Artikelilmiahs

Menampilkan 24.241-24.260 dari 50.306 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2424127314A1A015071EFISIENSI PEMASARAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BUAH DURIAN DI DESA LOLONG KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN Desa Lolong merupakan sentra durian di Kabupaten Pekalongan. Pemasaran durian lokal di Desa Lolong melibatkan beberapa lembaga pemasaran dengan saluran yang panjang dan harga jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui saluran pemasaran, 2) mengetahui efisiensi pemasaran, dan 3) mengetahui alasan konsumen membeli buah durian lokal di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 5 April hingga 5 Juni 2019. Penentuan sampel petani menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Penentuan sampel pedagang perantara yang meliputi pedagang pengecer 10 orang dan pedagang pengumpul 2 orang menggunakan metode snowball sampling, sedangkan penentuan sampel untuk konsumen sebanyak 30 orang menggunakan metode accidental sampling. Analisis data yang digunakan analisis marjin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan atas biaya, indeks efisiensi teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran buah durian lokal di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar yaitu saluran I (Petani – konsumen), saluran II (Petani – pedagang pengecer – konsumen), saluran III (Petani - pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen). Efisiensi pemasaran dilihat dari analisis marjin pemasaran, farmer’s share, keuntungan atas biaya, dan indeks efisiensi teknis dan ekonomis, menunjukkan bahwa saluran I merupakan saluran yang paling efisien dibandingkan dengan saluran lainya. Alasan konsumen membeli buah durian lokal di Desa Lolong adalah harga yang terjangkau, suasana yang indah dan sejuk.Lolong Village is a durian center village in Pekalongan Regency. Local durian marketing in Lolong Village involves several marketing institutions with long channels and high selling prices. This study aims to; 1) know the local durian marketing channel, 2) know the local durian marketing efficiency, and 3) know the reasons consumers buy local durian in Lolong Village, Karanganyar Sub-District Pekalongan Regency. The study was conducted in Lolong Village in April to June 2019. Farmers sample determination using simple random sampling and intermediary traders sample determination using snowball sampling. Each sample obtained 36 farmers, 10 retailers, and 2 collecting traders. The data analysis used is marketing margins analysis, farmer's share, and profit-to-cost ratio. The results showed that (1) There are 3 local durian marketing channels in Lolong Village, Karanganyar Sub-District. Channel I (Farmers - consumers), channel II (Farmers - retailers - consumers), channel III (Farmers - collectors - retailers - consumers) (2) The value of local durian marketing efficiency in Lolong Village based on marketing margins analysis, farmer's share, profit-to-cost ratio, and technical and economic efficiency index that channel I is the most efficient channel compared to other channels. (3) The reason consumers buy local durian in Lolong Village is an affordable price, and a beautiful and cool atmosphere. There are 5 stages in the decision making process of purchasing local durian in Lolong Village, namely; the needs introduction, information seeking, alternative evaluation, purchasing decisions, and post-purchase. Alternative evaluation stage, consumers have a reason to buy durian in Lolong Village from the affordable prices attributes, and also beautiful and cool atmosphere attributes.
2424227315G2A017019THE POSITIVITY OF THE mecA GENE IN Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) AND INAPPROPRIATE ANTIBIOTIC USE FROM HEALTHCARE WORKERS AND COMMUNITIES IN BANYUMASLatar Belakang : Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) telah menjadi patogen utama dan angka insidensinya terus meningkat di berbagai negara. Resistensi terhadap methiciline disebabkan karena S.aureus memiliki gen mecA yang menyandi ekspresi dari Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) sehingga memiliki afinitas yang rendah terhadap antibiotik beta-laktam. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan insidensi MRSA adalah penggunaan antibiotik tidak bijak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui positifitas gen mecA pada MRSA dan membandingkan riwayat penggunaan antibiotik pada tenaga kesehatan dan masyarakat di Banyumas. Metode : Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel 120 yang didapatkan dari nasal swab responden. Isolasi MRSA diperiksa menggunakan pemeriksaan bakteri dan PCR gen mecA. Riwayat penggunaan antibiotik di dapat dari hasil kuisioner. Hasil : Satu sampel (0.83%) diidentifikasi sebagai MRSA meskipun pemeriksaan PCR tidak menemukan adanya gen mecA. Hasil kuisioner menunjukan 66,1% tenaga kesehatan dan 88,3% masyarakat tidak menggunakan antibiotik secara bijak. Kesimpulan : Tidak ditemukan adanya gen mecA pada sampel MRSA pada penelitian ini. Riwayat penggunaan antibiotik tidak bijak lebih tinggi daripada masyarakat (Nilai p=0.000).
Kata Kunci: antibiotik, MRSA, tenaga kesehatan, masyarakat.
Background: Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) has become a major pathogene and its incidence continues to increase in various countries. The resistance to methicillin is caused by the mecA gene that encodes the expression of Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) so it has a low affinity for beta-lactam antibiotics. One of the factors that can increase the incidence of MRSA is inappropriate antibiotics use. The purpose of this study was to identify the positivity of the mecA gene in MRSA and compare the history of inappropriate antibiotics use in healthcare workers and the community in Banyumas. Method: This was a cross-sectional study using 120 samples from nasal swab. Isolates of MRSA tested by bacteriological examinations and PCR of the mecA genes. History of inappropriate antibiotic uses assessed by using a questionnaire. Results: One sample (0.83%) was an MRSA nevertheless there was no mecA gene which was identified by using the PCR method. A total of 66.1% of healthcare workers and 88,3% of community use antibiotics inappropriately. Conclusion: There was no mecA gene of MRSA in this study. Inappropriate antibiotics use in the community higher than in healthcare workers.
2424328821G1A016030UJI AKTIVITAS BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophilus) YOGHURT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus PENYEBAB FOLIKULITISFolikulitis adalah salah satu penyakit infeksi kulit yang sering terjadi namun sering diabaikan. Folikulitis merupakan inflamasi yang terjadi pada folikel rambut dan dapat melibatkan jaringan perifolikular folikel rambut yang paling sering disebabkan oleh S.aureus. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya folikulitis yaitu dengan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung yoghurt. Yoghurt adalah salah satu produk olahan susu yang bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas bakteri asam laktat (L.bulgaricus dan S.thermophilus) yoghurt dalam menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus penyebab folikulitis. Penelitian ini merupakan penelitian experimental post test-only with control group design. Dilakukan pengontakan bakteri asam laktat yoghurt dalam berbagai konsentrasi dengan bakteri S.aureus kemudian diamati pertumbuhan koloni S.aureus dalam cawan yang berisi media Manitol Salt Agar (MSA) untuk mengetahui penghambatan bakteri asam laktat terhadap S.aureus. Penelitian ini menggunakan tiga puluh sampel yang dibagi menjadi satu kelompok kontrol dan sembilan kelompok perlakuan, yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%. Masing-masing kelompok dilakukan penanaman pada dua pengenceran terakhir dengan teknik duplo dan diulang tiga kali. Berdasarkan uji parametrik one way anova, hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara pertumbuhan S.aureus dengan variasi konsentrasi yoghurt, dengan p= 0,000 (p<0,05). Sehinga dapat disimpulkan aktivitas bakteri asam laktat yoghurt dapat menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus. Konsentrasi yoghurt minum yang dapat menghambat kolonisasi S.aureus yaitu 5% dengan angka penghambatan 99,905%.Folliculitis is one of skin infection diseases that frequently ignored. Folliculitis is an inflammation of hair follicle and could be including perifollicular tissue that caused by S.aureus. One of efforts to prevent folliculitis is using skincare product containing yoghurt. Yogurt is one of milk product that is beneficial to health because of the content of lactic acid bacteria. This study aimed to examine the activity of lactic acid bacteria (Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus) yohgurt in suppressing the growth of S.aureus that caused folliculitis. This study was using an experimental posttest-only with control group design. Lactic acid bacteria of yohurt in various concentrations were carried out with S.aureus bacteria and then seen the growth of S.aureus colonies in petridishes containing Mannitol Salt Agar (MSA) to determine the inhibition of lactic acid bacteria against S.aureus. this study was using thirty samples that divided into one control group (0%) and nine treatment groups, namely 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%. The last two dilution of each group was planted with duplo technique and repeated three times. Based on the One Way Anova parametric test, the results showed that there were significant differences between S.aureus colonies growth and variation of yoghurt concentrations, with p= 0,000 (p<0,05). It can be concluded that the activity of yoghurt lactic acid bacteria can inhibit the growth of S.aureus bacteria. The yoghurt minimum concentration that can inhibit S.aureus colonization is 5% with inhibition rate 99.905%.
