Artikelilmiahs
Menampilkan 23.101-23.120 dari 50.225 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23101 | 26347 | C1A012023 | IDENTIFIKASI KOMODITAS TANAMAN PANGAN UNGGULAN DAN PRIORITAS PENGEMBANGANNYA DI PULAU JAWA | Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui komoditas tanaman pangan yang menjadi basis di masing-masing Provinsi di Pulau Jawa. 2)untuk mengetahui komoditas tanaman pangan yang mempunyai pertumbuhan cepat di masing-masing provinsi di Pulau Jawa. 3)untuk mengetahui komoditas tanaman pangan yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Pulau Jawa. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa data Produksi komoditas pada subsektor tanaman pangan provinsi-provinsi di Pulau Jawa pada tahun 2001 dan 2015. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model basis ekonomi, model rasio pertumbuhan, dan analisis overlay. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) Komoditas padi merupakan komoditas basis di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Komoditas kacang tanah merupakan komoditas basis di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Komoditas jagung merupakan komoditas basis di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Komoditas kedelai merupakan komoditas basis di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Kacang hijau merupakan komoditas basis di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Komoditas ubi kayu merupakan komoditas basis di Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Sedangkan yang terakhir komoditas ubi jalar hanya basis di Provinsi Jawa Barat. 2) Berdasarkan analisis Overlay bahwa komoditas tanaman pangan yang menunjukkan suatu kategori yang sangat dominan baik dari pertumbuhan maupun dari kontribusinya di Pulau Jawa yaitu komoditas padi dan kedelai di Provinsi Banten, komoditas padi dan ubi jalar di Jawa Barat, komoditas jagung di Provinsi Jawa tengah komoditas ubi kayu di Provinsi DI Yogyakarta komoditas jagung dan kacang hijau di Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian komoditas tersebut juga yang diprioritakan pengembangannya di Pulau Jawa. | The purpose of this study is 1) to find out which food crops are the basis for each province in Java. 2) to find out which food crops have fast growth in each province on Java. 3) to find out which food crops are prioritized to be developed in Java. The analytical tools used in this study are economic base model analysis, growth ratio model, and overlay analysis. The results of this study indicate that: 1) Rice commodities are a base commodity in Banten, DKI Jakarta and West Java Provinces. Peanut commodities are basic commodities in the provinces of West Java, Central Java, DI Yogyakarta, and East Java. Corn commodity is a base commodity in the provinces of Central Java and East Java. Soybean commodities are a base commodity in DI Yogyakarta and East Java provinces. Mung beans are a base commodity in the provinces of Central Java and East Java. Cassava commodities are a base commodity in Central Java and DI Yogyakarta provinces. Whereas the last one for sweet potato commodities is only the base in West Java Province. 2) Based on Overlay analysis that food crops have rapid growth on Java Island, namely rice and soybean commodities in Banten Province, corn, soybean, peanuts and sweet potato commodities in West Java, rice and sweet potato commodities jalar in East Java Province. So that the commodity is also prioritized for its development in Java. | |
| 23102 | 26350 | B1A015026 | Keanekaragaman Tumbuhan Bunga Liar di Cagar Alam Bantarbolang Pemalang Jawa Tengah | Tumbuhan bunga liar yang termasuk dalam tumbuhan bawah merupakan komunitas tumbuhan yang menyusun stratifikasi bawah dekat permukaan tanah. Efek dari batas hutan dapat terlihat dari perubahan gradual mikroklimat serta pola vegetasi dari tepi hutan hingga ke dalam hutan. Dampak dari bertemunya dua kondisi lingkungan yang berbeda tersebut terhadap tumbuhan dan hewan disebut efek tepi (edge effect). Batas hutan berdampak pula terhadap perubahan faktor lingkungan yang meliputi suhu, kelembapan, intensitas cahaya, pH tanah dan tutupan kanopi. Faktor-faktor tersebut diduga berpengaruh terhadap keanekaragaman tumbuhan bunga liar. Hasil penelitian diperoleh jenis tumbuhan bunga liar di Cagar Alam Bantarbolang sebanyak 43 jenis dengan total individu sebanyak 978 individu yang terdiri dari 22 famili. Jenis yang paling banyak ditemukan yaitu Piper caducibrachteum sebanyak 183 individu. Efek tepi berpengaruh terhadap keanekaragaman tumbuhan bunga liar dibuktikan dengan semakin ke dalam hutan jumlah jenis yang didapatkan cenderung semakin sedikit. Jenis tumbuhan bunga liar yang memiliki indeks nilai penting tertinggi adalah Piper betle (66,55%), Piper caducibrachteum (52,44%) dan Ageratum conyzoides (46,17%). Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap keanekaragaman tumbuhan bunga liar yaitu intensitas cahaya. Intensitas cahaya semakin ke dalam hutan semakin rendah karena cahaya matahari yang masuk ke dalam hutan terhalang oleh kanopi-kanopi pohon. | Wild flowering plants that are included in the understorey are plant communities that make up lower stratification near the surface of the ground. Effects of forest boundaries can be seen from gradual changes in microclimates and vegetation patterns from the edge of the forest to the forest. The impact of meeting these two different environmental conditions for plants and animals is called edge effect. Forest boundaries also have an impact on changes in environmental factors including temperature, humidity, light intensity, soil pH and canopy cover. These factors are thought to influence the diversity of wild flowering plants. The results of the study showed that there were 43 species of wild flowering plants in Bantarbolang Nature Reserve with a total of 978 individuals included in 22 families. The most common type is Piper caducibrachteum as many as 183 individuals. The edge effect has an effect on the diversity of wild flowering plants as evidenced by the increasing number of species obtained tends to be less. Wild flowering plants that have the highest index of importance are Piper betle (66.55%) followed Piper caducibrachteum (52.44%) and Ageratum conyzoides (46.17%). The most influential environmental factors in wild flowering plant diversity are light intensity. The intensity of the light getting deeper into the forest is lower because the sunlight entering the forest is blocked by tree canopies. | |
