Artikelilmiahs

Menampilkan 23.221-23.240 dari 51.900 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2322126440H1G014047POTENSI KELIMPAHAN PLANKTON DI
EKOSISTEM MANGROVE SEGARA ANAKAN TIMUR, CILACAP
Penelitian ini berjudul Potensi Kelimpahan Plankton di Ekosistem Mangrove Segara Anakan Timur , Cilacap. Ekosistem mangrove di Segara Anakan Timur memiliki kerapatan vegetasi mangrove yang tergolong sedang, namun secara keseluruhan diameter vegetasi di ekosistem mangrove ini termasuk dalam kategori kecil. Di ekosistem perairan hutan mangrove dan estuari tropika, phyto dan zooplankton merupakan komunitas mata rantai pertama dalam jejaring makanan, baik sebagai produsen primer maupun konsumen primer. Penelitian ini dilakukan di 10 stasiun Segara Anakan bagian Timur. Hasil penelitian menujukkan bahwa kelimpahan plankton berada di angka 524 – 6.406 ind/L dan untuk faktor yang paling berpengaruh berdasarkan analisis korelasi adalah salinitas dengan angka 0.975.This study is entitled Potential Plankton Abundance in the Segara Anakan Timur Mangrove Ecosystem, Cilacap. The mangrove ecosystem in Segara Anakan Timur has a moderate density of mangrove vegetation, but overall the vegetation diameter in the mangrove ecosystem is included in the small category. In the aquatic ecosystems of mangrove forests and tropical estuaries, python and zooplankton are the first chain communities in food networks, both as primary producers and primary consumers. This research was conducted at 10 Segara Anakan stations in the eastern part. The results showed that plankton abundance was in the numbers 524 – 6.406 ind / L and for the most influential factor based on correlation analyzes was salinity with the number 0.975
2322227722H1D013014KAJIAN PERILAKU LENTUR PELAT DUA ARAH PADA PELAT BERONGGA DENGAN MENGGUNAKAN BAMBU PETUNG
(Study of Bending Behavior of Two Way Hollow Core Slab with Petung Bamboo)
ABSTRAK
Penelitian ini didasari dengan efesiensi penggunaan bambu yang diaplikasikan pada pelat berongga yang pada umumnya hanya lubang dan ada pula lubang pada pelat berongga tersebut menggunakan pipa PVC pada rongganya. Hal ini diharapkan dapat menambah kapasitas daripada pelat berongga pada umumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang punggunaan bambu pada pelat berongga, dalam hal ini bambu yang digunakan bambu jenis petung. Karena bambu jenis ini memiliki serat yang lebih rapat dari jenis bambu yang lainnya. Pada penelitian ini menggunakan sistem pelat 2 arah deangan dimensi 80cm x 80cm x 25cm dan mutu beton 30 Mpa. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi kapasitas pelat, lendutan dan pola retak yang terjadi. Hasil pengujian kapasitas diperoleh dari nilai kuat tekan yang terjadi adalah sebesar 15.2 kN dengan momen lentur rata-rata 0.466 kN.m yang kemudian dikomparasi desain rencana. Untuk pengujian lendutan diperoleh nilai sebesar 13.044 mm berdasarkan perubahan nilai penurunan dari posisi awal saat belum diberikan tekanan sampai mengalami keruntuhan. Kemudian untuk pola retak diperoleh berdasarkan hasil pengamatan pada pelat setelah diberikan tegangan maksimum hingga mengalimi keruntuhan, kemudian pola retak tersebut dikatagorikan sebagai retak lentur. Karena retak tipikal yang hampir tegak lurus pada sumbu struktur.
ABSTRACT
This research based on bamboo usage efficiency that applied on hollow core slab which generally has pvc pipe in it’s core. Capacity increase among general hollow core slab is expected. In that case bamboo application on hollow core slab research is needed, petung bamboo is used in this study. Because petung bamboo has tighter fiber than other bamboo. This test is done by making a two way slab measuring 80 cm x 80 cm x 25 cm with 30 Mpa design. The test parameters include plate capacity, deflection and crack pattern. The result of the compressive test is 15.2 kN with average torque is 0.450 kN.m and then compared to initial design. The result of flexural test is 13.044mm based on down value of initial state before pressure is given until it is collapsed. And then, cracking pattern is defined based on observation of the plate after it is given ultimate pressure thus it is collapsed. The cracking pattern occurring is categorized as flexible cracking because the typical crack occurs almost perpendicular to the structural axis..
2322326442C1I015016The Effect of Environmental Performance Disclosure, Economic Performance Disclosure, and Environmental Performance toward Manufacturing Company Value on Indonesia Stock ExchangeSaat ini, PROPER telah menjadi instrumen wajib bagi perusahaan sebagai bentuk pengawasan pemerintah terhadap mereka yang bertanggung jawab atas bisnis dalam rangka kepatuhan terhadap hukum dan peraturan di bidang pengelolaan lingkungan sebagaimana tertulis dalam Pasal 10 Huruf e UU 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan (UUPLH) dalam UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan (UUPPLH). Menurut laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diterbitkan dalam laporan PROPER selama 2010-2017, ada ketidakseimbangan karena jumlah perusahaan yang menerima peringkat biru. Perusahaan yang mendapat peringkat biru cenderung hanya formalitas dalam menjalankan PROPER sebagai kewajiban yang harus dilakukan. Artinya, kesadaran perusahaan terhadap kesadaran lingkungan masih rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan kinerja lingkungan, pengungkapan kinerja ekonomi, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan.
Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder dengan objek penelitian adalah pengungkapan kinerja lingkungan, pengungkapan kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, dan nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah 155 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2015-2017. Sampel penelitian ini adalah 22 perusahaan manufaktur yang menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan kinerja lingkungan memiliki pengaruh negatif dan signifikan, pengungkapan kinerja ekonomi berpengaruh positif dan signifikan, dan kinerja lingkungan memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
This time, PROPER has become a mandatory instrument for companies as a form of government oversight to those responsible for a business in the framework of compliance with laws and regulations in the field of environmental management as written in Article 10 Letter e of Law 23/1997 concerning Environmental Management (UUPLH) in Law 32/2009 concerning Environmental Protection and Management (UUPPLH). According to a report from the Ministry of Environment published in the PROPER report during 2010-2017, there was an imbalance due to the number of companies that received blue ratings. Companies that get blue ratings tend to be only formalities in carrying out PROPER as an obligation that must be done. That is, corporate awareness of environmental awareness is still low. This study aims to examine the effect environmental performance disclosure, economic performance disclosure, and environmental performance toward company value.
The type of research is quantitative research that uses secondary data with the objects of research are environmental performance disclosure, economic performance disclosure, environmental performance, and company value. The population in this study are 155 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2017. The sample of this study is 22 manufacturing companies using purposive sampling. The data analysis technique is Multiple Linear Regression Analysis using SPSS.
The results of this study indicate that environmental performance disclosure has a negative and significant effect, economic performance disclosure has a positive and significant effect, and environmental performance has a negative and no significant effect toward company value.
2322426443C1I015015THE EFFECT OF BONUS COMPENSATION, INCOME TAX, LEVERAGE AND PUBLIC OWNERSHIP TOWARDS EARNINGS MANAGEMENT IN MANUFACTURING LISTED COMPANY ON INDONESIA STOCK EXCHANGELaba merupakan salah satu indicator penting dari laporan keuangan. Laba digunakan sebagai panduan untuk mengukur kinerja dan akuntabilitas manajemen dalam mencapai tujuannya dan membantu pemilik untuk memperkirakan laba perusahaan di masa depan dimana informasi laba juga berguna bagi pihak eksternal dan internal dalam mengambil keputusan. Mengingat pentingnya informasi laba membuat manajemen, terutama manajer sering menyalahgunakan laporan keuangan dengan mengubah metode akuntansi yang digunakan sehingga manajer memanfaatkan peluang ini untuk merekayasa informasi laba yang akan mempengaruhi jumlah laba yang ditunjukkan dalam laporan keuangan yang mengakibatkan timbulnya manajemen laba. Penelitian ini berjudul “The Effect of Bonus Compensation, Income Tax, Leverage, and Public Ownership towards Earnings Management in Manufacturing Listed Company on Indonesia Stock Exchange”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompensasi bonus, pajak penghasilan, leverage, dan kepemilikan publik terhadap manajemen laba.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder dengan objek penelitian yaitu kompensasi bonus, pajak penghasilan, leverage, kepemilikan publik dan manajemen laba. Populasi dalam penelitian ini adalah 124 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012 – 2017. Sampel penelitian ini adalah 19 perusahaan manufaktur dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kompensasi bonus berpengaruh negative dan signifikan terhadap manajemen laba, pajak penghasilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba, leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba, dan kepemilikan publik berpengaruh terhadap manajemen laba.
Profit is one of the important indicators of financial statements. Profit is used as a guide to measure the performance and accountability of management in achieving its objectives and help the owner to estimate the company's future profits where earnings information is also useful for external and internal parties in making decisions. Considering the importance of profit information makes management, especially managers often misuse financial statements by changing the accounting methods used so that managers take advantage of this opportunity to manipulate earnings information that will affect the amount of profit shown in the financial statements which lead to earnings management. This study aims to examine the effect of bonus compensation, income tax, leverage and public ownership towards earnings management.
The type of research is quantitative research that uses secondary data with the objects of research are bonus compensation, income tax, leverage, public ownership, and earnings management. The population in this study are 124 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2012-2017. The sample of this study is 19 manufacturing companies using purposive sampling. The data analysis technique is Multiple Linear Regression Analysis using SPSS.
The results of this research indicate that bonus compensation has a negative and significant effect, income tax has a positive and significant effect, leverage has a positive and significant effect, and public ownership has an effect towards earnings management.
2322526103C1C015049ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DARI PERSPEKTIF THEORY OF PLANNED BEHAVIOR
(Studi Empiris pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor
di Fasilitas SAMSAT Drive Thru Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) Pengaruh sikap terhadap niat wajib pajak untuk patuh, (2) Pengaruh norma subjektif terhadap niat wajib pajak untuk patuh, (3) Pengaruh kontrol keperilakuan terhadap niat wajib pajak untuk patuh, (4) Pengaruh niat wajib pajak untuk patuh terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di fasilitas SAMSAT Drive Thru Purwokerto. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak kendaraan bermotor Kabupaten Banyumas yang melakukan pembayaran pajak tahunan melalui fasilitas SAMSAT Drive Thru Purwokerto pada tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode maximum likelihood estimation yang menyatakan jumlah sampel diantara 100-200. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 140 responden. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan program AMOS 22.0. dan SPSS 22.0 Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Sikap berpengaruh signifikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh dengan nilai Critical Ratio (C.R.) sebesar 3,563 dan nilai probabilitas sebesar 0,000 (***), (2) Norma subjektif tidak berpegaruh signifikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh dengan nilai Critical Ratio (C.R.) sebesar 1,556 dan nilai probabilitas sebesar 1,120, (3) Kontrol keperilakuan berpengaruh signifikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh dengan nilai Critical Ratio (C.R.) sebesar 5,820 dan nilai probabilitas sebesar 0,000 (***), (4) Niat untuk patuh berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di fasilitas SAMSAT Drive Thru Purwokerto dengan nilai Critical Ratio (C.R.) sebesar 4,750 dan nilai probabilitas sebesar 0,000 (***).This study aims to determine and analyze (1) the effect of attitude on taxpayer's intention toward compliance, (2) the effect of subjective norm on taxpayer's intention toward compliance, (3) the effect of perceived behavioral control on taxpayer's intention toward compliance, 4) the effect of taxpayer's intention toward compliance on vehicle taxpayer compliance at the SAMSAT Drive Thru Purwokerto facility. This research is a quantitative research using explanatory methods. The population in this study are all motor vehicle taxpayer of Banyumas Regency which makes annual tax payments through the SAMSAT Drive Thru Purwokerto facility in 2018. The sample in this study was determined using the maximum likelihood estimation method with the number of samples between 100-200. The number of samples used in this study amounted to 140 respondents. The sampling technique used is the accidental sampling method. The technique of collecting data using a questionnaire. Data was analyzed using Structural Equation Model (SEM) with AMOS 22.0 and SPSS 22.0 program. The results of this study indicate that: (1) the attitude has a significant effect on on taxpayer's intention toward compliance with the Critical Ratio (C.R.) of 3.563 and a probability value of 0.000 (***), (2) Subjective norms has non significant effect on on taxpayer's intention toward compliance with Critical Ratio (CR) of 1.556 and probability value of 1.120, (3) perceived behavior control has a significant effect on on taxpayer's intention toward compliance with Critical Ratio (CR) of 5.820 and a probability value of 0,000 (***), (4) Taxpayer's intention toward compliance has a significant effect on motor vehicle taxpayer compliance at the SAMSAT Drive Thru Purwokerto facility with a Critical Ratio (C.R.) value of 4.750 and a probability value of 0.000 (***).
2322628785J1E015033The Use of Diary Writing in Teaching Writing Recount TextABSTRAK