2424427316A1D015120PENGARUH KONSENTRASI POC URINE KELINCI DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa)Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendapatkan konsentrasi yang tepat POC urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa), (2) mendapatkan dosis pupuk kandang kambing yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa), (3) mendapatkan interaksi antara pupuk organik cair urine kelinci dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa). Penelitian dilaksanakan di Desa Tapen, Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara pada bulan Mei sampai Juli 2019. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang kambing (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu P0 = tanpa pupuk kandang kambing, P1 = 20 g/polybag, dan P2 = 40 g/polybag. Faktor kedua yaitu konsentrasi POC urine kelinci (C) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu C0 = tanpa POC urine kelinci, C1= 20 ml/l, dan C2= 40 ml/l. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm^2), warna daun, bobot segar tajuk (g), bobot segar akar (g), dan bobot segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC urine kelinci terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa) adalah 40 ml/l yaitu tinggi tanaman 19.40 cm, jumlah daun 35,25 helai, warna daun 4,92 ,bobot tajuk segar 62,33 g, dan bobot tanaman segar 73,37 g. Dosis pupuk kandang kambing terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa) adalah 40 g/polibag yaitu tinggi tanaman 20,18 cm, jumlah daun 41.18 helai, luas daun 75.91 〖cm〗^2, warna daun 4,96, bobot tajuk segar 72,62 g, bobot akar segar 15.55 g, dan bobot tanaman segar 88,18 g. Aplikasi pupuk kandang kambing pada dosis 40 g/polibag dan POC urine kelinci pada konsentrasi 40 ml/l menghasilkan interaksi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa) tinggi tanaman 22 cm, bobot tajuk segar 108,111 g dan bobot tanaman segar 126 g.The research aimed to: (1) determine the effect concentration of liquid fertilizer from rabbit’s urine on the growth and yields of pagoda mustard plant (Brassica narinosa), (2) determine the best dose of goat manure on the growth and yields of pagoda mustard plant (Brassica narinosa), (3) determine the effect of the interaction between liquid fertilizer from rabbit’s urine and goat manure on the growth and yields of pagoda mustard plant (Brassica narinosa). The research was conducted at the Tapen Village, Wanadadi Subdistrict, Banjarnegara Regency in May 2019 to July 2019. The experimental design used was a complete randomized block design consisting of 2 factors with 3 replications. First factor was goat manure (P) consisting of three levels, P0 = without goat manure, P1 = 20 g/polybag, and P2 = 40 g/polybag. Second factor of liquid fertilizer from rabbit’s urine (C) consists of three levels, C0 = without liquid fertilizer from rabbit’s urine, C1= 20 ml/l, and C2= 40 ml/l. The variables observed included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (〖cm〗^2), leaf color, fresh canopy weight (g), fresh root weight (g), and fresh plant weight (g).The results showed that the best liquid fertilizer from rabbit’s urine was 40 ml/l for the variable plant height (19.40 cm), the number of leaves (35,25 strands), the leaf color (4.92), the fresh canopy weight (62,33 g) and the fresh plant weight (73,37 g).The best dose goat manure was 40 g a number of variables including plant height (20,18 cm), the number of leaves (41.18 strands), the leaf area (75.91 〖cm〗^2), the leaf color (4.96), the fresh canopy weight (72,62 g),the fresh root weight (15.55 g) and the fresh plant weight (88,18 g). The application of goat manure at a dose of 40 g/polybag and liquid fertilizer from rabbit’s urine at a concentration of 40 ml/l produced the best interaction on the plant height (22 cm), the fresh canopy weight (108,111 g), and the fresh plant weight (126 g).
2424527318L1C015004KARAKTERISTIK DAN POLA SEBARAN MASSA AIR ARLINDO DI LAUT SULAWESI PADA MUSIM BARAT DAN MUSIM TIMURPenelitian ini berjudul Karakteristik dan Pola Sebaran Massa Air Arlindo di Laut Sulawesi pada Musim Barat dan Musim Timur. Arlindo merupakan pergerakan massa air yang mengalir dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia dengan melewati jalur masuk yaitu Laut Sulawesi. Arlindo mengalami perubahan kekuatan seiring dengan perubahan musim. Penguatan dan perlemahan aliran Arlindo tersebut berpengaruh terhadap karakteristik dan pola sebaran massa air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik temperatur, salinitas dan sigma-t di Laut Sulawesi serta mengetahui pola sebaran massa air berdasarkan diagram T-S di Laut Sulawesi. Penelitian ini menganalisis data sekunder yang diunduh dari web HYCOM (Hybrid Coordinate Ocean Model). Laut Sulawesi memiliki pola pelapisan berdasarkan temperatur, salinitas dan sigma-t. Lapisan tercampur pada musim barat lebih tebal dibandingkan musim timur dan lapisan termoklin pada musim timur lebih tebal dibandingkan musim barat. Kisaran nilai salinitas permukaan pada musim timur (33,95 psu) lebih tinggi dibandingkan musim barat (33,93 psu). Kisaran nilai sigma-t permukaan pada musim barat (22,07) lebih tinggi dibandingkan musim timur (21,52). Diagram T-S menunjukkan adanya dua jenis massa air yaitu North Pacific Subtropical Water (NPSW) dan North Pacific lntemediate Water (NPIW).This study entitled Characteristics and Distribution of Indonesian Throughflow Water Mass on Celebes Sea in the West Season and East Season. Arlindo is a transport of water mass that flows from the Pacific Ocean to the Indian Ocean, through the inlet line which is Celebes Sea. Arlindo experienced a change in strength as the seasons changed. The strengthening and weakening of the Arlindo flow affects the characteristics and pattern of the mass distribution of water. The aim of this study was to determine the characteristics of temperature, salinity and sigma-t in as well as to determine the characteristics and patterns of water mass distribution based on the T-S diagram in the Celebes Sea. This study analyzes secondary data downloaded from the HYCOM (Hybrid Coordinate Ocean Model) website. Celebes Sea has a coating pattern based on temperature, salinity and sigma-t. The mixed layer in the west season is thicker than the east season and the thermocline layer in the east season is thicker than the west season. The range of surface salinity values in the east season (33,95 psu) is higher than the west season (33,93 psu). The range of surface sigma-t values in the west season (22,07) is higher than the east season (21,52). The T-S diagram showed the existence of two types of water masses, namely North Pacific Subtropical Water (NPSW) and North Pacific Intermediate Water (NPIW).
2424627319A1D015181RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK NITROGEN MELALUI FERTIGASI KABUT DI LAHAN PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan pengaruh sistem fertigasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 2) menentukan pengaruh pemberian konsentrasi pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan 3) menentukan pengaruh interaksi antara konsentrasi pupuk nitrogen dan sistem fertigasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada April sampai Juli 2019 di lahan pasir pantai Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini merupakan percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 5 ulangan. Faktor pertama adalah sistem fertigasi yang terdiri dari manual (F1) dan fertigasi kabut (F2). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk nitrogen yang terdiri dari 1 g N/l (K1), 5 g N/l (K2), 10 g N/l (K3). Variabel yang diamati metiputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai/rumpun), luas daun (cm2), kehijauan daun (unit), panjang akar (cm), jumlah akar (helai/rumpun), bobot tanaman segar dan kerig (g/rumpun), bobot akar segar dan kering (g/rumpun), bobot daun segar dan kering (g/rumpun), jumlah umbi, bobot umbi segar dan kering (g/rumpun), diameter umbi (cm) dan hasil umbi segar (ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi fertigasi kabut dan cara manual (gembor) yang diberikan konsentrasi pupuk nitrogen sampai 10 g N/l menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang sama pada semua variabel pengamatan. Hasil umbi segar bawang merah pada perlakuan fertigasi kabut dan cara manual masing - masing sebesar 5,32 t/ha dan 6,20 t/ha. Aplikasi pemberian konsentrasi pupuk N sampai 10 g N/l memberikan pertumbuhan dan hasil yang sama pada semua variabel pengamatan. Hasil umbi segar bawang merah pada perlakuan konsentrasi pupuk 1 g N/l, 5 g N/l dan 10 g N/l masing - masing sebesar 5,87 t/ha, 5,58 t/ha dan 5,83 t/ha. Ada interakasi antara fertigasi dengan konsentrasi pupuk N terhadap bobot akar segar tanaman bawang merah, hasil tertinggi terdapat pada fertigasi kabut dengan konsentrasi pupuk N sebesar 5 g N/l yaitu sebesar 1,60 g/rumpun. Interaksi perlakuan fertigasi dengan konsentrasi pupuk N sampai 10 g N/l menghasilkan umbi segar sebesar 5,76 t/ha. The purpose of this research is to: 1) determine the effect of the fertigation system on the growth and yield of shallots, 2) determine the effect of giving nitrogen fertilizer concentration on growth and yield of shallots and 3) determine the effect of the interaction between the concentration of nitrogen fertilizer and the fertigation system on growth and yield of shallot plants. This research was conducted in April to July 2019 in the sandy beach of Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap Regency. This research is an experiment which using Randomized Completely Block Design (RCBD) factorial with 2 factors and 5 replications. The first factor is the fertigation system which consists of manual (F1) and mist fertilization (F2). The second factor is the concentration of nitrogen fertilizer consisting of 1 g N / l (K1), 5 g N / l (K2), 10 g N / l (K3). Variables observed included plant height (in cm), number of leaves (strands/ clumps), leaf area (in cm2), leaf greenery (unit), root length (in cm), number of roots (strands / clumps), fresh and dry weight (in g / clumps), fresh and dry root weight (in g / clumps), weight of fresh and dry leaves (g/clumps), number of tubers, weight of fresh and dried tubers (g/clumps), tuber diameter (in cm) and fresh tuber yield (tons/ha). The results showed that the application of mist fertilization and the manual method (exertion) given a nitrogen fertilizer concentration of up to 10 g N / l produced the same growth and yield on all observed variables. Fresh tuber yields of shallot in mist fertilization and manual methods of 5.32 t / ha and 6.20 t / ha respectively. The application of administering N fertilizer concentrations to 10 g N / l gives the same growth and yield to all observed variables. The results of fresh shallot tubers in the treatment of 1 g N / l fertilizer concentration, 5 g N / l and 10 g N / l respectively 5.87 t / ha, 5.58 t / ha and 5.83 t / ha. There is an interaction between fertilization with N fertilizer concentration on fresh root weight of shallot, highest yield on mist fertilization with N fertilizer concentration of 5 g N / l is 1.60 g / clump. The interaction of fertilization treatment with N fertilizer concentration of up to 10 g N / l resulted in 5.76 t / ha of fresh tubers.
