Artikelilmiahs

Menampilkan 24.221-24.240 dari 50.306 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2422128147C1G015016Comparative analysis of food and non food traders income in Bumiayu traditional market Brebes Regency and its determinantsRINGKASAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pendapatan para pedagang makanan dan pedagang non makanan serta menganalisis faktor modal, tingkat pendidikan, jenis dagangan dan jam bekerja mempengaruhi pendapatan pedagang makanan dan non makanan di Pasar Tradisional Bumiayu Kabupaten Brebes.
Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi kasus pada pedagang makanan dan pedagang non makanan di Pasar Tradisional Bumiayu sebagai subjek penelitian ini. Untuk menentukan jumlah sampling pada penelitian ini digunakan teknik Slovin. Selanjutnya untuk mengetahui faktor modal, tingkat pendidikan, jenis dagangan dan jam bekerja menggunakan analisis uji regresi linear berganda dan untuk mengetahui perbandingan pendapatan pendapatan pedagang makanan dan pedagang non makananmenggunakan test statistik. Penelitian ini juga menggunakan uji normalitas dan uji non- parametrik karena data dalam penelitian ini tidak berdisibusi normal.
Berdasarkan hasil analisis uji regresi linear berganda faktor modal, tingkat pendidikan, jenis dagangan dan jam bekerja yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang makanan dan pedagang non makanan hanya modal dan jenis dagangan, sedangkan tingkat pendidikan dan jam bekerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang makanan dan pedagang nnon makanan di Pasar Tradisional Bumiayu. Sementara untuk perbedaan pendapatan berdasarkan hasil uji terdapat perbedaan yang signifikan pada pendapatan pedagang makanan dan non makanan di Pasar Tradisional Bumiayu.
Berdasarkan pada kesimpulan ini implikasi yang tepat sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan pedagang non makanan diharapkan pemerintah dapat memberikan dukungan materi dalam bentuk modal atau dana pinjaman kepada pedagang non makanan.
SUMMARY
The purpose of this study is to compare the income of food traders and non-food traders and analyze capital factors, education level, type of merchandise and hours of work affecting the income of food and non-food traders in the Bumiayu Traditional Market in Brebes Regency.
This type of research is classified as quantitative research using case studies on food traders and non-food traders in Bumiayu Traditional Market as the subject of this research. To determine the number of sampling in this study the Slovin technique was used. Furthermore, to determine the factors of capital, level of education, type of merchandise and hours of work using multiple linear regression analysis analysis and to determine the comparison of the income of food traders and non-food traders using statistical tests. This study also uses the normality test and non-parametric tests because the data in this study are not normally distributed.
Based on the results of the multiple linear regression analysis of capital factors, education level, types of merchandise and hours of work that significantly influence the income of food traders and non-food traders only capital and types of merchandise, while the level of education and hours of work do not significantly influence the income of food traders and traders nnon food at Bumiayu Traditional Market. While for income differences based on test results, there are significant differences in the income of food and non-food traders in Bumiayu Traditional Market.
Based on this conclusion the right implication as an effort to increase the income of non-food traders is expected that the government can provide material support in the form of capital or loan funds to non-food traders.
2422227403L1B015011Pengaruh pemberian Spirullina platensis pada pakan terhadap gambaran darah ikan nila (Oreochromis niloticus)Spirulina platensis dapat digunakan sebagai imunostimulan dan meningkatkan generasi sel baru. Spirulina mengandung fikosianin yang dapat menstimulasi hematopoiesis, mempengaruh hormon erythropoietin (EPO) dan juga mengatur produksi sel-sel darah putih. Hormon EPO diproduksi oleh ginjal yang sehat dan berperan mengatur sel induk memproduksi sel eritrosit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan spirulina platensis dengan dosis yang berbeda pada pakan dan mengetahui dosis berapakah yang efektif untuk gambaran darah (hematologis) yang dilihat dari jumlah sel eritrosit, nilai hematokrit, nilai haemoglobin, kadar glukosa darah ikan nila gift (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) yang mempunyai 4 perlakuan dan 5 ulangan (individu). Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pakan pellet komersial tanpa Spirulina platensis (kontrol), 2 g/kg pakan, 4 g/kg, dan 6 g/kg pakan. Penelitian ini dianalisis dengan cara statistik data secara kuantitatif menggunakan ANOVA. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa suplementasi Spirulina platensis pada pakan tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05) terhadap jumlah sel eritrosit, nilai hematokrit, nilai haemoglobin, kadar glukosa darah dan belum ada dosis yang efektif terhadap jumlah sel eritrosit, nilai hematokrit, nilai haemoglobin, kadar glukosa darah.Spirulina platensis can be used as an immunostimulant and increase new cell generation. Spirulina contains phycocyanin which can stimulate hematopoiesis, influence the hormone erythropoietin (EPO) and also regulate the production of white blood cells. The EPO hormone is produced by healthy kidneys and plays a role in regulating stem cells to produce erythrocyte cells. The purpose of this study was to determine the effect of adding spirulina platensis with different doses to the feed and to find out what is the effective dose to blood profile (haematological) as seen from the number of erythrocyte cells, hematocrit values, hemoglobin values, blood glucose levels of tilapia gift (Oreochromis niloticus). The method used is an experimental method with a completely randomized design (CRD) which has 4 treatments and 5 replications (individuals). The treatment in this study was the provision of commercial pellet feed without Spirulina platensis (control), 2 g / kg of feed, 4 g / kg, and 6 g / kg of feed. This research was analyzed by quantitative data statistics using ANOVA. Analysis results showed that Spirulina platensis supplementation in feed did not have a significantly different effect (P> 0.05) on the number of erythrocyte cells, hematocrit values, hemoglobin values, blood glucose levels and there was no effective dose of the number of erythrocyte cells, hematocrit values, hemoglobin value, blood glucose level.
2422327300H1F014029STUDI GEOLOGI KARAKTERISTIK ENDAPAN PALEOTSUNAMI DAERAH PASEBAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KENCONG, KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMURSalah satu wilayah Indonesia yang rawan akan terjadinya tsunami adalah bagian selatan Indonesia, keterdapatan zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia menjadi pemicu terjadinya bencana alam tersebut. Ring of Fire yang melewati bagian selatan pulau Jawa dapat memicu terjadinya gempa bumi yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami apabila deretan gunung api tersebut erupsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejarah seismik dan kejadian tsunami yang pernah terjadi, selain itu penelitian juga bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya keterdapatan endapan paleotsunami serta untuk mengetahui karakteristik endapan tersebut. Penelitian dilakukan di selatan pulau Jawa tepatnya di daerah Paseban dan sekitarnya, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember dengan cara mengambil sampel secara vertikal dengan kedalaman 200 cm di lapangan dan dilanjutkan dengan analisis laboratorium berupa analisis granulometri, analisis XRF (X-Ray Fluoresence), analisis mikropaleontologi, dan analisis mineralogi. Penelitian – penelitian sebelumnya dilakukan di pesisir selatan Pulau Jawa bagian barat seperti daerah Banten, Pangandaran, Cilacap, Pacitan dan kemudian bergerak ke arah timur seperti Lumajang dan Banyuwangi. Hal ini dilakukan untuk membuktikan adanya tsunami yang menerjang di pesisir selatan pulau Jawa yang diakibatkan adanya gempa besar.
