Artikelilmiahs
Menampilkan 23.181-23.200 dari 51.900 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23181 | 26410 | B1J012088 | Struktur dan Keanekaragaman Vegetasi Riparian pada Waduk Penjalin di Kabupaten Brebes | Vegetasi riparian merupakan zona transisi ekosistem terestrial dengan ekosistem perairan. Riparian memiliki beberapa fungsi diantaranya mengontrol erosi, sebagai perangkap sedimen, mencegah kenaikan suhu air, membantu persediaan air tanah, sebagai tempat hidup flora dan fauna. Fungsi tersebut akan berkurang atau bahkan hilang dengan bertambahnya jumlah penduduk dan laju pembangunan pada sekitaran perairan. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana struktur vegetasi riparian yang tumbuh dan keanekaragamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur tumbuhan riparian dan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan riparian. Penelitian ini dilaksanakan di Waduk Penjalin merupakan waduk yang berada di Ds. Winduaji Kec. Paguyangan Kab. Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengn teknik pengambilan sampel “purposive sampling” pada 4 stasiun. Pengambilan sampel menggunakan 3 plot yang berukuran 10 m x 10 m untuk pengambilan data pohon dengan diam batang ≥ 10 cm, 5 m x 5 m untuk pengambilan data anakan pohon dengan diam 1 – < 10 cm, dan 1m x 1 m untuk pengambilan semai dan tumbuhahan bawah. Plot diletakkan pada 3 zona dengan 3 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis untuk mengetahui Kerapatan(K), Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi (F), Frekuensi Relatif (FR), Dominasi (D), Dominasi Relatif (DR), Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman Shannon (H’), dan indeks Kemerataan (e). Hasil penelitian ditemukan 6 spesies pohon dan 17 spesies anakan, semai, dan tumbuhan bawah. Nilai indeks keanekaragamaan antar zona seragam atau merata berkisar 1,02 sampai 1,13. Nilai indeks kemerataan berkisar 0,28 sampai 0,37 yang menandakan populasi kecil yang mengisyaratkan adanya dominansi suatu spesies terhadap spesies lain. spesies pohon yang dominan yaitu sengon (Albizia chinensis) dan spesies semai dan tumbuhan bawah yaitu rumput pahitan (Axonopus compressus). | Riparian vegetation is a transition zone of terrestrial ecosystems with aquatic ecosystems. Riparian has several functions including controlling erosion, as a trap for sediments, preventing rising water temperatures, helping to supply ground water, as a place to live flora and fauna. The function will decrease or even disappear with the increase in population and the rate of development in the surrounding waters. The research was carried out to find out how the structure of riparian vegetation grows and its diversity. This study aims to determine the structure of riparian plants and to determine the diversity of riparian plants. This research was conducted in Penjalin Reservoir, which is a reservoir located in Ds. Winduaji Kec. Paguyangan Kab. Brebes. The research method used is a survey with a purposive sampling technique at 4 stations. Sampling uses 3 plots that are 10 m x 10 m for data collection of trees with a stem diam of ≥ 10 cm, 5 m x 5 m for retrieval of tillers with diams of 1 - 10 cm, and 1m x 1 m for seedling collection and growing down. The plot is placed in 3 zones with 3 replications. The results of the research data were analyzed to determine density (K), Relative Density (KR), Frequency (F), Relative Frequency (FR), Domination (D), Relative Domination (DR), Important Value Index (INP), Shannon Diversity Index ( H '), and evenness index (e). The results of the study found 6 tree species and 17 species of tillers, seedlings and understorey. Uniform or evenly distributed diversity index values range from 1.02 to 1.13. Evenness index values range from 0.28 to 0.37 which indicates a small population which suggests the dominance of a species against other species. The dominant tree species are sengon (Albizia chinensis) and species of saplings, seedlings and lower plant, which are pahitan grass (Axonopus compressus). | |
| 23182 | 26412 | F1C013027 | Persepsi Mahasiswa Etnis Tionghoa Dengan Mahasiswa Pribumi Tentang Komunikasi Antarbudaya Dalam Mengatasi Prasangka Sosial (Studi Kasus Persepsi Mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman) | Prasangka sosial terhadap etnis Tionghoa merupakan sebuah kenyataan yang terjadi di Indonesia sejak Era Orde Baru hingga saat ini. Etnis Tionghoa juga merupakan etnis minoritas dengan jumlah populasi terbanyak di Indonesia serta satu-satunya etnis yang pernah mengalami kekerasan rasial secara nyata. Menariknya, fenomena prasangka sosial tidak terdapat pada lingkungan akademik seperti kampus. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa Etnis Tionghoa dengan mahasiswa pribumi tentang komunikasi antarbudaya dalam mengatasi prasangka sosial di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan komunikasi antarbudaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Untuk memvalidasi data yang telah diperoleh, penulis menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah prasangka sosial mengenai etnis Tionghoa yang berkembang di masyarakat tidak mempengaruhi persepsi dan komunikasi antarbudaya mahasiswa etnis Tionghoa dengan mahasiswa pribumi secara langsung. Perbedaan budaya mahasiswa etnis Tionghoa dengan mahasiswa pribumi hanya bisa ditemukan apabila mereka sedang berada dalam lingkungan keluarga masing-masing. Sementara ketika berada di lingkungan kampus, mahasiswa etnis Tionghoa dengan mahasiswa pribumi memiliki interaksi seperti mahasiswa pada umumnya. Pada dasarnya potensi kegagalan dalam berkomunikasi antarbudaya itu akan selalu ada. Namun mereka juga memiliki persepsi bahwa perilaku buruk dari anggota kelompok kebudayaan tertentu tidak dapat merepresentasikan kelompok kebudayaan itu secara keseluruhan. | Social prejudice towards the Chinese ethnicity is a reality that has occurred in Indonesia since the New Order Era until now. Chinese ethnicity is also an ethnic minority with the largest population in Indonesia and the only ethnic group that has experienced racial violence in real terms. Interestingly, the phenomenon of social prejudice is not found in the academic environment such as college. Therefore this study has an objectivity to find out the perception of Chinese Indonesians students and indigenous students about the intercultural communication in overcoming social prejudice in the Faculty of Social and Political Sciences at Jenderal Sudirman University. Methodology that used in this study is descriptive qualitative with an intercultural communication approach. Data that obtained through in depth interviews from informants were selected based on purposive sampling and snowball sampling techniques. To validate the data that has been obtained, the author used triangulation technique. The results of this research are social prejudices about the Chinese Indonesians that develop in the community do not directly affect the perception and communication between Chinese Indonesians students and indigenous students in direct way. Cultural differences between Chinese Indonesians students and indigenous students only found if they are in their respective family environments. While in the campus environment, Chinese Indonesians students with Indigenous students have interactions like other students in general. Basically, the potential for failure in communicating between the cultures will always be there. They also have the perception that some bad behavior from members of certain ethnic groups cannot represent that whole ethnic group. | |
