Artikelilmiahs

Menampilkan 22.261-22.280 dari 50.192 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2226124913A1L014083Karakter Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo dengan Aplikasi Ekstrak Sereh dan Dosis NPK BerbedaRINGKASAN
Padi gogo adalah padi yang dibudidayakan pada lahan kering. Selama pertumbuhan, semua kebutuhan air sepenuhnya tergantung dari curah hujan. Masalah yang dihadapi oleh petani padi gogo adalah masalah OPT dan efisiensi penggunaan pupuk. Ekstrak sereh dimanfaatkan sebagai biopestisida yang dapat mengurangi atau mengendalikan serangan organisme penggangu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk N, P, K dosis berbeda dan ekstrak sereh terhadap karakter pertumbuhan dan hasil padi gogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak sereh, aplikasi pupuk N, P dan K dosis berbeda dan interaksi keduanya terhadap karakter dan hasil padi gogo.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan kering Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret sampai Agustus 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk N, P, dan K terdiri dari dosis rekomendasi dan 50% dosis rekomendasi. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak sereh yaitu 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan dianalisis lanjut dengan uji DMRT dengan taraf kesalahan 5%.
Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot kering tajuk, bobot 1000 butir gabah, bobot gabah per rumpun, bobot gabah efektif, bobot gabah per hektar, indeks panen, jumlah gabah per rumpun, dan jumlah malai per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P, K 50% dosis rekomendasi memberikan hasil yang setara dengan pemberian pupuk N, P, K dosis rekomendasi. Konsentrasi ekstrak sereh 2,5%, 5,0%, 7,5%, dan 10% belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo.
SUMMARY
Upland rice is kind of rice that cultivated on dry land. During the growth, all water requirements depend entirely on rainfall. The problem faced by upland rice farmers are pests, diseases and weeds, and the efficiency of using fertilizers. Citronella extract is used as a biopesticide that can reduce or control the attack of plant disturbing organisms. This research is aimed at determining the effect of application of Lemongrass Extract, N, P, K fertilizers and their interaction on growth character and yield of upland rice.
The research was conducted on March to August 2018, at a dry land of Suro Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The experiment was split plot design with two factor and three replications. The main factor was doses of N, P, K fertilizer, ie recommended dose and 50% of recommended dose. The sub factor was concentrasion of lemongrass extract, ie 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. The data were analyzed using F test and followed by DMRT at significant level at 5%.
The observed variabels were plant height, leaf number, leaf area, number of tillers, weight of canopy, weight of 1000 seeds, panicle length, number of panicles, number of grains per panicle, grain weight per panicle, seed weight per effective plot, yield per hectare, and harvest index. Results showed that application of N, P, K 50% of recommendations have the same results as the fertilizer N, P, K dose of recommendation doses. Concentrasion of lemongrass extract 0%, 2,5%, 5%, 7,5% and 10% did not improve the character of upland rice growth and yield.
2226224914A1L014061Pemanfaatan Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Sebagai Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak ?(Spodoptera litura F.) Pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)ABSTRAK

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah mengkudu (M. citrifolia) terhadap mortalitas dan konsentrasi efektif hama ulat grayak (S. litura). 2) mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah mengkudu (M. citrifolia) terhadap aktivitas makan hama ulat grayak (S. litura). 3) mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah mengkudu (M. citrifolia) terhadap perkembangan larva ulat grayak (S. litura). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada bulan November 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 taraf konsentrasi ekstrak buah mengkudu, dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah ekstrak buah mengkudu P0 (0%), P1 (2.5%), P2 (5%), P3 (7.5%), P4 (10%), P5(12.5), dan P6 (15%). Variabel yang diamati meliputi mortalitas S. litura, palatabilitas, lama masa pupa, jumlah pupa, dan nilai efikasi. Data mortalitas dianalisis menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) konsentrasi 15% diperoleh hasil mortalitas 96%. Konsentrasi efektif sebesar 10% dengan nilai efikasi 85.7%. 2) Pengaruh pemberian ekstrak buah mengkudu dengan konsentrasi 15% mampu menurunkan tingkat palatabilitas sebesar 82%.

This research was aimed to: 1) Determine the effect of the extract noni (M. citrifolia) on mortality and the concentration of effective pest armyworm (S. litura). 2) Determine the effect of the extract noni (M. citrifolia) against the pest feeding activity armyworm (S. litura). (3) knowing the effect of giving noni extract (M. citrifolia) to the development of armyworm (S. litura) larvae. This research was conducted at the Plant Pest Science Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from November 2018 to Januari 2019. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 7 levels of noni fruit extract concentration, and 5 replications. The treatment which used were noni fruit extract P0 (0%), P1 (2.5%), P2 (5%), P3 (7.5%), P4 (10%), P5 (12.5), dan P6 (15%). The variables observed included the mortality of S. litura, palatability, length of pupae period, number of pupae, and efficacy value. Data mortality were analyzed by probit analyze. The results showed that 1) a concentration of 15% obtained 96% mortality results. Effective concentration of 10% with a efficacy value of 85.7%. 2) The effect of giving noni fruit extract with a concentration of 15% can reduce eating activity by 82%.
