Artikel Ilmiah : D1A015135 a.n. FAZA YUFAN ILMIAWAN

Kembali Update Delete

NIMD1A015135
NamamhsFAZA YUFAN ILMIAWAN
Judul ArtikelPENGARUH LEVEL PENGOLESAN CAIRAN ASAM CUKA PADA TELUR ITIK TERHADAP KEREMAHAN KERABANG DAN UMUR TETAS PADA MASA KRITIS PENETASAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian ini adalah mengkaji level optimal pengolesan cairan asam cuka pada telur itik terhadap keremahan kerabang dan umur tetas pada masa kritis penetasan. Materi penelitian yang digunakan yaitu telur tetas itik umur 1-7 hari sebanyak 180 butir telur dengan bobot 65-75 gram, diambil dari induk berumur 16-18 minggu. Metode penelitian yang digunakan ekperimen, dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 10 telur itik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dilanjutkan dengan menggunakan kontras ortogonal. Perlakuan yang diuji yaitu pengolesan cairan asam cuka dengan level P0 (0%) Vs P1 (10%) dan P2 (20%), serta P1 (10%) Vs P2 (20%). Peubah yang diukur adalah keremahan kerabang dan umur tetas. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pengolesan cairan asam cuka berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap keremahan kerabang dan umur tetas. Hasil uji kontras orthogonal menunjukan keremahan kerabang P0 (0,2332 ± 0,0228 MPa), P1 (0,1252 ± 0,0133 Mpa), P2 (0,1440 ± 0,0318 Mpa) dan umur tetas P0 (650,438 ± 9,7135 jam), P1 (622,438 ± 5,5189 jam), P2 (635,503 ± 2,1824 jam). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pengolesan asam cuka 10% pada telur itik mampu meremahkan kerabang dan mempercepat umur tetas.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this study is to assess the optimal level of application of acetic acid liquid on to shellfish weakness duck eggs and hatching age at a critical time of hatching. The research material used is of hatching eggs of ducks aged 1-7 days as many as 180 eggs weighing 65-75 grams, were taken from the parent aged 16-18 weeks. The method used experiment with a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications, each replication consisted of 10 duck eggs. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by orthogonal contrast. The treatments tested were applying vinegar to the level of P0 (0%) Vs P1 (10%) and P2 (20%), and P1 (10%) Vs P2 (20%). The parameters measured were shellfish weakness and hatching age. Results of analysis of variance showed that the application of acetic acid liquid highly significant (P <0.01) of the shellfish weakness and age hatching. The test results showed orthogonal contrasts shellfish weakness P0 (.2332 ± 0.0228 MPa) P1 (.1252 ± 0.0133 MPa) P2 (.1440 ± 0.0318 MPa) and age hatching P0 (650.438 ± 9.7135 hours) P1 (622.438 ± 5.5189 hours) P2 (635.503 ± 2.1824 hours). The conclusion of this study is smearing treatment 10% acetic acid in crumb shell duck eggs capable of hatching and accelerate age.
Kata kunciTelur itik, Asam cuka, Keremahan kerabang, dan Umur penetasan.
Pembimbing 1Dr. Ir. Rosidi, MP.
Pembimbing 2Ir. Sigit Mugiyono, M.S.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2019-11-10 23:24:07.771295
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.