Artikelilmiahs

Menampilkan 24.181-24.200 dari 50.303 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2418127262L1B015064INTENSITAS DAN PREVALENSI EKTOPARASIT IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) PADA KOLAM RESIRKULASI DAN NON-RESIRKULASI DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDATelah dilakukan penelitian tentang intensitas dan prevalensi ektoparasit ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) sistem budidaya resirkulasi dan non resirkulasi dengan kepadatan berbeda. Penelitian bertujuan mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan lele dumbo dan mengetahui pengaruh sistem budidaya dan kepadatan ikan terhadap intensitas dan prevalensi ektoparasit. Penelitian dilakukan di Desa Kebocoran, Kedungbanteng, Banyumas. Penelitian menggunakan metode eksperimental faktorial dengan 2 x 3 perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakukannya adalah sistem budidaya dan kepadatan yang berbeda 50, 100, dan 150 ekor ikan/kolam. Parameter meliputi prevalensi dan intensitas ektoparasit, pertumbuhan ikan dan kualitas air. Hasil penelitian ektoparasit yang menyerang ikan lele yaitu Trichodina sp, Gyrodactylus sp, dan Dactylogyrus sp. Prevalensi etoparasit tertinggi adalah Dactylogyrus sp pada kolam non resirkulasi kepadatan 150 ekor. Intensitas ektoparasit tertinggi adalah Trichodina sp mencapai 224,8 individu/ekor kepadatan 150 ekor dalam kolam resirkulasi. Prevalensi dan intensitas Dactylogyrus sp menunjukan signifikan terhadap sistem budidaya dan kepadatan dalam kolam non resirkulasi.Research on the intensity and prevalence of ectoparasites of dumbo catfish (Clarias gariepinus) systems recirculation and non-recirculation cultivation systems with different densities was performed. The research aimed to determine the types of ectoparasites that attack dumbo catfish and determine the effect of cultivation systems and fish density on the intensity and prevalence of ectoparasites. The research was conducted in the Village of Kebocoran, Kedungbanteng, Banyumas. The experiment was conducted using a factorial experimental method with 2 x 3 treatments and three replications. The treatment is different cultivation systems and densities of 50, 100, and 150 fish / ponds.The parameters include the prevalence and intensity of ectoparasites, fish growth and water quality. The results of ectoparasites that attack catfish are Trichodina sp, Gyrodactylus sp, and Dactylogyrus sp. The highest prevalence of etoparasites is Dactylogyrus sp in non-recirculation ponds with a density of 150 individuals. The highest ectoparasite intensity was Trichodina sp reaching 224.8 individuals/fish density of 150 tails in the recirculation pond. The prevalence and intensity of Dactylogyrus sp show significant with aquaculture systems and densities in non-recirculating ponds
2418227263F1B015039KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DI DESA KRACAK KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASImplementasi merupakan hal yang penting dalam kebijakan publik, karena suatu kebijakan harus di implementasikan agar bisa tercapai tujuan yang diinginkan. Implementasi dalam hal pertanahan merupakan salah satu masalah di Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini dilatar belakangi masih banyak tanah yang belum bersertifikat dan masih kurangnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan dan positif antara variabel komunikasi program, sumber daya manusia, disposisi implementor dan Struktur Birokrasi terhadap keberhasilan implementasi program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Kracak Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sasaran penelitian adalah masyarakat Desa Kracak dengan sampel 191 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-b, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Analisis Regresi Ordinal.
Hasil Penelitian dibuktikan dengan hasil analisis korelasi kendall Tau-b menunjukkan (1) terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara komunikasi program (X1) sebesar 0,506 dan regresi ordinal menghasilkan koefisien sebesar 0,406 terhadap keberhasilan implementasi program PTSL, (2) terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara sumber daya manusia (X2) sebesar 0,367, dan regresi ordinal menghasilkan koefisien sebesar 0,408 terhadap keberhasilan implementasi program PTSL, (3) terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara disposisi implementor (X3) sebesar 0,447 dan regresi ordinal menghasilkan koefisien sebesar 0,410 terhadap keberhasilan implementasi program PTSL, (4) terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara struktur birokrasi (X4) sebesar 0,337 dan regresi ordinal menghasilkan koefisien sebesar 0,303 terhadap keberhasilan implementasi program PTSL (Y). Sedangakan sebagaian hasil uji bersama-sama antara variabel komunikasi program, sumber daya, dispoisi dan struktur birokrasi terhadapa keberhasilan implementasi program PTSL melalui konkonrdasi kendall W menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,859 dan regresi ordinal menghasilkan koefisien sebesar 0,729 menunjukan arah posistif. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai signifikan dan positif terhadap variabel dependen yaitu keberhasilan implementasi program.
Implementation is important in public policy because policy must be implemented to achieve the desired goals. Implementation in terms of land is one of the problems in Indonesia. The problem in this study is that there are still many uncertified lands and the lack of community participation. This study aims to determine whether there is a significant and positive influence between the variables of program communication, human resources, implementor disposition and bureaucratic structure on the successful implementation of a complete systematic land registration program (PTSL) in Krack Village, Ajibarang District, Banyumas Regency.
This research method used is associative quantitative with sampling techniques using random sampling. The target of the research is the Kracak Village community with a sample of 191 people. Data collection is done by questionnaire and documentation. The analysis technique used is the Kendall Tau-b Correlation, Kendall W Concordance Coefficient, and Ordinal Regression Analysis.
The research results are proven by the results of the Tau-b Kendall correlation analysis showing (1) there is a significant and positive effect between program communication (X1) of 0.506 and ordinal regression resulting in a coefficient of 0.406 on the successful implementation of the PTSL program, (2) there is a significant influence and positive between human resources (X2) of 0.367, and ordinal regression produces a coefficient of 0.408 on the successful implementation of the PTSL program, (3) there is a significant and positive influence between the implementor disposition (X3) of 0.447 and ordinal regression produces a coefficient of 0.410 on the success PTSL program implementation, (4) there is a significant and positive influence between bureaucratic structure (X4) of 0.337 and ordinal regression produces a coefficient of 0.303 on the successful implementation of PTSL (Y) program. While part of the test results together between the communication variables, resources, disposition and bureaucratic structure of the successful implementation of the PTSL program through Kendall W concentration produces a coefficient value of 0.859 and ordinal regression produces a coefficient of 0.729 indicating a positive direction. This proves that all independent variables have a significant and positive effect on the dependent variable, namely the successful implementation of the program.
2418327265D1A015214KONSENTRASI VFA DAN N-NH3 CAIRAN RUMEN KAMBING POTONG YANG DIBERI SUPLEMENTASI UREA-ZEOLIT DALAM PAKAN SECARA IN VITROPenelitian ini ditujukan untuk mengkaji pemberian suplemen urea-zeolit pada pakan kambing potong terhadap nilai VFA dan N-NH3 secara in vitro. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cairan rumen dari 3 ekor kambing potong dari jenis kambing Jawarandu sebagai sumber inokulum. Ransum dasar yang digunakan adalah konsentrat dan silase tanaman jagung dengan perbandingan BK adalah 30:70%. Penambahan suplementasi urea-zeolit pada ransum dasar dengan konsentrasi 0; 2; 4; 6; 8; dan 10% BK sebagai perlakuan. Penelitian menggunakan metode eksperimen secara in vitro, yang dianalisis menurut rancangan acak lengkap (RAL). Variabel yang diukur adalah produksi VFA total dan N-NH3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi urea-zeolit pada pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi VFA total dan N-NH3. Peningkatan dosis suplementasi urea-zeolit menyebabkan peningkatan secara linier (P<0,05) terhadap N-NH3, akan tetapi menurunkan secara kuartik (P<0,05) terhadap VFA total.This study aimed to examine the supplementation of urea-zeolite fed in goat diets to VFA and N-NH3 values in vitro. The materials were 3 rumen fluid of goats from Jawarandu species as a source of inoculum. The ration that tested was composed of corn silage and concentrate as well as urea-zeolite supplements with different concentrations. The ration that tested was concentrate and corn silage with a ratio of 30:70%. Urea-zeolite supplement was added to each treatment with a concentration of 0; 2; 4; 6; 8; and 10% of DM. The study used experimental method in vitro, using a completely randomized design (CRD). The variables measured were total VFA production and ammonia nitrogen (N-NH3). The results showed there was a significant effect (P <0,01) of urea-zeolite supplementation on total VFA and N-NH3 concentration. The used of urea-zeolite supplements over the value of N-NH3 has increased linearly (P<0,05), but the value of N-NH3 has decrease quartickly. It was concluded that supplementation of urea-zeolite was maximum at 6% for basal corn silage and concentrates.