| 23103 | 26346 | C1J012039 | Factors Affecting Exports of Indonesian Crude Palm Oil to The Five Main Destination Countries in 2007-2017 Period | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Factors Affecting Exports of Indonesian Crude Palm Oil to The Five Main Destination Countries in 2007-2017 Period”. Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, namun sejak 2007-2017 ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke lima negara tujuan utama mengalami fluktuasi. Lima negara tersebut adalah India, China, Belanda, Malaysia, dan Pakistan. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui pengaruh harga minyak kelapa sawit Indonesia, GDP negara tujuan, produksi minyak kelapa sawit Indonesia, dan nilai tukar. 2) untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh pada ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke lima negara tujuan utama. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi data panel. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa: 1) harga minyak kelapa sawit Indonesia (X1), GDP (X2), produksi minyak kelapa sawit Indonesia (X3), dan nilai tukar (X4) secara bersama-sama berpengaruh terhadap ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke lima negara tujuan utama, harga minyak kelapa sawit Indonesia (X1), GDP (X2), berpengaruh positif dan signifikan terhdap ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Dan nilai tukar (X4) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor minyak kelapa sawit Indinesia. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah agar ekspor minyak kelapa sawit Indonesia meningkat adalah dengan menstabilkan harga minyak kelapa sawit dan meningkatkan kualitas minyak kelapa sawit Indonesia. | SUMMARY This research entitled Factors Affecting Exports of Indonesian Crude Palm Oil to The Five Main Destination Countries in 2007-2017 Period”. Indonesia is the biggest crude palm oil producer in the world but since 2007-2017 the export of Indonesian crude palm oil tends fluctuative. Five destination countries of Indonesian crude palm oil export are India, China, The Netherlands, Malaysia, and Pakistan. The purpose of this research are : 1) to know the influences of Indonesian crude pal oil price, , GDP of importing countries, production of Indonesian crude palm oil, and rupiah exchange rate against US Dollar. 2) to know the most infuential variable on Indonesian crude palm oil export to five main destination countries. The method of research used in this research is by using panel data regression. The result of this research indicate that: 1) Indonesian crude palm oil price (X1), GDP (X2), Indonesian crude pal oil production (X3), rupiah exchange rate (X4) by together have an significante effect on Indonesian crude pal oil export to the five main destination countries, Indonesian crude palm oil price price (X1), GDP (X2), have an positive and significant effect on Indonesian crude palm oil exports production of Indonesian crude palm oil (X3) have no significante effect on Indonesian crude palm oil, and exchange rate (X4) have a negative and significant effect on exports of Indonesian crude pal oil to five main destination countries can be done by stabilize the price, stabilize the exchange rate of each country, and improve the quality of Indonesian crude palm oil. | |
| 23104 | 26260 | C1A015109 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PETANI DALAM KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN (POKDAKAN) ULAM SARI DESA KALIKIDANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | The existence of farmer’s institutions become important at agricultural development that farmer’s institutions are needed to empower the farming communities and develop agribusiness systems in Indonesia. Farmer groups are one of the important agricultural protections because farmer groups represent the main movers or alternative tools to achieve farmers' independence. One of the farmer’s institutions efforts with farmers in the framework of building their independence is by increasing the farmer’s participation in rural farmer groups. The objective of the research is to analyze the effect of revenue, education level, farming experience, and land area on farmer’s participation in Pokdakan Ulam Sari, to analyze the most influential variables on farmer’s participation in Pokdakan Ulam Sari, and to analyze the profit comparison between the enlargement gouramy farmers who join farmer groups with the enlargement gouramy farmers who do not join farmer groups of the Pokdakan Ulam Sari. Data analysis technique used in this research is a descriptive method, logistic regression analysis, multivariate analysis, and Mann Whitney analysis by IBM SPSS 19. The results showed that the factors that significantly influence the enlargement gouramy farmers decision to join the farmer’s group Pokdakan Ulam Sari are revenue, education level, and arable land area, while the farming experience does not significantly influence the farmers decision to join the farmer’s group. The arable land area is the most influential factor on the farmers decision to join the farmer’s group Pokdakan Ulam Sari, which the Odds Ratio (OR) is 40.846, thats the largest. Its means the farmer land area has probability as much 40.846 times to influence the farmer’s decision to join the farmer’s group Pokdakan Ulam Sari. There is no significant difference of the average profit of farmer’s group members with unmembers of the farmer’s group Pokdakan Ulam Sari. Key word : Farmer’s Institutions, Farmer’s Group, Farmer’s Participation ABSTRAK Pentingnya peran kelembagaan pertanian dalam upaya pembangunan pertanian yang lebih maju menjadikan kelembagaan pertanian sangat diperlukan untuk memberdayakan masyarakat tani dan mengembangkan sistem agribisnis di Indonesia. Kelompok tani menjadi salah satu kelembagaan pertanian yang berperan penting karena kelompok tani merupakan penggerak utama atau alat alternatif untuk mencapai kemandirian petani. Salah satu usaha kelembagaan pertanian bersama petani dalam rangka membangun kemandiriannya adalah dengan meningkatkan partisipasi masyarakat tani dalam kelompok tani di pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel omset usaha, tingkat pendidikan, lama usaha, dan luas lahan terhadap partisipasi petani dalam Pokdakan Ulam Sari, menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap partisipasi petani Pokdakan Ulam Sari, dan menganalisis perbandingan keuntungan antara petani budidaya ikan yang bergabung dalam kelompok tani dengan petani budidaya ikan yang tidak bergabung dalam Pokdakan Ulam Sari. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, analisis regresi logistik, analisis multivariat, dan analisis Mann Whitney menggunakan alat bantu IBM SPSS 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan petani pembudiaya pembesaran ikan gurami untuk bergabung dalam kelompok tani Pokdakan Ulam Sari adalah omset usaha, tingkat pendidikan, dan luas lahan garapan, sedangkan lama usaha tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan petani untuk bergabung dalam kelompok. Luas lahan garapan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan petani pembudidaya pembesaran ikan gurami untuk bergabung dalam kelompok tani Pokdakan Ulam Sari, dengan nilai Odds Ratio (OR) terbesar yaitu 40,846 artinya luas lahan garapan petani mempunyai peluang sebesar 40,846 kali untuk mempengaruhi keputusan petani pembudidaya pembesaran ikan gurami untuk bergabung dalam kelompok tani Pokdakan Ulam Sari.Tidak terdapat perbedan yang signifikan antara rata-rata keuntungan anggota kelompok tani dengan bukan anggota kelompok tani Pokdakan Ulam Sari. | The existence of farmer’s institutions become important at agricultural development that farmer’s institutions are needed to empower the farming communities and develop agribusiness systems in Indonesia. Farmer groups are one of the important agricultural protections because farmer groups represent the main movers or alternative tools to achieve farmers' independence. One of the farmer’s institutions efforts with farmers in the framework of building their independence is by increasing the farmer’s participation in rural farmer groups. The objective of the research is to analyze the effect of revenue, education level, farming experience, and land area on farmer’s participation in Pokdakan Ulam Sari, to analyze the most influential variables on farmer’s participation in Pokdakan Ulam Sari, and to analyze the profit comparison between the enlargement gouramy farmers who join farmer groups with the enlargement gouramy farmers who do not join farmer groups of the Pokdakan Ulam Sari. Data analysis technique used in this research is a descriptive method, logistic regression analysis, multivariate analysis, and Mann Whitney analysis by IBM SPSS 19. The results showed that the factors that significantly influence the enlargement gouramy farmers decision to join the farmer’s group Pokdakan Ulam Sari are revenue, education level, and arable land area, while the farming experience does not significantly influence the farmers decision to join the farmer’s group. The arable land area is the most influential factor on the farmers decision to join the farmer’s group Pokdakan Ulam Sari, which the Odds Ratio (OR) is 40.846, thats the largest. Its means the farmer land area has probability as much 40.846 times to influence the farmer’s decision to join the farmer’s group Pokdakan Ulam Sari. There is no significant difference of the average profit of farmer’s group members with unmembers of the farmer’s group Pokdakan Ulam Sari. | |
