Artikelilmiahs

Menampilkan 23.101-23.120 dari 51.900 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2310126348C1L013055RELATION BETWEEN ATTITUDES AND CSR: ACCOUNTING AND BUSINESS MANAGEMENT STUDENT PERCEPTIONCSR sangat penting untuk bisnis dalam jangka panjang, karena akan berdampak tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan, komunitas, karyawan, dan pemangku kepentingan. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara sikap siswa terhadap tindakan CSR. Bagaimana sikap siswa akan mempengaruhi tindakan siswa pada CSR. Penelitian ini dapat membantu perusahaan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa sebagai pemimpin masa depan dalam CSR. Dalam penelitian ini sikap terdiri dari spiritualitas, Machiavellianism, etika relativisme, idealisme, dan materialisme. Saya memilih topik ini karena walaupun perusahaan tahu bahwa CSR penting untuk bisnis mereka, mereka masih tidak menerapkan CSR dengan baik. Saya memilih siswa sebagai objek karena mereka sebagai generasi masa depan akan memimpin perusahaan di masa depan, dan penting bagi kita untuk belajar bagaimana melakukan bisnis secara etis.
Hasil dari tesis ini adalah antara mahasiswa Universitas Takamatsu (jurusan manajemen bisnis) dan mahasiswa Jenderal Soedirman (jurusan akuntansi) hanya memiliki satu hasil berbeda yaitu pada variabel spiritualitas. Pada mahasiswa Universitas Takamatsu sikap spiritualitas mereka tidak mempengaruhi persepsi mereka terhadap CSR, di Universitas Jenderal Soedirman sikap spiritualitas mereka mempengaruhi persepsi mereka terhadap CSR.
CSR is essential for business in long term, because it will impact not just for the companies’ but for environment, community, employees, and stakeholder too. This thesis aims to find out how relation between student attitudes on CSR actions. How student attitudes will affect students actions on CSR. This research can help the companies to know how students perception as a future leader on CSR. In this research attitudes consist of spirituality, Machiavellianism, ethical relativism, idealism, and materialism. I choose this topic because even companies know that CSR is important for their business, they still not apply CSR well. I choose student as an object because they as a future generations will lead the companies in the future, and it is important for us to learn how to do business ethically.
The result of this thesis is between Takamatsu University student (business management major) and Jenderal Soedirman student (accounting major) just have one different result which is on spirituality variable. While in Takamatsu University student their spirituality attitude not affect their perception on CSR, in Jenderal Soedirman University their spirituality attitude affect their perception on CSR.
2310226349F1C015048Peran Aliansi Perpustakaan Jalanan Purbalingga dalam Mengembangkan Literasi pada Masyarakat PurbalinggaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Aliansi Perpustakaan Jalanan Purbalingga dalam mengembangkan literasi pada masyarakat Purbalingga dan menganalisis hambatan Aliansi Perpustakaan Jalanan Purbalingga dalam mengembangkan literasi pada masyarakat Purbalingga. Di Purbalingga sendiri, minat akan membaca buku dan literasi informasi masih kurang. Penelitian ini menggunakan konsep literasi informasi dan menggunakan model literasi yaitu model The Big 6. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Informan penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah peran Aliansi Perpustakaan Jalanan Purbalingga dalam mengembangkan literasi pada masyarakat Purbalingga adalah yang pertama membangun minat masyarakat Purbalingga akan membaca buku dengan melakukan bentuk kegiatan seperti lapak baca buku gratis setiap Sabtu malam bertempat di Alun-alun Purbalingga. Kegiatan yang kedua yaitu memperluas jaringan ke luar agar masyarakat lebih mengenal Perpustakaan Jalanan Purbalingga. Peran yang kedua yaitu mempertahankan minat baca tersebut dengan melakukan kegiatan seperti event-event yang jarang di Purbalingga seperti diskusi dengan narasumber dan workshop.The research aims to analyze the role of Purbalingga's Street Library Alliance to develop literacy in the Purbalingga community and analyze the obstacles of Purbalingga's Street Library Alliance to develop literacy on Purbalingga community. In Purbalingga, interest will read books and information literation still lacking. This research uses THE concept of information literacy and uses a literacy model that is model The Big 6. The study uses a qualitative method of case studies. Research informant is determined using purposive sampling. Data collection is done with interviews, observations, and documentation. Analysis in this study using Miles and Huberman analyses. The result of this research is the role of Purbalingga's Street Library Alliance to develop the literacy in Purbalingga society is the first to build interest in Purbalingga people will read the book by doing the form of activities such as Read free books every Saturday night at Purbalingga Square. The second activity extends the outer network so that people are more familiar with the Purbalingga Street Library. The second role is to retain the interest of reading by doing activities such as rare events in Purbalingga such as discussions with speakers and workshops.
2310326276E1A015047PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ISTERI GANGGUAN JIWA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Sukoharjo Nomor 541/Pdt.G/2018/PA.Skh.)Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyatakan bahwa, perkawinan sah bilamana dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu, begitu juga suatu perkawinan dikatakan sah apabila memenuhi syarat materil yakni yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan, akibat hukumnya apabila syarat materil tidak dapat terpenuhi maka perkawinan tersebut dapat dilakukan pembatalan perkawinan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan pembatalan perkawinan karena isteri gangguan jiwa terhadap putusan Pengadilan Agama Sukoharjo Nomor 541/Pdt.G/2018/PA.Skh. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, dan analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perkara tersebut hanya berdasarkan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 72 ayat (2) KHI, menurut peneliti kurang lengkap sebaiknya dilengkapi dengan Pasal 6 ayat (1) jo Pasal 16 ayat (1) dan mengesampingkan ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Article 2 paragraph (1) of Law No. 1 of 1974 on marriage states that, marriage is valid when done according to the laws of each of its religion and its beliefs, so is a marriage is said to be valid if they qualify That is contained in the legislation, due to the law if the condition of the material can not be fulfilled then the marriage can be done cancellation of marriage.
The problem formulation in this research is the consideration of the legal considerations of judges in granting annulment of marriage due to the wife of mental disorders against the decision of the religious court of Sukoharjo number 541/PDT. G/2018/PA. Skh. Research methods used is a normative juridical, the specification of analytical prescriptive research, the collection of data on literature studies with inventory, and the analysis of qualitative normative data.
