| NIM | A1C015048 |
| Namamhs | ADLLYSSA AZIZAH ZAHRA |
| Judul Artikel | Analisis Perilaku Konsumen Beras Lokal di DKI Jakarta: Model Terintegrasi dari Alphabet Theory dan Theory of Planned Behaviour |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Indonesia merupakan negara agraris dengan potesi pertanian yang sangat baik terutama pertumbuhan komoditi beras. Indonesia berhasil menjadi negara dengan peringkat ketiga setelah Cina sebagai produsen beras. Namun beberapa tahun terakhir Indonesia justru menjadi negara pengimpor beras dari Thailand dan Vietnam sebagai bentuk pengamanan cadangan makanan negara. Jumlah konsumsi beras di Indonesia cukup tinggi sesuai dengan data Badan Pusat Statistik dimana antara tahun 2007 – 2017 Indonesia mengalami flutuasi konsumsi beras yang tidak pasti. Dikarenakan beras merupakan komoditi pertanian yang belakangan ini mengalami perubahan jumlah yang tidak pasti. Pemerintah melakukan promosi pangan lokal termasuk beras sesuai Peraturan Presiden No.22 Tahun 2009 dengan menghargai keragaman pangan dilihat dari keinginan masyarakat dalam mengonsumsi pangan lokal. DKI Jakarta menjadi daerah dengan kepadatan penduduk dan tingkt konsumsi makanan yang tinggi. Budaya makan masyarakat Jakarta dimana merupakan kota metropolitan memiliki kecenderungan mengonsumsi makanan yang beragam termasuk berbagai variasi beras. Dalam menentukan hal apa saja yang menjadi pengaruh masyarakat DKI Jakarta dalam memilih dan mengosumsi makanan yaitu beras, dilakukan penelitian lebih lanjut dalam bentuk analisis perilaku konsumen. Untuk mengetahuinya perlu adanya model perilaku konsumen beras lokal yang terdiri dari variabel laten (faktor utama) dan indikator-indikatir (hal yang mendukung faktor utama). Model yang dibuat merupakan penggambungan dari dua model terdahulu yaitu Theory of Planned Behaviour dan Alphabet Theory. Kedua model tersebut menghasilkan faktor-faktor terhubung yang terdiri dari demografi (D), knowledge/pengethauan (K), information seeking/informasi (IS), habit/kebiasaan (H), value/nilai (V), behaviour/perilaku (B), norm/norma (N), attitude/sikap (A), dan belief/kepercayaan (B). Model terintegrasi tersebut kemudian diuji melalui apliaksi analisis SEM (Structural Equation Modeling) yaitu SPSS Amos dengan menggunakan alat berupa data kuesioner dimana respondennya adalah konsumen beras lokal di DKI Jakarta. Hasil yang diperoleh berupa kecocokan model dengan data yang diinput serta kuat-lemahnya hubungan natara variabel laten yang merupakan faktor utama, dengan indikator-indikatornya dimana hal tersebut dapat menggambarkan hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih dan mengonsumsi beras lokal.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesia is an agricultural country with very good agricultural potential, especially the growth of rice commodities. Indonesia became the third country after China as a big rice producer. However, in recent years Indonesia has become a rice importing country from Thailand and Vietnam. The amount of rice consumption in Indonesia is quite high according to data from Badan Pusat Statistik between 2007 – 2017, Indonesia had uncertain fluctuations in rice consumption number. Rice is an agricultural commodity which has recently undergone an uncertain amount change. The government promotes local food including local rice in Presidential Regulation No. 22, 2009 by respecting food diversity based on people’s demands to consume local food. DKI Jakarta is an area with high number of population and high level of food consumption. The culture of eating in Jakarta which is a metropolitan city tends to consume a variety of foods including various of rice. To determine what things that influence of people to choose and consume food, especially rice, further research is needed to know the consumers’ behaviour. It is necessary to find out the model of consumers’ behaviour for local rice consumption which consist of latent variables (main factors) and indicators (things that support the main factor). The model is an integration of two other models there are Theory of Planned Behaviour and Alphabet Theory. Both of that models consist of connected factors which are Demography (D), Information Seeking (IK), Knowledge (K), Habit (H), Value (V), Behaviour (B), Norm (N), Attitude (A), and Beliefs (B). The integrated model then be examined with SPSS Amos using data from questionnaire. The questionnaire is intended to local rice consumers in DKI Jakarta.
|
| Kata kunci | Beras lokal, SPSS Amos, perilaku konsumen, model, Theory of Planned Behaviour, Alphabet Theory. |
| Pembimbing 1 | Poppy Arsil, S.TP., M.T., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ardiansyah, S.TP., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2019-08-22 10:15:49.615651 |
|---|