Amalia, Fina Rizki Nur. 2020.“Penggunaan Tulisan Diari dalam Pengajaran Menulis Teks Recount (Studi Deskriptif dalam Implementasi dari Tulisan Diari dalam Pengajaran Menulis Teks Recount pada Siswa Kelas Sepuluh Matematika dan IPA 3 SMA Negeri 1 Baturraden pada Tahun Ajaran 2019/2020)”. Skripsi. Pembimbing 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Pembimbing 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd.,Penguji: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.

Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya masalah bahwa kebanyakan guru masih bergantung pada buku teks untuk mengajar siswa dalam menulis teks recount. Oleh karena itu, peneliti mengajukan menulis diari sebagai media pembelajaran untuk mengajarkan menulis teks recount karena diari dan teks recount memiliki kesamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan bagaimana proses penggunaan tulisan diari dalam pengajaran menulis teks recount untuk siswa kelas 10 MIPA 3 SMA Negeri 1 Baturraden, (2) untuk mengetahui bagaimana tulisan diari dapat membantu siswa dalam menulis teks tecount, dan (3) untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap proses menulis diari untuk mengajarkan menulis teks recount.
Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualitatif. Data di dapat melalui observasi, tulisan siswa, kuesioner siswa, dan wawancara terhadap siswa. Data tersebut di tulis dalam bentuk deskripsi dan tabel. Dalam menganalisa data, peneliti menyeleksi dan menampilkan data yang terkait dengan tujuan penelitian. Data disajikan melalui penjelasan deskriptif.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) penggunaan tulisan diari sebagai media pengajaran menulis teks recount sukses digunakan oleh guru dengan meminta siswa utuk menulis diari dengan menggunakan struktur dari teks recount (2) penggunaan tulisan diari sebagai media pengajaran menulis teks recount membantu siswa kelas 10 MIPA 3 SMA Negeri 1 Baturraden dalam hal aspek menulis, diantaranya aspek konten, aspek organisasi, aspek kosa kata, dan aspek penggunaan bahasa (3) siswa tertarik dalam menggunakan tulisan diari sebagai media pengajaran menulis teks recount, dan diketahui bahwa ini membantu mereka dalam meningkatkan kemampuan menulis teks recount serta membantu mereka dalam penggunaan simple past tense, pemilihan tema, pemilihan kata dan penerjemahan kata.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tulisan diari sukses digunakan dan ini membantu siswa dalam beberapa aspek menulis. Mereka juga mengakui hal ini sangat menyenangkan dan memudahkan mereka dalam belajar melalui media ini.
ABSTRAK
Amalia, Fina Rizki Nur. 2020.“The Use of Diary Writing in Teaching Writing Recount Text (A descriptive study on The Implementation of Diary Writing in Teaching Writing Recount Text to The Students of Tenth Grade Mathematics and Science 3 SMA Negeri 1 Baturraden in the Academic Year 2019/2020)”. Thesis. Supervisor 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Supervisor 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto.

The background of the research was based on the problem that many teachers still depend on the text book to teach students in teaching writing recount text. Therefore, the researcher proposed diary writing as an instructional media in teaching writing recount text. The objectives of this study were (1) to describe about the process of using diary writing in teaching writing recount text for students Tenth Mathematics and Science 3 of SMA Negeri 1 Baturraden (2) to find out diary writing help students in writing recount text (3) to know the students’ responses toward the process of writing diary to teach writing recount text.
The method of the research was descriptive qualitative study. Data were obtained through observation, students’ writing, students’ questionnaire, and students’ interview. The data from those techniques were written in the form of detail description and table. In analyzing the data, researcher selected and displayed the data related to the research objectives. The data were presented through descriptive explanation.