The results showed that the consideration of the legal judge in granting the matter is only under article 27 paragraph (2) of Law No. 1 of 1974 concerning marriage Jo Article 72 paragraph (2) KHI, according to the complete researcher should be equipped With article 6 paragraph (1) Jo Article 16 paragraph (1) and waive provisions of article 27 paragraph (2) of Law No. 1 of 1974 concerning marriage.
2310428778E1A115123KAJIAN TENTANG PENERAPAN YURISDIKSI NEGARA TERHADAP KASUS SINDIKAT GOZNYM TAHUN 2019Sindikat GozNym adalah sindikat penjahat siber yang bersenjatakan malware yaitu Nymaim dan Gozi. Nymaim dikenal sebagai dropper, software yang dirancang untuk menyelinapkan malware lain ke sistem yang ditarget. Gozi digunakan untuk menyerang sistem keamanan bank dengan tujuan mencuri informasi keuangan..
Jenis penelitian adalah yuridis normatif yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam Perjanjian Internasional dan literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang digunakan adalah data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan status kejahatan siber dalam perspektif hukum internasional dapat dikategorikan sebagai kejahatan internasional dan penerapan yurisdiksi negara terhadap kasus sindikat GozNym mengacu pada Pasal 22 Europan Union Convention on Cyber Crime. Sebaiknya negara-negara yang bukan peserta Europan Union Convention on Cyber Crime ikut meratifikasi atau setidaknya membuat peraturan perundang-undangan nasionalnya yang mengatur mengenai upaya pencegahan kejahatan teknologi, informasi, dan komunikasi agar negara yang bersangkutan dapat menjalin kerjasama internasional dalam menangani kasus cybercrime yang terjadi baik di dalam maupun di luar wilayahnya dan upaya yang dapat ditempuh agar dapat membawa dan mengadili pelaku kejahatan di Negaranya adalah dengan ekstradisi, dan bantuan hukum timbal balik.
GozNym Syndicate is a cyber criminal syndicate armed with malware namely Nymaim and Gozi. Nymaim is known as a dropper, software designed to sneak other malware into the targeted system. Gozi is used to attack bank security systems with the aim of stealing financial information.
Research type is normative juridical which refers to the legal norms contained in the International Treaty and the literature relating with the problem. The data used is secondary data.
Based on the results of research and discussion, the status of cyber crime in the perspective of international law can be categorized as international crime and the application of state jurisdiction to GozNym syndicate cases refers to Article 22 of the Europan Union Convention on Cyber Crime. States that are not participants of the Europan Union Convention on Cyber Crime should be participate in ratifying or at least making national laws that regulate efforts to prevent technological, information and communication crimes so that the States concerned can establish international cooperation to handling cybercrime cases that occur inside or outside territory and the efforts that can be taken in order to be able to bring and judge perpetrators of crimes to the that State is by extradition and mutual legal assistance.
2310529227I1B016022HUBUNGAN PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN DIMENSI MOOD PADA REMAJA PUTRI KELAS X SMAN 2 PURWOKERTO Latar Belakang: Remaja Putri dengan Premenstrual Syndrome (PMS) mengalami perubahan mood. Mood dibagi menjadi empat dimensi utama yaitu positive energy, tiredness, negative arousal, dan relaxation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Premenstrual Syndrome dengan dimensi mood.
Metodologi: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional, dengan metode konvenien. Responden berjumlah 80 remaja putri Kelas X SMAN 2 Purwokerto yang sedang mengalami PMS. Kuisioner menggunakan Shortened Premenstrual Assement Form (SPAF) dan Four Dimensions Mood Scale-55 (FDMS-55). Analisa data menggunakan uji pearson.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan median usia 16 tahun. Indeks Massa Tubuh (IMT) terbanyak normal (18,5-25) 49 orang. Ada hubungan yang positif antara PMS dengan dimensi mood tiredness dan negative arousal. Tidak ada hubungan PMS dengan dimensi mood positive energy dan relaxation.
Kesimpulan: Masyarakat perlu mengerti keadaan mood remaja putri saat mengalami PMS, sehingga bisa memperlakukan mereka sesuai dengan kondisinya.
Background: Teenage girls with Premenstrual Syndrome (PMS) get into mood swings. A mood is divided into four main dimension namely positive energy, tiredness, negative arousal, and relaxation. This study aims to determine the relation of Premenstrual Syndrome and mood dimension.
Method: This research used a quantitative study with cross sectional design with convenience method. The respondents were 80 girl class X in her teens of SMA 2 Purwokerto who got PMS experience. This study used a Shortened Premenstual Assement Form (SPAF) and Four Dimension Mood Scale-55 (FDM-55). Data analysis used Pearson.
Results:The result of this study show that the age of respondents indicate a medianage of 16 years old. Respondents who have the highest body mass index (BMI) with normal measurement result (18.5-25) is 49 people. There are a positive relation between PMS with mood dimension of tiredness and negative arousal. There is no relation between PMS with mood dimension of positive energy and relaxation.
Conclusion: People need to know the mood of teenage girl when experiencing PMS, so they can treat them according to their conditions.
2310626352E1A012251“Perlindungan Hukum Saksi Justice Collaborator Kasus Korupsi E-KTP ” (Dengan study kasus korupsi E-KTP dengan ketetapan Komisi pemberantasan Korupsi kepanda 2 orang mantan petinggi Kementrian Dalam Negri yaitu Irman dan Sugiharto sebagai Justice Collaborator).Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luarbiasa (extra ordinary crime) yang memerlukan upaya pemberantasan dengan cara-cara yang luarbiasa pula (extra ordinary measure) oleh karenanya dalam pengungkapannya dibutuhkan dari peran justice collaborator.
Namun pada nyatanya tidak banyak yang mengetahui dengan persis yang siapa yang dikatagorikan sebagai seorang justice collaborator dan apa saja haknya serta proses pemberian bantuan hukumnya. Pembagian tugas antara KPK dan LPSK dalam menjalankan tugasnya masing masing menjadi hal yang menarik untuk saya teliti dan saya kritisi agar sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.
Agar terfokus pada suatu permasalahan maka saya mengambil Study Kasus Korupsi E-KTP Irman dan Sugiharto Sebagai Justice Collaborator. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini di lakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Data yang terkumpul dari hasil penelitian kemudian di olah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.