| 23105 | 28581 | E1A016016 | DISSENTING OPINION DALAM PUTUSAN BEBAS LA NYALLA MATALITTI YANG DIJATUHKAN OLEH HAKIM MAHKAMAH AGUNG (STUDI PUTUSAN NOMOR 765 K/PID.SUS/2017) | Penelitian dengan judul “Dissenting Opinion dalam Putusan Bebas La Nyalla Matalitti yang Dijatuhkan oleh Hakim Mahkamah Agung (Studi Putusan Nomor 765 K/PID.SUS/2017)”, dengan latar belakang masalah adanya dissenting opinion dalam putusan yang menolak permohonan kasasi yang dilakukan oleh penuntut umum terhadap putusan bebas La Nyalla Matalitti pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Penelitian dilakukan dengan rumusan masalah dissenting opinion dalam proses pengambilan putusan bebas La Nyalla Matalitti dan akibat hukum dissenting opinion terhadap putusan Nomor 765 K/PID.SUS/2017 yang dijatukan oleh majelis hakim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian dilakukan dengan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan putusan, diperoleh hasil bahwa dalam putusan Nomor 765 K/PID.SUS/2017 terdapat dissenting opinion yang terjadi ketika minority opinion hakim menyatakan mengabulkan permohonan kasasi, sedangkan majority opinion hakim menyatakan menolak kasasi karena unsur melawan hukum dalam tindak pidana korupsi tidak dipenuhi. Adanya dissenting opinion pada rapat permusyawaratan hakim mengakibatkan tidak dicapainya mufakat bulat sehingga putusan diambil berdasarkan suara terbanyak yaitu menolak permohonan kasasi. | Research with the title " Dissenting Opinion dalam Putusan Bebas La Nyalla Matalitti yang Dijatuhkan oleh Hakim Mahkamah Agung (Studi Putusan Nomor 765 K/PID.SUS/2017)", against the background of the problem of dissenting opinion in decisions that reject the appeal of cassation made by the claimant general regarding La Nyalla Matalitti's acquittal at the Central Jakarta Corruption Court. The study was conducted with the formulation of the dissenting opinion problem in the process of making the La Nyalla Matalitti verdict and the legal consequences of the dissenting opinion on the ruling Number 765 K / PID.SUS / 2017 which was put together by a panel of judges. The research method used is a normative juridical approach, ie research is conducted with secondary data. Based on the results of the research and discussion of the decision, the results obtained that in the decision Number 765 K / PID. SUS / 2017 there was a dissenting opinion that occurred when the judge's minority opinion stated that he granted the appeal request, while the majority opinion of the judge stated that he refused the appeal because it was against the law in corruption not fulfilled. The presence of dissenting opinion at the judge's deliberation meeting resulted in the unanimous agreement being reached so that the decision was taken based on the most votes, namely rejecting the appeal. | |
| 23106 | 26348 | C1L013055 | RELATION BETWEEN ATTITUDES AND CSR: ACCOUNTING AND BUSINESS MANAGEMENT STUDENT PERCEPTION | CSR sangat penting untuk bisnis dalam jangka panjang, karena akan berdampak tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan, komunitas, karyawan, dan pemangku kepentingan. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara sikap siswa terhadap tindakan CSR. Bagaimana sikap siswa akan mempengaruhi tindakan siswa pada CSR. Penelitian ini dapat membantu perusahaan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa sebagai pemimpin masa depan dalam CSR. Dalam penelitian ini sikap terdiri dari spiritualitas, Machiavellianism, etika relativisme, idealisme, dan materialisme. Saya memilih topik ini karena walaupun perusahaan tahu bahwa CSR penting untuk bisnis mereka, mereka masih tidak menerapkan CSR dengan baik. Saya memilih siswa sebagai objek karena mereka sebagai generasi masa depan akan memimpin perusahaan di masa depan, dan penting bagi kita untuk belajar bagaimana melakukan bisnis secara etis. Hasil dari tesis ini adalah antara mahasiswa Universitas Takamatsu (jurusan manajemen bisnis) dan mahasiswa Jenderal Soedirman (jurusan akuntansi) hanya memiliki satu hasil berbeda yaitu pada variabel spiritualitas. Pada mahasiswa Universitas Takamatsu sikap spiritualitas mereka tidak mempengaruhi persepsi mereka terhadap CSR, di Universitas Jenderal Soedirman sikap spiritualitas mereka mempengaruhi persepsi mereka terhadap CSR. | CSR is essential for business in long term, because it will impact not just for the companies’ but for environment, community, employees, and stakeholder too. This thesis aims to find out how relation between student attitudes on CSR actions. How student attitudes will affect students actions on CSR. This research can help the companies to know how students perception as a future leader on CSR. In this research attitudes consist of spirituality, Machiavellianism, ethical relativism, idealism, and materialism. I choose this topic because even companies know that CSR is important for their business, they still not apply CSR well. I choose student as an object because they as a future generations will lead the companies in the future, and it is important for us to learn how to do business ethically. The result of this thesis is between Takamatsu University student (business management major) and Jenderal Soedirman student (accounting major) just have one different result which is on spirituality variable. While in Takamatsu University student their spirituality attitude not affect their perception on CSR, in Jenderal Soedirman University their spirituality attitude affect their perception on CSR. | |
| 23107 | 26349 | F1C015048 | Peran Aliansi Perpustakaan Jalanan Purbalingga dalam Mengembangkan Literasi pada Masyarakat Purbalingga | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Aliansi Perpustakaan Jalanan Purbalingga dalam mengembangkan literasi pada masyarakat Purbalingga dan menganalisis hambatan Aliansi Perpustakaan Jalanan Purbalingga dalam mengembangkan literasi pada masyarakat Purbalingga. Di Purbalingga sendiri, minat akan membaca buku dan literasi informasi masih kurang. Penelitian ini menggunakan konsep literasi informasi dan menggunakan model literasi yaitu model The Big 6. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Informan penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah peran Aliansi Perpustakaan Jalanan Purbalingga dalam mengembangkan literasi pada masyarakat Purbalingga adalah yang pertama membangun minat masyarakat Purbalingga akan membaca buku dengan melakukan bentuk kegiatan seperti lapak baca buku gratis setiap Sabtu malam bertempat di Alun-alun Purbalingga. Kegiatan yang kedua yaitu memperluas jaringan ke luar agar masyarakat lebih mengenal Perpustakaan Jalanan Purbalingga. Peran yang kedua yaitu mempertahankan minat baca tersebut dengan melakukan kegiatan seperti event-event yang jarang di Purbalingga seperti diskusi dengan narasumber dan workshop. | The research aims to analyze the role of Purbalingga's Street Library Alliance to develop literacy in the Purbalingga community and analyze the obstacles of Purbalingga's Street Library Alliance to develop literacy on Purbalingga community. In Purbalingga, interest will read books and information literation still lacking. This research uses THE concept of information literacy and uses a literacy model that is model The Big 6. The study uses a qualitative method of case studies. Research informant is determined using purposive sampling. Data collection is done with interviews, observations, and documentation. Analysis in this study using Miles and Huberman analyses. The result of this research is the role of Purbalingga's Street Library Alliance to develop the literacy in Purbalingga society is the first to build interest in Purbalingga people will read the book by doing the form of activities such as Read free books every Saturday night at Purbalingga Square. The second activity extends the outer network so that people are more familiar with the Purbalingga Street Library. The second role is to retain the interest of reading by doing activities such as rare events in Purbalingga such as discussions with speakers and workshops. | |
| 23108 | 26276 | E1A015047 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ISTERI GANGGUAN JIWA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Sukoharjo Nomor 541/Pdt.G/2018/PA.Skh.) | Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyatakan bahwa, perkawinan sah bilamana dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu, begitu juga suatu perkawinan dikatakan sah apabila memenuhi syarat materil yakni yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan, akibat hukumnya apabila syarat materil tidak dapat terpenuhi maka perkawinan tersebut dapat dilakukan pembatalan perkawinan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan pembatalan perkawinan karena isteri gangguan jiwa terhadap putusan Pengadilan Agama Sukoharjo Nomor 541/Pdt.G/2018/PA.Skh. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, dan analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perkara tersebut hanya berdasarkan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 72 ayat (2) KHI, menurut peneliti kurang lengkap sebaiknya dilengkapi dengan Pasal 6 ayat (1) jo Pasal 16 ayat (1) dan mengesampingkan ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. | Article 2 paragraph (1) of Law No. 1 of 1974 on marriage states that, marriage is valid when done according to the laws of each of its religion and its beliefs, so is a marriage is said to be valid if they qualify That is contained in the legislation, due to the law if the condition of the material can not be fulfilled then the marriage can be done cancellation of marriage. The problem formulation in this research is the consideration of the legal considerations of judges in granting annulment of marriage due to the wife of mental disorders against the decision of the religious court of Sukoharjo number 541/PDT. G/2018/PA. Skh. Research methods used is a normative juridical, the specification of analytical prescriptive research, the collection of data on literature studies with inventory, and the analysis of qualitative normative data. The results showed that the consideration of the legal judge in granting the matter is only under article 27 paragraph (2) of Law No. 1 of 1974 concerning marriage Jo Article 72 paragraph (2) KHI, according to the complete researcher should be equipped With article 6 paragraph (1) Jo Article 16 paragraph (1) and waive provisions of article 27 paragraph (2) of Law No. 1 of 1974 concerning marriage. | |
| 23109 | 28778 | E1A115123 | KAJIAN TENTANG PENERAPAN YURISDIKSI NEGARA TERHADAP KASUS SINDIKAT GOZNYM TAHUN 2019 | Sindikat GozNym adalah sindikat penjahat siber yang bersenjatakan malware yaitu Nymaim dan Gozi. Nymaim dikenal sebagai dropper, software yang dirancang untuk menyelinapkan malware lain ke sistem yang ditarget. Gozi digunakan untuk menyerang sistem keamanan bank dengan tujuan mencuri informasi keuangan.. Jenis penelitian adalah yuridis normatif yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam Perjanjian Internasional dan literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang digunakan adalah data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan status kejahatan siber dalam perspektif hukum internasional dapat dikategorikan sebagai kejahatan internasional dan penerapan yurisdiksi negara terhadap kasus sindikat GozNym mengacu pada Pasal 22 Europan Union Convention on Cyber Crime. Sebaiknya negara-negara yang bukan peserta Europan Union Convention on Cyber Crime ikut meratifikasi atau setidaknya membuat peraturan perundang-undangan nasionalnya yang mengatur mengenai upaya pencegahan kejahatan teknologi, informasi, dan komunikasi agar negara yang bersangkutan dapat menjalin kerjasama internasional dalam menangani kasus cybercrime yang terjadi baik di dalam maupun di luar wilayahnya dan upaya yang dapat ditempuh agar dapat membawa dan mengadili pelaku kejahatan di Negaranya adalah dengan ekstradisi, dan bantuan hukum timbal balik. | GozNym Syndicate is a cyber criminal syndicate armed with malware namely Nymaim and Gozi. Nymaim is known as a dropper, software designed to sneak other malware into the targeted system. Gozi is used to attack bank security systems with the aim of stealing financial information. Research type is normative juridical which refers to the legal norms contained in the International Treaty and the literature relating with the problem. The data used is secondary data. Based on the results of research and discussion, the status of cyber crime in the perspective of international law can be categorized as international crime and the application of state jurisdiction to GozNym syndicate cases refers to Article 22 of the Europan Union Convention on Cyber Crime. States that are not participants of the Europan Union Convention on Cyber Crime should be participate in ratifying or at least making national laws that regulate efforts to prevent technological, information and communication crimes so that the States concerned can establish international cooperation to handling cybercrime cases that occur inside or outside territory and the efforts that can be taken in order to be able to bring and judge perpetrators of crimes to the that State is by extradition and mutual legal assistance. | |
