Artikelilmiahs

Menampilkan 24.121-24.140 dari 50.303 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2412127213D1A015020PENGARUH PENAMBAHAN AIR, TEPUNG, DAN SANTAN PADA SUSU SAPI PERAH TERHADAP PERSENTASE PROTEIN DAN KASEINPengaruh penambahan air, tepung, dan santan pada susu sapi perah terhadap persentase protein dan kasein. Materi yang digunakan yaitu susu sapi perah segar sebanyak 1.970. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan. P0: susu sapi perah tanpa perlakuan, P1: susu sapi perah + air 10 %, P2: susu sapi perah + tepung tapioka 10 %, dan P3: susu sapi perah + santan 10 %. Variabel yaitu persentase protein dan kasein. Hasil analisis variansi menunjukan seluruh perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap persentase protein dan kasein. Hasil BNJ bahwa perlakuan P2 menghasilkan persentase protein yang lebih tinggi ( 4,492 % ) dibandingkan dengan P0 ( 3,362 % ), P1 ( 2,663 % ), dan P3 ( 2,677 % ). Hasil BNJ menunjukan persentase kasein pada P0 lebih tinggi ( 3,713 % ) dari pada P1 ( 2,380 % ), P2 ( 2,688 % ), dan P3 ( 2,722 % ). Kesimpulan penambahan pada susu sapi perah dengan air, tepung, dan santan sebanyak 10 % menghasilkan persentase protein dan kasein susu yang berbeda, dengan hasil tertinggi pada persentase protein susu dengan penambahan tepung ( 4,492 % ), sedangkan pada persentase kasein susu dengan hasil tertinggi susu tanpa bahan tambahan ( 3,713 %).Effect of addition of water, flour, and coconut milk in dairy milk to the percentage of Protein and casein. The material used is fresh dairy cows 1,970 ml. Research using experimental and The complete random draft study with 4 treatments and 6 repetitions. Treatment is P0: milk dairy without treatment, P1: dairy cow milk + water 10%, P2: milk Dairy + tapioca flour 10%, and P3: milk dairy cow + 10% coconut milk. Variables are protein percentage and casein percentages. The result of variance analysis shows that the treatment of the whole effect is very noticeable to the percentage of protein and the percentage of casein. BNJ results honest that the treatment of P2 resulted in a higher protein percentage (4.492%) compared with P0 (3.362%), P1 (2.663%), and P3 (2.677%). BNJ results Honestly show that the percentage of casein at P0 is higher (3.713%) than at P1 (2.380%), p2 (2.688%), and P3 (2.722%). Conclusion of the addition of dairy cow milk with water, flour, and coconut milk as much as 10% produce a different percentage of milk proteins and casein, with the highest yield on percentage milk proteins with the addition of flour (4.492%), while on the percentage of casein milk with The highest yield of milk without additives (3.713%).
2412227214F1B015016PERAN DINAS TENAGA KERJA KOPERASI DAN UKM KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PEKERJA MIGRAN INDONESIA Penelitian ini berjudul Peran Dinas, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM di Kabupaten Banyumas dalam Meningkatkan Pekerja Migran Indonesia yang dilatarbelakangi oleh banyaknya jumlah calon tenaga kerja yang belum memiliki pekerjaan dan jumlah pekerjaan yang masih tersedia tidak dapat terserap dengan baik. Hal ini berdampak pada jumlah pengangguran di Kabupaten Banyumas yang cukup tinggi, tingginya jumlah pengangguran di Kabupaten Banyumas juga disediakan oleh keahlian dan pemahaman calon tenaga kerja yang masih belum cukup baik dalam mencari suatu pekerjaan.
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peran dilihat dari aspek entrepreneur, koordinasi, fasilitas, serta stimulasi Dinnakerkop dan UKM di Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan pekerja migran Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dan teknik pemilihan informannya adalah purposive sampling dan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik tringulasi sumber. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik tringulasi sumber. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukan jika peran Dinnakerkop dan UKM di Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan pekerja migran Indonesia dapat dilihat dalam peran entrepreneur, koordinasi, fasilitas, serta sosialisasi, secara keseluruhan sudah cukup baik. Dalam segi inovasi, Dinnakerkop dan UKM di Kabupaten Banyumas sudah membuat inovasi dalam memberi pembekalan calon tenaga kerja melalui papan informasi pasar kerja, namun dalam pembekalan calon tenaga kerja melalui papan informasi yang ada belum optimal karena belum cukup banyak informasi yang terdapat di dalamnya. Koordinasi yang dilakukan dengan cukup baik dengan melibatkan pihak seperti perusahaan yang ada di di luar negeri maupun kepada PT Bukit Mayak Asri. Temuan penelitian lainnya yaitu adanya papan informasi dan juga perjanjian yang diberikan kepada calon tenaga kerja dan PT Bukit Mayak Asri dalam mencari dan menempatkan tenaga kerja. Dalam sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat desa khususnya calon tenaga kerja juga sudah berjalan cukup baik, hanya dalam memberi sosialisasi tersebut terdapat kendala anggaran yang harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan yang akan dilakukan.
This research is entitled The Role of Manpower, Cooperative, and Small Business Department of Banyumas Regency in Improving Indonesia’s Migrant Workers’ Competitiveness. This title is motivated by the number of prospective workers who do not have a job and the numbers of jobs that are still not available are well absorbed. This has an impact on the number received in Banyumas Regency which is quite high, the high number of coverage in Banyumas Regency is also provided by the expertise and understanding of prospective workers who are inadequate in finding work.
The purpose of this research is to examine the role seen from the aspects of entrepreneurship, coordination, facilities, and stimulation of the Manpower, Cooperative, and Small Business Department of Banyumas Regency in improving Indonesia’s migrant workers. The research method used is descriptive qualitative, and the selection technique for informants is purposive sampling and accidental sampling. Data collection is done by in-depth interviews, gathering and organizing. To ensure the validity of the data used source triangulation techniques. To ensure the validity of the data used source triangulation techniques. The data analysis method used is an interactive analysis model.
The results of this research indicate the role of the Manpower, Cooperative, and Small Business Department of Banyumas Regency in improving Indonesia’s migrant workers can be seen in the role of entrepreneurship, coordination, facilities, and outreach, as a whole is good enough. In terms of innovation, Manpower, Cooperative, and Small Business Department of Banyumas Regency have made innovations in providing briefing of prospective workers through the labor market information board, but in supplying prospective workers through the information boards in Manpower, Cooperative, and Small Business Department of Banyumas Regency it is not optimal yet there is not enough information available there. Coordination is done well by involving parties such as companies that are abroad and for PT Bukit Mayak Asri. Other research findings are an information board and also an agreement given to prospective workers and PT Bukit Mayak Asri to find and place workers. In the socialization given to the village community specifically that has been done quite well, only in providing socialization provided a budget that must be adjusted to the form of activities to be carried out.