Corruption is an extraordinary crime (extraordinary crime) that requires efforts to eradicate in extraordinary ways (extra ordinary measure), therefore the disclosure is needed from the role of justice collaborator
But in fact not many people know exactly who is categorized as a justice collaborator and what their rights are and the process of providing legal assistance. The division of tasks between the KPK and LPSK in carrying out their respective duties becomes interesting for me to examine and I am critical of being in accordance with applicable laws.
In order to focus on an issue, I took the E-KTP Corruption Case Study Irman and Sugiharto as Justice Collaborator. In order to achieve these objectives, this research was conducted using an empirical juridical approach. The data collected from the results of the study are then processed, presented, and analyzed qualitatively by presenting narrative text.
2310728779F1F013043THE EFFECT OF RUMOR LEADING TO BAKER’S SUICIDE IN ASHER’ THIRTEEN REASONS WHYPenelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi bagaimana rumor pada novel Jay Asher, Thirteen Reasons Why mempengaruhi Hannah Baker sebagai karakter utama untuk melakukan bunuh diri. Bidang penelitian ini adalah psikologi literatur yang merupakan sebuah studi yang digunakan untuk meneliti aspek psikologis dari sebuah karakter dalam sebuah karya sastra atau bahkan menganalisa penulisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat dua efek dari rumor yang terjadi pada Hannah Baker sebagai karakter utama dalam novel Jay Asher, Thirteen Reasons Why. Efek pertama adalah pelecehan seksual yang terjadi karena rumor yang tersebar secara meluas di sekolah. Efek terakhir adalah kehilangan tempat yang aman bagi Hannah baker sebagai hasil dari rumor yang terjadi pada Hannah Baker. Setelah menghadapi kesulitan yang sangat banyak, Hannah Baker memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.This research is aimed to identify how rumor in Jay Asher’s Thirteen Reasons Why could affect Hannah Baker as the main character to commit suicide. The field of this research is psychology in literature which is the study to analyze the psychological aspect of a literary work’s character or even the author of a literary work. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data. The result of this research finds that there are two effects of the rumor that happened to Hannah Baker as the main character in Jay Asher’s Thirteen Reasons Why. The first effect is the sexual harassment that happens because of the rumor in the first stage. The last one is the losing of safe places as the result of rumor that happened to Hannah Baker. After facing so much struggles and have nothing to turn to, Hannah Baker decided to take her own life.
2310828940C1A016083ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN PADA METODE PEMBAYARAN KREDIT ATAU TUNAI DALAM PEMBELIAN SEPEDA MOTOR DI PURWOKERTO SELATANTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat pendapatan, model penghasilan, jumlah tanggungan (jumlah anggota keluarga) dan akses wilayah terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit dalam pembelian sepeda motor di Purwokerto Selatan, serta untuk menganalisis faktor mana yang paling berpengaruh terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit dalam pembelian sepeda motor di Purwokerto Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen kendaraan bermotor roda dua di Purwokerto Selatan yang berjumlah 98 konsumen. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara sedangkan untuk teknik analisis menggunakan teknik Probability Unit (Probit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiap kelompok pendapatan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit. Model penghasilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit dalam pembelian sepeda motor di Purwokerto Selatan. Sedangkan jumlah tanggungan dan akses wilayah tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen pada metode pembayaran kredit dalam pembelian sepeda motor di Purwokerto Selatan. Variabel yang paling berpengaruh adalah model penghasilan. Implikasi dari penelitian ini adalah bagi pihak Leasing apabila ingin memberikan kredit bagi konsumen untuk membeli sepeda motor maka sebaiknya mempertimbangkan konsumen dengan tingkat pendapatan diatas Rp.6.000.000. Selain itu, bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pembiayaan konsumen. The aim of this study is to analize the effect of income level, income model, number of dependents (number of family members) and regional access on consumer preferences for credit payment methods in purchasing motorcycles in South Purwokerto, and to analize which factors that most influence consumer preferences for credit payment methods in purchasing motorcycles in South Purwokerto. The sample in this study were consumers of two-wheeled motor vehicles in South Purwokerto, totaling 98 consumers. The technique of conveying data uses the interview and questionnaire method while for analysis technique usea the Probability Unit (Probit) techniques. The results of this study indicate that each income group has a different effect on consumer preferences on credit payment methods. The income model has a positive and significant effect on consumer preferences for credit payment methods for purchasing motorcycles in South Purwokerto. While the number of dependents and regional access does not have a positive and significant effect on consumer preferences on credit payment methods in purchasing motorcycles in South Purwokerto. The most influence variable is the income model. The implication of this research is for Leasing, if they want to provide credit for consumers to buy a motorcycle, then it is better to consider consumers with income levels above Rp.6.000.000. In addition, the Financial Services Authority (OJK), the results of this study can be considered in formulating policies relating to consumer financing.
