Artikelilmiahs

Menampilkan 24.261-24.280 dari 50.306 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2426128904D1E014167PENGARUH BANGSA SAPI TERHADAP PENYUSUTAN BOBOT BADAN DAN FREKUENSI RESPIRASI DALAM WAKTU TEMPUH YANG SAMAPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh atau perbedaan bangsa sapi terhadap penyusutan bobot badan dan frekuensi respirasi setelah pengiriman dalam waktu tempuh yang sama. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah masing-masing 10 ekor sapi Madura dan sapi Bali yang telah melalui jarak tempuh selama kurang lebih 8 jam. Lokasi penelitian adalah di CV. Lembusari Farm, Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Variabel penelitian terdiri dari penyusutan bobot badan dan frekuensi respirasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Uji T. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan penyusutan bobot badan sapi Bali dan sapi Madura setelah pengangkutan masing-masing sebesar 26,45±3,62 kg dan 23,70±3,43 kg sedangkan rataan frekuensi respirasinya masing-masing sebesar 30,80±0,91 dan 29,90±1,79 kali/menit. Berdasarkan hasil Uji T menunjukkan perbedaan yang tidak nyata terhadap penyusutan bobot badan maupun frekuensi respirasi sapi Bali dan sapi Madura setelah pengiriman dengan waktu tempuh yang sama.This study aims to study the effect or differences in cattle nation on body weight and respiration frequency after delivery in the same travel time. The material used in this study were 10 Madurese and Balinese cows each who had traveled for about 8 hours. The research location is in the CV. Lembusari Farm, Gandrungmangu, Cilacap, Central Java. The research method used in this study is a survey. The research variables consisted of weight loss and respiration frequency. Data analysis used descriptive analysis and T-test. The results showed that the average body weight loss of Bali and Madura cows after transportation were respectively 26.45 ± 3.62 kg and 23.70 ± 3.43 kg while the average respiration rates respectively of 30.80 ± 0.91 and 29.90 ± 1.79 times / minute. Based on the results of the T-Test showed no significant difference in body weight and cow respiration frequency Bali and Madura cattle after delivery with the same travel time.
2426227219F1B113001Konsistensi Perencanaan Pembangunan Dengan Penganggaran Pembangunan Desa (Studi Kasus Pada Apbdes Di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Tahun 2015 – 2017).Dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 (pasal 4), disebutkan perencanaan pembangunan desa disusun secara berjangka meliputi RPJMDes untuk jangka waktu enam tahun dan RKPDes untuk jangka waktu satu tahun. Salah satu tujuan dan manfaat disusunnya RKPDes adalah sebagai dasar penyusunan APBDes. Penetapan RKPDes dan Daftar Usulan RKPDes diselenggarakan oleh Kepala Desa dalam Musrenbangdes, di mana diikuti oleh pemerintah desa, BPDes, dan masyarakat. Desa Susukan sudah menyusun RPJMDes dan APBDes. Dari kedua dokumen itulah dapat dilihat bagaimana keterkaitan peraturan yang satu dan yang lainnya serta kejadian yang ada di lapangan.
Penelitian ini menggunakan konsep konsistensi dari Jurnal Principles Of Good Regulation, dikutip oleh Fitz Gerald dan Bange (2007), pada tabel Policy-maker’s. Berfokus pada konsistensi yang ditimbulkan dari keterkaitan APBDes dengan RPJMDes dalam perencanaan penganggaran pembangunan di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik pemilihan informan dengan purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode analisis interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsistensi perencanaan pembangunan dan penganggaran pembangunan melalui RPJMDes dan APBDes di Desa Susukan, masih belum menunjukkan kesesuaian yang maksimal. Masih banyak program yang seharusnya tidak perlu dianggrakan dan cenderung overlapping. Serta kemampuan pengetahuan dalam merumuskan sampai pelaksaan masih belum maksimal karena tidak ada nya SOP.
Kesimpulan penelitian ini adalah dari ke empat sub aspek konsistensi yang dikutip dari Fitz Gerald dan Bange (2007), masih terdapat tiga sub aspek yang belum maksiman dalam konsistensi perencanaan APBDes di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Tiga aspek itu adalah pertimbangan peraturan yang diusulkan, dapat diprediksi, dan penerapan instansi penegak peraturan.
In Permendagri No. 114 of 2014 (article 4), it is mentioned that village development plans are arranged in a long term covering RPJMDes for a period of six years and RKPDes for a period of one year. One of the objectives and benefits of the preparation of the RKPDes is as a basis for the preparation of the APBDes. Determination of the RKPDes and Proposed List of RKPDes are held by the Village Head in the Musrenbangdes, which is followed by the village government, BPDes, and the community. Susukan Village has prepared RPJMDes and APBDes. From the two documents, it can be seen how the relationship between one and the other regulations and events in the field.
This research uses the concept of consistency from the Journal of Principles Of Good Regulation, quoted by Fitz Gerald and Bange (2007), in the Policy-maker’s table. Focusing on the consistency arising from the linkage of the APBDes to the RPJMDes in the planning of development budgeting in Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This research uses descriptive qualitative methods and techniques for selecting informants with purposive sampling and snowball sampling. Data collection is done by in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis method uses an interactive analysis method.
The results showed that the consistency of development planning and development budgeting through the RPJMDes and APBDes in Susukan Village, has not yet shown maximum suitability. There are still many programs that should not need to be budgeted and tend to overlap. As well as the ability of knowledge in formulating until implementation is still not optimal because there is no SOP.
The conclusion of this research is from the four sub-aspects of consistency quoted from Fitz Gerald and Bange (2007), there are still three sub-aspects that are not maximized in the consistency of APBDes planning in Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The three aspects are consideration of proposed regulations, predictability, and application of regulatory enforcement agencies.
2426327336H1A015031DETEKSI KROMATIN PADA SEL BLAST MENGGUNAKAN METODE ACTIVE CONTOURDarah adalah salah satu bagian penting pada tubuh manusia yang berfungsi mengangkut senyawa seperti nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh serta mentranspor produk buangan dari sel. Sel darah putih (leukosit) berfungsi untuk melawan berbagai penyakit yang menyerang manusia. Penyakit yang biasa menyerang sel darah putih yaitu leukemia. Salah satu tipe dari leukimia yang ditemukan dalam myeloblast dan lymphoblast yaitu Acute Myloid Leukimia (AML) dan Acute Lymphoid Leukimia (ALL). Penyakit tersebut dapat dideteksi dengan mengamati benang kromatin yang ditemukan dalam noda darah sum-sum tulang. Kromatin tersebut dapat diamati dan dideteksi dengan menggunakan teknik segmentasi pada pengolahan citra, sebelum hal tersebut dapat dianalisis ke tahap selanjutnya. Penelitian ini melakukan segmentasi terhadap myeloblast dan lymphoblast dari citra sel darah. Metode segmentasi yang digunakan adalah active contour. Metode active contour menggunakan model kurva tertutup yang dapat bergerak melebar maupun menyempit dengan cara meminimumkan energi citra menggunakan tenaga eksternal. Active contour digambarkan sebagai sejumlah titik yang berurutan dan saling berhubungan serta terkontrol oleh garis lurus. Setelah melakukan segmentasi, proses dilanjutkan untuk mendapatkan jumlah, diameter, dan luas kromatin. Selanjutnya hasil dari segmentasi metode active contour akan dibandingkan dengan metode watershed dan multilayer thresholding yang sudah dikerjakan pada penelitian sebelumnya. Sehingga, akan diperoleh metode mana yang lebih efektif dan akurat. Blood is one of the important parts of human body aims at carrying nutrition and oxygen throughout the body as well as transporting the cells wastes. White blood cells (leucocyte) function to counter various infectious diseases that may attack human. A disease that commonly attacks white blood cells is leukimia. Two leukimia types that are commonly discovered in myeloblast and lymphoblast are Acute Myeloid Leukimia (AML) and Acute Lymphoid Leukimia (ALL). Those diseases can be detected through observing the chromatin fiber found in blood stain of bone arrow. Before continuing to the analysis process, the chromatin is observed and detected using segmentation technique on image processing. This study applies segmentation on myeloblast and lymphoblast from the image of blood cells. The segmentation method used in this study is active contour method of closed curve model that can widen or narrow itself by minimazing the image energy using external force. Active contour is pictured in a number of ordered and interconnected dots and controlled by straight line. The process after segmentation aims at obtaining the number, diameter, and area of the chromatin. The result of segmentation using this particular method will later be compared with other method of watershed and multilayer thresholding that have been conducted in the previous research. Through this comparisson, the more effective and accurate method will be discovered.
