga adalah evaluasi dan hasil. Penulis
menggunakan metode penerjemahan komunikatif sebagai metode yang utama,
karena dengan menggunakan metode tersebut makna yang ada di dalam dokumen
aturan operasi dan regulasi dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami
oleh karyawan ruang kontrol utama Slag Granulation Plant. Hasil yang penulis
peroleh dari praktik kerja ini adalah penulis menerjemahkan dokumen aturan
operasi dan regulasi ruang kontrol utama Slag Granulation Plant ke dalam
bahasa Indonesia dan memperoleh pengalaman baru.
这份实习报告的题目是 ”Penerjemahan Dokumen Aturan Operasi dan
Regulasi Ruang Kontrol Utama Slag Granulation Plant Divisi Blast Furnace PT
Krakatau Steel Banten dari Bahasa Mandarin ke Dalam Bahasa Indonesia”. 实习
是从 2019 年 7 月 6 日 到 9 月 7 日进行的, 在 PT Krakatau Steel, 万丹.
实习的目的是在渣处理主控室把中文渣处理主控室的岗位操作规程文件翻译
成印尼文。作者使用三个收集材料的方法,观察方法,记录方法和访谈方法。
在翻译的过程当中,作者使用两个翻译方法,交际翻译方法和直译翻
译法。在翻译过程有三个阶段,第一是准备阶段,第二实施阶段,第三评估
阶段。把中文渣处理主控室的岗位操作规程的文件做翻译时作者使用交际翻
译方法作为主要的方法。使用这种翻译方法能让印尼人员更容易理解渣处理
主控室的岗位操作规程的文件. 作者做实习的结果是把渣处理主控室的岗位
操作规程的文件翻译成印尼文了,并且作者受到新的经验。
2640329748K1A016031Pemanfaatan Membran Selulosa Asetat dari Eceng Gondok dengan Penambahan MSG pada Penurunan Nilai BOD dan COD Limbah Cair TahuEceng gondok merupakan salah satu tanaman yang mengandung serat selulosa yang tinggi khususnya pada bagian batangnya, sehingga dapat dimanfaatkan dalam sintesis selulosa asetat melalui proses asetilasi. Selulosa asetat adalah salah satu jenis polimer yang sudah banyak dimanfaatkan terutama dalam pembuatan membran selulosa asetat dengan metode inversi fasa. Membran merupakan lapisan tipis yang berfungsi sebagai filtrasi serta dapat menurunkan nilai BOD dan COD limbah cair tahu. Pembuatan membran dengan menambahkan MSG dengan variasi konsentrasi 6% dan 12% sebagai zat aditif yang akan meningkatkan kinerja membran. Hasil penelitian menunjukkan membran selulosa asetat dari batang eceng gondok memiliki nilai fluks air sebesar 54,92 L/m2.jam dan fluks limbah sebesar 27,46 L/m2.jam, sedangkan nilai rejeksi membran dengan menggunakan larutan dekstran T-500 sebesar 57,45 %. Hasil penurunan total nilai BOD dan COD pada limbah cair tahu berturut-turut sebesar 77,5% dan 73,77%.Eichhornia crassipes is one of many various types of plants, that has a high cellulose content especially in it’s stem. The cellulose could be synthesized to be cellulose acetate through acetylation process. Cellulose acetate is one of polymers that have been widely used as a basic material for cellulose acetate membranes by phase inversion method. Membrane is a thin layer, work as filtration that can decrease BOD and COD of tofu’s liquid-waste. The research was synthesizing a membrane by adding MSG with variations in concentration 6% and 12% as an additive substance that could increase the membrane’s work-rate. The result showed that characterization of cellulose acetate membranes from stem of eichhornia crassipes has water-flux 54.92 L/m2.hour and waste-flux 27.46 L/m2.hour, whereas rejection value of membrane by using dextran T-500 was 57.45 %. Result of decreasing BOD and COD value on liquid-waste of tofu was 77.5 % and 73.77%.
2640429750K1C016045Identifikasi Bidang Gelincir Tanah Longsor menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Kaliwedi Kecamatan Kebasen Kabupaten BanyumasKondisi lereng di daerah Kaliwedi Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas memiliki potensi ancaman tanah longsor, sehingga perlu dilakukan identifikasi bidang gelincir dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Metode ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan kedalaman atau ketebalan lapisan yang berpotensi longsor serta litologinya dengan aplikasi geolistrik metode tahanan jenis konfigurasi Schlumberger dan Wenner-Schlumberger. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur lapisan bawah permukaan dan mengetahui potensi longsor dilihat dari lapisan batuan. Akuisisi data resistivitas dilakukan sebanyak satu titik Schlumberger dan tiga lintasan Wenner-Schlumberger. Pengolahan dan pemodelan data menggunakan Software Progress 3.0 dan Software RED2DINV 3.54. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi daerah penelitian tersusun atas lempung, lempung pasiran, pasir lempungan, dan batu breksi. Bidang gelincir tanah longsor diduga pada kedalaman 6-10 meter dari tanah permukaan dengan nilai resistivitas 59,2-230 ohm.meter berupa batu breksi. Slope conditions in the Kaliwedi Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas area have the potential landslides, so it is necessary to identify the slip surface using the resistivity geoelectric method. This method can be used to determine the depth or thickness of layers that have potential for landslides and lithology with the application of geoelectric resistivity Schlumberger and Wenner-Schlumberger. The purpose of this research is to know the structure of the subsurface layer and to know the potential for landslide seen from rock layers. Resistivity data acquisition is done by one Schlumberger point and three Wenner-Schlumberger lines. Data are processed and modeled using Progress 3.0 and RES2DINV 3.54 software. The result showed that litology in shallow subsurface are clay, sandy loam, sandstone and breccia stones. The landslide slip surface was expected on 6-10 meters depth of top soil with resistivity value 59,2-230 ohm.meter in the form of breccia stones.