2310929012A1D016064ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI RIZOSFER TANAMAN BAWANG MERAH KABUPATEN BREBES RESISTEN CEMARAN KADMIUMPenggunaan pupuk dan pestisida sintetik berkontribusi terhadap cemaran residu logam berat kadmium. Bakteri tertentu resisten cekaman kadmium dan berpotensi untuk remediasi lahan tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengisolasi bakteri area rizosfer tanaman bawang merah kabupaten Brebes yang resisten cemaran kadmium, (2) mengetahui karakteristik morfologi dan biokimia isolat bakteri, dan (3) mengidentifikasi genus isolat bakteri. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai dengan Mei 2020 di Laboratorium Agroekologi dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi isolasi, karakterisasi morfologi, uji biokimia, dan identifikasi bakteri. Isolasi bakteri dilakukan pada 5 sampel tanah yang berasal dari Desa Buara, Desa Cikeuseul Kidul, Desa Cikeuseul Lor, Desa Ciseureuh, dan Desa Sindangjaya Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Karakterisasi morfologi meliputi identifikasi morfologi koloni bakteri, pewarnaan Gram, dan pewarnaan spora. Uji biokimia meliputi uji oksidase, katalase, motilitas, fermentasi karbohidrat, fermentasi manitol, sitrat, MR-VP, O/F, hidrolisis pati, dan fiksasi N. Identifikasi bakteri dilakukan berdasarkan buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Isolat yang resisten cemaran kadmium meliputi BR2, CK2, CL3, SJ3, dan CR1. Seluruh isolat memiliki warna koloni putih, bentuk bulat, dan tidak menghasilkan pigmen, Gram positif, memiliki spora, dan berbentuk batang. Uji biokimia menunjukkan bahwa seluruh isolat bereaksi positif terhadap uji oksidase, katalase, motilitas, fermentasi karbohidrat, fermentasi manitol, sitrat, dan O/F, dan hanya isolat SJ3 bereaksi positif terhadap uji hidrolisis pati. Hasil identifikasi bakteri menunjukkan bahwa isolat BR2, CK2, CL3, dan CR1 adalah Bacillus marinus, sedangkan isolat SJ3 adalah Bacillus megaterium.The use of synthetic fertilizers and pesticides has been contributing to cadmium pollutant in soil. Several bacteria are resistances to cadmium and potentially helping to remediated polluted soil. This study aims to (1) isolate bacteria of rhizosfer area from Brebes Regency which resistance to cadmium contamination, (2) determine the morphological and biochemical characteristics of isolates, and (3) identify the genus of isolate bacteria. The research was conducted in November 2019 until May 2020 in the Agroecology Laboratory and the Agronomy and Horticulture Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research conducted including isolation, morphological characterization, biochemical tests, and bacterial identification. Bacterial isolation was carried out on 5 soil samples taken from Buara Village, Cikeuseul Kidul Village, Cikeuseul Lor Village, Ciseureuh Village, and Sindangjaya Village Ketanggungan District, Brebes Regency. Morphological characterization including bacterial colony morphology, Gram staining, and spore staining. Biochemical test including oxidase, catalase, motility, carbohydrate fermentation, mannitol fermentation, citrate, MR-VP, O / F, starch hydrolysis, and N. fixation. Identification of bacteria is carried out using Bergey's Manual of Determinative Bacteriology. Isolates found from samples including BR2, CK2, CL3, SJ3, and CR1. All isolates were white, round, and did not produce pigments, were Gram positive, had spores, and were rod-shaped. Biochemical tests showed all isolates are positive for oxidase, catalase, motility, carbohydrate fermentation, mannitol, citrate, and O / F and only SJ3 isolates were positive for starch hydrolysis tests. The results obtained by bacteria showed that isolates BR2, CK2, CL3, and CR1 were Bacillus marinus, while isolates SJ3 were Bacillus megaterium.
2311026477F1F012053THE ANALYSIS OF ENGLISH JARGON USED BY RABBIT OWNERS IN MAKING CAPTIONS ON INSTAGRAM IN 2018Penelitian berjudul “The Analysis of English Jargon Used by Rabbit Owners in Making Caption on Instagram in 2018” ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis-jenis jargon bahasa Inggris yang ditemukan di grup Bunnies That Lunch di Instagram dan (2) mendeskripsikan fungsi jargon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data karena hasilnya dijelaskan dalam bentuk deskripsi narasi atau tekstual untuk menafsirkan data. Data dikumpulkan dari keterangan dalam postingan akun Instagram pemilik kelinci dan sampel diambil dari keterangan yang berisi jargon menggunakan purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 14 total jargon yang terdapat dalam keterangan postingan akun pemilik kelinci di Instagram pada tahun 2018, yang termasuk dalam tipe Word (2 jargon atau 15%), Phrase (3 jargon atau 21%), Blending (8 jargon atau 57%), dan Clipping (1 jargon atau 7%). Kemudian, untuk fungsi ada fungsi Referensi (12 jargon atau 86%), dan fungsi Afektif (2 jargon atau 14%). Penelitian ini dapat mencapai kesimpulan bahwa Blending adalah jenis jargon yang paling sering digunakan oleh pemilik kelinci dalam komunikasi di antara anggota kelompok Bunnies That Lunch karena lebih mudah untuk menggambarkan dua hal berbeda yang berkaitan dengan kelinci dalam satu kata, serta untuk fungsi jargon yang paling dominan adalah fungsi Referensi, karena hampir dari seluruh jargon yang ada mendeskripsikan informasi mengenai kelinci.
The research entitled “The Analysis of English Jargon Used by Rabbit Owners in Making Caption on Instagram in 2018 (A Sociolinguistic Approach)” aims at: (1) identifies the types of English jargon found in Bunnies That Lunch group on Instagram and (2) describe the function of the jargons. This research used descriptive qualitative method to analyze the data, since the results were presented in narrative or textual description for interpreting the data. Data were collected from the caption of rabbit owners’ accounts on Instagram and the samples were taken from captions that contain of jargons using purposive sampling.
The result of the research shows that among 14 total jargons contained in the captions of rabbit owners’ accounts on Instagram in 2018, there are Word (2 jargons or 15%), Phrase (3 jargons or 21%), Blending (8 jargons or 57%), and Clipping (1 jargon or 7%). For the function, there are Referential function (12 jargons or 86%), and Affective function (2 jargons or 14%). In conclusion, Blending is the most frequent type of jargon used by rabbit owners in communication among the members of the Bunnies That Lunch group, because it is easier to say two different things about rabbit’s activities and habits in one word and the most function of the jargon is Referential function, because most of the jargons are describing rabbit’s informations.
2311126351C1B015108ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, CORPORATE GOVERNANCE, DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN SERTA USIA PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL (Studi pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017)Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Corporate Governance, dan Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran serta Usia Perusahaan sebagai Variabel Kontrol (Studi pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017)”. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui serta menemukan bukti empiris pengaruh rasio profitabilitas, corporate governance, dan corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan dengan ukuran serta usia perusahaan sebagai variabel kontrol. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 perusahaan. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. (2) Corporate Governance (kepemilikan manajerial) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. (3) Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan.This research is a case study of consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017. This study took the title: "The Effect of Profitability, Corporate Governance, and Corporate Social Responsibility on Firm Value with Firm Size and Firm Age as control variables (Study of consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017)". The purpose of this study was to find out and find empirical evidence of the effect profitability, corporate governance, and corporate social responsibility on firm value with firm size and firm age as control variables. The population in this study were consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2013-2017. The sample in this study were 10 companies. Determination of samples using purposive sampling method. Based on the results of research and data analysis using multiple regression analysis shows that: (1) Profitability (ROA) has a positive and significant effect on Firm Value. (2) Corporate Governance (MGROWN) has a positive and significant effect on Firm Value. (3) Corporate Social Responsibility (CSR) has a positive and not significant effect on Firm Value.