2426427337C1H015014The effect of financial ratio towards stock return (study in cement company listed on indonesia stock exchange 2009-2018 period)Keberadaan perusahaan dalam menjalankan siklus bisnis selalu ditangkap dengan mencapai tujuan perusahaan, sehingga perusahaan perlu memilih strategi yang tepat untuk mencapai prestasi di mana hal itu dapat ditunjukkan oleh kinerja perusahaan. Laporan keuangan menangkap posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyatakan informasi dalam posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas yang berguna bagi berbagai pihak dalam mengatur keputusan ekonomi. Alasan mengapa minat investor untuk berinvestasi dana mereka adalah karena mereka mengharapkan pengembalian saham, Untuk menganalisis pengembalian saham diperlukan informasi mendasar dan teknis. Analisis fundamental didasarkan pada informasi yang diterbitkan oleh emiten atau administrator pertukaran di pasar modal. Analisis ini dimulai dari siklus korporat secara umum, kemudian sektor industri, akhirnya evaluasi harga saham pun dilakukan.
Analisis fundamental yang dipengaruhi oleh rasio keuangan merupakan salah satu indikator kinerja keuangan perusahaan. Menurut Ang (1997), rasio keuangan dapat dibagi menjadi 5 macam, yaitu: Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Aktivitas, Rasio Pasar, yaitu rasio yang menghitung harga pasar saham relatif terhadap nilai buku. Penelitian ini ingin menganalisis korelasi antara jenis rasio keuangan dan pengembalian saham di industri semen dengan beberapa masalah termasuk di sektor ini
The existence of a company in running the business cycle always capture by reaching the company's purpose, so that the company needs to choose the correct strategy to reach the achievement where it could be shown by the company’s performance. The financial statement capture a financial position and financial performance of an entity. The purpose of a financial statement is to declare the information in financial position, financial performance and cash flow of an entity which is useful to a wide range of parties in arranging an economic decision. The reason why investor interest to invest their fund is because of they expected a stock return, To analyze the stock return is necessary fundamental and technical information. Fundamental analysis is based on information published by issuers or exchange administrators in the capital market. This analysis starts from the corporate cycle in general, then the industrial sector, finally an evaluation of the stock price was carried out published.
Fundamental analysis is influenced by financial ratios is one indicator of the company's financial performance. According to Ang (1997), financial ratios can be devided into 5 kinds, namely: Liquidity ratio, Solvency ratio, Profitability ratio, Activity ratios, Market ratios, namely the ratio that calculates prices the stock market relative to the book value.This research would like to analyze the correlation among kinds of financial ratio and stock return in the cement industry by several issues include in this sector
2426527338H1E015023OPTIMASI PENJADWALAN SHIFT KARYAWAN DENGAN METODE INTEGER
LINEAR PROGRAMMING
(Studi Kasus: Sambal Layah Outlet Purbalingga)
Sambal Layah outlet Purbalingga merupakan sebuah restoran yang terdapat di kota Purbalingga yang pada umumnya membutuhkan karyawan untuk beroperasi atau melayani konsumen setiap harinya. Penjadwalan karyawan merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh pengelola restoran atau outlet. Dalam membuat sebuah jadwal, ada batasan-batasan yang harus dipertimbangkan seperti regulasi restoran atau preferensi karyawan itu sendiri. Permasalahan
penjadwalan karyawan ini dapat dimodelkan secara matematis menggunakan metode integer
linear programming (ILP). ILP merupakan sebuah metode yang dapat diimplementasikan ke dalam permasalahan penjadwalan karyawan yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti constraint dan variabel yang berupa bilangan bulat yang bernilai 0-1. Masalah penjadwalan karyawan ini dirumuskan dengan fungsi objektif memaksimalkan nilai preferensi hari libur yang disukai oleh karyawan. Model diselesaikan dengan bantuan software LINGO 18.0.
Melalui metode ini diharapkan dapat menghasilkan jadwal yang optimal yang nantinya dapat
membantu restoran dalam membuat jadwal karyawannya.
Sambal Layah Purbalingga outlet is a restaurant located in the city of Purbalingga which generally requires employees to operate or serve consumers every day. Scheduling an employee is a problem that is often faced by restaurant or outlet managers. In making a schedule, there are limitations that must be considered such as restaurant regulations or the preferences of the employees themselves. This employee scheduling problem can be mathematically modeled using the integer linear programming (ILP) method. ILP is a method that can be implemented into employee scheduling problem that consider factors such as constraints and variables in the form of integers with a value of 0-1. This employee scheduling problem is formulated with an objective function of maximizing the value of holiday preferences that are preferred by employees. The model was completed with the help of LINGO 18.0 software. Through this method it is expected to produce an optimal employee schedule that can help the restaurant.
2426627339C1C013133PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERBANKAN SWASTA YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK INDONESIA 2015-2018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel dewan komisaris, kepemilikan manajerial dan komite audit terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan return on assets (ROA) pada Bank Umum Swasta Devisa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang menghasilkan 12 sampel dalam kurun waktu 4 tahun yaitu sebanyak 48 unit sampel. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel dewan komisaris, kepemilkan manajerial dan komite audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan return on assets (ROA). Secara parsial variabel dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Variabel kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Variabel komite audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

This study aims to determine the effect of variable board of commisioners, managerial ownership and the audit committee on the financial performance proxied by return on assets (ROA) at the national of foreign bank in Indonesia Stock Exchange in 2015- 2018. The sampling technique in this study using purposive sampling which yielded 12 samples within a period of 4 years and the result is 48 units of samples. The analytical method used multiple regression.