2424727324H1F014024STUDI GEOLOGI DAN ZONASI ALTERASI DEKALSIFIKASI DI FORMASI WARIPI PADA CEBAKAN DMLZ LEVEL 2600, DISTRIK ERTSBERG, PAPUA.Stratigrafi Deep Mill Level Zone (DMLZ) dengan lokasi daerah penelitian pada level 2600 mdpl merupakan endapan skarn yang terdiri atas sedimen silisiklastik dan karbonat pada Grup Kembelangan dan Grup New Guinea. Daerah penelitian mengalami alterasi dekalsifikasi yang merupakan hilangnya komponen karbonat (Ca) pada batuan dan membuat kondisinya menjadi rapuh dan kehilangan volume secara signifikan. Penelitian bertujuan untuk menentukan unit stratigrafi yang paling dominan mengalami alterasi dekalsifikasi, menentukan jenis fluida yang mengakibatkan terjadinya alterasi dekalsifikasi, dan korelasi distribusi zona dekalsifikasi dengan struktur daerah penelitian. Metode dalam penelitian antara lain pengamatan deskriptif di delapan sumur pemboran (pendataan batuan inti dan kondisi inti bor), analisis petrografi, dan analisis Near Infra Red (NIR). Data NIR memberikan spekrum panjang gelombang khususnya pada mineral lempung yang menyebabkan terjadinya dekalsifikasi dan nilai kristalinitas kaolinit pada kelompok mineral phyllosilicates untuk mengetahui jenis fluida yang mendistribusi daerah penelitian. Unit stratigrafi terdiri dari Kkel (Calcareous Shale), Kkeh (Shalestone), TW1 (Limestone), TW2 (Dolostone), TW3 (Quartz Sandstone), TW4 (Dolostone-Anhydrite-Sandy Dolostone), TW5 (Siltstone), TW6 (Dolostone-Anhydrite-Sandy Dolostone), TW7 (Calcareous Sandstone), TW8 (Sandy Dolostone), dan Te (Diorite Ertsberg). Intensitas dekalsifikasi terbagi menjadi dekalsifikasi rendah, dekalsifikasi sedang, dan dekalsifikasi tinggi, dimana dekalsifikasi terdistrbusi dengan baik di unit TW2, TW4, dan TW6. Jenis fluida yang mendominasi adalah fluida meteorik dengan distribusinya di unit TW2, TW4, dan TW6. Kemudian struktur memiliki peranan penting dalam terjadinya dekalsifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alterasi dekalsifikasi mengakibatkan hilangnya CaCO3 dalam karbonat, peningkatan porositas dan permeabilitas, kondisi menjadi rapuh karena hilangnya volume dalam batuan, serta terdistribusi dengan baik di kontak antar lapisan litologi.Deep Mill Level Zone (DMLZ) stratigraphy with research area location at 2600 masl level is a skarn deposit consisting of siliciclastic sediments and carbonates in the Twin Group and New Guinea Group. The research area underwent decalcification alterations that were the loss of carbonate (Ca) components in rocks and made the condition fragile and significantly lost volume. Research aims to determine the most dominant stratigraphic units undergo decalcification alterations, determine the type of fluid resulting in decalcification alteration, and correlation of decalcification zone distribution with research area structure. Methods in research include descriptive observations in eight drilling wells (core rock data and core drill conditions), petrographic analysis, and Near Infra Red (NIR) analysis. NIR data provide wavelength specrums particularly on clay minerals that cause decalcification and crystallinity value of kaolinite in mineral groups of phyllosilicates to find out the type of fluid that distributes the research areas. Stratigraphic units consist of Kkel (Calcareous Shale), Kkeh (Shalestone), TW1 (Limestone), TW2 (Dolostone), TW3 (Quartz Sandstone), TW4 (Dolostone-Anhydrite-Sandy Dolostone), TW5 (Siltstone), TW6 (Dolostone-Anhydrite-Sandy Dolostone), TW7 (Calcareous Sandstone), TW8 (Sandy Dolostone), and Te (Diorite Ertsberg). The intensity of decalcification is divided into low decalcification, moderate decalcification, and high decalcification, whereby decalcification is well-detrified in TW2, TW4, and TW6 units. The dominating fluid type is meteoric fluid with its distribution in TW2, TW4, and TW6 units. Later structures had an important role in the occurrence of decalcification. Based on the results of the study it can be concluded that alterations of decalcification resulted in the loss of CaCO3 in carbonate, increased porosity and permeability, conditions became fragile due to loss of volume in rocks, as well as well distributed in contact between lithological layers.
2424827320H1C015012GEOLOGI DAN ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PONDASI DANGKAL DAERAH PURWOSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAHDewasa ini pembangunan infrastruktur sangat pesat. Pembangunan tidak lepas dari kondisi geologi dan jenis pondasi bangunan yang digunakan. Penelitian bertujuan mengetahui kondisi geologi, mengetahui sifat fisik tanah, mengetahui perbandingan nilai daya dukung tanah dengan metode analitik dan numerik, dan mengetahui pola laju amblesan dan daya dukung tanah. Daerah penelitian berada di daerah Purwosari dan sekitarnya, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Secara stratigrafi daerah penelitian terdiri atas satuan aluvium berumur Kuarter. Studi sifat fisik tanah terdiri atas uji batas Atterberg, dan uji ukuran butir. Perhitungan nilai daya dukung tanah menggunakan metode analitik dan numerik berupa pemodelan menggunakan software Plaxis 2d. Tanah pada daerah penelitian memiliki nilai batas Atterberg bervariasi dari 24% sampai 140% dengan distribusi ukuran butir didominasi oleh lempung dan lanau di bagian selatan, dan lempung di bagian utara. Hasil perhitungan nilai daya dukung tanah menggunakan metode analitik dan numerik cukup relevan dengan selisih kurang dari 100 kPa, karena perbedaan parameter-parameter masukkan yang dipakai dalam perhitungan. Pola laju amblesan dan daya dukung tanah relevan, laju amblesan tanah semakin ke arah utara semakin besar dan nilai daya dukung tanah semakin ke utara semakin kecil. Nowadays, infrastructure development is very rapid. Development can not be separated from the geological conditions and the type of building foundation used. The study aims to determine the geological conditions, physical properties of the soil, comparison of the bearing capacity of the soil with analytical and numerical methods, and determine the pattern of subsidence and bearing capacity of the soil. The research areas are in the Purwosari, Sayung Subdistrict, Demak Regency, Central Java. Stratigraphically the study area consists of alluvium units in Quaternary age. Study of soil physical properties consists of Atterberg boundary test, and grain size test. Calculation of the bearing capacity of the soil using analytical and numerical methods by modeling using Plaxis 2d software. Soils in the study area has Atterberg boundary values varying from 24% to 140% with grain size distribution dominated by clay and silt in the south, and clay in the north. The results of calculating the bearing capacity of the soil using analytical and numerical methods are quite relevant to differences of less than 100 kPa, due to differences in the input parameters used in the calculation. The pattern of subsidence rate and bearing capacity of the soil are relevant, the rate of land subsidence towards the north is getting bigger and the bearing capacity of the soil towards the north is getting smaller.
2424927244A1D015138PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI PADA PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN AYAM DENGAN PENAMBAHAN BATANG PISANG DAN AZOLA DI TANAH ULTISOLPenelitian bertujuan untuk: (1) mengkaji ragam varietas kedelai berdasarkan pertumbuhan dan hasil bijinya di tanah Ultisol, (2) mengkaji pengaruh pemberian bokashi kotoran ayam dengan penambahan batang pisang dan azola yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai di tanah Ultisol, dan (3) mengkaji interaksi antara varietas kedelai dan pemberian bokashi kotoran ayam dengan penambahan batang pisang dan azola terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai di tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai Juni 2019, di screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu macam bokashi dan varietas kedelai. Macam bokashi meliputi tanpa pemberian bokashi (B0), bokashi kotoran ayam:arang sekam (95:5, B1), bokashi kotoran ayam:arang sekam:batang pisang:azola (ASPAz) (75:5:5:15, B2; 75:5:10:10, B3; 75:5:15:5, B4). Varietas kedelai yang digunakan yaitu Anjasmoro (V1), Grobogan (V2), dan Devon 2 (V3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil biji pemberian bokashi kotoran ayam terhadap varietas Devon 2 dan Anjasmoro lebih tinggi dibandingkan Grobogan. Varietas Grobogan memiliki ukuran biji yang lebih besar, berbunga paling cepat, dan warna daun lebih hijau. Penambahan biomassa batang pisang dan azola memberikan pertumbuhan dan hasil yang kurang lebih sama. Interaksi antara bokashi dan varietas kedelai terjadi pada variabel jumlah cabang, umur berbunga, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, serta bobot biji per tanaman dengan peningkatan berturut-turut 78%, 16%, 146%, 189%, dan 201% lebih tinggi dibandingkan kontrol. Secara umum, hasil biji tertinggi dicapai pada varietas Devon 2 dengan pemberian bokashi ASPAz rasio 75:5:15:5.The research aims to (1) examine the variety of soybean varieties based on their growth and seeds in the Ultisol, (2) examine the effect of bokashi feeding on chicken manure with the addition of different banana stem and azola to the growth and soybean yield in the Ultisol, and (3) examine the interaction between varieties of soybean and the addition of bokashi chicken manure with addition of banana stems and azola to the growth and yield of soybeans in the Ultisol. The research was conducted in December 2018 until June 2019, at screenhouse in Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The research was used Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial consisting of two factors are type of bokashi and varieties of soybean. Type of bokashi used are without bokashi (B0), bokashi of chicken manure: husk: banana stem: azola (ASPAz) (95:5 (B1); 75:5:5:15 (B2); 75:5:10:10 (B3); 75:5:15:5 (B4)). The varieties of soybean used are varieties of Anjasmoro, Grobogan, and Devon 2. The results showed that giving bokashi chicken manure to varieties of Devon 2 and Anjasmoro had a higher growth rate and seed yield compared to Grobogan. Varieties of Grobogan have a larger seed size, the most rapid flowering, and color of leaves is more green. The addition of banana stem and azola to growth and yields are roughly the same. Interactions between bokashi and varieties of soybean are found in variable branch number, flowering age, number of contents pods, number of seeds per plant, and seed weights per plant, with increasing respectively 78%, 16%, 146%, 189%, and 201% higher than control. In general, the highest results of seed achieved in varieties of Devon 2 with addition bokashi ASPAz with ratio 75:5:15:5.
2425028822G1A016098Hubungan Motivasi Belajar dengan Tingkat Kecemasan pada Peserta OSCE UKMPPD Periode Februari Tahun 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal SoedirmanKecemasan merupakan suatu gangguan perasaan yang ditandai oleh rasa tidak nyaman, kekhawatiran dan ketakutan. Kecemasan sering terjadi pada mahasiswa yang menghadapi ujian terutama OSCE UKMPPD. Kecemasan dapat berkurang apabila mahasiswa menguasai pembelajaran dengan sering melakukan aktivitas belajar. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar seseorang adalah motivasi, dimana motivasi merupakan gejala yang timbul dalam diri seseorang sadar maupun tidak sadar yang akan melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang diharapkannya. Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya, motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong seseorang untuk belajar. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan tingkat kecemasan pada peserta OSCE UKMPPD periode Februari tahun 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Jenis penelitian menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan metode yang digunakan adalah total sampling. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam durasi 14 hari sebelum ujian, sebanyak 30 peserta ujian OSCE UKMPPD periode Februari tahun 2020 seluruhnya memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara motivasi belajar dan kecemasan pada peserta OSCE UKMPPD periode Februari tahun 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman dengan nilai korelasi -0,683. Anxiety is an emotional disorder characterized by discomfort, worry and fear. Anxiety often occurs in students who face examinations, especially the OSCE UKMPPD. Anxiety can be reduced if students master learning by frequently doing learning activities. One of the factors that can influence a person's learning activities is motivation, where motivation is a symptom that arises in a person consciously or unconsciously who will do something to achieve the expected goals. Someone does a learning activity because there is someone who pushes it, motivation as a basis for driving someone to learn. The purpose of this study was to determine the relationship of learning motivation with anxiety levels in OSCE UKMPPD participants in the February 2020 period at the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University. This type of research uses observational analytic research with cross sectional approach and the method used is total sampling. The research was conducted in the duration of 14 days before the exam, as many as 30 OSCE UKMPPD exam participants in the February 2020 period all met the criteria as a research sample. The results of this study indicate that there is a significant negative relationship between learning motivation and anxiety among OSCE UKMPPD participants in the February 2020 period at the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University with a correlation value of -0.683.