2418427266A1D015121PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM DAN ZEOLIT ALAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA (Brassica narinosa)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui dosis pupuk kotoran ayam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda, 2) mengetahui dosis zeolit alam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda dan 3) mengetahui pengaruh kombinasi antara pupuk kotoran ayam dan zeolit alam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Desa Babakan, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat pada bulan Mei sampai Juli 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kotoran ayam 0 gram, 50 gram dan 100 gram. Faktor kedua adalah zeolit alam 0 gram, 20 gram dan 40 gram. Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tanaman segar, volume akar, warna daun dan luas daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan aplikasi pupuk orgnik pada dosis 100 g/tanaman merupakan dosis terbaik dalam menghasilkan tinggi tanaman 11,05 cm; jumlah daun 18,43 helai; bobot tajuk segar 121,43 gram; bobot akar segar 7,71 gram; bobot tanaman segar 127,81 gram dan volume akar 2,77 ml. Aplikasi zeolit alam pada dosis 40 g/tanaman merupakan dosis terbaik dalam menghasilkan bobot akar segar 7,54 gram dan volume akar 3,84 ml. Aplikasi pupuk kotoran ayam 100 g/tanaman dengan zeolit alam 40 g/tanaman merupakan interaksi terbaik dalam menghasilkan volume akar yaitu 4,45 ml.This research aimed to 1) determine the best dose of organic fertilizer for tatsoi growth and yield, 2) determine the best dose of natural zeolite for growth and yield of tatsoi and 3) determine the effect of a combination of organic fertilizer and natural zeolite that is best for the growth and yield of the tatsoi. This experimental research was conducted at Experimental Garden Babakan Village, Parigi District, Pangandaran Regency, West Java Province from May to July 2019. The experimental design used was a Randomized Complete Group Design (RCBD) with 2 factors with 3 replications. The first factor was the dose of organic fertilizer (chicken manure) with the rates 0, 50 and 100 gram respectively. The second factor was natural zeolite with the rates 0, 20 and 40 gram respectively. The variables observed were plant height, number of leaves, fresh crown weight, fresh root weight, fresh plant weight, root volume, leaf color and leaf area. The data obtained were analyzed using the F test and followed by the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) if thay were significantly different. The results showed the application of chicken manure at a dose of 100 g/plant was the best dose in produced a plant height of 11,05 cm; number of leaves (18,43 strands); weight of fresh canopy (121,43 grams); fresh root weight of (7,71 grams); fresh plant weight (127,81 grams) and root volume (2,77 ml). Application of natural zeolite at a dose of 40 g/plant was the best dose in produced fresh root weight of 7,54 grams and root volume (3,84 ml). Application of 100 g/plant chicken manure with 40 g/plant of natural zeolite was the best interaction in produced root volume (4,45 ml).
2418527264E1A115109PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENDERITA GANGGUAN JIWA DALAM PELAYANAN KESEHATAN PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIAPenelitian ini membahas mengenai perlindungan hukum terhadap penderita gangguan jiwa dalam pelayanan kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum terhadap penderita gangguan jiwa dan bentuk-bentuk perlindungan hukumnya dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statue Approach) dan pendekatan analitis (Analytical Approach)dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pengaturan perlindungan hukum terhadap penderita gangguan jiwa dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukkan taraf sinkronisasi.Artinya, peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan lebih tinggi derajatnya menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk perlindungan hukum terhadap penderita gangguan jiwa dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia meliputi:Jaminan pengaturan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan sesuai standar pelayanan kesehatan jiwa, mencapai kualitas hidup yang sebaik-baiknya dan menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, membebaskan ODGJ dari pemasungan, rehabilitasi dan pemberdayaan ODGJ, pemeriksaan kesehatan jiwa bagi terdakwa dan korban serta tergugat dan penggugat dengan indikasi gangguan jiwa untuk kepentingan hukum, ketersediaan obat psikofarmaka sesuai dengan kebutuhannya, mendapatkan persetujuan atas tindakan medis, informasi yang jujur dan lengkap tentang data kesehatan jiwanya, mendapatkan perlindungan dari setiap bentuk penelantaran, kekerasan, eksploitasi, serta diskriminasi, mendapatkan kebutuhan sosial sesuai dengan tingkat gangguan jiwa, mengelola sendiri harta benda miliknya, mendapatkan hak-hak sebagai pasien di rumah sakit, hak yang sama sebagai warga negara dan persamaan perlakuan dalam setiap aspek kehidupan.
This research discusses the legal protection of people with mental disorders in the health services. The purpose of this research is to determine the synchronization of legal protection arrangements for people with mental disorders and other forms of legal protection in health services in the structure of Indonesian laws and regulations.
This research uses normative juridical research methods. The method of approach used is the statue approach and analytical approach with research specifications of inventory of laws and regulations, synchronizing laws, and finding legal in concreto.
Based on the results of research conducted, the results obtained that the regulation of legal protection for people with mental disorders in health services in the structure of Indonesian legislation has shown the level of synchronization. Which means, the lower level regulations are in accordance with higher degree regulations and higher degree regulations form the basis for lower regulation formation. Forms of legal protection for people with mental disorders in health services in the structure of Indonesian laws and regulations include: guarantee the arrangement of health services in health services facilities that are easily accessible and in accordance with mental health service standards, obtaining the best quality of life and enjoy a healthy mental life, free from fear, releasing people with mental disorders from retention, rehabilitation and empowerment of people with mental disorder, examine mental health for defendants and victims and defendants and plaintiffs for reasons of legal importance, the availability of psychopharmaceutical drugs according to their needs, obtaining approval for medical measures, honest and complete information about their mental health data, obtaining the protection from every form of neglect, violence, exploitation, and discrimination, obtaining the social needs in accordance with the level of mental disorders, manage their own property, obtaining the rights as a patient in the hospital, the same rights as citizens and equal treatment in every aspect of life.

2418627267A1F015049PENGARUH PANJANG TANGKAI SISA DAN EMULSI LILIN LEBAH TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS NANAS MADU SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANGNanas merupakan salah satu buah non klimaterik yang sangat potensial untuk dikembangkan, tetapi buah nanas termasuk perishable commodities, artinya komoditi yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu penanganan yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pelilinan buah nanas dan membiarkan tangkai buah pada saat pemanenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang tangkai sisa dan pelapisan emulsi lilin lebah terhadap perubahan kualitas nanas madu selama penyimpanan suhu ruang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti meliputi panjang tangkai sisa dan konsentrasi emulsi lilin lebah. Variabel yang diamati terdiri dari susut bobot, kekerasan, warna, kadar air, vitamin c dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan panjang tangkai sisa buah nanas lebih menurunkan kadar nilai pH, nilai b* dan nilai L* namun meningkatkan kadar vitamin C selama penyimpanan. Peningkatan konsentrasi emulsi lilin lebah menurunkan pH, kadar air dan warna kekuningan namun meningkatkan kadar vitamin C dan nilai warna b* selama penyimpanan. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu perlakuan dengan panjang tangkai 10 cm dan emulsi lilin lebah 6% (P3L1). Karakteristik kombinasinya sebagai berikut: kadar air 84,403%; vitamin C 2,277 mg/100g; pH 4,40; susut bobot 2,909%; tingkat kekerasan buah 0,4078N; nilai L* 16,620; nilai a* -11,344; nilai b* 9,170.