| 23183 | 28590 | C1C016018 | ANALISIS FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING DENGAN PERSPEKTIF CROWE’S FRAUD PENTAGON THEORY | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Fraudulent Financial Reporting dengan Perspektif Crowe’s Fraud Pentagon Theory. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor keuangan Indonesia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2018, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sampel yang diambil berjumlah 50 perusahaan yang terdapat pada sektor keuangan Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Stabilitas Keuangan tidak berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Reporting; (2) Sifat Industri tidak berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Reporting; (3) Opini Audit tidak berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Reporting; (4) Perubahan Dewan Direksi tidak berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Reporting; (5) Frekuensi Kemunculan Gambar CEO tidak berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Reporting. Dapat disimpulkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini tidak berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Reporting. Keterbatasan dan saran dalam penelitian ini: (1) Penelitian ini hanya menggunakan data sekunder sehingga kurang menggambarkan adanya indikasi Fraudulent Financial Reporting, peneliti selanjutnya dapat menggunakan kombinasi antara penelitian kuantitatif dan kualitatif; (2) Penggunaan variabel dalam penelitian ini belum mampu mendeteksi adanya indikasi Fraudulent Financial Reporting, peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel lain seperti variabel tekanan eksternal. | This study aims to determine the factors that influence Fraudulent Financial Reporting with the Perspective of Crow's Fraud Pentagon Theory. The population in this study are all Indonesian financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the 2016-2018 period, with a sampling technique that is purposive sampling, the samples taken amounted to 50 companies found in the Indonesian financial sector. The data analysis technique used in this study is logistic regression analysis. The results of this study indicate that: (1) Financial Stability has no effect on the Fraudulent Financial Reporting; (2) The nature of the industry has no effect on the Fraudulent Financial Reporting; (3) Audit Opinion does not affect the Financial Reporting Fraudulent; (4) Changes in the Board of Directors do not affect the Financial Statement Reporting; (5) The Frequency of CEO Image Appearance has no effect on the Fraudulent Financial Reporting. It can be concluded that all variables in this study did not affect Fraudulent Financial Reporting. Limitations and suggestions in this study: (1) This study only uses secondary data so that it does not adequately illustrate the existence of Fraudulent Financial Reporting indications, researchers can then use a combination of quantitative and qualitative research; (2) The use of variables in this study has not been able to detect any indication of Fraudulent Financial Reporting, researchers can then use other variables such as external pressure variables. | |
| 23184 | 28782 | J1D015031 | Implikatur Percakapan dalam Film Orang Kaya Baru sebagai Bahan Ajar Teks Anekdot Kelas X | Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan dalam film Orang Kaya Baru, mendeskripsikan makna implikatur yang terkandung dalam film Orang Kaya Baru, dan mendeskripsikan implementasinya dalam pembelajaran teks anekdot. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutannya teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data, peneliti menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu menggunakan daya pilah pragmatis, dan teknik lanjutan hubung banding memperbedakan. Adapun hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan analisis data, terdapat pelanggaran pada setiap maksim dalam prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan. Pelanggaran maksim-maksim tersebut menjadi penyebab munculnya implikatur percakapan dalam film Orang Kaya Baru. Adanya pelanggaran tersebut juga memberikan manfaat bagi pembaca, khususnya siswa. Melalui pemahaman tentang pelanggaran prinsip percakapan, diharapkan pembaca dapat menggunakan prinsip percakapan yang sesuai dalam berkomunikasi. Pemahaman mengenai implikatur dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran pada Kompetensi Dasar (KD) 3.5 yaitu mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat. | This research is qualitative descriptive research which aimed to describe the infraction of collaboration/cooperation principle and politeness principle in Orang Kaya Baru movie, to describe the meaning of implicature speech in this movie, and to describe its implementation on anecdote text learning. The methods of collecting data used in this research was listening method with recording technique for the basic technique, and the following technique of listening without speaking involvement and note taking technique. In analyzing data, the researcher used match method and element determining selection of pragmatic technique, and the next technique was comparison relating technique. The result of analyzing data were presented through informal method. Based on data analysis, there are some infractions in every maxim in the principle of collaboration/cooperation and politeness principle. The maxim infractions above caused the conversation implicature in Orang Kaya Baru movie. Those infractions can give some advantages for the readers especially the students. Through the infractions of collaboration/cooperation principle, the students are able to use the collaboration/cooperation principle appropriately when they communicate each other. The understanding of implicature can be used as a teaching material to achieve the learning purpose of the basic competency (KD) 3.5 evaluating anecdote text from its hidden meaning. | |
| 23185 | 28895 | A1D015004 | TINGKAT SERANGAN WERENG BATANG COKLAT DAN PENGGEREK BATANG PADI PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mencari varietas yang tahan terhadap serangan hama wereng batang coklat (WBC) dan/atau penggerek batang padi (PBP). Penelitian ini dilaksanakan pada lahan sawah milik petani di Desa Sumilir, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada bulan Desember 2018 sampai dengan Juli 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari 5 varietas padi, yaitu Inpago Unsoed 1, Parimas, Mugibat, Inpari 32 dan Logawa dan percobaan diulang 4 kali. Hasil penelitian tingkat serangan wereng batang coklat yang ditunjukkan oleh populasinya bervariasi antar varietas. Populasi serangga tersebut cukup rendah 0,36-0,62 individu/rumpun), berada di bawah ambang ekonomi (15 individu/rumpun). Demikian pula tingkat serangan penggerek batang padi pada semua varietas cukup rendah. | The purpose of this research was to find out rice variety that is resistant against brown planthopper (BPH) and rice stem borer (RSB). The study was carried out at farmer's rice fields in Sumilir Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency, Central Java, on Descember 2018 to July 2019. We used randomized block design (RBD). The treatments consisted of 5 rice varieties, namely Inpago Unsoed 1, Parimas, Mugibat, Inpari 32 and Logawa, and the experiment was repeated 4 times. The results showed the level of brown plant hopper attacks shown by the population varies among varieties. The insect population was quite low from 0.36 to 0.62 individuals / hill, below the economic threshold (15 individuals / hill). Likewise, the level of attack of rice stem borer in all varieties was quite low too. | |