2640530016L1A016078Pengaruh Logam Berat Kadmium (Cd)
Terhadap Ekspresi Gen Gth-Ii Pada Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti C.V) Jantan
Kadmium merupakan salah satu logam berat yang bila di dalam air tawar berbentuk Cd2+. Kadmium yang tinggi dapat menyebabkan kematian, sedangkan konsentrasi sub letal dapat menyebabkan gangguan berbagai fungsi organ tubuh termasuk fungsi reproduksi. Dampak kadmium bagi ikan adalah dapat menghambat sistem reproduksi, seperti ekspresi gen GtH-II. Biota yang diuji adalah ikan nilem (Osteochilus hasseltii C.V.) jantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh logam Cd terhadap ekspresi gen GtH-II serta konsentrasi yang dapat menganggu ekspresi gen GtH-II pada ikan nilem jantan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berbeda (0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, dan 6 ppm) selama 4 minggu dengan pengambilan sampel setiap 2 minggu sekali. Penelitian dilakukan masing-masing tahapan terdiri dari pengambilan hipotalamus, isolasi RNA, DNAse Treatment, Pengukuran konsentrasi RNA, dan Real-Time PCR. Data kuantitatif berupa ekspresi gen GtH-II dianalisis dengan SPSS one way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi ekspresi gen GtH-II memiliki kisaran ratarata 0,00028-0,33648 dan menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p>0,05) antar semua perlakuan dengan kontrol. Hal tersebut dapat terjadi karena waktu paparan yang kurang lama, konsentrasi logam berat kadmium, dan kemampuan adaptasi ikan. Cadmium is a heavy metal which when in fresh water is in the form of Cd2+. High cadmium can cause death, while sub-lethal concentrations can cause disruption of various organ funcions including reproductive function. Cadmium can inhibit the reproductive system, such as the expression of the GtH-II gene. Osteochilus hasselti C.V. is used as object for gene expression test. The purpose of this study was to determine the effect of Cd on GtH-II gene expression and concentrations of Cd that can interfere with GtH-II gene expression in Osteochilus hasselti males. The complete randomized design was applied using four treatments (0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, and 6 ppm) for four weeks with sampling frequency every two weeks. The study was conducted respectively of taking the hypothalamus, RNA isolation, DNAse treatment, RNA concentration measurements, and Real Time PCR. The quantitative data in the form of GtH-II producing gene expression was analyzed by SPSS one-way ANOVA version 17.0. The results showed that the value of GtH-II gene expression has average range of 15,76 – 29,19 and the concentration of Cd had not given different result (p>0,05) on each treatment with control. This was presumably because of short exposure time, cadmium concentration, and capability fish adaptation.
2640629752C1I016029THE EFFECT OF COMPANY SIZE, FINANCIAL DISTRESS, AND PROFITABILITY TOWARD AUDITOR SWITCHINGPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, financial distress, dan profitabilitas terhadap pergantian auditor. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2016-2018. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 38 perusahaan manufaktur dengan waktu penelitian 3 tahun sehingga diperoleh sampel sebanyak 114 data yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2016-2018. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pergantian auditor. Financial distress berpengaruh positif terhadap pergantian auditor, dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pergantian auditor. This research aims to analyze and determine the effect of company size, financial distress, and profitability toward auditor switching. The object of this research is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016 – 2018. The samples were determined using purposive sampling method and obtained samples of 38 manufacturing companies with a research time of 3 years so that a sample of 114 data were obtained which were listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016-2018. The results show that company size has a positive effect on auditor switching. Financial distress has a positive effect on auditor switching. And profitability has no effect on auditor switching.
2640729751H1D016035PENGUKURAN QUALITY OF SERVICE BERDASARKAN METODE EUROPEAN TELECOMUNICATIONS STANDART INSTITUTE
PADA RT/RW NET
Jaringan komputer pada dasarnya digunakan untuk membagi sumber informasi secara client-server, seiring perkembangan dan pemanfaatan komputer, banyak masyarakat yang hanya menggunakannya untuk berinternet saja, maka dalam mengakses internet perlu adanya suatu otoritas untuk masuk kedalam jaringan internet serta manajemen kecepatan mengakses. Dengan melihat permasalahan ini penulis merancang suatu jaringan dengan menggunakan alat mikrotik, dan menerapkan prinsip kerja RT/RW Net. Metode yang digunakan untuk merancang jaringan komputer menggunakan model Network Development Life Cycle (NDLC). Hasil dari penelitian ini adalah pengukuran jaringan atau koneksi dengan nilai dari Quality of Service (QoS), serta manajemen dari mikrotik, dan dalam melakukan pengukuran penulis menggunakan antena dari wajanbolic dalam melakukan pengukuran jaringan Internet.Computer networks are basically used to share information sources on a client-server basis, as computers develop, many people only use them to surf the internet, so in accessing the internet there needs to be an authority to enter the Internet network and access speed management. By looking at this problem the authors designed a network using microtic devices, and applied the working principle of RT / RW Net. The method used to design computer networks uses the Network Development Life Cycle (NDLC) model. The results of this study are network measurements or connections with the value of Quality of Service (QoS), as well as management of microtics, and in measuring the author using an antenna from wajanbolic in measuring Internet networks.
2640829753K1A016065SINTESIS C-2-HIDROKSIFENILKALIKS[4]RESORSINARENA SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureusKaliks[4]resorsinarena merupakan makromolekul siklis hasil reaksi antara resorsinol dengan aldehida. Pemanfaatan kaliks[4]resorsinarena diantaranya sebagai adsorben, antioksidan, tabir surya, dan antibakteri. Pada penelitian ini akan disintesis turunan kaliks[4]resorsinarena dan pemanfaatannya sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis C-2-hidroksifenilkaliks[4] resorsinarena dari resorsinol dan 2-hidroksi benzaldehida dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu sintesis C-2-hidroksifenil kaliks[4]resorsinarena dengan metode refluks pada suhu 78°C selama 24 jam kemudian dilakukan uji antibakteri dengan metode sumuran. Hasil sintesis berupa padatan orange dengan rendemen sebesar 84,45 %. Produk dikarakterisasi dengan FTIR dan 1H-NMR. Hasil karakterisasi FTIR C-2-hidroksifenilkaliks[4] resorsinarena mengindikasikan adanya gugus –OH, jembatan metin (-CH), serta C=C aromatik yang diperkuat dengan hasil identifikasi 1H-NMR dimana produk memberikan pergeseran kimia (δ) jembatan metin, aromatik, dan hidroksil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C-2-hidroksifenilkaliks[4] resorsinarena memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan nilai KHM sebesar 125 ppm. Calix[4]resorcinarene is a macromolecule cycle the result of the reaction between resorcinol with aldehyde. Utulization of calix[4]resorcinarene include as adsorbent, antioxidant, sunscreen, and antibacterial. In this study, derivative calix[4]resorcinarene will be synthesized and it’s use as an antibacterial. The purpose of the study is to synthesize C-2-hydroxyphenylcalix[4]resorcinarene of resorcinol and 2-hydroxy benzaldehyde and test antibacteria activity against S. aureus bacteria. This study was conducted in two phase, synthesis of C-2-hydroxyphenylcalix[4]resorcinarene with reflux method at 78°C for 24 hours, then conducted antibacterial test with sumuran method. The result is synthesis of orange solids with yield of 84,45%. Products characterized by FTIR and 1H-NMR. Characterization result of FTIR C-2-hydroxyphenylcalix[4] resorcinarene indicates the presence of cluster –OH, methyne bridge (-CH), and C=C aromatic wich is reinforced with the result of 1H-NMR where is product provide a chemical shift (δ) bridge metine, aromatic, and hydroxyl. The result showed that C-2-hydroxyphenylcalix[4]resorcinarene had antibacterial activity against S.aureus with MIC value 125 ppm.
