Artikelilmiahs

Menampilkan 23.121-23.140 dari 50.225 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2312126356A1D015158PENGARUH WARNA CAHAYA DAN JARAK LAMPU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh warna cahaya terhadap pertumbuhan dan hasil selada, 2) mengetahui pengaruh jarak lampu terhadap pertumbuhan dan hasil selada, 3) mengetahui pengaruh interaksi warna cahaya dan jarak lampu yang optimum untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian telah dilaksanakan di Kelurahan Kradenan RT 06 RW 02, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat 70 m dpl serta Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) faktorial. Petak utama adalah warna cahaya yaitu merah, biru dan putih; dan anak petak adalah jarak lampu yaitu 60 cm, 90 cm dan 120 cm; sehingga terdapat 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Sumber cahaya menggunakan lampu LED dengan total daya sebesar 36 watt setiap unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu intensitas cahaya, evapotranspirasi, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan warna daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, dan bobot akar kering. Data pengamatan dianalisis dengan uji F taraf 5% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya warna biru menunjukkan paling tinggi sebesar 4,88 k lux dan menyebabkan daun selada nampak lebih hijau berdasarkan klorofil meter SPAD (skala warna 4,32). Semakin dekat sumber cahaya (jarak lampu) maka pengaruh cahaya tersebut semakin besar. Pertumbuhan dan hasil tanaman selada paling tinggi pada jarak lampu 60 cm. Intensitas cahaya warna biru dengan jarak lampu 60 cm dari permukaan media tanam sebesar 8,1 k lux, menunjukkan yang paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi pada warna cahaya merah dengan jarak lampu 60 cm, tetapi pertumbuhannya menurun menjadi paling rendah pada jarak lampu 120 cm.This research aims to 1) determine the effect of light color on lettuce growth and yield, 2) find out the effect of lamp distance on lettuce growth and yield, 3) find out the effect of the interaction of light color and optimum lamp distance for growth and yield of lettuce plants. Research has been carried out in Kradenan Sub-District RT 06 RW 02, Sumpiuh Subdistrict, Banyumas Regency with a place height of 70 m above sea level as well as the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University Purwokerto. The study used factorial Split Plot Design. The main plot is the color of light, red, blue and white; and subplot is the distance of the lights namely 60 cm, 90 cm and 120 cm; so that there are 9 treatments that were repeated 3 times. The light source uses an LED lamp with a total power of 36 watts per unit of an experiment. The variables observed were light intensity, evapotranspiration, plant height, leaf number, leaf area, leaf color greenness, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, and dry root weight. Observation data were analyzed with an F test of 5% level and if it was significantly different, it was continued with Duncan's multiple range test (DMRT) with an error level of 5%. The results showed that the light intensity of blue showed the highest of 4.88 k lux and caused the lettuce leaves to appear greener based on chlorophyll meter SPAD (color scale 4.32). The closer the light source (the distance of the lamp) the greater the effect of the light. The highest growth and yield of lettuce at a distance of 60 cm. The intensity of the blue light with a distance of 60 cm from the surface of the planting medium was 8.1 k lux, indicating the highest compared to other treatments. The highest growth in plant height and number of leaves in a red light color with a distance of 60 cm light, but its growth decreased to the lowest at 120 cm lamp distance.
2312226358A1H014054Desain Akuisisi Data dan Kontrol Iklim Mikro pada Plant Factory berbasis Algoritma Logika Fuzzy dengan Mikrokontroler-MikrokomputerPenelitian ini bertujuan untuk 1) membuat sistem akuisisi data dan kontrol iklim mikro pada plant factory berbasis algoritma logika fuzzy, 2) mengaplikasikan sistem minimum menggunakan mikrokontroler dan mikrokomputer sebagai alat akuisisi data dan sistem kontrol, serta 3) menganalisis kinerja sistem kontrol untuk mempertahankan kondisi iklim mikro yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akuisisi data telah berhasil dilakukan, sedangkan sistem kontrol masih perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut sehingga kondisi iklim mikro yang optimal dapat tercapai. Kompresor yang digunakan pada plant factory memiliki kapasitas pendinginan yang lebih kecil dari kebutuhan, sedangkan humidifier menciptakan kondisi yang lebih lembab. Pengujian pada sistem menunjukkan osilasi data suhu dan kelembapan di sekitar set point masih tinggi. Kelembapan dalam ruang tanam plant factory cenderung tinggi dikarenakan kondisi awal iklim mikro telah tinggi dan belum diterapkan metode untuk menurunkan kelembapan.This study aims to 1) create system for data acquisition and microclimate control for plant factory based on fuzzy logic algorithms, 2) apply minimum system using microcontrollers and microcomputers as data acquisition and control device, and 3) analyze performance of control system to maintain optimum microclimate condition. Results of the research showed that data acquisition system program has been successfully carried out, while the control system still needs further development so that the optimum microclimate condition could be reach. The compressor used in the plant factory has cooling capacity smaller than requirement, while humidifier created more humid condition. Testing on the system shows the temperature and humidity oscillation around the set point is still high. Humidity in plant factory tends to be high because the initial conditions of the microclimate have been high and methods have not been applied to reduce humidity.
2312326357J1A015041STYLISTIC ANALYSIS OF VERBAL HUMOUR IN GENE WILDER INTERNET MEMESMeme saat ini menjadi salah satu hiburan sehari-hari yang paling dinikmati masyarakat, dengan kemunculan internet membuatnya semakin populer bahkan menjadi bagian dari budaya online masyarakat kita. Namun meme memiliki struktur atau jenis yang berbeda dengan yang lainnya. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis verbal humour dan untuk menjelaskan fungsi pada tiap jenis meme dari Gene Wilder yang ditemui di 9gag. 9gag itu sendiri adalah sebuah website yang berisi kumpulan berbagai macam meme. Penelitian ini menggunakan metode kualiatif dalam menganalisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah 9gag. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori Hay (1995) dan Attardo (1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 meme, terdiri dari 16 insult, 12 irony, dan 3 wordplay. Sedangkan fungsi nya, terdiri dari 12 social control, 14 conveying social norm, 1 establish common ground, 2 cleverness, and 2 defunctionalization. Insult adalah jenis yang paling banyak ditemui pada analisis ini karena muka tersenyum sinis Gene Wilder pada meme tersebut menciptakan kesan menyebalkan, sehingga tulisan-tulisan jenaka yang dibuat oleh para pencipta meme pun mencoba menyesuaikan gambar dan tulisannya, sehingga kebanyakan dari meme tersebut berisi humour yang mengejek keadaan sekitar, orang di sekitar, dan masyarakat. Setelah membaca analisis ini, diharapkan para pembaca bisa membedakan berbagai jenis humour dan fungsi nya serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa meminimalisir kesalahpamahaman dalam menerima dan menggunakan humour. Nowadays meme is like a daily amusement for people, it is also one of the internet phenomena that has grown in popularity, and becomes a part of our online culture. However, each meme has distinctive type and function from others. This research is entitled “Stylistics Analysis of Verbal Humour in Gene Wilder Internet Memes.” It focuses on the types and functions of verbal humour in Gene Wilder Internet Memes. The data source is 9gag, it is the meme-sharing website. The data were analyzed by using Hay’s theory (1995) and Attardo’s (1994). By using qualitative method, this research is aimed 1) to find the types of verbal humour , 2) to explain the functions of verbal humour. In order to get the result of the analysis, stylistic approach is used on 31 data. Based on the result of the analysis, there are a total number of 31 Gene Wilder’s memes in 9gag. Based on the type, the 31 memes consist of 16 insult, 12 irony, and 3 wordplay. Meanwhile, based on the function, the 31 memes consist of 12 social control, 14 conveying social norm, 1 establish common ground, 2 cleverness, and 2 defunctionalization. Insult mostly appeared in this study because the smiling face of Gene Wilder which taken from Willy Wonka and The Chocolate Factory expressing condescension since first surfacing, and the caption in that memes mostly formed in condescending or mean way in order to irritate or judge people’s and society’s behaviour. After reading this research, hopefully the readers can recognize the types and functions of verbal humour, not only employed in meme but also in their daily communication. Thus, hopefully it will reduce misunderstanding in using or acquiring humour in society.