2425127323L1A015013TINGKAT EUTROFIKASI PERTAMBAKAN BERDASARKAN UMUR PENEBARAN UDANG PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA SUBANG JAWA BARATPenelitian ini berjudul Tingkat Eutrofikasi Pertambakan Berdasarkan Umur Penebaran Udang PT. Central Proteina Prima Subang, Jawa Barat. Eutrofikasi adalah pengkayaan perairan oleh unsur hara anorganik yang meliputi berbagai konsekuensi berapa tingkat kesuburan perairan secara berlebihan dan membawa berbagai konsekuensi negatif seperti meningkatnya populasi tumbuhan air (fitoplankton) secara berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat eutrofikasi tambak berdasarkan umur penebaran udang di PT. Central Proteina Prima Subang, Jawa Barat menggunakan metode Trophic State Index (TSI). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling pada 4 stasiun berdasarkan umur peneberan udang yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat eutrofikasi berdasarkan metode Trophic State Index (TSI) di tambak PT. Central Proteina Prima Subang, Jawa Barat status kesuburan termasuk ke dalam kategori mesotrofik.This study entitled The Level of Aquaculture Eutrophication Based on the Age of Shrimp Stocking PT. Central Proteina Prima Subang, West Java. Eutrophication is the enrichment of water by inorganic nutrients which includes various consequences of excessive levels of water fertility and brings various negative consequences such as excessive growth of aquatic plants (phytoplankton). The purpose of this study was to determine the level of pond eutrophication based on the age of shrimp stocking at PT. Central Proteina Prima Subang, West Java uses the Trophic State Index (TSI) method. The research method used was a survey method with a sampling technique using Stratified Random Sampling at 4 stations based on the different age of shrimp collection. The results showed that the average level of eutrophication was based on the Trophic State Index (TSI) method in PT. Central Proteina Prima Subang, West Java, fertility status is included in the mesotrophic category.
2425227321E1A014293KEPATUHAN HUKUM BIDAN TERHADAP STANDAR PELAYANAN MINIMAL PERSALINAN DAN PERINATOLOGI (Studi di RSUD Kemayoran Jakarta) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan hukum bidan terhadap standar pelayanan minimal persalinan dan perinatologi di RSUD Kemayoran Jakarta dan faktor yang mempengaruhi kepatuhan hukum bidan terhadap standar pelayanan minimal persalinan dan perinatologi di RSUD Kemayoran Jakarta.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di RSUD Kemayoran Jakarta dengan responden sebanyak 21 bidan. Pengambilan sampel penelitian melalui metode simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode kuesioner, studi pustaka, dan studi dokumenter. Pengolahan data dilakukan secara coding, editing dan tabulasi kemudian disajikan secara naratif dan tabel data. Analisis data kuantitatif menggunakan metode statistik sederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis konten dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan hukum bidan terhadap standar pelayanan minimal persalinan dan perinatologi di RSUD Kemayoran Jakarta adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap enam indikator meliputi tingginya tingkat keselamatan dari kejadian kematian ibu karena persalinan, tingginya tingkat pemberian pelayanan persalinan normal, tingginya tingkat pemberian pelayanan persalinan dengan penyulit, tingginya tingkat kemampuan menangani BBLR 1500 gr – 2500 gr, tingginya tingkat keluarga berencana, tingginya tingkat kepuasan pelanggan. Faktor-faktor yang cenderung memengaruhi kepatuhan hukum bidan terhadap standar pelayanan minimal persalinan dan perinatologi di RSUD Kemayoran Jakarta meliputi faktor kedisiplinan, fasilitas dan motivasi kerja.
This research has the purpose to determine the legal compliance of midwives on the minimum service standards of labor and perinatology at the Kemayoran Hospital of Jakarta and the factors that tend to affect the legal compliance of midwives on the minimum service standards of labor and perinatology at the Kemayoran Hospital of Jakarta.
This research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research took place in Kemayoran Hospital of Jakarta with 21 midwives as respondents. Sampling of research through simple random sampling method. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnaire, literature study, and documentary study. Data processing is done by coding, editing and tabulating then presented narratively and with data tables. Quantitative data analysis uses simple statistical methods, while qualitative data analysis uses content analysis and comparative analysis methods.
The results showed that legal compliance of midwives on the minimum service standards of labor and perinatology at the Kemayoran Hospital of Jakarta was high. This is evidenced by the results of research on six indicators including the high level of safety from maternal mortality due to labor, the high level of services of normal labor, the high level of services of labor with complications, the high level of ability to handle LBW of 1500 gr - 2500 gr, the high level of family planning, the high level of customer satisfaction. Factors that tend to affect the legal compliance of midwives on the minimum service standards of labor and perinatology at the Kemayoran Hospital of Jakarta included disciplinary, facility and work motivation factors.
2425327326E1A015157PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN LENGKONG (CINCAU) BERFORMALIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR: 2602/Pid.Sus/2018/PN MdnPangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman. Cincau merupakan salah satu bahan makanan yang terbuat dari daun cincau yang direbus dan ditambahkan dengan tepung kanji untuk selanjutnya dicetak dan siap dipasarkan. Tingginya permintaan dari masyarakat akan konsumsi cincau membuat industri cincau semakin berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seiring dengan berkembangnya teknologi pengolahan pangan dalam pembuatan cincau, penambahan bahan-bahan aditif pada produk makanan sulit untuk dihindari. Pelaku usaha cincau sengaja menambahkan bahan-bahan yang berbahaya seperti formalin agar cincau yang dibuat dapat bertahan lebih lama.
Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis-normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor: 2602/Pid.Sus/2018/PN Mdn, diketahui bahwa konsumen belum mendapat perlindungan hukum sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena Hakim dalam putusannya hanya menggunakan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan saja untuk menjerat pelaku usaha, sehingga Hakim dalam menjatuhkan putusan dinilai kurang cermat dalam menerapkan hukumnya.
Food comes from biological sources of agricultural products, plantations, forestry, fisheries, livestock, aquaculture and water, whether the food is processed or not which is intended as foods or beverages for the human consumptions including the food additives, food raw materials, and other materials used in the preparation, processing and producing of foods and beverages. Grass jelly is one of food ingredients made from jelly leaves that are boiled with and added with starch and after that the jelly leaves are moulded and ready to be marketed. The high demand from the public from the consumption of grass jelly, it makes the industry increasingly develop to fulfil the public needs. Along with the development of food processing technology in making grass jelly, the addition of food additives products are difficult to avoid. The business operators of grass jelly intentionally adding the dangerous ingredients such as formalin, so that grass jelly can be last longer.
This research was conducted using the juridical-normative method. The research specifications used are descriptive-analytical, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
According to the research result on the Medan District Court Decision Number: 2602/Pid.Sus/2018/PN Mdn. It is known that consumers have not received legal protection as stipulated in Law Number 8 of 1999 concerning on Consumer Protection because the Judges only use the Law in their decree Law No. 18 of 2012 concerning on Food only to ensnare business operators, so that the Judges in passing the decree is considered inaccurate in applying the law.
2425427327A1C015013Deteksi Dini Penyakit Pada Daun Stroberi Berbasis Pengolahan CitraSecara umum penyakit yang menyerang daun stroberi baru terdeteksi secara manual dengan mata manusia. Sehingga terjadi gejala penyakit yang meluas seperti bintik-bintik, penyakit karat daun apabila terlambat dalam penanganan maka tanaman tersebut akan rusak atau mati dan hasil produksinya menurun, mengakibatkan kerugian yang signifikan baik dalam kualitas maupun kuantitas produk pertanian. Dengan adanya image processing deteksi awal berdasarkan teknik segmentasi yang tepat pada citra daun harapannya daun stroberi tidak terlambat untuk ditangani apabila terdeteksi penyakit di usia dini. Segmentasi merupakan tahapan awal yang diterapkan pada citra sebelum ke tahap pengenalan objek. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menentukan teknik segmentasi yang tepat untuk mendeteksi penyakit pada daun stroberi (2) Menganalisis penyebaran penyakit pada daun stroberi menggunakan analisis regresi.
Penelitian ini menggunakan dua metode diantaranya metode thresholding dan metode segmentasi k-means clustering model warna RGB, HSV, dan l*a*b. Pelaksanaan penelitian selama 4 Bulan di Serang Purbalingga, pada Bulan Mei 2018 hingga Agustus 2018. Pengolahan citra dilakukan dengan bantuan program komputer MATrix Laboratory (Matlab R2009b).
Hasil penelitian menunjukan bahwa penyakit pada daun stroberi disebabkan oleh cendawan (fungi). Gejala penyakit karat daun adalah munculnya bercak berwarna coklat kemerahan pada daun yang semakin lama semakin membesar. Berdasarkan hasil penelitian daun yang terserang penyakit pada dasarnya setiap minggu area citra penyakit semakin membesar. Dan perbandingan hasil thresholding, segmentasi cluster model warna RGB, Hsv dan Lab yang terbaik yaitu menggunakan segmentasi cluster model warna Lab.