2412328608C1G015022The Factors Affecting Vannamei Shrimp Production In Grabag Sub-District Purworejo RegencyKecamatan Grabag Kabupaten Purworejo memiliki potensi dalam sumber daya perikanan, terutama dalam budidaya tambak udang Vannamei. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi udang Vannamei dan menganalisis efisiensi produksi udang Vannamei di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus. Data dianalisis dengan metode Cobb-Douglas dan efisiensi yang terdiri dari efisiensi teknis, efisiensi harga, dan efisiensi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi seperti pakan dan jumlah benih berpengaruh positif dan secara statistik berpengaruh signifikan, kemudian luas lahan, bahan bakar, dan pengalaman usahatani berpengaruh positif tetapi secara statistik tidak berpengaruh signifikan, sedangkan tenaga kerja berpengaruh negatif dan secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi udang Vannamei di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Dalam hal efisiensi teknis, efisiensi harga, dan efisiensi ekonomi hasilnya tidak efisien, lalu hasil dari Return to Scale adalah Decreasing Return to Scale.Grabag Sub-District Purworejo Regency has potential in fisheries resources, especially in the cultivation of Vannamei shrimp embankments. This research purpose to analyze the factors that affecting Vannamei shrimp production and analyze the efficiency of Vannamei shrimp production in Grabag Sub-District, Purworejo Regency. The sampling method used is the census method. Data were analyzed by the Cobb-Douglas method and efficiency consisting of technical efficiency, price efficiency, and economic efficiency. The results showed that production factors such as feed and amount of seeds had a positive and statistically significant effect, then land area, fuel, and farming experience had a positive effect but statistically had no significant effect, while labor had a negative effect and statistically had no significant effect on Vannamei shrimp production in Grabag Sub-District Purworejo Regency. In terms of technical efficiency, price efficiency, and economic efficiency the result is inefficient, then the result of the return to scale is decreasing return to scale.
2412427164D1A015151PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP JUMLAH TUNAS DAN TINGGI TANAMAN RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) DEFOLIASI KEENAMROBBY AFIF. Penelitian berjudul “Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang dan NPK Terhadap Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) Defoliasi Keenam” telah dilaksanakan mulai tanggal 06 Agustus sampai 20 September 2019 di Experimental Farm dan Laboratorium Agrostologi, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian kombinasi level pupuk kandang dan NPK yang optimum ditinjau dari jumlah tunas dan tinggi tanaman rumput gajah mini. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tanaman rumput gajah mini setelah defoliasi kelima yang awalnya ditanam pada total lahan seluas 278 m2 dengan luas setiap petak atau unit adalah 5 m2 serta jarak tanam 0,75 m x 0,35 m sehingga tersedia 720 rumpun rumput gajah mini, 270 kg pupuk kandang, dan 2,5 kg pupuk NPK. Metode yang digunakan adalah eksperimen pola faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah pupuk kandang yang terdiri dari O0 : pupuk kandang 0 kg/5m2, O1: pupuk kandang 7,5 kg/5m2, O2: pupuk kandang 15 kg/5m2 dan faktor kedua adalah pupuk NPK (A) yang terdiri dari A0 : pupuk NPK 0 kg/5m2, A1 : pupuk NPK 0,0375 kg/5m2, A2 : pupuk NPK 0,075 kg/5m2 dan A3 : pupuk NPK 0,1125 kg/5m2. Peubah yang diukur adalah jumlah tunas dan tinggi tanaman rumput gajah mini defoliasi keenam. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa interaksi antara kombinasi pupuk kandang dan NPK berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Pemberian pupuk kandang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah tunas dan pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah tunas rumput gajah mini, sedangkan pemberian pupuk kandang terhadap tinggi tanaman berpengaruh tidak nyata (P>0,05) namun pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman. Pengaruh tunggal pupuk kandang dan NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah tunas secara signifikan, namun untuk pengaruh pupuk kandang terhadap tinggi tanaman tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Perlakuan interaksi pupuk kandang dan NPK memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap jumlah tunas dan tinggi tanaman rumput gajah mini.
ROBBY AFIF. The study entitled "Effect of Combination of Manure and NPK on Number of Shoots and Height of Mini Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) Sixth Defoliation" has been carried out from August06th to September20th, 2019 at the Experimental Farm and Agrostology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry University Jenderal Soedirman, Purwokerto. The purpose of this study was to examinethe effect of providing optimum levels of combination of manure and NPK in terms of number of shoots and height of mini elephant grass plants. The material used in this research is a mini elephant grass plant after the fifth defoliation which was originally planted on a total land area of 278 m2 with the area of each plot or unit is 5 m2 and a spacing of 0.75 m x 0.35 m so that there are 720 clumps of elephant grass mini, 270 kg of manure, and 2.5 kg of NPK fertilizer. The method used is factorial pattern experiments with randomized group design. The first factor is manure consisting of O0: 0 kg / 5m2 manure, O1: 7.5 kg / 5m2 manure, O2: 15 kg / 5m2 manure and the second factor is NPK fertilizer (A) consisting of A0: NPK fertilizer 0 kg / 5m2, A1: NPK fertilizer 0.0375 kg / 5m2, A2: NPK fertilizer 0.075 kg / 5m2 and A3: NPK fertilizer 0.1125 kg / 5m2. The variables measured were the number of shoots and height of the sixth mini defoliation elephant grass. The results of the analysis of variance showed that the interaction between the combination of manure and NPK had no significant effect (P> 0.05). The application of manure had a very significant effect (P<0.01) on the number of shoots and the administration of NPK fertilizer had a significant effect (P <0.05), while the administration of manure on plant height had no significant effect (P>0,05) but NPK fertilizer application had a significant effect (P <0.05) on plant height. The single effect of manure and NPK can significantly increase plant height and number of shoots, but the effect of manure on plant height does not have a significant effect. The interaction treatment of manure and NPK gives no significant effect on the number of shoots and height of mini elephant grass plants.
2412527216C1B015090PENGARUH ONLINE BRAND COMMUNITY, PRODUCT QUALITY, DAN HARGA TERHADAP BRAND LOYALTY
(Studi pada pengguna smartphone Xiaomi yang terdaftar sebagai member Mi Community di Purwokerto)
Penelitian ini merupakan studi empiris dengan judul “Pengaruh Online Brand Community, Product Quality, dan Harga terhadap Brand Loyalty Studi pada pengguna Smartphone Xiaomi yang Terdaftar sebagai Member Mi Community di Kota Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel online brand community, product quality dan harga terhadap variabel brand loyalty. Populasi dalam penelitian ini adalah responden yang berusia minimal 17 tahun, telah menggunakan smartphone merek Xiaomi minimal selama 1 tahun, telah terdaftar sebagai member Mi Community minimal selama satu tahun. Sampel penelitian ini sebanyak 96 responden diambil menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) online brand community berpengaruh positif terhadap brand loyalty, (2) product quality berpengaruh positif terhadap brand loyalty, dan (3) harga berpengaruh positif terhadap brand loyalty.This research is an empirical study with the title “The Effect of Online Brand Community, Product Quality, and Price on Brand Loyalty Study in User of Smartphone Xiaomi that Registered as Member of Mi Community Purwokerto” this study aims to analyze the variables of online brand community, product quality, and price on the variable brand loyalty. The population who were invited as respondents in this study were invited minimum ages 17 years old, had used smartphone Xiaomi minimum one year, had registered as member Mi Community minimum one year. The sample of this study was 96 respondents who were taken using the purposive sampling method. Data were analysed using multiple regression analysis. The result showed that: (1) online brand community has a positive effect on brand loyalty, (2) product quality has a positive effect on brand loyalty, and (3) price has a positive effect on brand loyalty.