2312426359H1A015009Studi Analisis Perbandingan Unjuk Kerja Inverter Sumber Arus Lima Tingkat dengan Kendali Arus PI dan HysterisisAbstrak— PLN sebagai pemasok utama listrik AC di negara ini mempunyai peran yang penting. Industri membutuhkan suplai listrik AC secara kontinyu dengan cara memasok listrik AC alternatif saat terjadi kendala. Inverter merupakan suatu rangkaian elektronika daya yang dapat mengkonversi DC menjadi AC baik tegangan ataupun arus. Inverter ada 2 macam berdasarkan sumbernya, yaitu VSI (Voltage Source Inverter) dan CSI (Current Source Inverter). CSI masih jarang dipelajari daripada VSI. Sumber arus CSI multilevel menggunakan arus DC. Sumber arus yang digunakan tidak stabil. Sehingga dibutuhkan pengontrol arus, diantaranya PI dan Hysterisis. Untuk mengetahui unjuk kerja dari kedua kendali arus tersebut maka penulis melakukan penelitian ini. Metode Penelitian yang digunakan adalah simulasi dan analisis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Dalam penelitian ini membuat rancangan rangkaian menggunakan software PSIM Proffesional 9.0.3.400 dan Ms.excel untuk perhitungan yang digunakan. Selanjutnya, diamati berbagai parameter yang diperlukan seperti I_5level (arus 5 level), Iload (arus beban), Icf (arus filter Capasitor), dll. Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja dari rangkaian CSI 5 tingkat baik menggunakan kendali arus PI ataupun Hysterisis. Dari penelitian ini diperoleh perbandingan nilai ripple, THD dan bentuk gelombang dari setiap parameter. Sehingga diperoleh unjuk kerja dari kedua kontroler pada CSI 5 level ini. Semakin besar nilai arus masukan (IL1), semakin kecil nilai THD dan ripple pada gelombang keluaran I5LEVEL, ILOAD, Icf, IL1, dan ILc. Dan untuk nilai Hasil pengujian spektrum harmonisa, nilai harmonisa pada bagian I5LEVEL dan ILOAD dengan variasi nilai arus masukan mencapai perbedaan tertinggi pada orde 3 (150 Hz) dengan kisaran 1-2 % .Abstract—PLN as the main supplier of AC electricity in this country has an important role. The industry requires a continuous supply of AC electricity by supplying alternative AC power when constraints occur. Inverter is a series of power electronics that can convert DC to AC either voltage or current. There are 2 types of inverters based on the source, namely VSI (Voltage Source Inverter) and CSI (Current Source Inverter). CSI is still less studied than VSI. Multilevel CSI current sources use DC currents. The current source used is not stable. So it takes a current controller, including PI and Hysterisis. To find out the performance of the two current controls, the authors conducted this research. The research method used is simulation and analysis. This research was conducted at the Electrical Engineering Laboratory, Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University. In this study the design of the series using PSIM Professional 9.0.3400 and Ms. Excel software for the calculations used. Furthermore, various parameters are needed, such as I_5 level (5 level current), Iload (load current), Icf (current filter Capacitor), etc. This simulation is carried out to determine the performance of a 5-level CSI circuit using either the PI current control or Hysterisis. From this study the comparison of ripple, THD and waveform values of each parameter was obtained. So that the performance of the two controllers on CSI 5 level is obtained. The greater the input current value (IL1), the smaller the THD and ripple values in the I5LEVEL, ILOAD, Icf, IL1, and ILc output waves. And for the value of the harmonic spectrum test results, the harmonic values in the I5LEVEL and ILOAD sections with variations in the input currentvalues reach the highest difference in order 3 (150 Hz) with a range of 1-2%.

2312526379F1D012020STRATEGI GERAKAN UJUNGNEGORO KARANGGENENG PONOWARENG WONOKERSO ROBAN MENOLAK PLTU DI BATANG TAHUN 2014Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi gerakan UKPWR menolak PLTU di Batang tahun 2014, serta menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat gerakan UKPWR di Batang. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gerakan UKPWR menolak PLTU di Batang diawali dengan rasa kekhawatiran masyarakat di daerah Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonorekso, dan Roban terhadap pembangunan PLTU Batang. Alasannya karena mereka tidak ingin kehilangan mata pencaharian. UKPWR bersama LSM Greenpeace Indonesia mendapatkan akses terhadap lembaga-lembaga pemerintahan, memberikan bantuan-bantuan berupa informasi mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh PLTU, dan aksi damai teatrikal disertai simbol sebagai sarana menyuarakan penolakan. Strategi yang digunakan oleh gerakan UKPWR diantaranya yaitu membangu jaringan bersama LSM Greenpeace Indonesia, melakukan advokasi melalui penyerahan surat tuntutan penolakan kepada lembaga-lembaga pemerintahan, melakukan gugatan hukum terkait penetapan lokasi PLTU, dan mengikuti aktivitas kontestasi politik sebagai sarana formal dalam menyuarakan aspirasi penolakan. Faktor pendukung meliputi afiliasi bersama Greenpeace Indonesia memberi dampak yang signifikan terhadap gerakan, hingga sekarang meskipun kekuatannya semakin memudar. Soliditas anggota UKPWR dan warga desa yang terdampak turut mendukung adanya gerakan UKPWR. Faktor penghambat gerakan UKPWR meliputi adanya kriminalisasi terhadap warga dan politik melakukan pecah belah di internal gerakan berakibat terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendamping UKPWR.This research aims to explain the strategy of the Ujungnegoro Karanggeneng Ponowareng Wonokerso Roban (UKPWR) movement to refuse a steam power plant (PLTU) in Batang in 2014, as wll as explaining the supporting and inhibiting factors of the UKPWR movement in Batang. By using qualitative methods and approach of case study, the results of the study revealed the UKPWR movement refused the construction of the PLTU in Batang beginning with a sense of concern for the people in the areas of Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonorekso, and Roban towards the construction of the Batang PLTU. They do not want to lose their livelihood. UKPWR and the Greenpeace Indonesia NGO in gaining access to government institutions, provided assistance in the form of information about the negative impacts caused by the PLTU, and theatrical peace actions accompanied by symbols as a means of voicing rejection. The strategy used by UKPWR is an advocacy and legal action strategy for the establishment of land owned by residents. Supporting factors include the continuity of advocacy strategies carried out continuously, until now even though the power is increasingly fading. Solidity of UKPWR members and affected villagers contributed to the UKPWR movement. The inhibiting factor of the UKPWR movement, including the criminalization of citizens and the politics of internal divisions of the movement, resulted in a crisis of public confidence in UKPWR escort institutions.