Pineapple is one of non-climacteric fruits that potential to developed, however pineapple is a perishable commodity, which means it is easy to get damaged. One treatments that can be applied to overcome this problem is waxing of pineapple and left the stalk on fruit the time of harvest. This research aimsed to assess effect of residual stem length and wax emulsion coating on pineapple quality changes during storage at room temperature. This research using a Complete Randomized Design (CRD). The factors examined covered the length of the residual stalk and wax emulsion coating. The variables examined consists of; weight loss, texture, color, moisture content, vitamin C, and pH. Results of the study established that the addition length of the remaining pineapple stalks decreased the pH value, b* value and L* value; but increases vitamin C levels during storage. Increasing of wax emulsion concentration decrease pH, moisture content, and yellowish-color; but increases vitamin C and b* value during storage. The best treatment combination is treatment of pineapple with 10 cm stalk length and 6% wax emulsion (P3L1). The combination has characteristics of; moisture content of 84,403%, vitamin C of 2,277 mg/100g; pH of 4,40; weight loss of 2,909 %; texture of 0,4078N; L* level of 16,620; a* level of -11,344; b* level of 9,170.
2418728669I1D015035HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI JUNK FOOD,
PENGETAHUAN GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN
STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI SMA IT AL-IRSYAD
PURWOKERTO
Latar Belakang: Remaja putri merupakan salah satu kelompok sasaran yang berisiko
mengalami gizi lebih dan dapat mengalami gizi kurang. Kelebihan energi pada remaja
salah satunya disebabkan oleh kebiasaan konsumsi junk food. Pola hidup masyarakat
yang saat ini cenderung sedentary perlu mendapatkan perhatian karena aktivitas fisik
yang rendah meningkatkan risiko kejadian obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi junk food, pengetahuan gizi, dan
aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja putri di SMA IT Al-Irsyad Purwokerto.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel pada
penelitian ini berjumlah 39 responden menggunakan metode random sampling. Data
frekuensi konsumsi junk food diambil menggunakan kuesioner FFQ, data aktivitas fisik
menggunakan kuesioner PAQ-A, dan kuesioner pengetahuan gizi dibuat oleh peneliti
yang disesuaikan dengan variabel yang diteliti dengan uji validitas dan reliabilitas
terlebih dahulu.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan 13% responden mengalami
overweight, dan 87% memiliki status gizi normal. Tidak ada hubungan signifikan antara
status gizi dengan frekuensi konsumsi junk food, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik
dinilai secara berurutan p=0,52; p=0,57; p=0,57.
Kesimpulan: Frekuensi konsumsi junk food, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik tidak
berhubungan signifikan dengan status gizi pada remaja putri SMA IT Al-Irsyad
Purwokerto.
Background: Girl teenage is including one of nutritionally vulnerable age group to get
overweight and it also has possibility to have lack of nutrition. Junk food daily
consumption is one of causes that makes overweight in adolescent. Nowadays, the
community lifestyle has changed into sedentary lifestyle, and it has to get more attention
because the lower physical activities increasing the risk of obesity. This research has
aim to know the relationship between junk food consumption, nutrition knowledge, and
physical activity of nutritional status teenage girl at SMA IT Al-Irsyad Purwokerto.
Method: This research used cross sectional method. Samples in this research had
amount 39 respondents which was taken by random sampling method. The data of junk
food consumption frequency was taken by FFQ, physical activities data was taken by
PAQ-A, and questionnaire of nutritional knowledge was made by the researcher that
had adjusted with the variables which had gotten validity and reliability tests.
Result: This research was showing 13% respondents get overweight, and 87% had
normal nutritional status. There was no significant correlated between nutritional status
with frequency of junk food consumption, nutritional knowledge, and physical activity
that has value p=0,52; p=0,57; p=0,57.
Conclusion: The frequency of junk food consumption, nutritional knowledge, and
physical activity were not correlated with nutritional status at girl teenage in SMA ITAl-Irsyad Purwokerto.
2418841269A1A016072Peranan Sektor Pertanian dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten BanyumasSektor pertanian di Kabupaten Banyumas memberikani kontribusii besari terhadapi PDRB. iNamun, belum idapat idiketahui ibesarnya iperanan isektor ipertanian idalam ipenyerapan itenaga kerja. Penelitian inii bertujuani untuk: 1) Mengetahui peranan sektor pertanian idalam ipenyerapan itenaga kerja di Kabupaten Banyumas, (2) Mengetahui pertumbuhani kesempatani kerjai sektori pertaniani di iKabupaten Banyumas, (3) Mengetahui peranan sektor pertanian idalam imenyerap itenaga ikerja untuk lima tahun kedepan (tahun 2022-2026) di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan data sekunder rentang waktu 5 tahun, yaitu tahun 2017-2021. Analisis yang digunakan yaitu analisis angka pengganda tenaga kerja, analisis shift share, dan analisis pure forecast. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata angka pengganda tenaga kerja diperoleh nilai 1,278 iyang iartinya bahwa iselama itahun 2017-2021 isetiap ipeningkatan ikesempatan ikerja idi sektor ipertanian isebesar 1 orang idapat imeningkatkan ikesempatan ikerja ikeseluruhan isebanyak 1 isampai 2 orang idi iwilayah Kabupaten Banyumas. iPertumbuhan ikesempatan ikerja sektor ipertanian iKabupaten Banyumas termasuk kelompok lambat dengan nilai pergeseran bersih sektor pertanian di Kabupaten Banyumas sebesar -137.505. Hasili proyeksii kesempatani kerja idi sektori pertanian ipada tahun 2026 isebesar 8.469 orang. Apabila idibandingkan itahun 2021, imaka diperkirakan iselama itahun 2022 isampai itahun 2026 terjadi penurunani kesempatani kerjai di sektor ipertanian sejumlah 147.012 orang. iRata-rata selama lima tahun imenunjukkan ipenurunan ikesempatan ikerja iyang iterjadi adalah 29.402 orang itiap itahunnya.The agricultural sector in Kabupaten Banyumas contributes significantly to GRDP. However, the role of the agricultural sector in labor absorption is not yet known. This study aims to: 1) Know the role of the agricultural sector in labor absorption in Kabupaten Banyumas, (2) Know the growth of employment opportunities in the agricultural sector in Kabupaten Banyumas, (3) Know the role of the agricultural sector in absorbing labor for the next five years (2022-2026) in Kabupaten Banyumas. The method used is descriptive analytics with secondary data spanning 5 years, namely 2017-2021. The analysis used is labor multiplier analysis, shift share analysis, and pure forecast analysis. The results show that the average value of the labor multiplier number is 1.278, which means that during 2017-2021, every increase in employment opportunities in the agricultural sector by 1 person can increase overall employment opportunities by 1 to 2 people in the Banyumas Regency area. The growth of employment opportunities in the agricultural sector in Kabupaten Banyumas is categorized as slow with a net shift value in the agricultural sector in Kabupaten Banyumas of -137,505. The projection of employment opportunities in the agricultural sector in 2026 amounted to 8,469 people. When compared to 2021, it is estimated that from 2022 to 2026 there will be a decrease in employment opportunities in the agricultural sector of 147,012 people. The average for five years shows that the decline in employment opportunities that occurred was 29,402 people per year.