Ditemukan dua lapisan kandidat paleotsunami pada endapan yang berada di morfologi cekungan antar pematang (swale). Lapisan tersebut berada pada interval 100 - 127 cm dan interval 71 - 87 cm dengan ditemukannya rip-up clast dan kontak erosional dengan lapisan paleosoil di bagian bawahnya. Analisis granulometri menunjukkan bahwa lapisan paleotsunami A memiliki tebal 17 cm dengan ukuran butir lanau kasar – pasir sangat halus, sortasi sangat buruk, fine skewed - coarse skewed, kurtosis pada tipe platykurtic, dan pola kurva distribusi frekuensi bimodal. Sementara lapisan paleotsunami B memiliki tebal 16 cm dengan ukuran butir lanau kasar - pasir halus, sortasi sangat buruk, very fine skewed – symmetrical, kurtosis pada tipe platykurtic - leptokurtic, dan pola kurva distribusi frekuensi bimodal. Analisis XRF menunjukkan bahwa pada lapisan paleotsunami A dan B mengalami peningkatan unsur Ca dan Sr yang merupakan unsur penciri lingkungan laut secara signifikan. Ditemukan foraminifera bentonik (Bulimina sp.) dan pecahan – pecahan cangkang pada lapisan paleotsunami A. Sementara pada lapisan paleotsunami B ditemukan foraminifera planktonik (Globigerinoides ruber, Globigerinoides trilobus, Neogloboquadrina dutertei), foraminifera bentonik (Bolivina sp., Spiroloculina sp., Triloculina sp.), dan pecahan – pecahan cangkang.
One of the regions in Indonesia prone to tsunami occurrence is the southern part of Indonesia which one of them is the southern part of the island of Java, the existence of a subduction zone between the Indo-Australian Plate with the Eurasian Plate being the trigger for the occurrence of the natural disaster. The Ring of Fire that passes through the southern part of Java is likely to trigger an earthquake that could cause a tsunami when the row of volcanoes erupts. This research was conducted to find out the seismic history and tsunami events that ever occurred, in addition research also aimed to know the existence or absence of paleotsunami deposits and to know the characteristics of such deposits. Research was conducted south of Java island precisely in the Paseban area and surrounding areas, Kencong Subdistrict, Jember County by taking vertically samples with a depth of 200 cm in the field and continued by laboratory analysis in the form of granulometric analysis, XRF analysis (X-Ray Fluoresence), micropaleontology analysis, and mineralogy analysis. Previous research was conducted on the southern coast of western Java Island such as Banten, Pangandaran, Cilacap, Pacitan areas and then moving eastwards such as Lumajang and Banyuwangi. This was done to prove the existence of a tsunami crashing on the southern coast of Java island resulting from a major earthquake.
Two layers of paleotsunami candidates found on deposits that were in the morphology swale. The first layer is at intervals of 100 - 127 cm and the younger is at intervals of 71 - 87 cm with the discovery of rip-up clast and erosional contact with the paleosoil layer underneath. Granulometric analysis suggests that the first paleotsunami layer has 17 cm thick with a grain size of coarse silt– very fine sand, very poor sorting, fine skewed – coarse skewed, curtosis on platykurtic type, and bimodal frequency distribution curve patterns. While the younger layer has 16 cm thick with a coarse grain size – fine sand, very poor sortation, very fine skewed–symmetrical, curtosis in platykurtic – leptokurtic type, and bimodal frequency distribution curve patterns. XRF analysis showed that in both paleotsunami layers experienced significantly increased elements of Ca and Sr which are the tracing elements of the marine environment. Foraminifera bentonic (Bulimina sp.) and fragments–shell fragments found in first paleotsunami layer. While on the second paleotsunami layer found planktonic foraminifera (Globigerinoides ruber, Globigerinoides trilobus, Neogloboquadrina dutertei), bentonic foraminifera (Bolivina sp., Spiroloculina sp., Triloculina sp. ), and shell fragments.
2422428672D1B017032SIKAP KEWIRAUSAHAAN PETERNAK KEMITRAAN AYAM BROILER DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian berjudul “Sikap Kewirausahaan Peternak Kemitraan Ayam Broiler di Kabupaten Banyumas”. Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik peternak kemitraan ayam broiler, sikap kewirausahaan peternak kemitraan ayam broiler, dan (2) mengetahui hubungan antara karakteristik peternak dengan sikap kewirausahaan peternak kemitraan ayam broiler di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan survei kepada peternak kemitraan ayam broiler di Kabupaten Banyumas. Sebanyak 50 peternak kemitraan terpilih sebagai responden dengan menggunakan multistage sampling. Pada tahapan pertama, diambil sampel perusahaan inti secara acak 40% dari total perusahaan inti ayam broiler di Kabupaten Banyumas. Tahapan selanjutnya pada masing masing perusahaan inti terpilih dilakukan pemilihan responden peternak kemitraan ayam broiler yang telah melakukan kemitraan minimal 1 tahun. Pemilihan responden dilakukan dengan metode quota sampling yaitu dipilih 10 peternak kemitraan pada masing masing perusahaan inti terpilih. Data yang terkumpul/diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik peternak kemitraan ayam broiler dan analisis korelasi rank spearman untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik peternak dengan sikap kewirausahaan peternak kemitraan ayam broiler di Kabupaten Banyumas. Peternak kemitraan ayam broiler di Kabupaten Banyumas mempunyai rataan umur 43 tahun dan sebagian besar (88%) berusia produktif (15-65 tahun). Pendidikan formal peternak sebagian besar (66%) menyelesaikan sekolah menengah pertama dengan rataan pendidikan 10 tahun. Sebanyak 46 peternak kemitraan ayam broiler (92%) memiliki rataan kepemilikan 5.120 ekor ternak. Rata-rata peternak ayam broiler memiliki pengalaman kemitraan dengan perusahaan inti dengan lama waktu 8 tahun. Peternak kemitraan ayam broiler di Kabupaten Banyumas memiliki sikap kewirausahaan dengan kategori tinggi (skor 81.24). Sikap kewirausahaan merupakan sikap dan kemampuan dalam menciptakan atau merealisasikan ide yang bernilai. Jumlah ayam broiler yang dimiliki peternak memiliki keterkaitan yang nyata dengan sikap kewirausahaan. Semakin banyak jumlah ayam broiler yang dimiliki, peternak akan semakin memiliki keinginan untuk berprestasi, inovasi, pengendalian diri, penghargaan diri, dan berwirausaha.The research entitled "Entrepreneurial Attitude of Broiler Plasma Farmers in Banyumas Regency” was aimed to (1) know the characteristics of broiler plasma farmers, (2) know the relationship between the broiler plasma farmers characteristics and entrepreneurial attitude of broiler farmers in Banyumas Regency. The survey method was used to explore response from the farmers regarding some important and relevant quesionaires. Fivty respondents had been choosen using multistage sampling method. In the first step, respondents from nucleus 1
companies were selected randomly by 40 percent. The next step was, in each selected nucleus company, 10 broiler plasma farmers were chosen respondents with at least over a year operation using quota sampling methode. The collected data was analyzed using descriptive statistics to depict the characteristics of broiler plasma farmers and the rank spearman correlation test to identify the correlation between broiler farmers characteristics and entrepreneurial’s attitude of broiler farmers in Banyumas Regency. The broiler plasma farmers in Banyumas has an average age of 43 years old, most of them (88%) were in productive age (15-65 years old). Most of the farmers (66%) has finished formal education in the junior high school. Fourty six broiler plasma farmers (92%) have an average 5,120 head of broiler chicken. Broiler plasma farmers have an experience on broiler farming over than 8 years. The broiler plasma farmers has the entrepreneurial attitude was in high (score 81.24). The entrepreneurial attitude was about making realization of the idea that had values. The farm size or number broiler maintained by the broiler plasma farmers was related to entrepreneurial attitude. Increasing number of broilers, the farmers tend to have higher entrepreneurial attitude
2422527302C2A017002PENGARUH DANA DESA, INFLASI DAN
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP
PERSENTASE PENDUDUK MISKIN PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2016-2018
RINGKASAN

Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah merupakan masalah yang harus segera dapat diatasi baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar tidak menjadi semakin meningkat. Dengan tingginya angka kemiskinan, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan dalam menanggulangi masalah tersebut, diantanya adalah program dana desa. Inflasi Tahunan Jawa Tengah Tahun 2018 diperkirakan mengalami sedikit peningkatan, walaupun sedikit terjadi peningkatan, namun inflasi ini akan tetap menjadi suatu permasalahan dalam perekonomian di Provinsi Jawa Tengah. Damapak inflasi salah satunya adalah daya beli masyarakat menjadi berkurang, sehingga menyebabkan PDRB suatu daerah menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Desa, Inflasi dan Produk domestik Regional Bruto (PDRB). Data yang digunakan merupakan data panel dengan komposisi time series antara 2016 – 2018 dan cross section pada 29 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan bahwa: (1) Dana Desa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin; (2) Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin; (3) PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah untuk dapat menurunkan persentase penduduk miskin maka program Dana Desa untuk tahun yang akan datang pemerintah harus mengubah arah penggunaan Dana Desa menjadi diprioritaskan untuk pengembangan di bidang pariwisata. Adanya inflasi dapat dibentuk TPID yaitu dengan menjaga kestabilan tingkat produksi barang dan jasa yang ada di daerah, sehingga akan terjaga kondisi kestabilan harga barang dan jasa tersebut, selain itu pemerintah daerah harus mempunyai komitmen untuk kemudahan perijinan investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur, sehingga dapat meningkatkan PDRB yang akan berujung dapat menurunkan persentase penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah.