2312626297H1B015033ANALISIS KOEFISIEN DEBIT PADA AMBANG TAJAM CIPOLETTI DI LABORATORIUM ALAM FAKULTAS TEKNIK UNSOEDIndonesia merupakan negara agraris yang mana memiliki banyak lahan pertanian dan perkebunan. Sumber pangan ini tidak lepas dari kebutuhan yang paling utama yaitu air. Sehingga dalam penggunaan air, diperlukan alat pengukur yang mampu mengetahui banyaknya air yang dibutuhkan dan kualitas air. Alat ukur berbentuk ambang adalah salah satu kelengkapan yang paling umum ditemui pada jaringan irigasi dan biasa digunakan untuk pengamatan dan/atau pengukuran kebutuhan air. Salah satu bentuk ambang ini adalah ambang tajam cipoletti yang mana mulai digunakan untuk pembelajaran pada praktikum hidraulika. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai koefisien debit dan hubungan antara kedalaman muka air dengan debit air yang melewati ambang. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran langsung (eksperimental) terhadap kecepatan dan kedalaman air yang melewati ambang. Rentang nilai kecepatan yang melewati ambang tajam cipoletti ini adalah antara 0,3 m/d hingga 0,9 m/d. Rentang kedalaman air yang melewati ambang cipoletti ini adalah antara 0,015 m hingga 0,11 m. Serta rentang nilai debit yang melewati ambang tajam cipoletti ini adalah antara 0,916 x 10-3 m3/d hingga 21,66 x 10-3 m3/d. Sehingga nilai koefisien debit yang didapatkan pada penelitian ini adalah 0,65562.
KATA KUNCI : ambang tajam cipoletti, koefisien debit, kurva debit
Indonesia is an agrarian country which has a lot of agricultural land and plantation. These food resources are inseparable from the most importance of water. In using of water, it is needed a measuring device which is able to know how much water we needed and how good the water quality is. A sharp-crested measuring device is one of the most common tool encountered in irrigation network and it is usually used for observation and/or measurement of water requirements. One form of this sharp-crested weir is the cipoletti weir which began to be used for hydraulics practicum. This research aims to get to know the value of discharge coefficient and the colleration of water level stage/height with discharge water. This research is based on direct measurement (experimental) of speed and water level height. Speed value that passing the cipoletti weir is between 0,3 m/s until 0,9 m/s. Water level height value is between 0,015 m until 0,11 m. And discharge value is between 0,916 x 10-3 m3/s until 21,66 x 10-3 m3/s. The value of discharge coefficient of this cipoletti weir in this research is 0,65562.
KEYWORDS : cipoletti weir, discharge coefficient, rating curve
2312726154F1C015064PENGARUH MEDIA E-LEARNING GENIUS TOEFL TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN TOEFL BAGI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNSOEDPenelitian ini membahas mengenai media e-learning yaitu Genius TOEFL. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh media e-learning Genius TOEFL terhadap mutu pembelajaran TOEFL. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed aktif sebagai objek dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pada penelitian ini penulis menggunakan total sampling sebanyak 64 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Data diuji menggunakan uji Regresi Linier.
Hasil penelitian ini bahwa variabel X (media e-learning Genius TOEFL) mempengaruhi variable Y (mutu pembelajaran TOEFL) dengan nilai r sebesar 0.754 dan signifikansi 0,000. Hasil r2 sebesar 0.561 atau 56.1%. Maka dapat diartikan, media e-learning Genius TOEFL terhadap mutu pembelajaran TOEFL memberikan pengaruh yang masuk dalam kategori kuat.
This study is aimed to discusses about the Genius TOEFL e-learning. The purpose of this study is to identify the effect of Genius TOEFL e-learning media on the quality of TOEFL learning itself. The object in this research is the active student of Communication Science Universitas Jenderal Soedirman. This research uses quantitative methods. In this study used a total sampling of 64 respondent. This data collection techniques is done by distributing questionnaires. Data was tested using Linear Regression test.
The results of this study that the X variable (media e-learning Genius TOEFL) affects the Y variable (TOEFL learning quality) with a r value of 0.754 and a significance of 0,000. R2 results are 0.561 or 56.1%. Then, it can be interpreted that the Genius TOEFL e-learning on the quality of TOEFL learning gives an impact that can be categorized as strong.
2312826361H1F012028PEMETAAN GEOLOGI DAERAH MEKARSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WALED, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARATPemetaan geologi merupakan salah satu hal yang penting sebagai bagian dari kajian lapangan untuk memperoleh pengetahuan geologi. Hal ini dikarenakan sebagai seorang Geologist harus mampu memahami keadaan geologi suatu daerah yang dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan pemetaan di lapangan. Daerah Mekarsari dan sekitarnya memiliki kondisi geologi yang menarik untuk dikaji, secara regional daerah penelitian berada di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bentang alam daerah penelitian memiliki keragaman bentuk bentang alam yaitu berupa dataran dan pegunungan sehingga menarik untuk dikaji lebih mendalam mengenai aspek-aspek geologi. Adapun hasil dari penelitian ini didapat bahwa susunan stratigrafi yang menyusun daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan batuan, dari satuan batuan tertua sampai yang termuda adalah Satuan Batulempung, Satuan Batupasir dan Satuan Alluvial. Sedangkan untuk satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi 3, yaitu Satuan Dataran Denudasional A (D1), Satuan Perbukitan Struktural (S8), dan Satuan Dataran Denudasional B (D2). Untuk potensi geologi daerah penelitian, terdapat potensi geologi positif berupa pemanfaatan lahan pertanian, perkebunan, dan penambangan bahan galian C. Sedangkan potensi negatifnya berupa adanya daerah rawan terjadi longsoran.Geological mapping is one of the important things as part of field studies to obtain geological knowledge. This is because as a geologist must be able to understand the geology of an area that can be done by conducting mapping activities in the field. Mekarsari and its surrounding areas have interesting geological conditions to study, regionally the research area is in Waled Sub District, Cirebon Regency, West Java. The landscape of the study area has a diversity of forms of landscapes in the form of plains and mountains so it is interesting to study more deeply about the geological aspects. The results of this study found that the stratigraphic structure that compiles the study area is divided into 3 rock units, from the oldest to the youngest rock units, the Claystone Unit, Sandstone Unit and Alluvial Unit. Whereas the geomorphological unit for the study area is divided into 3, namely Denudational Plains Unit A (D1), Structural Hills Unit (S8), and Denudational Plains Unit B (D2). For the geological potential of the study area, there is a positive geological potential in the form of agricultural land use, plantation, and mining of excavation type C. While the negative potential is in the form of landslide prone areas.
2312926362A1A015030PERSEPSI PETANI TERHADAP AGROWISATA LEMBAH ASRI DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGAAgrowisata merupakan suatu bentuk kegiatan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki suatu daerah yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar terutama petani baik dari segi ekonomi maupun sosial. Persepsi petani terhadap agrowisata merupakan kunci terwujudnya pemanfaatan agrowisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) komponen pembentuk persepsi serta persepsi petani terhadap Agrowisata Lembah Asri, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani terhadap Agrowisata Lembah Asri. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2019. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling dengan unit populasi adalah petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Ratings yang dilanjutkan dengan metode Succesive Interval, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) persepsi petani terhadap Agrowisata Lembah Asri secara keseluruhan berada dalam kategori sedang yang digambarkan oleh komponen aspek ekonomi (sedang), aspek sosial budaya (sedang) dan aspek teknis (sedang); (2) faktor-faktor internal dan eksternal petani terhadap persepsi petani pada Agrowisata Lembah Asri. Secara parsial variabel interaksi sosial petani memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi petani pada Agrowisata Lembah Asri, sedangkan variabel umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman usaha tani dan jarak rumah petani tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi petani pada Agrowisata Lembah Asri.Agrotourism is a form of activity to develop and utilize natural resources owned by a region and it is expected to be able to provide benefits to the surrounding community, especially farmers in economic and social aspects. Farmers' perception of agrotourism is the key to the realization of sustainable utilization of agrotourism. This study aims to analyze: (1) the components that form the perceptions and perceptions of farmers towards lembah asri agrotourism, and (2) the factors that influence farmer’s perceptions of lembah asri agrotourism. This study was determined purposively in Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. Retrieval data was carried out on March until April 2019. Determination of respondents is done by using Simple Random Sampling method with farmers as the population units. The data analysis method used are Descriptive Analysis with Likert's Summated Ratings as a measuring instrument which was followed by Successive Interval method and Multiple Linear Regression Analysis. The result of this result showed that (1) farmer’s perceptions belong to "Medium" level and which was described by economic aspect (medium), socio-cultural aspect (medium) and technical aspect (medium). (2) internal and external factors on farmer’s perceptions towards lembah asri agrotourism. Partially, the farmer’s social interaction variable has a significant influence on farmers’s perceptions towards lembah asri agrotourism, while age, education level, number family dependence and the distance of farmer houses partially are not influence farmer’s perceptions towards lembah asri agrotourism.