2412627218A1A015082ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR CRUDE PALM OIL INDONESIA KE BEBERAPA NEGARA TUJUAN EKSPORIndonesia merupakan produsen dan eksportir terbesar crude palm oil di dunia. Pasar ekspor crude palm oil Indonesia sendiri telah menjangkau kelima benua, negara terbesar sebagai importir CPO Indonesia dari lima benua yaitu India, Belanda, Amerika Serikat, Mesir dan Australia. Volume ekspor kemasing-masing negara bersifat fluktuatif yang diduga dipengaruhi faktor eksternal meliputi harga minyak kelapa sawit dunia, volume ekspor negara pesaing ke negara tujuan, pendapatan nasional, dan kurs rupiah, serta faktor internal meliputi produksi minyak kelapa sawit Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui perkembangan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke India, Belanda, Amerika Serikat, Mesir dan Australia dan 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor Indonesia ke India, Belanda, Amerika Serikat, Mesir dan Australia. Metode analisis yang digunakan adalah explonatory research dengan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda metode Ordinary Least Square dengan data time series tahun 1989-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan ekspor ke India, Belanda, Amerika Serikat dan Mesir pada tahun 1989-2018 memberikan perkembangan yang positif, hanya Australia yang memberikan perkembangan ekspor negatif disebabkan karena produk CPO Indonesia belum mampu bersaing dengan produk CPO Malaysia di Australia. Faktor produksi CPO Indonesia menjadi faktor yang berpengaruh di empat negara yaitu India, Belanda, Amerika Serikat, dan Mesir. Ekspor CPO Malaysia masih menjadi hambatan yang berpengaruh negatif di negara Belanda, Amerika Serikat dan Mesir. Faktor pendapatan nasional berpengaruh di India dan Mesir. Faktor nilai tukar rupiah hanya berpengaruh di Amerika Serikat dan Australia. Faktor Harga CPO menjadi satu-satunya faktor yang tidak berpengaruh di semua negara dalam penelitian. Indonesia is the largest producer and exporter of Crude Palm Oil in the world. Indonesia’s Crude Palm Oil export market has reached five continents, the largest country as Indonesia’s CPO importer from the five continents namely India, Netherlands, United State, Egypt and Australia. Export volume to each country can be affected by external factors those are Palm Oil price, export volume competito to destination country, national income destination coutry, and exchange rate. Internal factors that is Indonesia’s crude palm oil production. This research was aimed to: 1) find out Indonesia's palm oil exports growt to India, Netherland, United State, Egypt dan Australia, and 2) analyze factors affecting Indonesia’s CPO exported to India, Belanda, India, Netherland, United State, Egypt dan Australia. Research methode used explanatory research with quantitative approach. This research used multiple linier regression analyze with method of Ordinary Least Square with time series data in 1989 – 2018. The results of this research showed that export growth to India, Netherlands, United State, and Egypt in 1989 – 2018 give a positive growth, just Australia who always give a negative growth it happen because Indonesia’s CPO product not able to compete with Malaysia’s CPO product in Australia. Indonesia’s CPO production be the most affecting factor in four country which is India, Netherlands, United State, and Egypt. Malaysia’s CPO export still an obstacle in Netherlands, United State, and Egypt because gives a negative effect. National income take effect in India and Egypt. Exchange rate only take effect in United State and Australia. CPO Price be the only one factors which has no effect in all countries in this research.
2412727222H1D014034PERBANDINGAN PENENTUAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANGKA EKUIVALEN KECELAKAAN (AEK) DAN TEKNIK KONFLIK LALU LINTAS DI KABUPATEN PURBALINGGA Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh Pemerintah Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2013 hingga tahun 2017 angka kecelakaan cenderung mengalami peningkatan dari 100.106 menjadi 103.228 kecelakaan. Salah satu upaya untuk mengurangi angka kecelakaan yaitu dengan menentukan dan memberi penanganan terhadap lokasi rawan kecelakaan, namun untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan perlu adanya korban baik harta maupun jiwa. Oleh sebab itu perlu adanya pendekatan lain untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan, salah satunya dengan pendekatan Teknik Konflik Lalu Lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan dengan pendekatan Teknik Konflik Lalu Lintas. Sehingga, lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dapat diprediksi sebelum insiden kecelakaan terjadi dengan pembobotan Teknik Konflik Lalu Lintas. Penelitian ini dilakukan pada sepuluh ruas jalan di Kabupaten Purbalingga. sampel ruas jalan diperoleh berdasarkan lokasi rawan kecelakaan hasil pembobotan Metode Angka Ekuivalen Kecelakaan pada tahun 2016, 2017 dan 2018. Pembobotan Teknik Konflik Lalu Lintas dilakukan menggunakan Time to-Accident dengan menggunakan grafik tingkat keparahan konflik yang kemudian dibobot dengan interval 1 sampai 9. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Teknik Konflik Lalu Lintas dapat menggambarkan lokasi rawan kecelakaan berdasarkan metode Angka Ekuivalen Kecelakaan namun Teknik Konflik Lalu Lintas masih memiliki beberapa pertimbangan yang tidak dilakukan seperti pengaruh geometrik jalan dan fungsi tata lahan.Traffic accident is one of the serious problems faced by the Indonesian Government. Based on the statistic data taken from Central Statistic Agency (BPS) from 2013 to 2017, the accident rate has increased from 100.106 to 103.228. An effort to reduce the number of accidents is by doing an identification and handling of a blackspot location. In defining the blackspot location is firstly needed the accident victim. In this regards, other approaches that unconsidered accident victim is needed to determine the blackspot location. One of those approaches is traffic conflict technique. Thus, this research aims to determine the blackspot location considering the traffic conflict technique. Here, blackspot location can be predicted before the occurring incidence of traffic accident. It is done by weighting process in traffic conflict technique. This research was conducted on ten roads in Purbalingga Regency. The road samples were obtained from blackspot location that are resulted from weighting of Equivalent Accident Number method from traffic accident data in 2016, 2017, and 2018. On other hand the weighting of traffic conflict technique uses Time to-Accident based on the graph of severity level of conflict which is weighted by interval 1 to 9. Resulting from this research traffic conflict technique was able to describe the blackspot location regarding the equivalent accident number. however the traffic conflict technique still has some insufficience consideration such as geometric road and land use
2412827224F1A015054PEMAKNAAN TENTANG FOTO BERSAMA KELOMPOK PERTEMANAN
DALAM STUDIO FOTO DI PURWOKERTO
Tren studio foto sudah menyebar di kalangan anak muda hingga orang tua. Dengan dukungan media sosial yang canggih pada era teknologi seperti sekarang ini, banyak fitur untuk mengunggah foto. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang mengikuti zaman atau kekinian. Studio foto dapat meenguntungkan masyarakat karena kemudahan dalam prosesnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan terhadap kegiatan foto bersama kelompok pertemanan di studio foto.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling yang subjek penelitiannya adalah kelompok pertemanan alumni SMA, pertemanan SMA, pertemanan selama kuliah (angkatan 2013) Fakultas Hukum Unsoed, pertemanan Kantor dan pertemanan selama kuliah (angkatan 2014) Fisip Unsoed. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beragam pemaknaan kelompok pertemanan terhadap kegiatan foto bersama di studio foto. Berdasarkan analisis terhadap data penelitian pemaknaan terhadap foto bersama dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu, berdasarkan durasi pertemanan, kenangan dan publikasi. Bukan hanya dalam memaknai foto bersama saja yang memunculkan perbedaan pemaknaan, melainkan dari kegiatan foto bersama tersebut juga menciptakan pemaknaan terhadap ekspresi dan pose. Ekspresi dan pose merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena menonjolkan makna yang disampaikan secara tersirat melalui foto. Pemaknaan ekspresi dan pose dikelompokan menjadi tiga kategori. Ketiga tersebut adalah berdasarkan properti yang digunakan, berdasarkan dresscode dan berdasarkan penggambaran selama berteman. Studio foto bukan hanya sekedar untuk tempat mengambil gambar melainkan merupakan media untuk mempererat pertemanan.