The results of this research were (1) the use of diary writing as a media in teaching writing recount text was successfully used by the teacher by asking the students to write diary by using recount text structure. (2) diary writing helped the students of Tenth Mathematics and Science 3 of SMA Negeri 1 Baturraden in teaching writing recount text in aspects of writing; they were content, organization, vocabulary, and language use aspect (3) students were interested to use diary writing as a media to teach writing recount text, and found that it helped them to increase their writing recount text ability. In addition, they revealed that it helped them in using simple past tense, theme selection, words selection and words translation.
Based on the results of the research, it can be concluded that diary writing was successfully used and it helped the students in many aspects of writing. Furthermore, they are interested in teaching and learning recount text by using this media.
2322726444A1L114024Pengaruh Pengocoran Compost Tea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan compost tea dengan beberapa konsentrasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2018 sampai Oktober 2018 di Eksperimental Farm dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dan tiga kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah compost tea pupuk kandang sapi konsentrasi 5%, compost tea pupuk kandang sapi 10%, compost tea pupuk kandang sapi 15%, compost tea pupuk kandang ayam 5%, compost tea pupuk kandang ayam 10%, compost tea pupuk kandang ayam 15%, compost tea limbah baglog jamur 5%, compost tea limbah baglog jamur 10%, compost tea limbah baglog jamur 15%, dan kontrol. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas daun, klorofil a, klorofil b, klorofil total, kehijauan daun, lebar stomata, kerapatan stomata, volume akar, berat tajuk kering, berat akar kering, rasio tajuk akar, volume buah total, bobot buah total, jumlah bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa compost tea meningkatkan klorofil a, klorofil b, klorofil total, kehijauan daun, lebar stomata, volume akar, bobot buah, volume buah, dan jumlah bunga. Pemberian compost tea tidak berpengaruh pada tinggi tanaman, bobot tajuk akar, bobot akar kering dan kerapatan stomata.The research aimed to study the effect of the type of material compost tea with some concentration on the growth and yield of the tomato plant. The research was conducted from Mei until Oktober 2018 at Experimental Farm and Laboratory Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was arranged by a randomized completely block design (RCBD) non-factorial and repeated three times. The treatment of this research was compost tea of cattle manure 5%, compost tea of cattle manure 10%, compost tea of cattle manure 15%, compost tea of chicken manure 5%, compost tea of chicken manure 10%, compost tea of chicken manure 15%, compost tea of mushrooms media waste 5%, compost tea of mushrooms media waste 10%, compost tea of mushrooms media waste 15%, and control. The observed variables were plant height, leaf area, chlorophyll-a content, chlorophyll-b content, total chlorophyll content, leaf greenness, stomata width, stomata density, root volume, plant dry weight, roots dry weight, shoot-root ratio, fruits volume, total fruits weight, and the number of flowers. The research showed that compost tea increase chlorophyll-a content, chlorophyll-b content, total chlorophyll content, leaf greenness, stomata width, root volume, total fruit weight, total fruit volume, and the number of flowers. Application of compost tea has no effect on plant height, roots dry weight, plant dry weight, and stomata density.
2322826445A1L014091Pemanfaatan Limbah Cair Tahu pada Sistem Budidaya Organik untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Bayam Merah (Amaranthus gangeticus L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu pada sistem budidaya organik terhadap produksi tanaman bayam merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember 2018 sampai Maret 2019 di screen house milik petani di Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dan tiga kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah limbah cair tahu + EM4 dosis 15 ml/polybag, limbah cair tahu + EM4 dosis 25 ml/polybag, limbah cair tahu + EM4 dosis 35 ml/polybag, limbah cair tahu + air kelapa dosis 15 ml/polybag, limbah cair tahu + air kelapa dosis 25 ml/polybag, limbah cair tahu + air kelapa dosis 35 ml/polybag, limbah cair tahu + air kelapa + EM4 dosis 15 ml/polybag, limbah cair tahu + air kelapa + EM4 dosis 25 ml/polybag, limbah cair tahu + air kelapa + EM4 dosis 35 ml/polybag, dan kontrol. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, dan bobot tajuk segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan limbah cair tahu + air kelapa dosis 25 ml/polybag mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, dan bobot tajuk segar masing-masing sebesar 27,96%, 41,99%, 37,61%, 49,86% dan 54,61% dibandingkan dengan perlakuan kontrol.The aims of the research were to study the effect of giving tofu liquid waste to organic cultivation systems on the production of red spinach plant. The research was conducted from Nopember 2018 until Maret 2019 at Screen House owned by farmers at Melung Village, Kedung Banteng District. The research was arranged by a randomized completely block design (RCBD) non-factorial and repeated three times. The treatment of this research was tofu liquid waste + EM4 dose 15 ml/polybag, The treatment of this research was tofu liquid waste + EM4 dose 25 ml/polybag The treatment of this research was tofu liquid waste + EM4 dose 35 ml/polybag, tofu liquid waste + coconut water dose 15 ml/polybag, tofu liquid waste + coconut water dose 25 ml/polybag, tofu liquid waste + coconut water dose 35 ml/polybag, tofu liquid waste + coconut water + EM4 dose 15 ml/polybag, tofu liquid waste + coconut water + EM4 dose 25 ml/polybag, tofu liquid waste + coconut water + EM4 dose 35 ml/polybag, and control. The observed variables were plants growth rate, number of leaves, leaf area, the fresh plant weight and the fresh canopy weight. The research showed that the treatment tofu liquid waste + coconut water dose 25 ml/polybag (D5) increase the plants growth rate, number of leave, leaf area, the fresh plant weight, the fresh canopy weight each by 27,96%, 41,99%, 37,61%, 49,86% and 54,61% compared to control.
