Artikel Ilmiah : D1A016207 a.n. ERLIN KUSWARDANI

Kembali Update Delete

NIMD1A016207
NamamhsERLIN KUSWARDANI
Judul ArtikelPENGARUH TIPE PERSILANGAN ITIK TEGAL DAN MAGELANG TERHADAP BOBOT TELUR DAN PERTUMBUHAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tipe persilangan terhadap bobot telur dan pertumbuhan itik hasil persilangan itik Tegal dan Magelang. Materi yang digunakan yaitu itik Tegal dan itik Magelang umur 6 bulan sebanyak 80 ekor, serta telur sebanyak 100 butir. Penelitian menggunakan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, setiap 1 unit ulangan terdiri dari 3 ekor betina dan 1 ekor pejantan. Perlakuan terdiri dari P1: Persilangan pejantan Magelang dengan betina Magelang (MM), P2 : Persilangan pejantan Magelang dengan betina Tegal (MT), P3 : Persilangan pejantan Tegal dengan betina Magelang (TM), dan P4 : Persilangan pejantan Tegal dengan betina Tegal (TT). Data dianalisis menggunakan ANAVA. Rataan dan simpang baku bobot telur hasil persilangan itik Tegal dan Magelang yaitu P1 : 73,67±2,44 g, P2 : 68,40±2,77 g, P3 : 69,07±4,80 g, dan P4 : 74,33±2,45 g. Rataan dan simpang baku dari bobot badan itik umur 4 minggu yaitu P1 : 543,50±11,93 g, P2: 482,80±39,95 g, P3 : 475,75±30,25 g, dan P4 : 581,75±10,78 g, serta rataan dan simpang baku bobot badan itik umur 8 minggu yaitu P1: 1073,25±19,48 g, P2 : 1027,40±52,56 g, P3 : 978,40±21,31 g dan P4 : 1098,50±4,04 g. Rataan dan simpang baku laju pertumbuhan absolut yaitu P1: 1023±27,29 g, P2: 967,2±51,41 g, P3: 912,8±32,34 g, dan dan P4 : 1010±21,97dan relatif yaitu P1: 26,02±0,67 g, P2: 25,40±0,17 g, P3: 25,05±0,80 g, dan P4: 24,65±1,21 g. Tipe persilangan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot telur dansangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan itik umur 4, bobot badan itik umur 8 minggu, dan laju pertumbuhan absolut, serta berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap laju pertumbuhan relatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tipe persilangan itik Tegal dan Magelang berpengaruh terhadap bobot telur dan pertumbuhan. Tipe persilangan itik Tegal-Tegal memiliki karakteristik produksi lebih baik dibandingkan dengan itik Magelang-Magelang, itik Magelang-Tegal, dan itik Tegal-Magelang.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this study was to determine the effect of crossing type on egg weight and growth of ducks from Tegal and Magelang ducks. The materials used were Tegal and Magelang ducks, 6 months old with 80 heads, and 100 eggs. Research using experimental methods. The design used is a complete randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, each 1 unit of repetition consists of 3 females and 1 male. The treatments consisted of P1: crosses of Magelang males with Magelang females (MM), P2: Magelang males with Tegal (MT) females, P3: Tegal male crosses with Magelang females (TM), and P4: Tegal male crosses with Tegal females (TT). Data were analyzed using ANAVA.The average and standard weight of egg weights from Tegal and Magelang duck crossings are P1: 73.67±2.44 g, P2: 68.40±2.77 g, P3: 69.07±4.80 g, and P4: 74.33±2.45 g. The mean and standard deviations of 4 week old duck body weights are P1: 543.50±11.93 g, P2: 482.80±39.95 g, P3: 475.75±30.25 g, and P4: 581.75±10.78 g, and the average and standard deviation of 8 weeks old duck body weight are P1: 1073.25±19.48 g, P2: 1027.40±52.56 g, P3: 978.40±21.31 g and P4: 1098.50±4.04 g. The average and standard deviation of absolute growth rates are P1: 1023±27.29 g, P2: 967.2±51.41 g, P3: 912.8±32.34 g, and P4: 1010±21.97 and relative namely P1: 26.02±0.67 g, P2: 25.40±0.17 g, P3: 25.05±0.80 g, and P4: 24.65±1.21 g. The type of crossing significantly affected (P <0.05) on egg weight and was high significant (P <0.01) on body weight of duck age 4, duck body weight at 8 weeks, and absolute growth rate, and no significant effect (P> 0.05) of the relative growth rate. Based on the results of this study concluded that the type of Tegal and Magelang duck crossing affected egg weight and growth. Tegal-Tegal crossing types have better production characteristics compared to Magelang-Magelang, Magelang-Tegal, and Tegal-Magelang.
Kata kuncipersilangan, itik Magelang, itik Tegal, bobot telur, dan pertumbuhan.
Pembimbing 1Dr. Ir. Dattadewi Purwantini, M.S.
Pembimbing 2Setya Agus Santosa, S.Pt., MP.
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2020-07-10 13:28:21.286528
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.