Kata kunci : pertemanan, makna foto, studio foto
The trend of photo studios has spread among young people to the elderly. With the support of sophisticated social media in the current technological era, there are many features for uploading photos. This shows that they are people who follow the times or present. Photo studios can benefit the community because of the ease in the process. The purpose of this study was to determine the meaning of photo activities with friend groups in a photo studio.
The study was conducted using descriptive qualitative research methods. The technique of determining informants uses purposive sampling where the subject of research is the group of high school alumni friendship, high school friendship, friendship during college (class of 2013) Unsoed Law Faculty, Office friendship and friendship during college (class of 2014) Fisip Unsoed. Data collection techniques used in this study were interviews, documentation and observation.
The results of this study indicate that there are various meanings of friendship groups for group photo activities in a photo studio. Based on the analysis of the research data meaning of the joint photo can be categorized into three namely, based on the duration of friendship, memories and publications. It is not only in the meaning of a group photo that gives rise to a difference in meaning, but from the group photo activity also creates meaning for expressions and poses. Expressions and poses are inseparable because they emphasize the meaning conveyed implicitly through photographs. The meaning of expressions and poses are grouped into three categories. All three are based on the property used, based on the dresscode and based on portrayals during friends. Photo studio is not just a place to take pictures but is a medium to strengthen friendships.
Keywords: friendship, meaning of photos, photo studio
2412927217E1A115051TINJAUAN YURIDIS NORMATIF TANGGUNG JAWAB HUKUM BIDAN DALAM PENANGANAN PERSALINANPenelitian ini membahas mengenai tanggung jawab hukum bidan dalam penanganan persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan tanggung jawab hukum bidan dalam penanganan persalinan dan bentuk-bentuk tanggung jawab hukum bidan dalam penanganan persalinan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statue Approach) dan pendekatan analitis (Analytical Approach) dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pengaturan tanggung jawab hukum bidan dalam penanganan persalinan tidak menunjukkan taraf sinkronisasi. Hal tersebut dibuktikan dengan pengaturan tanggung jawab hukum bidan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan tidak didasarkan pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yakni Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan sebagai peraturan dengan derajat undang-undang tidak memiliki pengaturan tanggung jawab hukum perdata dan pidana. Bentuk tanggung jawab hukum bidan dalam penanganan persalinan dapat dijelaskan dalam tiga hal yaitu meliputi : tanggung jawab mengganti kerugian yang merupakan tanggung jawab hukum perdata, tanggung jawab menjalankan sanksi pidana, tanggung jawab melaksanakan putusan sanksi administratif merupakan tanggung jawab administratif.
This research investigates of legal responsibilities of midwives in the handling of childbirth. This research aims to comprehend the synchronization of legal responsibilities of midwives in the handling of childbirth and the forms of legal responsibilities of midwives in the handling of childbirth in the structure of Indonesian law regulations.
This research uses a normative-juridical method. The approach method used is the Statue Approach and Analytical Approach in the specifications of research on inventory regulations, legal synchronization, and discovery of laws in concreto.
Based on the results of the research, it was obtained that the regulation of legal responsibilities of midwives in the handling of childbirth didn’t show a synchronization. That things evidenced by the regulation of legal responsibilities of midwives in the handling of childbirth in Act Number 4 of 2019 concerning Midwifery not based on Act Number 36 of 2014 concerning Health Workers and Act Number 36 of 2009 concerning Health, namely Act Number 4 of 2019 concerning Midwifery as regulation with degrees of law don’t have regulation of responsibilities of criminal law and civil law. The form of legal responsibilities of midwives in the handling of childbirth can be explained in three ways, namely: the responsibility for compensation which is a civil law responsibility, the responsibility for carrying out criminal sanctions, the responsibility for carrying out administrative sanctions is administrative.
2413027220D1A015231KADAR AIR DAN ALKOHOL KEFIR SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN SARI KEDELAI (Glycine max (L.) Merril.) PADA LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDATujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh lama penyimpanan optimal dari kefir susu kambing dengan penambahan sari kedelai (Glycine max (L.) Merril.) terhadap kadar air dan alkohol. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 3,75 liter susu kambing yang berasal dari Nani Farm, 150 gram biji kefir dan 500 gram kedelai. Perlakuan terdiri dari campuran 75% susu kambing dan 25% sari kedelai diberi perlakuan lama penyimpanan P0 dalam penyimpanan refrigerator 0 hari sebagai kontrol, P1 dalam penyimpanan refrigerator 2 hari, P2 dalam penyimpanan refrigerator 4 hari, P3 dalam penyimpanan refrigerator 6 hari dan P4 dalam penyimpanan refrigerator 8 hari dengan masing – masing perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 4 kali. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar air dan kadar alkohol. Rancangan Penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan Uji Lanjut menggunakan Uji Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan rata–rata kadar air selama penyimpanan sebesar 87,26±1,33% dan rata rata kadar alkohol selama penyimpanan sebesar 0,633±0,029%. Uji Lanjut Orthogonal Polynomial pada kefir susu kambing dengan penambahan sari kedelai menunjukkan lama penyimpanan sampai hari ke delapan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air sebesar 30,48% dan kadar alkohol sebesar 58,02%. Lama penyimpanan dalam refrigerator dari hari ke-0 sampai ke-8 pada kefir susu kambing dengan penambahan sari kedelai (Glycine max (L.) Merril.) sebanyak 25% menurunkan kadar air dan meningkatkan kadar alkohol dan penyimpanan yang optimal yaitu sampai hari ke-8.The purpose of this research was to examine the optimal storage time of goat milk kefir with the addition of soybean juice (Glycine max (L.) Merril.) to water content and alcohol content. The material used in this research was 3,75 liters of goat’s milk from Nani Farm, 150 grams of kefir grains and 500 grams of soybeans. 75% of goat’s milk and 25% of soybean juice were treated along with storage consisted of P0 in refrigerator storage for 0 days as a control, P1 in refrigerator storage for 2 days, P2 in refrigerator storage for 4 days, P3 in refrigerator storage for 6 days and P4 in refrigerator storage for 8 days with each treatment repeated for 4 times. The variables measured in this research sre content of water and alcohol. The result of the research showed that average of water content was 87,26±1,33% and average of alcohol content was 0,633±0,029%. Orthogonal Polynomial test of goat kefir with addition of soybean juice showed that the storage time until the eight day has significant effect (P<0,05) between the treatment of water content was 30,48% and alcohol content was 58,02%. Length storage in refrigerator from 0 day to 8 days in goat milk kefir with addition of 25% of soybean juice was decrease water content and increase alcohol content and was optimum at 8 days.