The results of this study showed that simultaneous variables the board of commisioners, managerial ownership and the audit committee effect on financial performance which is proxied by return on assets (ROA). In partial board of commissioners does not affect on financial performance. managerial ownership does not affect on financial performance. Audit committee effect on financial performance
2426727340A1L113048PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PH TANAH, C-ORGANIK, PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) PADA TANAH INCEPTISOLPenelitian bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh jenis pupuk organik cair terhadap kadar C-organik pada tanah inceptisol, 2) mengetahui pengaruh jenis pupuk organik cair terhadap pH tanah pada tanah inceptisol, 3) mengetahui pengaruh jenis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman seledri pada tanah inceptisol. Penelitian dilakukan di Screenhouse, Laboratorium Ilmu Tanah, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2018 hingga Februari 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu jenis POC (POC Nasa, POC Supermes, POC D.I.GROW) dan konsentrasi POC (2 ml/liter, 4 ml/liter, 6 ml/liter). Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, berat akar segar, berat tajuk segar, volume akar, C-organik tanah dan pH tanah. Analisis data menggunakan Uji DMRT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian adalah 1) Penggunaan Pupuk Organik Cair dapat menambah kandunngan C-organik pada tanah Inceptisol. Dari 1,74 menjadi 4,13. 2) Nilai pH(H2O) lebih tinggi dibandingkan pH(KCl). pH awal H2O dengan nilai 4,8 menjadi rata-rata 5,5. pH awal KCl dengan nilai 4,3 menjadi 5,0. 3) Penggunaan Pupuk Organik Cair Nasa dan Pupuk Organik Cair D.I.GROW tidak memberikan pengaruh nyata pada variabel yang diamati. Tetapi Pemberian Pupuk Organik Cair Supermes konsentrasi 6 ml/liter berpengaruh nyata pada volume akar dengan hasil 3,09 gram. 4) Adanya interaksi antara konsentrasi Pupuk Organik Cair dengan volume akar yang menghasilkan persamaan y = - 0,017x2 + 0,144x + 2,192 dengan nilai R2 = 0,114. The study intended to 1) study the type of organic fertilizer on organic C levels in inceptisol soil, 2) find out the type of organic fertilizer on soil pH in inceptisol soil, 3) find out the type of organic fertilizer on growth. The study was conducted at Screenhouse, Soil Science Laboratory, Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Purwokerto. The study was conducted from November 2018 to February 2019. The study used a Complete Randomized Block Design (RBDD) with 2 treatment factors, namely the type of POC (POC Nasa, POC Supermes, POC DIGROW) and POC concentration (2 ml / liter, 4 ml / liter , 6 ml / liter). Variables observed included leaf number, plant height, root length, fresh root weight, fresh canopy weight, root volume, soil organic C and soil pH. Data analysis using DMRT Test with an error rate of 5%. The results of the study were 1) The use of Liquid Organic Fertilizer can increase the C-organic content of the Inceptisol soil. From 1.74 to 4.13. 2) The pH value (H2O) is higher than the pH (KCl). The initial pH of H2O with a value of 4.8 becomes an average of 5.5. The initial pH of KCl with a value of 4.3 to 5.0. 3) The use of Liquid Organic Fertilizer and Liquid Organic Fertilizer D.I.GROW does not have a real influence on the observed variables. But the provision of liquid organic fertilizer Supermes concentration of 6 ml / liter significantly affected root volume with a yield of 3.09 grams. 4) There is an interaction between the concentration of Liquid Organic Fertilizer with the root volume which produces the equation y = - 0.017x2 + 0.144x + 2.192 with a value of R2 = 0.114.
2426827342A1L113070EVALUASI KANDUNGAN UNSUR HARA NITROGEN (N) PADA LAHAN SAWAH IRIGASI POMPA AIR KEBASEN DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara N pada tanah sawah yang teraliri irigasi pompa air Kebasen di Kabupaten Banyumas, memetakan status hara N pada lahan sawah yang teraliri irigasi pompa air Kebasen di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Sawah Irigasi Pompa Air Kebasen Kabupaten Banyumas pada bulan November 2018 sampai Januari 2019. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survei. Penelitian ini dilakukan pada sawah yang teraliri oleh saluran irigasi pompa air Kebasen di wilayah Banyumas. Pengujian analisis tanah dilaksanakan di Balai Pengakajian Teknologi Pertanian Semarang. Pengambilan sampel dipilih sebanyak 6 titik yang mewakili 653 Ha luas areal pertanaman padi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pada jenis tanah Komplek Podsolik Merah Kekuningan (PMK) didapatkan hasil penelitian variabel yang diamati yaitu kandungan N-total rendah 16%, pH masam 5,46, C-organik rendah 1,29%, KB sangat rendah 11,82%, dan KTK sedang 22,84 cmol(+)kg-1. Jenis tanah Komplek Latosol Merah Kekuninganan dan Podsolik Merah Kekuningan (LMK dan PMK) didapatkan hasil variabel yang diamati yaitu kandungan N-total rendah 0,14%, pH masam 5,41, C-organik rendah 1,43%, KB sangat rendah 16,68%, dan KTK rendah 15,72 cmol(+)kg-1. Rekomendasi pemupukan dapat dikatakan bahwa pada jenis tanah Komplek Podsolik Merah Kekuningan perlu adanya penambahan pemupukan guna mendapatkan tingkat N-total sedang dengan penambahan N sebesar 150 kg/ha atau setara dengan 326 kg/ha urea. Pada jenis tanah Komplek Latosol Merah Kekuningan dan Podsolik Merah Kekuning juga perlu adanya penambahan pemupukan guna mendapatkan tingkat N-total sedang dengan penambahan N sebesar 200 kg/ha atau setara dengan 434,78 kg/ha urea. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan untuk memberikan solusi permasalahan lahan sawah Kebasen yang tidak subur adalah 1). Kandungan nitrogen rendah dapat diatasi dengan penambahan bahan orgnaik dan pemupukan nitrogen. 2). Kejenuhan Basa (KB) berhubungan erat dengan pH tanah dan untuk mengatasi masalah kejenuhan basa rendah maka harus menaikain pH tanah tersebut. 3). C-Oraganik rendah dapat diatasi dengan penambahan bahan organik tanah yang akan memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah. Bahan organik didapatkan dari pengembalian sisa tanaman ke dalam tanah, kompos, pupuk hijau, dan pupuk kandang. Oleh karena itu, jerami sisa panen harus dibenamkan kembali dilahan sawah. 4). pH rendah dapat diatasi dengan penambahan bahan organik, pengapuran atau dengan pemupukan yang mengandung CaCO3 dan MgO3. 5). Kapasitas Tukar Kation (KTK) rendah dapat diatasi dengan pemberian bahan organik, pengapuran, serta pemupukan.
This research aims to determine the magnitude of the content of N nutrients in the land of rice fields that are electrical irrigated water pumps in the district of Banyumas, mapping the status of N nutrient on paddy fields that are electrical irrigation water pumps in Banyumas district. This study was conducted in the rice field irrigation water pump Kebasen Banyumas District in November 2018 until January 2019. The method used in this research is the survey method. This study was conducted on rice field which is electrical by irrigation channel Kebasen water pump in Banyumas area. Testing of soil analysis was conducted at the Agricultural Technology Hall of Semarang. The sampling is selected as 6 dots representing 653 Ha area of rice planting area.
The results showed that the soil type of the complex red-yellow podsolic (PMK) obtained the results of the variable studies observed that the N-total content of low 16%, PH sour 5.46, C-organic low 1.29%, very low KB 11.82%, and KTK being 22.84 cmol (+) kg-1. The soil type Latosol red and podsolic complex yellowish red (LMK and PMK) obtained the results of the observed variable i.e. low N-total content of 0.14%, pH acid 5.41, C-organic low 1.43%, very low KB 16.68%, and low KTK 15.72 cmol (+) kg-1. Fertilization recommendation can be said that in the soil type of red Podsolik complex Yellow need to increase fertilization to get N-total level is with the addition of N of 150 kg/ha or equivalent to 326 kg/ha urea. In soil type Latosol red yellowish and Podsolik Yellow Red also need the addition of fertilization to get N-total level is with the addition of N of 200 kg/ha or equivalent to 434.78 kg/ha urea. As for the recommendation that can be given to provide solutions to the problem of unfertile rice fields of Kebasen is 1). Low nitrogen content can be solved with the addition of Orgnaik and nitrogen fertilization. 2). Alkaline saturation (KB) is closely related to soil pH and to address the problem of low-base saturation then should be to the pH of the soil. 3). Low C-oraganic can be addressed by the addition of soil organic matter that will improve soil chemical, physical, and biological properties. Organic material obtained from the return of crop residue into soil, compost, green manure, and manure. Therefore, the leftover straw must be re-immersed in the rice field. 4). Low pH can be solved with the addition of organic materials, crate or with fertilization containing CaCO3 and MgO3. 5). Low cation (CTK) Exchange capacity can be addressed with the provision of organic materials, beasation, and fertilization.