2418927268H1C015005MODEL TENTATIF SISTEM PANAS BUMI DANAU RANAU MENGGUNAKAN METODE 3G (GEOLOGI, GEOKIMIA, DAN GEOFISIKA)
Eksplorasi panas bumi sangat cepat berkembang di Indonesia. Salah satu prospek di Indonesia adalah daerah Panas Bumi Danau Ranau, Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung. Untuk mengembangkan penggunaan panas bumi (sumber energi pembangkit listrik) pada daerah ini yang perlu kita pahami adalah sistem panas bumi dengan membuat model sementara dari data 3G (Geologi, Geokimia dan Geofisika) terintegrasi. Analisis geologi menggunakan SRTM dan peta geologi, SRTM untuk menentukan satuan geomorfologi (4 satuan geomorfologi vulkanik) dan gaya utama yang mempengaruhi struktur geologi (memiliki asosiasi dengan Sesar Semangko) daerah penelitian. Peta geologi untuk mengetahui urutan stratgrafi (12 satuan geologi yang merupakan hasil dari produk vulkanik) daerah penelitian dan membantu dalam interpretasi. Analisis geokimia untuk mengetahui jenis manifestasi air panas (mata air pH netral dengan suhu 37,3°C hingga 63,7°C) dan mengkarakterisasi jenis sistem panas bumi. Karakteristik fluida panasbumi yaitu dominasi bikarbonat yang terkontaminasi oleh air meteorik dengan kelompok sistem bersuhu rendah hingga tinggi, kecuali pada air panas Lombok-4 memiliki tipe bikarbonat-sulfat. Analisis geofisika untuk menentukan konfigurasi dari sifat fisik geologi di bawah permukaan dengan menggunakan metode gayaberat dan geolistrik. Perbedaan densitas batuan merupakan acuan dalam penyelidikan gayaberat, sumber dan tempat akumulasi panas bawah permukaan bumi dapat menyebabkan perbedaan densitas dengan massa batuan sekitar. Berdasarkan hasil pemodelan inversi 3D pada gayaberat memiliki nilai densitas tinggi (2,54 gr/cm3 – 3,15 gr/cm3) merupakan batuan beku sebagai sumber panas pada sistem panas bumi daerah penelitian, densitas antara 1,03 gr/cm3 hingga 2,55 gr/cm3 berpotensi sebagai reservoir pada sistem panas bumi daerah penelitian, dan densitas antara 2,56 gr/cm3 hingga 2,59 gr/cm3 berpotensi untuk menjadi batuan penudung. Untuk mengetahui tahanan jenis dari batuan secara vertical menggunakan konfigurasi-konfigurasi tertentu menggunakan metode geolistrik. Berdasarkan hasil pemodelan 3D dari data tahanan jenis nilai resistivitas menengah (10 – 60 Ohm-m) pada bagian utara zona reservoir ini berada pada kedalaman antara 0 meter hingga 560 meter, sedangkan pada bagian selatan terdapat nilai resistivitas menengah (10 – 60 Ohm-m) pada elevasi 880 meter hingga kedalaman 560 meter. Zona batuan penudung merupakan batuan lava yang mengalami alterasi pada daerah penelitian. Nilai resistivitas yang tinggi (>60 Ohm-m) berasosiasi dengan batuan intrusif yang dapat menjadi sumber panas dalam sistem panas bumi daerah penelitian. Dari kedua metode tersebut, terdapat struktur geologi yang merupakan kemenerusan dari struktur geologi permukaan dan sebagai jalur fluida panas bumi muncul ke permukaan sebagai manifestasi. Penelitian ini mengintegrasikan data geologi, geokimia dan geofisika untuk membuat model sementara Danau Ranau.


Geothermal exploration has been developed rapidly in Indonesia. One of its prospect in Indonesia is Danau Ranau Geothermal area, South Sumatera and Lampung Provinces. In order to develop geothermal (power plant energy source) in this area, we need to understand geothermal system by are ranging a tentative model from integrated 3G (Geology, Geochemistry and Geophysics) data. Geological analysis use SRTM and geological map. SRTM used to determine geomorphological units (4 volcanic geomorphological units) and the main forces that affect the geological structure (it had an association with the Semangko Fault) of the study area. The geological map were used to determine the stratigraphic sequence (12 geological units which were the result of volcanic products) of the research area and assist in interpretation. Geochemical analysis used hot spring manifestation (neutral pH hot springs with temperature ranging from 37.3°C to 63.7°C) to characterize geothermal system type. The characteristic of geothermal fluid was dominated by bicarbonate which was contaminated by meteoric water with low to high temperature systems, except that the Lombok-4 hot water has bicarbonate-sulfate type. Geophysical analysis were used to determine the configuration of the physical characteristics of the subsurface geology using gravity and geoelectric methods. Investigation of gravity were conducted by rock density difference, thus its differences could be caused by source and location of subsurface heat. Based on the results of 3D inversion modeling on gravity, it has high density values (2.54 gr/cm3 - 3.15 gr/cm3) determined as igneous rock as a heat source in the geothermal system of the study area. Densities between 1.03 gr/cm3 to 2, 55 gr/cm3 has potential to be a reservoir in the geothermal system of the study area, meanwhile densities between 2.56 gr/cm3 to 2.59 gr/cm3 has potential to become a cap rock. Resistivity of rocks were determined vertically using certain configuration conducted by geoelectric method. Based on the results of 3D modeling of resistivity data, types of medium resistivity values (10 - 60 Ohm-m) in the northern part of this reservoir zone are between 0 to 560 meters depth, while in the south the medium resistivity values (10 - 60 Ohm-m ) are 880 meters above sea level to 560 meters below the surface. The cap rock zone is a lava rock that undergone alteration in the study area. High resistivity value (> 60 Ohm-m) was associated with intrusion which can be heat source in geothermal system of the study area. There is geological structure which is adjacent with surface geological structure as geothermal fluid path to the surface as manifestation. This research integrates geological, geochemical and geophysical data to create a temporary model of Danau Ranau.

2419027269D1A015144KADAR PROTEIN DAN LAKTOSA SUSU SEGAR DI KECAMATAN SUMBANG DAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian dengan judul “Kadar Protein dan Laktosa Susu Segar di Kecamatan Sumbang dan Baturraden Kabupaten Banyumas" dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan April 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas susu di Kecamatan Sumbang dan Baturraden ditinjau dari Kadar Protein dan Laktosa. Penelitian dilakukan dengan metode survey, yang melibatkan 29 peternak yang masing masing berasal dari 20 peternak di Kecamatan Baturraden dan 9 peternak dari Kecamatan Sumbang. Sampel susu segar dari masing masing peternak sebanyak 500 ml, kemudian diambil, dianalisis kadar protein dan laktosanya. Selain itu dilakukan wawancara kepada masing masing peternak menggunakan kuisioner terstruktur. Data Kualitas susu yang terkumpul dianalisis menggunakan uji “t” dan uji regresi linier sederhana. Data kualitatif dari hasil wawancara dianalisa secara secara deskriptif sebagai data pendukung pembahasan hasil data kuantitatif. Hasil analisis uji “t” terhadap kadar protein dan laktosa susu segar pada kedua Kecamatan menunjukan perbedaan yang tidak nyata (P < 0.05). Hubungan Kualitas susu ditinjau dari kadar Protein dan Laktosa Kecamatan Sumbang dan Baturraden diformulasikan sebagai Y= -0,0094 + 0,6684 X. penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar protein dan laktosa di Kecamatan Sumbang dan Baturraden Kabupaten Banyumas tidak berbeda nyata.