| 23110 | 29227 | I1B016022 | HUBUNGAN PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN DIMENSI MOOD PADA REMAJA PUTRI KELAS X SMAN 2 PURWOKERTO | Latar Belakang: Remaja Putri dengan Premenstrual Syndrome (PMS) mengalami perubahan mood. Mood dibagi menjadi empat dimensi utama yaitu positive energy, tiredness, negative arousal, dan relaxation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Premenstrual Syndrome dengan dimensi mood. Metodologi: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional, dengan metode konvenien. Responden berjumlah 80 remaja putri Kelas X SMAN 2 Purwokerto yang sedang mengalami PMS. Kuisioner menggunakan Shortened Premenstrual Assement Form (SPAF) dan Four Dimensions Mood Scale-55 (FDMS-55). Analisa data menggunakan uji pearson. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan median usia 16 tahun. Indeks Massa Tubuh (IMT) terbanyak normal (18,5-25) 49 orang. Ada hubungan yang positif antara PMS dengan dimensi mood tiredness dan negative arousal. Tidak ada hubungan PMS dengan dimensi mood positive energy dan relaxation. Kesimpulan: Masyarakat perlu mengerti keadaan mood remaja putri saat mengalami PMS, sehingga bisa memperlakukan mereka sesuai dengan kondisinya. | Background: Teenage girls with Premenstrual Syndrome (PMS) get into mood swings. A mood is divided into four main dimension namely positive energy, tiredness, negative arousal, and relaxation. This study aims to determine the relation of Premenstrual Syndrome and mood dimension. Method: This research used a quantitative study with cross sectional design with convenience method. The respondents were 80 girl class X in her teens of SMA 2 Purwokerto who got PMS experience. This study used a Shortened Premenstual Assement Form (SPAF) and Four Dimension Mood Scale-55 (FDM-55). Data analysis used Pearson. Results:The result of this study show that the age of respondents indicate a medianage of 16 years old. Respondents who have the highest body mass index (BMI) with normal measurement result (18.5-25) is 49 people. There are a positive relation between PMS with mood dimension of tiredness and negative arousal. There is no relation between PMS with mood dimension of positive energy and relaxation. Conclusion: People need to know the mood of teenage girl when experiencing PMS, so they can treat them according to their conditions. | |
| 23111 | 26352 | E1A012251 | “Perlindungan Hukum Saksi Justice Collaborator Kasus Korupsi E-KTP ” (Dengan study kasus korupsi E-KTP dengan ketetapan Komisi pemberantasan Korupsi kepanda 2 orang mantan petinggi Kementrian Dalam Negri yaitu Irman dan Sugiharto sebagai Justice Collaborator). | Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luarbiasa (extra ordinary crime) yang memerlukan upaya pemberantasan dengan cara-cara yang luarbiasa pula (extra ordinary measure) oleh karenanya dalam pengungkapannya dibutuhkan dari peran justice collaborator. Namun pada nyatanya tidak banyak yang mengetahui dengan persis yang siapa yang dikatagorikan sebagai seorang justice collaborator dan apa saja haknya serta proses pemberian bantuan hukumnya. Pembagian tugas antara KPK dan LPSK dalam menjalankan tugasnya masing masing menjadi hal yang menarik untuk saya teliti dan saya kritisi agar sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Agar terfokus pada suatu permasalahan maka saya mengambil Study Kasus Korupsi E-KTP Irman dan Sugiharto Sebagai Justice Collaborator. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini di lakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Data yang terkumpul dari hasil penelitian kemudian di olah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. | Corruption is an extraordinary crime (extraordinary crime) that requires efforts to eradicate in extraordinary ways (extra ordinary measure), therefore the disclosure is needed from the role of justice collaborator But in fact not many people know exactly who is categorized as a justice collaborator and what their rights are and the process of providing legal assistance. The division of tasks between the KPK and LPSK in carrying out their respective duties becomes interesting for me to examine and I am critical of being in accordance with applicable laws. In order to focus on an issue, I took the E-KTP Corruption Case Study Irman and Sugiharto as Justice Collaborator. In order to achieve these objectives, this research was conducted using an empirical juridical approach. The data collected from the results of the study are then processed, presented, and analyzed qualitatively by presenting narrative text. | |
| 23112 | 28779 | F1F013043 | THE EFFECT OF RUMOR LEADING TO BAKER’S SUICIDE IN ASHER’ THIRTEEN REASONS WHY | Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi bagaimana rumor pada novel Jay Asher, Thirteen Reasons Why mempengaruhi Hannah Baker sebagai karakter utama untuk melakukan bunuh diri. Bidang penelitian ini adalah psikologi literatur yang merupakan sebuah studi yang digunakan untuk meneliti aspek psikologis dari sebuah karakter dalam sebuah karya sastra atau bahkan menganalisa penulisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat dua efek dari rumor yang terjadi pada Hannah Baker sebagai karakter utama dalam novel Jay Asher, Thirteen Reasons Why. Efek pertama adalah pelecehan seksual yang terjadi karena rumor yang tersebar secara meluas di sekolah. Efek terakhir adalah kehilangan tempat yang aman bagi Hannah baker sebagai hasil dari rumor yang terjadi pada Hannah Baker. Setelah menghadapi kesulitan yang sangat banyak, Hannah Baker memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. | This research is aimed to identify how rumor in Jay Asher’s Thirteen Reasons Why could affect Hannah Baker as the main character to commit suicide. The field of this research is psychology in literature which is the study to analyze the psychological aspect of a literary work’s character or even the author of a literary work. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data. The result of this research finds that there are two effects of the rumor that happened to Hannah Baker as the main character in Jay Asher’s Thirteen Reasons Why. The first effect is the sexual harassment that happens because of the rumor in the first stage. The last one is the losing of safe places as the result of rumor that happened to Hannah Baker. After facing so much struggles and have nothing to turn to, Hannah Baker decided to take her own life. | |
| 23113 | 28940 | C1A016083 | ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN PADA METODE PEMBAYARAN KREDIT ATAU TUNAI DALAM PEMBELIAN SEPEDA MOTOR DI PURWOKERTO SELATAN | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat pendapatan, model penghasilan, jumlah tanggungan (jumlah anggota keluarga) dan akses wilayah terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit dalam pembelian sepeda motor di Purwokerto Selatan, serta untuk menganalisis faktor mana yang paling berpengaruh terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit dalam pembelian sepeda motor di Purwokerto Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen kendaraan bermotor roda dua di Purwokerto Selatan yang berjumlah 98 konsumen. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara sedangkan untuk teknik analisis menggunakan teknik Probability Unit (Probit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiap kelompok pendapatan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit. Model penghasilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit dalam pembelian sepeda motor di Purwokerto Selatan. Sedangkan jumlah tanggungan dan akses wilayah tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit dalam pembelian sepeda motor di Purwokerto Selatan. Variabel yang paling berpengaruh adalah model penghasilan. Implikasi dari penelitian ini adalah bagi pihak Leasing apabila ingin memberikan kredit bagi konsumen untuk membeli sepeda motor maka sebaiknya mempertimbangkan konsumen dengan tingkat pendapatan diatas Rp.6.000.000. Selain itu, bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pembiayaan konsumen. | The aim of this study is to analize the effect of income level, income model, number of dependents (number of family members) and regional access on consumer preferences for credit payment methods in purchasing motorcycles in South Purwokerto, and to analize which factors that most influence consumer preferences for credit payment methods in purchasing motorcycles in South Purwokerto. The sample in this study were consumers of two-wheeled motor vehicles in South Purwokerto, totaling 98 consumers. The technique of conveying data uses the interview and questionnaire method while for analysis technique usea the Probability Unit (Probit) techniques. The results of this study indicate that each income group has a different effect on consumer preferences on credit payment methods. The income model has a positive and significant effect on consumer preferences for credit payment methods for purchasing motorcycles in South Purwokerto. While the number of dependents and regional access does not have a positive and significant effect on consumer preferences on credit payment methods in purchasing motorcycles in South Purwokerto. The most influence variable is the income model. The implication of this research is for Leasing, if they want to provide credit for consumers to buy a motorcycle, then it is better to consider consumers with income levels above Rp.6.000.000. In addition, the Financial Services Authority (OJK), the results of this study can be considered in formulating policies relating to consumer financing. | |