2413127298H1B015002Analisis Kinerja Operasional Kereta Api JoglosemarkertoKereta Api Joglosemarkerto dioperasikan pada tanggal 1 Desember 2018. KA ini merupakan gabungan loop KA Kamandaka (Purwokerto-Semarang Tawang PP) dan KA Joglokerto (Solo Balapan-Purwokerto PP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas waktu KA Joglosemarkerto. Ada 4 analisis yang dilakukan yaitu waktu tempuh, waktu henti, waktu tunda, dan kapasitas lintas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan acuan pada PM 48 tahun 2015. Hasil dari penelitian ini adalah waktu tempuh terbesar ada di KA 7079-7082 rute Solo Balapan-Solo Balapan sebesar 11 jam 29 menit 48 detik, sedangkan keterlambatan terbesar ada di KA 7081-7080 rute Semarang Tawang-Solo Balapan sebesar 14 menit 36 detik pada bulan Juni 2019. Waktu henti memiliki selisih waktu terlama di KA 7083-7086 rute Solo Balapan-Purwokerto sebesar 25 detik pada bulan April 2019. Untuk waktu tunda terbesar yaitu 37 menit 48 detik yaitu pada KA 7079-7082 rute Solo Balapan-Solo Balapan di bulan Juni 2019. Hasil ketiganya menunjukkan semua rute perjalanan masih belum mencapai batas waktu keterlambatan. Efektivitas waktu diwakili oleh jalur Semarang Tawang sampai dengan Solo Balapan yang tadinya harus menempuh 9 jam 56 menit dengan KA Kamandaka dan KA Joglokerto sekarang setelah adanya KA Joglosemarkerto menjadi 8 jam 35 menit. KA Joglosemarkerto mampu mengurangi waktu tempuh sebesar 1 jam 21 menit. Sedangkan pada analisis kapasitas lintas jalur yang dilalui KA Joglosemarkerto menggunakan Gapeka tahun 2017 menunjukkan tingkat efektivitas dibawah 60% untuk jalur ganda di Daop 4, 5, 6, sedangkan untuk jalur tunggal di Daop 5 menunjukkan angka lebih dari 95% yaitu di Purwokerto sampai dengan Kutoarjo.Joglosemarkerto Train has been operated since 1st December 2018. This train is combination track from Kamandaka Train (Purwokerto-Semarang Tawang) and Joglokerto Train (Solo Balapan-Purwokerto). This riset aims to know the effectiveness of Joglosemarkerto Train. There are 4 analyses, travel time, stop time, time delay, and cross capacity. This research uses a quantitative descriptive method. Resulting from the research the longest travel time is KA 7079-7082 Solo Balapan to Solo Balapan for 11 hours 29 minutes 48 seconds, and the shortest is KA 7081-7080 Semarang Tawang to Solo Balapan for 14 minutes 36 seconds at June2019. The longest stoping time is KA 7083-7086 Solo Balapan to Purwokerto for 25 seconds in April 2019. The longest time delay is KA 7079-7082 for 37 minutes and 48 seconds in June2019. All the result show that all routes have not reached the limit of the downtime yet. The effectiveness time is represented by Semarang Tawang to Solo Balapan for 9 hours 56 minutes with KA Kamandaka and KA Joglokerto, and now KA Joglosemarkerto only 8 hours 35 minutes. Joglosemarkerto Train can reduce for 1 hours 21 minutes.Then the cross capacity from the train travel chart 2017 shows that double track effectiveness at Train Operational Area 4,5,6 below 60%, and single track effectiveness at Train Operational Area5 below 95% for Purwokerto to Kutoarjo.
2413227346A1F015033ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK PRODUK ROTI TAWAR PADA GHAZA BAKERY DESA GANDATAPA
KECAMATAN SUMBANG BANYUMAS
Roti tawar sudah banyak diproduksi oleh UKM (Usaha Kecil Menengah) di wilayah Purwokerto, dengan harga yang terjangkau. Ghaza Bakery merupakan contoh produsen roti tawar yang belum menerapkan pengendalian mutu. Pengendalian kualitas statistik merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, mengelola, dan memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-metode statistik. Penelitian ini bertujuan untuk. 1) Mengetahui apakah rata-rata berat awal, berat akhir dan volume pengembangan berada pada batas kendali X-chart. 2) Mengetahui apakah rata-rata dari simpangan baku berat awal, berat akhir dan volume pengembangan berada pada batas kendali S-chart. 3) Mengetahui apakah proporsi subtotal ketidaksesuaian (warna, bentuk dan kenampakan) berada dalam batas kendali P-chart. 4) Mengetahui jenis kerusakan tertinggi dengan menggunakan diagram Pareto. 5) Menyusun diagram sebab-akibat untuk mengetahui faktor – faktor yang berpeluang menjadi penyebab kerusakan pada produk roti tawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat awal, berat akhir dan volume pengembangan roti tawar menunjukkan proses dalam kondisi tidak terkendali yang disebabkan karena berbagai penyebab khusus, pada diagram kendali p ketidaksesuaian produk roti tawar di Ghaza Bakery masih terkendali namun masih perlu perbaikan, dan pada diagram pareto diketahui bahwa cacat dominan yang terjadi warna tidak sesuai (44%), pada diagram sebab akibat ketidaksesuaian pada produk roti tawar disebabkan oleh beberapa faktor seperti man (manusia), machine (mesin) dan method (metode).White bread has been produced by SME (Small-medium Enterprises) in the Purwokerto area, at affordable prices. Ghaza Bakery is an example of a manufacturer of white bread that has not applied quality control. Statistical quality control is a problem-solving technique used to monitor, control, analyze, manage, and improve products and processes using statistical methods. This research aims to: 1) Find out if the average initial weight, final weight, and development volume are at the X-chart control limit.2) Find out if the average of the initial raw deviation, the final weight, and the development volume are at the S-chart control limit.3) Find out if the proportion of the subtotal of discrepancies (color, shape, and appearance) is within the P-chart control limit.4) Knowing the highest damage type by using a Pareto diagram. 5) Create a causal diagram to find out the factors that are likely to cause damage to the bread products.The results showed that initial weight, end weight and the volume of the development of breadcrumbs showed the process in uncontrolled condition caused by various special causes, in the control diagram of the non-conformable bread product in Ghaza Bakery is still in control but still need improvement, and on the Pareto diagram known that the dominant defects that occur color is inappropriate (44%), on the diagram of cause of discrepancies in the products of freshwater bread caused by several factors such as man, machine and the method.