Research entitled "Fresh Milk Protein and Lactose Content in Sumbang and Baturraden Districts in Banyumas Regency was conducted in January to April 2019 . The purpose of this study was to determine the quality of milk in Sumbang and Baturraden Districts in terms of Protein and Lactose Content. The instrument used to measure milk quality is L aktoscan . The study was conducted by survey method, which involved 29 breeders, each from 20 breeders in Baturraden District and 9 breeders from Sumbang District. 500 ml fresh milk samples from each breeder, then taken, analyzed the levels of protein and lactose. In addition, interviews were conducted with each farmer using a structured questionnaire. Data on milk quality collected was analyzed using the t test and a simple linear regression test. Qualitative data from the interviews were analyzed descriptively as supporting data to discuss the results of quantitative data. The results of the analysis of the t test on the protein content and fresh milk lactose in the two Districts showed no significant difference (P <0.05). The quality of the relationship in terms of milk protein and lactose content of the District Contribute and Baturraden formulated sikan as Y = -0.0094 + 0.6684 X . this study can be concluded that the levels of protein and lactose in Sumbang and Baturraden districts of Banyumas Regency were not significantly different.

2419127270D1E013039Kontribusi Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah Pada Pendapatan Usaha Tani Tembakau di Kabupaten WonosoboHarga tembakau yang tidak pasti menyebabkan petani tembakau di Kabupaten Wonosobo mengalihkan sebagian lahan untuk ditanami hijauan sebagai pakan ternak sapi perah. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pendapatan usaha ternak sapi perah dan usaha tani tembakau di Kabupaten Wonosobo, 2) mengetahui kontribusi pendapatan usaha ternak sapi perah pada usaha tani tembakau di Kabupaten Wonosobo; 3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi Pendapatan usaha sapi perah di Kabupaten Wonosobo. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel responden penelitian dilakukan dengan metode sensus, responden berjumlah 25 peternak. Pendapatan usaha ternak sapi perah dan usaha tani tembakau dianalisis dengan cash flow, kontribusi pendapatan dianalisis dengan analisis kontribusi, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi pendapatan usaha sapi perah dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan usaha sapi perah sebesar Rp 26.927.122,00/tahun dan pendapatan usaha tani tembakau sebesar Rp 40.979.600,00/tahun. Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi perah terhadap pendapatan usaha tani tembakau yaitu 45,85 %. Kontribusi pendapatan dipengaruhi jumlah kepemilikan ternak dan luas lahan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa kontribusi pendapatan usaha sapi perah dapat ditingkatkan melalui penambahan jumlah ternak dan lahan hijauan.The uncertain price of tobacco caused tobacco farmers in Wonosobo District to divert some of the land to be planted as forage for dairy cattle. The purpose of this study is 1) determine the income of dairy cattle businesses and tobacco farming in Wonosobo Regency, 2) determine the contribution of dairy cattle business income to tobacco farming in Wonosobo Regency, 3) determine the factors that influence the contribution in Wonosobo Regency. The study was conducted using survey methods. Determination of the sample area is done by purposive sampling method. Sampling of research respondents was carried out by census method, which is taking all tobacco farmers who run dairy cattle businesses in the Kretek District and Kejajar District, that the respondents numbered 25 farmers. The income of dairy cattle business and tobacco farming is analyzed by cash flow, Income contributions are analyzed by contribution analysis, while the factors that influence the contribution of dairy business revenue are analyzed by multiple linear regression. The results showed dairy cows income of Rp. 26,927,122,00/year and tobacco farm income of Rp. 40,979,600,00/year. The contribution of dairy cattle business income to tobacco farming income is 45.85%. Contribution influenced by number of livestock and land area.Based on the results of the study it can be concluded that the contribution of dairy cow business income can be increased through the addition of the number of livestockand forage area.
2419227271D1A015128PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP KADAR ABU DAN LEMAK KASAR RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) DEFOLIASI-5FUAD ADHARUDIN. Penelitian berjudul “ Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang dan NPK terhadap kadar Abu dan Kadar lemak Rumput Gajah Mini Defoliasi-5“ yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 Juli samapai dengan 31 Agustus 2019 di Eksperimental Farm dan Laboratorium Ilmu Bahan Makana Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan Penelitian untuk mengetahui level penggunaan kombinasi pupuk kandang dan NPK yang optimum ditinjau dari kadar abu dan kadar lemak.Materi yang digunakan adalah 720 batang stek Rumput gajah mini, 270 kg pupuk kandang dan 2,5 kg pupuk NPK. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental Pola Faktorial dengan Ranacangan Acak Kelompok (RAK) 3x4. Faktor pertama adalah pupuk kandang (K) yang terdiri atas 3 level yaitu K0 = pupuk kandang 0kg/unit, K1 pupuk kandang 7,5 kg/unitdan K2 = pupuk kandang 15 kg/unit. faktor kedua adalah pupuk NPK (N) yang terdiri atas 4 level yaitu N0= pupuk NPK 0 g/unit,N1 = pupuk NPK 37,5 g/unit, N3 = pupuk NPK 75 g/unit danN3 = pupuk NPK 112,5 g/unit. Peubah yang diukur adalah kadar abu dan kadar lemak kasar rumput gajah mini pada defoliasi 5.Hasil analis variansi menunjukan bahwa interaksi anatar kombinasi pupuk kandang dan NPK berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada kadar abu dan kadar lemak kasar Rumput gajah mini. Perlakuan interaksi kombinasi pupuk kandang dengan memberikan pengaruh yang tidak signifikan pada kadar abu dan kadar lemak tanaman rumout gajah mini. Penggunaan pupuk kandangildan pupuk NPKilpada budidaya rumputl gajah mini untuk pemberian pupuk kandangikdan pupukkiNPK tidak harus dilakukan secara bersamaan.FUAD ADHARUDIN.The research entitled "The Effect of Combination of Manure and NPK Fertilizer on Ash and Fat content of Dwarf Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) fifth Defoliation" was held on July 1th to August 31th, 2019 in the Experimental Farm and Laboratory of Animal Feed Science faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto.This Research was determine the optimum content of use of a combination of manure and NPK Fertilizer in terms of ash content and fat content.The materials used were 720 cutting stems of Drawf Grass, 270 kg of Manure and 2,5 of NPK Fertilizer. The research method was an experimental Factorial Pattern with 3 x 4 Randomized Block Design. The first factor was manure (K) which consisted, K0 = 0 kg /unit of manure, K17,5 kg/unit of Manure and K215 kg/unit of Manure. The second factor was NPK Fertillizer (N) which consists of 4 levels, N0= NPK Fertilizer 0 g/unit, N1 = NPK Fertilizer 37,5 g/unit, N2NPK Fertilizer 75 g/unit, and N3 = NPK Fertilizer 112,5 g/unit. The variables measured were ash content and crude fat content of Dwarfs Grasson defoliation 5.The results of the analysis of variance showed that the interaction between the combination of manure and NPK fertilizer had a very significant effect (P< 0.01) on the ash content and crude fat content of the dwarfs grass. The use of manure and NPK fertilizer in mini elephant grass cultivation for the provision of manure and NPK fertilizer does not have to be done simultaneously.