2322926446F1I012012Perbandingan Kebijakan Pengungsi Julia Gillard dan Tony Abbott dalam Perspektif HAMAustralia telah meratifikasi Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi sejak tahun 1954, namun kebijakan pengungsi yang diterapkan masih menuai banyak kritik dalam aspek Hak Asasi Manusia. Perdana Menteri Julia Gillard dari Partai Buruh menerapkan kebijakan yang cenderung lebih terbuka sedangkan Perdana Menteri Tony Abbott menerapkan kebijakan Operation Sovereign Border yang bersifat memperkuat keamanan perbatasan. Penelitian ini menitikberatkan pada faktor sejarah, faktor partai, dan faktor rezim internasional yang berpengaruh dalam pengambilan kebijakan pengungsi di dua periode berbeda. Sehingga kebijakan pengungsi Julia Gillard dan Tony Abbott dapat dipahami dengan lebih komprehensif dalam perspektif HAM.Australia has ratified 1951 Convention Relating to the Status of Refugees since 1954, however the implementation of Refugee Policy in Australia is constantly criticized in the aspect of Human Rights. Prime Minister Julia Gillard from Australian Labor Party struggled to implement a more open refugee policy, Meanwhile Prime Minister Tony Abbott implemented Operation Sovereign Border which aims at strengthening border protection. This research focused on the factor including history, political party and international regime and its influence to the process of policy making in two different periods. Therefore, Refugee Policy of Julia Gillard and Tony Abbott could be comprehensively understood from the Human Rights perspective.
2323026047G1B015011PENGARUH SUSPENSI EKSTRAK ETANOL DAUN PILADANG (Solenostemon scutellarioides) TERHADAP KADAR Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF)
MODEL PERIODONTITIS KRONIS (Studi In Vivo pada tikus Sprague dawley)
Periodontitis kronis merupakan inflamasi jaringan periodontal yang disebabkan oleh bakteri Porphyromonas gingivalis. Perawatan periodontitis kronis yaitu dengan scaling root planing (SRP) dan pemberian terapi adjuvant berupa Host Modulating Therapy (HMT) yang dapat menginduksi berbagai faktor penyembuhan salah satunya VEGF yang berperan dalam angiogenesis. Suspensi ekstrak etanol daun piladang yang berasal dari bahan alami mengandung flavonoid dan saponin yang mempunyai efek immunomodulasi dan dapat meningkatkan kadar VEGF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suspensi ekstrak etanol daun piladang terhadap kadar VEGF. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimental laboratoris dengan menggunakan 36 ekor tikus Sprague dawley jantan yang dibagi menjadi 9 kelompok yaitu kelompok perlakuan (P) dengan pemberian suspensi ekstrak etanol daun piladang (P) 600 mg/kgBB, kelompok kontrol positif (KP) dengan pemberian Sub-antimicrobial Dose Doxycyclin (SDD) 20 mg/kgBB, dan kelompok kontrol negatif (KN) dengan pemberian larutan Na-CMC 1% dengan masing-masing perlakuan selama 3, 5, dan 7 hari. Kadar VEGF gingiva tikus diamati dengan metode ELISA. Kadar VEGF pada kelompok kontrol positif lebih tinggi pada hari ke-3 (KP3) dan pada hari ke-5 dan 7 lebih tinggi pada kelompok perlakuan (P5, P7) dibandingkan dengan kelompok kontrol positif dan negatif. Hasil uji One-Way ANOVA terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antar kelompok. Hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara P3 dengan KP3 dan KN3, P5 dengan KP5 dan KN5, serta P7 dengan KP7 dan KN7 (p<0,05). Hal ini menunjukkan pada penelitian ini suspensi ekstrak etanol daun piladang mampu meningkatkan VEGF pada hari ke-3 dan terlihat peningkatannya dimulai dari hari ke-5 serta sedikit menurun namun masih stabil pada hari ke-7. Simpulan penelitian ini yaitu suspensi ekstrak etanol daun piladang dapat berpengaruh terhadap kadar VEGF gingiva dalam proses penyembuhan tikus model Sprague dawley periodontitis kronis. Chronic periodontitis is an inflammation of periodontal tissue with slow progression and caused by Porphyromonas gingivalis. Treatment of chronic periodontitis is scaling root planing (SRP) and adjuvant therapy such as Host Modulating Therapy (HMT) which can produce various healing factors, for example VEGF which plays role in angiogenesis. Piladang Leaf Ethanol Extract Suspension is a nature source contains flavonoid and saponin that have immunomodulation effects therefore can increase VEGF. This study aimed to find HMT alternatives from nature and study the effects of piladang leaf ethanol extract suspension on VEGF level. This type of research was a laboratory experimental study using 36 male Sprague Dawley rats and divided into 9 groups: the treated groups (P) which were given the 600 mg/kgBB piladang leaf ethanol extract suspension, the positive control groups (KP) which were given 20 mg/kgBB Sub-antimicrobial Dose Doxycyclin (SDD), and the negative control groups ( KN) which were given 1% Na-CMC solution with administration 3, 5, and 7 days for each groups. Rat gingival VEGF levels was calculated using the ELISA method. The results showed that the VEGF levels in treated groups were increased toward days of treatment, higher than the negative and positive control groups, except the highest VEGF level for day 3 was in positive control group (KP3). The One-Way ANOVA test showed a significant difference (p<0.05) between groups. The Post Hoc LSD test showed a significant difference between (p<0,05) between P3 compared to KP3 and KN3, P5 compared to KP5 and KN5, and P7 compared to KP7 and KN7. The study showed that after treatment of periodontitis using piladang leaves ethanol extract suspension resulted in the increasing of VEGF level up to day 5 and presumably the remodelling phase was started in day 7. The conclusion of this study was the piladang leaves ethanol extract suspension affects gingival VEGF level in the healing process of chronic periodontitis in Sprague dawley models.
2323126449I1B015020GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN DAN KELELAHAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI AREA KERJA PUSKESMAS 2 PURWOKERTO TIMURAbstrak
GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN DAN KELELAHAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI AREA KERJA PUSKESMAS 2 PURWOKERTO TIMUR
Anisa Fatma1, Yunita Sari2, Annas Sumeru3
Latar Belakang: Diabetesi tipe 2 sering merasakan keluhan terkait kepuasan pernikahan dan kelelahan, terlebih saat kadar glukosa darah sedang meningkat. Meskipun demikian, belum ada penelitian tentang gambaran kepuasan pernikahan dan kelelahan pada diabetesi tipe 2.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pernikahan dan kelelahan pada diabetesi tipe 2.
Metodologi: Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu quota sampling (86 responden). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang meliputi kuesioner Enrich Marital Satisfaction Scale (EMSS) untuk mengukur kepuasan pernikahan dan kuesioner Fatigue Severity Scale (FSS) untuk mengukur kelelahan. Data dianalisis menggunakan uji univariat dengan distribusi frekuensi.
Hasil: Diabetesi tipe 2 yang paling mendominasi yaitu usia >60 tahun (57%), perempuan (60,5%), memiliki pekerjaan sebagai IRT (33,7%) sedangkan pekerjaan pasangan pada kategori lainnya seperti tukang parkir dan buruh (37,2%), pendapatan keluarga >UMR (64%), pendapatan keluarga berasal dari suami (50%), lama menderita DM tipe 2 sekitar 1-5 tahun (67,4%), dan penyakit penyerta yang paling banyak (27,9%) dialami responden adalah >1 penyakit penyerta. Mayoritas responden memiliki kepuasan pernikahan pada tingkat sedang (75,6%) dan memiliki kelelahan pada kategori sedang (37,2%).
Kesimpulan: Umumnya responden memiliki kepuasan pernikahan dan kelelahan pada tingkat sedang.