2226324915A1L114076PENGARUH KOMPOSISI DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LINDI TEMPAT PENGOLAHAN AKHIR (TPA) KALIORI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.) Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui komposisi POC lindi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bayam; 2) mengetahui dosis POC lindi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bayam; 3) mengetahui kombinasi terbaik antara komposisi POC lindi dan dosis aplikasinya. Penelitian dilaksanakan di screen house Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, sejak Juli-September 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang terdiri atas 16 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu komposisi pembuatan POC lindi dengan taraf P1 = 17 L air lindi + EM4 0,5 liter, P2 : 17 L air lindi + EM4 1 liter, P3 : 17 L air lindi + EM4 0,5 liter + 7 kg daun lamtoro, P4 : 17 L air lindi + EM4 1 liter + 7 kg daun lamtoro. Faktor kedua yaitu dosis POC dengan taraf D0: 0 ml/polybag, D1: 150 ml/polybag, D2: 300 ml/polybag, dan D3: 400 ml/polybag. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), panjang akar (cm), bobot akar segar (g), bobot akar kering (g), bobot tanaman segar (g), bobot tanaman kering (g), serta diameter batang (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komposisi POC lindi berpengaruh nyata pada variabel bobot tanaman kering. Komposisi POC lindi terbaik yaitu P3: 17 L air lindi + EM4 0,5 liter + 7 kg daun lamtoro. (2) Perlakuan dosis aplikasi POC lindi berpengaruh nyata dan sangat nyata pada semua variabel pengamatan. Dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bayam yaitu 300 ml/polybag (D2). (3) Kombinasi terbaik antara komposisi dan dosis POC lindi TPA Kaliori terbaik adalah 17 L air lindi + EM4 0,5 liter + 7 kg daun lamtoro dengan dosis 300 ml/polybag (P3D2).The goals of this research are: 1) to know the composition of the best leachate liquid organic fertilizer for the growth and yield of spinach; 2) to know the right dosage of leachate liquid organic fertilizer for the growth and yield of spinach plants; 3) to know the best combination between the composition of leachate liquid organic fertilizer and the application dosage. The research was conducted at screen house in the Melung Village, Kedung Banteng Sub-district, Banyumas Regency, since July-September 2018. The experimental design used was a completely randomized block design (CRBD) with consisted 16 treatments and 3 replications. The treatment tried included two factors, namely the composition of leachate liquid organic fertilizer with a level of P1 = 17 liters of leachate + EM4 0.5 liters, P2: 17 liters of leachate + EM4 1 liter, P3: 17 litersliters of leachate + EM4 0.5 liters + 7 kg of lamtoro leaves, P4: 17 L leachate + EM4 1 liter + 7 kg lamtoro leaves. The second factor was the dosage of leachate liquid organic fertilizer with D0 level: 0 ml / polybag, D1: 150 ml / polybag, D2: 300 ml / polybag, and D3: 400 ml / polybag. The observation variables included plant height (cm),
2
number of leaves, leaf area (cm2), root length (cm), fresh root weight (g), dry root weight (g), fresh plant weight (g), dry plant weight (g), and stem diameter (cm). The results showed that (1) the composition of leachate liquid organic fertilizer had a significant effect on the dry plant weight, with the best treatment P3: 17 liters leachate + EM4 0.5 liters + 7 kg leaves lamtoro, (2) dosage of leachate liquid organic fertilizer application had significant and very significant effect on all observation variables. The best dosage for spinanch growth and yield was 300 ml / polybag (D2). (3) The best combination between the composition of the leachate liquid organic fertilizer and the dosage application of the leachate liquid organic fertilizer from landfill Kaliori was 300 ml/polybag of 17 liters leachate + EM4 0.5 liters + 7 kg leaves lamtoro with (P3D2).
2226424916C1B015095PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI KABEL DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (Studi Kasus pada PT. Sutanto Arif Chandra Elektronik)Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang berupa studi kasus pada PT. Sutanto Arifchandra Elektronik. PT.Sutanto Arifchandra Elektronik merupakan produsen kabel frekuensi, audiovidio, hingga power. Persaingan di era globalisasi saat ini mengharuskan suatu perusahaan untuk dapat menciptakan produk yang berkualitas dengan cara mengurangi jumlah produk cacat saat proses produksi . Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun sebuah metode khusus yaitu pengendalian proses produksi dengan tujuan menciptakan sebuah produk sesuai standar. Metode yang dapat digunakan adalah statistical process control, metode ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah pengendalian proses produksi di PT. Sutanto Arifchandra berada dalam batas toleransi atau tidak, serta digunakan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan cacat produk. Hasil analisis yang diperoleh bahwa proses produksi di PT. Sutanto Arifchandra Elektronik masih belum terkendali. Faktor penyebab kerusakan diantaranya dikarenakan marking tak terbaca/kotor sejumlah 750 meter (23,22 %) , diameter sheat/ insule tidak standar 700 meter (21,67%), kabel gepeng 439 meter (13,59%), kabel visual kotor 368 meter (11,39%), kabel visual jendol 360 meter (11,5 %), kabel visual lecet 317 meter (9,81%), kabel short/ putus 296 meter (9,16%).This research is applied in the form of a case study on PT. Sutanto Arifchandra Elektronik. PT Sutanto Arifchandra Elektronik is a manufacturer of frequency cables, audio-video, up to power. Competition in this globalization era requires a company to be able to create a quality product by reducing the number of defective products during the production process. One way to do is to draw up a special method that is controlling the production process with the aim of creating a standardized product. The method can be used is a statistical process control, this method can be used to determine whether control of the production process in PT Sutanto Arifchandra Elektronik within tolerable limits or not, and is used to determine any factors that may cause a product defect. The results of the analysis showed that the production process in PT. Sutanto Arifchandra Elektronik is still not under control. Factors causing such damage due to illegible marking / gross amount of 750 meter (23.22%), for sheat/ insule diameter that is not standardized is 700 meter (21.67%), cable sprawl amount of 439 meters (13.59%), gross visual cable amount of 368 meter (11.39%), visual swelled amount of 360 meter cable (11.5%), visual cables blisters amount of 317 meters (9.81%), and short cable / breaking is 296-meter (9.16%).
2226524920H1A015005PERBANDINGAN METODE MULTILAYER THRESHOLDING DAN WATERSHED UNTUK SEGMENTASI KROMATIN PADA SEL BLASTDarah merupakan salah satu komponen penting yang ada pada tubuh manusia yang berfungsi mengangkut sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah putih (leukosit) berperan penting dalam tubuh manusia sebagai antibodi untuk melawan berbagai penyakit dan berbagai zat asing yang menyerang manusia. Sel darah putih yang belum matang disebut sel blast. Terdapat dua jenis sel blast, yaitu myeloblast dan lymphoblast. Di dalam sel blast terdapat kromatin yang berfungsi sebagai pembawa sifat (gen) bagi manusia, termasuk pembawa sifat untuk berbagai penyakit turunan seperti leukemia. Oleh sebab itu, deteksi kromatin dapat digunakan sebagai tahap awal diagnosis penyakit leukemia. Kromatin pada sel blast dapat dideteksi dengan menggunakan teknik segmentasi pada pengolahan citra. Metode segmentasi yang digunakan adalah watershed. Metode watershed menggunakan konsep topografi dan tetesan air hujan dengan menganggap sebuah citra merupakan bentuk tiga dimensi, yaitu posisi x dan y serta masing-masing tingkatan warnanya. Sistem pendeteksi kromatin ini menggunakan GUI Matlab dengan memasukkan data sekunder berupa citra digital mikroskopis yang diperoleh dari RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Sistem ini akan menghasilkan keluaran beberapa parameter, seperti jumlah holes atau kromatin, diameter dan luas objek. Kemudian, hasil keluaran dari sistem yang menggunakan metode segmentasi watershed ini dibandingkan hasilnya dengan menggunakan metode segmentasi multilayer thresholding yang sudah dikerjakan oleh peneliti sebelumnya. Sehingga, akan diperoleh perbandingan metode mana yang lebih akurat dan efektif.Blood is one of the important components that exist in the human body which functions to carry the nutrients of food and oxygen throughout the body. White blood cells (leukocytes) have an important role in the human body as antibodies to fight various diseases and various foreign substances that attack humans. Immature white blood cells are called blast cells. There are two types of blast cells, namely big type and small type. In the blast cell there is chromatin which functions as a carrier of the properties (genes) for humans, including carriers of properties for various hereditary diseases such as leukemia. Therefore, detection of chromatin can be used as an initial stage of diagnosis of leukemia. Chromatin in blast cells can be detected using segmentation techniques in image processing. The segmentation method used is watershed. The watershed method uses the concept of topography and raindrops by assuming an image is a three-dimensional form, namely the position of x and y and each color level. This chromatin detection system uses the Matlab GUI by entering secondary data in the form of microscopic digital images obtained from RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. This system will produce output of several parameters, such as number of holes or chromatin, diameter and area of the object. Then, the output of the system that uses this watershed segmentation method is compared to the results using the multilayer thresholding segmentation method that has been done by previous researchers. So, there will be a comparison of which methods are more accurate and effective.
