Home
Login.
Artikelilmiahs
27344
Update
NIDA HUSHOFA
NIM
Judul Artikel
GERAKAN FORUM TENAGA HONORER KATEGORI DUA (K2) DALAM MEMPERJUANGKAN STATUS MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bentuk strategi gerakan sosial dan politik yang dilakukan oleh forum tenaga honorer Kategori Dua (K2) dalam memperjuangkan status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Banyumas Tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme, serta menggunakan perspektif strukturalis dan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui data primer yang di dapat dari wawancara mendalam dengan narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini menujukan bahwa forum tenaga honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Banyumas pada tahun 2018 dalam memperjuangkan status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan beberapa strategi gerakan yaitu berupa konsolidasi dan advokasi. Konsolidasi adalah proses penggabungan sebagai bentuk penguatan dalam suatu organisasi maupun forum untuk menyatukan tujuan yang sama. Kemudian advokasi adalah merupakan kegiatan atau usaha untuk memperbaiki atau merubah kebijakan publik sesuai dengan kehendak masyarakat yang mendesak terjadinya perbaikan atau perubahan pada sistem hukum tertentu. Strategi gerakan tersebut menghasilkan kebijakan baru yang diharapkan menjadi solusi terbaik bagi tenaga honorer terkhusus kategori dua (K2) di Kabupaten Banyumas. Faktor pendukung dalam gerakan ini meliputi adanya kesempatan politik, mobilisasi sumber daya, proses pembingkaian, perlindungan hukum, sikap kritis dan persamaan nasib dan kejelasan struktural. Faktor penghambat dalam gerakan ini adalah meliputi kurangnya anggaran forum, polemik peraturan pemerintah Indonesia, dan lambatnya respon pemerintah Indonesia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research was titled "Forum Movement of the Honorary Category Two (K2) in the fight for Status of become civil servant (PNS) in Banyumas district year 2018." The purpose of this research is to understand and describe the form of social and political movement strategy conducted by the Honorary Forum of category Two (K2) in the struggle to become a civil servant (PNS) in Banyumas District Year 2018. The method used in this study is a qualitative method of using the Constructivism paradigm, as well as using the perspective of structuralists and phenomenological approach. Research data is obtained through primary data that can be from an in-depth interview with secondary sources and data obtained from books, journals, and documentation. Data analysis techniques use interactive analysis methods. The results of this study indicated that the member of the Honorary Forum in the category Two (K2) in Banyumas District in 2018 in the struggle for the status of Civil servants (PNS) using several movements strategy is a consolidation and advocacy. Consolidation is the process of merging as a form of strengthening in an organization or forum to unite the same objectives. Then advocacy is an activity or effort to improve or amend public policy in accordance with the will of society that urges the improvement or alteration of certain legal systems. The strategy of the movement resulted in a new policy that is expected to be the best solution for the most specific honorary of the second category (K2) in Banyumas district. Supporting factors in this movement include political opportunities, resource mobilization, framing, legal protection, critical attitudes and the equation of fate and structural clarity. The inhibitory factor in this movement is to include the lack of a forum budget, polemic the Indonesian government regulation, and the slow response of the Indonesian Government.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save