Kata kunci: diabetes melitus, kepuasan pernikahan, kelelahan

1. Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2,3 Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
Abstract
THE DESCRIPTION OF MARITAL SATISFACTION AND FATIGUE ON TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS IN WORK AREA PUSKESMAS 2 PURWOKERTO TIMUR
Anisa Fatma1, Yunita Sari2, Annas Sumeru3
Background: Type 2 diabetics often felt complaint related to marital satisfaction and fatigue, especially when the glucose levels are increasing. Nevertheless, there was no research yet about the description of marital satisfaction and fatigue on type 2 diabetics.
Aim: The aim of this research was to know the description of marital satisfaction and fatigue on type 2 diabetics.
Methodology: The design of this research was descriptive with cross sectional approach. The sampling technique was quota sampling (86 respondents). The instrument used was some questionnaire that included Enrich Marital Satisfaction Scale (EMSS) questionnaire to measure marital satisfaction and Fatigue Severity Scale (FSS) questionnaire to measure fatigue. Data were analysed used univariate test with frequency distribution.
Result: The most dominant type 2 diabetics are > 60 years old (57%), women (60.5%), have job as IRT (33.7%) while couple job in other category such as parking attendant and laborer (37.2%), family income >UMR (64%), family income comes from husband (50%), duration of type 2 diabetes was 1-5 years (67.4%), and most comorbidities experienced by respondents is >1 comorbidities (27.9%). The majority of respondents had marital satisfaction in the moderate level (75.6%) and had fatigue in the moderate category (37.2%)
Conclusion: Generally respondents had moderate level of marital satisfaction and fatigue.
Keywords: diabetes mellitus, marital satisfaction, fatigue.


1. Nursing Department Student, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2,3 Lecturer in the Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2323226485A1C012031OPTIMALISASI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI BENGKUANG KECAMATAN KEMBARAN, KABUPATEN BANYUMASKecamatan Kembaran dikenal sebagai salah satu sentra produksi bengkuang di Kabupaten Banyumas. Produksi bengkuang dipengaruhi oleh luas lahan, benih, pupuk anorganik padat, dan tenaga kerja. Faktor produksi ini terkadang belum digunakan secara tepat. Keterbatasan modal yang dimiliki petani dapat menyebabkan penggunaan faktor produksi kurang dari seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya dan pendapatan dari usahatani bengkuang di Kecamatan Kembaran, (2) menganalisis pengaruh luas lahan, benih, pupuk anorganik dan tenaga kerja terhadap usahatani bengkuang di Kecamatan Kembaran, (3) menganalisis optimalisasi penggunaan faktor produksi pada usahatani bengkuang di Kecamatan Kembaran. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei - Juni 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode pengambilan sampel menggunakan sensus 26 petani (21 petani Desa Linggasari dan 5 petani Desa Purbadana). Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis optimalisasi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan petani bengkuang Kecamatan Kembaran sebesar Rp6.990.106,00, rata-rata penerimaan petani bengkuang sebesar Rp18.288.000,00 dan rata-rata pendapatan petani bengkuang sebesar Rp11.297.894,00. Berdasarkan pendapatan yang diperoleh, usahatani bengkuang termasuk menguntungkan. Faktor produksi yang berpengaruh pada produksi bengkuang di Kecamatan Kembaran adalah luas lahan, benih, dan pupuk. Penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, dan pupuk tidak optimal dan perlu dikurangi penggunaannya sampai batas perbandingan nilai produk marginal dengan harga faktor produksi sama dengan satu.Kembaran District is known as the center of yam bean production in Banyumas Regency. Yam bean production is influenced by area of land, seeds, solid inorganic fertilizers, and labors. This production factor sometimes not used appropriately. Limited fund owned by farmers, can cause the use of production factors to be less than they should be. Under those circumstances,this research aims to: (1) calculate the costs and revenues of yam farming in Kembaran District, (2) analyze the influence of land area, seeds, inorganic fertilizers, and labors on yam farming in Kembaran District, (3) analyze the optimization of the use of yam production factors in Kembaran Sub-district. This research was conducted in Kembaran District, Banyumas Regency on May until June 2019. The research method uses the survey method. Meanwhile, the sampling method uses a census which is involving 26 farmers. Then, the analytical method in this study isanalysis of costs and revenues, the Cobb-Douglas production function and the optimization of the use of production factors. In this research, there are three analytical methods used, the first is the analysis of costs and revenues, the second is the analysis of the Cobb-Douglas production function and the third is the analysis of the optimization of the use of production factors. The results of this research shows that the average cost incurred by yam bean farmers in Kembaran District was IDR6.990.106,00, the avarage total revenue of yam farmer is IDR18.288.000,00, and the average income of yam farmer is IDR 11.297.894,00. Based on the income earned, yam bean farmers business is profitable. Area of the land, seeds, and fertilizers are the production factors that influence the yam production in Kembaran District. The use of land area, seeds, and fertilizer production factors is not optimal and needs to be reduced to the extent of the comparison of the value of marginal products with the production factor price equal to one.
2323326451H1K012035DOMESTIKASI INDUK ABALON (Haliotis squamata) MENGGUNAKAN SUBSTRAT PLASTIK DAN PARALON
Permintaan dunia terhadap abalon dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan, produksi abalon saat ini lebih banyak diperoleh dari tangkapan di alam. Hal tersebut akan menimbulkan kekhawatiran terjadinya penurunan populasi di alam. Penelitian ini berjudul “Domestikasi Induk Abalon (Haliotis Squamata) Menggunakan Substrat Plastik Dan Paralon”. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan abalon serta mengetahui tingkat kematangan gonad abalon pada subtrat plastik dan paralon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium, yakni penelitian yang dilakukan dalam ruangan tertutup, dimana kelompok eksperimen dijauhkan dari variable pengganggu sebab dapat memengaruhi hasil dari pengujian hubungan sebab akibat. Proses domestikasi melibatkan beberapa hal diantaranya penempatan pada substrat, pertumbuhan, sintasan, tingkat kematangan gonad, dan manajemen kualitas air. Sampling abalon dilakukan setiap 30 hari, pengukuran panjang dan lebar cangkang menggunakan alat jangka sorong, penimbangan berat badan menggunakan timbangan digital. Analisis data menggunakan analisis deskriptif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Perbedaan pertumbuhan dan sintasan abalon pada jenis substrat yang berbeda di analisis dengan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan induk abalon pada substrat plastik lebih tinggi yaitu hari ke-0 dengan jumlah 81,4667, hari ke- 15 dengan nilai 93,2 mm dan hari ke-30 berjumlah 48,266 mm, dibandingkan substrat paralon hasil hari ke-0 yaitu 37,8663 mm, hari ke- 15 dengan nilai 34,1334 mm dan hari ke-30 berjumlah 32,7337 mm. Nilai sintasan pada kedua substrat mempunyai nilai yang sama yaitu 0,964%.