2419327272H1C015022GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK SISTEM PANAS BUMI DAERAH SIMISUH KABUPATEN PASAMAN, SUMATERA BARATEnergi panas bumi berasal dan tersimpan dalam inti bumi yang tertransfer melalui perpindahan konveksi dan konduksi ke permukaan. Keterdapatan manifestasi menjadi indikasi potensi energi panas bumi. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik sistem panas bumi daerah penelitian meliputi sumber panas, reservoir, batuan penudung dan fluida panas bumi. Analisis karakteristik menggunakan metode geofisika dan geokimia dengan pendekatan pada data geologi. Daerah penelitian berada di daerah Simisuh, kabupaten Pasaman, provinsi Sumatera Barat. Kondisi geologi daerah penelitian terdiri dari 19 satuan batuan dengan kontrol struktur geologi yang intensif. Berdasarkan analisis geokimia, tipe air panas daerah penilitian berupa tipe sulfat. Semua manifestasi panas bumi berasal dari satu sistem reservoir dan berada pada zona partial equilibrium. Temperatur reservoir 145-165℃ termasuk dalam sistem panas bumi temperatur menengah. Berdasarkan hasil inversi 3D data geomagnet nilai suseptibilitas tinggi (0.031-0.246 cgs) berpotensi menjadi sumber panas. Suseptibilitas sedang ((-0.026)- 0.031 cgs)) berpotensi menjadi batuan penudung. Suseptibilitas rendah (-0.026) – (-0.353) cgs berpotensi menjadi reservoir sedangkan berdasar model 3D data geolistrik nilai resistivitas rendah (0-25 Ohm-meter) berpotensi menjadi batuan penudung. Resistivitas sedang (25-75 Ohm-meter) berpotensi menjadi reservoir dan resistivitas tinggi (>75 Ohm meter) berpotensi menjadi sumber panas. Berdasarkan korelasi data geologi, geokimia dan geofisika sistem panas bumi daerah penelitian yaitu sumber panas yang berasal dari intrusi mgma dan kubah lava. Batuan reservoir berupa batuan beku atau lava yang telah mengalami pensesaran sehingga memiliki permeabilitas sekunder dan berpotensi menjadi reservoir. Batuan penudung berupa alterasi batuan beku atau lava. Fluida manifestasi berasal dari air meteorik yang telah mengalami pengkayaan 18O, sebagai indikasi pembentukan mata air panas berhubungan dengan interaksi fluida dengan batuan.Geothermal energy is originated and stored in the earth's core which is transferred through convection and conduction to the surface. Manifestation is an indication of the potential for geothermal energy. The research aims to determine the characteristics of geothermal systems in the research area including heat sources, reservoirs, cap rock and geothermal fluids. Analysis of characteristics by using geophysical and geochemical methods with an approach to geological data. The research area is located in the Simisuh region, Pasaman regency, West Sumatra province. The geological condition of the research area consists of 19 rock units with intensive geological structure control. Based on geochemical analysis, the type of hot water in the research area is sulfate type. All of manifestation are derived from a reservoir system and in the partial equilibrium zone. Reservoir temperatures of 145-165 ℃ are included in the medium temperature geothermal system. Based on the 3D inversion results of geomagnetic data, high susceptibility (0.031-0.246 cgs) has the potential to be a heat source. Moderate susceptibility ((-0.026) - 0.031 cgs)) has the potential to be a rock cap. Low susceptibility (-0.026) - (-0.353) cgs has the potential to be a reservoir. Based on 3D geoelectric data the low resistivity value (0-25 Ohm-meters) has the potential to be a rock cap. Medium resistivity (25-75 Ohm meters) has the potential to be a reservoir and high resistivity (> 75 Ohm meters) has the potential to be a heat source. Based on the correlation of geological, geochemical and geophysical data of the geothermal system in the research area, the heat source comes from intrusion of mgma and lava dome. Reservoir rocks in the form of igneous rocks or lava have experienced an enlargement so that it has secondary permeability and has the potential to become a reservoir. Cap rock in the form of igneous rock or lava alteration. Fluid manifestation originated from meteoric water which has undergone 18O enrichment, as an indication from formation of hot springs associated with fluid interactions and rocks.
2419427273E1A015081Penundaan Eksekusi Pidana Mati Terhadap Aman Abdurrahman Dalam Kasus Terorisme (Studi di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan)Penundaan eksekusi dengan pidana mati disebabkan beberapa alasan. Alasan penundaan eksekusi dengan pidana mati diatur dalam Undang-Undang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati Yang Dijatuhkan Oleh Pengadilan Di Lingkungan Peradilan Umum Dan Militer Pasal 6 Butir 2 dan Pasal 7 mencamtumkan apabila terpidana hendak mengemukakan sesuatu, maka keterangan atau pesannya itu diterima oleh Jaksa Tinggi/Jaksa tersebut dan apabila terpidana hamil, maka pelaksanaan pidana mati baru dapat dilaksanakan empat puluh hari setelah anaknya dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aman Abdurrahman sampai saat ini belum dieksekusi dengan pidana mati dan akibat hukum dari penundaan eksekusi dengan pidana mati.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aman Abdurrahman hingga saat ini belum dieksekusi dengan pidana mati, yaitu terpidana belum mendapatkan hak-haknya sebagai terpidana karena belum ada upaya proaktif dari jaksa untuk menanyakan terpidana apakah akan mengajukan upaya hukum dan jaksa yang menangani kasus terpidana sudah berpindah tugas. Akibat hukum terkait penundaan eksekusi dengan pidana mati terhadap Aman Abdurrahman yaitu sama sekali tidak menimbulkan akibat hukum.
Delay in execution of the death penalty is caused by several reasons. It is regulated in the Article 6 Section 2 and Article 7 of Law No. 5 of 1969 on the Means of Implementation of the Death Penalty Imposed by the General and Military Courts, which stated that if the convicted person wants to express something, then his statement or message is received by the High Prosecutor/the prosecutor and if the convicted is pregnant, then the death penalty can only be carried out forty days after the child is born. This study aims to find out the reason why Aman Abdurrahman has so far not been executed with death penalty and the legal consequences of the reprieve.
This research used the socio-legal approach with the specification of descriptive research. This study used primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews with informants, while secondary data were obtained from literature studies. The data that has been obtained is then processed and analyzed with qualitative method and presented in the form of a systematic description.
The results of this study indicate that Aman Abdurrahman has so far not been executed with capital punishment, the convicted person has not obtained his rights as a convict because there has not been a proactive effort from the prosecutor to ask the convict whether to propose legal proceedings and the prosecutor handling the case of the convicted person has changed duties. The legal consequence of the delay in the execution of the death penalty for Aman Abdurrahman is it absolutely has no legal consequences.