2313026363F1F012051WOMEN REPRESENTATION IN LUCKY STRIKE CIGARETTE POSTER ADS BE HAPPY – GO LUCKY VERSION IN 1950S
(A Semiotic Approach)
ABSTRAK


Amalia, Riqza Dini. 2019. Woman Representation in Lucky Strike Cigarette Poster Ads Be Happy - Go Lucky Version in 1950s. Skripsi. Pembimbing 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Penguji: Dr. Chusni Hadiyati, SS. M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.

Penelitian yang berjudul "Woman Representation in Lucky Strike Cigarette Poster Ads Be Happy - Go Lucky Version in 1950s" bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tanda yang terkandung di poster Lucky Strike versi Be Happy-Go Lucky, dan (2) menjelaskan representasi wanita dalam poster Lucky Strike versi Be Happy - Go Lucky. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena data dikumpulkan dari iklan kemudian dianalisis dalam bentuk deskripsi. Ada tiga poster Lucky Strike versi Be Happy - Go Lucky yang dipilih oleh peneliti karena poster tersebut memiliki makna mendalam yang dapat disampaikan kepada pembaca.
Peneliti menggunakan analisis semiotik sebagai pendekatan dan teori denotasi, konotasi dan mitos oleh teori Roland Barthes untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian ini. Penelitian ini meneliti makna denotasi dan konotasi serta mitos sebagai kesimpulan dari penafsiran yang mengacu pada teori Roland Barthes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 3 data yang memiliki beberapa tanda disetiap versi poster. Poster pertama (data 1) memiliki 11 tanda berisi 6 data teks dan 5 data gambar, poster kedua (data 2) memiliki 17 tanda berisi 9 data teks dan 8 data gambar dan poster ketiga (data 3) memiliki 13 tanda berisi 6 data teks dan 7 data dari gambar. Semua data dalam poster adalah kombinasi dari teks dan gambar yang dapat membingkai persepsi produk. Data yang ditemukan dalam poster menunjukkan bahwa ada berbagai bentuk dan warna teks serta gambar yang berbeda pada poster yang bertujuan menekankan makna dan memberikan efek estetika pada poster. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter dalam poster ini adalah wanita yang menjadi representasi sebuah kecantikan. Lalu, wanita digunakan sebagai objek poster untuk mengajak wanita untuk mengkonsumsi rokok. Kemudian, wanita yang berdandan dalam poster memberikan makna bahwa pada tahun 1950-an, perempuan yang merokok adalah wanita kelas tinggi yang dapat tampil mewah. Simbol yang muncul dari seluruh gambar adalah kenikmatan dalam mengkonsumsi rokok.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang analisis semiotik dari iklan. Peneliti juga berharapa kepada peneliti lain yang mungkin sedang merencanakan penelitian dengan topik yang serupa, mereka dapat lebih spesifik menganalisis topik tersebut.
Kata kunci : Semiotik, Barthes, Rokok Lucky Strike, Poster



ABSTRACT

Amalia, Riqza Dini. 2019. Woman Representation in Lucky Strike Cigarette Poster Ads Be Happy - Go Lucky Version in 1950s. Thesis. Supervisor 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum, Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum, Examiner: Dr. Chusni Hadiyati, SS. M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto.

The research entitled "Woman Representation in Lucky Strike Cigarette Poster Ads Be Happy - Go Lucky Version in 1950s" aims to: (1) identify the sign contained in Lucky Strike poster Be Happy - Go Lucky Version, and (2) describe the representation of woman are communicated in Lucky Strike poster Be Happy - Go Lucky Version. This research employed a descriptive qualitative method since the data findings were collected from the advertisements then the data analyzed in a form of description. There are three posters of Lucky Strike poster Be Happy - Go Lucky Version which are selected by the researcher since the posters have deep meaning which are delivered to the readers.
The researcher used semiotic analysis as the approach and theory of denotation, connotation and myth by Roland Barthes’s theory to answer the research questions. The study examined denotation and connotation meaning then myth as the conclusion of the interpretation by Roland Barthes’s theory.
The result of the research shows that in 3 data have some signs in each version of the posters. The first poster (datum 1) has 11 signs contained 6 data of texts and 5 data of pictures, then the second poster (datum 2) has 17 signs contained 9 data of texts and 8 data of pictures and the third poster (datum 3) has 13 signs contained 6 data of texts and 7 data of picture. All data in the posters is a combination of text and pictures that can frame the perception of the product. The data found in posters shows that there are different shapes and colors of the text and the different images on the posters which is intended to emphasize the meaning and provide the aesthetic effect on posters. The result shows that the character of this poster is a woman that become the representation of gorgeousness. Therefore, women are used as objects of poster drawing to invite women to consume cigarettes. Then, the dressing up of the women in the poster gave the meaning that in 1950s, the female smoker comes from a high class of society who could dress up luxury. The symbol that arouses from the whole image is the pleasure of consuming cigarettes.
The result of this research is expected to improve the knowledge about semiotic analysis of the advertisement. The researcher also give an expectations to the other researchers who might prepare similar topic, they should analyze the topic in detail.