2640929754G1B016031UJI RESISTENSI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA BOWL RINSE DENTAL UNIT TERHADAP ANTIBIOTIK AMOKSISILIN, SIPROFLOKSASIN, DAN KLINDAMISIN DI RSGM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi nosokomial. Kemampuan bakteri dalam membentuk biofilm di lingkungan serta pemberian antibiotik yang tidak rasional menyebabkan terjadinya infeksi ini. Sumber infeksi nosokomial dapat ditularkan dari komponen dental unit seperti bowl rinse melalui tindakan perawatan gigi dan mulut. Antibiotik amoksisilin, siprofloksasin, dan klindamisin paling umum penggunaannya di RSGM memungkinkan terjadinya resistensi sehingga meningkatkan infeksi nosokomial. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui resistensi bakteri Staphyloccus aureus isolat bowl rinse dental unit di RSGM Universitas Jenderal Soedirman terhadap antibiotik amoksisilin, siprofloksasin, dan klindamisin. Metode. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan Posttest-only group design. Penelitian ini menggunakan sampel S.aureus yang diisolasi dari permukaan bowl rinse dental unit Klinik Intergrasi RSGM Universitas Jenderal Soedirman. Uji resistensi bakteri terhadap antibiotik menggunakan metode Kirby Bauer. Analisis berupa data deskriptif hasil uji konfirmasi isolat bakteri berdasarkan Textbook of Diagnostic Microbiology serta Bergey’s Manual of Sistematic Bacteriology dan hasil uji resistensi yang dibandingkan dengan standar parameter CLSI dan NCCLS dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil dan kesimpulan. Hasil uji resistensi menunjukkan S.aureus isolat bowl rinse dental unit sensitif terhadap semua antibiotik uji amoksisilin, siprofloksasin, dan klindamisin.Background. One of the bacteria that causes nosokomial infections is Staphylococcus aureus. The ability biofilm formation of bacterial in the environment and irrational drug administration caused this infection. Transmission of the nosocomial infection can obtained from dental unit component such as bowl rinse due to dental and oral care in hospital. Amoxicillin, ciprofloxasin, and clindamycin most commonly used in RSGM allow resistance to increase nosocomial infections. Purpose. The purpose of this study to determined the resistance level of S.aureus isolate bowl rinse dental unit in RSGM Universitas Jenderal Soedirman to amoxicillin, ciprofloxacin, and clindamycin. Methods. This research was experimental laboratories with post test only group design. S.aureus was obtained from bowl rinse dental unit in Integration Clinic RSGM Universitas Jenderal Soedirman. Analysis of descriptive data results from identification test based on Textbook of Diagnostic Microbiology and Bergey’s Manual of Sistematic Bacteriology was used to reassure the isolate. However, Kirby bauer’s method of testing bacterial resistance on antibiotics, and the measurements compared to the standard parameters of CLSI and NCCLS in the form of the chart and picture. Result and conclusion. Resistance test showed that S.aureus isolate bowl rinse dental unit was still sensitive to amoxicillin, ciprofloxacin, and clindamycin.
2641029755G1B016012UJI RESISTENSI BAKTERI Pseudomonas aeruginosa PADA
BOWL RINSE DENTAL UNIT TERHADAP ANTIBIOTIK
AMOKSISILIN DAN SIPROFLOKSASIN DI RSGM
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
UJI RESISTENSI BAKTERI Pseudomonas aeruginosa PADA BOWL RINSE DENTAL UNIT TERHADAP ANTIBIOTIK AMOKSISILIN DANSIPROFLOKSASIN DI RSGM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Nimas Rahma Nadira1, Meylida Ichsyani1, Nendyah Roestijawati2
1Jurusan Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
2Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Alamat Koresponden: Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman,
Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia 53122.
Email: nimasnadira.nn@gmail.com

ABSTRAK
Latar Belakang. Infeksi nosokomial merupakan penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan atau HAIs (Healthcare Associated Infections). Salah satuya disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa, yang bersumber dari pasien RSGM yang terinfeksi bakteri tersebut. Kemampuan P. aeruginosa dalam membentuk biofilm serta penggunaan antibiotik yang kurang tepat, memungkinkan terjadinya resistensi P. aeruginosa terhadap antibiotik seperti amoksisilin dan siprofloksasin yang merupakan antibiotik umum digunakan di RSGM Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resistensi P. aeruginosa isolat bowl rinse dental unit RSGM Universitas Jenderal Soedirman terhadap amoksisilin dan siprofloksasin. Metode. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan post test only group design. Sampel penelitian ini terdiri atas 2 strain P. aeruginosa isolat bowl rinse dental unit hasil penelitian sebelumnya oleh peneliti. Uji konfirmasi yang dilakukan pada isolat tersebut berupa uji morfologi koloni, morfologi sel, uji biokimia, dan uji nutrisional berdasarkan buku Textbook of Diagnostic Microbiology dan Manual Clinical of Microbiology. Uji resistensi bakteri terhadap antibiotik menggunakan metode Kirby Bauer, dan dianalisis dengan standar parameter Clinical and Laboratory Standards Institute. Hasil dan kesimpulan. 2 bakteri P. aeruginosa isolat bowl rinse dental unit masih sensitif terhadap siprofloksasin namun mengalami resisten terhadap amoksisilin.

Kata Kunci. Amoksisilin; Bowl rinse; Infeksi Nosokomial; Pseudomonas aeruginosa; dan Siprofloksasin.