2419527274H1F014041GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP ALTERASI DAN MINERALISASI, DAERAH JLADRI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BUAYAN, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAHSalah satu faktor yang menyebabkan adanya mineralisasi pada batuan yaitu adanya bukaan baik akibat kontrol struktur geologi ataupun permeabilitas litologi. Bukaan tersebut memberi jalan lewat bagi larutan fluida hidrotermal untuk bergerak membawa logam terlarut. Daerah peneletian berada di daerah Jladri, Kec. Buayan, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Maksud dari penelitian ini adalam memetkan kondisi geologi dan alterasi, analisis data struktur, analisis sampel batuan, kemudian dilakukan evaluasi mengenai control struktur terhadap mineralisasi. Tujuan dari penelitian diantaranya karakteristik dan kondisi geologi, karakteristik sistem alterasi, dan pengaruh kontrol struktur geologi terhadap alterasi dan mineralisasi. Metode yang diterapkan yaitu Survei dan pemetaan geologi, Metode laboratorium dan studio yang meliputi analisis geomorfologi; analisis struktur geologi; analisis stratigrafi; analisis petrografis; analisis mikropaleontologi; analisis mineragrafi; dan analisis data spectral menggunakan alat ASD Terraspec; dan Tahap penulisan laporan penelitian. Geomorfologi daerah penelitian diantaranya yaitu Satuan Intrusi, Satuan Perbukitan Aliran Piroklastik, Satuan Aliran Vulaknik, Satuan Konikal Karst dan Satuan Teras Aluvial. Satuan Geologi daerah penelitian meliputi satuan batuan lava andesit, intrusi andesit, breksi piroklastik, tuf, batugamping dan endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian yaitu Sesar Jladri, Sesar Adiwarno, Sesar Bolong, Sesar Banjararjo, dan Sesar Jintung. Alterasi yang berkembang pada daerah penelitian yaitu Filik, Argilik Lanjut, Argilk dan Propilitik. Sedangkan mineralisasi yang berkembang berada pada urat-urat kuarsa dimana daerah penelitian termasuk kedalam endapan epithermal sulfida rendah. Berdasarkan data urat dan hasil analisis struktur, daerah penelitian dikontrol oleh struktur yang memiliki arah tegasan utama Tenggara-Baratlaut (SE-NW) dan Timurlaut-Baratdaya (NE-SW).One of the factors that cause mineralization in rocks is the presence of openings either due to geological structure control or lithological permeability. The opening provides a way through for hydrothermal fluid solution to move to carry dissolved metal. The research area is in the area of ​​Jladri, Kec. Buayan, Kab. Kebumen, Central Java. The purpose of this study is to determine the geological and alteration conditions, analysis of structural data, analysis of rock samples, then an evaluation of the structure's control of mineralization. The objectives of the study include characteristics and geological conditions, alteration system characteristics, and the influence of geological structure control on alteration and mineralization. The methods applied are survey and geological mapping, laboratory and studio methods which include geomorphological analysis; geological structure analysis; stratigraphic analysis; petrographic analysis; micropaleontological analysis; mineragraphic analysis; and spectral data analysis using Terraspec ASD tools; and Research report writing phase. Geomorphology of the study area includes the Intrusion Unit, Pyroclastic Flow Unit, Vulacnic Flow Unit, Karst Conical Unit and Alluvial Terrace Unit. Geological Unit of the study area includes andesite lava rock units, andesite intrusions, pyroclastic breccias, tuffs, limestones and alluvial deposits. Geological structures that developed in the study area are Jladri Fault, Adiwarno Fault, Bolong Fault, Banjararjo Fault, and Jintung Fault. Alterations that developed in the study area are Filik, Advanced Argilik, Argilk and Propilitik. While the developing mineralization is in quartz veins where the study area is included in the low epithermal sulfide deposits. Based on the vein data and the results of structural analysis, the study area is controlled by a structure that has the main direction of Southeast-Northwest (SE-NW) and Northeast-Southwest (NE-SW).
2419628670D1A016204KONSENTRASI N-NH3 DAN SINTESIS PROTEIN MIKROBA CAIRAN RUMEN KAMBING YANG DIBERI DAUN SIRIH (Piper betle L.) DALAM PAKAN BERBASIS JERAMI PADI AMONIASI.MUHAMMAD RAFIF RABBANI. Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun sirih pada pakan kambing secara in vitro terhadap konsentrasi N-NH3 dan sintesis protein mikroba rumen. Telah dilaksanakan dari tanggal 11 Desember 2019 sampai 29 Januari 2020 yang bertempat di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode experimental yang dilakukan secara in vitro dengan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat tiga perlakuan pada penelitian ini, yaitu P0: 40% jerami padi amoniasi + 60% konsentrat + 0% tepung daun sirih, P1: 40% jerami padi amoniasi + 60% konsentrat + 5% tepung daun sirih (berdasarkan BK pakan),P2: 40% jerami padi amoniasi + 60% konsentrat + 10% tepung daun sirih (berdasarkan BK pakan). Setiap perlakuan diulang enam kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Peubah yang diukur yaitu konsentrasi N-NH3 dan sintesis protein mikroba (SPM). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Rataan konsentrasi N-NH3 yang diperoleh yaitu P0 = 18,33 ± 1,16, P1 = 19,00 ± 0,89, P2 = 20,60 ± 1,25 (Mm); sedangkan rataan untuk sintesis protein mikroba sebesar P0 = 14,91 ± 1,16, P1 = 14,35 ± 2,01, P2 = 11,11 ± 1,41 (mg/20ml). Penambahan tepung daun sirih meningkatkan konsentrasi N-NH3 secara linier dengan persamaan Y= 18,20 + 0,23x dengan koefisien determinasi (r2) sebesar 0,44. Penambahan tepung daun sirih menurunkan sintesis protein mikroba secara linier dengan persamaan Y = 15,46 - 0,38x dengan koefisien determinasi (r2) sebesar 0,50. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penambahan tepung daun sirih pada pakan kambing sampai dengan taraf 10% dapat meningkatkan konsentrasi N-NH3 akan tetapi menurunkan sintesis protein mikroba.MUHAMMAD RAFIF RABBANI. This study aimed to evaluate the concentration of N-ammonia and protein synthesis of rumen microbes production in goat by supplementing Piper betel leaf flour in the ration. It has been held from December 11, 2019, to January 29, 2020, which is located at the Laboratory of Animal Nutrition and Feed Sciences, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study uses an experimental method with a completely randomized design (CRD). There were three treatments in this study, namely P0: 40% ammoniated rice straw + 60% concentrate + 0% betel leaf flour, P1: 40% ammoniated rice straw + 60% concentrate + 5% betel leaf flour (based on BK feed), P2 : 40% ammoniated rice straw + 60% concentrate + 10% betel leaf flour (based on food BK). Each treatment was repeated six times so that there were 18 experimental units. The variables measured were N-ammonia concentration and microbial protein synthesis. The data obtained were then analyzed using analysis of variance and continued with the polynomial orthogonal test. The average N-ammonia concentration obtained were T0 = 18.33 ± 1.16, T1 = 19.00 ± 0.89, T2 = 20.60 ± 1.25; while the mean for microbial protein synthesis production were T0 = 14.91 ± 1.16, T1 = 14.35 ± 2.01, T2 = 11.11 ± 1.41. The supplementation of Piper betel leaf flour linearly increased the concentration of N-ammonia with the equation Y = 18.20 + 0.23x with a coefficient of determination (r2) of 0.44. The supplementation of betel leaf flour linearly reduced microbial protein synthesis by the equation Y = 15.46 - 0.38x with a coefficient of determination (r2) of 0.50. The conclution that the supplementation of Piper betel leaf flour to goat ration up to a level of 10% can increase the concentration of N-ammonia but reduce microbial protein synthesis.
2419727276D1A015193KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN SAPI POTONG YANG DIBERI BIJI CARICA (Carica pubescens) SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan biji carica (Carica pubescens) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan sapi potong secara in vitro. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus-5 September 2019 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan yaitu cairan rumen dari tiga ekor sapi potong yang diambil dari RPH Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas segera setelah sapi dipotong. Hijauan yang digunakan yaitu rumput gajah (40%), konsentrat berupa bungkil (20) kelapa dan dedak (40%), dan biji buah carica yang berasal dari Wonosobo dengan taraf pemberian 0;2;4 % dari BK pakan. Penelitian menggunakan metode eksperimen secara in vitrodenganrancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Variabel yang diukur adalah kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO).Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Variansi dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Rataan kecernaan bahan kering yaitu P0: 34,57±2,59%, P1: 38,86±3,29%, P2: 41,77±2,81%, sedangkan rataan kecernaan bahan organik sebesar P0 : 36,66±2,21%, P1: 40,94±1,84%, P2: 44,64±0,92%. Penambahan biji carica mampu meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara linier masing-masing dengan persamaan garis regresi Y = 32,35+0,53X (r² = 0,28) dan Y = 36,76+1,99X (r² = 0,88). Disimpulkan bahwa pemberian biji carica sebagai agen defaunasi sampai taraf 4% BK pakan mampu meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan sapi potong secara in vitro.The purpose of this research is to study the effect of carica seeds (Carica pubescens) on the digestibility of dry matter and organic matter in beef cattle in vitro. The study was conducted on August 5 to September 5 2019 at the Laboratory of Animal Nutrition and Food Sciences, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used was rumen fluid from three beef cattle taken from the Bantarwuni slaughter house, Kembaran District, Banyumas Regency immediately after the cattle were slaughter. Forages used were elephant grass (40%), concentrates consist of coconut cake (20%) and rice bran (40%), and carica fruit seeds originating from Wonosobo with a level of 0, 2, 4% DM. The study used an in vitro experimental method with a completely randomized design with 3 treatments and 6 replications. The variables measured were digestibility of dry matter and digestibility of organic matter. The data obtained were analyzed using Variance Analysis followed by the polynomial orthogonal test. The average digestibility of dry matter is P0: 34.57 ± 2.59, P1: 38.86 ± 3.29, P2: 41.77 ± 2.81, while the average digestibility of organic matter is P0: 36.66 ± 2.21 , P1: 40.94 ± 1.84, P2: 44.64 ± 0.92. The addition of Carica seeds can improve the digestibility of dry matter and organic matter linearly with the equation regressionY = 32.35 + 0.53 X (r² = 0.28) and Y = 36.76 + 1.99 X (r² = 0.88). It was concluded that the administration of carica seeds as a defaunation agent up level of 4% DM was able to increase the digestibility of dry matter and organic of beef cattle in vitro.