Kata kunci : Abalon (Haliotis squamata) ; Domestikasi, substrat plastik, dan paralon
World demand for abalone from year to year tends to increase, abalone production is currently more obtained from catches in nature. This will cause concern of population decline in abalone’s habitat. Research intitled "Domestication of Abalone (Haliotis Squamata) Using Plastic Substrate and Paralon ". The purpose of this research was to determine abalone’s growth and survived and also determine abalone maturity gonad level on the plastic substrate and paralone. The method used in this research is a laboratory experimental method, research conducted in a closed room, where the experimental group is kept away from confounding variables because it can influence the results of the test of causal relations. The domestication process involves several things include placement on the substrate, growth, survival, gonad maturity, and water quality management. Abalone sampling is done every 30 days, measuring the length and width of the shell using a calipers, weighing using a digital scale. Data analysis uses descriptive analysis through primary and secondary data collection. Differences in growth and survival of abalone on different types of substrate were analyzed by T-Test. The results showed that the growth of the abalone on the plastic substrate was higher at day 0 with a total of 81.4667, day 15 with a value of 93.2 mm and 30th day amounted to 48.266 mm, compared to the substrate yield of the 0th day which was 37.8663 mm, 15th day with a value of 34.1334 mm and 30th day amounted to 32.7337 mm. The survival value on both substrates has the same value which is 0,964%.
Keywords : Abalon (Haliotis squamata) ; Domestication of plastic substrate and Paralon
2323426452H1F014011ANALISIS GEOKIMIA HIDROKARBON UNTUK MENENTUKAN KORELASI BATUAN INDUK DAN MINYAK MINYAK BUMI SUMUR NA-1, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARADaerah penelitian terletak di sumur NA-1, Cekungan Jawa Timur Utara.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan karakteristik batuan induk dan minyak bumi dari aspek geokimia organik setelah itu akan diketahui korelasi minyak – batuan induk itu sendiri. Analisis dilakukan terhadap 23 contoh serbuk bor sumur NA-1 pada kedalaman 1511 m hingga 2062 m yang tersusun atas litologi batulanau, batulempung, dan batugamping berumur Pliosen Awal hingga Awal? Miosen – Oligosen Tengah. Metode yang dilakukan adalah analisis laboratorium, yang meliputi analisis Total Organic Carbon (TOC), pirolisis Rock-Eval (REP), Liquid Kromatografi (LC), Gas Kromatografi (GC), dan Gas Kromatografi- Spektrometri Massa (GC-MS). Data biomarker yang digunakan dalam penelitian dibatasi hanya pada ion massa yang umum digunakan yaitu triterpana (m/z 191) dan sterana (m/z 217). Berdasarkan data-data tersebut maka selanjutnya dilakukan analisis penentuan material asal dan lingkungan pengendapan. Evaluasi. Hasil analisis dari 23 percontoh sumur NA-1 menunjukan nilai TOC 0,19 – 1,11 Wt% yang berpotensi rendah hingga baik untuk membentuk hidrokarbon. Hasil analisis pirolisis Rock-Eval memperlihatkan Tmaks sebesar 421° - 430°C termasuk kategori belum matang. Sampel batuan berumur Pliosen Awal berpotensi sebagai batuan induk namun belum matang dengan kandungan kerogen Tipe II/III (oil dan gas), dan sampel batuan berumur Miosen Akhir, Miosen Tengah, dan Awal? Miosen – Oligosen Tengah berpotensi sebagai batuan induk namun belum matang dengan kandungan kerogen Tipe III (gas). Hasil biomarker dari batuan sumur NA-1 menunjukan korelasi negatif dengan minyak bumi di daerah penelitian.
Research area is located in well NA-1, Northeast Java Basin. The research
was conducted to obtaining characteristics of the source rock and petroleum by organic geochemistry aspect, the oil – source rock correlation is based on comparation of each characteristics. Analysis is done to 23 cutting samples from NA-1 well in 1511 m – 2062 m depth, with litologies such siltstones, clyastones, and limestones that have Early Pliocene until Early? Miocene – Middle Oligocene. The method used is laboratory analysis, including Total Organic Carbon (TOC), Rock Eval Pyrolisis (REP), Liquid Chromatography (LC), Gas Chromatography (GC), and Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). The biomarker data that have been used in this research is limited only on common mass ion such as triterpanes (m/z 191) and steranes (m/z 217). Based on those data, the oil – source rock correlation is made to determine source rock that produced hydrocarbon. The results of 23 samples from NA-1 well show TOC value about 0,19 – 1,11 Wt%, which has a low potential to well from hydrocarbons. The Rock-Eval Pyrolisis shows that the Tmax value around 421° - 430°C, which indicates immature level in maturity. Based on HI value that is 92 – 299 mgHC/g TOC. Samples of Early Pliocene have potential as source rock but still immature with Type II/III kerogen (oil and gas), and samples of Late Miocene, Middle Miocene, Early? Miocene – Middle Oligocene have potential as source rock but still immature with Type III kerogen (gas). The results of biomarker of NA-1 well rock showed a negative correlation with petroleum in the research area.