In general, diseases affecting strawberry leaves are detected manually with the human eye. So the spreading of disease such as spots and leaf rust disease, if late in handling, will damaged the plants and thus the production results decline, resulting in significant losses both in the quality and quantity of agricultural products. With the early detection of image processing based on appropriate segmentation techniques in the image of the leaves, it is hoped that the strawberry leaves will not be too late to be handled if disease is detected at an early age. Segmentation is the initial stage that is applied to the image prior to the object recognition stage. The objectives of this study were (1) Determine appropriate segmentation techniques to detect disease in strawberry leaves (2) Analyze the spread of disease in strawberry leaves using regression analysis.
This study useds several methods including the thresholding method and the k-means clustering method of the RGB, HSV, and l * a * b color models. The research was carried out for 4 months in Serang Purbalingga, from May 2018 to August 2018. Image processing was carried out with the help of the MATrix Laboratory (Matlab R2009b) computer program.
The results showed that the disease on strawberry leaves is caused by fungi (fungi). Symptoms of leaf rust disease is the emergence of reddish brown spots on the leaves that get bigger and bigger. Based on the results of research on strawberry leaves that are attacked by disease basically every week the area of the disease image is getting bigger. And the best comparison of thresholding results, RGB, Hsv and Lab cluster segmentation is using Lab cluster segmentation.