Kata Kunci: Persentase Penduduk Miskin, Dana Desa, Inflasi, PDRB dan Fixed Effect Model
SUMMARY

Poverty in the Province of Central Java is a problem that must be immediately addressed both local and central government, so it does not increase. With high money value, the government has carried out various policies in overcoming this problem, including the village fund program. Annual Inflation in Central Java 2018 is expected to increase slightly, but increase slightly, but this will still be a problem in the increase in Central Java Province. Damage is only one of the people's purchasing power is reduced, causing the GRDP to be a declining region. This study aims to analyze the influence of the Village Fund, Inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP). The data used are panel data with a time series composition between 2016 - 2018 and cross sections in 29 districts in Central Java Provinc
Based Based on the results of research and data analysis using the Fixed Effect Model (FEM) shows that: (1) Village Funds have a negative and significant effect on the percentage of poor people; (2) Inflation has a positive and significant effect on the percentage of poor people; (3) GRDP has a negative and significant effect on the percentage of poor population.
The implication of the above conclusion is to be able to reduce the percentage of poor population, the Village Fund program for the coming year the government must change the direction of the use of the Village Fund to be prioritized for development in tourism. The existence of inflation can be formed TPID by maintaining the stability of the level of production of goods and services in the region, so that the condition of the price of goods and services will be maintained, besides that the local government must have a commitment to ease investment licensing and accelerate infrastructure development, so as to increase the GRDP which will ultimately reduce the percentage of poor people in Central Java Province.


Keyword: Percentage of Poor Population, Village Funds, Inflation, GRDP and Fixed Effect Model
2422627335H1A015054KLASIFIKASI OBJEK ALZHEIMER CITRA OTAK MAGNETIC RESONANCE IMAGE (MRI) DENGAN METODE NAÏVE BAYES BERDASARKAN CLINICAL DEMENTIA RATING (CDR)Otak adalah sebuah organ yang berada pada kepala manusia, otak berfungsi untuk mengatur segala aktivitas dan fungsi tubuh manusia. Karena pentingnya organ otak maka penyakit yang menyerang otak akan sangat berbahaya. Salah satu penyakit yang dapat menyerang otak adalah Alzheimer. Alzheimer adalah penyakit Neurodegenerative yang ditandai dengan penurunan kognitif yang progresif bersamaan dengan penurunan kemampuan melakukan kegiatan seharihari. Diagnosa Alzheimer dapat dilakukan setelah dideteksinya bentuk-bentuk lain dari demensia, diagnosis pasti hanya dapat dilakukan setelah studi post-mortem (otopsi) dari jaringan otak. Studi post-mortem ini dapat dilakukan dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Hasil MRI dapat dilakukan segmentasi agar didapat data yang dapat digunakan untuk menentukan objek Alzheimer. Penelitian ini melakukan klasifikasi dengan menggunakan metode naïve bayes berdasarkan data dari hasil segmentasi. Naive Bayes merupakan sebuah pengklasifikasian probabilistik sederhana yang menghitung sekumpulan probabilitas dengan menjumlahkan frekuensi dan kombinasi nilai dari dataset yang diberikan. Setelah dilakukan klasifikasi maka akan di dapat kelas berupa nilai dari Clinical Dementia Rating(CDR). Untuk mendapat nilai yang lebih akurat maka hasil klasifikasi akan dibandingan dengan hasil klasifikasi penelitian lain yang menggunakan metode yang berbeda.The brain is an organ that resides on the human head, the brain serves to regulate all the activities and functions of the human body. Because of the importance of brain organs then the disease that affects the brain will be very dangerous. One disease that can invade the brain is Alzheimer's. Alzheimer's is a Neurodegenerative disease characterized by progressive cognitive decline along with decreased ability to perform daily activities. Alzheimer's diagnosis can be done after the detection of other forms of dementia, the diagnosis should only be done after the study of post-mortem (autopsy) of the brain tissue. This post-mortem study can be done using Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI results can be segmented to obtain data that can be used to determine the Alzheimer object. This study classifies using naïve Bayes ' method based on the data from the segmentation results. Naive Bayes is a simple, probabilistic classifications that calculates a set of probabilities by summing up the frequency and value combinations of the given dataset. After classification, it will be able to class the value of Clinical Dementia Rating (CDR). To get a more accurate value then the classification results will be compared with the results of the classification of other research using different methods.
2422727362A1D015107PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY (Brassica chinensis L.) PADA INCEPTISOL Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dosis pupuk kotoran ayam terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada Inceptisol. 2) mengetahui konsentrasi pupuk organik cair air leri terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada Inceptisol. 3) mengetahui kombinasi pupuk kotoran ayam dan pupuk organik cari leri terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada Inceptisol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2019 di Desa Melung Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kotoran ayam yang terdiri dari 0, 15, dan 30 ton/hektar. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair air leri yang terdiri dari 0, 30, 60, dan 90 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi dosis pupuk kotoran ayam 30 ton/ha memberikan hasil terbaik dalam menghasilkan tinggi tanaman 24,17 cm; jumlah daun 17,58 helai; luas daun 103,34 cm2; bobot tanaman segar 120,73 gram; bobot tajuk segar 119,28 gram; bobot tajuk kering 3180 miligram. Aplikasi pupuk organik cair air leri tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua variable pengamatan. This research aimed to: 1) determine the best dose of chicken manure for the growth and yield of pakcoy in Inceptisols, 2) determine the best dose of liquid organic fertilizer rice wahing water for growth and yield of pakcoy in Inceptisols, 3) determine the effect of combination of chicken manure fertilizer and liquid organic fertilizer rice washing water that gives the best growth and yield of pakcoy in Inceptisols. This research was conducted from May to July 2019 in Melung Village, Krdungbanteng District, Banyumas Regency and The Agronomy and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. The experimental design used was a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factor and 3 replications. The first factor was the dose of chicken manure with the rates of 0, 15, and 30 ton/hectare. The second factor was liquid organic fertilizer rice washing water with the rates 0, 30, 60, and 90 ml/liter. The results showed the application of chicken manure at a dose of 30 ton/hectare was the best dose for the plant height (24,17 cm); number of leaves (17,58 strands); leaf area (103,34 cm2); fresh plant weight (120,73 grams); weight of fresh canopy (119,28 grams); and weight of dry canopy (3180 miligrams). Aplication of liquid organic fertilizer from rice washing water did not have a real effect on all observed variables.