2426927343A1F015068ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK PRODUK ROTI MANIS DI GHAZA BAKERY DESA GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG BANYUMASGhaza Bakery merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang pengolahan pangan. Ghaza Bakery setiap hari memproduksi roti manis yang cukup banyak tetapi proses produksi yang terjadi masih belum terpantau, dengan adanya produk yang belum berkualitas atau masih terdapat produk yang mengalami kerusakan dan produk yang tidak seragam. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mengetahui apakah rata-rata berat awal, berat akhir dan volume pengembangan berada pada batas kendali -chart. 2) Mengetahui varias atau keseragaman berat awal, berat akhir dan volume pengembangan berada pada batas kendali S-chart. 3) Mengetahui apakah jumlah kerusakan keseluruhan berada dalam batas kendali P-chart. 4) Mengetahui jenis kerusakan tertinggi dengan menggunakan diagram pareto. 5) Menyusun diagram sebab-akibat untuk mengetahui faktor-faktor yang berpeluang menjadi penyebab kerusakan pada produk roti manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa bagan kendali rata-rata (Xbar) dan variasi (S) pada Ghaza Bakery terdapat adanya penyimpangan berat awal, berat akhir, dan volume pengembangan. Bagan kendali P pada Ghaza Bakery menunjukkan bahwa pengendalian mutu masih dalam batas kendali tetapi masih memerlukan pengendalian kualitas secara berkelanjutan sebagai upaya mengurangi terjadinya kerusakan produk seperti yang selama ini selalu terjadi. Berdasarkan hasil diagram pareto dapat diketahui bahwa jenis kerusakan tertinggi adalah selai pada bagian luar roti (isian keluar) dengan presentase 39%. Hasil analisa diagram sebab akibat menunjukkan bahwa ketidaksesuaian pada produk roti manis disebabkan oleh beberapa faktor seperti metode, mesin dan manusia.Ghaza Bakery is one of the food processing industries. Every day, Ghaza Bakery producing sweet bread that quite a lot but the production process is still not monitored, with a product that is not yet quality or there are still products that are experiencing damage and non-uniform products. The purpose of this research is to know: 1) The average of first weight, final weight and development volume within the -chart control limits. 2) The average of the standard deviation on first weight, final weight and development volume within the S-chart control limits. 3) The proportion of subtotal unsuitable within the P-chart's control limits. 4) The highest type of damage with using pareto diagrams. 5) Compose a cause-effect diagram to find out which factors are likely to cause damage on sweet bread products. The results showed that and S control chart analysis on Ghaza Bakery there are several quality deviations point outside the control limit which indicates that during the production process it is still in uncontrolled conditions and indicate that there are variations in specific causes. Control chart P Ghaza Bakery shows that quality control is still within control but still requires continuous quality control to an effort to reduce the occurrence product damage as it always does. Based on the results of the Pareto diagram that the highest type of damage is jam on the outside of the bread (stuffing out) with a percentage of 39%. The results of the causal diagram analysis show that the product is incompatible sweet bread is caused by several factors such as methods, machines and humans.
2427027344F1D015003GERAKAN FORUM TENAGA HONORER KATEGORI DUA (K2) DALAM MEMPERJUANGKAN STATUS MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bentuk strategi gerakan sosial dan politik yang dilakukan oleh forum tenaga honorer Kategori Dua (K2) dalam memperjuangkan status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Banyumas Tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme, serta menggunakan perspektif strukturalis dan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui data primer yang di dapat dari wawancara mendalam dengan narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis interaktif.
Hasil penelitian ini menujukan bahwa forum tenaga honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Banyumas pada tahun 2018 dalam memperjuangkan status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan beberapa strategi gerakan yaitu berupa konsolidasi dan advokasi. Konsolidasi adalah proses penggabungan sebagai bentuk penguatan dalam suatu organisasi maupun forum untuk menyatukan tujuan yang sama. Kemudian advokasi adalah merupakan kegiatan atau usaha untuk memperbaiki atau merubah kebijakan publik sesuai dengan kehendak masyarakat yang mendesak terjadinya perbaikan atau perubahan pada sistem hukum tertentu. Strategi gerakan tersebut menghasilkan kebijakan baru yang diharapkan menjadi solusi terbaik bagi tenaga honorer terkhusus kategori dua (K2) di Kabupaten Banyumas. Faktor pendukung dalam gerakan ini meliputi adanya kesempatan politik, mobilisasi sumber daya, proses pembingkaian, perlindungan hukum, sikap kritis dan persamaan nasib dan kejelasan struktural. Faktor penghambat dalam gerakan ini adalah meliputi kurangnya anggaran forum, polemik peraturan pemerintah Indonesia, dan lambatnya respon pemerintah Indonesia.
This research was titled "Forum Movement of the Honorary Category Two (K2) in the fight for Status of become civil servant (PNS) in Banyumas district year 2018." The purpose of this research is to understand and describe the form of social and political movement strategy conducted by the Honorary Forum of category Two (K2) in the struggle to become a civil servant (PNS) in Banyumas District Year 2018. The method used in this study is a qualitative method of using the Constructivism paradigm, as well as using the perspective of structuralists and phenomenological approach. Research data is obtained through primary data that can be from an in-depth interview with secondary sources and data obtained from books, journals, and documentation. Data analysis techniques use interactive analysis methods.
The results of this study indicated that the member of the Honorary Forum in the category Two (K2) in Banyumas District in 2018 in the struggle for the status of Civil servants (PNS) using several movements strategy is a consolidation and advocacy. Consolidation is the process of merging as a form of strengthening in an organization or forum to unite the same objectives. Then advocacy is an activity or effort to improve or amend public policy in accordance with the will of society that urges the improvement or alteration of certain legal systems. The strategy of the movement resulted in a new policy that is expected to be the best solution for the most specific honorary of the second category (K2) in Banyumas district. Supporting factors in this movement include political opportunities, resource mobilization, framing, legal protection, critical attitudes and the equation of fate and structural clarity. The inhibitory factor in this movement is to include the lack of a forum budget, polemic the Indonesian government regulation, and the slow response of the Indonesian Government.
2427127345A1D015152EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN PATOGEN GULMA DAUN LEBAR SERTA UJI VIRULENSINYA TERHADAP GULMA DAUN LEBAR DAN TANAMAN BUDIDAYAPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui jenis cendawan patogen yang menyerang gulma daun lebar dan berpotensi sebagai bioherbisida, (2) mengetahui virulensi cendawan patogen hasil isolasi terhadap gulma daun lebar, dan (3) mengetahui pengaruh cendawan patogen terhadap tanaman budidaya (tomat, kacang tanah, dan mentimun). Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret sampai Agustus 2019. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap utama : (1) eksplorasi dan identifikasi cendawan patogen, (2) uji virulensi terhadap gulma daun lebar menggunakan rancangan split-plot diulang tiga kali, dengan petak utama kontrol, Fusarium sp., dan Chaetomium sp. serta anak petak berupa Asystasia gangetica, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora, Wedelia trilobata, dan Amaranthus spinosus, (3) uji virulensi terhadap tanaman budidaya menggunakan rancangan split-plot diulang tiga kali, dengan petak utama kontrol, Fusarium sp., dan Chaetomium sp. serta anak petak berupa tanaman tomat, kacang tanah, dan mentimun. Variabel yang diamati terbagi pada eksplorasi dan identifikasi, meliputi gejala penyakit di lapang, pertumbuhan patogen pada medium PDA, bentuk spora patogen, dan virulensi patogen yang diperoleh. Pada tahap uji virulensi variabel yang diamati meliputi gejala penyakit, masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, bobot basah, dan bobot kering, serta variabel jumlah biji yang hanya diamati pada uji virulensi gulma saja. Hasil dari penelitian ini diperoleh empat jenis cendawan patogen meliputi Nigrospora sp., Aspergillus sp., Fusarium sp., dan Chaetomium sp., dengan dua cendawan patogen yang virulen yaitu Fusarium sp. dan Chaetomium sp.. Kedua cendawan virulen diujikan terhadap kelima jenis gulma, terutama gulma Ageratum conyzoides, masing-masing dengan kejadian penyakit sebesar 25,92% untuk perlakuan Fusarium sp. dan 29,51% untuk perlakuan Chaetomium sp.. Sedangkan pada tiga jenis tanaman budidaya, cendawan patogen tidak dapat menimbulkan penyakit.This research aimed to: (1) determine the type of pathogenic fungi that attack wide leaf weeds and have potential as bioherbicides, (2) determine the virulence of pathogenic fungi isolated from wide leaf weeds, and (3) determine the effect of pathogenic fungi on cultivated plants (tomatoes, peanuts, and cucumbers). The study was conducted at the Plant Protection Laboratory and Screen House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from March to August 2019. The research was conducted in three main stages: (1) exploration and identification of pathogenic fungi, (2) virulence testing of wide leaf weeds using a split- The plot was repeated three times, with the control main plot, Fusarium sp., and Chaetomium sp. and subplots in the form of Asystasia gangetica, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora, Wedelia trilobata, and Amaranthus spinosus, (3) virulence tests on cultivated plants using a split-plot design repeated three times, with the main control plot, Fusarium sp., and Chaetomium sp. and subplots in the form of tomatoes, peanuts and cucumbers. Variables observed were divided into exploration and identification, including symptoms of disease in the field, growth of pathogens in PDA medium, pathogenic spore forms, and virulence of pathogens obtained. At the virulence test stage, the observed variables include disease symptoms, incubation period, disease intensity, disease incidence, wet weight, and dry weight, as well as variable number of seeds which are only observed in weed virulence tests. The results of this study obtained four types of pathogenic fungi including Nigrospora sp., Aspergillus sp., Fusarium sp., And Chaetomium sp., With two virulent pathogenic fungi namely Fusarium sp. and Chaetomium sp. Both virulent fungi were tested on five types of weeds, especially weed Ageratum conyzoides, each with a disease incidence of 25.92% for Fusarium sp. and 29.51% for the treatment of Chaetomium sp. Whereas in three types of cultivated plants, pathogenic fungi cannot cause disease.