2226624918F1G014064Analisis Tematik Novel Akar Karya Dewi LstariSkripsi ini berjudul “Analisis Tematik Novel Akar Karya Dewi Lestari”. tujuan pnelitian ini adalah mendeskripsikan struktur novel yang berkaitan dengan penelitian meliputi alur, latar, dan tokoh penokohan dan mendeskripsikan tema religiusitas yang terkandung dalam novel Akar karya Dewi Lestari.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Akar karya Dewi Lestari. Fokus penelitian ini yaitu mengidentifikasi tema religiusitas. Data diperoleh melalui membaca, mencatat, dan mengklasifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa novel Akar karya Dewi Lestari terdapat dua macam tema yaitu tema utama dan tema tambahan. Tema utama dari novel tersebut yaitu tema religiusitas yang ditunjukan oleh tokoh sentral dan tokoh tambahan (Bodhi dan Kell). Tema tambahan yang terdapat dalam novel tersebut juga mendukung tema utama, salah satunya yaitu immortalitas. Tema merangkum elemen-elemen yang lain di antaranya alur, latar, dan tokoh dan penokohan. Maka dari itu tema mempunyai hubungan kausalitas dengan beberapa elemen tersebut.
This research is entitled "Analisis Tematik Novel Akar karya Dee Lestari" the purpose of this study is to describe the structure of the novel relate to research including plot, background and characterization and describe the theme of religiosity contained in Novel Akar by Dee Lestari
This study uses a qualitative descriptive analysis research method. The data source in this study is Novel Akar by Dee Lestari. The focus of this study is to identify the theme of religiosity. Data is obtained through reading, recording and classifying.
The results of this study is indicate that the Akar novel by Dewi Lestari has two kinds of themes, namely the main theme and proponent themes. The main theme of the novel is the theme of religiosity shown by central figures and second character (Bodhi and Kell). Proponent themes contained in the novel also support the main theme, one of which is immortality. The theme summarizes the other elements including storyline, background and character and characterization. Then the theme has a causality relationship with some of these elements.
2226725902C1C015066FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT
(STUDI PADA AKUNTAN PUBLIK YANG BERADA DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh independensi, due professional care, pengalaman kerja, motivasi, gender, kompetensi, fee audit, audit tenure, workload, dan implementasi standar ISA terhadap kualitas audit yang dihasilkan oleh Kantor Akuntan Publik yang berada di Provisi D.I Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 55 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan analisis data berupa Analisis Regresi Berganda pada aplikasi SPSS v 23 for windows, serta dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Independensi auditor berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, Due Professional Care berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas audit, Pengalaman kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, Motivasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas audit, Gender tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, Kompetensi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, Fee audit berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas audit, Audit tenure berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kualitas audit, Workload berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit, Implementasi standar ISA berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit.
This study aims to determine the effect of independence, due professional care, work experience, motivation, gender, competence, audit fees, audit tenure, workload, and implementation of ISA standards on audit quality produced by the Public Accountant Office located in Provision D.I Yogyakarta. The sampling technique used was accidental sampling. The research sample obtained amounted to 55 respondents. Data collection method is done through a questionnaire using data analysis in the form of Multiple Regression Analysis on the SPSS v 23 for windows application, as well as documentation.
The results of this study indicate that auditor independence has a significant positive effect on audit quality, Due Professional Care has a positive but not significant effect on audit quality, work experience has a significant positive effect on audit quality, motivation has a positive but not significant effect on audit quality, Gender has no significant effect on audit quality, Competence has significant positive effect on audit quality, Audit fee has positive but not significant effect on audit quality, Audit tenure has negative but not significant effect on audit quality, Workload has significant negative effect on audit quality, Implementation of ISA standard has significant positive effect on audit quality .
Keywords: independence, due professional care, work experience, motivation, gender, competence, audit fees, audit tenure, workload, implementation of ISA standards, audit quality
2226824921A1C114032ANLISIS TINGKAT KAPABILITAS ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI JATI MULYA DALAM BERUSAHATANI BIBIT LADA DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUMBANG BANYUMASKelompok Wanita Tani Jati Mulya merupakan salah satu kelompok wanita tani di Desa Susukan yang telah diberikan pemberdayaan perihal usahatani bibit lada pada lahan pekarangan. Bibit lada yang berkualitas dapat diperoleh jika anggota Kelompok Wanita Tani Jati Mulya mempunyai kapabilitas yang tinggi dalam mengelola usahatani bibit lada. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui tingkat kapabilitas anggota Kelompok Wanita Tani Jati Mulya dalam berusahatani bibit lada (2) Mengetahui komponen yang membentuk kapabilitas anggota Kelompok Wanita Tani Jati Mulya dalam berusahatani bibit lada.
Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus sampai 8 Oktober 2018 dengan sasaran penelitian adalah anggota Kelompok Wanita Tani Jati Mulya di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja atau purposive. Metode penentuan responden menggunakan sensus yaitu mengambil semua populasi sebanyak 15 anggota Kelompok Wanita Tani Jati Mulya. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif , Likert Summated Ratings dan metode Successive Interval.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas Kelompok Wanita Tani Jati Mulya dalam berusahatani bibit lada secara keseluruhan dalam ketegori sedang. Komponen pembentuk tingkat kapabilitas yang dianalisis adalah kemampuan memperoleh bibit lada siap tanam, penyiapan lahan, pemupukan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, penjualan hasil, penggunaan alat-alat pertanian, komunikasi mengenai informasi pasar, bertukar pengalaman dan ilmu usahatani bibit lada, kerja sama antar anggota, penyediaan modal, penyediaan alat-alat pertanian dan penyediaan tenaga kerja.
The Jati Mulya Women Farmers Group is one of the women farmer groups in Susukan Village that has provided empowerment regarding the cultivation of pepper seedlings in the yard. Quality pepper seeds can be obtained if members of the Mulya Teak Farmer Group have high ability in managing pepper seedling farming. This study aims to: (1) The level capability of members Jati Mulya Farmers' Group in farming pepper seeds (2) the components capability of members of the Jati Mulya Farmers Group in farming pepper seeds.