2422827303A1D015032PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI VITAMIN C DAN TEKNIK PEMOTONGAN TANGKAI BUNGA TERHADAP KESEGARAN BUNGA POTONG ANGGREK (Vanda douglas)Bunga anggrek (Vanda douglas) merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dan mempunyai nilai ekonomi tinggi karena warna dan bentuknya yang indah. Salah satu masalah yang dihadapi bunga potong anggrek adalah penanganan pasca panen yang kurang optimal dengan menggunakan air saja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan vitamin C optimal, mengetahui teknik pemotongan pangkal tangkai yang paling tepat, dan mendapatkan kombinasi antara konsentrasi vitamin C dan teknik pemotongan pangkal tangkai terbaik dalam mempertahankan kesegaran bunga potong anggrek. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi vitamin C dengan empat taraf terdiri dari P0 = kontrol (aquades + 25 g/l gula pasir), P1 = vitamin C 50 ppm + 25 g/l gula pasir, P2 = vitamin C 75 ppm + 25 g/l gula pasir, P3 = vitamin C 100 ppm + 25 g/l gula pasir dan teknik pemotongan tangkai bunga dengan 3 taraf, terdiri dari C0 = tanpa pemotongan, C1 = pemotongan tangkai bunga di dalam air setiap tiga hari sekali, C2 = pemotongan tangkai bunga di luar air setiap tiga hari sekali, sehingga terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati meliputi masa kesegaran bunga awal dan akhir (vase life), masa kesegaran tangkai bunga (hari), kemekaran bunga (skor), warna bunga (skor), voume larutan terserap (ml).
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa: pemberian vitamin C 50 ppm dapat mempertahankan masa kesegaran tangkai bunga selama 14,37 hari, kemekaran bunga sebesar 2,48, warna bunga 2,97 hari, dan konsentrasi vitamin C 50 ppm menambah volume larutan terserap sebesar 39,88 ml. Pemotongan di dalam air setiap 3 hari sekali dapat memperpanjang masa kesegaran tangkai bunga selama 15, dan kombinasi perlakuan konsentrasi vitamin C 50 ppm dan teknik pemotongan tangkai di dalam air setiap tiga hari sekali dapat memperpanjang masa keseragan tangkai bunga Vanda douglas hingga 16,77 hari atau lebih 5,66 hari lebih lama dari kontrol.
Orchid (vanda douglas) is a type of orchids which attracts Indonesian people attention and has a high economic value because it has beautiful color and shape. It faces one problem, post-harvest care which is less optimal because it only uses water. This experiment was conducted in Agronomy and Horticulture Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from July to August 2019. This study used Completely Randomized Block Design (CRBD) with two factorial, this is vitamin C solution concentrations with four levels consisting of P0 = control (aquades + 25 g / l sugar), P1 = vitamin C 50 ppm + 25 g / l sugar, P2 = vitamin C 75 ppm + 25 g / l sugar, P3 = vitamin C 100 ppm + 25 g / l sugar and flower stalk cutting techniques with 3 levels, consisting of C0 = without cutting, C1 = cutting flower stalks in water every three days, C2 = cutting flower stalks out of water every three days, so that it consists of 12 treatment combinations and is repeated three times. Variables observed include the initial and final flower freshness period (vase life), the freshness period of flower stalks (days), flower blooming (score), flower color (score), absorbed solution volume (ml). The result shows that 50 ppm vitamin C can maintain the freshness period of the stalk until day 14.37, that 50 ppm vitamin C the florescence up to 2.48, that 50 ppm vitamin C the color of the flowers day 2.97, that 50 ppm vitamin C add the absorbed solution up to 39.88 ml. Cutting the stalk in the water every once in three days can extend the freshness period of the stalk up to 15 days and the treatment combination of 50 ppm vitamin c concentration and the flower stalk cutting technique in the water every once in three days can extend the freshness period of the orchid’s up to 16.77 days or 5.66 days longer than the control.
2422927304B1B015005THE EFFECT OF PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA(PGPR) TO THE GROWTH OF RED CHILI PLANT (Capsicum annum L.) IN SALINE SANDY SOILTanaman cabai merah (Capsicum annum L.) adalah salah satu dari banyak komoditas yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian adalah dengan memanfaatkan lahan yang kurang produktif (lahan marginal) seperti tanah salin di wilayah pesisir. Tanah salin dikenal kurang subur sehingga membutuhkan teknik khusus untuk bisa ditanam. Metode untuk meningkatkan kesuburannya adalah dengan pemupukan dengan pupuk ramah lingkungan melalui pemanfaatan potensi bakteri sebagai pupuk hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh isolat Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah di tanah berpasir salin dan untuk menentukan isolat terbaik Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk meningkatkan pertumbuhan red tanaman cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi PGPR berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan panjang akar tanaman cabai merah (Capsicum annum). Sebaliknya berat kering dan kandungan total klorofil tanaman cabai merah (Capsicum annum) tidak berbeda nyata. Kombinasi 3 isolat PGPR (Azospirillum PSA 10, Azotobacter PSA 8, dan Marinococcus PSA 1) memiliki hasil terbaik dalam meningkatkan tinggi dan panjang akar tanaman cabai (Capsicum annum).Red chili plant (Capsicum annum L.) is one of the many commodities needed for daily life. In efforts to increase the productivity of the agricultural sector is by utilizing the less productive land (marginal land) such as saline soil in coastal areas. Saline soils are known to be less fertile which need special technique to be able to be planted. A method to increase its fertility is by fertilizing with an environmentally friendly fertilizer through utilizing bacteria potential as biofertilizers. The objectives of this research were to know the effect of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) isolate to the growth of red chili plants in saline sandy soil and to determine the best isolate of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) to improve the growth of red chili plants. The result showed that the inoculation of PGPR significantly affected to plant height and root length of the red chili plant (Capsicum annum). On the contrary the dry weight and chlorophyll total content of the red chili plant (Capsicum annum) didn’t significant difference. The combination of 3 PGPR isolates (Azospirillum PSA 10, Azotobacter PSA 8, and Marinococcus PSA 1) was the best result in increasing the height and root length of the chili plant (Capsicum annum).