2311226353K1A015020PENURUNAN NILAI BOD DAN TDS PADA AIR LINDI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKIMIA DENGAN ELEKTRODA PbO2/PbAir lindi mempunyai nilai biochemical oxygen demand (BOD) dan total dissolved solid (TDS) yang tinggi, sehingga akan mencemari lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penurunan nilai BOD dan TDS air lindi sebelum dibuang ke lingkungan. Metode elektrokimia dapat digunakan untuk menurunkan nilai BOD dan TDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui voltase, jarak elektroda, pH dan waktu elektrolisis terbaik untuk penurunan nilai BOD dan TDS air lindi. Elektroda yang digunakan yaitu PbO2/Pb. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai BOD mencapai 100% dan TDS mencapai 98.17% terjadi pada voltase 12 volt, jarak elektroda 1 cm, pH 3 dan waktu elektrolisis untuk BOD selama 2 jam dan TDS selama 3 jam.Leachate has high biochemical oxygen demand (BOD) and total dissolved solid (TDS) levels, and then the environmental will be polluted. Therefore, it is necessary to reduce BOD and TDS value of leachate before discharge into an environmental. Decreasing the value of BOD and TDS with electrochemical methods. The purpose of this research to determine impact of voltage, electrode distance, pH, and time to decrease BOD and TDS value of leachate. The electrode used is PbO2/Pb. The result of the research decreasing of BOD achieved to 100% and TDS achieved to 98.17% is 12 V voltage, 1 cm electrode distance, pH 3 and time to electrolysis for 2 hours to BOD and 3 hours for TDS.
2311326266C1A012115ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN BANJARNEGARAThis research is a study that analyzes secondary data with Banjarnegara Regency as the object of research. This study is entitled "Analysis of the Economic Potential of Banjarnegara Regency". The purpose of this study is to identify the basic and non-base sectors, identify the economic structure of the Banjarnegara Regency. This research uses Location Quotient, Growth Ratio Model, and Overlay.
Based on the results of research using Location Quotient, Growth Ratio Model, and Overlay shows: (1) Ten sectors are the basic sectors of Banjarnegara Regency these are: agriculture, forestry and fishing; mining and quarrying; wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles; transportation and storage; financial and insurance activities; business Activities; public administration and defence,compulsory; education; human health and social work activities; other services activities. (2)The economic structure of Banjarnegara Regency is determined using the growth ratio model. The dominant sector is the sector with the first classification. The manufacturing; electricity and gas; other services activities are sector that fall into this category. The third classification is the sector that can be developed, has a high growth rate in Banjarnegara Regency, but low growth at the level of Central Java Province. These sectors are water supply, sewerage, waste management, and remeditation activities; wholesale and retail trade, repair of motor vehicle, and motorcycles. (3) The leading sectors results of overlay analysis are wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles; and other services activities. The potential sector overlay analysis results are maufacturing; electricity and gas; water supply, sewerage, waste management and remediation activities.
As implication of the conclusion above, the leading sector especially wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles and other services activities become priority sector with the aim that if this sector develops, it will increase sectors that are not considered leading categories. Potential sector development is developed so that the sector can become a leading sector. Sectors that have potential can develop into leading sectors by using natural resources and human resources owned by Banjarnegara Regency, coordinating between the government and business actors in potential sectors, increasing infrastructure to support potential sectors.
Penelitian ini merupakan penelitian yang menganalisis data sekunder dengan Kabupaten Banjarnegara sebagai objek penelitian. Penelitian ini berjudul “Analisis Potensi Ekonomi Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi sektor-sektor basis dan non basis, mengidentifikasi struktur ekonomi wilayah Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunanakan Location Quotient, Model Rasio Pertumbuhan, dan Overlay.
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Location Quotient, Model Ratio Pertumbuhan, dan Overlay menunjukkan bahwa: (1) Sepuluh sektor merupakan sektor basis Kabupaten Banjarnegara yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; transportasi dan pergudangan; jasa keuangan dan asuransi; jasa perusahaan; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib; jasa pendidikan; jasa kesehatan dan kegiatan sosial; jasa lainnya (2) Struktur ekonomi Kabupaten Banjarnegara menggunakan model rasio pertumbuhan. Sektor dominan merupakan sektor dengan klasifikasi 1. Sektor pengadaan listrik dan gas serta sektor jasa lainnya merupakan sektor yang termasuk pada kategori ini. Sektor potensial yang dikembangkan merupakan sektor dengan klasifikasi 3, memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi di Kabupaten Banjarnegara, akan tetapi pertumbuhan yang rendah pada tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sektor tersebut adalah pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor. (3) Sektor unggulan hasil overlay adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan sektor jasa lainnya. Sektor potensial berdasarkan hasil overlay yaitu industri pengolahan; pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu, Sektor Unggulan terutama sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor; dan sektor jasa lainnya terus didorong dijadikan prioritas dengan tujuan apabila sektor ini berkembang akan meningkatkan sektor yang tidak termasuk kategori unggulan. Pengembangan sektor potensial dikembangkan agar sektor tersebut bisa menjadi sektor unggulan. Sektor yang memiliki potensial bisa berkembang menjadi sektor unggulan dengan cara menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kabupaten Banjarnegara, melakukan koordinasi antara pemerintah dengan pelaku usaha pada sektor potensial, meningkatkan infrastruktur yang menunjang sektor potensial.
2311426354I1A015125Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktek Kebersihan Perorangan Pada Pekerja Industri Tahu Di Desa Kalisari Kecamatan CilongokABSTRAK
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK KEBERSIHAN PERORANGAN PADA PEKERJA INDUSTRI TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK

Wilma Fadilla, Saudin Yuniarno, Agnes Fitria

Latar Belakang: Pelaku industri tahu dalam proses produksi masih kurang memperhatikan aspek kebersihan. Kebersihan perorangan mempunyai risiko penyakit yang berkaitan dengan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berkaitan dengan praktek kebersihan perorangan pada pekerja industri tahu di Desa Kalisari.
Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasinya berjumlah 83 pekerja yang berada di Desa Kalisari. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 64 pekerja. Data dianalisis menggunakan univariat, bivariat (Chi-Square) dan multivariat (Regresi logistik ganda)
Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap (p=0,025) dan sarana prasarana (p=0,002) dengan praktek kebersihan pada pekerja industri tahu, serta tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,856), pengawasan pemerintah (p=0,582), dan lingkungan (p=0,804) dengan praktek kebersihan pada pekerja indusri tahu. Analisis multivariat menunjukkan bahwa sarana prasarana merupakan variabel yang paling berhubungan dengan nilai OR 6,391.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara sikap dan sarana prasarana dengan praktek kebersihan pekerja tahu serta tidak ada hubungan antara pengetahuan, pengawasan pemerintah dan lingkungan dengan praktek kebersihan pekerja tahu.