Data collection was carried out from Augustt 8, 2018 to October 8, 2018 with the aim of the study being members of the Jati Mulya Women's Farmers Group in Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The location to do the research is purposive method. The method of selecting respondents using a census is to take all the population of 15 members of the Jati Mulya Farmer Women Group. Data were analyzed using descriptive, Likert Summated Ratings and Successive Interval.
The results of the analysis show the level of capability of the Jati Mulya Farmers Group in cultivating whole pepper seeds in medium categories. Components forming of capability that analyzed are the ability to obtain pepper seeds ready for planting, land preparation, fertilization, watering, pest and disease control, proceeds of sales, use of agricultural equipment, activation of market information, exchange expreriene and knowledge among members, capital supply, farm equipment suppply and labor supply.
2226924922A1C114012Analisis Preferensi Konsumen Dalam Membeli Beras Organik di Kota PurwokertoBeras organik merupakan produk yang dihasilkan dari pertanian yang bersifat ramah lingkungan dan lebih mendekatkan diri kepada konsep alam (back to nature), sehingga mampu memberikan jaminan kualitas yang relatif lebih baik dibandingkan dengan beras non organik. Oleh karena itu, beras organik dianggap sebagai pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi walaupun harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan beras non organik. Hal ini menyebabkan produsen beras organik bersaing untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen sehingga mereka perlu memahami preferensi konsumen terhadap produk beras organik. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis atribut-atribut apa saja yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli beras organik di Kota Purwokerto (2) Mengetahui peringkat kepentingan atribut dalam membeli beras organik di Kota Purwokerto; dan (3) Menganalisis preferensi konsumen terhadap beras organik di Kota Purwokerto. Penelitian dilaksanakan pada pasar swalayan di Kota Purwokerto, mulai bulan Oktober hingga November 2018. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel konsumen 100 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Cochran Q Test dan analisis Conjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian beras organik di Kota Purwokerto yaitu manfaat, tekstur, label keterangan produk, kemudahan didapat, ketersediaan (kontinuitas); (2) Peringkat kepentingan atribut dalam pembelian beras organik berturut-turut adalah manfaat, tekstur, label keterangan produk, kemudahan didapat, ketersediaan (kontinuitas); (3) Preferensi konsumen terhadap beras organik di Kota Purwokerto adalah konsumen menyukai beras organik karena manfaat kesehatan, teksturnya pulen, terdapat label organik, dapat dengan mudah didapatkan dan ketersediaannya selalu ada setiap hari. Organic rice is a product that is produced from environmentally friendly agriculture and closer to the concept of nature (back to nature), so it can provide a guarantee of quality that is relatively better than non-organic rice. Therefore, organic rice is considered a healthy and safe for consumption even though it costs more than non-organic rice. It causes organic rice producers competing to fulfill the needs of the consumers; therefore, the producers have to understand the preferences of the consumers on the organic rice product. The purpose of this study is (1) Analyzing what attributes are considered by consumers in buying organic rice in Purwokerto City (2) Knowing the ranking of importance attributes in buying organic rice in Purwokerto City; and (3) Analyzing consumer preferences for organic rice in Purwokerto City.The research was conducted at the supermarket in the city of Purwokerto from October to November 2018. The sampling design used the Purposive sampling method. The number of the sample amounted to 100 respondents. The analysis methods used in this study is the Cochran Q Test analysis and Conjoint analysis. The results of the study showed that: (1) Attributes that consumers consider in purchasing organic rice in Purwokerto City are benefits; texture; product description label; easily obtained; availability (continuity); (2) Ranking of the importance of attributes in the purchase of consecutive organic rice is a benefit; texture; product description label; convenience obtained; availability (continuity); (3) Consumers' preference for organic rice in Purwokerto City is that consumers like organic rice because of its health benefits, fluffy texture, organic labels on packaging, can be easily obtained and the availability is always available every day.
2227025903G1B015003PENGARUH EKSTRAK AIR JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) TERHADAP JUMLAH OSTEOBLAS TULANG MANDIBULA PASCAPENGEBORAN YANG DIIMPLANTASI BONE GRAFT KOMPOSIT KOLAGEN-HIDROKSIAPATIT 20:80 (Penelitian Eksperimental In Vivo pada Tikus Wistar)Kerusakan tulang merupakan penyebab utama kecacatan yang sering ditemui dalam praktik bedah. Pengembalian bentuk tulang dapat dilakukan dengan implantasi bone graft. Pemberian bone graft perlu ditambahkan senyawa tambahan untuk memberikan pengaruh yang lebih baik pada proses osteogenesis. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian bone graft komposit kolagen-hidroksiapatit 20:80 serta ekstrak air jamur tiram secara peroral terhadap proliferasi osteoblas pada penyembuhan tulang. Tiga puluh ekor tikus wistar jantan, umur 3 bulan, berat 200-250 g dibagi dengan teknik simple random sampling menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol 1 (K1) dilakukan pengeboran pada tulang mandibula tanpa implantasi bahan bone graft komposit kolagen-hidroksiapatit 20:80 dan ekstrak air jamur tiram, kelompok kontrol 2 (K2) hanya diimplantasi bahan bone graft, kelompok perlakuan (P1, P2 dan P3) masing-masing diimplantasi bahan bone graft dan ekstrak air jamur tiram dengan dosis 8,125 mg/kgBB, 16,25 mg/kgBB dan 32,5 mg/kgBB. Subjek didekapitasi setelah 14 hari perlakuan. Mandibula diambil, dibuat preparat histologi dengan pewarnaan HE. Rerata jumlah osteoblas dihitung dengan mikroskop perbesaran 400x pada 4 lapang pandang yang berbeda pada 4 sisi, dihitung dengan program imageJ.Bone damage is a main cause of disability that is often encountered in surgical practice. The reshaping of bone can be done by bone graft implantation. The bone graft must be added by additional compounds to give a better effect of osteogenesis. The aim of this study was to determine the effect of collagen-hydroxyapatite 20:80 composite bone graft and peroral oyster mushroom water extract on osteoblast proliferation in bone healing. Thirty male wistar rats were drilled in the mandibular bone and divided into 5 groups: K1 (control group without bone graft implantation and oyster mushroom water extract), K2 (control group treated with bone graft implantation), P1, P2, and P3 (treated group with bone graft implantation and oyster mushroom water extract of 8.125 mg/kg, 16.25 mg/kg and 32.5 mg/kg respectively). Subjects were terminated after 14 days of treatment. The mandible was taken, histological preparations were made with HE staining. The mean number of osteoblasts was observed by a microscope 400x magnification at 4 different fields of view on 4 side of defect area, cell was calculated by imageJ program.