2423027305D1A015012KOMBINASI EKSTRAK HERBAL INDEKS ERITROSIT MCV,MCH,MCHC DARAH KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSISPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi ekstrak herbal dari tiga jenis tanaman yaitu bawang putih, batang pisang dan biji pepaya serta untuk mengetahui dosis dari kombinasi ekstrak herbal yang terbaik terhadap indeks eritrosit darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 36 ekor peranakan kelinci Rex, 40 mg ekstrak bawang putih, 40 mg ekstrak batang pisang dan 20 mg ekstrak biji pepaya. Penelitian ini menggunakan metode experimental serta rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari D1: 0 mg atau sebagai kontrol, D2: Dosis kombinasi ekstrak 20 mg, D3: Dosis kombinasi ekstrak 40 mg, D4: Dosis kombinasi ekstrak 60 mg, D5: Dosis kombinasi ekstrak 80 mg dan D6: Dosis kombinasi ekstrak 100 mg. Data dianalisis menggunakananalisis variansi dan di uji lanjut dengan Uji Ortogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukan pemberian kombinasi ekstrak herbal dari bawang putih, batang pisang dan biji pepaya berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks eritrosit darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Dosis terbaik dalam pemberian ekstrak herbal yang sedikit mempengaruhi nilai normal indeks eritrosit yaitu pada perlakuan D5dengan kombinasi ekstrak herbal sebanyak 80 mg.This study aims to determine the effect of a combination of herbal extracts from three types of plants namely garlic, banana stems and papaya seeds and to find out the dose of the best combination of herbal extracts on the blood erythrocyte index of rabbits infected with coccidiosis. The material used in the research were 30 Rex croosbred rabbit’s, garlics extract 40 mg, banana steam extract 40 mg and papaya seeds extract 20 mg. The method was use in experimental and Completed Random Sampling (CRS). The research consisted of sixth treatment and sixth repeated. The treatments was D1: 0 mg as control; D2:20 mg of extract combination level; D3: 40 mg of extract combination level; D4: 60 mg of extract combination level; D5: 80 mg of extract combination level and D6: 100 mg of extract combination level. The data analysis with variance analysis and tested further with the Polynomial Orthogonal test. The research resulted combination extract of herbal from garlics, banana steam, papaya seeds addition not significantly affected (P>0,05) on erythrocytes of rabbit's blood which infected by coccidiosis.The best dose in the administration of herbal extracts that slightly affects the normal value of the erythrocyte index is the D5 treatment with a combination of herbal extracts as much as 80 mg.
2423127284A1D115005RAGAM KARAKTER AGRONOMI EMPAT GENOTIPE KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) PADA VARIASI PEMBERIAN KAPUR Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keragaman karakter agronomi pada empat genotipe tanaman kedelai, (2) mengetahui penampilan genotipe kedelai hasil seleksi galur murni, dan (3) mengetahui interaksi antara genotipe dan kapur terhadap karakter agronomik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dari bulan April sampai Juli 2019. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) yang terdiri dari 2 faktor yaitu petak utama adalah tiga dosis pemberian kapur (kontrol, 0,5 ton/ha, dan 1 ton/ha) dan anak petak empat genotipe (galur 02, galur 33, galur 71, dan varietas slamet) diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah daun trifoliat, diameter batang, jumlah buku, jumlah bintil akar efektif, umur berbunga, umur panen, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per petak efektif, jumlah polong total, jumlah polong bernas, dan jumlah biji per tanaman. Data analisis dengan uji F (ANOVA) dan uji lanjut Least Significant Differences (LSD) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan genotipe menunjukkan perbedaan pada komponen pertumbuhan maupun hasil kecuali pada diameter batang, jumlah bintil akar, dan jumlah biji per tanaman. Pengaruh pemberian kapur menunjukan perbedaan hanya pada jumlah bintil akar sedangkan lainnya tidak menunjukan perbedaan. Terdapat interaksi antara genotipe dan variasi kapur pada tinggi tanaman.The purpose of this research to: (1) determine diversity agronomic traits in four genotypes, (2) determine the appearance of genotypes from pure line selection, and (3) determine interaction of genotypes and lime on agronomic characters. The research was conducted in land Jenderal Soedirman University. This research lasted for 3 months from April to July 2019. The design used was the Split Plot Design ) which consists of 2 factors: the main plot is three doses of lime (kontrol, 0,5 ton/ha, and 1 ton/ha) and subplot four genotypes (galur 02, galur 33, galur 71, and varietas slamet), repeated three times. Variables observed were plant height, number of productive branches, number of trifoliate leaves, stem diameter, number of books, number of effective root nodules, age of flowering, age of harvest, weight of seeds per plant, weight of 100 seeds, weight of seeds per effective plot, number of total pods , number of pithy pods, and number of seeds per plant. Data analysis using F test (ANOVA) and Least Significant Differences ( LSD ) follow-up test at the error level of 5%. The results showed that the appearance of genotypes showed differences in the components of growth and yield except for the stem diameter , the number of root nodules, and the number of seeds per plant . The effect of lime showed a difference only in the number of nodules while others showed no difference. There are interactions between genotypes and lime variations on plant height.
2423227306A1D115004KAJIAN TEKNIK BUDIDAYA DAN APLIKASI METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.)Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh teknik budidaya dan aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi, (2) mengetahui teknik budidaya dan aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Brobot, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret sampai Juli 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Tersarang, teknik budidaya sebagai faktor sarang (Konvensional, SRI, Organik) dan metabolit sekunder jamur entomopatogen sebagai faktor yang tersarang di dalam teknik budidaya (metabolit sekunder isolat Cipete, metabolit sekunder isolat Papringan, metabolit sekunder isolat Pasir kulon, metabolit sekunder isolat Kalisalak) diulang empat kali. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah daun, panjang malai, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, persentase jumlah gabah isi, bobot gabah per rumpun, bobot 1.000 biji, bobot gabah per petak efektif 1 m2. Aplikasi metabolit sekunder Pasir kulon dalam teknik budidaya SRI mampu meningkatkan jumlah daun sebesar 47,28%, jumlah anakan total sebesar 12,90%, jumlah anakan produktif sebesar 13,57%, bobot gabah per rumpun sebesar 57,70% sedangkan perlakuan metabolit sekunder Papringan dalam teknik budidaya SRI mampu meningkatkan bobot 1.000 biji sebesar 17,46% dibandingkan dengan teknik budidaya konvensional.This research aimed to: (1) know the effect of cultivation techniques and application secondary metabolites of entomopathogenic fungi on the growth and yield of rice plant, (2) know the best of cultivation technique and application secondary metabolite of entomopathogenic fungi for growth and yield of rice plant. This research was conducted in Brobot Village, Bojongsari Subdistrict, Purbalingga Regency and Laboratory of Agronomy and Horticulture Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University at March until July 2019. This research using Nested Design, cultivation techniques as a nest factor (Conventional, SRI, Organic) and secondary metabolites of entomopathogenic fungi as a factor that was nested in the cultivation technique (secondary metabolite of Cipete isolate, secondary metabolite of Papringan isolate, secondary metabolite of Pasir kulon isolate, secondary metabolite of Kalisalak isolate) four repetitions. Variables observed were: plant height, number of total tillers, number of leaves, length of panicle, number of productive tillers, number of grains per panicle, percentage of the amount of grain fill, weight of grain per clump, 1.000 seed weight, weight of grain per plot effective 1 m2. Application secondary metabolite of Pasir Kulon in SRI technique was able to increase number of leaves by 47,28%, number of total tillers by 12,90%, number of productive tillers by 13,57%, weight of grain per clump by 57,70% while the aplication of secondary metabolite of Papringan in SRI technique was able to increase weight 1.000 seeds by 17,46% compared to conventional cultivation technique.
2423327308A1D115009KORELASI BEBERAPA KARAKTER AGRONOMI DENGAN HASIL EMPAT GENOTIPE TANAMAN KEDELAI (Glycine max) PADA VARIASI PEMBERIAN KAPURPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui variasi pemberian kapur berpengaruh terhadap beberapa karakter agronomi dengan hasil tanaman kedelai, (2) mengetahui korelasi beberapa karakter agronomi dengan hasil tanaman kedelai, (3) mengetahui pola hubungan beberapa karakter agronomi dengan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dari bulan Mei sampai Juli 2019. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) yang terdiri dari 2 faktor yaitu petak utama adalah tiga dosis kapur dan anak petak empat genotipe, diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati yaitu umur berbunga, daun trifoliate, cabang ptoduktif, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong total, jumlah polong bernas, jumlah buku, bobot 100 biji, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot biji per petak efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kapur tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pengamatan. Terdapat korelasi tertinggi antara jumlah biji per tanaman dengan bobot biji per tanaman. Terdapat pola hubungan linier dengan koefisien determinasi yang besar antara jumlah biji per tanaman dengan bobot biji per tanaman. The research is aimed to (1) knowing variations in the provision of lime effect against some characters agronomic with the results of plants soybean, (2) knowing correlation of several characters agrono noodles with the results of plants soybean, (3) knowing pattern of relationship some characters agronomic with the results of plants soybean. This research was carried out on the grounds of Jenderal Soedirman University. Research is underway for three months from the month Mei until July 2019. The design which used that draft Plots Divided (split plot) which consists of two factors, namely plot main is three doses of lime and children swath four genotypes, repeated as many as three times. Variables which observed that the age of flowering, the leaves trifoliate, branch ptoduktif, tall plants, diameter of stem, number of pods total, the number of pods pithy, number of books, weight of 100 seeds, number of seeds per plant, weight of seeds per plant, and weight of seeds per swath effective. The results showed variations of lime did not provide influencing on all observational variables. There is the highest correlation between the number of seeds per plant with the weight of seeds per plant There is a linear relationship pattern with a large coefficient of determination between the number of seeds per plant and the weight of seeds per plant.