2427228675F1F016020Dampak Kebijakan Proteksionisme Amerika Serikat pada Masa Pemerintahan Donald Trump Terhadap Hubungan Ekonomi Politik Amerika Serikat dengan Uni EropaPenelitian yang berjudul “Dampak Kebijakan Proteksionisme Amerika Serikat pada Masa Pemerintahan Donald Trump Terhadap Hubungan Ekonomi Politik Amerika Serikat dengan Uni Eropa” dianalisis menggunakan konsep proteksionisme. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak kebijakan proteksionisme Amerika Serikat terhadap hubungan ekonomi politik dengan Uni Eropa. Penelitian ini menggunakan konsep proteksionisme Frederick List yaitu teori kekuatan produksi dan tahapan-tahapan negara menjadi maju. Hubungan Amerika Serikat dan Uni Eropa sudah terjalin sangat lama, akan tetapi dalam setiap hubungan terdapat beberapa hal yang berpotensi memperburuk hubungan tersebut salah satunya adalah kebijakan proteksionisme. Pada tahun 2018, Amerika Serikat memberlakukan kebijakan tarif terhadap baja dan alumunium yang ditujukan kepada Uni Eropa. Alasan Amerika Serikat membuat kebijakan tersebut untuk melindungi perusahaan nasional dan alat untuk bernegosiasi. Kebijakan tersebut memperburuk hubungan ekonomi politik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan ketegangan hubungan ekonomi politik kedua pihak, tindakan retaliasi Uni Eropa, serta pelaporan tindakan proteksi Amerika Serikat oleh Uni Eropa kepada World Trade Organization (WTO)
The study entitled “The Impact of United States Protectionism Policy during Donald Trump’s Administration on The Political Economic Relations of The United States with the European Union” was analyzed using the concept of protectionism. The focus in this research is the impact of the United States protectionism policy on political economy relations with the European Union. This study used the concept of Frederick List protectionism, namely the theory of productive power and the stages of the countries becoming developed countries. The relation between the United States and European Union have existed for a very long time. However, in every relationship there are several things that have the potential to worsen the relationship one of which is a protectionism policy. In 2018, the United States adopted a tariff policy on steel and aluminum aimed at the European Union. The reason of the United States made such a policy was to protect national companies and the means to negotiate. The policy worsened the political economy relations between the United States and the European Union. This can be seen from increasing tension in the political economy relations between the two parties, the European Union’s retaliation measures, and the reporting of the United States protection measures by the European Union to World Trade Organization (WTO).
2427327313C1H015033THE EFFECT OF CAR, LDR, NPL, OEOI, INFLATION, AND INTEREST RATE TO ROA Conventional Commercial Bank listed in IDX Period 2014-2018Skripsi ini berjudul “Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Non-Performing Loan, Operating Expense to Operating Income, Inflasi, dan Interest Rate terhadap Return on Asset”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal perbankan terhadap profitabilitas perbankan yang diukur menggunakan Return on Asset. Faktor internal perbankan diukur dengan Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Non-Performing Loan, dan Operating Expense to Operating Income. Faktor eksternal perbankan diukur dengan tingkat inflasi dan interest rate. Penelitian ini dilakukan terhadap bank umum konvensional yang melakukan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018. Metode penelitian adalah analisis regresi dengan menggunakan data panel.

Penelitian ini menggunakan E-Views sebagai alat analisis, hasil pengujian hipotesis menunjukkan:, (1) Capital Adequacy Ratio tidak memiliki efek terhadap Return on Asset, (2) Loan to Deposit Ratio memiliki positive dan signifikan efek terhadap Return on Asset, (3) Non-Performing Loan memiliki negatif dan signifikan efek terhadap Return on Asset, (4) Operating Expense to Operating Income memiliki negative dan signifikan efek terhadap Return on Asset, (5) Inflation tidak memiliki efek terhadap Return on Asset, (6) Interest Rate mempunyai efek positif dan signifikan terhadap Return on Asset.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa manajemen perbankan perlu mengawasi dan mengontrol perubahan nilai CAR, LDR, NPL, dan OEOI yang sesuai pada peraturan Bank Indonesia bertujuan untuk menentukan kebijakan bank sehingga menghasilkan kinerja bank yang lebih baik. Selain itu, dapat menjadi referensi bagi Bank Indonesia dalam menentukan kebijakan moneter yang dibuat negara.
This thesis was titled “Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Non-Performing Loan, Operating Expense to Operating Income, Inflation, and Interest Rate on Return on Asset”. This study aims to determine the effect of internal and external factors of banks on the profitability of banks as measured using Return on Asset. Bank’s internal factors are measured using Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio, Non-Performing Loan, and Operating Expense to Operating Income. Bank’s External factors are measured using inflation and interest rate. This research was conducted on conventional commercial banks listing on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2018. The research method is regression analysis by using panel data.
This research used E-Views as the analysis tool, the result of hypothesis testing showed that: (1) Capital Adequacy Ratio had no effect on Return on Asset, (2) Loan to Deposit Ratio had positive and significant effect on Return on Asset, (3) Non-Performing Loan had negative and significant effect on Return on Asset, (4) Operating Expense to Operating Income had negative and significant effect on Return on Asset, (5) Inflation had no effect on Return on Asset, (6) Interest Rate had positive and significant effect on Return on Asset.
The implication of this research is the bank managements need to monitor and observe the changes in CAR, LDR, NPL, and OEOI value accordance with Bank Indonesia regulations in order to determine the policies, so it can generated better bank performance. In addition, it can be a reference for Bank Indonesia in determining monetary policy.