Kepustakaan. 23 (2005-2019)
TEST OF RESISTANCE Pseudomonas aeruginosa BACTERIA ON BOWL RINSE DENTAL UNIT AGAINST AMOXICILLIN AND CIPROFLOXACIN ANTIBIOTIKS IN RSGM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Nimas Rahma Nadira1, Meylida Ichsyani1, Nendyah Roestijawat2
1Dental Medicine Study Program, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto
2Medicine Study Program, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto

Address of correspondence: Dentistry of Jenderal Soedirman University,
Purwokerto, Central Java, Indonesia 53122.
Email: nimasnadira.nn@gmail.com

ABSTRACT
Background. Nosocomial infection is an infectious disease related to health services or HAIs (Healthcare Associated Infections). One of them is caused by Pseudomonas aeruginosa bacteria. Nosocomial infections can originate from RSGM patients infected with P. aeruginosa. The ability of P. aeruginosa to form biofilms and inaccurate use of antibiotic, allows the resistance of P. aeruginosa to antibiotic such as amoxicillin and cyprofloxacin, which are common antibiotic used at RSGM Universitas Jenderal Soedirman. Purpose. The purpose of this research was to determine the level of resistance of P. aeruginosa isolates of the bowl rinse dental unit in RSGM Universitas Jenderal Soedirman against amoxicillin and cyprofloxacin. Methods. The type of this research was a laboratory experimental in vitro with a post test only group design. The sample of this research consisted of two P. aeruginosa bacteria isolates from the bowl rinse dental unit from previous research by researcher. Confirmatory tests carried out on these isolates were colony morphology, cell morphology, biochemical tests, and nutritional tests based on book Textbook of Diagnostic Microbiology and Manual Clinical of Microbiology. The test for bacterial resistance to antibiotic was evaluated using Kirby Bauer method, and was analyzed using standard parameters of the Clinical and Laboratory Standards Institute. Result and conclusion. The result and conclusion showed that two P. aeruginosa isolates from the bowl rinse dental unit were still sensitive to cyprofloxacin but were resistant to amoxicillin.

Keyword. Amoxicillin; Bowl rinse; Cyprofloxacin; Nosocomial infection, Pseudomonas aeruginosa.
Bibliography. 23 (2005-2019)

2641129756K1A016055Pengaruh Sumber Nitrogen Terhadap Efektivitas Aktinomisetes Sebagai Antibiofilm Methicillin Resistant Staphylococcus aureusAktinomisetes diketahui mampu memproduksi senyawa bioaktif anti-MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus). Anti-MRSA terdiri dari aktivitas antibakteri, penghambatan pembentukan biofilm dan perusakan biofilm. Senyawa bioaktif ini diproduksi dalam medium fermentasi. Nitrogen sebagai makronutrisi berfungsi untuk pertumbuhan biomassa dan menginduksi produksi senyawa bioaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sumber nitrogen yang digunakan dalam medium fermentasi aktinomistes dari kawasan Segara Anakan Cilacap sebagai antibiofilm MRSA 2983. Tahapan pada penelitian ini yaitu: skrining primer anti-MRSA dengan metode agar plug diffusion; skrining sekunder anti-MRSA untuk mengetahui isolat terbaik dan waktu inkubasi optimum dengan parameter uji antibakteri dengan metode difusi kertas cakram, penghambatan pembentukan biofilm dan perusakan biofilm dengan metode microtiter plate; variasi sumber nitrogen dengan parameter uji antibakteri, penghambatan pembentukan biofilm dan perusakan biofilm; serta identifikasi morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 10 aktinomisetes memiliki aktivitas anti-MRSA. Satu isolate, yaitu P-6B, menunjukkan aktivitas anti-MRSA tertinggi menggunakan sumber nitrogen urea 0,1%. Produksi senyawa antibakteri optimum pada waktu inkubasi 6 hari dengan diameter zona hambat sebesar 12,427 ± 2.405 mm, produksi senyawa penghambat pembentukan biofilm optimum pada waktu inkubasi 6 hari dengan persentase penghambatan sebesar 97,144 ± 0,516 %, dan produksi senyawa perusak biofilm optimum pada waktu inkubasi 3 hari dengan persentase perusakan sebesar 72,349 ± 7,939 %. Hasil identifikasi morfologi menunjukkan aktinomisetes P-6B memiliki kemiripan dengan genus Streptomyces.Actinomycetes is capable to produce bioactive compound anti-MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus). Anti-MRSA consist of antibacterial activity, inhibition of biofilm formation and degradation of biofilm. These bioactive compounds are produced in fermentation medium. Nitrogen as a macronutrient is used for biomass growth and induces the production of bioactive compounds. This research was aimed to determine the effect of nitrogen source that used in fermentation medium of actinomicetes from Segara Anakan Cilacap against MRSA 2983 biofilm. The method used were anti-MRSA primary screening by agar plug diffusion method; anti-MRSA secondary screening to obtain the optimum isolate and incubation time with parameter test antibacterial by paper disc diffusion method, inhibition of biofilm formation and degradation of biofilm by microtiter plate method; variation of nitrogen source; and genus identification based on morphology. The result indicated 4 out of 10 actinomycetes have anti-MRSA activity. One isolate, which was P-6B, showed the highest anti-MRSA activity with 0.1% urea as nitrogen source. Optimum antibacteria activity in 6 days of incubation with diameter inhibition zone of 12.427 ± 2.405 mm, optimum bioactive compound for inhibit formation biofilm in 6 days of incubation with percentage inhibition of 97.144 ± 0.516 %, and optimum bioactive compound for degrade biofilm in 3 days of incubation with percentage degradation of 72.349 ± 7.939 %. The result of morphology identification indicated that actinomycetes P-6B similar with genus Streptomyces.