2423428820G1A016004HUBUNGAN KECEMASAN AKADEMIS DENGAN INSOMNIA PADA PESERTA OSCE UKMPPD FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANInsomnia adalah gangguan tidur yang umumnya ditandai oleh kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur yang bersifat sementara atau persisten. Kecemasan merupakan perasaan ketakutan yang menyeluruh, tidak menyenangkan, bersifat samar-samar, seringkali disertai gejala otonomik. Kecemasan merupakan suatu proses yang normal namun akan menjadi masalah ketika kecemasan tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari. Kedua hal ini bisa muncul secara bersamaan pada suatu individu. Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) merupakan suatu exit exam yang dapat menjadi sumber kecemasan bagi mahasiswa. Angka kejadian gangguan kecemasan dan insomnia pada mahasiswa yang cukup tinggi melatarbelakangi dilakukan nya penelitiian ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel berdasarkan total sampling periode Februari 2020. Untuk menetukan karakteristik subyek dilakukan analisis deskriptif, sedangkan untuk menetukan nilai keterkaitan diuji menggunakan uji pearson. Subjek merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang berumur antara 22-29 tahun. Kuesioner Kecemasan Akademis digunakan untuk menilai adanya kecemasan pada mahasiswa. Kuesioner Insomnia Severity Index untuk menilai insomnia. Dari 27 orang responden, didapatkan 14,80% mahasiwa mengalami kecemasan sedang dan 85,10% mengalami kecemasan berat. Tidak ada mahasiwa dengan kecemasan ringan. Kecemasan dan insomnia berhubungan signifikan (p < 0,05) dengan arah hubungan antar variabel positif dan kekuatan antar variabel sedang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagian besar responden berada pada tingkat kecemasan berat dengan insomnia sedang dan semakin tinggi kecemasan akademis maka akan semakin meningkat pula insomnia yang dialami.Insomnia is a sleep disorder that is generally characterized by difficulty in started or maintened sleep that is temporary or persistent. Anxiety is a felt of fear that is overall, unpleasant, vague, often accompanied by autonomic symptoms. Anxiety is a normal process but will become a problem when the anxiety interferes with daily life. Both of these can appear simultaneously in an individual. Student Competency Test Doctor Professional Program (UKMPPD) is an exit exam that could be a source of anxiety for students. The incidence of anxiety disorders and insomnia in college students is quite high on the background of this research. This study was an observational descriptive study with a cross-sectional approach. Sampling was based on the total sampling period February 2020. To determine the characteristics of the subjects conducted a descriptive analysis, while to determine the value of the relationship was tested using the Pearson test. Subjects were students of the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, aged between 22-29 years. The Academic Anxiety Questionnaire was used to assess the presence of anxiety in students. Insomnia Severity Index questionnaire to assess insomnia. From 27 respondents, it was found that 14.80% of students experienced moderate anxiety and 85.10% experienced severe anxiety. There are no students with mild anxiety. Anxiety and insomnia were significantly related (p <0.05) with the direction of the relationship between positive variables and strength between moderate variables. The conclusion of this study is that most of the respondents are in the level of severe anxiety with moderate insomnia and the higher the academic anxiety, the more insomnia will experience
2423527309F1D013061Gerakan Pemuda Pancasilais Dalam Mengubah Stigma Negatif Tentang Premanisme di Kota PurwokertoPenelitian ini berjudul “Gerakan Pemuda Pancasila dalam mengubah stigma negatif tentang premanisme di kota Purwokerto’’. Tujuan Penelitian ini berdasarkan perumusan masalahnya, maka tujuan penelitian ini adalah memahami dan mendeskripsikan tentang gerakan Pemuda Pancasila dalam megubah stigma negatif tentang premanisme di Kota Purwokerto. Mengetahui dan menjelaskan perkembangan gerakan Pemuda Pancasila dalam megubah stigma negatif tentang premanisme di Kota Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalis dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kota Purwokerto dan Provinsi Jawa Tengah . Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Sementara untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini, yaitu, pertama, mengenai adanya aktifitas dan program Pemuda Pancasila untuk menghilangkan stigma premanisme oleh masyarakat. Dengan adanya Program yang paling awal di tekankan dengan keterlibatan penuh dari anggota-anggota adalah. Lembaga Didik Latihan (Lemdik-lat) para kader dapat mengetahui arti moral dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan karakter ini dirasa sangat penting mengingat anggota adalah cerminan dari identitas organisasi. Kemampuan anggota pergi dan bagaimanapun bertindak, apalagi bila memakai atribut organisasi akan diasosiasikan sebagai identitas organisasi. Bila tindakan anggota ini bersifat positif tidak akan menjadi masalah, namun bila sebaliknya akan berpengaruh buruk dan dampak lansung pada keberlangsungan organisasi. Keterlibatan positif anggota dalam kegiatan kemasyarakatan memang mestinya berdampak positif pada nama baik organisasi. Keterlibatan aktif ini diharapkan juga dapat membantu mendorong nilai positif organisasi dan membantu mempermudah atau bahkan menjadi salah satu program melawan stigma, keterlibatan anggota ini memang sangat di dorong oleh organisasi.
As is. The earliest program was emphasized with the full involvement of the members. Training Institute for Education (Lemdik-lat) cadres can find out the moral meaning in social life. This character education is considered very important because members are a reflection of organizational identity. The ability of members to go and act however, especially when using organizational attributes will be associated as organizational identity. If the actions of these members are positive it will not be a problem, but if the opposite will adversely affect and direct impact on the sustainability of the organization. The positive involvement of members in community activities should have a positive impact on the good name of the organization. This active involvement is expected to also be able to help encourage the organization's positive values ​​and help facilitate or even become one of the programs against stigma, the involvement of members is indeed very encouraged by the organization.
The inhibiting factor in this Pancasila youth community organization is that this community-based organization does not choose who can enter and which does not and what it means but with the existence of an Educator. This community organization has many negative stigmas from the community.
Pemuda Pancasila currently has a target and objective to change the negative image in the eyes of the community. All cadres are expected to be able to give their role directly to the community. The aim is for the community to understand more, and also be able to provide positive values ​​in the eyes of the community. The image that the Pancasila Youth is a thug organization must be changed, not to be misinterpreted that the Pancasila Youth is synonymous with violence and thuggery.