2227126030H1F012043ANALISIS GEOKIMIA INTRUSI BATUAN BEKU DAERAH GUNUNG GAJAH, KECAMATAN RANDUDONGKAL, KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH
Daerah Gunung Gajah secara administratif terletak di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada koordinat 7°00'01.7"S 109°17'54.2"E. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik geokimia intrusi batuan beku di daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pengambilan sampel batuan pada tubuh intrusi, deskripsi batuan,dan analisis laboratorium. Daerah penelitian memiliki kenampakan morfologi berupa bukit intrusi (V1), dengan merujuk pada klasifikasi oleh van Zuidam (1983). Daerah di sekitar lokasi penelitian tersusun dari morfologi perbukitan rendah sampai perbukitan dengan perbedaan elevasi yang landai sampai terjal. Satuan batuan pada daerah penelitian adalah satuan Andesit. Satuan ini menempati 100% dari lokasi penelitian. Singkapan batuan ini berwujud dike, dengan ketinggian sekitar 1100 mdpl. Andesit pada satuan ini memiliki kenampakan warna abu-abu gelap sampai terang secara megaskopis. Sampel batuan dari daerah penelitian yang telah dianalisis geokimia dengan metode XRF (X-Ray Fluorescense), dengan nilai SiO2 antara 51,00-58,55 wt% dan nilai K2O antara 0,80-1,15 wt%, menunjukan afinitas magma kalk-alkali. Berdasarkan analisa unsur jejak dan dari nilai TiO2 yang semuanya <1,25 wt%, menunjukan bahwa tatanan tektonik yang berkaitan dengan zona subduksi busur kepulauan antar kerak samudra. Hasil plotting pada diagram SiO₂ - K₂O menunjukan afinitas magma berupa calc-alkaline, sesuai dengan tabel hubungan seri magma dengan tatanan tektonik (Wilson, 1989) afinitas magma calc-alkaline berhubungan dengan tatanan tektonik yang berupa batas lempeng konvergen, yaitu berupa island arcs dan active continental margin.The Gunung Gajah area is administratively located in the Randudongkal District, Pemalang Regency, Central Java. Geographically located at coordinates 7 ° 00'01.7 "S 109 ° 17'54.2" E. This research was conducted to determine the geochemical characteristics of igneous intrusion in the area. The research method used is rock sampling in intrusion bodies, rock descriptions, and laboratory analysis. The study area has a morphological appearance in the form of intrusion hills (V1), with reference to the classification by van Zuidam (1983). The area around the study site is composed of low morphology to hilly morphology with sloping to steep elevation differences. The rock unit in the study area is the Andesite unit. This unit occupies 100% of the research location. This rock outcrop is tangible, with a height of about 1100 meters above sea level. Andesite in this unit has a dark gray to bright appearance in a microscopic way. Rock samples from the study area that have been analyzed by geochemistry using XRF (X-Ray Fluorescense) method, with SiO2 values between 51,00-58.55 wt% and K2O values between 0.80-1.15 wt%, shows the affinity of magma calc -alkali. Based on trace element analysis and all TiO2 values <1.25 wt%, it shows that the tectonic order is related to the subduction zone of archipelago arcs between oceanic crusts. The plotting results on SiO₂ - K₂O diagrams show the affinity of the calc-alkaline magma, according to the table of magma series relationships with the tectonic order (Wilson, 1989) calc-alkaline magma affinity related to the tectonic order in the form of convergent plate boundaries, namely island arcs and active continental margin.
2227226090D1A015233KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VIVO PADA ITIK LOKAL JANTAN YANG DI SUPLEMENTASI AMPAS TEHTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik ampas teh yang difermentasi dengan EM4 dan Trichoderma viride dengan level pemberian yang berbeda pada itik lokal jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik lokal jantan, ampas teh, EM4, inokulum Trichoderma viride, pakan basal, kandang, tempat pakan dan minum, timbangan, peralatan uji kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Perlakuan yang digunakan adalah A0 : pakan basal tanpa suplemen ampas teh fermentasi, A1 : pakan basal dengan penambahan ampas teh fermentasi EM4 2,5%, A2 : pakan basal dengan penambahan ampas teh fermentasi EM4 5%, A3 : pakan basal dengan penambahan ampas teh fermentasi Trichoderma viride 2,5%, dan A4 : pakan basal dengan penambahan ampas teh fermentasi Trichoderma viride 5%. Pakan yang digunakan mengandung energi 2987,32 kcal dan protein kasar sebesar 17,68%. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada itik lokal jantan. Hasil rataan kecernaan bahan kering adalah A0 92,67%; A1 92,67%; A2 91,40%; A3 92,15%; dan A4 91,81% dan hasil rataan kecernaan bahan organik adalah A0 91,37%; A1 92,93%; A2 90,48%; A3 92,23%; dan A4 92,78%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pemberian limbah ampas teh yang difermentasi EM4 dan Trichoderma viride dengan level 2,5% dan 5% belum mampu meningkatkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik.
The purpose of this study was to determine the effect of dry matter digestibility and digestibility of organic matter of tea pulp fermented with EM4 and Trichoderma viride with different levels of administration in male local ducks. The material used in this study were male local ducks, tea pulp, EM4, Trichoderma viride inoculum, basal feed, cages, animal feed and drink place, scales, dry matter digestibility test equipment and organic matter digestibility. The treatment used was A0: basal feed without fermented tea pulp supplement, A1: basal feed with addition of 2.5% EM4 fermented tea pulp, A2: basal feed with addition of EM4 5% fermented tea pulp, A3: basal feed with the addition of tea pulp Trichoderma viride 2.5% fermentation, and A4: basal feed with the addition of Trichoderma viride 5% fermented tea pulp. The feed used contained 2987.32 kcal of energy and crude protein of 17.68%. The study used a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. The results showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on dry matter digestibility and organic matter digestibility in male local ducks. The average dry matter digestibility (CBC) was A0 92.67%, A1 92, 67%; A2 91.40%; A3 92.15%; and A4 91.81% and organic matter digestibility was A0 91.37%; A1 92.93%; A2 90.48%; A3 92, 23%; and A4 92.78%. It can be concluded that the provision of EM4 and Trichoderma viride fermented tea waste with 2.5% and 5% levels has not been able to improve dry matter digestibility and digestibility of organic matter.