Keywords : Semiotic, Barthes, Lucky Strike Cigarette, Poster
2313126364A1D015197INDUKSI AUTOPOLIPLOID PADA TANAMAN MINT (Mentha piperita L.) MENGGUNAKAN ORIZALIN MELALUI KULTUR IN VITROTanaman mint (Mentha piperita) merupakan komoditas pertanian yang saat ini banyak diolah di dunia industri sebagai penambah aroma dan rasa masakan, minuman, obat dan kosmetik. Peningkatan keragaman genetik tanaman ini sangat diperlukan dalam usaha untuk meningkatkan produksi maupun kualitasnya, yang salah satunya adalah melalui teknik induksi mutasi untuk mendapatkan penggandaan kromosom (poliploidi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh konsentrasi dan lama perendaman orizalin terhadap pertumbuhan dan perubahan jumlah kromosom pada dua jenis tanaman mint (Cokelat mint dan Peppermint), dan (2) mengetahui penampilan morfologis kedua tanaman mint ini pada tingkat ploidi yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Bogor. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan, yang terdiri atas dua faktor yaitu konsentrasi orizalin (0, 1.5, 3, 6, 12, 24 µM) dan lama perendaman (24 dan 48 jam). Tingkat ploidi dianalisis menggunakan flow cytometry. Konsentrasi orizalin dan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap tinggi eksplan, jumlah daun, dan jumlah ruas pada kedua tanaman yang dicobakan. Pada cokelat mint, interaksi antara kedua perlakuan tersebut juga berpengaruh nyata terhadap semua variabel morfologi yang diamati, namun pada pepper mint hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi eksplan. Hasil analisis flow cytometry untuk cokelat mint menunjukkan 49.97% tunas mengalami perubahan tingkat ploidi, (7 tunas tetraploid (31.8%) dan 4 tunas pentaploid (18.19%), sedangkan pada peppermint sebanyak 47.3% tunas mengalami perubahan tingkat ploidi 9 tunas mixoploid (12.5%) dan 25 tunas tetraploid (34.72%). Tunas cokelat mint dengan level kromosom pentaploid terbanyak didapatkan pada perlakuan perendaman 24 jam dengan konsentrasi 12 µM, sedangkan tunas peppermint dengan level kromosom tetraploid terbanyak didapatkan pada perlakuan perendaman 24 jam dengan konsentrasi 3 µM. Mint (Mentha piperita) is an agricultural commodity which is in present time abundantly used in industry to produce food aroma and flavor, beverages, medicine, and cosmetics. The improvement of genetic variability of this plant is important in efforts to increase its production and quality, which could be done through mutation induction technique to get chromosome multiplication, known as polyploidy. The study aimed to determine (1) the effect of concentration and duration of oryzalin immersion on morphological performance and chromosome number change of two different mint plants (Peppermint and chocolate mint), and (2) the morphological performance of these mint plants at different levels of ploidy. The research was conducted at the Biology Research Center LIPI, Cibinong, Bogor. The experiment consisted of two factors namely oryzalin concentration (0, 1.5, 3, 6, 12, 24 µM) and immersion period (24 and 48 hours) using completely randomized design with three replicates. The level of ploidy was analyzed by flow cytometry.. The results on both plants evaluated showed that oryzalin concentration and immersion period gave significant effects on the height of explant, number of leaves, and number of internode. In chocolate mint, the interaction between these two factors were also significantly affect all morphological variable observed, but in pepper mint only affected significantly on the height of explant. Flow cytometry analysis showed that chocolate mint produced 49.97% of shoots with changes in the ploidy level (7 tetraploid shoots (31.8%), and 4 pentaploid shoots (18.19%), whereas peppermint produced 47.3% of shoots with changes in the ploidy level 9 mixoploid plants (12.5%) and 25 shots of tetraploid plants(34.72%). Chocolate mint with pentaploid chromosome level were mostly obtained at 24-hour immersion treatment with the concentration of 12 µM, while peppermint with tetraploid chromosome level were mostly obtained at 24-hour immersion treatment with the concentration of 3 µM.
2313228582D1A016013Total Yeast dan Kadar Alkohol Kefir Susu-Kolostrum Sapi Selama Penyimpanan Dingin (4 - 8°C)ABSTRAK
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dingin kefir susu-kolostrum sapi terhadap total yeast dan kadar alkohol. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu susu sapi sebanyak 2,5 liter, kolostrum sapi sebanyak 2,5 liter, biji kefir 250 gram, akuades, NaCl fisiologis 0,85%, media Potato Dekstrosa Agar (PDA). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang diuji yaitu pembuatan kefir susu-kolostrum sapi dengan penyimpanan dingin 0 hari (P0), 3 hari (P1), 6 hari (P2), 9 hari (P3), 12 hari (P4) dengan 4 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan Uji Lanjut Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan rataan total yeast untuk perlakuan P0 = 7,36±0,13 log cfu/ml ; P1 = 6,86±0,57 log cfu/ml ; P2 = 6,48±0,21 log cfu/ml ; P3 = 6,50±0,22 log cfu/ml ; P4 =6,52±0,20 log cfu/ml sedangkan untuk rataan kadar alkohol untuk perlakuan P0 = 0,81±0,01% ; P1 = 0,80±0,00% ; P2 = 0,80±0,01% ; P3 = 0,79±0,01% ; P4 =0,74±0,01 %. Lama penyimpanan dingin kefir selama 12 hari berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total yeast dan kadar alkohol kefir. Total yeast kefir tertinggi diperoleh pada hari ke- yaitu 7,36±0,13 log cfu/ml, dan total yeast terendah diperoleh pada hari ke- 6 yaitu 6,48±0,21 log cfu/ml. Kadar alkohol kefir tertinggi diperoleh pada hari ke- 0 yaitu 0,81±0,01% kemudian kadar alkohol menurun hari ke-12 menjadi 0,74±0,01%. Hubungan persamaan regresi kuardater total yeast kefir Y = 0,0114X2 – 0,2048X + 7,3564 dengan R2 sebesar 60,97 % dan hubungan persamaan regresi kubik kadar alkohol kefir Y = - 0,0001X3 + 0,002X2 – 0,0081X + 0,8081 dengan R2 sebesar 92,83 % mencerminkan keeratan karena lama penyimpanan terhadap total yeast dan kadar alkohol kefir. Kesimpulan penelitian ini adalah kefir susu-kolostrum dengan penyimpanan dingin (4-8°C) dari hari ke-0 sampai ke-12 kecenderungan adanya penurunan total yeast dan kadar alkohol tetapi dalam standar perbandingan penelitian yang lain masih dalam angka taraf normal.
Kata Kunci : Susu Sapi, Kolostrum Sapi, Total Yeast, Kadar Alkohol

ABSTARCT
The purpose of this study was to determine the effect of cold storage duration of cow's milk-colostrum kefir on total yeast and alcohol content. The material used in the study were 2.5 liters of cow's milk, 2.5 liters of cow colostrum, 250 grams of kefir seeds, distilled water, 0.85% physiological NaCl, Potato dextrose Agar (PDA) media. The study was conducted using an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and each treatment was repeated 4 times. The treatments tested were making cow-colostrum milk kefir with cold storage 0 days (P0), 3 days (P1), 6 days (P2), 9 days (P3), 12 days (P4) with 4 replications. Data were analyzed using analysis of variance with the Orthogonal Polynomial Advanced Test. The results showed the average total yeast for treatment P0 = 7.36 ± 0.13 log cfu / ml; P1 = 6.86 ± 0.57 log cfu / ml; P2 = 6.48 ± 0.21 log cfu / ml; P3 = 6.50 ± 0.22 log cfu / ml; P4 = 6.52 ± 0.20 log cfu / ml while for the average alcohol content for the treatment P0 = 0.81 ± 0.01%; P1 = 0.80 ± 0.00%; P2 = 0.80 ± 0.01%; P3 = 0.79 ± 0.01%; P4 = 0.74 ± 0.01%. Kefir cold storage duration for 12 days had a very significant effect (P <0.01) on total yeast and kefir alcohol content. The highest total yeast kefir was obtained on the 7th day which was 7.36 ± 0.13 log cfu / ml, and the lowest total yeast was obtained on the 6th day which was 6.48 ± 0.21 log cfu / ml. The highest kefir alcohol content was obtained on day 0 which was 0.81 ± 0.01% then the alcohol content decreased on the 12th day to 0.74 ± 0.01%. Relationship between total yeast kefir regression equation Y = 0.0114X2 - 0.2048X + 7.3564 with R2 of 60.97% and the relationship of cubic regression equation of kefir alcohol content Y = - 0.0001X3 + 0.002X2 - 0.0081X + 0 , 8081 with R2 of 92.83% reflecting closeness due to the length of storage of total yeast and kefir alcohol content. The conclusion of this study is the cold storage of milk-colostrum kefir (4-8 ° C) from day 0 to 12 the tendency of a decrease in total yeast and alcohol content but in the standard comparison of other studies is still in the normal level.