2413327400A1A015046KINERJA USAHATANI KEDELAI DI KECAMATAN KEMANGKON, KABUPATEN PURBALINGGAKecamatan Kemangkon merupakan salah satu daerah penghasil kedelai di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui besaran produktivitas dan pendapatan usahatani kedelai, 2) menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap besarnya hasil produksi usahatani kedelai, dan 3) menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani kedelai di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2019 dengan menggunakan metode survey. Sasaran penelitian adalah petani yang mengusahatanikan kedelai pada waktu tanam Februari sampai dengan Maret 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dan diperoleh 50 petani responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis produktivitas, analisis pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb Douglas dan analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas usahatani kedelai di Kecamatan Kemangkon tahun 2018 mencapai 1,426 ton/ha. Rata-rata pendapatan bersih yang diperoleh sebesar Rp2.282.140,-/ha/MT dengan nilai R/C sebesar 1,23 yang artinya setiap Rp1.000.000,- biaya yang dikeluarkan, akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp1.230.000-,. Hasil analisis fungsi produksi Cobb Douglas menunjukkan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi berupa luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi kedelai. Secara parsial faktor-faktor produksi yang berpengaruh positif dan signifikan adalah luas lahan. Analisis efisiensi menunjukan bahwa penggunaan faktor–faktor produksi usahatani kedelai di Kecamatan Kemangkon tidak efisien.Kemangkon District is one of the soybean producing areas in Purbalingga Regency. This study aims to 1) determine the amount of productivity and income of soybean farming, 2) analyze the effect of production factors on the size of soybean farm production, and 3) analyze the efficient use of soybean farming production factors in the District of Kemangkon, Purbalingga Regency. The selection of research locations is chosen intentionally (purposive). The study was conducted in May to June 2019 using survey methods. The target of the research is the farmers who cultivate soybean during planting time from February to March 2018. Sampling was done by simple random sampling method and obtained 30 farmer respondents. Data analysis used is descriptive analysis, productivity analysis, income analysis, Cobb Douglas production function analysis and efficiency analysis. The results showed that the productivity of soybean farming in Kemangkon District in 2018 reached 1.426 tons ha. The average net income obtained is Rp.2,282,140, -ha / MT with an RC value of 1.23, which means that every Rp1,000,000.- costs incurred, will result in a debtor revenue of Rp1,230,000.-. The results of the Cobb Douglas production function analysis show that the use of production factors in the form of land area, seeds, fertilizer, pesticides and labor together have a significant effect on soybean production. Partially the factors of production which have a positive and significant effect are land area. Efficiency analysis shows that the use of soybean farming production factors in Kemangkon District is inefficient.
2413427192C1H015050THE IMPACT OF SUKUK ISSUANCE, LEVERAGE, FIRM SIZE, GROSS DOMESTIC PRODUCT, AND INFLATION RATE ON THE PROFITABILITY PERFORMANCE OF SUKUK ISSUER FIRMS LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX)Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan penerbit Sukuk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penerbitan Sukuk, leverage, ukuran perusahaan, produk domestik bruto, dan tingkat inflasi berpengaruh signifikan terhadap prifitabilitas. Terdapat 21 perusahaan yang digunakan sebagai sampel dari 24 jumlah populasi. Panel data analysis digunakan sebagai alat untuk menganalisa data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan random effect model dari panel data analysis dapat disimpulkan bahwa: 1) Penerbitan Sukuk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai signifikansi 0.0063, 2) Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitablitas dengan nilai signifikansi 0.0077, 3) Ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai signifikansi 0.7191, 4) Produk domestic bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai signifikansi 0.0079, 5) Tingkat inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai signifikansi 0.0067.This research is conducted to analyze the factors that affecting the profitability of the Sukuk issuer firms listed on Indonesia Stock Exchange (IDX). The research aims to see whether the Sukuk Issuances, leverage, firm size, gross domestic product, and inflation rate have a significant effect on the profitability. 21 firms became the samples of this research from 24 firms as population. The panel data analysis is used as analytical tools to analyze the data. Based on the result of this research, by using the random effect model of panel data analysis it can be concluded that: 1) Sukuk issuance has negative significant effect on profitability with the number of significance at the point of 0.0063, 2) Leverage has negative significant effect on profitability with the number of significance at the point of 0.0077, 3) Firm size has no significant effect on profitability with the number of significance at the point of 0.7191, 4) GDP has positive significant effect on profitability with the number of significance at the point of 0.0079, 5) Inflation rate has positive effect on profitability with the number of significance at the point of 0.0067.
2413527226H1D014058PEMETAAN DAERAH RAWAN TSUNAMI BERDASARKAN POLA KETINGGIAN MUKA AIR DI DAERAH TERDAMPAK PALU DAN DONGGALA 2018
Secara geologis, Indonesia terletak pada 3 (tiga) lempeng yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik membuat Indonesia mempunyai dinamika geologis sangat dinamis yang mengakibatkan potensi bencana gempa dan tsunami. Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi (BNPB No.8 Tahun 2011). Tsunami yang baru terjadi adalah tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada tahun 2018. Kejadian gempa, likuifaksi, dan tsunami di Palu dan Donggala menyebabkan korban jiwa mencapai 2.113 orang, sedangkan korban luka-luka akibat bencana tersebut mencapai 4.612 orang (BNPB,2018). Berbagai riset dilakukan pasca tsunami untuk menginvestigasi dan mengetahui daerah yang terdampak untuk perencanaan pembangunan dan strategi untuk meminimalisir dampak sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan pembangunan jangka panjang kepentingan pembangunan kembali (recontructions). Berdasarkan analisa tersebut, maka perlu dibuat peta terdampak tsunami berdasarkan tsunami yang terjadi pada Palu dan Donggala 2018, salah satunya dengan menggunakan metode hloss. Metode hloss adalah metode pemodelan numerik genangan tsunami sederhana berdasarkan ketinggian gelombang dari garis pantai, kemiringan lereng, dan koefisien kekasaran permukaan yang dibuat oleh Berryman (2006). Oleh karena itu dengan adanya penelitian ini diharapkan bermaanfaat untuk mengetahui zona genangan tsunami Palu dengan skenario variasi ketinggian tsunami berdasarkan kondisi aktual akibat tsunami Palu dan Donggala yang terjadi pada tanggal 28 september 2018, dan juga mengetahui elevasi run-up berupa cross section. Elevasi run up tertinggi berdasarkan hasil pengukuran yang sudah terkoreksi terdapat pada Pantai Tondo dengan ketinggian 11.46 m dan yang terendah terdapat pada Pantai Besusu dengan ketinggian 1.56 m. Jarak maksimum terpaan gelombang terbesar berdasarkan hasil pengukuran yang sudah terkoreksi terdapat pada Pantai Layana dengan jarak 542.21 m dan yang terendah terdapat pada Pantai Lolidondo dengan jarak 68.30 m. Dilihat dari luasannya, pada kelas sangat rendah (0m - 3m) yaitu Pantai Talise dengan luasan 430.200 m2, pada kelas rendah (>3m - 6m) yaitu Pantai Besusu dengan luasan 180.900 m2, pada kelas sedang (>6m - 9m) yaitu Pantai Mamboro dengan luasan 329.400 m2, pada kelas tinggi (>9m - 12m) yaitu Pantai Taipa dengan luasan 333.000 m2, dan pada kelas sangat tinggi (>12m) yaitu Pantai Tondo dengan luasan 223.200 m2.Geologically, Indonesia is located on 3 (three) plates, namely the Eurasian Plate, the Indo-Australian Plate and the Pacific Plate, making Indonesia have very dynamic geological dynamics that have the potential for earthquake and tsunami disasters. A tsunami is a series of giant ocean waves that arise due to a shift in the seabed due to an earthquake (BNPB No.8 of 2011). The most recent tsunamis were the tsunamis in Palu and Donggala, Central Sulawesi in 2018. The earthquake, liquefaction, and tsunamis in Palu and Donggala caused 2,113 fatalities, while the injured as a result of the disaster reached 4,612 people (BNPB, 2018 ). Various researches have been carried out after the tsunami to investigate and find out the areas affected for development planning and strategies to minimize impacts so that they can be used as a reference in making long-term development decisions for reconstruction purposes (recontructions). Based on this analysis, it is necessary to make a tsunami affected map based on tsunamis that occur in Palu and Donggala 2018, one of them using the hloss method. The hloss method is a simple tsunami inundation numerical modeling method based on the wave height of the coastline, slope, and surface roughness coefficient created by Berryman (2006). Therefore, the existence of this research is expected to be useful to know the tsunami inundation zone in Palu with a scenario of tsunami height variation based on the actual conditions due to the Palu and Donggala tsunamis that occurred on September 28, 2018, and also to know the run-up elevation in the form of cross sections. The highest run-up elevation is based on the corrected measurements found at Tondo Beach with an altitude of 11.46 m and the lowest is at Besusu Beach with an altitude of 1.56 m. The highest maximum inundation distance based on the corrected measurements was at Layana Beach with a distance of 542.21 m and the lowest was at Lolidondo Beach with a distance of 68.30 m. Judging from the area, in the very low class (0m - 3m), namely Talise Beach with an area of 430,200 m2, in the low class (> 3m - 6m), namely Besusu Beach with an area of 180,900 m2, in the medium class (> 6m - 9m), namely Mamboro Beach with an area of 329,400 m2, in the high class (> 9m - 12m), namely Taipa Beach with an area of 333,000 m2, and in very high class (> 12m), namely Tondo Beach with an area of 223,200 m2.