| 23186 | 26414 | A1D015133 | PENGARUH NAUNGAN DENGAN TIGA TARAF INTENSITAS PARANET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TUJUH GENOTIPE KENTANG (Solanum tuberosum L.) | Upaya peningkatan produktivitas tanaman kentang melalui ekstensifikasi semakin sulit dilakukan karena semakin berkurangnya ketersediaan lahan yang sesuai untuk budidaya. Alternatif yang dapat digunakan adalah melalui program pemuliaan tanaman dengan pembentukan varietas yang memiliki kemampuan adaptasi pada lahan dengan keterbatasan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kentang, 2) mengetahui respon masing-masing varietas terhadap kondisi lingkungan di bawah naungan, dan 3) mengetahui varietas kentang yang paling sesuai digunakan untuk budidaya pada kondisi di bawah naungan. Penelitian eksperimental dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga April 2019 di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Rancangan yang digunakan adalah petak terbagi dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah naungan menggunakan paranet dengan 3 taraf intensitas kerapatan (0%/kontrol, 40%, dan 65%), sedangkan faktor kedua adalah genotipe kentang (Agria, Vega, Tedjo MZ, Granola L, Granola Kembang, Lempeng, dan Jegruk). Karakter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, bobot tanaman kering, bobot total umbi, rata-rata diameter umbi, jumlah umbi, luas daun, dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet dengan intensitas kerapatan 40% maupun 65% menurunkan nilai jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, bobot tanaman kering, bobot umbi, rata-rata diameter umbi, jumlah umbi, kerapatan stomata dan luas daun. Sementara itu naungan 40% terlihat masih dapat meningkatkan tinggi tanaman dan meningkatkan luas daun, tetapi naungan 65% sudah mengurangi nilai kedua parameter tersebut. Penggunaan tujuh genotipe kentang menunjukkan nilai pertumbuhan dan hasil yang berbeda-beda, kecuali pada parameter luas daun dan kerapatan stomata. Berdasarkan parameter hasil, Jegruk merupakan genotipe yang paling mampu beradaptasi pada kondisi naungan. | The effort in increasing potato plant productivity through extensification is more difficult to carry out due to the shortage of appropriate land for cultivation purpose. An alternative way could be performed is through plant breeding program by establishing varieties with the ability of adaptation on certain marginal land. This research aimed to: 1) determine the effects of shade on potato plant growth and production, 2) understand the response of each potato variety under shady area condition, 3) know the most suitable variety for cultivation under shady area condition. The research was undertaken from December 2018 to April 2019, located in Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. This research was arranged using Split Plot Design with two factors. The main factor was shade by using paranet with 3 levels of intensity (0%/control, 40%, and 65%), whereas the second factor was potato genotype (Agria, Vega, Tedjo MZ, Granola L, Granola Kembang, Lempeng, and Jegruk). Parameters observed included plant height, number of leaves, number of stems, diameter of stem, plant dry weight, total weight of tubers, diameter of tuber, number of tubers, leaf area, and stomatal density. The result showed that paranet shade both with 40% and 65% intensity reduced the number of leaves, number of stems, diameter of stem, plant dry weight, total weight of tubers, diameter of tuber, number of tubers, and stomatal density. Meanwhile, 40% shade intensity could increase the plant height and leaf area, but 65% shade intensity has reduced these two parameters. The use of 7 potato genotypes showed different values on growth and production, except for the parameter of leaf area and stomatal density. Based on the parameter of production, Jegruk was the most adaptable genotype under shady area condition. | |
| 23187 | 26413 | F1A015032 | EKSISTENSI TRADISI KIDUNGAN PADA PAGUYUBAN MUGI RAHAYU DI DESA TANGGERAN, KECAMATAN SOMAGEDE, BANYUMAS | Penganut Islam Kejawen di Banyumas salah satunya yaitu Paguyuban Mugi Rahayu yang terbentuk tahun 2008 di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede. Paguyuban Mugi Rahayu ini merupakan paguyuban yang mempunyai semboyan nguri-uri kebudayaan Jawa yang dikombinasikan dengan ajaran agama Islam NU. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan adalah Tradisi Kidungan yang dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian adalah anggota Paguyuban Mugi Rahayu yang melaksanakan tradisi Kidungan. Terutama pengurus harian Paguyuban Mugi Rahayu. Tradisi Kidungan merupakan tradisi ritual menyanyi macapat secara bersama–sama yang dilakukan oleh sekelompok orang. Kidungan berisi kegiatan menyanyikan macapat yang berisi kata–kata Jawa kuno yang dianggap sebagai doa pengantar kepada Allah SWT saat mempunyai suatu hajat tertentu. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Paguyuban Mugi Rahayu memaknai Tradisi Kidungan sebagai suatu kebudayaan berupa seni tembang macapat yang dijadikan perantara untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT dan secara sosial sebagai alat untuk menolong orang lain ketika mempunyai hajat. Namun, yang menjadi kendala saat ini adalah anggota yang mengikuti tradisi Kidungan ini semakin berkurang karena adanya tuntutan kehidupan modern berupa pemenuhan kebutuhan ekonomi, hal ini menjadi ancaman akan eksistensi Tradisi Kidungan oleh Paguyuban Mugi Rahayu. Implikasi dari penelitian ini yaitu perlu adanya perhatian dan peran serta dari masyarakat, pemerintah Desa Tanggeran maupun pemerintah Kecamatan Somagede dan Kabupaten Banyumas untuk mempromosikan Tradisi Kidungan yang di dalamnya terdapat tembang-tembang macapat agar generasi muda tidak melupakan budaya tembang Macapat. | One of the followers of Kejawen Islam in Banyumas is the Mugi Rahayu Circle of Friends which was formed in 2008 in Tanggeran Village, Somagede District. The Mugi Rahayu Circle of Friends is a group that has a motto of Javanese culture which is combined with the teachings of the Islamic religion of NU. One of the routine activities carried out is the Kidungan Tradition discussed in this study. This research uses descriptive qualitative research. The research targets were members of the Mugi Rahayu Circle of Friends who carried out the Kidungan tradition. Especially the daily manager of the Mugi Rahayu Circle of Friends. The Kidungan tradition is a ritual tradition of macapat singing together which is performed by a group of people. The song contains the activity of singing macapat which contains ancient Javanese words which are considered as introductory prayers to Allah SWT when he has a certain intention. The results of this study indicate that the Mugi Rahayu Society interprets the Kidungan Tradition as a culture in the form of the art of macapat song which is used as an intermediary to offer prayers to Allah SWT and socially as a tool to help others when having a lavatory. However, the current obstacle is that members who follow the Kidungan tradition are increasingly lacking due to the demands of modern life in the form of meeting economic needs, this is a threat to the existence of the Kidungan Tradition by the Mugi Rahayu Circle of Friends. The implication of this research is the need for attention and participation from the community, the village government of Tanggeran as well as the government of the District of Somagede and Banyumas Regency to promote the Kidungan Tradition in which there are macapat songs so that the younger generation does not forget the Macapat song culture. | |
| 23188 | 26306 | A1D015003 | KAJIAN METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM TANAMAN CABAI IN PLANTA | Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap penyakit layu fusarium pada tanaman cabai, (2) mengetahui pengaruh metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret sampai Juli 2019. Pengujian in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan 5 ulangan dan in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan meliputi kontrol, metabolit sekunder Beauveria bassiana isolat Jember, Beauveria bassiana isolat Papua, Metharizhium anisopliae isolat Papua, dan Lecanicillium lecanii isolat Papua. Variabel yang diamati meliputi daya hambat, masa inkubasi, intensias penyakit, tinggi tanaman, panjang akar, dan kandungan senyawa fenol (tanin, saponin, hidrokuinon) secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat metabolit sekunder jamur entomopatogen mampu mempengaruhi daya hambat terhadap pertumbuhan jamur fusarium berturut-turut sebesar 50,62; 50,64; 48,62; dan 56,62%, memperpanjang masa inkubasi berturut-turut sebesar 71,05; 73,38; 64,89; dan 68,57%, menekan intensitas penyakit berturut-turut sebesar 99,999; 99,999; 99,994; dan 99,995%, dapat meningkatkan tinggi tanaman berturut-turut sebesar 