Keywords: Cow's Milk, Cow Colostrum, Total Yeast, Alcohol Content
2313329051H1B016022ANALISIS PENGARUH PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI CILIWUNGDaerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta merupakan salah satu kota terpadat di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk DKI Jakarta berdasarkan Jenis Pekerjaan pada tahun 2014 mencapai 10.012.271 jiwa. Banyaknya yang merantau ke Jakarta sangat berpengaruh pada peningkatan jumlah penduduk. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan akan infrastruktur juga meningkat. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan terus menerus akan berpengaruh pada lahan yang digunakan. Lahan yang digunakan akan membuat pemukiman semakin padat sehingga harus dilakukan tata guna lahan yang baik untuk mencegah kerusakan lingkungan. Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk aktivitas yang dilakukan juga akan meningkat pesat, aktivitas yang manusia lakukan akan menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas akan berpengaruh pada kualitas air sungai, salah satunya adalah Sungai Ciliwung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap kualitas air Sungai Ciliwung maka akan dibandingkan data kualitas air dengan luas tutupan lahan pada tahun 2011, 2014, dan 2017. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa pembangunan infrastruktur sangat berpengaruh pada hilir (outlet) dari Sungai Ciliwung hal tersebut dapat dilihat dari parameter Minyak dan Lemak (Musim Kemarau) pada Stasiun 32, nilai Minyak dan Lemak pada tahun 2011 adalah 0,95 ug/L lalu naik pada tahun 2014 menjadi 1,13 ug/L dan naik drastis pada tahun 2017 menjadi 172,7 ug/L. Seiring dengan naiknya angka parameter Minyak dan Lemak di hilir, angka luas pemukiman juga semakin naik terutama dari tahun 2014 ke 2017. Hal tersebut juga terjadi pada parameter Deterjen sebagai MBAS dan pH.The Special Capital Region of Jakarta is one of the most populous cities in Indonesia. According to Badan Pusat Statistik (BPS) total population of DKI Jakarta based on The Type of Work in 2014 reached 10.012.271 people. Many people who moved to Jakarta is very affect on increasing population. Number of population that increase caused the need for infrastructure has also increased. Infrastructure development that carried out continuously will affect the land used. Increasing development of residential area will result in more crowded area, therefore land planning is a solution to prevent environmental pollution. As population growth increase activities will increase rapidly, the activities that human do will produce waste. Waste that produced from many activities will affect water quality of rivers, one of them is Ciliwung River. The purpose of this research is to know infrastructure development effects on water quality in Ciliwung River, then water quality data will be compared with the area of land cover in 2011, 2014, and 2017. The results of the analysis shows that development infrastructure extremely influential on the downstream (outlet) in Ciliwung River the result show that which could be concluded from the parameter of oil-grease (Dry Season) at the station 32, number of oil-grease in 2011 is 0,95 ug/L increase to 1,13 ug/L in 2014 and extremely increase to 172,7 ug/L in 2017. As growth number of parameter oil-grease on the downstream, number of residential area also increase particularly in 2014 to 2017. These also happened to parameters Detergen as MBAS and pH.
2313426380H1F012025GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DAERAH CIGINTUNG, KECAMATAN MALAUSMA, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARATGerakan tanah yang menyebabkan dampak kerusakan besar telah terjadi di Daerah Cigintung, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Potensi pergerakan tanah lanjutan masih ada, meskipun demikian pemerintah daerah berencana membangun kembali jalan penghubung dua desa yang telah rusak akibat gerakan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi dan kestabilan lereng Daerah Cigintung. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi, survei geolistrik resistivitas untuk mengetahui kondisi bawah permukaan serta pengambilan sampel tanah untuk analisis sifat fisik dan mekanik tanah, selanjutnya dilakukan analisis kestabilan lereng menggunakan software geostudio slope/w. Berdasarkan hasil pemetaan geologi, Daerah Cigintung terdiri dari dua satuan geomorfologi yaitu Satuan Lereng Perbukitan Vulkanik (V10) dan Satuan Lereng Denudasional (D1). Stratigrafi terdiri dari satuan batulempung yang diendapkan pada Kala Miosen Akhir- Pliosen pada lingkungan neritik luar, di atas satuan batulempung diendapkan Satuan Breksi Vulkanik pada Kala Plistosen. Aktivitas vulkanik dan tektonik terus berlangsung sehingga menyebabkan berbagai macam deformasi dan diperkirakan terbentuk sesar geser kiri di Daerah Cigintung, selanjutnya terjadilah proses eksogenik yang masih berlangsung hingga saat ini berupa pelapukan, erosi, sedimentasi, dan pergerakan tanah. Berdasarkan hasil analisis kestabilan lereng menggunakan software geostudio slope/w, pada kondisi tanpa muka air tanah menunjukkan lereng dalam keadaan stabil dengan nilai faktor keamanan sebesar 1,519 sedangkan pada pemodelan dengan kondisi terdapat muka air tanah menghasilkan nilai faktor keamanan sebesar 1,083 yang menunjukkan bahwa lereng dalam kondisi yang kritis.Mass movements which cause large damage impact has been occurred in the Cigintung Area, Malausma District, Majalengka Regency, West Java Province. The potential for further mass movement still exists, however the local government plans to rebuild the connecting road of two villages that had been damaged by the mass movement. The purpose of this study was to determine the geological conditions and slope stability in the Cigintung area. The methods used include geological mapping, resistivity geoelectric surveys to determine subsurface conditions and soil sampling for soil physical and mechanical properties analysis, then performed slope stability analysis using geostudio slope / w software. Based on the results of geological mapping, the Cigintung Area consists of two geomorphological units namely the Volcanic Slope Unit (V10) and the Denudational Slope Unit (D1). Stratigraphy consists of claystone units deposited in the Late Miocene-Pliocene Period in the outer neritic environment, above the claystone unit deposited by Volcanic Breccia Unit in the Plistocene Period. Volcanic and tectonic activities continued, caused a various types of deformation and it was estimated that a left strike slip fault was formed in the Cigintung Area, then there was an exogenic process that is still going on today in the form of weathering, erosion, sedimentation, and mass movement. Based on the results of slope stability analysis using geostudio slope / w software, the condition without ground water level shows that the slope is stable with a safety factor value of 1.519, while modeling with the condition of groundwater level produces a safety factor value of 1.083 which indicates that the slope is in a condition the critical one.

2313528583H1A016009ANALISIS KOORDINASI PENGAMAN OVER CURRENT RELAY (OCR), GROUND FAULT RELAY (GFR), RECLOSER, DAN FUSE CUT OUT (FCO) TERHADAP GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV Permasalahan yang sering terjadi pada penyulang 20 kV adalah gangguan hubung singkat. Untuk mengatasi ganguan hubung singkat perlu adanya proteksi yang handal pada penyulang agar tidak menyebabkan pemadaman total. Peralatan proteksi yang digunakan adalah over current relay (OCR), ground fault relay (GFR), recloser, dan fuse cut out (FCO). Pada penelitian ini akan dilakukan analisis koordinasi peralatan proteksi terhadap arus gangguan hubung singkat, menentukan nilai setting peralatan proteksi dan waktu kerja relay, serta membandingkan hasil perhitungan dengan nilai yang ada dilapangan. Metode yang dilakukan dalam analisis peralatan proteksi terhadap gangguan hubung singkat adalah menghitung impedansi dan arus gangguan hubung singkat di bus 20 kV secara manual maupun menggunakan ETAP, baik untuk arus gangguan hubung singkat 3 𝚽, 2𝚽 maupun 1𝚽, menentukan setting OCR, GFR, recloser, dan fco, membandingkan nilai perhitungan dengan keadaan sistem proteksi yang sebenarnya. The problem that often occurs in 20 kV feeders is short circuit interference. To overcome the short circuit disturbance, there needs to be a reliable protection on the feeder so as not to cause total blackout. The protective equipment used is over current relay (OCR), ground fault relay (GFR), recloser, and fuse cut out (FCO). In this study, an analysis of the coordination of protective equipment to the short-circuit fault currents will be conducted, determine the value of the protective equipment settings and relay working time, and compare the results of calculations with existing values in the field. The method used in the analysis of protection devices for short circuit faults is to calculate the impedance and short circuit fault currents on the 20 kV bus manually or using ETAP, both for short circuit fault currents 3 𝚽, 2𝚽 and 1𝚽, determine the OCR, GFR, recloser, and FCO, comparing the calculated value with the actual state of the protection system.