2419827277D1E013045Berat Jenis dan Lemak Susu Segar Pada Kelompok Peternak Tirta Sari Aji dan Andini Lestari 2 di Kabupaten BanyumasPenelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan Berat Jenis dan Kadar Lemak susu segar pada Kelompok Peternak Sapi Perah Andini Lestari 2 dan Tirta Sari Aji dan mengetahui hubungan antara Berat Jenis dan Lemak susu segar. Materi penelitian berupa susu segar yang diperoleh dari 15 ternak produksi pada kelompok Andini Lestari 2 dan 15 ternak produksi pada kelompok Tirta Sari Aji. Metode pengambilan sampel yaitu sampel diambil pada pemerahan pagi hari sebanyak 500 ml dari setiap ternak, kemudian di masukan ke dalam botol dan disimpan ke dalam ice box, selanjutnya sampel tersebut dibawa ke Laboratorium Ilmu Ternak Perah Fakultas Peternakan UNSOED untuk di analisis kadar Berat Jenis dan Lemak susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Berat Jenis dan kadar Lemak susu segar pada kelompok peternak Tirta Sari Aji yaitu 1.028 g/ml dan 3,87%, relatif sama dengan kelompok peternak Andini Lestari 2 yaitu 1,029 g/ml dan 3,96%. Tidak terdapat hubungan yang erat antara Berat Jenis dengan kadar Lemak susu segar.Specific Gravity and Fat in Fresh Milk in the Tirta Sari Aji and Andini Lestari 2 Dairy Farmer Groups in Banyumas Regency. The study was conducted to determine the differences in Specific Gravity and Fresh Milk Fat Levels in the Dairy Farmers Group Andini Lestari 2 and Tirta Sari Aji and to find out the relationship between the Specific Gravity and Fresh Milk Fat. The research material is fresh milk obtained from 15 production animals in the Andini Lestari 2 group and 15 production animals in the Tirta Sari Aji group. The sampling method is the sample taken in the morning milking as much as 500 ml from each livestock, then put into a bottle and stored in an ice box, then the sample is taken to the Dairy Science Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry UNSOED for analysis of Specific Gravity and Fat content milk. The results showed that the average of specific weight and fat content of fresh milk in the Tirta Sari Aji breeder group were 1.028 g / ml and 3.87%, relatively similar to the Andini Lestari 2 breeders group which were 1.029 g / ml and 3.96%. There is no close relationship between specific gravity with fresh milk fat content.
2419927278D1A015118PENGARUH LAMA BETERNAK, PENDIDIKAN, DAN JUMLAH TERNAK TERHADAP PENGETAHUAN PETERNAK KAMBING TENTANG PENGOLAHAN LIMBAH DI KABUPATEN BANYUMASPengetahuan tentang pengolahan limbah dibutuhkan oleh peternak supaya limbah kotoran kambing dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama beternak, pendidikan, dan jumlah ternak yang dimiliki terhadap pengetahuan peternak kambing tentang pengolahan limbah kambing di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu dengan mengambil Kecamatan Baturaden, Kecamatan Karanglewas, dan Kecamatan Kalibagor. Setiap Kecamatan terpilih diambil satu desa secara acak yaitu Desa Suro, Desa Karangsalam, dan Desa Tamansari. Selanjutnya dari desa terpilih diambil responden menggunakan rumus Slovin, total responden berjumlah 78 peternak. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif dan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama beternak dalam kategori tinggi (>20 tahun), pendidikan peternak dalam kategori rendah (SD) dan rata-rata jumlah ternak yang dimiliki yaitu 5 ekor. Pendidikan dan jumlah ternak berpengaruh nyata terhadap pengetahuan peternak tentang pengolahan limbah kotoran kambing, sedangkan lama beternak berpengaruh tidak nyata terhadap pengetahuan peternak tentang pengolahan limbah kotoran kambing.Knowledge about waste management is needed by cattle farmers so that goat manure waste can be utilized. The study aims to determine the duration of breeding, the level of education of breeders, the number of livestock and knowledge of goat breeders about waste treatment and analyze the effect of livestock length, education, and the number of livestock on the knowledge of goat breeders about goat waste treatment in Banyumas Regency. This research used survey method. Determination of the sample area is done by method purposive sampling is by taking the District Baturaden, District Karanglewas, and District Kalibagor. The location of research has been choose of randomly, from the slection distric, namely Suro, Karangsalam and Tamansari. This research was inclued 78 responden, that has been choosed by slovin formale. The data has been analysed using a Descriptive Analysis and Multiple Linear Regression Analysis. The results of this study indicate that the length of breeding in the high category (> 20 years), education of farmers in the low category (SD) and the average number of livestock owned is 5 animals. Education and the number of livestock have a significant effect on the knowledge of breeders about processing goat manure, while the length of breeding has no significant effect on the knowledge of farmers about processing goat manure.
2420027281C1L014001CROWE’S PENTAGON THEORY:
CASE STUDY OF ENRON, SATYAM, AND TOSHIBA
Kesadaran penipuan sangat dibutuhkan baik oleh bisnis maupun warga negara untuk memahami kondisi ekonomi negara. Penulis memilih untuk mengkorelasikan kasus penipuan Enron, Satyam, dan Toshiba terhadap Teori Crowe’s Pentagon. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penipuan pembaca dan membantu mereka untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tiga kasus di atas melalui Teori Crowe’s Pentagon. Dalam mengkorelasikan elemen-elemen penipuan berdasarkan Teori Crowe’s Pentagon, penulis menggunakan Metode Ilustratif guna menggambarkan bagaimana dan mengapa penipuan terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan dibalik terjadinya tiga kasus di atas umumnya berasal dari Tekanan, Kesempatan, Rasionalisasi, Arogansi, dan Kompetensi, walaupun pada prakteknya, kondisinya berbeda karena negara asal perusahaan yang berbeda.Fraud awareness is strongly needed both by the businesses and citizens in order to understand the economic condition of the country. The writer chose to correlate Enron, Satyam, and Toshiba fraud cases to Crowe’s Pentagon Theory. This research aims to increase the readers’ fraud awareness and help them to have better understanding about those three fraud cases through Crowe’s Pentagon Theory. In correlating the elements of fraud of Crowe’s Pentagon Theory to the three fraud cases, the author used Illustrative Method to describe how and why the frauds happened. The results of this research showed that the reasons behind the occurrence of three fraud cases mentioned above are generally come from Pressure, Opportunity, Rationalization, Arrogance, and Competence, even though in practical, the conditions are different due to different of company’s country origin.