2227324924C1C015055CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY: PERAN MEDIASI REPUTASI DAN DAMPAK PENGUNGKAPANNYA TERHADAP PROFITABILITAS BANK
(Studi Komparatif di Asia Tenggara)
Untuk memenuhi kebutuhan investor dalam menerapkan konsep green economy, Pemerintah Indonesia, Singapura, dan Thailand telah mewajibkan perusahaan publiknya untuk melakukan pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Kewajiban tersebut berdampak pada tingkat pelaporan CSR (kuantitas) yang tinggi, tetapi tidak diikuti dengan pengungkapan CSR yang luas (kualitas) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan luas pengungkapan CSR (CSRD) di Indonesia, Singapura, dan Thailand dan dampak CSRD dengan reputasi sebagai mediasi terhadap profitabilitas bank di ketiga negara tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Bursa Efek Singapura, dan Bursa Efek Thailand pada tahun 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 bank. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis, uji Mann-Whitney, analisis regresi linier, dan analisis jalur menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan CSRD di ketiga negara, yaitu Indonesia dengan Singapura dan Indonesia dengan Thailand, (2) CSRD tidak berpengaruh terhadap reputasi (Tobin’s Q), (3) Reputasi berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA), dan (4) Reputasi tidak memediasi pengaruh CSRD terhadap profitabilitas karena CSRD tidak berpengaruh terhadap reputasi.To meet investors' needs in implementing the green economy concept, the Governments of Indonesia, Singapore and Thailand required public companies to disclose their Corporate Social Responsibility (CSR). The obligation to disclose CSR affect the high level of CSR reporting (quantity), but not followed by broad disclosure of CSR (quality) in Indonesia. The aims of research is to find out the difference of Corporate Social Responsibility Disclosure (CSRD) in Indonesia, Singapura, and Thailand and the effect of CSRD with reputation as mediation on bank’s profitability in the three countries mentioned. The research population are all banks that listed on Indonesian Stock Exchange, Singapore Exchange, and Stock Exchange of Thailand in 2017. There were 50 banks chosen as samples of the research. Based on result of research and data analysis using Kruskal-Wallis test, Mann-Whitney test, linear regression analysis, and path analysis, it has got the conclusions: (1) There is a difference of CSRD in the three countries, (2) CSRD has no effect on reputation (Tobin’s Q), (3) Reputation has a positive effect on profitability (ROA), and (4) Reputation does not mediate the effect of CSRD on reputation because CSRD has no effect on reputation.
2227426171H1L012060Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMK) Berbasis Web (Studi Kasus Jenderal Corp Sokaraja Banyumas Jawa Tengah)Pada bagian keuangan Jenderal Corp Banyumas, manajemen keuangan merupakan suatu sarana penting, karena didalamnya terkandung informasi-informasi penting dan rahasia yang terkait dengan perusahaan tersebut. Ketepatan waktu dalam manajemen keuangan, baik pemasukan maupun pengeluaran perusahaan juga harus diperhatikan, oleh karena itu manajemen keuangan harus dilaksanakan dengan baik. Untuk menangani permasalahan tersebut dibutuhkan Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMK) yang berfungsi sebagai media untuk manajemen keuangan sehingga menajemen keuangannya lebih mudah. Sistem informasi ini telah selesai dibuat menggunakan metode pengembangan waterfall yang dirancang menggunakan Unified Modeling Language (UML), PHP sebagai Bahasa pemrograman serta MySQL sebagai Basis Datanya.In financial Jenderal Corp Banyumas, financial management an important means of critical information and confidential information related to the company contained therein. Timeless in financial management of both income and outcome company also should be considered, therefore financial management should be implemented properly. To overcome these problems needed Financial Management Information System (SIMK) which serves as a medium in financial management so financial management so much easier. This information system has developed using waterfall development method is designed by Unified Modeling Language (UML), PHP as a programming language and MySQL as a database.
2227524925G1G014012Fakor Persepsi Yang Mempengaruhi Ketertarikan Dokter Gigi Praktik Perorangan Menjadi Provider BPJS Kesehatan Di Kabupaten BanyumasKetertarikan dokter gigi praktik perorangan menjadi provider BPJS Kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor persepsi, seperti persepsi tentang skema manfaat, perpsepsi tentang kepentingan, persepsi tentang profit, dan persepsi tentang kredensialing. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor persepsi yang mempengaruhi ketertarikan dokter gigi praktik perorangan di Kabupaten Banyumas menjadi provider BPJS Kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 38 dokter gigi praktik perorangan di Kabupaten Banyumas dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi tentang skema manfaat (p=0,003), kepentingan (p=0,007), dan kredensialing (p=0,016) dengan ketertarikan dokter gigi praktik perorangan menjadi provider BPJS Kesehatan di Kabupaten Banyumas, serta tidak ada hubungan antara persepsi tentang profit (p=0,718) dengan ketertarikan dokter gigi praktik perorangan menjadi provider BPJS Kesehatan di Kabupaten Banyumas. Simpulan penelitian ini adalah persepsi tentang skema manfaat, kepentingan, dan kredensialing berhubungan dengan ketertarikan dokter gigi praktik perorangan menjadi provider BPJS Kesehatan di Kabupaten Banyumas.


Kata kunci : persepsi, skema manfaat, kepentingan, profit, BPJS Kesehatan
Personal interest in dental practice becomes a BPJS provider Health can be influenced by several perceptual factors, such as perceptions of benefit schemes, perceptions of interests, perceptions of profit, and perceptions of credentials. The purpose of this study is to know the perceptual factors that influence the interest of dentists in the practice of individuals in Banyumas Regency to become BPJS Health providers. The study used a cross-sectional approach conducted on 38 individual practice dentists in Banyumas Regency with a research instrument in the form of a questionnaire. Data were analyzed statistically using chi-square test and logistic regression. The results of the analysis showed that there was a relationship between perceptions of benefit schemes (p = 0.003), interests (p = 0.007), and credentials (p = 0.016) with the interest of individual practicing dentists as BPJS Health providers in Banyumas Regency, and there was no relationship between perceptions about profit (p = 0,718) with the interest of individual dental practitioners to become BPJS Health providers in Banyumas Regency. The conclusions of this study are perceptions about the scheme of benefits, interests, and credentials related to the interest of dental practitioners in individual practice to become BPJS providers of health in Banyumas Regency.

Keywords : perceptions, benefit schemes, interests, profit,, BPJS Healthcare
2227624926C1L014040FACTORS AFFECTING THE TENDENCY OF ACCOUNTING FRAUD IN THE INDONESIA BANKING INDUSTRIESKecurangan akuntansi merupakan tindak kecurangan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan bagi pelaku tanpa disadari oleh pihak yang dirugikan. Seseorang memiliki kecenderung untuk melakukan kecurangan akuntansi berdasarkan faktor internal, seperti: sifat, karakter, dan kebiasaan, juga faktor eksternal, seperti: lingkungan, tekanan, dan kesempatan untuk melakukan kecurangan akuntansi. Pada penelitian ini, peneliti menguji efektivitas pengendalian internal, kesesuaian kompensasi, dan asimetri informasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi pada industri perbankan di Jakarta dan Bekasi. Penilitian ini dilakukan dengan menyebar 56 kuesioner kepada karyawan dari 23 bank di Jakarta dan Bekasi. Data yang didapatkan kemudian diproses menggunakan aplikasi SPSS for Windows. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi berpengaruh negatif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, sedangkan asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi pada industri perbankan di Jakarta dan Bekasi.Accounting fraud is a form of fraud committed to gain benefits for the perpetrators without being realized by the aggrieved party. Someone has a tendency to commit accounting fraud based on internal factors, such as character, habits, and rationalization, also external factors, such as environment, pressure, and the opportunity to commit accounting fraud. In this study, the researcher examined the effectiveness of internal controls, compensation suitability, and information asymmetry on the tendency of accounting fraud in the banking industry in Jakarta and Bekasi. This research was conducted by distributing 56 questionnaires to employees from 23 banks in Jakarta and Bekasi. The data obtained is then processed using the SPSS for Windows application. The results of this study indicate that the effectiveness of internal control and compensation suitability negatively influences on the tendency of accounting fraud, while information asymmetry does not significantly influence on the tendency of accounting fraud in the banking industry in Jakarta and Bekasi.