| 23114 | 29012 | A1D016064 | ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI RIZOSFER TANAMAN BAWANG MERAH KABUPATEN BREBES RESISTEN CEMARAN KADMIUM | Penggunaan pupuk dan pestisida sintetik berkontribusi terhadap cemaran residu logam berat kadmium. Bakteri tertentu resisten cekaman kadmium dan berpotensi untuk remediasi lahan tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengisolasi bakteri area rizosfer tanaman bawang merah kabupaten Brebes yang resisten cemaran kadmium, (2) mengetahui karakteristik morfologi dan biokimia isolat bakteri, dan (3) mengidentifikasi genus isolat bakteri. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai dengan Mei 2020 di Laboratorium Agroekologi dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi isolasi, karakterisasi morfologi, uji biokimia, dan identifikasi bakteri. Isolasi bakteri dilakukan pada 5 sampel tanah yang berasal dari Desa Buara, Desa Cikeuseul Kidul, Desa Cikeuseul Lor, Desa Ciseureuh, dan Desa Sindangjaya Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Karakterisasi morfologi meliputi identifikasi morfologi koloni bakteri, pewarnaan Gram, dan pewarnaan spora. Uji biokimia meliputi uji oksidase, katalase, motilitas, fermentasi karbohidrat, fermentasi manitol, sitrat, MR-VP, O/F, hidrolisis pati, dan fiksasi N. Identifikasi bakteri dilakukan berdasarkan buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Isolat yang resisten cemaran kadmium meliputi BR2, CK2, CL3, SJ3, dan CR1. Seluruh isolat memiliki warna koloni putih, bentuk bulat, dan tidak menghasilkan pigmen, Gram positif, memiliki spora, dan berbentuk batang. Uji biokimia menunjukkan bahwa seluruh isolat bereaksi positif terhadap uji oksidase, katalase, motilitas, fermentasi karbohidrat, fermentasi manitol, sitrat, dan O/F, dan hanya isolat SJ3 bereaksi positif terhadap uji hidrolisis pati. Hasil identifikasi bakteri menunjukkan bahwa isolat BR2, CK2, CL3, dan CR1 adalah Bacillus marinus, sedangkan isolat SJ3 adalah Bacillus megaterium. | The use of synthetic fertilizers and pesticides has been contributing to cadmium pollutant in soil. Several bacteria are resistances to cadmium and potentially helping to remediated polluted soil. This study aims to (1) isolate bacteria of rhizosfer area from Brebes Regency which resistance to cadmium contamination, (2) determine the morphological and biochemical characteristics of isolates, and (3) identify the genus of isolate bacteria. The research was conducted in November 2019 until May 2020 in the Agroecology Laboratory and the Agronomy and Horticulture Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research conducted including isolation, morphological characterization, biochemical tests, and bacterial identification. Bacterial isolation was carried out on 5 soil samples taken from Buara Village, Cikeuseul Kidul Village, Cikeuseul Lor Village, Ciseureuh Village, and Sindangjaya Village Ketanggungan District, Brebes Regency. Morphological characterization including bacterial colony morphology, Gram staining, and spore staining. Biochemical test including oxidase, catalase, motility, carbohydrate fermentation, mannitol fermentation, citrate, MR-VP, O / F, starch hydrolysis, and N. fixation. Identification of bacteria is carried out using Bergey's Manual of Determinative Bacteriology. Isolates found from samples including BR2, CK2, CL3, SJ3, and CR1. All isolates were white, round, and did not produce pigments, were Gram positive, had spores, and were rod-shaped. Biochemical tests showed all isolates are positive for oxidase, catalase, motility, carbohydrate fermentation, mannitol, citrate, and O / F and only SJ3 isolates were positive for starch hydrolysis tests. The results obtained by bacteria showed that isolates BR2, CK2, CL3, and CR1 were Bacillus marinus, while isolates SJ3 were Bacillus megaterium. | |
| 23115 | 26477 | F1F012053 | THE ANALYSIS OF ENGLISH JARGON USED BY RABBIT OWNERS IN MAKING CAPTIONS ON INSTAGRAM IN 2018 | Penelitian berjudul “The Analysis of English Jargon Used by Rabbit Owners in Making Caption on Instagram in 2018” ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis-jenis jargon bahasa Inggris yang ditemukan di grup Bunnies That Lunch di Instagram dan (2) mendeskripsikan fungsi jargon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data karena hasilnya dijelaskan dalam bentuk deskripsi narasi atau tekstual untuk menafsirkan data. Data dikumpulkan dari keterangan dalam postingan akun Instagram pemilik kelinci dan sampel diambil dari keterangan yang berisi jargon menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 14 total jargon yang terdapat dalam keterangan postingan akun pemilik kelinci di Instagram pada tahun 2018, yang termasuk dalam tipe Word (2 jargon atau 15%), Phrase (3 jargon atau 21%), Blending (8 jargon atau 57%), dan Clipping (1 jargon atau 7%). Kemudian, untuk fungsi ada fungsi Referensi (12 jargon atau 86%), dan fungsi Afektif (2 jargon atau 14%). Penelitian ini dapat mencapai kesimpulan bahwa Blending adalah jenis jargon yang paling sering digunakan oleh pemilik kelinci dalam komunikasi di antara anggota kelompok Bunnies That Lunch karena lebih mudah untuk menggambarkan dua hal berbeda yang berkaitan dengan kelinci dalam satu kata, serta untuk fungsi jargon yang paling dominan adalah fungsi Referensi, karena hampir dari seluruh jargon yang ada mendeskripsikan informasi mengenai kelinci. | The research entitled “The Analysis of English Jargon Used by Rabbit Owners in Making Caption on Instagram in 2018 (A Sociolinguistic Approach)” aims at: (1) identifies the types of English jargon found in Bunnies That Lunch group on Instagram and (2) describe the function of the jargons. This research used descriptive qualitative method to analyze the data, since the results were presented in narrative or textual description for interpreting the data. Data were collected from the caption of rabbit owners’ accounts on Instagram and the samples were taken from captions that contain of jargons using purposive sampling. The result of the research shows that among 14 total jargons contained in the captions of rabbit owners’ accounts on Instagram in 2018, there are Word (2 jargons or 15%), Phrase (3 jargons or 21%), Blending (8 jargons or 57%), and Clipping (1 jargon or 7%). For the function, there are Referential function (12 jargons or 86%), and Affective function (2 jargons or 14%). In conclusion, Blending is the most frequent type of jargon used by rabbit owners in communication among the members of the Bunnies That Lunch group, because it is easier to say two different things about rabbit’s activities and habits in one word and the most function of the jargon is Referential function, because most of the jargons are describing rabbit’s informations. | |