15,22; 18,8; 21,14; 21,69%, meningkatkan panjang akar berturut-turut sebesar 22,61; 25,71; 26,34; 33,50%, dan meningkatkan kandungan senyawa tanin, saponin dan hidrokuinon dibandingkan kontrol. | The research aimed to know (1) determine the effect of secondary metabo¬lites of entomopathogenic fungi on fusarium wilt on chili plants, (2) to determine the effect of secondary metabolites of entomopathogenic fungi on the growth of chili plants. The study was conducted at the Plant Protection Laboratory and the screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from March until July 2019. In vitro test used a Completely Randomized Design with 5 treatments and 5 replicate and in planta using a Randomized Block Design with 5 treatments and 5 replicatie including control, secondary metabolites Beauveria bassiana Jember isolate, Beauveria bassiana Papua isolate, Metharizhium anisopliae Papua isolate, and Lecanicillium lecanii Papua isolate. Variables observed included inhibition ability, incubation period, desease intensity, plant height, root length, and phenolic compounds (tannins, saponin, hidroquinone) qualitatively. Results of the research showed that the four secondary metabolites of entomopathogenic fungi were able to inhibits the growth of fusarium fungus by 50.62; 50,64; 48,62; 56.62%, extend incubation periods of 71.5; 73,38; 64.89; and 68.57%, suppress disease intensity by 99.999; 99,999; 99,994; and 99.995%, can increase plant height by 15.22; 18.8; 21.14; 21.69%, increasing the root length by 22.61; 25,71; 26,34; 33.50%, and can increase the content of tannins, saponins and hydroquinone compounds compared to controls. | |
| 23189 | 26438 | A1H014014 | PENINGKATAN KUALITAS BIOGAS MELALUI PROSES PEMURNIAN DENGAN PURIFIER BERTINGKAT SERI MENGGUNAKAN ADSORBEN ARANG AKTIF DAN ZEOLIT | Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari bahan organik melalui proses fermentasi. Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4). Semakin tinggi kandungan metana maka semakin besar kandungan energi pada biogas. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan gas metana pada biogas serta dapat menurunkan gas-gas pengotor seperti CO2, dan gas-gas lain yang tidak terpakai dengan pemurnian menggunakan purifier yang telah di isi adsorben, pada penelitian ini adsorben yang digunakan yaitu arang aktif dan zeolit. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu C/N rasio, pH, suhu, total solid (TS), volatile solid (VS), Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang berpengaruh dalam produksi gas metan. Kadar CH4 dan CO2 setelah dimurnikan, dan waktu optimal untuk proses pemurnian biogas, perlakuan yang diberikan menggunakan 3 waktu pengujian, yaitu 30, 60, dan 90 menit. Percobaan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio C/N sebesar 20,36 dengan suhu rata-rata 25,1oC dan pH rata-rata 6. Nilai BOD awal dan akhir masing-masing sejumlah 77800,86 mg/l dan 53002,42 mg/l dan COD awal dan akhir masing-masing sejumlah 59800 mg/l dan 36000 mg/l. TS dan VS masing masing mengalami penurunan sebesar 20,99% dan 17,93%. Penggunaan adsorben arang aktif dan zeolit dapat meningkatkan kandungan gas CH4 sebesar 136,5% dan menurunkan kandungan gas CO2 sebesar 64% pada biogas. Lama waktu pengujian mampu meningkatkan konsentrasi CH4 dan menurunkan kandungan gas CO2 dengan waktu paling optimal yaitu 30 menit. | Biogas is energy resulting from organic materials through the process of fermentation in biodigester. Energy contained in biogas hanging from concentration methane (CH4). The higher methane content means greater energy content in biogas. one way to increase the methane content in biogas and also reduce impurity gases such as CO2 and other gases that aren’t used by biogas purification. use a purifier that has been filled with adsorbents, in this study using solid adsorption with activated charcoal and zeolite. Measured variabels in this research include C / N ratio, pH, temperature, total solid (TS), volatile solid (VS), Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (COD) which affect the production of methane gas. The levels of CH4 and CO2 after purification processes using activated charcoal and zeolite adsorbents, and the optimal time for biogas purification process. The treatment uses 3 times the test, which is 30, 60 and 90 minutes. The results showed that the C / N ratio was 20.36, with an average temperature of 25.1oC and an average pH of 6. The initial and final BOD values were 77800.86 mg / l and 53002.42 mg / l and respectively. The initial and final COD are 59800 mg / l and 36000 mg / l, respectively. Then TS and VS each decreased by 20.99% and 17.93%. The use of activated charcoal and zeolite adsorbents can increase CH4 gas content by 136,5% and reduce CO2 gas content by 64% in biogas, with the most optimal time, which is 30 minutes. | |
| 23190 | 26415 | H1F014057 | GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK FLUIDA PANAS BUMI DAERAH KARANGMANGU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BATURADEN, BANYUMAS | Salah satu teknik eksplorasi yang digunakan pada bidang panas bumi yaitu teknik geokimia. Komposisi air panas sebagai salah satu manifestasi panas bumi dipengaruhi oleh pencucian batuan samping, pendidihan, pendinginan dan percampuran. Penelitian dilakukan di daerah Karangmangu dan sekitarnya pada koordinat 109°12’24’’E-109°15’14’’E dan 7°17’52’’S-7°20’44’’S. Didapatkan hasil bahwa geomorfologi daerah penelitian tersusun dari 2 satuan yaitu Satuan Punggungan Aliran Lahar Kali Logawa dan Satuan Lembah Aliran Lava Slamet. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda tersusun atas Satuan Punggungan Aliran Lahar Kali Logawa dan diikuti oleh Satuan Aliran Lava Slamet. Terdapat struktur geologi yaitu Sesar Kalipagu di kontak antara Satuan Punggungan Aliran Lahar Kali Logawa dengan Satuan Lembah Aliran Lava Slamet. Proses yang terjadi adalah pengenceran air panas bumi oleh air meteorik yang mengakibatkan mata air panas daerah penelitian berada pada kondisi immature water. Metode yang digunakan untuk menentukan temperatur reservoir adalah diagram entalpi silika, sedangkan untuk rasio percampuran adalah diagram entalpi klorida dan persamaan Han. Didapatkan temperatur reservoir panas bumi yaitu 197-198°C untuk tahun 2008 dan 195-200°C untuk tahun 2018. Rasio percampuran pada daerah penelitian berada pada angka 63,19-69% kehadiram air meteorik untuk tahun 2008 dan 60,5-64% kehadiran air meteorik untuk tahun 2018. | One exploration technique used in the geothermal field is geochemical techniques. The composition of hot water as one of the manifestations of geothermal energy is influenced by side rock washing (or leaching), boiling, cooling and mixing. The study was carried out in the Karangmangu and surrounding areas at coordinates 109°12’24’’E-109°15’14’’E dan 7°17’52’’S-7°20’44’’S. Results were obtained that the geomorphology of the study area is composed of 2 units, namely the Kali Logawa Volcanic Mudflow Unit and the Slamet Lava Flow Valley Unit. The stratigraphy of the study area from young to old is composed of the Kali Logawa Volcanic Mudflow Unit and follow up by the Slamet Lava Flow Valley Unit. There is a geological structure, namely the Kalipagu Fault in the contact of Kali Logawa Volcanic Mudflow Unit with Slamet Lava Flow Valley Unit. The process that occurs is the dilution of geothermal water by meteoric water which results in the hot springs of the research area being in an immature water condition. The method used to determine reservoir temperature is the silica enthalpy diagram, while the mixing ratio is the enthalpy chloride diagram and the Han equation. The geothermal reservoir temperature was have range 197-198°C for 2008 and 195-200°C for 2018. The mixing ratio in the study area was at 63,19-69% metoric water presence for 2008 and 60,05-64% meteoric water presence for 2018. | |