2427427349A1C015015Klasifikasi Penyakit Pada Daun Stroberi Berbasis Pengolahan Citra Dan Jaringan Syaraf TiruanIdentifikasi penyakit pada tanaman stroberi sangat diperlukan untuk mengetahui penyakit lebih awal, sehingga dapat dilakukan pencegahan dini menyebarnya penyakit-penyakit tersebut. Badan Pusat Statistik Nasional mengatakan dalam kurun waktu 2012-2017 produksi stroberi mengalami penurunan hingga 75%. Pada tahun 2012 produksi stroberi sebesar 169.796 ton kemudian di tahun-tahun selanjutnya produksi terus mengalami penurunan hingga tahun 2017 dengan angka berkisar 12.225 ton. Penyebab penurunan produksi yang drastis adalah serangan hama dan penyakit yang terjadi pada tahun 2014, dimana angka produksi stroberi hanya sebesar 58.882 ton saja. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan sebuah perangkat lunak untuk mendeteksi penyakit pada daun stroberi menggunakan citra daun stroberi. 2) Mengembangkan jaringan syaraf tiruan (JST) untuk mengklasifikasikan penyakit pada daun stroberi. 3) Menentukan parameter visual yang tepat digunakan untuk klasifikasi penyakit pada daun stroberi Penelitian dilaksanakan dengan mengambil citra 3 jenis penyakit daun stroberi (hawar daun, bercak merah, karat daun) di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei hingga bulan Agustus 2018. Citra penyakit kemudian diolah menggunakan perangkat lunak matlab. Variabel pada penelitian ini terdiri dari contrast,correlation, energy, homogeneity, entrophy, standard deviation (R, G, B, H, S, V, L, a*, b), mean (R, G, B, H, S, V, L, a*, b*), metric, area, perimeter dan eccentricity. Tahap pertama yaitu pengambilan variabel pada citra untuk dijadikan data input yaitu tahap segmentasi K-means clustering. Data yang telah didapat pada tahap segmentasi kemudian diolah menggunakan metode JST backpropagation dengan perbandingan 1 hidden layer dan 2 hidden layer. Tahap validasi data menggunakan metode K-fold cross validation. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter visual yang tepat dari pengolahan citra penyakit daun stroberi menggunakan 12 parameter yaitu mean R, mean G, mean B, contrast, correlation, energy, entrophy, homogeneity, area, perimeter, eccentrycity, dan metric. Aplikasi pengolahan citra dan JST untuk klasifikasi penyakit pada daun stroberi menunjukan hasil yang baik yaitu dengan segmentasi K-means clustering model warna L a*b*, JST menggunakan 2 hidden layer dengan nilai rata-rata JST latih sebesar 90,2% dan JST uji sebesar 70%Identification of plant diseases in strawberry leaves is important to be done to detect the diseases earlier as well as to prevent the spreading of these diseases. The National Statistics Agency reported that in 2012-2017 the production of strawberries decreased by 75%. In 2012 strawberry production amounted to 169,796 tons then in subsequent years the production continued to decline until 2017 with a number around 12,225 tons. This drastic decline of strawberry production was caused by the attack of pests and diseases that occurred in 2014, where the strawberry production figures were only 58,882 tons. This study aims to 1) Develop a software to detect the diseases in strawberry leaves based on the image of strawberry leaves. 2) Develop artificial neural networks (ANN) to classify diseases on strawberry leaves. 3) Determine the appropriate visual parameters used for the classification of diseases in strawberry leaves.The research was carried out by taking a number of images of strawberry leaf diseases in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. This research was conducted from May to August 2018. Then the images of the diseases were processed using Matlab software. The variables in this study consisted of contrast, correlation, energy, homogeneity, entropy, standard deviation (R, G, B, H, S, V, L, a*, b), mean (R, G, B, H, S, V, L, a*, b*), metric, area, perimeter and eccentricity. The first stage was taking several variables in the image to be used as input data, namely the K-means clustering segmentation stage. The data that has been obtained at the segmentation stage was then processed using the backpropagation ANN method with a comparison of 1 hidden layer and 2 hidden layers. The data validation stage used the K-fold cross validation method.The results showed that 12 image parameters, namely mean R, mean G, mean B, contrast, correlation, energy, entropy, homogeneity, area, perimeter, eccentricity, and metric, were the finest parameters to identify strawberry leaf diseases. Application of image processing and ANN for the classification of diseases on strawberry leaves showed good results, namely the K-means clustering segmentation of the L a * b * color model, ANN using 2 hidden layers with an average value of ANN training by 90.2% and ANN test by 70%
2427527350A1D115066Pengaruh Pemupukan Silika (Si) dan Kondisi Stres Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Tanah Inceptisol”. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemupukan Silika (Si) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, 2) mengetahui pengaruh kondisi stress air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, dan 3) mengetahui interaksi anatara pemupukan Silika (Si) dengan kondisi stres air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dari bulan Mei 2019 sampai Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua perlakuan, yaitu pupuk Silika (kontrol, 5 g/polybag, 4 g/polybag, 10 g/polybag dan 15 g/polybag) dan kondisi stress air (100%, 90%, dan 80%) yang diulang sebanyak 3 kali dengan masing – masing unit percobaan terdapat 2 polybag. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, panjang akar, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering. Data dianalisis dengan uji F (ANOVA) dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan Silika yang berasal dari Zeolit dan kompos ampas tebu (bagasse) dapat meningkatkan tinggi tanaman sebesar 16,28 cm, jumlah daun sebesar 11,89 helai dan kehijauan daun 56,84 unit/cm2. Perlakuan kondisi stress air dapat meningkatkan jumlah daun sebesar 11,92 helai dan kehijauan daun sebesar 55,79 unit/cm2. Tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk Silika (Si) dan kondisi stress air.

Kata kunci : Silika (Si), Kompos Ampas Tebu, Zeolit, Stress Air, Pakcoy (Brassica rapa L.)

The purpose of this research is: 1) to know the effect of Silica (Si) fertilization on the gowth and yield of pakcoy; 2) to know the effect of water stress conditions on the gowth and yield of pakcoy; and 3) to know the interactions between Silica fertization and water stress conditions on the gowth and yield of pakcoy. The research was conducted at the Screen house, Faculty of Agiculture, Jenderal Soedirman University, from May 2019 to August 2019. This study used a Randimized Block Design (RBD) with two treatments namely Silica fertilizer (control, 5 g/polybag, 10 g/polybag, 15 g/polybag) and (100%, 90%, and 80% water stress conditions) were repeated 3 times with each treatment containing 2 polybags. Observation variables included plant height, number of leaves, leaf area, leaf geenness, root length, fresh crown weight, dry crown weight, fresh root weight, dry weight, fresh plant weight and dry plant weight. Data were analyzed by F test (ANOVA) and further tests by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) with an error rate of 5%. The result of this research showed that Silica fertilization derived from Zeolite and bagasse compost could increase height by 16.28 cm, number of leaves by 1189 strands and leaf geening by 56.84 units/cm2. The treatment of water stress conditions can increase the number of leaves of 11.92 strands and the geenness of the leaves by 55.79 units/cm2. There is no interaction between giving Silica (Si) fertier and water stress conditions. Both treatments affect the gowth variable.