2413627221F1C014098DEDIKASI DAN LOYALITAS PADEPOKAN RCB MANDIRI DALAM UPAYA PELESTARIAN SENI TANGKAS DOMBA GARUTPenelitian ini membahas tentang dedikasi dan loyalitas Padepokan RCB Mandiri Rancabango dalam upaya pelestarian Seni Tangkas Domba Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna apa saja yang mengandung dalam Seni Tangkas Domba Garut, mengetahui upaya apa saja yang dilakukan Padepokan RCB Mandiri dalam pengupayaan pelestarian dan mengetahui bagaimana membangun rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap Seni Tangkas Domba Garut. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Dalam penelitian ini pun menggunakan teori cultural studies guna untuk mengetahui makna, identitas dan representasi. Penentuan informan dalam penelitian ini dengan purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Validitas data yang digunakan menggunakan triangulasi sumber
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Padepokan RCB Mandiri Rancabango memiliki 3 (tiga) makna Seni Tangkas Domba Garut yaitu segi ekonomi, segi tradisi dan segi reputasi. Identitas cultural pada Seni Tangkas Domba Garut merupakan keturunan yang menjadi suatu kebanggaan setiap padepokan. Hasil selanjutnya Padepokan RCB Mandiri melalukan kerjasama dengan Dinas Peternak Kabupaten Garut dan Padepokan lainnya untuk melakukan kegiatan posyandu domba, yang guna untuk menjaga kesehatan dan kebugaran kualitas domba yang ada di Kabupaten Garut. selain itu hasil dari penelitian ini mendeskripsikan peran Padepokan RCB Mandiri Rancabango sebagai promotor atau penggerak dalam pengembangan dan pengupayaan pelestarian Seni Tangkas Domba Garut di sekitar padepokan. Padepokan RCB Mandiri Rancabango tersebut memadukan antara makna, upaya dan peran dijadikan satu guna untuk mempertahankan kesenian asli Kabupaten Garut.
Kata kunci : cultural studies, komunikasi tradisional, Seni Tangkas Domba Garut.
This research discusses about RCB Mandiri rancabango community rancabango dedication and loyalty to the preservation of art agile sheep garut. The purpose of this study is to find meaning whatever contained in the art of fielding sheep garut, just know all efforts by independent community in an effort to the preservation and know how to build a sense of love and pride for the art of fielding sheep garut. This research in a qualitative approach Phenomenology. The research is using the theory of cultural studies to to know the meaning, identity and representation. The determination of informants in the research by purposive Sampling. Data collection committed using in-depth interviews, observation and documentation the validity of the data used use of triangulation.
The results of this research revealed that RCB Mandiri community rancabango having 3 ( three ) meaning art agile garut sheep are economic aspect, traditions and reputation in terms. Cultural identity on art agile garut sheep is a pride any offspring which are sired hermitage.The next mandiri community held to the cooperation farmers Garut district and other hermitage to to undertake work, “posyandu” sheep to maintain the health and fitness to the quality sheep that is in kabupaten garut. Moreover the results of research is mandiri community rancabango described the role as a promoter or locomotion in the development and preservation art efforts agile sheep garut around hermitage. RCB Mandiri rancabango community them between meanings, the efforts and the role to art as one to maintain native Garut District.

Keywords: cultural studies, tradisional communication, the art of agile garut sheep.
2413727225F1F015029Analisa Resolusi Konflik Persengketaan Wilayah Sabah antara Filipina-Malaysia tahun 2013-2017Penelitian yang berjudul “Analisa Resolusi Konflik Persengketaan Wilayah Sabah antara Filipina-Malaysia tahun 2013-2017” dengan dianalisis menggunakan teori resolusi konflik. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana resolusi konflik persengketaan wilayah Sabah antara Filipina-Malaysia di tahun 2013-2018. Berdasarkan data-data yang diperoleh, resolusi – resolusi yang sudah dilakukan sebagai upaya penyelesaian konflik persengketaan wilayah Sabah ternyata tidak berhasil di selesaikan hingga mennghasilkan kesepakatan bersama. Hal ini dikarenakan kedua pihak yang berkonflik yaitu Filipina dan Malaysia saling mementingkan kepentingannya sendiri dengan berpegang pada klaim yang dimiliki masing-masing pihak beserta dengan bukti. Filipina dan Malaysia juga tidak ingin menuju kata damai dalam hal persengketaan wilayah ini, sehingga sejak tahun 2013 hingga 2017 ini kedua tetap pada posisi perang dingin. The study entitled Analysis of Conflict Resolution of the Sabah Region Dispute between the Philippines and Malaysia in 2013-2017. was analyzed based on conflict resolution theory. The focus of this study is to analyze how the conflict resolution of the Sabah dispute between the Philippines and Malaysia in 2013-2017. Based on the data obtained, the resolutions that had been made as an effort to resolve the conflict over the Sabah region were apparently unsuccessful until a mutual agreement was reached. This is because the two conflicting parties, namely the Philippines and Malaysia, attach importance to their own interests by holding on to claims owned by each party along with evidence. The Philippines and Malaysia also do not want to go to the word peace in terms of disputes over this region, so that from 2013 to 2017 these two remain in the position of the cold war.