| 23191 | 26423 | F1F014061 | Homosexuality of Will Grayson in John Green and David Levithan’s Will Grayson, Will Grayson | Penelitian ini berjudul “Homosexuality of Will Grayson in John Green and David Levithan’s Will Grayson, Will Grayson” bertujuan untuk mengetahui bagaimana homoseksualitas dari Will Grayson dan untuk mengetahui tahapan homoseksual Will Grayson yang digambarkan didalam novel Will Grayson, Will Grayson yang ditulis oleh John Green dan David Levithan. Ini menjelaskan bagaimana Will Grayson mengembangkan dirinya tersembunyi dan perilaku dan bagaimana hidup hidupnya sebagai homoseksual dalam masyarakat. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data utama adalah kutipan yang berisi masalah yang terkait homoseksualitas dalam novel Will Grayson, Will Grayson yang ditulis oleh John Green dan David Levithan. Penelitian ini hanya fokus kepada Will Grayson objek dari David Levithan. Selain itu, penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis dalam sastra untuk menggambarkan perkembangan kepribadian manusia dari aspek psikologis novel dan tahap teori identitas homoseksual oleh Arthur Lipkin untuk menganalisis lebih lanjut tentang masalah homoseksual dalam novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Will Grayson menjadi homoseksual melalui faktor yang berpengaruh, yaitu keluarga dan lingkungan sosial. Dalam hal ini, lingkungan sosial memiliki dampak yang lebih besar daripada lingkungan keluarganya pada orientasi seksualnya. 2) Will Grayson mengalami semua lima tahapan menjadi homosexual. Lima tahap tersebut yaitu pre-sexuality, identity questioning, coming out, pride, dan post-sexuality. Kata Kunci: Will Grayson, Homoseksualitas, Psikoanalisis dalam sastra, penyebab dan tahap identitas homoseksualitas. | The research entitled “Homosexuality of Will Grayson in John Green and David Levithan’s Will Grayson, Will Grayson” aims to find out how homosexuality of Will Grayson depicted in John Green and David Levithan’s Will Grayson, Will Grayson and to find out the stages of Will Grayson’s homosexuality as depicted in John Green and David Levithan’s Will Grayson, Will Grayson. This research only focuses on Will Grayson's object from David Levithan. It explains how Will Grayson developed his hidden self and behavior and how lived his life as a homosexual in society. The researcher uses qualitative method in analyzing data. The primary data is the quotations which contain the related issue of homosexuality in John Green and David Levithan's Will Grayson, Will Grayson. In addition, the research uses the theory of psychoanalysis in literature to explain the development of human personality from the psychological aspect of the novel and the stages of homosexual identity theory by Arthur Lipkin to analyze further about the issue of homosexual in the novel. The result of this research shows that: 1) Will Grayson becomes a homosexual through influential factors. They are family and social environments. In this case, the social environment has bigger impact rather than his family environment on his sexual orientation. 2) Will Grayson experiences all five stages of being homosexual. The five stages are pre-sexuality, identity questioning, coming out, pride, and post-sexuality. | |
| 23192 | 28781 | G1A016105 | Perbedaan Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Kemoterapi (Cisplatin-Paclitaxel) pada Pasien Kanker Nasofaring di RSUD Prof. Dr.Margono Soekarjo | Latar Belakang: Terapi kanker nasofaring berdasarkan National Comprehensive Cancer Network merekomendasikan induction chemotheraphy + concurrent chemoradiotheraphy sebagai salah satu perawatan standar untuk penyakit kanker nasofaring stadium II-IVA. Penggunaan induction chemotheraphy diberikan sebelum radioterapi, menjadi strategi pengobatan yang efektif karena memiliki tingkat kepatuhan yang lebih baik dan memfasilitasi pemberantasan dini mikrometastasis. Namun, kemoterapi memiliki efek samping supresi sumsum tulang dan mengurangi hormon eritropoietin di ginjal. Penurunan kadar hemoglobin dapat memperburuk defisiensi oksigen pada tumor sehingga meningkatkan sel-sel hipoksia dan berkontribusi terhadap perkembangan resistensi radioterapi. Tujuan: Mengetahui kadar hemoglobin sebelum dan sesudah kemoterapi (cisplatin-paclitaxel) pada pasien kanker nasofaring. Desain Penelitian: Penelitian analitik observasional yang menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 36 pasien kanker nasofaring yang menjalani 6 siklus kemoterapi dan memenuhi kriteria penelitian. Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan Paired T Test didapatkan perbedaan rerata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah kemoterapi (p=0,000), rerata kadar hemoglobin sebelum kemoterapi yakni 13,39 g/dL dan sesudah kemoterapi yakni 11,35 g/dL pada pasien kanker nasofaring di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah kemoterapi (cisplatin-paclitaxel) pada pasien kanker nasofaring di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | Background: Nasopharyngeal cancer therapy based on the National Comprehensive Cancer Network recommends induction chemotheraphy +concurrent chemoradiotheraphy as one of the standard treatments for stage II-IVA nasopharyngeal cancer. The use of induction chemotheraphy given before radiotherapy, is an effective treatment strategy because it has a better level of adherence and facilitates early eradication of micrometastasis. Chemotherapy has a direct side effect of disruption of erythrocyte formation in the bone marrow and reduces the erythropoietin hormone in the kidney. Decreased hemoglobin levels exacerbate oxygen deficiency in tumors thereby increasing hypoxic cells and contributing to the development of radiotherapy resistance. Objective: This research was conducted to find out the hemoglobin levels before and after chemotheraphy (cisplatin-paclitaxel) in nasopharyngeal cancer patients. Design: An analytical observational studies with cross sectional method. The subjects were 36 nasopharyngeal cancer patients that gone through 6 cycles of chemotherapy and meets the research criteria. Result: The results of the bivariate analysis showed differences in the average hemoglobin levels before and after chemotherapy, the average hemoglobin levels before chemotherapy which were 13.39 g/dL and after chemotherapy which were 11.35 g/dL in nasopharyngeal cancer patients at Prof. Hospital Dr. Margono Soekarjo (p = 0,000). Consclusions: There is a significant difference between hemoglobin levels before and after chemotherapy (cisplatin-paclitaxel) in nasopharyngeal cancer patients in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. | |
| 23193 | 26416 | A1H014055 | PENDUGAAN UMUR SIMPAN GULA MERAH MENGGUNAKAN METODE ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) BERDASARKAN PENDEKATAN KADAR AIR KRITIS | Umur simpan secara umum mengandung pengertian rentang waktu antara saat produk mulai dikemas atau diproduksi dengan saat mulai digunakan dengan mutu produk masih memenuhi syarat dikonsumsi (Hine, 1987). Sementara itu, (Floros dan Gnanasekharan, 1993) menyatakan bahwa umur simpan adalah waktu yang diperlukan oleh produk pangan, dalam suatu kondisi penyimpanan, untuk sampai pada suatu level atau tingkatan degradasi mutu tertentu. Pencantuman informasi umur simpan menjadi sangat penting karena terkait dengan keamanan produk pangan dan untuk memberikan jaminan mutu pada saat produk sampai ke tangan konsumen. Informasi umur simpan produk sangat penting bagi banyak pihak, baik produsen, konsumen, penjual, dan distributor. Konsumen tidak hanya dapat mengetahui tingkat keamanan dan kelayakan produk untuk dikonsumsi, tetapi juga dapat memberikan petunjuk terjadinya perubahan citarasa, penampakan dan kandungan gizi produk tersebut. Perubahan-perubahan tersebut secara langsung akan mempengaruhi mutu dari suatu produk. Untuk itu, perlu diketahui umur simpan dari setiap produk. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menduga umur simpan gula merah dengan dua jenis bahan kemasan yang berbeda, menggunakan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) Pada penelitian ini menggunakan dua jenis bahan kemasan yang berbeda, yaitu alumunium foil dan polietilen (PE). Penentuan umur simpan produk dengan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing). Metode akselerasi yang banyak diterapkan pada produk pangan kering adalah melalui pendekatan kadar air kritis. Produk disimpan pada kondisi RH lingkungan penyimpanan yang ekstrim dan mengalami penurunan mutu akibat penyerapan uap air. Model kadar air kritis dapat dilakukan melalui pendekatan kurva sorpsi isotermis dan pendekatan kadar air kritis termodifikasi. Pendekatan kurva sorpsi isotermis digunakan untuk produk pangan yang mempunyai kurva sorpsi isotermis berbentuk sigmoid. Pendekatan kadar air kritis termodifikasi digunakan untuk produk yang memiliki kelarutan tinggi seperti produk dengan kadar sukrosa tinggi (Labuza 1982). Pendugaan umur simpan gula merah menggunakan kemasan alumunium foil yaitu selama 304 hari atau 10 bulan atau 0,8 tahun. Sedangkan yang menggunakan kemasan polietilen selama 390 hari atau 13 bulan atau 1,1 tahun. Kemasan yang paling cocok untuk kemasan gula kelapa merah pada RH 60% adalah menggunakan kemasan polietilen. | Shelf life generally implies a span of time between when the product begins to be packaged or produced when it starts to be used with product quality still fulfilling the requirements for consumption (Hine, 1987). Meanwhile, (Floros and Gnanasekharan, 1993) states that shelf life is the time needed by food products, in a storage condition, to arrive at a level or level of certain quality degradation. Inclusion of shelf life information is very important because it is related to the safety of food products and to provide quality assurance when the product reaches the consumers. Information on product shelf life is very important for many parties, both producers, consumers, sellers, and distributors. Not only can consumers know the level of security and the feasibility of the product to be consumed, but it can also provide clues to the changes in taste, appearance and nutritional content of the product. These changes will directly affect the quality of a product. For that, you need to know the shelf life of each product. The purpose of this study is to estimate the shelf life of brown sugar with two different types of packaging materials, use the ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) method. In this study using two different types of packaging materials, namely aluminum foil and polyethylene (PE). Determination of shelf life of products with the ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) method. The acceleration method that is widely applied to dry food products is through a critical moisture content approach. The product is stored under RH conditions in an extreme storage environment and experiences a decline in quality due to absorption of moisture. The critical moisture content model can be carried out through the isothermic sorption curve approach and the modified critical moisture content approach. The approach of the sorption isotherm curve is used for food products that have a sigmoid-shaped sorption isotherm curve. The modified critical moisture content approach is used for products that have high solubility such as products with high sucrose levels (Labuza 1982. Estimation of age for storing brown sugar using aluminum foil packaging is for 304 days or 10 months or 0.8 years. While those who use polyethylene packaging for 390 days or 13 months or 1.1 years. The most suitable packaging for packaging red coconut sugar at 60% RH is using polyethylene packaging | |
| 23194 | 26417 | F1A015062 | PERAN KOMUNITAS ANTI-NARKOBA DALAM RESOSIALISASI MANTAN PENGGUNA NARKOBA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DI KOMUNITAS KELUARGA KEMBANG CAHAYA PURWOKERTO) | Komunitas Keluarga Kembang Cahaya merupakan komunitas anti-narkoba yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kabupaten Banyumas sebagai organisasi masyarakat untuk kepentingan rehabilitasi dan pasca-rehabilitasi narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses rehabilitasi yang dilakukan oleh Komunitas Keluarga Kembang Cahaya terhadap mantan pengguna narkoba serta mengetahui peran komunitas dalam mempersiapkan mantan pengguna narkoba untuk resosialisasi di masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis data model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode rehabilitasi mantan pengguna narkoba di Komunitas ini menggunakan tiga tahapan rehabilitasi yaitu rehabilitasi medis, rehabilitasi non medis, dan bina lanjut. Peran Komunitas Keluarga Kembang Cahaya dalam mempersiapkan mantan pengguna narkoba untuk resosialisasi di masyarakat adalah dengan melakukan pemberdayaan kepada mantan pengguna narkoba dengan memberikan kegiatan-kegiatan untuk mengasah minat dan bakat para mantan pengguna narkoba. Selain komunitas, peran keluarga juga sangat penting dalam proses keberhasilan rehabilitasi karena dapat memotivasi para anggota komunitas untuk terlepas dari ketergantungan narkoba. | Kembang Cahaya Family is an anti-drug community approved by the Ministry of Law and Human Rights of Banyumas Regency as a community organization for drug rehabilitation and post-rehabilitation. This study aims to determine the rehabilitation process carried out by the Kembang Cahaya Family and its role in preparing former drug users to resocialize in society. This research is a qualitative study using purposive sampling as the technique of determining informants. The method of data collection in this study used in-depth interviews, field observations, and documentation. Data are obtained by interviews and field observations as primary data and by scientific references such as books, research journals, websites, and documentation as secondary data. This study uses the method of interactive analysis of Miles and Huberman. Based on the results of the study, it is known that the method of rehabilitation of former drug users in the Kembang Cahaya Family uses three stages of rehabilitation, there are medical rehabilitation, non-medical rehabilitation, and advanced development. The role of Kembang Cahaya Family in preparing former drug users to resocialize is by providing activities to hone the interests and talents of former drug users. In addition to the community, the role of the family is also very important in the process of successful rehabilitation because it can motivate community members to be free from drug dependence. | |
| 23195 | 26365 | L1B015010 | KUALITAS SPERMA IKAN NILEM (Osteochilus sp.) YANG DISIMPAN PADA MEDIA AIR KELAPA DAN MADU DENGAN KONSENTRASI BERBEDA | Penelitian ini berjudul Kualitas Sperma Ikan Nilem (Osteochilus Sp.) yang Disimpan pada Media Air Kelapa dan Madu dengan Konsentrasi Berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sperma ikan nilem (Osteochilus sp) yang disimpan menggunakan media air kelapa muda dan madu dengan konsentrasi berbeda terhadap persentase motilitas, viabilitas, persentase fertilitas dan daya tetas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P1 = Air Kelapa Muda 99,4% + 0,6% Madu, P2 = Air Kelapa Muda 99,2% + 0,8% Madu, P3 = Air Kelapa Muda 99% + 1% Madu, P4 = Air Kelapa Muda 100%. Penyimpanan spermatozoa ikan nilem (Osteochilus sp.) menggunakan larutan pengencer dilakukan selama 7 hari pada suhu -20°C. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa air kelapa muda dan madu belum optimal dalam mempertahankan motilitas, viabilitas spermatozoa ikan Nilem (Osteochilus sp.) dan belum optimal dalam fertilitas dan daya tetas telur yang dibuahi oleh spermatozoa ikan Nilem (Osteochilus sp.) karena tidak ada pengaruh yang nyata (P>0,05) antar perlakuan. | The title of this research is the Quality of Nilem Fish (Osteochilus sp.) Sperm that stored in a Coconut water and honey media with different concentration. This study aims to know the effect of Nilem (Osteochilus sp.) sperm that stored using coconut water and honey media with different concentrations of the percentage of motility, viability, percentage of fertility and hatchability. This study used an experimental method with 4 treaments and 4 repeats, P1 = Coconut Water 99,4% + 0,6% Honey, P2 = Coconut Water 99,2% + 0,8% Honey, P3 = Coconut Water 99% + 1% Honey and P4 = 100% of Coconut Water. Storage of spermatozoa of Nilem fish (Osteochilus sp) using diluent solution was carried out for 7 days at -20°C. The results of this study indicate that coconut water and honey have not been optimal in maintaining motility, viability of spermatozoa of Nilem fish (Osteochilus sp) and not yet optimal in fertility and hatchability of fertilized eggs by spermatozoa of Nilem fish (Osteochilus sp) because there is no significant effect (P>0,05) between treatment. | |