| 23116 | 26351 | C1B015108 | ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, CORPORATE GOVERNANCE, DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN SERTA USIA PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL (Studi pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017) | Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Corporate Governance, dan Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran serta Usia Perusahaan sebagai Variabel Kontrol (Studi pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017)”. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui serta menemukan bukti empiris pengaruh rasio profitabilitas, corporate governance, dan corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan dengan ukuran serta usia perusahaan sebagai variabel kontrol. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 perusahaan. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. (2) Corporate Governance (kepemilikan manajerial) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. (3) Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. | This research is a case study of consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017. This study took the title: "The Effect of Profitability, Corporate Governance, and Corporate Social Responsibility on Firm Value with Firm Size and Firm Age as control variables (Study of consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017)". The purpose of this study was to find out and find empirical evidence of the effect profitability, corporate governance, and corporate social responsibility on firm value with firm size and firm age as control variables. The population in this study were consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2013-2017. The sample in this study were 10 companies. Determination of samples using purposive sampling method. Based on the results of research and data analysis using multiple regression analysis shows that: (1) Profitability (ROA) has a positive and significant effect on Firm Value. (2) Corporate Governance (MGROWN) has a positive and significant effect on Firm Value. (3) Corporate Social Responsibility (CSR) has a positive and not significant effect on Firm Value. | |
| 23117 | 26353 | K1A015020 | PENURUNAN NILAI BOD DAN TDS PADA AIR LINDI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKIMIA DENGAN ELEKTRODA PbO2/Pb | Air lindi mempunyai nilai biochemical oxygen demand (BOD) dan total dissolved solid (TDS) yang tinggi, sehingga akan mencemari lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penurunan nilai BOD dan TDS air lindi sebelum dibuang ke lingkungan. Metode elektrokimia dapat digunakan untuk menurunkan nilai BOD dan TDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui voltase, jarak elektroda, pH dan waktu elektrolisis terbaik untuk penurunan nilai BOD dan TDS air lindi. Elektroda yang digunakan yaitu PbO2/Pb. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai BOD mencapai 100% dan TDS mencapai 98.17% terjadi pada voltase 12 volt, jarak elektroda 1 cm, pH 3 dan waktu elektrolisis untuk BOD selama 2 jam dan TDS selama 3 jam. | Leachate has high biochemical oxygen demand (BOD) and total dissolved solid (TDS) levels, and then the environmental will be polluted. Therefore, it is necessary to reduce BOD and TDS value of leachate before discharge into an environmental. Decreasing the value of BOD and TDS with electrochemical methods. The purpose of this research to determine impact of voltage, electrode distance, pH, and time to decrease BOD and TDS value of leachate. The electrode used is PbO2/Pb. The result of the research decreasing of BOD achieved to 100% and TDS achieved to 98.17% is 12 V voltage, 1 cm electrode distance, pH 3 and time to electrolysis for 2 hours to BOD and 3 hours for TDS. | |
| 23118 | 26266 | C1A012115 | ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN BANJARNEGARA | This research is a study that analyzes secondary data with Banjarnegara Regency as the object of research. This study is entitled "Analysis of the Economic Potential of Banjarnegara Regency". The purpose of this study is to identify the basic and non-base sectors, identify the economic structure of the Banjarnegara Regency. This research uses Location Quotient, Growth Ratio Model, and Overlay. Based on the results of research using Location Quotient, Growth Ratio Model, and Overlay shows: (1) Ten sectors are the basic sectors of Banjarnegara Regency these are: agriculture, forestry and fishing; mining and quarrying; wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles; transportation and storage; financial and insurance activities; business Activities; public administration and defence,compulsory; education; human health and social work activities; other services activities. (2)The economic structure of Banjarnegara Regency is determined using the growth ratio model. The dominant sector is the sector with the first classification. The manufacturing; electricity and gas; other services activities are sector that fall into this category. The third classification is the sector that can be developed, has a high growth rate in Banjarnegara Regency, but low growth at the level of Central Java Province. These sectors are water supply, sewerage, waste management, and remeditation activities; wholesale and retail trade, repair of motor vehicle, and motorcycles. (3) The leading sectors results of overlay analysis are wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles; and other services activities. The potential sector overlay analysis results are maufacturing; electricity and gas; water supply, sewerage, waste management and remediation activities. As implication of the conclusion above, the leading sector especially wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles and other services activities become priority sector with the aim that if this sector develops, it will increase sectors that are not considered leading categories. Potential sector development is developed so that the sector can become a leading sector. Sectors that have potential can develop into leading sectors by using natural resources and human resources owned by Banjarnegara Regency, coordinating between the government and business actors in potential sectors, increasing infrastructure to support potential sectors. | Penelitian ini merupakan penelitian yang menganalisis data sekunder dengan Kabupaten Banjarnegara sebagai objek penelitian. Penelitian ini berjudul “Analisis Potensi Ekonomi Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi sektor-sektor basis dan non basis, mengidentifikasi struktur ekonomi wilayah Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunanakan Location Quotient, Model Rasio Pertumbuhan, dan Overlay. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Location Quotient, Model Ratio Pertumbuhan, dan Overlay menunjukkan bahwa: (1) Sepuluh sektor merupakan sektor basis Kabupaten Banjarnegara yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; transportasi dan pergudangan; jasa keuangan dan asuransi; jasa perusahaan; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib; jasa pendidikan; jasa kesehatan dan kegiatan sosial; jasa lainnya (2) Struktur ekonomi Kabupaten Banjarnegara menggunakan model rasio pertumbuhan. Sektor dominan merupakan sektor dengan klasifikasi 1. Sektor pengadaan listrik dan gas serta sektor jasa lainnya merupakan sektor yang termasuk pada kategori ini. Sektor potensial yang dikembangkan merupakan sektor dengan klasifikasi 3, memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi di Kabupaten Banjarnegara, akan tetapi pertumbuhan yang rendah pada tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sektor tersebut adalah pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor. (3) Sektor unggulan hasil overlay adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan sektor jasa lainnya. Sektor potensial berdasarkan hasil overlay yaitu industri pengolahan; pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu, Sektor Unggulan terutama sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor; dan sektor jasa lainnya terus didorong dijadikan prioritas dengan tujuan apabila sektor ini berkembang akan meningkatkan sektor yang tidak termasuk kategori unggulan. Pengembangan sektor potensial dikembangkan agar sektor tersebut bisa menjadi sektor unggulan. Sektor yang memiliki potensial bisa berkembang menjadi sektor unggulan dengan cara menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kabupaten Banjarnegara, melakukan koordinasi antara pemerintah dengan pelaku usaha pada sektor potensial, meningkatkan infrastruktur yang menunjang sektor potensial. | |