2227724927H1E014059Analisis Karakteristik Spektrum Intensitas Akord Mayor dan Minor Pada Alat Musik GitarAkord mayor dan minor adalah jenis akord yang memiliki dua nada dasar yang sama tetapi dengan karakter suara yang terdengar berbeda, namun perbedaan ini belum memiliki pembuktian secara fisis. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik suara dari dua jenis akord tersebut lewat puncak-puncak frekuensi suara yang dihasilkan, dengan menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) yang dimiliki oleh program analisis suara MacScope II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak antara puncak frekuensi pertama dengan puncak frekuensi kedua pada akord mayor bernilai lebih besar dibandingkan jarak antara puncak frekuensi kedua dan puncak frekuensi ketiga, dan hal sebaliknya terjadi pada akord minor. Puncak frekuensi yang muncul pada akord mayor memiliki intensitas tinggi pada nada-nada dasarnya sehingga memberi akord mayor karakter suara yang tegas dan jelas, sedangkan akord minor memiliki banyak puncak frekuensi yang muncul dengan intensitas tinggi sehingga suara yang terdengar tidak fokus pada nada utamanya dan memiliki kesan disonan.The two kind of chords commonly known are the major chords and the minor chords, each comprise of at least two similar notes, but with a very different sound character compared to each other. This research focused on analyzing the physical difference of the sound characters by comparing the frequency and relative intensity of each sound, using a Fast Fourier Transform (FFT) Algorithm build in MacScope II program. Comparison of both chord spectrums resulted in longer range for the first to second frequency peak than the second to third peak frequency of the major chords, while the contrary happens for minor chords. The peak frequencies of major chords show a rather high intensity on its base notes which caused the sound to be bright and sharp, whereas minor chords have more peak frequencies with a relatively high intensity, causing the base notes to be more undefined and dissonant.
2227824928H1D013080INVESTIGASI TINGKAT KRITIS SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CIJOLANG BERDASARKAN BASEFLOW INDEX DENGAN METODE VIC (VARIABLE INFILTRATION CAPACITY) MODELSub DAS Cijolang adalah salah satu enam Sub DAS dari DAS Citanduy yang sudah digolongkan kritis oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Karakteristik DAS kritis perlu diketahui agar dapat dilakukan perlakuan atau tindakan yang tepat untuk menjaga keseimbangan ekosistem air dan tanah. Penelitian mengenai karakteristik baseflow di Pulau Jawa merupakan tantangan khususnya untuk menghubungan karakter fisik Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan data debit jangka Panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter baseflow Sub DAS cijolang yang menjadi salah satu DAS kritis di pulau Jawa. Data debit bulanan periode 1996-2005 digunakan untuk estimasi nilai BFI (Baseflow Index). Perhitungan BFI dilakukan dengan metode VIC (Variable Infiltration Capacity). Pada penelitian ini dibandingkan dengan data debit bulanan dilapangan untuk menghitung BFI. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin mendekati kriteria nilai error dari metode NSE, R, R2, RMSE, dan PBIAS, maka keberhasilan simulasi BFI semakin besar (NSE>0,36 ; 0,3<R<1,0 ;0,3<R2<1,0; RMSE<50% ; dan PBIAS<25%). Metode NSE kalibrasi sebesar 0,599 dan validasi sebesar 0,112. Metode R kalibrasi sebesar 0,617 validasi sebesar 0,567, metode R2 kalibrasi sebesar 0,381 validasi sebesar 0,321, metode RMSE kalibrasi sebesar 21,591 m3/detik validasi sebesar 10,548 m3/detik. metode PBIAS kalibrasi sebesar 15,181% validasi sebesar 27,368%. Serta baseflow index memiliki hubungan dengan perubahan tataguna lahan. Nilai ini menunjukan bahwa kalibrasi memenuhi kriteria dari kelima metode, sedangkan validasi terdapat salah satu metode yang tidak memenuhi kriteria yaitu metode NSE. Hal ini menyebabkan model VIC pada proses validasi memberikan nilai ketelitian yang kurang. Trend BFI mengalami penurunan pada periode 1996-2005, dan mengalami kenaikan 2006-2014. Hal yang sama terjadi pada kenaikan jumlah lahan hijau pada periode 2009-2011. Kecenderungan BFI yang naik diantara 2006-2014 berbanding lurus dengan kenaikan lahan hijau 2009-2011, maka tren BFI dapat dijadikan prediksi perubahan tataguna lahan hijau.The Cijolang sub-watershed is one of the six sub-watersheds of the Citanduy watershed which have been classified critically by the West Java Provincial Environmental Agency. Characteristics of critical watersheds need to be known in order to can appropriate treatment or actions can be taken to maintain the balance of the water and soil ecosystems. Study about baseflow characteristics in Java Island remains research challenge especially to correlate biophysical characteristics of watershed with long term streamflow observation. This study aimed to know baseflow characteristic of Cijolang sub-watershed which physically grouped as one of critical watersheds in Java Island. We analysed monthly streamflow data 1996-2005 to calculate baseflow index (BFI) based on VIC (Variable Infiltration Capacity) method. We compared observation of streamflow to calculate BFI. The result showed value of error by method of NSE, R, R2, RMSE, and PBIAS meant success of the BFI simulation is even greater (NSE>0,36 ; 0,3<R<1,0 ;0,3<R2<1,0; RMSE<50% ; and PBIAS<25%). Result of NSE method calibration 0,599 and validation 0,112. Result of R method calibration 0,617 and validation 0,567. Result of R2 method calibration 0,381 and validation 0,321. Result of RMSE method calibration 21,591 m3/detik and validation 10,548 m3/detik. Result of NSE method calibration 15,181% and validation 27,368%. Baseflow index has correlation with change of land use. The result of calibration meets the criteria of the five methods, but validation of a method that does not meet the criteria of the method of NSE. This causes VIC models in the validation process provides accuracy of less value. Trend of BFI has decreased in the period 1996-2005, and an increase from 2006 to 2014. The same thing happened in the increase in the number of natural environment in the period 2009-2011. Trend of BFI increase between 2006-2014 is directly proportional to the increase in natural environment 2009-2011, trend of BFI can be used as alteration prediction of natural environment.