2313626366C1I015001THE USEFULNESS OF OPERATING CASH FLOW INFORMATION: AN EMPIRICAL STUDY IN INDONESIAN BANKING SECTORPenelitian ini bertujuan untuk menguji kegunaan arus kas operasi pada sektor perbankan dalam hal memprediksi arus kas dan laba masa depan dengan cadangan kerugian pinjaman dan komponen akrual sebagai variabel tambahan (variabel kontrol). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama periode 2011 – 2018. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 189 perusahaan selama 7 periode berturut – turut. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dan time series data.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa arus kas operasi pada bank secara signifikan memiliki kemampuan prediksi atas arus kas masa depan dan laba masa depan. Peneliti menemukan bahwa arus kas operasi dan komponen akrual bersama-sama secara signifikan memiliki kemampuan prediksi lebih baik dalam memprediksi arus kas masa depan dibandingkan dengan single prediksi arus kas operasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa arus kas operasi pada bank memiliki kemampuan prediksi lebih besar pada laba masa depan dibandingkan dengan arus kas masa depan dilihat dari explanatory power dan besarnya p value.

Implikasi dari penelitian ini adalah hubungan negatif antara beban cadangan kerugian pinjaman dan laba masa depan dianggap sebagai beban akrual yang masih harus dicadangkan dan harus dicantumkan pada laporan laba rugi komprehensive pada sektor perbankan setelah adopsi IFRS, sehingga mencerminkan bahwa kenaikan beban pada periode sekarang merefleksikan kenaikan atas tingkat kerugian pinjaman yang diharapkan di masa depan sehingga memiliki efek yang kurang signifikan dalam meprediksi arus kas dan laba masa depan. Penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kemampuan arus kas operasi dalam hal kemampuan prediksi arus kas dan laba masa depan diharapkan mempertimbangkan variabel-variabel lain, memperluas sample penelitian, atau melakukan perbandingan antar berbagai sektor perusahaan.
This study aims to examine the usefulness of operating cash flows in the banking sector in terms of predicting future cash flows and future earnings with the loan loss provision and accrual components as additional variables (control variables). The population in this study are banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2011 - 2018. Samples used in this study were 189 companies in 7 consecutive periods. The sampling technique was done by purposive sampling and the analysis was carried out using multiple linear regression and time series data.

The results of this study indicate that bank’s operating cash flow significantly has predictive ability for future cash flows and future earnings. The researcher find that operating cash flow and accrual components together significantly had better predictive ability in predicting future cash flows compared to single prediction of operating cash flow. The results of the analysis show that bank’s operating cash flows have a greater predictive ability on future earnings compared to future cash flow seen from the explanatory power and the significance of p value.

The implication of this research is the negative relations between the provision for loan losses and future earnings is considered as accrual expenses and must be included in the comprehensive income statement in the banking sector after the adoption of IFRS, thus reflecting that the increase in expenses in the current period reflects an increase in the level of loan loss expected in the future that it has a less significant effect in predicting future cash flows and earnings. Further research related to usefulness operating cash flow in terms of predictive ability of future cash flows and earnings is expected to consider other variables, expand the research sample, or make comparisons between various sectors of the company.
2313726368K1A015013AMPBILISASI UREASE DARI BIJI KACANG MERAH MENGGUNAKAN KALSIUM ALGINATUrease telah banyak dimanfaatkan di dalam dunia industri. Urease biasanya digunakan dalam bentuk enzim bebas yang hanya bisa dipakai sekali sehingga kurang efektif karena biaya untuk produksi enzim relatif mahal. Masalah ini dapat diatasi dengan cara amobilisasi enzim sehingga dapat digunakan berulang. Penelitian ini, urease diekstrak dari biji kacang merah menggunakan bufer fosfat pH 7 agar urease terjaga pada pH netral, kemudian ekstrak kasar yang didapat diamobilisasi menggunakan Ca-alginat dengan variasi konsentrasi Na-alginat, waktu perendaman dan konsentrasi CaCl2 dengan metode penjebakan. Ekstrak kasar urease bebas dan amobil selanjutnya dikarakterisasi meliputi pH, suhu dan stabilitas penggunaan berulang untuk urease amobil. Aktivitas urease ditentukan menggunakan metode Nessler. Hasil penelitian menunjukkan kondisi amobilisasi urease dari biji kacang merah dengan matriks Ca-alginat memiliki aktivitas optimum pada konsentrasi Na-alginat 5 %, waktu perendaman 60 menit dan konsentrasi CaCl2 0,2 M. Urease bebas dan urease amobil memiliki pH optimum 7 dan 8, suhu optimum urease bebas maupun amobil yaitu suhu 35 °C. Urease amobil memiliki stabilitas penggunaan berulang sebanyak 5 kali dengan aktivitas relatif urease bersisa sebesar 52 %.
Urease has been widely used in the industrial world. Urease is usually used in the form of a free enzyme that can only be used once so that it is less effective because the cost of producing enzymes is relatively expensive. This problem can be overcome by immobilizing the enzyme so that it can be used repeatedly. This study, urease extracted from red bean seeds using phosphate buffer pH 7 so that urease was maintained at neutral pH, then the crude extract obtained was immobilized using Ca-alginate with variations in Na-alginate concentration, immersion time and CaCl2 concentration by entrapment method. The crude and immobilized urease extracts were further characterized including pH, temperature and the stability of repeated use for immobilized urease. Urea activity was determined using the Nessler method. The results showed that the immobilization condition of urease from red bean seeds with Ca-alginate matrix had optimum activity at 5% Na-alginate concentration, 60 minutes immersion time and 0.2 M. CaCl2 concentration. Free urease and immobilized urease had optimum pH 7 and 8, the optimum free or immobilized urease temperature is 35 °C. Immobilized urease has a repeated use stability of 5 times with a residual relative activity of urease of 52%.