| 23196 | 26418 | C1B015069 | PENGARUH JOB DEMAND, KONFLIK PERAN, KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEPRIBADIAN NEUROTICSM TERHADAP STRES KERJA (Studi Pada SMKN 1 Banyumas) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Job Demand, Konflik Peran, Kecerdasan Emosional dan Kepribadian terhadap Stres Kerja (Studi pada guru SMKN 1 Banyumas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variable job demand, konflik peran, kecerdasan emosional dan kepribadian terhadap stres kerja dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap stres kerja di SMKN 1 Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMKN 1 Banyumas. Jumlah populasi 89 dan dengan menggunakan teknik sampel jenuh maka keseluruhan populasi diambil sebagai sampel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa variabel job demand tidak berpengaruh positif terhadap stres kerja, variabel konflik peran berpengaruh positif terhadap stres kerja, kecerdasan emosional memiliki pengaruh negatif terhadap stres kerja dan kepribadian neuroticsm memiliki pengaruh positif terhadap stres kerja para guru di SMKN 1 Banyumas. | This study entitled "Analysis of Effect of Job Demand, Role Conflict, Emotional Intelligence and Personality to Job Stress (Study on teachers SMK 1 Banyumas). The purpose of this study was to analyze the impact of variable demand job, role conflict, emotional intelligence and personality to work stress and to identify variables that have a dominant influence on work stress in SMK 1 Banyumas. The population in this study were teachers SMK 1 Banyumas. Total population 89 and using sampling techniques saturate the entire population were sampled. This type of research is quantitative research with multiple linear regression analysis. Based on the analysis results obtained that job variable demand no positive effect on job stress, role conflict variable positive influence on work stress, emotional intelligence has a negative effect on job stress and personality neuroticsm have a positive influence on work stress teachers at SMK 1 Banyumas. | |
| 23197 | 26426 | I1A015057 | Perbedaan Efektivitas Variasi Ketebalan Media Zeolit Pada Penurunan Kadar Fosfat Limbah Cair Laundry | Latar Belakang : Limbah cair laundry yang mengandung fosfat tinggi akan menyebabkan eutrofikasi serta biomagnifikasi rantai makanan jika langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah laundry adalah dengan filtrasi menggunakan media zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas ketebalan media zeolit pada penurunan kadar fosfat limbah cair laundry. Metodologi Penelitian : Penelitian quasi experiment ini menggunakan Non-Equivalent with pretest-posttest Control Group Design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel dari penelitian ini diambil dari limbah cair “Laundry X” di Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan dan 4 pengulangan dengan variasi ketebalan media zeolit yang digunakan yaitu 20 cm, 30 cm, 40 cm, 50 cm dan 60 cm. Uji statistik menggunakan Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penurunan kadar fosfat yang berbeda pada masing-masing kelompok perlakuan yaitu: zeolit ketebalan 20 cm 45,34%, 30 cm 53,92%, 40 cm 69,94%, 50 cm 54,29% dan 60 cm 41,01%. Kesimpulan : Media zeolit dengan ketebalan 40 cm paling efektif dalam menurunkan kadar fosfat pada limbah cair laundry dengan efektivitas sebesar 69,94%. | Background : Laundry liquid waste that contain high level of phosphate will cause euthrophication and biomagnification of chain food if it discarded directly to the environment without processing. One of method that can be used to process laundry waste is zeolite media filtration. This study aims to determine the effectiveness difference of zeolite media thickness to decrease phosphate level in laundry liquid waste. Method : This quasi experiment research uses Non-Equivalent with pretest-posttest Control Group Design with complete randomized design. The sample of this research was taken from laundry liquid waste “Laundry X” in Purwokerto Utara District. This study used 6 treatments and 4 repetions of zeolite media thickness variation which has been used as 20 cm, 30 cm, 40 cm, 50 cm and 60 cm. The statistical test was used Kruskal Wallis followed by Mann Whitney's test. Result : The results showed the effectiveness of decreasing different phosphate in each treatment group : zeolite thickness of 20 cm 45,34%, 30 cm 53,92%, 40 cm 69,94%, 50 cm 54,29% and 60 cm 41,01%. Conclusion : Zeolite media with 40 cm thickness is most effective in reducing phosphate level of laundry liquid waste with the effectiveness of 69,94%. | |
| 23198 | 26419 | L1B015022 | INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STRAIN LARASATI, SULTANA, DAN NIRWANA DI UPT-BBI SIDABOWA | Budidaya ikan Nila tidak lepas dari permasalahan yang dihadapi seperti keberadaan ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit serta tingkat dominansi, prevalensi dan intensitas ektoparasit pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) strain Larasati, Sultana dan Nirwana di UPT-BBI Sidabowa. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksplorasi observatif. Jumlah sampel ikan Nila yang digunakan yaitu 120 ekor, dengan masing-masing strain sejumlah 40 ekor berukuran 5-7 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektoparasit yang ditemukan adalah Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp., Cichlidogyrus sp. dan Chilodonella sp. Tingkat dominansi dan prevalensi ektoparasit pada ikan Nila strain Larasati, Sultana dan Nirwana relatif sama. Namun tingkat intensitas tertinggi yaitu Trichodina sp. yang terdapat pada insang strain Sultana dan Cichlidogyrus sp. pada insang strain Nirwana. Parameter kualitas air pemeliharaan yang diamati meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut yang masih mendukung terhadap pertumbuhan ikan Nila. Kata kunci: ektoparasit, ikan Nila strain Larasati, Sultana, Nirwana, dominansi, prevalensi, intensitas. | Tilapia cultivation can not be separated from the problems such as the presence of ectoparasites. This study aims to determine the type of ectoparasites and the level of dominance, prevalence and intensity of ectoparasites in Tilapia (Oreochromis niloticus) strains of Larasati, Sultana and Nirwana at the UPT-BBI Sidabowa. This research was conducted using observational exploration methods. The total samples of tilapia was 120, with 40 amount per strain in 5-7 cm size. The results showed that the ectoparasites found were Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp., Cichlidogyrus sp. and Chilodonella sp. The level of dominance and prevalence of ectoparasites in the Tilapia strain Larasati, Sultana and Nirwana strains are relatively similar. But the highest intensity level of Trichodina sp. in the gills of Sultana and Cichlidogyrus sp. on the gills of the Nirwana strain. The maintenance water quality parameters observed included temperature, pH, and dissolved oxygen which still supported the growth of tilapia. Keywords: ectoparasites, Tilapia strains Larasati, Sultana, Nirvana, dominance, prevalence, intensity | |