ABSTRACT
FACTORS RELATED TO THE PRACTICE OF INDIVIDUAL HYGIENE ON TOFU INDUSTRY WORKERS IN KALISARI VILLAGE CILONGOK DISTRICT

Wilma Fadilla Hapsari, Yuniarno Saudin, Agnes Fitria

Background: Industry actors know in the production process still less attentive to the hygiene aspects. Individual hygiene has a risk of illness related to food. The purpose of this research is to analyze the factors related to the practice of individual hygiene in the workers industry know in the village Kalisari.
Methodology: This type of research is quantitative with cross sectional design. The population is 83 workers located in Kalisari village. Samples were taken using simple random sampling techniques with a total of 64 workers. Data analyzed using Univariat, bivariate (Chi-Square) and multivariate (double logistic regression)
Research results: Sufficient analysis results show that there is a relationship between attitudes (p = 0,025) and infrastructures (p = 0,002) with the practice of individual hygiene in tofu industry workers, and there is no relationship between knowledge (p = 0,856), Government Supervision (p = 0,582), and the environment (p = 0,804) with the practice of individual hygiene at the workers of industries know. Multivariate analysis shows that infrastructure is the most associated variable value OR 6,391.
Conclusion: There is a connection between the attitude and means of Asrigita with the practice of workers hygiene know and there is no relationship between knowledge, government supervision and environment with the practice of worker hygiene know.
2311526355I1A015049Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten CiamisAbstrak
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI DESA WERASARI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS
Via Sofwatul Umah, Agnes Fitria Widiyanto, Sri Nurlaela

Latar Belakang : Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) merupakan salah satu masalah sanitasi yang memerlukan perhatian khusus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku BABS di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, diantaranya yaitu pengetahuan, sikap, budaya, keberadaan jamban, jarak rumah ke tempat bab selain jamban, ketersediaan air bersih, dukungan tokoh masyarakat dan dukungan petugas kesehatan
Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 135 orang yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi Square, dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda.
Hasil : Hasil Analisis Bivariat menunjukan variabel yang berhubungan adalah budaya (0,005), keberadaan jamban (0,007), jarak rumah ke tepat bab selain jamban (0,000) dan dukungan tokoh masyarakat (0,026). Hasil Analisis Multivariat menunjukan variabel yang paling berhubungan dengan perilaku BABS yaitu jarak rumah ke tempa BAB selain jamban dengan nilai (p vaue = 0,000)
Simpulan : Ada hubungan antara budaya, keberadaan jamban, jarak rumah ke tempat bab selain jamban dan dukungan tokoh masyarakat dengan perilaku BABS.
Saran : Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat dengan penyediaan jamban sehat.
Kata Kunci : perilaku, buang air besar sembarangan (BABS).
Abstract
FACTORS RELATED TO OPEN DEFECATION (OD) BEHAVIOR
IN WERASARI VILLAGE SADANANYA SUB DISTRICT
CIAMIS REGENCY
Via Sofwatul Umah, Agnes Fitria Widiyanto, Sri Nurlaela

Background: Behavior of Open Defecation (OD) is one of the sanitation issues that require special attention. The research aimed to know about the factors related to open defecation (od) behavior in werasari village sadananya sub district ciamis regency, such as knowledge, attitude, culture, the existence of a toilet, distance from the house to defecation except latrinest, supply of clean water, support of public figure and support health workers.
Methods : This research was an observational analitic with cross sectional design. The sample of this research were 135 people as the result of proportional random sampling technique. Data analysis that used on research are univariate analysis, bivariate analysis with Chi Square test, and multivariate analysis with Multiple Logistic Regression test.
Result : The result of bivariate analysis showed the related variable are culture (0,005), the existence of a toilet (0,007), distance from the house to defecation except latrinest (0,000) and support of public figure (0,026). The result of multivariate nalysis showed a variable most related of Open Defecation behavior are distance from the house to defecation except latrinest (p vaue = 0,000)
Conclution : There is related variabel between culture, the existence of a toilet, distance from the house to defecation except latrinest and support of public figure with Open Defecation behavior.
Suggestion : Increase community partisipation in sanitary and health lifestyle with supply healthy latrine completed.
Keyword : Behavior, Open Devecation (OD).
2311626356A1D015158PENGARUH WARNA CAHAYA DAN JARAK LAMPU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh warna cahaya terhadap pertumbuhan dan hasil selada, 2) mengetahui pengaruh jarak lampu terhadap pertumbuhan dan hasil selada, 3) mengetahui pengaruh interaksi warna cahaya dan jarak lampu yang optimum untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian telah dilaksanakan di Kelurahan Kradenan RT 06 RW 02, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat 70 m dpl serta Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) faktorial. Petak utama adalah warna cahaya yaitu merah, biru dan putih; dan anak petak adalah jarak lampu yaitu 60 cm, 90 cm dan 120 cm; sehingga terdapat 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Sumber cahaya menggunakan lampu LED dengan total daya sebesar 36 watt setiap unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu intensitas cahaya, evapotranspirasi, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan warna daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, dan bobot akar kering. Data pengamatan dianalisis dengan uji F taraf 5% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya warna biru menunjukkan paling tinggi sebesar 4,88 k lux dan menyebabkan daun selada nampak lebih hijau berdasarkan klorofil meter SPAD (skala warna 4,32). Semakin dekat sumber cahaya (jarak lampu) maka pengaruh cahaya tersebut semakin besar. Pertumbuhan dan hasil tanaman selada paling tinggi pada jarak lampu 60 cm. Intensitas cahaya warna biru dengan jarak lampu 60 cm dari permukaan media tanam sebesar 8,1 k lux, menunjukkan yang paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi pada warna cahaya merah dengan jarak lampu 60 cm, tetapi pertumbuhannya menurun menjadi paling rendah pada jarak lampu 120 cm.This research aims to 1) determine the effect of light color on lettuce growth and yield, 2) find out the effect of lamp distance on lettuce growth and yield, 3) find out the effect of the interaction of light color and optimum lamp distance for growth and yield of lettuce plants. Research has been carried out in Kradenan Sub-District RT 06 RW 02, Sumpiuh Subdistrict, Banyumas Regency with a place height of 70 m above sea level as well as the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University Purwokerto. The study used factorial Split Plot Design. The main plot is the color of light, red, blue and white; and subplot is the distance of the lights namely 60 cm, 90 cm and 120 cm; so that there are 9 treatments that were repeated 3 times. The light source uses an LED lamp with a total power of 36 watts per unit of an experiment. The variables observed were light intensity, evapotranspiration, plant height, leaf number, leaf area, leaf color greenness, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, and dry root weight. Observation data were analyzed with an F test of 5% level and if it was significantly different, it was continued with Duncan's multiple range test (DMRT) with an error level of 5%. The results showed that the light intensity of blue showed the highest of 4.88 k lux and caused the lettuce leaves to appear greener based on chlorophyll meter SPAD (color scale 4.32). The closer the light source (the distance of the lamp) the greater the effect of the light. The highest growth and yield of lettuce at a distance of 60 cm. The intensity of the blue light with a distance of 60 cm from the surface of the planting medium was 8.1 k lux, indicating the highest compared to other treatments. The highest growth in plant height and number of leaves in a red light color with a distance of 60 cm light, but its growth decreased to the lowest at 120 cm lamp distance.