2313826369H1F012067GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI – MINERALISASI ENDAPAN TIMAH PRIMER DAERAH RIDINGPANJANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN BELINYU, KABUPATEN BANGKA UTARA KEPULAUAN BANGKA BELITUNGLokasi daerah penelitian yang berada di Daerah Ridingpanjang, Kecamatan Belinyu, Bangka Utara, dengan luas lokasi penelitian 28,98 km2 (6,3 x 4,6 km) dan berada pada koordinat UTM WGS 84 588000-594200 mE dan 9811000-9815700 mN. Daerah penelitian merupakan salah satu daerah yang memiliki prospek timah sehingga penulis menjadikan lokasi tersebut sebagai bahan kajian dalam menyelesaikan laporan tugas akhir. Metodologi pada penelitian yang dilakukan antara lain dimulai dengan persiapan awal, pengambilan data lapangan hingga pengolahan dan analisis data. Daerah penelitian tersusun atas 4 satuan litologi yaitu Satuan Schist, Satuan Coarse Grained Granite, Satuan Fine Grained Granite, dan Satuan Endapan Fluvial. Berdasarkan hasil analisis petrografi, analisis ASD (Analytical Spectral Device), dan analisa XRF (X-ray fluorescence), tipe alterasi yang berkembang pada daerah penelitian antara lain: zona alterasi pada daerah penelitian yaitu zona ± Kaolinit ± Halloysite ± Kuarsa ± K-Illite disetarakan dengan zona kaolinisasi, zona ± Kaolinit ± Alunit ± Kuarsa ± Pirit disetarakan dengan zona silisifikasi. Mineralisasi yang berkembang pada daerah penelitian menunjukkan tipe sistem endapan greisen dengan mineralisasi berupa kasiterit pada urat dengan asosiasi mineral pembawa berupa turmalin-kuarsa yang berkembang pada zona sesar berarah baratlaut-tenggara sebagai periode struktur pertama di daerah penelitian.The study area located in Ridingpanjang, Belinyu Subdistrict, North Bangka, with an area of 28.98 km2 (6.3 x 4.6 km) and located at the WGS 84 UTM coordinate 588000-594200 mE and 9811000-9815700 mN. The research area is one of the regions that has prospects of tin deposits, therefore the writer makes the location as a study material in completing the final project report. The methodology that carried out in the studies includes the initial preparation, field data collection to the data processing and analysis. The study area is composed of 4 lithology units: Schist Unit, Coarse Grained Granite Unit, Fine Grained Granite Unit, and Fluvial Deposit Unit. Based on the analysis result of Petrographic analysis, ASD (Analytical Spectral Device), and XRF (X-ray fluorescence) analysis, the alteration zones that develops in the study area are consist of: ± Kaolinite ± Halloysite ± Quartz ± K-Illite zone which linked with kaolinization zone, ± Kaolinite ± Alunit ± Quartz ± Pyrite zone which linked with silicification zone. Mineralization that develops in the study area shows the type of greisen deposit system with cassiterite mineralization in the veins with a carrier mineral association in the form of tourmaline-quartz which develops in the northwest-southeast trending fault zone as the first structural period in the study area.
2313926371A1D015196ANALISIS KERAGAMAN GENETIK APEL (Malus spp M.) BERDASARKAN PENANDA SIMPLE SEQUENCE REPEAT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik 39 aksesi tanaman apel berdasarkan analisis molekuler berbasis SSR. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Genom, Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Tangerang Selatan mulai bulan Februari 2019 sampai April 2019. Penelitian ini terdiri dari lima bagian utama, yakni karakterisasi morfologi, isolasi DNA, uji kualitas dan kuantitas DNA, amplifikasi PCR, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman pada karakter morfologi, dan analisis kluster menggunakan perangkat lunak TASSEL menunjukkan adanya 12 kelompok berdasarkan karakter panjang dan lebar daun. Uji kemurnian DNA menggunakan elektroforesis gel agarosa 1,5 % yang memperlihatkan tingkat kemurnian DNA yang memenuhi syarat untuk proses PCR. Visualisasi hasil PCR dengan primer SSR menghasilkan pola pita polimorfis. Dendogram 39 aksesi tanaman apel berdasarkan analisis DARwin versi 6 menunjukkan terbentuknya 3 grup besar yang mengelompok. Kekerabatan paling dekat terdapat pada aksesi MN3 dan MIMN5. Analisis polimorfisme dengan perangkat lunak PowerMarker versi 3.25 menunjukkan bahwa sebanyak 83 alel terdeteksi dengan rata-rata 10,38 alel per penanda. Sebanyak 5 penanda (5 PA, 6 PA, 12 PA, 13 PA, 14 PA) dari 8 penanda yang dievaluasi memiliki nilai PIC>0,5, sehingga penanda ini sangat tepat digunakan untuk menguji keragaman genetik apel. This research aimed to determine genetic diversity of 39 accessions of apple based on SSR molecular analysis. The research was conducted at the Genomic Technology Laboratory, Biotechnology Center, Agency for the Assessment and Application of Technology, South Tangerang from February 2019 to April 2019. The experiment was divided into five main parts, namely morphological characterization, DNA isolation, DNA quantitation, PCR amplification, and data analysis. The results showed that there were variations in morphological characters, and cluster analysis using TASSEl software produced 12 groups based on the character of length and width of the leaves. DNA purity test using 1.5% agarose gel electrophoresis showed that the purity level of sample DNA was suitable for PCR process. Visualization of PCR product with SSR primers showed a polymorphic banding pattern. Dendogram of 39 accessions of apple evaluated based on DARwin version 6 showed the formation of 3 clustered large groups. The closest kinship was found in the accessions of MN3 and MIMN5. Polymorphism analysis with PowerMarker version 3.25 software showed that 83 alleles were detected with the average of 10.38 alleles per marker. A total of 5 markers (5 PA, 6 PA, 12 PA, 13 PA, 14 PA) from 8 markers evaluated were found to have PIC values> 0.5, so that they were very suitable to be used as markers to test the genetic diversity of apple
2314026372E1A012030KEWENANGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG HASIL JUAL BELI NARKOBATujuan penelitian ini untuk mengetahui prosedur yang dilakukan penyidik Badan Narkotika Nasional dalam melakukan penyidikan dan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang hasil jual beli narkoba. Tujuan lain yaitu untuk mengetahui faktor penghambat penyidik Badan Narkotika Nasional dalam melakukan penyidikan dan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang hasil jual beli narkoba. Ketentuan Pasal 74 dan Pasal 2 ayat (1) huruf C dan D Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 menyebutkan bahwa penyidik Badan Narkotika Nasional sebagai penyidik yang berwenang menyidik Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari tindak pidana narkotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis. Data-data primer yang terkumpul diolah, disajikan, dan dianalisis secara analisis kualitatif dengan penyajian data secara naratif.
Hasil penelitian bahwa prosedur yang dilakukan penyidik Badan Narkotika Nasional dalam melakukan penyidikan dan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang hasil jual beli narkoba yaitu melakukan penangkapan dan penahanan. Tahap selanjutnya melakukan penyitaan, pemusnahan, dan pemanfaatan barang bukti oleh penyidik. Tahap terkahir melakukan pemberkasan perkara dan penyerahan berkas perkara. Faktor penghambat penyidik Badan Narkotika Nasional dalam melakukan penyidikan dan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari tindak pidana narkotika meliputi faktor teknis transaksi keuangan, faktor fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai dan faktor kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat.
The purpose of this research was to determine the procedures carried out by National Narcotics Agency investigators in conducting investigations and prosecutions of Money Laundering Criminal acts resulting from the sale and purchase of drugs. Another purpose was to determine the inhibiting factors of the National Narcotics Agency investigators in conducting investigations and prosecution of Money Laundering Criminal acts resulting from the sale and purchase of drugs. The provisions of Article 74 and Article 2 paragraph (1) letters C and D of Law Number 8 Year 2010 state that investigators of the National Narcotics Agency as investigators who are authorized to investigate Money Laundering Acts originating from narcotics crime. The method used in this study is a sociological juridical approach. Primary data collected is processed, presented, and analyzed in a qualitative analysis by presenting narrative data.
The results of the research show that the procedures carried out by National Narcotics Agency investigators in conducting investigations and prosecutions of Money Laundering Criminal acts resulting from the sale and purchase of drugs are arrest and detention. The next stage is confiscating, destroying and using evidence by the investigator. The last stage is to file the case and submit the case file. The inhibiting factors of National Narcotics Agency investigators in conducting investigations and prosecution of Money Laundering Acts originating from narcotics crime include technical factor of financial transactions, factor of inadequate facilities and infrastructure and factor of lack of awareness and concern of the community.