2427628823G1A016077UJI AKTIVITAS BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophilus) YOGHURT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN ISOLAT BAKTERI
PENYEBAB AKNE VULGARIS

Akne vulgaris merupakan bentuk inflamasi kronik dermatosis unit pilosebaseous yang dapat muncul pada bagian tubuh seperti wajah, dada, dan punggung. Salah satu bentuk pencegahan akne vulgaris yaitu penggunaan masker wajah yang berbahan dasar yoghurt. Yoghurt merupakan produk olahan susu fermentasi yang mengandung Bakteri Asam Laktat (BAL) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti bakteri penyebab akne vulgaris. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek bakteri asam laktat (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus termophilus) dalam menghambat pertumbuhan isolat bakteri penyebab akne vulgaris. Metode penelitian ini yaitu Eksperimental Design dengan metode Posttest-only with Control Group Design. Sampel yang digunakan sebanyak 30 dibagi dalam 10 kelompok perlakuan yaitu 0% (sebagai kontrol), 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%. Semua kelompok dibandingkan dengan kelompok 0% (kelompok kontrol). Analisis data untuk mengetahui perbedaan bermakna menggunakan Uji One Way ANNOVA dan dilanjutkan dengan Uji Post-Hoc Bonferroni. Hasil Uji One Way ANNOVA menunjukkan perbedaan signifikan masing-masing konsentrasi. Hasil Uji Post-Hoc Bonferroni menunjukkan perbedaan bermakna, pada konsentrasi 5% presentase penghambatan 99.97%, konsentrasi 10% presentase penghambatan 99.97%, konsentrasi 15% presentase penghambatan 99.98%, konsentrasi 20% presentase penghambatan 99.99%, konsentrasi 25% presentase penghambatan 99.99%, konsentrasi 30% presentase penghambatan 99.99%, konsentrasi 35% presentase penghambatan 99.99%, konsentrasi 40% presentase penghambatan 99.99%, dan konsentrasi 45% presentase penghambatan 99.99%. Kesimpulan penelitian ini adalah BAL (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermophilus) pada yoghurt dapat menghambat pertumbuhan isolate bakteri penyebab akne vulgaris dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) adalah 5%.

Kata Kunci: Bakteri Asam laktat, yoghurt, bakteri penyebab akne vulgaris, akne vulgaris, KHM.

Acne vulgaris is a chronic pilosebaseous dermatosis that appear on parts of body such as the face, chest, and back. One preventive way of acne vulgaris appearance is the use of face masks made from yogurt. Yogurt is a processed fermented milk product contains Lactic Acid Bacteria (LAB) which inhibits the growth of pathogenic bacteria including the causative bacteria of acne vulgaris. The aim of the study was to fimd out the effect of lactic acid bacteria (Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus termophilus) inhibition towards the growth of acne vulgaris causative bacteria. The study was conducted using Experimental Design with Posttest-only method with Control Group Design. The samples used were 30 divided into 10 groups consisting of 0% (as a control), 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, and 45%. All groups were compared to the 0% group (control group). One Way ANOVA test results showed significant differences in each concentration. Bonferroni Post-Hoc Test results showed a significant result, at a concentration of 5% the inhibition percentage is 99.97%, at concentration 10%, inhibition percentage 99.97%, concentration 15% inhibition percentage 99.98%, concentration 20% percentage inhibition 99.99%, concentration of 25% inhibition percentage 99.99%, concentration 30% inhibition percentage 99.99%, concentration 35% percentage inhibition 99.99%, concentration 40% percentage inhibition 99.99% and concentration 45% inhibition 99.99% . The conclusion shows LAB (Lactobacillus bulgaricus and Streptococus thermophilus) on yogurt inhibited the growth of acne vulgaris causative bacteria with 5% of Minimum inhibitory concentration (MIC).

Keywordsi: Lactaic acid bacteria, yoghurt, causative bacteria of acne vulgaris, acne vulgaris, MIC
2427727351H1B015013ANALISIS HUBUNGAN MUKA AIR SALURAN TERHADAP DEBIT PADA PELIMPAH AMBANG LEBAR LABORATORIUM ALAM UNSOEDAmbang lebar merupakan bangunan ukur sederhana yang dapat digunakan untuk mengukur aliran pada saluran terbuka dengan mudah dan cukup teliti. Ambang lebar yang terdapat pada Laboratorium Alam Teknik Sipil UNSOED dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran dan penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil aliran pada bangunan bangunan pelimpah dan mencari hubungan antara parameter debit, koefisien debit, serta ketinggian muka air. Metode yang digunakan adalah metode pengukuran tiga titik dengan menggunakan current meter, serta metode pengukuran debit tampang rerata. Penelitian diawali dengan mengkalibrasi current meter lalu diikuti dengan pengukuran dimensi pelimpah. Setelah itu, kedalaman dan kecepatan sebagai parameter diukur tepat pada bagian atas bangunan pelimpah ambang lebar. Hasil analisis menunjukkan bahwa rentang kecepatan yang didapat adalah 0,2 hingga 0,5 m/s, rentang kedalaman diperoleh adalah 4,7 cm hingga 7 cm, dan rentang debit yang diperoleh adalah 10,967 x 10-3 m3/s hingga 21,933 x 10-3 m3/s. Selain itu persamaan debit pada bangunan pelimpah ambang lebar adalah Q = 1,1339 x H3/2 (tanpa tinggi kecepatan) dan Q = 0,94956 x Ho3/2 (dengan tinggi kecepatan) serta didapat nilai koefisien debit adalah sebesar 0,831 (tanpa tinggi kecepatan) dan 0,692 (dengan tinggi kecepatan).

Kata Kunci : profil aliran, debit, ambang lebar, laboratorium alam UNSOED
Broad Crested Weir is a simple weir that is used to measure the flow of open channels easily and carefuly. Broad Crested Weir that placed in Nature Laboratory of Civil Engineering UNSOED can be used as a study and research. The purpose of this research is to find the flow and find the relation between dicharge, coefficient of discharge and depth of water. Its methods are using three points of velocity measurement method by using current meter, also average discharge measurement method . The research is started with calibrating the current meter and followed by measurement of the weir. After that, the depth and the velocity are measured exactly on borad crested weir. The results show the velocity have ranged in 0,2 m/s to 0,5 m/s, the depth 4,7 cm to 7 cm, and the discharge is 10,967 x 10-3 m3/s to 21,933 x 10-3 m3/s. Beside those, the equation of discharge were given as Q = 1,1339 x H3/2 (without velocity head) dan Q = 0,94956 x Ho3/2 (with velocity head) and coefficient of discharge are 0,831(without velocity head) and 0,692 (with velocity head).

Keywords : flow, broad crested weir, nature laboratory of UNSOED
2427827352E1A015063PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA PENDERITA HIV (Human Immunodeficiency Virus) / AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) DALAM UPAYA MENCEGAH TERJADINYA PENULARAN TERHADAP NARAPIDANA LAINNYA (STUDI DI LAPAS IIA PURWOKERTO).Sistem Pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, lapas-lapas di Indonesia telah mengalami kelebihan penghuni yang akan meningkatkan resiko penularan HIV/AIDS. Oleh karena itu narapidana penderita HIV/AIDS harus mendapatkan perlakuan khusus daripada narapidana yang tidak menderita HIV/AIDS. Hal ini tidak hanya untuk kepentingan dirinya, melainkan juga kepentingan kesehatan narapidana lain dari penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana penderita HIV/AIDS di LAPAS IIA Purwokerto dan mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana penderita HIV/AIDS di LAPAS IIA Purwokerto. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian yaitu deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yaitu wawancara dan sekunder yaitu studi kepustakaan.
Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk uraian-uraian yang disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan terhadap narapidana penderita HIV/AIDS di LAPAS IIA Purwokerto disamakan dengan narapidana lain yang bukan penderita HIV/AIDS, sehingga pembinaan terhadap narapidana penderita HIV/AIDS tidak berjalan secara optimal. Adapun faktor penghambat pembinaan narapidana penderita HIV/AIDS di LAPAS IIA Purwokerto dari struktur hukum yaitu tidak adanya dokter dan psikolog, ruangan khusus konsultasi bagi narapidana penderita HIV/AIDS, tidak diwajibkannya VCT bagi narapidana dan over population, dari substansi hukum yaitu tidak adanya peraturan dan pembinaan khusus yang mengatur mengenai hak narapidana penderita HIV/AIDS dan dari budaya hukum yaitu HIV/AIDS dipandang sebagai aib oleh masyarakat, sehingga respon masyarakat lebih berorientasi pada labelling negatif terhadap penderita HIV/AIDS, termasuk di dalam LAPAS IIA Purwokerto yang kerahasiaan identitas narapidana penderita HIV/AIDS masih menjadi prioritas utama daripada pembinaan dan pencegahan penularan.