2641229757C1H016014THE EFFECT OF PROMOTION TOWARD BRAND AWARENESS AND BRAND IMAGE AND ITS IMPACT ON CONSUMER DECISION MAKINGPenelitian ini bertujuan untuk menguji studi empiris pada UNSOED Press. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Promosi Terhadap Kesadaran Merek dan Citra Merek Serta Dampaknya Terhadap Pengambilan Keputusan Konsumen.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menemukan bukti empiris pengaruh Promosi, Kesadaran Merek, Citra Merek terhadap Pengambilan Keputusan Konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah orang-orang yang memiliki pengalaman di Unsoed Press. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 200 orang. Penentuan sampel menggunakan Structural Equation Modeling. Alat analisis yang digunakan adalah sobel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Promosi berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan konsumen. (2) Kesadaran merek memediasi pengaruh promosi terhadap pengambilan keputusan konsumen. (3) Citra merek memediasi pengaruh promosi terhadap pengambilan keputusan konsumen. 4 Kesadaran merek berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan konsumen.5 Citra merek berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan konsumen. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah, UNSOED Press harus membangun kesadaran di kalangan pelajar atau target pasar. Promosi harus ditingkatkan seperti media sosial seperti instagram sehari-hariThis research is aimed to test an empirical study on UNSOED Press. The study took The title: "The Effect Of Promotion Toward Brand Awareness and Brand Image and its Impact on Consumer Decision Making”. The purpose of this research is to know and find empirical evidence of the influence of Promotion, Brand Awareness, Brand Image on Consumer Decision Making. The population in this study were people who has an experience at Unsoed Press. The samples in this study were 200 person. Sample determination using the Structural Equation Modeling. The analysis tool used is sobel. Based on the results of the research and analysis of data shows that:(1) Promotion has a positive effect on consumer decision making. (2) Brand awareness mediate the influence of promotion on consumer decision making. (3) Brand image mediate the influence of promotion on consumer decision making. 4 Brand awareness has positive effect on consumer decision making. 5 Brand image has positive effect on consumer decision making.The implication of the conclusion above is, UNSOED Press has to build awareness among students or target market. Promotion must be improved such a improve their social media like instagram everyday
2641328792L1A016019POLA DISTRIBUSI DAN NILAI MARGIN PEMASARAN
IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) DI TPI LOGENDING, KEBUMEN
Ikan Bawal Putih (Pampus argenteus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi dan memiliki harga jual yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola distribusi serta penanganan dari ikan Bawal Putih (Pampus argenteus) dan nilai margin dari masing – masing pola distribusi di TPI Logending, Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode survey dalam bentuk wawancara dan observasi langsung di TPI Logending. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis pola distribusi dan analisis nilai margin pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 2 tipe pola distribusi pada ikan Bawal Putih di TPI logending, dengan saluran pertama yaitu Nelayan, TPI Logending, Pedagang Pengepul, Pedagang Besar, Konsumen Luar Kota. Kemudian pada saluran kedua yaitu Nelayan, TPI Logending, Pedagang Besar, Konsumen Luar Kota. Dengan penanganan menggunakan es batu untuk menjaga kualitasa dari ikan Bawal Putih. Hasil dari nilai margin pemasaran tertinggi yaitu terdapat pada Pedagang Besar dengan persentase sebesar 100% dan 57,4% lalu terkecil yaitu terdapat pada Pedagang Pengepul dengan persentase 42,6% dan dengan total nilai margin tertinggi sebesar Rp. 26.931 dan terkecil sebesar Rp. 17.500.

Kata Kunci : Pola distribusi; nilai margin; ikan bawal putih (Pampus argenteus); TPI Logending.
White Pomfret (Pampus argenteus) is one of the fisheries commodities that have high economic value and high selling price. The purpose of this study is to determine the distribution and handling patterns of the White Pomfret and the margin values of each distribution pattern at TPI Logending, Kebumen. This study uses survey methods in the form of interviews and direct observation in TPI Logending. The sampling technique used is stratified random sampling. Data analysis was carried out namely distribution pattern analysis and marketing margin value analysis. Based on the results of this study indicate that there are 2 types of marketing distribution in White Pomfret at TPI logending, with the first distribution namely Fishermen, TPI Logending, Traders, Large Traders, and Out of Town Consumers. Then in the second distribution namely Fishermen, TPI Logending, Wholesalers, Consumers Out of Town. By handling using ice cubes to maintain the quality of White Pomfret. The results of the highest marketing margin values are found in Wholesalers with a percentage of 100% and 57,4% then the smallest is found on trader Collectors with a percentage of 42,6% and with the highest total margin value of Rp. 26.931 and the smallest Rp.17.500.

Keywords: Distribution patterns; margin value; white pomfret (Pampus argenteus); TPI Logending.
2641436759H1E017030PENENTUAN RUTE TERBAIK PENDISTRIBUSIAN GAS INDUSTRI MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY OPTIMIZATION
(Studi Kasus di PT. Samator Gas Industri, Kudus)
Penentuan rute terbaik pendistribusian dapat dilakukan untuk meningkatkan performance dalam proses distribusi. Utilisasi truk di PT Samator Gas Industri saat ini masih rendah yaitu 61,24% dari kapasitas maksimum truk 7000 kg. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute terbaik pendistribusian gas industri di PT Samator Gas Industri untuk meminimasi jarak tempuh kendaraan dan penghematan biaya bahan bakar serta memaksimalkan utilisasi truk dengan batasan Capacitated Vehicle Routing Problem with Pickup and Delivery for Multiple Products dengan Dynamic Demand yang diselesaikan dengan metode pendekatan algoritma Ant Colony Optimization (ACO). Penelitian ini mempertimbangkan 2 jenis layanan pendistribusian yaitu pickup and delivery dengan batasan kapasitas kendaraan yang homogen. Penelitian ini menggunakan menggunakan 2 kelompok relasi meningkatkan utilisasi truk sebesar 91,86%, menurunkan persentase total jarak tempuh sebesar 15,589% menjadi 398.12 km perhari dari yang sebelumnya 324.11 km perhari, dan penghematan kebutuhan biaya bahan bakar sebesar 15,589%.Determination of the best route of distribution can be done to improve performance in the distribution process. Truck utilization at PT Samator Gas Industri is currently still low at 61.24% of the maximum truck capacity of 7000 kg. This study aims to determine the best route for distribution of industrial gas at PT Samator Gas Industri to minimize vehicle mileage and fuel cost savings as well as maximize truck utilization within the limits of Capacitated Vehicle Routing Problem with Pickup and Delivery for Multiple Products with Dynamic Demand which is solved by the approach method. Ant Colony Optimization (ACO) algorithm. This study considers 2 types of distribution services, namely pickup and delivery with a homogeneous vehicle capacity limit. This study uses 2 groups of relations to increase truck utilization by 91.86%, reduce the percentage of total mileage by 15.589% to 398.12 km per day from the previous 324.11 km per day, and save fuel costs by 15.589%.
