Home
Login.
Artikelilmiahs
11934
Update
DEDE FIKRI AULIA
NIM
Judul Artikel
PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN KOTA DALAM PERSPEKTIF POLITIK LINGKUNGAN DI KOTA BOGOR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Taman Kota dalam Perspektif Politik Lingkungan di Kota Bogor”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bentuk-bentuk dan upaya pengelolaan ruang terbuka hijau taman kota di Kota Bogor, aktor-aktor yang terlibat dalam proses upaya optimalisasi pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Bogor, menjelaskan mengenai faktor pendukung maupun penghambat dalam upaya pengelolaan ruang terbuka hijau taman kota di Kota Bogor.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi data untuk menjamin validitas data. Hasil dari penelitian ini adalah pengelolaan ruang terbuka hijau taman kota di Kota Bogor merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Kota Bogor untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang dan Peraturan Daerah No. 08 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Taman Kota sendiri merupakan salah satu aset daerah potensial dalam pemenuhan RTH publik. Upaya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Taman Kota itu sendiri berangkat dari otonomi daerah yang membebaskan daerah untuk mengatur urusan rumah tangganya sendiri sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah itu sendiri. Terdapat beberapa aktor yang terlibat dalam proses ini, aktor-aktor tersebut antara lain BAPPEDA, DPRD Kota Bogor, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bogor dan Dinas Pengawasan Bangunan dan Permukiman Kota Bogor. Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah dukungan kuat dari Walikota Bogor, Aktor yang saling bersinergi, dana yang kuat dan bantuan-bantuan dari pihak ketiga. Faktor Penghambat dalam kegiatan ini regulasi yang belum terperinci tentang RTH dalam bentuk Perda, kesadaran masyarakat kurang karena masih banyak ditemukan aksi vandalisme yang disebabkan oleh tidak adanya rasa saling memiliki dan pengawasan yang kurang maksimal karena personel dari Dinas terkait kurang. Dampak pengelolaan RTH taman kota ini selain membuat Kota menjadi hijau dan terpenuhinya RTH, juga menambah nilai estetika kota itu sendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study, entitled "The management of Green Open Space Parks from the Perspective Environmental Politics in Bogor City". The purpose of this study are able to understand and describe the managements of green open space in Bogor city park, the actors involved in the process of optimizing the management of green open spaces in the city of Bogor, describing the factors supporting or inhibiting the management efforts green open space in the city of Bogor city parks.The method of this study is descriptive qualitative with a case study approach. Data obtained from the results of observation, interviews, and documentation. The analysis of the data is using an interactive model analysis by Miles and Huberman. This study used data triangulation technique to ensure the validity of the data.The results of this study is the management of green open space in the city of Bogor city park itself is one of the efforts of Bogor's authority to fulfilled the needs of green open space as stated in Law No. 26 Year 2007 on Spatial Planning and Regional Regulation No. 08 Year 2011 on Spatial Planning. State park itself is one of the potential of regional assets in fulfillment of public green space. Green Open Space Management Plan Parks itself departing from regional autonomy which frees the area to set up its own domestic affairs in accordance with the characteristics and needs of the region itself. There are several actors involved in this process, actors include BAPPEDA, Bogor City Council, Department of Hygiene and Bogor, Environmental Management Agency and the Department of Supervision of Bogor City Building and Housing Bogor. Factors supporting this activity is strong support from the Mayor of Bogor, Actor synergy, strong funding and assistance from a third party. The obstacles of this study is less detailed regulations about RTH in the form of legislation, public awareness is less because there are still many acts of vandalism caused by the absence of a sense of belonging and less than the maximum because the supervision of personnel from relevant agencies . In addition, the impact of this city park green space management is able to build the city green and the fulfillment green open space, also adds to the aesthetic value of the city itself.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save