Keywords : geochemistry, source rock, hydrocarbon, biomarker, correlation.
2323526453F1A015085Konstruksi Gender dalam Iklan di Televisi (Analisis Semiotik Pada Iklan Attack Hi-Tech)
Artikel ini menggambarkan berbagai bentuk konstruksi gender melalui penggambaran cerita maupun teks yang digunakan dalam sebuah iklan televisi, yakni iklan Attack Hi-Tech. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai konstruksi peran perempuan pada iklan Attack Hi-Tech versi Pencak Silat tahun 2018. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan semiotika menurut Roland Barthes dengan unit analisis tanda secara audio dan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi gender yang terlihat dalam iklan Attack Hi-Tech tidak dibuat secara tunggal, melainkan dalam berbagai citra yang berbeda-beda. Ketiga perempuan digambarkan dengan sosok yang modern, religius serta tradisional namun tetap sebagai seorang ibu rumah tangga yang tidak mampu terlepas dari jeratan pekerjaan domestik yang dipercaya sebagai kodratnya. Ketiganya digambarkan dengan citra yang cenderung negatif sebagai hasil dari pemanfaatan stereotip yang berkembang di dalam masyarakat mengenai sosok perempuan itu sendiri.

This research describes various forms of gender construction through the depiction of stories and texts used in a television advertisements, namely Attack Hi-Tech Pencak Silat version in 2018. The purpose of this study is to describe and explain the construction of the role of women in Attack Hi-Tech advertisement. The study was conducted using a semiotic approach from Roland Barthes with an audio and visual sign analysis unit. The result of the study show that the gender relations seen in Attack Hi-Tech advertisements are not made singly, but in many images that tend to be negative. All three women are depicted with modern, religious, and traditional figures but still as a housewife that can not be separated from the bondage of domestic work that is believed to be his nature. All three are depicted with images that tend to be negative as a result of the use of stereotypes that develop in society to recognize the figure of women themselves.
2323626463I1D015028HUBUNGAN SIKLUS KEMOTERAPI, ASUPAN ENERGI
DAN PROTEIN, SERTA DUKUNGAN KELUARGA
DENGAN STATUS GIZI PASIEN KANKER DI
RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO
Latar Belakang: Pasien kanker yang menjalani kemoterapi kerap mengalami penurunan asupan makan, berat badan, hingga status gizi. Keluarga berperan penting dalam memberikan dukungan gizi dan semangat pasien selama kemoterapi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan siklus kemoterapi, asupan energi dan protein, serta dukungan keluarga dengan status gizi pasien kanker di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Metodologi: Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional dengan melibatkan 43 sampel yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Siklus kemoterapi diketahui berdasarkan rekam medis pasien. Asupan energi dan protein diambil menggunakan metode dietary recall 2x24 jam dan dukungan keluarga dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Korelasi Pearson dan Rank Spearman.
Hasil Penelitian: Responden sebagian besar perempuan (67,4%). Responden sebagian besar berusia ≥45 tahun (67,4%) dan menjalani ≤4 kali siklus kemoterapi (60,5%). Diagnosis medis paling banyak yaitu kanker saluran pencernaan (23,3%). Terdapat hubungan antara siklus kemoterapi dengan status gizi (p=0,006). Tidak terdapat hubungan antara asupan energi, asupan protein, dan dukungan keluarga dengan status gizi (p=0,513; p=0,467; p=0,494).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara siklus kemoterapi dengan status gizi, serta tidak terdapat hubungan antara asupan energi, asupan protein, dan dukungan keluarga dengan status gizi.
Kata Kunci: Pasien Kanker, Siklus Kemoterapi, Status Gizi
Background: Cancer patients who undergo chemotherapy often experienced a decrease in food intake, weight, and nutritional status. Family support has an important role in providing nutritional support and the patient’s motivation to undergo chemotherapy. This study aims to assess the associations between the chemotherapy cycle, energy intake, protein intake, and family support with nutritional status in cancer patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.

Methods: This research used a cross-sectional study design involving 43 cancer patients who were taken using a consecutive sampling technique. The chemotherapy cycle was collected based on the patient’s medical record. Energy and protein intake was estimated based upon 2x24-h dietary recall. Family support was collected using a questionnaire. Data were analyzed using Pearson Correlation and Rank Spearman tests.

Results: The majority of the samples were women (67,4%). The samples were mainly aged ≥45 years (67,4%) and underwent ≤4 chemotherapy cycles (60,5%). The most frequently diagnosed cancer was gastrointestinal cancer (23,3%). There was an association between the chemotherapy cycle with nutritional status (p=0,006). There was no association between energy intake, protein intake, and family support with nutritional status (p=0,513; p=0,467; p=0,494).

Conclusion: There was an association between the chemotherapy cycle with nutritional status, and there was no association between energy intake, protein intake, and family support with nutritional status.

Keywords: Cancer Survivors, Chemotherapy Cycle, Nutritional Status
2323726461A1D015056UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER EMPAT ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN PADA PENYAKIT BUSUK KERING RIMPANG JAHE PASCAPANENPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui metabolit sekunder jamur entomopatogen terbaik dalam mengendalikan pertumbuhan Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi secara in vitro, (2) mengetahui pengaruh aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap penyakit busuk kering rimpang jahe pascapanen dan (3) mengetahui pengaruh aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap kualitas minyak atsiri jahe. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Desember 2018 sampai dengan Juni 2019. Tahap in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, metabolit sekunder Metharizium anisopliae, Beauveria bassiana isolat Jember dan Papua, dan Lecanicillium lecanii. Tahap in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan sembilan perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu hasil terbaik dari uji secara in vitro, terbagi menjadi kontrol, aplikasi metabolit sekunder sebelum dan sesudah inokulasi F. oxysporum f.sp. zingiberi pada varietas jahe gajah, emprit, dan merah.Variabel yang diamati adalah daya hambat, gejala, masa inkubasi, luas serangan, selisih bobot, indeks sampah, dan kandungan ekstraksi jahe yang di uji organoleptik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penghambatan terbaik terhadap F. oxysporum f.sp. zingiberi adalah metabolit sekunder B. bassiana isolat Papua sebesar 64,99%. Perlakuan pemberian metabolit sekunder B. bassiana isolat Papua sebelum inokulasi F. oxysporum f. sp. zingiberi pada jahe gajah mampu menekan masa inkubasi sebesar 23,45%, luas serangan sebesar 27,8%, indeks sampah sebesar 67,77%, akan tetapi belum mampu menekan masa inkubasi, luas serangan, indeks sampah pada jahe emprit dan merah. Perlakuan pemberian metabolit sekunder B. bassiana isolat Papua sesudah inokulasi F. oxysporum f. sp. zingiberi pada jahe gajah mampu menekan luas serangan sebesar 24,7% serta indeks sampah sebesar 53,3%, akan tetapi belum mampu menekan masa inkubasi, luas serangan, indeks sampah pada jahe emprit dan merah serta sesilsih bobot basah pada jahe gajah, emprit dan merah serta mampu meningkatkan minyak atsiri pada jahe.