2311726358A1H014054Desain Akuisisi Data dan Kontrol Iklim Mikro pada Plant Factory berbasis Algoritma Logika Fuzzy dengan Mikrokontroler-MikrokomputerPenelitian ini bertujuan untuk 1) membuat sistem akuisisi data dan kontrol iklim mikro pada plant factory berbasis algoritma logika fuzzy, 2) mengaplikasikan sistem minimum menggunakan mikrokontroler dan mikrokomputer sebagai alat akuisisi data dan sistem kontrol, serta 3) menganalisis kinerja sistem kontrol untuk mempertahankan kondisi iklim mikro yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akuisisi data telah berhasil dilakukan, sedangkan sistem kontrol masih perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut sehingga kondisi iklim mikro yang optimal dapat tercapai. Kompresor yang digunakan pada plant factory memiliki kapasitas pendinginan yang lebih kecil dari kebutuhan, sedangkan humidifier menciptakan kondisi yang lebih lembab. Pengujian pada sistem menunjukkan osilasi data suhu dan kelembapan di sekitar set point masih tinggi. Kelembapan dalam ruang tanam plant factory cenderung tinggi dikarenakan kondisi awal iklim mikro telah tinggi dan belum diterapkan metode untuk menurunkan kelembapan.This study aims to 1) create system for data acquisition and microclimate control for plant factory based on fuzzy logic algorithms, 2) apply minimum system using microcontrollers and microcomputers as data acquisition and control device, and 3) analyze performance of control system to maintain optimum microclimate condition. Results of the research showed that data acquisition system program has been successfully carried out, while the control system still needs further development so that the optimum microclimate condition could be reach. The compressor used in the plant factory has cooling capacity smaller than requirement, while humidifier created more humid condition. Testing on the system shows the temperature and humidity oscillation around the set point is still high. Humidity in plant factory tends to be high because the initial conditions of the microclimate have been high and methods have not been applied to reduce humidity.
2311826357J1A015041STYLISTIC ANALYSIS OF VERBAL HUMOUR IN GENE WILDER INTERNET MEMESMeme saat ini menjadi salah satu hiburan sehari-hari yang paling dinikmati masyarakat, dengan kemunculan internet membuatnya semakin populer bahkan menjadi bagian dari budaya online masyarakat kita. Namun meme memiliki struktur atau jenis yang berbeda dengan yang lainnya. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis verbal humour dan untuk menjelaskan fungsi pada tiap jenis meme dari Gene Wilder yang ditemui di 9gag. 9gag itu sendiri adalah sebuah website yang berisi kumpulan berbagai macam meme. Penelitian ini menggunakan metode kualiatif dalam menganalisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah 9gag. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori Hay (1995) dan Attardo (1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 meme, terdiri dari 16 insult, 12 irony, dan 3 wordplay. Sedangkan fungsi nya, terdiri dari 12 social control, 14 conveying social norm, 1 establish common ground, 2 cleverness, and 2 defunctionalization. Insult adalah jenis yang paling banyak ditemui pada analisis ini karena muka tersenyum sinis Gene Wilder pada meme tersebut menciptakan kesan menyebalkan, sehingga tulisan-tulisan jenaka yang dibuat oleh para pencipta meme pun mencoba menyesuaikan gambar dan tulisannya, sehingga kebanyakan dari meme tersebut berisi humour yang mengejek keadaan sekitar, orang di sekitar, dan masyarakat. Setelah membaca analisis ini, diharapkan para pembaca bisa membedakan berbagai jenis humour dan fungsi nya serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa meminimalisir kesalahpamahaman dalam menerima dan menggunakan humour. Nowadays meme is like a daily amusement for people, it is also one of the internet phenomena that has grown in popularity, and becomes a part of our online culture. However, each meme has distinctive type and function from others. This research is entitled “Stylistics Analysis of Verbal Humour in Gene Wilder Internet Memes.” It focuses on the types and functions of verbal humour in Gene Wilder Internet Memes. The data source is 9gag, it is the meme-sharing website. The data were analyzed by using Hay’s theory (1995) and Attardo’s (1994). By using qualitative method, this research is aimed 1) to find the types of verbal humour , 2) to explain the functions of verbal humour. In order to get the result of the analysis, stylistic approach is used on 31 data. Based on the result of the analysis, there are a total number of 31 Gene Wilder’s memes in 9gag. Based on the type, the 31 memes consist of 16 insult, 12 irony, and 3 wordplay. Meanwhile, based on the function, the 31 memes consist of 12 social control, 14 conveying social norm, 1 establish common ground, 2 cleverness, and 2 defunctionalization. Insult mostly appeared in this study because the smiling face of Gene Wilder which taken from Willy Wonka and The Chocolate Factory expressing condescension since first surfacing, and the caption in that memes mostly formed in condescending or mean way in order to irritate or judge people’s and society’s behaviour. After reading this research, hopefully the readers can recognize the types and functions of verbal humour, not only employed in meme but also in their daily communication. Thus, hopefully it will reduce misunderstanding in using or acquiring humour in society.