2641529759H1C015041GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DAERAH GUDANGKAHURIPAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT, JAWA BARATDaerah Penelitian berlokasi di daerah Gudangkahuripan dan sekitarnya dengan luas wilayah 13.7 km2 yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Lembang, Parompong, sukasari, dan Cicadap Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat yang secara geografis berada pada UTM WGS 84 dengan kordinat 124000 mE - 126000 mE, dan 9242000 mS – 9245000 mS. Secara fisiografis daerah penelitian termasuk kedalam zona Bandung atau zona depresi tengah Jawa Barat. Penelitian Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi pada daerah penelitian khususnya analisis mengenai kestabilan lereng.. Berdasarkan aspek geomorfologi, daerah penelitian merupakan bentuk asal Vulkanik (V) dan struktural (S), dibagi menjadi tiga bentuk lahan yaitu satuan lereng atas gunung api agak curam (V4) dan satuan lereng atas gunung api curam (V5), dan Intrusi dike (S12). Struktur yang berkembang terdapat pada penelitian adalah sesar lembang yang merupakan sesar normal. Dari hasil Pemetaan geologi menunjukan bahwa daerah penelitian terdiri dari empat satuan litologi yaitu satuan breksi vulkanik, Tuf Pasir, Tuf Lapilli dan Intrusi Andesit. Pola pengaliran yang berkembang pada daerah penelitian adalah paralel dengan tipe genetiknya konsekuen. Dari hasil analisis kestabilan lereng dilakukan pada tiga lokasi pengamatan. menggunakan Sofware Geostudio, maka didapatkan pada Lereng AB memiliki nilai FK 2,199 (Stabil), Lereng AC memiliki nilai FK 1,201 (Kritis), dan Lereng AD memiliki nilai FK 1,701 (Stabil).The Research Area is located in the Gudangkahuripan area and its surroundings with an area of 13.7 km2 which is administratively included in the Lembang, Parompong, Sukasari, and Cicadap Districts of West Bandung Regency, West Java Province. With its geographical location, UTM WGS 84 with coordinates 124000 mE - 126000 mE and 9242000 mS - 9245000 mS. Physiographically the study area belongs to the Bandung zone or the central depression zone of West Java. This research aims to determine the geological conditions in the study area, especially the analysis of slope stability. Based on geomorphological aspects, the study area is a form of volcanic origin (V) and strucktural origin (S), divided into three land forms namely moderately steep upper volcano slopes (V4), steep upper volcano slopes (V5) and dikes (S11). The structure that develops in this study is the Lembang fault which is a normal fault .The results of the geological mapping show that the study area consisted of four lithology units namely volcanic breccia units, Sand Tuff, Lapilli Tuff and Andesite Intrusion. The flowing patterns that develop in the study area are parallel with the consequent genetic type. From the results of the analysis of the slope stability carried out at three observation locations. Using Geostudio Software, the slope AB has a FK value of 2,199 (Stable), the AC Slope has a FK value of 1,201 (Critical), and the AD Slope has a FK value of 1.701 (Stable).
2641629761I1D016042HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI, FREKUENSI LATIHAN DAN ASUPAN ENERGI DENGAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA WANITA PESERTA SENAM AEROBIKLatar Belakang: Prevalensi obesitas pada wanita di Indonesia mencapai 8,9% (WHO 2016). Obesitas disebabkan karena seseorang mengonsumsi makanan dan minuman kaya kalori, rendah serat dan kurang bergerak aktif, sehingga terjadi penumpukan jaringan lemak yang berlebih. Disisi lain, tingkat pengetahuan gizi juga berperan penting terhadap kejadian obesitas seseorang. Senam aerobik merupakan jenis olahraga yang populer di kalangan wanita dan efektif untuk menurunkan lemak tubuh jika dilakukan secara rutin dan cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi, frekuensi latihan dan asupan energi terhadap persen lemak tubuh pada wanita peserta senam aerobik.
Metodologi: Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional yang dilakukan pada wanita peserta senam aerobikdi sanggar senam Beauty dan Atlantic’s Aerobic & Fitness di Purbalingga. Sampel penelitian berjumlah 34 orang berdasarkan perhitungan proportional purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari wawancara, kuesioner pengetahuan gizi, form Recall 1x24 jam, dan pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA (Bio Impedance Analysis). Uji korelasi Pearson dipilih untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel.
Hasil Penelitian: Sebanyak 50% responden merupakan ibu rumah tangga, 52,9% responden berpendidikan terakhir SMA, 64,7% responden berpengetahuan gizi cukup, 76,5% responden melakukan senam aerobik <3x/minggu, 94,1% responden memiliki asupan energi dalam kategori sangat kurang, dan sebanyak 79,4% responden memiliki persen lemak tubuh dalam kategori obesitas. Analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan antara pengetahuan gizi dengan persen lemak tubuh (nilai P=0,947) serta tidak ada hubungan antara frekuensi latihan dengan persen lemak tubuh (nilai P=0,243). Namun, penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan energi dengan persen lemak tubuh (nilai P = 0,002, nilai r = -0,516).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan frekuensi latihan dengan persen lemak tubuh. Namun, ada hubungan yang bermakna antara asupan energi dengan persen lemak tubuh pada wanita peserta senam aerobik dengan arah hubungannya negatif.
Background: Obesity prevalence among women in Indonesia reaches 8,9% (WHO 2016). Obesity is caused by consume high calorie-low fiber food and drink, and less active, so it build up excessive fat tissue. On the other hand, nutrition knowledge also plays important in someone’s obesity case. Aerobic dance workout is kind of popular physical exercise among women and is effectively reduce body fat if done continuously and sufficiently. The aim of this study is to examining the correlation between nutrition knowledge, exercise frequency, and energy intake with fat body percentage in women participants of aerobic dance workout.
Methods: A cross-sectional design was applied by involving women participants of aerobic dance workout in Beauty Fitness Studio and Atlantic’s Aerobic & Fitness at Purbalingga. A total of 34 samples were needed and calculated by proportional purposive sampling. Data were collected by interview, nutrition knowledge questionnaire, recall 1x24 hour questionnaire, and fat body percentage measurement using BIA (Bio Impedance Analysis). The pearson correlation-test was chose to examining the correlation among variables.