| 23199 | 26420 | J1B015044 | Deskripsi Semantik Onomatope Dalam Komik "Si Juki Seri Keroyokan X" Karya Faza Meonk | Penelitian ini berjudul “Deskripsi Semantik Onomatope Dalam Komik Si Juki Seri Keroyokan X Karya Faza Meonk”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, makna, dan silabel onomatope bahasa Indonesia yang terdapat di dalam komik Si Juki Seri Keroyokan X Karya Faza Meonk. Bentuk dari penelitian ini adalah deksriptif kualtitatif. Dalam penelitian ini data yang digunakan berupa kata yang mengasosiasikan bunyi yang tidak termasuk dalam percakapan tokoh sehingga berada pada sisi luar balon dialog yang terdapat di dalam komik. Sumber data yang digunakan berupa sumber data tertulis yaitu komik Si Juki Seri Keroyokan X karya Faza Meonk yang terbit pada September 2018 sebagai sumber data primer. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Metode simak diterapkan melalui teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya dalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan, yaitu metode padan referensial teknik dasarnya menggunakan teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding menyamakan. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan dua acara yaitu secara formal dan informal. Hasil penelitian terhadap onomatope dalam komik Si Juki Seri Keroyokan X yaitu, ditemukan 115 data onomatope yang diklasifikasikan menjadi 8 bentuk dan 5 fungsi. Masing-masing dari bentuk tersebut meliputi bentuk suara manusia sebanyak 26 data, bentuk suara hewan sebanyak 3 data, bentuk suara benda, sebanyak 20 data, bentuk suara kehidupan sehari-hari, sebanyak 9 data, bentuk suara kehidupan sosial dan hobi sebanyak 8 data, bentuk kealamian bunyi, sebanyak 8 data, bentuk warna bunyi, sebanyak 2 data, dan bentuk abstraksi bunyi, sebanyak 39 data. Selain itu, untuk klasifikasi masing-masing fungsi meliputi fungsi membentuk nama benda, sebanyak 16 data, fungsi membentuk nama perbuatan yang dilakukan manusia atau hewan, sebanyak 50 data, fungsi mewujudkan keadaan emosi tokoh, sebanyak 15 data, fungsi menunjukan intensitas peristiwa atau tindakan, sebanyak 20 data, dan fungsi memberikan efek tertentu bagi pembaca, sebanyak 14 data. | The title of this research is “Semantics Descriptive of Onomatopoeia in the Comic Si Juki Seri Keroyokan X by Faza Meonk”. The aim of this research is to describe the shape, function, meaning, and syllable of Bahasa Indonesia onomatopoeia that exist in the comic Si Juki Seri Keroyokan X by Faza Meonk. The type of this research is qualitative descriptive. The data used in this research take the form of words that are associated with sounds that are not included in the dialogue of the characters, so that they were positioned outside the dialogue balloons that exist in the comic. The data source of this research is a written data source which is the comic Si Juki Seri Keroyokan X by Faza Meonk that was published on September 2018 as the primary data. The method used to collect the data is observation method. The observation method is applied through basic and advanced technique. The basic technique used is tapping technique and the advanced technique used is uninvolved conversation observation technique and writing technique. The analysis method used in this research is the identity method, which is referential identity method with the dividing element technique as its basic technique and the same interrelational technique as its advanced technique. In displaying the data, both formal and informal method are used. In the research result for onomatopoeia in the comic Si Juki Seri Keroyokan X it is found that there are 115 data of onomatopoeia that are classified into 8 shapes and 5 functions. Each of these shapes include 26 data of human noises, 3 data of animal noises, 20 data of object noises, 9 data of everyday life noises, 8 data of social and hobby noises, 8 data if natural voices, 2 data of color noise, and 39 data of abstract noises. Moreover, the classification of each function include 16 data of function to form the name of object, 50 data of function to form the name of action done by humans or animals, 15 data of function to realize the emotional condition of characters, 20 data of function to represent the intensity of events or actions, and 14 data of function to deliver certain effects to the reader. | |
| 23200 | 26421 | D1E012306 | PENGARUH PEMBERIAN FERMENTAS ONGGOK-AMPAS TAHU DENGAN JAMUR ONCOM MERAH DALAM PAKAN AYAM BROILER TERHADAP BOBOT KARKAS DAN NON KARKAS | TATA LINGGA PRAKOSO, Penelitian berjudul “Pengaruh Pemberian Fermentasi Onggok-Ampas Tahu dengan Jamur Oncom Merah dalam Pakan Ayam Broiler terhadap Bobot Karkas dan Non Karkas” telah dilaksanakan di Green House, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, pada tanggal 5 Desember 2018 sampai dengan tanggal 5 April 2019. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian fermentasi onggok-ampas tahu dengan oncom merah terhadap bobot karkas dan non karkas ayam broiler serta mengkaji level terbaik ditinjau dari peubah tersebut. Penelitian Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 ekor. Pemberian ransum percobaan dengan 5 level sebagai berikut: R0 : 0% (kontrol), R1 : menggantikan dedak padi 5,5% dengan FOAT, R2 : menggantikan dedak padi 11% dengan FOAT, R3 : menggantikan dedak padi 16,5% dengan FOAT, dan R4 : menggantikan dedak padi 22% dengan FOAT. Peubah yang diukur adalah bobot karkas dan non karkas ayam broiler. Rataan bobot karkas ayam broiler selama dipelihara 35 hari masing-masing sebagai berikut R0: 729,48 ± 19,72 gram; R1: 697,69 ± 33,65 gram; R2: 701,96 ± 80,81 gram; R3: 662,04 ± 36,57 gram; R4: 574,00 ± 31,33 gram. Rataan bobot non karkas ayam broiler pada penelitian ini masing masing sebesar R0: 230,538 ± 11,915 gram; R1: 208,733 ± 10,516 gram; R2: 211,693 ± 20,381 gram; R3: 218,400 ± 24,155 gram; R4: 191,570 ± 13,793 gram. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pengaruh pemberian fermentasi onggok-ampas tahu menggunakan jamur oncom merah dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot karkas dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot non karkas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan substitusi fermentasi onggok-ampas tahu (FOAT) terhadap dedak padi dalam ransum ayam broiler berpengaruh terhadap penurunan bobot karkas namun tidak berpengaruh pada bobot non karkas. | Tata Lingga Prakoso, The study entitled of “the effects of cassava waste fermentation – tofu dregs using red oncom fungi in broiler’s chicken feed on carcass and non carcass weights” has been perfomed in Green House, Animal Husbandry Faculty, Jenderal Soedirman University on December 5, 2018 until April 5, 2019. The purpose of this study is to know the effects of cassava waste fermentation – tofu dregs with red fungi on carcass and non carcass weights in broiler’s chicken and to review the best levels of fermented cassava waste-tofu dregs. Research The design used was a Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replications. Treatments consist of fermented cassava waste-tofu dregs 5 levels as follows: R0: 0% (control), R1: replaces 5.5% rice bran with FOAT, R2: replaces 11% rice bran with FOAT, R3: replaces rice bran 16.5% with FOAT , and R4: replace 22% rice bran with FOAT. The variables measured are consumption, conversion, and efficiency of broiler chicken feed. The carcass weight of broiler chicken feed for 35 days were R0: 729,48 ± 19,72 grams; R1: 697,69 ± 33,65 grams; R2: 701,96 ± 80,81 grams; R3: 662,04 ± 36,57 grams; R4: 574,00 ± 31,33 grams. The average non carcass weight of broiler chicken feed in this study was respectively R0: 230,538 ± 11,915 grams; R1: 208,733 ± 10,516 grams; R2: 211,693 ± 20,381 grams; R3: 218,400 ± 24,155 grams; R4: 191,570 ± 13,793 grams. The average conversion of broiler chicken feed in this study was R0 41.075 ± 1.241 grams respectively; R1 39,397 ± 2,290 grams; R2 38,143 ± 3,811 grams; R3 37,415 ± 3,820 grams; and R4 31.165 ± 1.917 grams. The results of the variance analysis showed that the effect of giving tofu dregs using oncom mushrooms in feed significantly (P<0.05) on carcass weight and no significantly (P>0,05) effect on non carcass weight. The conclusion of this research is addition of cassava waste fermentatiton-tofu dregs substitution to rice bran in broiler chicken ration influenced the decrease in carcass weight but did not affect the non carcass weight. |