2423627332H1D013036ANALISIS INFILTRASI AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN TERBUKA MENJADI LAHAN TERBANGUN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUBAHAN DEBIT BANJIR
(Studi Kasus : Kawasan Perumahan di Kawasan Fungsional Perkotaan Purbalingga)
INFILTRATION ANALYSIS DUE TO THE LAND CONVERTION FROM UN-BUILT TO BUILT-UP AREA AND ITS EFFECT TO THE CHANGING OF FLOOD DISCHARGE
(Case Study : The Settlement Areas In Purbalingga Urban Area)
Peningkatan jumlah penduduk yang semakin cepat mengakibatkan melonjaknya kebutuhan manusia seperti kebutuhan akan tempat tinggal yang diwujudkan melalui pembangunan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besarnya laju infiltrasi, debit banjir kawasan perumahan di Perkotaan Purbalingga dan mengetahui pengaruh perubahan lahan terbangun perumahan terhadap infiltrasi dan banjir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis penggunaan lahan, pengukuran parameter infiltrasi di lapangan langsung dengan menggunakan alat double ring infiltrometer, perhitungan laju infiltrasi Metode Horton serta analisis perubahan debit banjir. Hasil penelitian menunjukkan nilai laju dan klasifikasi infiltrasi menurut U.S Soil Conservation pada kawasan perumahan di kawasan perkotaan adalah sedang, agak lambat, lambat, dan sangat lambat. Hal ini menyebabkan limpasan permukaan (debit banjir) meningkat sangat signifikan ( untuk perumahan Griya Abdi Kencana volume limpasan harian kala ulang 2 tahun 8247.212 m3/jam menjadi 15261.86 m3/jam pada kala ulang 50 tahun) karena laju infiltrasi kecil dan luasan lahan terbuka sedikit.The rapid growth of population leads of the flux of people needs. One of those is a demand for a residence that in turn generates the house contructions. This study aims to obtain the infiltration rate, and flood discharge of residential areas in Purbalingga urban area and determines the effect of land convertion resulting from the housing construction. Applying the Horton Model, this study analyses the infiltration rate using the data from land measurement. A double-ring infiltrometer measuring instrument is used to get the data. Using some rain stations coveres the case study area, this study also analyses the flood discharge for different time returns. According to U.S Soil Conservation in residential areas in urban areas, the results showed that rate and classification of infiltration moderate, rather bit slow, slow, and very slow. This significantly increases the surface runoff (flood discharge) (for Griya Abdi Kencana settlement, the daily runoff volume at 2 years return 8247.212 m3/hour to 15261.86 m3/hour at 50 years return time) due to low infiltration rate and the limited open space.
2423727341F1A015022FESYEN HIJAB MODERN DI MATA MAHASISWI MUSLIM
FISIP UNSOED
Konsep hijab yang ditawarkan saat ini yaitu modern, syar’i tapi modis, sehingga mampu mengubah anggapan masyarakat mengenai hijab yang dahulu kuno dan hanya dipakai perempuan dewasa, menjadi banyak dipakai mahasiswi serta perempuan muslim muda. Keberagaman fesyen hijab modern di kalangan mahasiswi yang ada di kampus FISIP Unsoed membuat banyak pemakanaan atau persepsi mengenai hijab itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pendekatan ini diarahkan pada latar belakang individu yaitu dengan membahas bagaimana alasan secara jelas mengenai latar belakang pengalaman dan pemaknaan serta persepsi informan secara mendalam ketika mengenakan hijab, serta model hijab yang dikenakan informan seperti: hijab modern dan hijab syar’i.
Hasil dari penelitian menunjukkan keberagaman antar informan memiliki makna yang berbeda mengenai hijab. Ada yang memaknai hijab sebagai suatu pilihan di hidupnya dan menurutnya itu yang terbaik, lalu ada yang memaknai hijab sebagai suatu kewajiban yang harus ditaati oleh seorang perempuan muslim, selanjutnya juga ada yang memaknai hijab sebagai insipirasi untuk memotivasi dirinya agar lebih baik dari sebelumnya, dan ada juga yang memaknai hijab sebagai tren yang harus selalu di ikuti. Beragam persepsi informan memunculkan beragam pandangan mereka mengenai perkembangan fesyen hijab itu sendiri. Informan yang mengikuti perkembangan fesyen sangat senang, banyak perempuan muslim muda yang tertarik untuk menggunakan hijab, karena tren hijab modern sangat cocok dengan gaya anak muda masa kini. Dari segi pola konsumsi menimbulkan beragam perilaku, disimpulkan bahwa informan memang sangat mengikuti tren fesyen hijab modern ini dan mereka selalu ingin terlihat trendi dan modis sehingga, mereka akan terus menerus membeli hijab dengan model terbaru, dan ada juga informan yang tidak terlalu mengikuti tren dan hanya membeli hijab sesuai dengan kebutuhan serta kenyamanannya saja.
The concept of hijab offered today is modern, syar'i but fashionable, so that it can change people's perception of the hijab that was ancient and used only by adult women, to be widely used by female students and young Muslim women. With the diversity of modern hijab fashion among female students at the FISIP Unsoed campus this means that there are also many meanings or perceptions about the hijab itself. The method used in this study is a qualitative research method. This approach is directed at the individual background, namely the clear reasons and background, as well as the in-depth experience of the informants when wearing the hijab, as well as the hijab models worn like modern hijab and syar'i hijab.
The results of the study show that diversity among informants has different meanings about hijab. There are those who interpret the veil as a choice in their lives and according to it is the best, then there are those who interpret the veil as an obligation that must be obeyed by a Muslim woman, then there are also those who interpret the veil as an inspiration to motivate themselves to be better than before, and there are also interpret the hijab as a trend that must always be followed. Various perceptions of informants gave rise to their various views on the development of hijab fashion itself. Informants who follow the development of fashion are very happy, many young Muslim women are interested in using the hijab, because the trend of modern hijab is very suitable to the style of young people today. In terms of consumption patterns that lead to a variety of behaviors, it was concluded that the informants did indeed follow this modern hijab fashion trend and they always wanted to look trendy and fashionable so that they would continue to buy the hijab with the latest models, and there were also informants who did not really follow the trend and only buy a hijab in accordance with the needs and comfort only.
2423827310E1A114029 TINJAUAN YURIDIS TERHADAP GUGATAN KURATOR ATAS PELAKSANAAN LELANG OBJEK JAMINAN KEBENDAAN DALAM PUTUSAN NOMOR: 03/PDT.SUS-GUGATAN LAIN-LAIN/2017/PN.NIAGA.SMGPenelitian ini bersumber pada Putusan Pengadilan Niaga Semarang Nomor: 03/Pdt.Sus-Gugatan Lain-Lain/2017/PN. Niaga Smg. perkara antara Kurator dari debitur PT. MSPI mengajukan gugatan actio pauliana terhadap PT. CIMB Niaga selaku kreditur separatis yang melakukan lelang eksekusi atas objek jaminan kebendaan berupa Jaminan Fidusia dan Hak Tanggungan. Gugatan kurator ditujukan untuk membatalkan eksekusi tersebut dengan dalih eksekusi tersebut tidak sah. Terkait pelaksanaannya, antara kurator dengan kreditur separatis sering terjadi miskomunikasi mengenai hak dan kewajiban mereka. Oleh karena itu, penelitian ini membahas mengenai kedudukan dan kewenangan kurator dan kreditur separatis dalam kepailitan, dengan merujuk pada peraturan perundang-undangan terkait, yakni Undang-Undang Kepailitan, Jaminan Fidusia dan Hak Tanggungan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diteliti. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, kedudukan PT. CIMB Niaga sebagai kreditur separatis yang melaksanakan lelang eksekusi melalui KPKNL telah sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Pasal 27 UUJF, Pasal 21 UUHT, dan Pasal 55, 56, 59 UUK. Oleh karena itu, meskipun Kurator berwenang mengajukan gugatan berdasarkan Actio Pauliana, namun, terhadap lelang eksekusi yang dilakukan oleh kreditur separatis harus dikecualikan, karena undang-undang memberikan hak dan kedudukan yang diutamakan bagi kreditur separatis.