Kata Kunci: Jahe, metabolit sekunder, jamur entomopatogen, F. oxysporum f. sp. zingiberi.
Fusarium oxysporum f. sp. zingiberi is a ginger rhizome dry rot pathogen. One of the patogen alternavative control is the use of secondary metabolites from entomopathogenic fungi. This research aimed to determine the best entomopathogenic fungi secondary metabolites in controlling the pathogen growth in vitro, the effect of the secondary metabolites application on the disease, and on the essential oil quality of postharvest ginger.
This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and Laboratory of Agriculture Technology, Faculty of Agriculture, University of Genderal Soedirman in December 2018 to June 2019. Completely randomized design was used in in vitro test with five replicates and five treatments consisted of control and secondary metabolites from Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana isolates Jember and Papua, and Lecanicillium lecanii. Randomized block design was used in in vivo test with five replicates and nine treatments consisted of control, time application of the secondary metabolites applied before and after inoculation of the patogen on three ginger varieties i.e. big white , small white , and red ginger. Variables observed were inhibition ability, symptoms, incubation period, attack area, weight difference, waste index, and essential oil.
Results of the research indicated that the best inhibition of the pathogen was secondary metabolites of B. bassiana Papua isolate as 64.99%. Application of the secondary metabolites of B. bassiana Papua isolate before inoculation of the pathogen on big white ginger could suppress the incubation period, attack area, and waste index as 23.45, 27.8, and 67.77%, respectively, but the secondary metabolites were not able to suppress the variable observed on the other ginger varieties. The secondary metabolites application after inoculation of the pathogen on big white ginger could decrease the attack area and waste index as 24,7 and 53.3%, respectively, but not for other variable and ginger varieties.

Keywords: ginger, secondary metabolites, entomopathogenic fungi, F. oxysporum f. sp. zingiberi.
2323826454F1C014095Representasi Profesi Polisi dalam Film Animasi Zootopia (Analisis Semiotika dalam Film Zootopia)Film merupakan salah satu media massa dalam upaya penyampaian pesan untuk kalayak luas, terdapat banyak genre di dalam fim sala satunya film animasi, seperti di dalam penelitian ini yang mengangkat film animasi berjudul Zootopia, yang diteliti dengan metode kualitatif kemudian direpresentasikan menggunakan teori semiotika milik John Fiske dengan tentang Television Code yang terdapat 3 bagian representasi yaitu realitas, representasi dan ideology menjelaskan simbol simbol yang ada di media massa terutama media audio visual.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana profesi polisi digambarkan di dalam film animasi berjudul Zootopia, Profesi polisi yang digambarkan dalam adegan adegan yang berkaitan dengan cara komunikasi, cara bertindak, dan pegambilan keputusan, sehingga memperlihatkan bagaimana polisi dalam melakukan pekerjaan, kaitan dengan profesi polisi di dalam film ini juga terdapat kritik untuk lembaga kepolisian atas kakunya proses pengambilan keputusan yang di buat, tujuan lain dalam penelitian ini juga memberikan edukasi tentang mengargai suatu profesi, karena setiap profesi pasti ada stereotip yang dapat memberikan penilaian buruk teradap suatu profesi, karena setiap pekerjaan tentu memiliki sisi buruk, karena itu berfikir dan bersikap positif diperlukan dalam hal ini.
Film is one of the mass media in an attempt to deliver a message to a broad audience, there are many genres in the film only animated films, such as in this study which raised the animated film titled zootopia, which was studied with qualitative methods and then represented using John Fiske semiotic theory with about the Television Code which has 3 parts of representation namely reality, representation and ideology, that explains the symbols that are in the mass media, especially audio-visual media.
This study have to explain how the police profession is depicted in the animated film titled Zootopia, the police profession which is depicted in scenes relating to the way of communication, how to act, and decision making, so as to show how the police are doing work, in relation to the police profession in this film also criticizes the police for its rigorous decision-making process, the other purpose of this study is to provide education about valuing a profession, because every profession must have a stereotype that can give a bad assessment of a profession, because every job must have the bad side, because it's positive thinking and attitude is needed in this regard.
2323926455C1M014023PENGARUH INTERAKSI DOSEN DENGAN MAHASISWA, KEAKTIFAN BELAJAR, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dosen dengan mahasiswa, keaktifan belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa (pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2015 – angkatan 2017). Populasi dalam Penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2015 – 2017. Jumlah responden yang diambil sebanyak 105 mahasiswa menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi menunjukan bahwa: 1) Interaksi dosen dengan mahasiswa berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. 2) keaktifan belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. 3) motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa.
Kata Kunci : Interaksi Dosen dengan Mahasiswa, Keaktifan Belajar, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Mahasiswa.
This study aims to determine the effect of lecturer interaction with students, learning activeness, and motivation to learn on student achievement (in the Economics Education Study Program of Jenderal Soedirman University class of 2015 - 2017). The population in this study were all students of economic education class of 2015-2017. The number of respondents taken was 105 students using Proportionate Stratified Random Sampling. The results of the study using regression analysis showed that: 1) The interaction of lecturers with students influences student achievement. 2) learning activeness influences student achievement. 3) learning motivation affects student achievement.
Keywords: Lecturer and Student Interaction, Learning Activity, Learning Motivation, Student Learning Achievement.
2324026456C1B014055ANALISIS KUALITAS SISTEM DAN ANTARMUKA PENGGUNA TERHADAP PENERIMAAN TEKNOLOGI PADA APLIKASI GOJEK (Studi Pada Pengguna Aplikasi Gojek Di Purwokerto)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar masyarakat Kota Purwokerto menerima adanya perkembangan teknologi transportasi yang berbasis online yaitu Aplikasi Gojek dilihat dari kulaitas system dan antarmuka pengguna aplikasi gojek dan melihat seberapa besar niat konsumen untuk menggunakan kembali teknologi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis Technology Acceptance Model (TAM) dengan menerapkan variabel faktor dari sikap pengguna yaitu persepsi kemudahan pengguna (percived ease of use) dan persepsi manfaat penggunaan (percived usfulness). Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang tinggal di wilayah Kota Purwokerto dan perna menggunakan Aplikasi Gojek. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi menunjukan bahwa: 1) Kualitas sistem berpengaruh positif signifikan terhadap kegunaan yang dirasakan. 2) Kualitas sistem berpengaruh positif signifikan terhadap kemudahan yang dirasakan. 3) Antarmuka pengguna berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kegunaan yang dirasakan. 4) Antarmuka pengguna berpengaruh positif signifikan terhadap kemudahan yang dirasakan. 5) Kemudahan yang dirasakan berpengaruh positif signifikan terhadap kegunaan yang dirasakan. 6) Kegunaan yang dirasakan berpengaruh positif signifikan terhadap niat untuk menggunakan. 7) Kemudahan yang dirasakan berpengaruh positif signifikan terhadap niat untuk menggunakan.This study aims to determine how much the people of Purwokerto City accept the development of online-based transportation technology, namely the Gojek Application seen from the quality of the system and the user interface of the Gojek application and see how much consumers intend to reuse the technology. This study uses the Technology Acceptance Model (TAM) analysis method by applying factor variables from the user's attitude, namely the perception of user convenience (perceived ease of use) and perceived usefulness (perceived usfulness). The population in this study were people who lived in the Purwokerto City area and had used the Gojek application. The results of the study using regression analysis show that: 1) System quality has a significant positive effect on perceived usefulness. 2) System quality has a significant positive effect on perceived ease. 3) The user interface has a positive but not significant effect on perceived usefulness. 4) The user interface has a significant positive effect on perceived ease. 5) The perceived ease has a significant positive effect on perceived usefulness. 6) The perceived usefulness has a significant positive effect on the intention to use. 7) The perceived ease has a significant positive effect on the intention to use.