Results: As many as 50% participants are housewives, 52,9% participants have high school education, 64,7% participants have sufficient nutrition knowledge, 76,5% participants done aerobic dance workout <3 times/week, 94,1% participants have energy intake in severely less category, and 79,4% participants have fat body percentage in obesity category. Bivariate analysis shows there is no correlation between nutrition knowledge with fat body percentage (p=0,947) and there is no correlation between exercise frequency with fat body percentage (p=0,243). However, there is correlation between energy intake with fat body percentage (p=0,002; r=-0,516).
Conclusions: There is no correlation between nutrition knowledge and exercise frequency with fat body percentage, yet there is negative correlation between energy intake with fat body percentage in women participants of aerobic dance workout.
2641729762G1A016116Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Penduduk Kecamatan Sukaresik Tasikmalaya Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19Latar Belakang:Pandemi COVID-19 pada tanggal 3 Maret 2020 telah menjangkit lebih dari 72 negara di dunia termasuk Indonesia. Jumlah kasus baru di Indonesia setiap harinya masih ditemukan dengan angka yang fluktuatif.Pandemi COVID-19 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya masih dianggap biasa saja, dan masih banyak yang tidak mentaati protokol kesehatan.Untuk itu diperlukan upaya pemutusan rantai penularan COVID-19 yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.Pengetahuan tentang COVID-19 ini sangat penting dimiliki oleh masyarakat sehingga masyarakat mampu untuk mengambil keputusan dalam bersikap dan berperilaku yang tepat dalam rangka memutus rantai penularan covid 19.
Tujuan:Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penduduk Kecamatan Sukaresik Tasikmalaya dalam menghadapi pandemi COVID-19
Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 400 penduduk Kecamatan Sukaresik Tasikmalaya yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner melalui Google form.
Hasil: Hasil analisis bivariat antara pengetahuan dan sikap menggunakan Chi-Square 2x2 menunjukan p value= 0,00. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap penduduk Kecamatan Sukaresik Tasikmalaya dalam menghadapi Pandemi COVID-19 (p value< 0,05) Hasil analisis multivariat anatara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku, variabel yang paling berhubungan dengan perilaku dalam menghadapi Covid-19 adalah sikap (p-value 0 OR 21,589 95% C.I 10,734-43,421).
Kesimpulan:Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap terhadap perilaku dalam menghadapi COVID-19 di Kecamatan Sukaresik Tasikmalaya. Variabel yang paling berhubungan dengan perilaku dalam menghadapi COVID-19 adalah sikap (p-value 0,00 OR 21,589 95% C.I 10,734-43,421.
Background: COVID-19 pandemic on March 3, 2020 has spread in more than 72 countries in the world, including Indonesia. The number of new cases in Indonesia every day is still found with fluctuating numbers. COVID-19 pandemic in area Tasikmalaya distict is still considered normal, and many still do not comply with health protocols. For this reason, efforts to break the chain of transmission of COVID-19 that involve all elements of society are needed. Knowledge about covid 19 is very important for the community to have so that people are able to make decisions in behaving and behaving appropriately in order to break the chain of transmission of COVID-19.
Objective: Knowing the correlation between level of knowledge and attitude towards behavior of population sub-distict Tasikmalaya sukaresik in facing pandemic COVID-19.
Methods: This research is an analytic observational study using a cross-sectional approach. The sample of this research was 400 residents of population Sukaresik Tasikmalaya sub-district who were taken by simple random sampling technique. Collecting data in this study using a questionnaires via Google form.
Result: The results of the bivariate analysis between knowledge and attitude using Chi-Square 2x2 showed p value = 0.00. This shows that there is a relationship between the knowledge and attitude of Sukaresik Tasikmalaya sub-district in dealing with the COVID-19 Pandemic (p value <0.05). The results of multivariate analysis between level of knowledge and attitude towards behavior, the variables most related to behavior in dealing with Covid-19 is attitude (p-value 0 OR 21,589 95% CI 10,734-43,421).
Conclution: There is a correlation between level of knowledge and attitude towards behavior in dealing with Covid-19 in Sukaresik Tasikmalaya sub-distict. The variable most related to behavior in dealing with COVID-19 is attitude (p-value 0.00 OR 21.589 95% C.I 10.734-43.421.
2641829763K1A016003KARAKTERISASI DAN UJI POTENSI ZAT WARNA DARI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) SEBAGAI KEMOSENSOR KOLORIMETRI ANION BORAKSPenelitian dan pengembangan tentang kemosensor untuk mendeteksi analit dalam bidang lingkungan, industri, biologi dan medis semakin berkembang pesat dan menarik untuk dipelajari. Salah satu pemanfaatan kemosensor adalah untuk memonitor senyawa berbahya dalam ligkungan dan bahan pangan. Senyawa kemosensor dapat digunakan sebagai sensor anion, Sensor anion merupakan senyawa yang digunakan untuk mendeteksi spesies bermuatan negatif. Beberapa senyawa organik dapat mengalami perubahan warna, Warna pada senyawa organik disebabkan karena adanya gugus kromofor. Pada kayu secang senyawa pigmen yang ditemukan dominan adalah senyawa brazilin yang berwarna merah.tujuan dari penelitian ini yaitu mengekstraksi dan identifikasi kayu secang serta uji limit deteksi kayu secang terhadap anion boraks. Zat warna dari kayu secang dapat diekstraksi menggunakan etanol sebagai pelarut. Spektrofotometer IR digunakan untuk mengetahui gugus fungsi dalam kayu secang. Instrumen FTIR memberikan informasi gugus fungsi –OH pada bilangan gelombang 3385 cm-1, =C-H (sp2) pada bilangan gelombang 2924 cm-1, C=C aromatik pada bilangan gelombang 1612.49 cm-1, C-C aromatik pada bilangan gelombang 1504 cm-1 dan 1460.11 cm-1, dan ikatan C-O-C dalam siklik pada bilangan gelombang 1109 cm-1 yang merupakan gugus fungsi yang khas bagi senyawa brazilin. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk mendeteksi batas anion boraks. Pelarut metanol dan aseton menunjukkan hasil positif pada pewarna dalam anion boraks. Batas deteksi kayu secang terhadap anion boraks yaitu sebesar 1,3 ppm untuk pelarut aseton dan 9,66 ppm untuk pelarut metanol.Research and development on chemosensors to detect analytes in the environmental, industrial, biological and medical fields are growing rapidly and are interesting to study. One of the uses of chemosensors is to monitor harmful compounds in the environment and foodstuffs. Chemosensor compounds can be used as anion sensors. Anion sensors are compounds used to detect negatively charged species. Some organic compounds can change color. The color of organic compounds is due to the presence of chromophore groups. In secang wood, the dominant pigment compound found was brazilin, which was red in color. The aims of this study were to extract and identify secang wood and test the detection limit of secang wood against borax anion. The dye from secang wood can be extracted using ethanol as a solvent. IR spectrophotometer is used to determine the functional groups in sappan wood. The FTIR instrument provides information on the functional group –OH at wave number 3385 cm-1, = CH (sp2) at wave number 2924 cm-1, C = C aromatic at wave number 1612.49 cm-1, C-C aromatic at wave number 1504 cm-1 and 1460.11 cm-1, and the C-O-C bond in the cyclic wave number 1109 cm-1 which is a functional group typical for brazilin compounds. UV-Vis spectrophotometer is used to detect the limit of borax anion. Methanol and acetone solvent show positive results in dyes in borax anions. The detection limit of sappan wood against borax anion is 1.3 ppm for acetone and 9.66 ppm for methanol.
