Home
Login.
Artikelilmiahs
27342
Update
HANA SUQYARAHMATIN RAMADHANIYAH
NIM
Judul Artikel
EVALUASI KANDUNGAN UNSUR HARA NITROGEN (N) PADA LAHAN SAWAH IRIGASI POMPA AIR KEBASEN DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara N pada tanah sawah yang teraliri irigasi pompa air Kebasen di Kabupaten Banyumas, memetakan status hara N pada lahan sawah yang teraliri irigasi pompa air Kebasen di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Sawah Irigasi Pompa Air Kebasen Kabupaten Banyumas pada bulan November 2018 sampai Januari 2019. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survei. Penelitian ini dilakukan pada sawah yang teraliri oleh saluran irigasi pompa air Kebasen di wilayah Banyumas. Pengujian analisis tanah dilaksanakan di Balai Pengakajian Teknologi Pertanian Semarang. Pengambilan sampel dipilih sebanyak 6 titik yang mewakili 653 Ha luas areal pertanaman padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pada jenis tanah Komplek Podsolik Merah Kekuningan (PMK) didapatkan hasil penelitian variabel yang diamati yaitu kandungan N-total rendah 16%, pH masam 5,46, C-organik rendah 1,29%, KB sangat rendah 11,82%, dan KTK sedang 22,84 cmol(+)kg-1. Jenis tanah Komplek Latosol Merah Kekuninganan dan Podsolik Merah Kekuningan (LMK dan PMK) didapatkan hasil variabel yang diamati yaitu kandungan N-total rendah 0,14%, pH masam 5,41, C-organik rendah 1,43%, KB sangat rendah 16,68%, dan KTK rendah 15,72 cmol(+)kg-1. Rekomendasi pemupukan dapat dikatakan bahwa pada jenis tanah Komplek Podsolik Merah Kekuningan perlu adanya penambahan pemupukan guna mendapatkan tingkat N-total sedang dengan penambahan N sebesar 150 kg/ha atau setara dengan 326 kg/ha urea. Pada jenis tanah Komplek Latosol Merah Kekuningan dan Podsolik Merah Kekuning juga perlu adanya penambahan pemupukan guna mendapatkan tingkat N-total sedang dengan penambahan N sebesar 200 kg/ha atau setara dengan 434,78 kg/ha urea. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan untuk memberikan solusi permasalahan lahan sawah Kebasen yang tidak subur adalah 1). Kandungan nitrogen rendah dapat diatasi dengan penambahan bahan orgnaik dan pemupukan nitrogen. 2). Kejenuhan Basa (KB) berhubungan erat dengan pH tanah dan untuk mengatasi masalah kejenuhan basa rendah maka harus menaikain pH tanah tersebut. 3). C-Oraganik rendah dapat diatasi dengan penambahan bahan organik tanah yang akan memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah. Bahan organik didapatkan dari pengembalian sisa tanaman ke dalam tanah, kompos, pupuk hijau, dan pupuk kandang. Oleh karena itu, jerami sisa panen harus dibenamkan kembali dilahan sawah. 4). pH rendah dapat diatasi dengan penambahan bahan organik, pengapuran atau dengan pemupukan yang mengandung CaCO3 dan MgO3. 5). Kapasitas Tukar Kation (KTK) rendah dapat diatasi dengan pemberian bahan organik, pengapuran, serta pemupukan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to determine the magnitude of the content of N nutrients in the land of rice fields that are electrical irrigated water pumps in the district of Banyumas, mapping the status of N nutrient on paddy fields that are electrical irrigation water pumps in Banyumas district. This study was conducted in the rice field irrigation water pump Kebasen Banyumas District in November 2018 until January 2019. The method used in this research is the survey method. This study was conducted on rice field which is electrical by irrigation channel Kebasen water pump in Banyumas area. Testing of soil analysis was conducted at the Agricultural Technology Hall of Semarang. The sampling is selected as 6 dots representing 653 Ha area of rice planting area. The results showed that the soil type of the complex red-yellow podsolic (PMK) obtained the results of the variable studies observed that the N-total content of low 16%, PH sour 5.46, C-organic low 1.29%, very low KB 11.82%, and KTK being 22.84 cmol (+) kg-1. The soil type Latosol red and podsolic complex yellowish red (LMK and PMK) obtained the results of the observed variable i.e. low N-total content of 0.14%, pH acid 5.41, C-organic low 1.43%, very low KB 16.68%, and low KTK 15.72 cmol (+) kg-1. Fertilization recommendation can be said that in the soil type of red Podsolik complex Yellow need to increase fertilization to get N-total level is with the addition of N of 150 kg/ha or equivalent to 326 kg/ha urea. In soil type Latosol red yellowish and Podsolik Yellow Red also need the addition of fertilization to get N-total level is with the addition of N of 200 kg/ha or equivalent to 434.78 kg/ha urea. As for the recommendation that can be given to provide solutions to the problem of unfertile rice fields of Kebasen is 1). Low nitrogen content can be solved with the addition of Orgnaik and nitrogen fertilization. 2). Alkaline saturation (KB) is closely related to soil pH and to address the problem of low-base saturation then should be to the pH of the soil. 3). Low C-oraganic can be addressed by the addition of soil organic matter that will improve soil chemical, physical, and biological properties. Organic material obtained from the return of crop residue into soil, compost, green manure, and manure. Therefore, the leftover straw must be re-immersed in the rice field. 4). Low pH can be solved with the addition of organic materials, crate or with fertilization containing CaCO3 and MgO3. 5). Low cation (CTK) Exchange capacity can be addressed with the provision of organic materials, beasation, and fertilization.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save