2311926359H1A015009Studi Analisis Perbandingan Unjuk Kerja Inverter Sumber Arus Lima Tingkat dengan Kendali Arus PI dan HysterisisAbstrak— PLN sebagai pemasok utama listrik AC di negara ini mempunyai peran yang penting. Industri membutuhkan suplai listrik AC secara kontinyu dengan cara memasok listrik AC alternatif saat terjadi kendala. Inverter merupakan suatu rangkaian elektronika daya yang dapat mengkonversi DC menjadi AC baik tegangan ataupun arus. Inverter ada 2 macam berdasarkan sumbernya, yaitu VSI (Voltage Source Inverter) dan CSI (Current Source Inverter). CSI masih jarang dipelajari daripada VSI. Sumber arus CSI multilevel menggunakan arus DC. Sumber arus yang digunakan tidak stabil. Sehingga dibutuhkan pengontrol arus, diantaranya PI dan Hysterisis. Untuk mengetahui unjuk kerja dari kedua kendali arus tersebut maka penulis melakukan penelitian ini. Metode Penelitian yang digunakan adalah simulasi dan analisis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Dalam penelitian ini membuat rancangan rangkaian menggunakan software PSIM Proffesional 9.0.3.400 dan Ms.excel untuk perhitungan yang digunakan. Selanjutnya, diamati berbagai parameter yang diperlukan seperti I_5level (arus 5 level), Iload (arus beban), Icf (arus filter Capasitor), dll. Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja dari rangkaian CSI 5 tingkat baik menggunakan kendali arus PI ataupun Hysterisis. Dari penelitian ini diperoleh perbandingan nilai ripple, THD dan bentuk gelombang dari setiap parameter. Sehingga diperoleh unjuk kerja dari kedua kontroler pada CSI 5 level ini. Semakin besar nilai arus masukan (IL1), semakin kecil nilai THD dan ripple pada gelombang keluaran I5LEVEL, ILOAD, Icf, IL1, dan ILc. Dan untuk nilai Hasil pengujian spektrum harmonisa, nilai harmonisa pada bagian I5LEVEL dan ILOAD dengan variasi nilai arus masukan mencapai perbedaan tertinggi pada orde 3 (150 Hz) dengan kisaran 1-2 % .Abstract—PLN as the main supplier of AC electricity in this country has an important role. The industry requires a continuous supply of AC electricity by supplying alternative AC power when constraints occur. Inverter is a series of power electronics that can convert DC to AC either voltage or current. There are 2 types of inverters based on the source, namely VSI (Voltage Source Inverter) and CSI (Current Source Inverter). CSI is still less studied than VSI. Multilevel CSI current sources use DC currents. The current source used is not stable. So it takes a current controller, including PI and Hysterisis. To find out the performance of the two current controls, the authors conducted this research. The research method used is simulation and analysis. This research was conducted at the Electrical Engineering Laboratory, Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University. In this study the design of the series using PSIM Professional 9.0.3400 and Ms. Excel software for the calculations used. Furthermore, various parameters are needed, such as I_5 level (5 level current), Iload (load current), Icf (current filter Capacitor), etc. This simulation is carried out to determine the performance of a 5-level CSI circuit using either the PI current control or Hysterisis. From this study the comparison of ripple, THD and waveform values of each parameter was obtained. So that the performance of the two controllers on CSI 5 level is obtained. The greater the input current value (IL1), the smaller the THD and ripple values in the I5LEVEL, ILOAD, Icf, IL1, and ILc output waves. And for the value of the harmonic spectrum test results, the harmonic values in the I5LEVEL and ILOAD sections with variations in the input currentvalues reach the highest difference in order 3 (150 Hz) with a range of 1-2%.

2312026379F1D012020STRATEGI GERAKAN UJUNGNEGORO KARANGGENENG PONOWARENG WONOKERSO ROBAN MENOLAK PLTU DI BATANG TAHUN 2014Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi gerakan UKPWR menolak PLTU di Batang tahun 2014, serta menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat gerakan UKPWR di Batang. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gerakan UKPWR menolak PLTU di Batang diawali dengan rasa kekhawatiran masyarakat di daerah Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonorekso, dan Roban terhadap pembangunan PLTU Batang. Alasannya karena mereka tidak ingin kehilangan mata pencaharian. UKPWR bersama LSM Greenpeace Indonesia mendapatkan akses terhadap lembaga-lembaga pemerintahan, memberikan bantuan-bantuan berupa informasi mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh PLTU, dan aksi damai teatrikal disertai simbol sebagai sarana menyuarakan penolakan. Strategi yang digunakan oleh gerakan UKPWR diantaranya yaitu membangu jaringan bersama LSM Greenpeace Indonesia, melakukan advokasi melalui penyerahan surat tuntutan penolakan kepada lembaga-lembaga pemerintahan, melakukan gugatan hukum terkait penetapan lokasi PLTU, dan mengikuti aktivitas kontestasi politik sebagai sarana formal dalam menyuarakan aspirasi penolakan. Faktor pendukung meliputi afiliasi bersama Greenpeace Indonesia memberi dampak yang signifikan terhadap gerakan, hingga sekarang meskipun kekuatannya semakin memudar. Soliditas anggota UKPWR dan warga desa yang terdampak turut mendukung adanya gerakan UKPWR. Faktor penghambat gerakan UKPWR meliputi adanya kriminalisasi terhadap warga dan politik melakukan pecah belah di internal gerakan berakibat terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendamping UKPWR.This research aims to explain the strategy of the Ujungnegoro Karanggeneng Ponowareng Wonokerso Roban (UKPWR) movement to refuse a steam power plant (PLTU) in Batang in 2014, as wll as explaining the supporting and inhibiting factors of the UKPWR movement in Batang. By using qualitative methods and approach of case study, the results of the study revealed the UKPWR movement refused the construction of the PLTU in Batang beginning with a sense of concern for the people in the areas of Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonorekso, and Roban towards the construction of the Batang PLTU. They do not want to lose their livelihood. UKPWR and the Greenpeace Indonesia NGO in gaining access to government institutions, provided assistance in the form of information about the negative impacts caused by the PLTU, and theatrical peace actions accompanied by symbols as a means of voicing rejection. The strategy used by UKPWR is an advocacy and legal action strategy for the establishment of land owned by residents. Supporting factors include the continuity of advocacy strategies carried out continuously, until now even though the power is increasingly fading. Solidity of UKPWR members and affected villagers contributed to the UKPWR movement. The inhibiting factor of the UKPWR movement, including the criminalization of citizens and the politics of internal divisions of the movement, resulted in a crisis of public confidence in UKPWR escort institutions.