2425528673A1C016043RANCANGBANGUN ALAT PENCABUT SINGKONG SEMI MEKANIK PORTABLEPemanenan singkong di Indonesia masih dilakukan secara manual sehingga kurang efektif dan efisien. Tujuan penelitian adalah merancangbangun dan melakukan uji performansi Alat Pencabut Singkong Semi Mekanik Portable. Alat ini didesain mengikuti prinsip ungkit, memiliki keunggulan yaitu mobilitas yang baik untuk lahan sempit dan tidak rata, menghasilkan titik kuasa yang tinggi, mudah dan praktis dalam penggunaannya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan terlebih dahulu melakukan rancangbangun alat pencabut singkong semi mekanik portable berdasarkan physical properties dan antropometri laki-laki Indonesia berumur 17-47 tahun. Pengambilan data karakteristik singkong dilakukan dengan mengukur panjang, diameter, dan kedalaman singkong. Uji coba dilakukan untuk mengetahui performansi alat. Hasil pengujian alat dapat bekerja dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Waktu yang dibutuhkan untuk mencabut singkong secara manual adalah 8 detik/tanaman, sedangkan menggunakan alat adalah 4 detik/tanaman. Gaya yang dibutuhkan sebesar 625 N dan kapasitas lapang 0,1 Ha/jam. Keuntungan mekanik yang didapatkan dari alat pencabut singkong semi mekanik portable adalah sebesar 1,28.In Indonesia, cassava is commonly harvested manually by traditional farmers. Such practice is less effective and efficient. The main objective of this study is to design a Portable Semi-Mechanical Cassava Harvester and to test its performance. The harvester design follows the principle of leverage. It has some advantages, i.e. good mobility for narrow and uneven land, simple and easy to use. In this study an experimental method was carried out by designing the portable semi-mechanical cassava harvester based on physical properties of cassava and anthropometric data of male Indonesian people with age range from 17 to 47 years old. Performance test was conducted on cassava plantation, and the result showed that the harvester can work well as expected. The time needed to harvest cassava manually was 8 seconds/plant, while using the portable harverster was 4 seconds/plant. Furthermore, the force needed to harvest a cassava plant using the harvester was 625 N and the field capacity was 0.1 Ha/h. The mechanical advantage obtained from portable semi-mechanical cassava harvester was 1.28.
2425627329E1A013072TANGGUNG JAWAB ATAS TERJADINYA WANPRESTASI (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri PURWOKERTO Nomor 30/Pdt.G.S/2018/PN.PWT) ABSTRAK