2227924929D1B017015KOMBINASI EKSTRAK HERBAL TERHADAP TOTAL PROTEIN PLASMA (TPP) DAN PACKED CELL VOLUME (PCV) DARAH KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak herbal dan mengetahui dosis kombinasi ekstrak herbal yang paling optimal yang dapat mempengaruhi TPP dan PCV darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Ekstrak herbal yang digunakan adalah bawang putih 40mg, biji pepaya 20mg dan batang pisang 40mg dengan masing-masing perlakuan D0 0mg, D1 20mg, D2 40mg, D3 60mg, D4 80mg, D5 100mg. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan metode eksperimental 6 perlakuan dan 5 ulangan. Analisis yang digunakan analisis variansi dengan uji lanjut Orthogonal Polynomial. Hasil analisis variansi menunjukan pemberian kombinasi ekstrak herbal tidak berpengaruh nyata (P>0,01) terhadap nilai TPP dan PCV darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Rataan TPP meningkat dari kisaran normal dan rataan nilai PCV darah mengalami penurunan dari kisaran normal. Rataan paling tinggi total protein plasma yaitu perlakuan D3 6,14 gram/dl, PCV perlakuan D4 33,24%. Rataan terendah TPP perlakuan D5 5,3 g/dl, PCV perlakuan D2 26,9%. Rataan TPP dan PCV yang mendekati kisaran normal yaitu pada perlakuan D1 dan D4 dengan rataan total protein plasma 5,5 gram/dl dan 5,44 gram/dl serta rataan PCV 32,52% dan 33,26%. Kombinasi ekstrak herbal tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan fisiologis ternak. Secara fisiologis nilai TPP dan PCV kembali ke nilai kisaran normal pada perlakuan D1 (dosis 20mg) dan D4 (dosis 80mg).The research aimed to determine the effect of the combination of herbal extracts and find out the most optimal dosage combination of herbal extracts that can affect TPP and PCV of rabbits infected with coccidiosis blood. The herbal extracts used were 40mg garlic, 20mg papaya seeds and 40mg banana stems with each treatment D0 0mg, D1 20mg, D2 40mg, D3 60mg, D4 80mg, D5 100mg. The study design used a completely randomized design with an experimental method of 6 treatments and 5 replications. The analysis used variance analysis with Orthogonal Polynomial tests. The results of the variance analysis showed that the combination of herbal extracts had no significant effect (P> 0.01) on the TPP and PCV values of rabbits infected with coccidiosis. The average TPP increased from the normal range and the average PCV blood value decreased from the normal range. The highest average plasma protein is D3 6.14 gram / dl, PCV D4 treatment 33.24%. The lowest average D5 treatment TPP was 5.3 g / dl, PCV treatment was D2 26.9%. The TPP and PCV averages that are close to the normal range are in treatment D1 and D4 with a mean plasma plasma total of 5.5 grams / dl and 5.44 grams / dl and PCV averages of 32.52% and 33.26%. The research was that the combination of herbal extracts did not significantly affect the physiological changes of livestock. Physiologically the values of TPP and PCV returned to the normal range values in treatment D1 (dose 20mg) and D4 (dose 80mg).

2228024930A1C114010EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA DAN ALOKASI PENGGUNAAN LABA UNTUK PENGEMBANGAN USAHA ANGGOTA (Studi Kasus Pada Koperasi Peternak Satria (PESAT) Banyumas)Koperasi Peternak Satria (PESAT) Banyumas merupakan satu-satunya koperasi yang bergerak di bidang agribisnis peternakan sapi perah, yang menghimpun para peternak sapi di Wilayah Banyumas. Koperasi PESAT sudah berdiri sejak tahun 1987 dan berhasil meningkatkan skala usaha koperasinya dan mampu bertahan dari berbagai kendala hingga saat ini. Namun, keberhasilan koperasi tidak diikuti dengan keberhasilan kepemilikan sapi anggotanya. Anggota koperasi masih banyak yang memiliki sapi perah 1-2 ekor saja, sementara kepemilikan yang ideal untuk bisa menjadi sumber pendapatan yaitu 10 ekor sapi laktasi. Hal ini terjadi diduga karena ketidak mampuan koperasi dalam menggunakan modal kerjanya dan alokasi laba yang tidak berpihak kepada peningkatan skala usaha ternak anggota. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat efisiensi penggunaan modal kerja koperasi 2) mengetahui bagaimana alokasi penggunaan laba koperasi dalam upaya peningkatan skala usaha ternak anggota.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penelitian dilakukan di Koperasi Peternak Satria (PESAT) Banyumas terletak di Jl. Raya Karangkemiri Km 6, Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2018-Oktober 2018. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif, Analisis Efisiensi Modal Kerja, dan Alokasi Laba Koperasi PESAT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi tidak efisien dalam penggunaan modal kerjanya. Hal ini dibuktikan dengan nilai rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri. Nilai rentabilitas ekonomi Koperasi PESAT berada di bawah 6%, sehingga dinyatakan tidak efisien. Nilai rentabilitas modal sendiri Koperasi PESAT berada di bawah 10%, sehingga dinyatakan tidak efisien. Alokasi laba koperasi yang digunakan untuk pengembangan usaha ternak anggota sebesar 75% dari total dana cadangan yang tersedia. Sementara dana cadangan berasal dari 25% laba yang diperoleh Koperasi PESAT.
The breeder Satria Cooperative (PESAT) Banyumas is the only cooperative engaged in the dairy farming agribusiness, which brings together cattle farmers in the Banyumas Region. PESAT Cooperative has been established since 1987 and managed to increase the scale of its cooperative business and be able to withstand various obstacle to date. However, the success of the cooperative wasn’t followed by the success of the ownership of its member cows. There are still many cooperative members who have only 1-2 cows, while the ideal ownership can be a source of income, namely 10 lactating cows. This happens suspected because of the inability of cooperative to use their working capital and profit allocations that do not favor for the increase in the scale of members livestock business. The research aims to : 1) Findout the level of efficiency of the use of cooperative working capital; 2) To findout hoe the allocation of the use of cooperative profits in an effort to increase the scale of livestock member business.
The research method used is a survey. The study was conducted at the Satria Breeders Cooperative (PESAT) Banyumas located on Karangkemiri Street Km 6 Karangkemiri Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The study was conducted in July 2018 – October 2018. Analysis of the data used was Descriptive Analysis, Efficiency Analysis of Working Capital, and Profit Allocation of PESAT Cooperatives.
The results of the study show that cooperative aren’t efficient in the use of working capital. This is evidenced by the value of economic rentability of The PESAT Cooperative is below 6%, so it’s declared inefficient. Value of own capital profitability The PESAT Cooperative is below 10%, so it’s declared inefficient. Allocation of cooperative profits used for developing member livestock business is 75% of the total available reserve funds. While the reserve fund comes from 25% of the profits obtained by The PESAT Cooperative.