| 23119 | 26354 | I1A015125 | Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktek Kebersihan Perorangan Pada Pekerja Industri Tahu Di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok | ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK KEBERSIHAN PERORANGAN PADA PEKERJA INDUSTRI TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK Wilma Fadilla, Saudin Yuniarno, Agnes Fitria Latar Belakang: Pelaku industri tahu dalam proses produksi masih kurang memperhatikan aspek kebersihan. Kebersihan perorangan mempunyai risiko penyakit yang berkaitan dengan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berkaitan dengan praktek kebersihan perorangan pada pekerja industri tahu di Desa Kalisari. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasinya berjumlah 83 pekerja yang berada di Desa Kalisari. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 64 pekerja. Data dianalisis menggunakan univariat, bivariat (Chi-Square) dan multivariat (Regresi logistik ganda) Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap (p=0,025) dan sarana prasarana (p=0,002) dengan praktek kebersihan pada pekerja industri tahu, serta tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,856), pengawasan pemerintah (p=0,582), dan lingkungan (p=0,804) dengan praktek kebersihan pada pekerja indusri tahu. Analisis multivariat menunjukkan bahwa sarana prasarana merupakan variabel yang paling berhubungan dengan nilai OR 6,391. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara sikap dan sarana prasarana dengan praktek kebersihan pekerja tahu serta tidak ada hubungan antara pengetahuan, pengawasan pemerintah dan lingkungan dengan praktek kebersihan pekerja tahu. | ABSTRACT FACTORS RELATED TO THE PRACTICE OF INDIVIDUAL HYGIENE ON TOFU INDUSTRY WORKERS IN KALISARI VILLAGE CILONGOK DISTRICT Wilma Fadilla Hapsari, Yuniarno Saudin, Agnes Fitria Background: Industry actors know in the production process still less attentive to the hygiene aspects. Individual hygiene has a risk of illness related to food. The purpose of this research is to analyze the factors related to the practice of individual hygiene in the workers industry know in the village Kalisari. Methodology: This type of research is quantitative with cross sectional design. The population is 83 workers located in Kalisari village. Samples were taken using simple random sampling techniques with a total of 64 workers. Data analyzed using Univariat, bivariate (Chi-Square) and multivariate (double logistic regression) Research results: Sufficient analysis results show that there is a relationship between attitudes (p = 0,025) and infrastructures (p = 0,002) with the practice of individual hygiene in tofu industry workers, and there is no relationship between knowledge (p = 0,856), Government Supervision (p = 0,582), and the environment (p = 0,804) with the practice of individual hygiene at the workers of industries know. Multivariate analysis shows that infrastructure is the most associated variable value OR 6,391. Conclusion: There is a connection between the attitude and means of Asrigita with the practice of workers hygiene know and there is no relationship between knowledge, government supervision and environment with the practice of worker hygiene know. | |
| 23120 | 26355 | I1A015049 | Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis | Abstrak FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI DESA WERASARI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS Via Sofwatul Umah, Agnes Fitria Widiyanto, Sri Nurlaela Latar Belakang : Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) merupakan salah satu masalah sanitasi yang memerlukan perhatian khusus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku BABS di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, diantaranya yaitu pengetahuan, sikap, budaya, keberadaan jamban, jarak rumah ke tempat bab selain jamban, ketersediaan air bersih, dukungan tokoh masyarakat dan dukungan petugas kesehatan Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 135 orang yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi Square, dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda. Hasil : Hasil Analisis Bivariat menunjukan variabel yang berhubungan adalah budaya (0,005), keberadaan jamban (0,007), jarak rumah ke tepat bab selain jamban (0,000) dan dukungan tokoh masyarakat (0,026). Hasil Analisis Multivariat menunjukan variabel yang paling berhubungan dengan perilaku BABS yaitu jarak rumah ke tempa BAB selain jamban dengan nilai (p vaue = 0,000) Simpulan : Ada hubungan antara budaya, keberadaan jamban, jarak rumah ke tempat bab selain jamban dan dukungan tokoh masyarakat dengan perilaku BABS. Saran : Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat dengan penyediaan jamban sehat. Kata Kunci : perilaku, buang air besar sembarangan (BABS). | Abstract FACTORS RELATED TO OPEN DEFECATION (OD) BEHAVIOR IN WERASARI VILLAGE SADANANYA SUB DISTRICT CIAMIS REGENCY Via Sofwatul Umah, Agnes Fitria Widiyanto, Sri Nurlaela Background: Behavior of Open Defecation (OD) is one of the sanitation issues that require special attention. The research aimed to know about the factors related to open defecation (od) behavior in werasari village sadananya sub district ciamis regency, such as knowledge, attitude, culture, the existence of a toilet, distance from the house to defecation except latrinest, supply of clean water, support of public figure and support health workers. Methods : This research was an observational analitic with cross sectional design. The sample of this research were 135 people as the result of proportional random sampling technique. Data analysis that used on research are univariate analysis, bivariate analysis with Chi Square test, and multivariate analysis with Multiple Logistic Regression test. Result : The result of bivariate analysis showed the related variable are culture (0,005), the existence of a toilet (0,007), distance from the house to defecation except latrinest (0,000) and support of public figure (0,026). The result of multivariate nalysis showed a variable most related of Open Defecation behavior are distance from the house to defecation except latrinest (p vaue = 0,000) Conclution : There is related variabel between culture, the existence of a toilet, distance from the house to defecation except latrinest and support of public figure with Open Defecation behavior. Suggestion : Increase community partisipation in sanitary and health lifestyle with supply healthy latrine completed. Keyword : Behavior, Open Devecation (OD). |