TANGGUNG JAWAB ATAS TERJADINYA WANPRESTASI
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor 30/ Pdt.G.S/2018/PN. Pwt)

Oleh :
SISKA TRI WIBAWATI
E1A013072

Penelitian ini dilakukan terhadap perkara dan Putusan Pengadilan Nomor 30/Pdt.G/2018/PN. Pwt, dengan judul Tanggung Jawab Atas Terjadinya Wanprestasi. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pertimbangan hukum hakim atas terjadinya wanprestasi dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 30/Pdt.G.S/2018/PN. Pwt? dan 2. Bagaimana bentuk tanggung jawab atas terjadinya wanprestasi dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 30/Pdt.G.S/2018/PN. Pwt ?. Adapun tujuan penelitiannya adalah : melakukan analisis mengetahui pertimbangan hukum hakim atas terjadinya wanprestasi dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 30/Pdt.G.S/2018/PN. Pwt dan bentuk tanggung jawab atas terjadinya wanprestasi dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 30/Pdt.G.S/2018/PN. Pwt. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian diskriptif analitis dan analisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa: Pertimbangan Hakim yang menyatakan debitur telah melakukan wanprestasi dan wajib menyerahkan objek hak tanggungan kepada kreditur, secara umum telah benar dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu KUH Perdata dan UUHT. Akan tetapi dalam menyebutkan dasar hukum atas wanprestasinya debitur tidak tepat, karena menyebut Pasal 1234 KUH Perdata. Seharusnya yang digunakan adalah Pasal 1238 sampai dengan Pasal 1246 KUH Perdata. Bentuk tanggung jawab debitur atas utangnya terdiri dari dua hal, yaitu menyediakan seluruh kekayaannya sebagai jaminan sebagaimana diatur dalam Pasal 1131 KUH Perdata dan menyerahkan objek hak tanggungan pada saat eksekusi hak tanggungan berdasarkan Pasal 11 ayat (2) huruf j tentang janji-janji hak tanggungan.

Kata Kunci: Hak Tanggungan, Tanggung jawab, Wanprestasi.

ABSTRACT


RESPONSIBILITIES FOR BREACH OF CONTRACT
(Juridical Review of the Decision of the Purwokerto District Court
Number 30 / Pdt.G.S / 2018 / PN. Pwt)

By :
SISKA TRI WIBAWATI
E1A013072


This research was conducted on the case and Court Decision Number 30 / Pdt.G / 2018 / PN. Pwt, with the title Responsibility for the Default. The problems raised in this study are: 1. What is the judge's legal judgment regarding the default in the Purwokerto District Court Decision Number: 30 / Pdt.G.S / 2018 / PN. Pwt? and 2. What is the form of responsibility for the occurrence of default in the Decision of the Purwokerto District Court Number: 30 / Pdt.G.S / 2018 / PN. Pwt? The purpose of the research is: to analyze the judges' legal considerations of defaults in the Purwokerto District Court Decision Number: 30 / Pdt.G.S / 2018 / PN. Pwt and forms of responsibility for the occurrence of default in the Decision of the Purwokerto District Court Number: 30 / Pdt.G.S / 2018 / PN. Pwt. The research method used is a normative juridical method, with descriptive analytical research specifications and qualitative analysis.
Based on the results of the analysis, the results show that: Judge's consideration that the debtor has defaulted and is obliged to submit the object of the mortgage to the creditor, is generally correct and in accordance with the provisions of the applicable laws and regulations, namely the Civil Code and the UUHT. However, in mentioning the legal basis for debtor default, the debtor is incorrect, because it mentions Article 1234 of the Civil Code. What should be used is Article 1238 to Article 1246 of the Civil Code. The form of debtor responsibility for his debt consists of two things, namely providing all of his wealth as collateral as stipulated in Article 1131 of the Civil Code and surrendering the object of the mortgage right at the time of execution of the mortgage right under Article 11 paragraph (2) letter j concerning promises of mortgage rights.

Keywords: Underwriting Right, Responsibility, Breach Of Contract.


