Home
Login.
Artikelilmiahs
26672
Update
SEPTIRA PUTRI
NIM
Judul Artikel
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBANTU ANAK DISLESKIA MENGHADAPI KESULITA INTERAKSI SOSIAL DI SLB C & C1 YAKUT PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Disleksia, yakni kondisi kesulitan belajar khususnya dalam membaca, dapat menyebabkan penyandangnya mengalami kesulitan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran orang tua dan guru dalam membantu anak disleksi menghadapi kesulitan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sasaran penelitian orang tua, guru, dan siswa penyandang disleksia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan, masyarakat termasuk orang tua siswa disleksia dan guru di sekolah umum belum mengetahui tentang disleksia. Minimnya pengetahuan mengenai disleksia ini menyebabkan anak disleksia mudah sekali mendapatkan perspektif negatif dari orang-orang sekitarnya sehingga mereka sering di-bully dan mengalami kesulitan dalam interaksi sosial. Para orang tua siswa disleksia memilih memindahkan sekolah anak-anak mereka ke sekolah khusus (sekolah luar biasa) agar anak mereka mendapatkan pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Di lingkungan rumah, orang tua membantu kesulitan anak dalam berinteraksi dengan cara membawa anaknya berbaur dengan lingkungan sosialnya di sekitar rumah dan selalu menasihati anaknya untuk bersosialisasi dengan baik. Namun adakalanya mereka melarang anak bergaul ketika lingkungan sosial tidak kondusif agar anak terhindar dari perundungan. Sementara guru di sekolah membantu anak-anak disleksia dengan menggunakan metode pembelajaran khusus seperti alat peraga, film atau video dan sebagainya; melatih kepercayaan diri anak agar berani tampil di depan kelas; menggunakan metode permainan agar anak disleksia ini dapat merasa dipercaya oleh teman-temannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dyslexia, which is a condition of difficulty in learning especially in reading, can cause the race to have difficulties of social interaction. The study aims to examine the role of parents and teachers in helping children to be faced with social interaction difficulties. This research uses qualitative research methods with the target of the study of parents, teachers, and students with dyslexia selected using the purposive sampling technique. Data is obtained through interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques using interactive data analysis of Milles and Huberman. The results of this study show, the community includes parents dyslexia students and teachers in public schools have not found out about dyslexia. The lack of knowledge about this dyslexia causes the dyslexia of children to easily get a negative perspective of the surrounding people so they are often bullied and have difficulties in social interactions. Parents of dyslexia students choose to move their children's school to a special school (extraordinary school) so their children get a conducive education for children's growth. In a home environment, parents are helping children's difficulties in interacting with their child to mingle with their social environment around the house and always advise their children to socialize well. But sometimes they prohibit the child from associating when the social environment is not conducive for children to avoid bullying. While teachers in the school are helping dyslexia children using special learning methods such as props, films or videos and so on; Train the child's confidence in order to be bold in front of class; Use the method of the game so that this dyslexia child can feel trusted by his friends.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save