2641929764C1B016060PENGARUH PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN NPF SEBAGAI VARIABEL KONTROL
(Studi Kasus Pada Tahun 2014-2018)
Penelitian ini adalah “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Dan Pembiayaan Musyarakah Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Dengan NPF Sebagai Variabel Kontrol (Studi Kasus Pada Tahun 2014-2018)”
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembiayaan mudharabah dan pembiayaan musyarakah terhadap tingkat profitabilitas pada dengan NPF sebagai variabel kontrol.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh BPRS yang terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 15 BPRS di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memenuhi syarat penelitian ini yaitu BPRS yang pada tahun 2014-2018 memiliki nilai mudharabah, musyarakah, NPF, dan ROE ≠ 0. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan variabel kontrol menunjukkan bahwa: (1) Pembiayaan Mudharabah tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas, (2) Pembiayaan Musyarakah berpengaruh positif terhadap Profitabilitas, (3) NPF berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan Pembiayaan Musyarakah terhadap Profitabilitas.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan tingkat profitabilitas BPRS hendaknya BPRS lebih gencar dalam meningkatkan pembiayaan musyarakahnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa pembiayaan mudharabah tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan pembiayaan musyarakah berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Oleh karenanya, apabila suatu BPRS menginginkan profitabilitasnya naik, maka pembiayaan musyarakah harus ditingkatkan pula.
This research is "The Effect of Mudharabah Financing and Musharaka Financing on the Level of Profitability in Islamic Rural Banks with NPF as the Control Variable (Case Studies in 2014-2018)"
The purpose of this study was to determine the effect of mudharabah financing and musyarakah financing on the level of profitability with NPF as a control variable.
The population in this study were all BPRS in Central Java and East Java. The number of samples taken in this study were 15 BPRS in Central Java and East Java that met the requirements of this study, namely BPRS which in 2014-2018 had mudharabah, musyarakah, NPF, and ROE values ≠ 0. Purposive sampling method was used in determining respondents.
Based on the results of research and data analysis using control variables, it shows that: (1) Mudharabah Financing has no effect on Profitability, (2) Musyarakah Financing has a positive effect on Profitability, (3) NPF has an effect on Mudharabah Financing and Musharaka Financing on Profitability.
The implication of the above conclusions is that when banks increase musharaka financing, profitability will certainly increase, and vice versa. Therefore, it is hoped that BPRS in Central Java and East Java will be able to increase their musharaka financing.
2642029765E1A014135PELAKSANAAN PROGRAM KEMITRAAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) SEBAGAI PERWUJUDAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DI PT. PUPUK KUJANG (Persero) CIKAMPEKProgram Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) haruslah diwujudkan dengan objek atau sasaran program, tujuan program, serta penyebarluasan informasi atau sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat. Program Kemitraan yang dilaksanakan PT. Pupuk Kujang (Persero) Cikampek adalah bentuk pemberdayaan melalui fasilitasi kegiatan usaha yang dilakukan masyarakat. Penerima fasilitas pinjaman yang disebut mitra binaan dapat memperoleh manfaat dari program kemitraan untuk mengembangkan usaha yang dilakukannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data penelitian ini bersumber dari data sekunder dan data primer. Metode analisis pengumpulan data yaitu kepustakaan dan dokumenter, data disajikan dengan teks naratif berdasarkan analisis data dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat diambil simpulan bahwa Pelaksanaan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) sebagai perwujudan Corporate Social Responsibility (CSR) di PT Pupuk Kujang Cikampek antara lain :Program kemitraan terdiri pinjaman umum dan pinjaman khusus. Program bina lingkungan antara lain penyerahan air bersih, penyaluran bea siswa dan dana untuk perlengkapan sekolah, dan Penyaluran bantuan untuk sarana umum.
Kendala dalam pelaksanaan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) sebagai perwujudan Corporate Social Responsibility (CSR) di PT Pupuk Kujang Cikampek yaitu keterlambatan pengembalian pinjaman dari Mitra Binaan, sulitnya menetapkan waktu para mitra binaan untuk kegiatan pelatihan, posisi mitra binaan yang terpencar-pencar sehingga mempersulit monitoring dan pengawasan, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga bantuan pelestarian alam berupa penghijauan
The Partnership and Community Development Program must be realized with program objects or objectives, program objectives, as well as the dissemination of information or outreach given to the community. Partnership Program implemented by PT. Pupuk Kujang (Persero) Cikampek is a form of empowerment through the facilitation of business activities carried out by the community. Recipients of loan facilities called foster partners can benefit from a partnership program to develop the business they do.
This study uses a normative juridical approach. The research data comes from secondary data and primary data. Data collection analysis methods are literature and documentary, data is presented with narrative text based on data analysis with qualitative normative methods.
Based on the results of the research and discussion above, it can be concluded that the implementation of the Community Development Partnership Program as a manifestation of Corporate Social Responsibility (CSR) at PT Pupuk Kujang Cikampek includes: Partnership programs consisting of general loans and special loans. Environmental development programs include the delivery of clean water, distribution of student scholarships and funds for school equipment, and distribution of assistance for public facilities.
Constraints in implementing the Community Development Partnership Program as a manifestation of Corporate Social Responsibility (CSR) at PT Pupuk Kujang Cikampek are the delay in repaying loans from Foster Partners, the difficulty in determining the time of the fostered partners for training activities, the scattered position of the fostered partners, making monitoring and supervision difficult , lack of public awareness to protect nature conservation assistance in the form of reforestation