Kata Kunci: Kurator, Kreditur Separatis, Actio Pauliana, Lelang Eksekusi, Jaminan Fidusia dan Hak Tanggungan.
ABSTRAK

JURIDICAL REVIEW OF CURRATORY LAWS FOR THE AN AUCTION IMPLEMENTATION OF GUARANTEE OBJECTS IN DECISION NUMBER: 03 / PDT. SUS-OTHER LAWS / 2017 / PN.NIAGA.SMG

Writen by:
Giswa Arianto
E1A114029


This research is sourced from Semarang Commercial Court Decision Number: 03 / Pdt.Sus-Other Lawsuit / 2017 / PN. Commerce Smg. the case between the Curator of the debtor of PT. MSPI filed a lawsuit actio pauliana against PT. CIMB Niaga as a separatist creditor who conducts an auction of execution of material security objects in the form of Fiduciary Security and Mortgage Rights. The curator's lawsuit is intended to cancel the execution on the pretext that the execution is invalid. in this case, curators and separatist creditors often miscommunicate their rights and obligations. Therefore, this study discusses the position and authority of curators and separatist creditors in bankruptcy, by referring to the relevant laws and regulations, namely the Bankruptcy Law, Fiduciary Security and Mortgage Rights.
The method used in this research is normative juridical with descriptive research specifications. Data sources used are secondary data in the form of laws and regulations, literature relating to the subject matter being investigated. The data collection method was carried out with a literature study and documentary study, the data obtained were presented with narrative texts, and the method of data analysis was carried out in a qualitative normative manner.
Based on the results of the study, the position of PT. CIMB Niaga as a separatist creditor carrying out the auction execution through the KPKNL complies with the procedures stipulated in Article 27 UUJF, Article 21 UUHT, and Articles 55, 56, 59 UUK. Therefore, although the Curator has the authority to file a lawsuit based on Actio Pauliana, nonetheless, the auction of executions carried out by separatist creditors must be excluded, because the law gives priority to rights and positions for separatist creditors.
2423927311L1C015039KARAKTERISTIK SUARA GELOMBANG BERDASARKAN TINGGI, PERIODE DAN TIPE GELOMBANG PECAH
DI PERAIRAN CILACAP
Suara gelombang dan gelombang pecah merupakan bagian dari ambient noise di perairan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik suara gelombang dan gelombang pecah serta mengetahui hubungan antara suara yang dihasilkan dengan parameter gelombang (tinggi dan periode) dan gelombang pecah (tinggi dan cepat rambat). Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pengumpulan data secara langsung di perairan Cilacap. Data suara diperoleh dari Hydrophone yang dipasang pada kedalaman 1 meter. Data gelombang diperoleh dari ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) yang dipasang pada kedalaman 19 m. Data dianalisis dengan analisis Kruskal Wallis untuk melihat hubungan antara suara yang dihasilkan oleh tinggi dan periode gelombang serta tipe gelombang pecah dengan nilai dari parameter gelombang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang laut memiliki tinggi 0,3 – 1,4 m dengan periode 4 – 4,7 detik. Gelombang pecah pada lokasi penelitian merupakan tipe surging dengan tinggi 0,5 – 1,1 m dan cepat rambat 2,4 – 3,8 m/det. Hubungan karakteristik suara gelombang (tinggi dan periode) dan gelombang pecah (tinggi) menujukkan perbedaan yang signifikan (P<0,05) terhadap intensitas dan durasi pulsa suara sedangkan berdasarkan cepat rambat gelombang pecah hanya intesitas suara yang menunjukkan perbedaan yang signifikan. Intensitas suara memiliki pola hubungan linier yang positif terhadap tinggi dari dan cepat rambat dari gelombang dan gelombang pecah, namun berbanding terbalik terhadap periode gelombang.The sound of waves and breaking waves are a part of ambient noise in coastal waters. This study was to determined the characteristics of sound waves and breaking waves, and also the relationship between the sound produced by the parameters of waves (height and period) and breaking waves (height and wave speed). This research used the observation method by collecting data directly at Cilacap waters. Sounds data were obtained from the Hydrophone that installed at 1 m depth. Waves data were obtained from ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) that installed at 19 m depth. Data was analyzed with Kruskal Wallis analysis to see the relationship between the sound produced by height and wave period as well the type of wave breaking with the value of wave parameters. The results showed that waves had a height 0,3 – 1,4 m with period of 4 – 4,7 s. The type of wave breaking was surging with height 0,5 – 1,1 m and wave celerity 2,4 – 3,8 m /s. The relationship between characteristics of sound waves (height and period) and breaking waves (high) showed a significant difference (P < 0,05) to the intensity and pulse duration of sound. Whereas based on celerity of wave breaking only the sound intensity showed a significant difference. The sound intensity has a positive linear relationship pattern with high and celerity of waves and breaking waves, but inversely proportional to the wave period.
2424027312E1A015018Perlindungan Hukum Dalam Proses Peradilan Pidana Berdasarkan Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan Dengan Hukum
(Studi di Pengadilan Negeri Purwokerto)
Seiring dengan perkembangan hukum Mahkamah Agung berinisiatif untuk mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung untuk dijadikan pedoman bagi hakim dalam menyelesaikan perkara perempuan berhadapan dengan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 3 Tahun 2017 dan mengetahui hambatan-hambatan yang dialami oleh hakim dalam memutus perkara. Perma Nomor 3 Tahun 2017 dijadikan acuan bagi hakim untuk menyelesaikan perkara perempuan berhadapan dengan hukum. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumenter. Data disajikan dalam bentuk teks naratif dengan analisis secara kualitatif sebagai kesatuan yang utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang diberikan Perma No. 3 Tahun 2017 sudah dijalankan oleh aparat penegak hukum di lingkungan Pengadilan Negeri Purwokerto secara baik. Perma ini disambut baik oleh aparat penegak hukum karena menyadari bahwa perempuan memiliki posisi lemah dimata masyarakat sehingga dibutuhkan perlindungan yang lebih khusus dalam proses persidangan. Mengenai hambatan yang dihadapi hakim berdasar pada 5 faktor penghambat penegakan hukum menurut Soerjono Soekanto yaitu faktor hukumnya sendiri, faktor penegak hukum, faktor sarana prasarana, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan. Berdasarkan hasil penelitian yang menjadi hambatan hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto adalah faktor sarana prasarana dan kebudayaan.Along with the development of the law, the Supreme Court took the initiative to issue a Supreme Court Regulation to be used as a guide for judges in resolving women's cases dealing with the law. This study aims to determine the form of legal protection based on the Supreme Court Regulation (Perma) No. 3 of 2017 and determine the obstacles experienced by judges in deciding cases. Perma Number 3 Year 2017 is used as a reference for judges to resolve women's cases dealing with the law. This study uses a sociological juridical approach and descriptive analytical research specifications. The data used include primary data and secondary data obtained by interviews, literature studies and documentary studies. Data is presented in the form of narrative texts with qualitative analysis as a unified whole. The results showed that the legal protection given by Perma No. 3 of 2017 has been run by law enforcement officers in the Purwokerto District Court properly. This Perma was welcomed by law enforcement officers because they realized that women had a weak position in the eyes of the community so more protection was needed in the trial process. Regarding the obstacles faced by judges based on 5 factors that obstruct law enforcement according to Soerjono Soekanto namely the legal factors themselves, law enforcement factors, infrastructure facilities, community factors, and cultural factors. Based on the results of research that becomes barriers to judges in Purwokerto District Court is a factor of infrastructure and cultural facilities