2413827240D1A015096Analisis Kelayakan Investasi Usaha Ayam Broiler pada Berbagai Pola Kemitraan di Kabupaten BanyumasZAKI GUFRON, “Analisis Kelayakan Investasi Usaha Ayam Broiler pada Berbagai Pola Kemitraan di Kabupaten Banyumas”. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 16 September sampai 16 Oktober 2019 di Kabupaten Banyumas. Tujuan Penelitian adalah 1) Mengetahui kelayakan investasi ditinjau dari Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey terhadap peternak plasma (mitra) di Kabupaten Banyumas. Penetapan sampel menggunakan metode multi stage sampling sebanyak 60 responden. Variabel yang diamati yaitu biaya investasi, biaya operasional, dan penerimaan. Hasil penelitian menunjukan rata-rata biaya investasi yang dikeluarkan oleh peternak pola integrator yaitu Rp156.951.700, pola mandiri berafiliasi Rp156.212.856, dan pola mandiri tanpa afiliasi sebesar Rp254.486.333. Biaya operasional yang dikeluarkan rata-rata oleh peternak pola integrator yaitu Rp861.406.540, pola mandiri berafiliasi Rp685.765.425, dan Rp1.359.639.833 pada pola mandiri tanpa afiliasi. Penerimaan yang diperoleh peternak pola integrator rata-rata sebesar Rp925.831.400, pola mandiri berafiliasi Rp731.632.425, dan Rp1.447.677.234 pada pola mandiri tanpa afiliasi. Nilai rata-rata NPV pada pola integrator, mandiri berafiliasi, dan mandiri tanpa afiliasi berturut-turut yaitu Rp97.644.009, Rp70.675.677, dan Rp142.097.320. Nilai IRR rata-rata pada pola integrator yaitu 22,84%, pola mandiri tanpa afiliasi 33,85%, dan 33,93% pada pola mandiri tanpa afiliasi. Tidak terdapat perbedaan yang nyata kelayakan investasi usaha ayam broiler pada berbagai pola kemitraan di Kabupaten Banyumas ditinjau dari segi Net Present Value dan Internal Rate of Return.ZAKI GUFRON, “The Analysis of the Invesment Proporness of Broiler Chicken Business in Different Partnership Pattern in Banyumas Regency”. The study was conducted on September 16th until October 16th 2019 in Banyumas Regency. The objectives of the study are 1) to know the invesment feasibility in terms of Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR) 2) to know the comparison of invesment feasibility in terms of Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR). The study was conducted using a survey method in Banyumas. The research use multi stage sampling method as many as 60 respondents. The variables was observed in the invesment costs, operational costs, and revenues. The results of the research showed the average invesment costs incurred by integrator pattern was 156,951,700 IDR, affiliated independent pattern of 156,212,856 IDR, independent non affiliated pattern of 254,486,333 IDR. Operating costs incurred by an average integrator pattern is 861,406,540 IDR, affiliated independent pattern of 685,765,425 IDR, and 1,359,639,833 IDR in the independent non affiliated pattern. Revenue obtained by integrator pattern is 925,831,400 IDR, affiliated independent pattern 731,632,425 IDR, and 1,447,677,234 IDR in the independent non affiliated pattern. The average value of NPV in the pattern of integrator, affiliated independent pattern, and independent non affiliated pattern are 97,644,009 IDR, 70,675,677 IDR, and 142,097,320 IDR. The average IRR value on the integrator pattern is 22.84%, affiliated independent pattern 33.85%, dan 33.93% in the independent non affiliated pattern. There is not significantly differences in the invesment proporness of broiler chicken farming on different partnership pattern in Banyumas Regency based on Net Present Value and Internal Rate of Return.
2413927227D1A015196ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN PAYBACK PERIOD
USAHA AYAM BROILER PADA POLA KEMITRAAN YANG BERBEDA
DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian bertujuan mengkaji karakteristik peternak plasma (umur, tingkat pendidikan, lama beternak ayam broiler) dan usaha ternak (skala usaha, jumlah periode usaha, umur panen) serta membandingkan Break Even Point (produk dan harga) dan Payback Period usaha ayam broiler pada pola kemitraan integrator, mandiri berafiliasi dan mandiri tanpa afiliasi di Kabupaten Banyumas. Survei dilakukan dilakukan di Kabupaten Banyumas pada tanggal 1 September 2019 – 30 September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden dengan metode quota sampling sebanyak 60 peternak. Analisis data menggunakan deskriptif dan uji anova satu arah. Hasil penelitian menunjukkanumur peternak plasma termuda adalah pola integrator yaitu 40,05 tahun, tingkat pendidikan peternak terendah adalah pola mandiri tanpa afiliasi yaitu SMP, pengalaman beternak tersingkat adalah pola kemitraan integrator yaitu 7,5 tahun, skala usaha terbesar adalah pola mandiri tanpa afiliasi yaitu 6.684 ekor per periode, jumlah periode pada ketiga pola kemitraan sama yaitu 6 periode, umur panen tercepat adalah pola integrator yaitu 37 hari, BEP dan payback period usaha ayam broiler pada ketiga pola kemitraan di Kabupaten Banyumas tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.

Kata kunci: Kemitraan ayam broiler, Break Even Point, Payback Period
The aims of the research to analyze the characteristics of broiler plasma farmers (age, education level, length of broiler farming) and characteristics of farming (farming scale, periods, age of production) and to compare Break Even Point (product and price) and Payback Period of broiler farming partnership integrator, independent affiliated and independent non affiliated in Banyumas Regency. The research used survey method. The survey was carried out in Banyumas Regency on 1 September 2019 - 30 September 2019. Sixty respondents were selected using quota sampling method. The analysis model used descriptive and one-way ANOVA test. The results showed that the integrator has a youngest plasma farmersthan independent affiliated and independent non affiliated (40.05 years).Independent non affiliated has the lowest level of education than integrator andindependent affiliated (junior high school).Integrator has the shortest farming experience than independent affiliated and independent non affiliated (7.5 years). Independent non affiliated has the largest scale of farming than integrator and independent affiliated (6,684 heads per period). There is similarities in number of farming periods(6 periods) and integrator has the fastest age of productionthan independent affiliated and independent non affiliated (37 days).There is not significantly differences in the break even point and payback period of broiler farming in the three partnership patterns in Banyumas Regency.

Keywords: Partnership of broiler farming, Break Even Point, Payback Period
2414027228J1C015004Aspek Verba Bentuk -Teiru pada Surat Kabar Asahi Shinbun DigitalPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan verba –teiru dalam artikel Asahi Shinbun Digital. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik simak dan catat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode agih. Sumber data dalam penelitian ini yaitu lima buah artikel yang didapat dari website Asahi Shinbun Digital. Hasil dari penelitian ini adalah dalam lima buah artikel pada website Asahi Shinbun Digital ditemukan 23 data verba bentuk –teiru yang menyatakan aspek. Aspek progresif (sedang berlangsung) ditemukan enam data, aspek resultatif (kondisi hasil) ditemukan tujuh data, kondisi alami ditemukan dua data, aspek perfektif (pengalaman) ditemukan delapan data, sedangkan untuk aspek repetitif (pengulangan) tidak ditemukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam lima buah artikel pada website Asahi Shinbun Digital aspek yang paling banyak muncul yaitu aspek perfektif (pengalaman) dan aspek resultatif (kondisi hasil).This study aims to describe usage of –teiru verbs in the Asahi Shinbun Digital article. This is kind of qualitative research. Data collection technique which used is observing method. The technique used to analyzed in the research is agih method. The data source in this research consist of five articles taken from the website of Asahi Shinbun Digital. The results from this research is, from the five articles in Asahi Shinbun Digital website was found 23 data –teiru verbs that represent aspects. The progressive aspect (on going) was found six datas, the resultative aspect (condition of the result of an activity) was seven datas, the natural condition was two datas, and the perfective aspect (experience) was eight datas, whereas the repetitive aspect (repetition) is not found. The conclusion of this research is in five articles on Asahi Shinbun Digital website, the most show up aspect is perfective aspect and resultative aspect.