2425727322E1A015093ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN DALAM PELAYANAN KEDOKTERAN PRAKTIK MANDIRI PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum pasien dalam pelayanan kedokteran praktik mandiri pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), pendekatan konseptual (Conceptual approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum inconcreto. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumenter.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum pasien dalam pelayanan kedokteran praktik mandiri pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia hanya terdapat dalam Peraturan Menteri Nomor 11Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dantelah menunjukkan sinkronisasi.Akan tetapi kedua peraturan tersebut tidak sinkron dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bentuk perlindungan hukum pasien dalam pelayanan kedokteran praktik mandiri pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia meliputi,jaminan pengaturan untuk mendapatkan informasi tentang diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatife tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, prognosis terterhadap tindakan yang dilakukan dan perkiraan biaya pengobatan,jaminan pengaturan untuk mendapatkan dokter penanggungjawab pelayanan dan rencana pelayanan yang dibuat oleh dokter penanggungjawab pelayanan, jaminan pengaturan untuk mendapatkan penjelasan secara jelas dan benar dari dokter penanggungjawab tentang tindakan medis, jaminan pengaturan untuk memintakan pendapatdokter atau dokter gigi lain, jaminan pengaturan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis, jaminan pengaturan untuk menolak tindakan medis, dan jaminan pengaturan untuk mendapatkan isi rekam medis.
This study aims to determine synchronization of legal protection arrangements and forms of legal protection for patients in independent practice medical services in the structure of Indonesian laws and regulations.
The research method used in this study is the normative juridical method with the statutory approach, the analytical approach, the conceptual approach. The research specifications used are legal inventory, legal synchronization and inconcreto legal discovery. Types and sources of data used are secondary data obtained through literature studies and documentary studies.
Based on the results of the study, it can be concluded that the regulation regarding patient legal protection in independent practice medical services in the structure of Indonesian laws and regulations is only found in Ministerial Regulation No. 11 of 2017 concerning Patient Safety and Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice and has shown synchronization. However, the two regulations are not synchronous with Law Number 36 of 2009 concerning Health and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Forms of legal protection for patients in the practice of independent practice medicine in the structure of Indonesian laws and regulations include guarantees for obtaining information about diagnosis and procedures for medical treatment, the purpose of medical action, alternative actions, risks and complications that may occur, prognosis of actions taken and estimated medical costs, guaranteed arrangements to get the doctor in charge of the service and a service plan made by the doctor in charge of the service, guaranteed arrangements to get a clear and correct explanation from the doctor in charge of medical actions, guaranteed arrangements to ask for the opinion of another doctor or dentist, regulatory guarantees to obtain services in accordance with medical needs, guarantee arrangements to refuse medical action, and guarantee arrangements to obtain the contents of medical records
2425827331J1C015025ANALISIS SEMANTIS IDIOM BAHASA JEPANG YANG MENGGUNAKAN LEKSEM MATA Penelitian ini yang berjudul Analisis Semantis Idiom Bahasa Jepang yang Menggunakan Leksem Mata, bertujuan untuk 1) mendeskripsikan makna leksikal unsur pembentuk idiom bahasa Jepang yang menggunakan leksem mata, 2) mendeskripsikan makna idiomatik unsur pembentuk idiom bahasa Jepang yang menggunakan leksem mata.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode simak catat. Berdasarkan hasil analisis data telah diperoleh 25 data idiom yang menggunakan leksem mata yang terdiri dari 7 idiom yang berhubungan dengan perasaan, 2 idiom yang menyatakan sifat, 12 idiom menyatakan kegiatan dan perbuatan, 4 idiom menyatakan nilai dan derajat, dan berdasarkan hasil yang telah didapat sesuai dengan sumber data, tidak ada idiom yang menyatakan kebudayaan masyarakat. Namun secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa idiom bahasa Jepang yang menggunakan leksem mata hingga saat ini masih sering digunakan.

Kata kunci : idiom, makna idiom, idiom yang menggunakan unsur anggota tubuh, mata
The research entitled Semantic Analysis of Japanese Idiom Using Eye Lexem, aims to 1) describe the lexical meaning behind the forming element of Japanese language idioms using eye lexem 2) describe the idiomatic meaning behind the forming element of the Japanese language idioms using eye lexem. The research belong to descriptive qualitative especially using reading and noting method. The result shows that there are 25 eye lexeme idioms, among other things 7 idioms belong to sentiment, 2 of them belong to characters, 12 of them belong to the action and behavior, and 4 of them belong to the value and degrees. Based on the results according to the data source, there are no idioms stating the culture of society. However, it can be concluded that the Japanese idioms using eye lexem are still frequently used.

Keywords: idioms, idiomatic meaning, idioms that use element of limb, eyes.
2425927333L1A015051Struktur Komunitas Fitoplankton di Sungai Donan CilacapPenelitian ini berjudul Struktur Komunitas Fitoplankton di Sungai Donan Cilacap. Fitoplankton merupakan tumbuhan renik mikroskopis yang hidup mengambang atau melayang di perairan dan selalu terbawa oleh arus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di Sungai Donan Cilacap dan hubungan antara nitrat dan ortophosfat dengan kelimpahan fitoplankton. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan Purposive Random Sampling pada 4 stasiun berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keragaman fitoplankton di Sungai Donan Cilacap berkisar antara 1,847-2,308. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 568-1.068 ind/L. Indeks kemerataan fitoplankton berkisar antara 0,666-0,852. Indeks dominansi fitoplankton di sungai Donan berkisar antara 0,112-0,241.
This study is entitled Phytoplankton Community Structure in Donan River, Cilacap. Phytoplankton are microscopic plants that live afloat in the waters and are always carried by currents. The purpose of this study was to determine community structureof phytoplankton in Donan River, Cilacap and determine the relationship between nitrate and orhoposphate with abundance of phytoplankton. The method used is a survey method with Purposive Random Sampling at 4 different stations. The results showed that the value of the phytoplankton diversity index in Donan River, Cilacap ranged from 1,847 to 2,308. Phytoplankton abundance values range from 568-1.068 ind/L. Phytoplankton evenness index value ranges from 0,666-0,852. The value of phytoplankton dominance index in the Donan river ranges from 0,112 to 0,241.
2426027334A1L013115PENGUJIAN LURUH LIMA FORMULA PUPUK NITROGEN DENGAN BAHAN LOKAL DAN UJI AGRONOMIS UNTUK TANAMAN BAYAMTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) sifat peluruhan pupuk N-urea yang dikelat yang ditangaskan ( steam-waterbath) pada penangas air temperatur 50 oC dan 70 oC. 2) formula pupuk terbaik setelah dilakukan pengujian dengan metode peluruhan penangas air. 3 ) pengaruh pemberian lima formula pupuk nitrogen yang telah dikelat bahan lokal terhadap pertumbuhan tanaman bayam.. Pengujian peluruhan menggunakan lima formula pupuk nitrogen yang dikelat bahan lokal : F1 (60% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem, 10% Asam humat), F2 (70% Urea, 10% Azolla micophylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem) , F3 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Asam humat), F4 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Gondorukem, 10% Asam humat), F5 (70% Urea, 20% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite). Uji agronomis tanaman bayam menggunakan tanah inceptisol. Faktor uji agronomis yaitu lima formula pupuk ditambah perlakuan formula 0 sebagai kontrol dengan komposisi pupuk urea, SP-36 dan KCL. Penelitian uji agronomis tanaman bayam menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor berupa formula pupuk dan empat kali ulangan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula pupuk nitrogen Formula 4 yang lepas-lambatnya paling stabil dan paling baik setelah dilakukan uji agonomis. Formula pupuk nitrogen berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering tanaman, jumlah daun, dan luas daun. This research was aimed to: 1) dissolution properties of fertilizers in water chilled at temperatures of 50o C and 70 oC, 2) the effect of giving five nitrogen fertilizer formulas which had local ingredients mixed to the growth of Spinach plants, and 3) the best fertilizer formula after it was done testing with the method of water bath decay. The decay test uses five nitrogen fertilizer formulas which are chelated with local ingredients: F1 (60% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem, 10% humic acid), F2 (70% Urea, 10% Azolla micophylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem), F3 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% humic acid), F4 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Gondorukem, 10% humic acid), F5 (70% Urea, 20% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite). The agronomic test of the spinach plant uses inceptisol soil. The agronomic test factor is five fertilizer formulas plus F0 treatment (fertilizer N, P, K) as a control. The agronomic analysis of the spinach plant used a completely randomized design (CRD), with one factor in the form of a fertilizer formula and four replications. The variables observed were the growth and yield of spinach plants. The results showed that the Formula 4 nitrogen fertilizer formula was the most stable. Nitrogen fertilizer formula affects plant height, plant fresh weight, root fresh weight, plant dry weight, leaf number, and leaf area.