The correctional system was created in order to make correctional residents in order to become a complete human being so that can be accepted again by the community environment. In this regard, correctional institution in Indonesia has an overpopulation who will increase the risk of HIV/AIDS transmission. Therefore, prisoners have HIV/AIDS must get special treatment from prisoners who do not have HIV/AIDS. This is not only for their interests, but also for the prisoners who do not have HIV/AIDS interests of HIV/AIDS transmission. The purpose of this study is to find out the implementation of prisoners have HIV/AIDS coaching in Lapas IIA Purwokerto and to find out the inhibiting factors of implementation of prisoners have HIV/AIDS coaching in Lapas IIA Purwokerto. The research method used in this study is sociological juridical with descriptive specifications. The type of data used is primary data that is interviews and secondary data is library research.

The results of this study are presented in the form of descriptions compiled systematically. The results showed that the coaching of prisoners have HIV/AIDS in Lapas IIA Purwokerto was equated with other prisoners who have not HIV/AIDS, so the coaching of prisoners have HIV/AIDS did not implemented optimally. The inhibiting factors of coaching prisoners have HIV/AIDS in Lapas IIA Purwokerto from the legal structure is absence of doctor and psychologist, a particular room for consultation of prisoners have HIV/AIDS, VCT is not required for prisoners and over population, from the legal substance is absence of specific regulations and coaching who arrange the rights of prisoners have HIV/AIDS and from the legal culture is HIV/AIDS is seen as a disgrace by the community, so that the community response is more oriented towards negative labelling of HIV/AIDS sufferers, including in Lapas IIA Purwokerto which the identity confidentiality of prisoners have HIV/AIDS is still a top priority rather than coaching and preventing transmission.
2427927328E1A015039KAJIAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 2 AYAT (1) JUNCTO PASAL 8 AYAT (4) UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG DALAM PUTUSAN NOMOR 6/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN Niaga Smg

Perusahaan dapat dinyatakan pailit apabila memenuhi beberapa syarat sesuai dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, dengan mekanisme pembuktian secara sederhana sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 8 ayat (4) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Metode pendakatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode yuridis normatif atau pendekatan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian ini adalah spesifikasi deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan atau gejala dari objek yang akan diteliti. Metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif yaitu dengan menjabarkan data yang diperoleh berdasarkan norma-norma hukum atau kaidah yang relevan dengan pokok permasalahan.
Hasil penelitian berdasarkan Putusan pengadilan Niaga Semarang Nomor: 6/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN Niaga Smg menunjukkan bahwa Majelis Hakim tidak tepat dalam menerapkan Pasal 2 ayat (1) dan asas pembuktian sederhana pada Pasal 8 ayat (4) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Mengenai alasan Majelis Hakim menolak permohonan pailit yaitu kreditor lain yang tidak pernah hadir dalam persidangan, menurut penulis hal tersebut bukanlah suatu alasan untuk menilai alat bukti yang diajukan masih terlalu sumir, karena Undang-Undang sendiri tidak mewajibkan kreditor lain untuk hadir dalam persidangan, dan Pemohon Pailit pun telah mengajukan bukti-bukti tertulis dan menghadirkan saksi, atas bukti-bukti dan keterangan saksi tersebut Termohon Pailit tidak membantahnya.
A company can be declared as bankruptcy if it meets several requirements in accordance with the provision of Article 2 Paragraph (1) of Law Number 37 of 2004 regarding Bankruptcy and Suspension of Obligation for Payment of Debts, with simple proving mechanism as stipulated in Article 8 Paragraph (4) of Law Number 37 of 2004 regarding Bankruptcy and Suspension of Obligation for Payment of Debts.
The approach method of this research is by using normative juridical method or legal approach. The research specification is descriptive specification, it is a research that describes a condition or an indication from an object that will be studied. The data analysis method used is normative qualitative which is describing data obtained based on legal norms or legal patterns related to the main problem.
The result of the research based on Semarang Commercial Court Decision Number: 6/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN Niaga Smg shows that Panel of Judges is not right on implementing Article 2 Paragraph (1) and simple burden of proof principle on Article 8 Paragraph (4) of Law Number 37 of 2004 regarding Bankruptcy and Suspension of Obligation for Payment of Debts. Regarding to the Panel of Judges’ reason in rejecting the bankruptcy request because the other creditor never attends the court session, in which according to the researcher, it is not a reason to assess the proof proposed is still succinct, because the law itself never demands the other creditor to attend the court session and the Bankruptcy Appellant files the written proof and presents the witnesses, on the proof and statement of the witness, the Respondent Bankruptcy not denied.
2428027353C1G015001EFFECT OF INFLATION, EXCHANGE RATE (IDR/USD), AND THE INTEREST RATE ON INFOBANK15 INDEXPenelitian ini berjudul "Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar (IDR / USD), Dan Suku Bunga Terhadap Indeks Infobank15". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel moneter terhadap indeks infobank15, sebagai berikut: (1) Menganalisis pengaruh perubahan inflasi terhadap indeks infobank15, (2) Menganalisis pengaruh perubahan nilai tukar (IDR / USD) pada indeks infobank15, (3) Menganalisis pengaruh suku bunga acuan terhadap indeks infobank15, (4) Menganalisis variabel yang paling mempengaruhi indeks infobank15.
Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang ada baik data internal dan eksternal organisasi dan data yang diakses melalui internet, pelacakan dokumen atau publikasi informasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Metode dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari situs web resmi yang telah dipercaya.
Dari hasil regresi linier berganda diketahui bahwa hasil regresi menunjukkan bahwa variabel inflasi tidak signifikan pada indeks Infobank15. Hasil regresi menunjukkan bahwa variabel nilai tukar secara signifikan dan positif mempengaruhi indeks infobank15. Hasil regresi menunjukkan bahwa variabel suku bunga secara signifikan dan negatif mempengaruhi indeks infobank15. Suku bunga adalah variabel independen yang paling mempengaruhi indeks infobank15.
Implikasi dari penelitian ini Karena pasar modal dan perbankan memiliki peran penting di suatu negara, maka hasil penelitian ini dapat menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas pihak-pihak yang terlibat dalam pasar modal seperti investor, perusahaan manajemen investasi, perusahaan perbankan tergabung dalam indeks infobank15, Bursa Efek Indonesia, OJK dan elemen-elemen lain untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan di tengah situasi moneter yang terjadi.
This study entitled “Effect Of Inflation, Exchange Rate (IDR/USD), And The Interest Rate On Infobank15 Index”. This study aims to determine the effect of several monetary variables on the infobank15 index, as follows: (1) Analyze the effect of changes in inflation on the infobank15 index, (2) Analyzing the effect of exchange rate changes (IDR/USD) on the infobank15 index, (3) Analyze the effect of the benchmark interest rate on the infobank15 index, (4) Analyze the variables that most influence the infobank15 index.
The source of the data in this study secondary data, that refers to information collected from existing sources both internal and external data of the organization and data accessed through the internet, document tracking or information publication. The method of data collection in this study uses the documentation method. The documentation method used in this study is done by collecting data obtained from official websites that have been trusted.
From the results of multiple linear regression known that regression results show that the inflation variable is not significant on the Infobank15 index. Regression results show that the exchange rate variable significantly and positively influences the infobank15 index. Regression results show that the interest rate variable significantly and negatively influences the infobank15 index. Interest rates are the independent variables that most influence the infobank index15.
The implication of this research As the capital market and banking have an important role in a country, therefore the results of this study can be an effort to improve the quality of parties involved in the capital market such as investors, investment management companies, banking companies incorporated in the infobank15 index, Indonesia Stock Exchange, OJK and other elements to be taken into considered in decision making in the middle of the monetary situation that occurs.